Balas Revievv :

Girl-chan 2 : Oh, begitu toh.. Ngomong-ngomong, lu mantenginnya doujin apa FF, gue sih doujin. :V

Mitsumu : Enaknya kalau sebentar doang.. ._.

Silahkan dicoba ke anak buah anda.. Bagaimana Reaksi mereka nanti, muntah, mual, pusing, pingsan, mabok, apa tewas? :V

Thx!

Special Chapter : Eight Unique daily life. (Mia : kok delapan? Bukannya lima ya, Kaichou? ; Me : Delapan mi, soalnya ini ditambah yang masih set gear. Omen, Azazel, sama Midnight. ; Mia : Oh~)

"Hei, ngomong-ngomong.. Nanti kita kedatangan Striderkan?" tanya si pria Jin sasinmu sambil mengudek-ngudek minumannya.

"Hooh.. Dan kok aneh ya.. Dia itukan hero Unique No. 1 kok datengnya paling belakangan ya?" ujar si pria Omen sambil Jungkir balik di meja. *disetrum listrik Omen

"Iya juga sih.. Tapi, lu ngapain Des? Gabut?" tanya si Pria Uriel sweatdrop.

"Au dah! Biasalah Author lucknut, bikin hal-hal gaje mulu!" gerutu Destra (Omen).

"Udahlah, yang penting kita harus tau gimana nanti tampang si Strider baru itu.." ucap sang pria Mephisto sambil menepuk pundak Destra.

"Tapi, masalahnya kapan dia datengnya itu pada belom tau." ujar si Pria Azazel yang muncul tiba-tiba.

Brak!

"Oh ayolah! Apa kalian tidak bisa tenang sedikit!" gerutu si pria stranger sambil membanting bukunya di meja.

"Yee! Pak kalo mau baca yang tenang jangan disini, di ruang baca sono!" Ucap si pria Midnight sambil menunjuk ke arah ruang baca. Si pria Stranger pun pergi sambil mengendus kesal dan membanting pintu ruang tengah.

"Tuh orang Tiran banget dah!" keluh si pria Jin sasinmu sambil memutar matanya.

"Au tuh, ngomong-ngomong, katanya dia itu punya anak tiga trus anaknya dipaksain milih job sesuai kehendak dia bukan kesukaan anaknya." bisik Destra.

"Ish! Jangan suzon! Belum tentu benar loh kalo gosip!" bantah si pria Uriel.

"Nggak ini beneran, Wal! Orang anaknya sendiri dari Fic sebelah kok yang ngaku!" terka Destra.

Eudo : Ergh! Kenapa gue ikut terseret sih! Padahal gue nggak pernah bilang ke siapa-siapa!

Me : oAo" sabar Eudo!

Beberapa saat kemudian...

"Hei! Lihat ada sesuatu dilangit!" seru si Pria Azazel.

"Apa itu?" gumam para penonton kejadiam itu.

"Itu menuju kesini! Awas!" seru si Midnight sambil kabur ke batu terdekat untuk bersembunyi. Kemudian, yang lain ikutan ngacir ke tempat persembunyian terdekat dan..

BUUUUUUUM!

Mereka semua keluar dari persembunyian mereka dan melihat seorang pria muda berambut wild bob cut (CMIIW) beige, bermata merah, berjas, membawa pedangnya di tangan kanannya dan bengong tanpa berkedip sama sekali.

"Hei, sepertinya dia si strider itu.. Muda juga dia." ucap si pria Jss sambil menghampiri si strider itu.

"Yap, dia kelihatnya sangat muda." gumam Destra.

"Instalasi data, sembilan puluh persen. Selesai.." ucap pria strider itu dengan ekspresi datar.

"Hei, dia masih instalasi data, apakah dia akan menyerang?" tanya si Stranger skeptis. "Apa lagi, matanya itu mulai bersinar."

"Entahlah, coba dicek dulu..."

Si Jin sasinmu maju perlahan-lahan mendekati Strider itu dan menyentuh pipinya. "Aku rasa dia tidak menyerang..."

"Instalasi data selesai, mode battle, tidak ada tanda-tanda musuh, mode relax, pengenalan diri, S-Fly Type Alpha-02, Ars Andreson." Ars langsung mengacungkan pedangnya ke si Jin sasinmu dan membuat semua orang kaget dan mempersiapkan senjatanya. (Kecuali, 3 set gear karena mereka belum ada heronya :V)

Ars berkedip dan kembali normal. "Ah, maaf.. Aku membuat kalian kaget ya? Tenang aku tidak menyerang kalian kok."

"Hmm.. Ya, tak apa.. Ku kira kau bakalan menyerang kami." ucap si Mephisto sambil menghelakan nafas.

Kemudian..

"Jadi, aku akan bergabung dengan kalian?" tanya Ars.

"Yap.."

"Terima kasih.. Kalau boleh tau, nama kalian siapa saja?" tanyanya Lagi.

"Kazuma Aokiryu, Jin sasinmu, umur 254 tahun. Salam kenal!" ucap Kazuma, yang udah jengotan dan kumisan, biarpun kumisnya agak tipis sih. Dan juga lengan bajunya disobek jadi tinggal sebahu doang. *digaplok pake byakko.

"Harada Kamiyama, umur 456 tahun, Mephisto, salam kenal!" ucap Harada.

"Walrus Knightheart, Uriel, umur masih 47 tahun, salam kenal!"

"Drud Orbing Mayer, Stranger, umurku 50 tahun, salam kenal."

"Destra Electrifiedtor, umur 75 tahun, Omen, salam kenal!"

"Azerio Midorijima, Azazel, umur 101 tahun, salam kenal!"

"Ferdinad Midnightclawer, Midnight, umur 70 tahun, salam kenal!"

"Ternyata, kalian sudah tua semua ya.. Berarti aku yang termuda diantara kalian semua..." ucap Ars sambil mengangkat alisnya.

"Memangnya berapa umurmu?" tanya Azerio penasaran.

"Aku baru saja menginjak 29 tahun..." jawab Ars datar.

"Huapah!? Lu lebih muda dari cucu gue berarti!" pekik Harada sambil menggoyang-goyang tubuh Ars.

Red : Oh, ayolah kakek.. Ars mang masih muda. Orang si Alex aja masih 23 tahun dan Andre aja masih 17 tahun.

Harada : Ya, kan kakek kaget, Jin...

"Udahlah, yang penting kita taukan ciri-ciri dari Strider yang datang. Jadi, biasa saja lah." ucap Drud sambil membaca bukunya.

"Huh! Lu kan memang bodo amat orangnya! Mana mau mengupas kehidupan orang lain." celetuk Walrus yang langsung mendapat bogeman buku tebal dari Drud.

Nah, sekarang kita akan mengupas kehidupan 'Nista' kedelapan Unique tersebut ketika mereka disatukan. :V

1. Horor story telling.

"Cerita serem yuk!" ajak Destra.

"Ikut! Cuy! Gambreng siapa duluan!" Usul Harada.

"Ok..."

"Hompipah alaium gambreng! Nek ijah pake baju rombeng! Kazu mati kejepit pintu!"

"Ewaw! Gue nggak terima Woi!" protes Kazuma yang merasa di laknati.

"Ok, Har.. Duluan.." ucap Walrus.

"Hm.. Ok.." Harada memulai ceritanya.

"Oi! Tunggu dulu gue mau protes!"

"Jadi, waktu itu.. Gue pernah maen ke squad Anak gue."

"Oi! Jangan kacangin gue!"

"Nah, di squad anak gue tuh ada cerita kalau ninggalin minuman beralkohol di sebuah gelas plastik warna biru di malam hari, nanti bakal ada sebuah kejadian mengerikan di markas itu."

"KACANG! KACANG! KACANG MAHAL OI!"

"Karena gue penasaran gue mencoba melakukan hal itu, gue tinggalin segelas sake kualitas tinggi di gelas plastik itu dan kemudian gue ngumpet di balik korden."

"Argh!"

"Kasian amat si Kazuma.." batin Azerio sweatdrop yang melihat Kazuma dikacangin sama yang laen.

"Trus apa yang terjadi?" tanya Walrus penasaran.

"Gue mendengar langkah kaki seseorang masuk ke dapur. Dan membuka kulkas." sambung Harada.

"Kok, nggak serem.."

"Orang itu ngeliat gelas dia udah penuh dan meminumnya sampai habis."

"Kehausan dia." celetuk Drud.

"Hanya mau minum kali." Celetuk Destra.

"Tapi, kemudian dia menjatuhkan gelasnya dan langsung berteriak dan ketawa gila."

"Mabok tingkat redah.." celetuk Kazuma.

"Kemudian, dia keluar dapur dan tidak terlihat lagi."

"Cih, nggak serem.." celetuk Ferdinand.

"Belom selesai sampai disitu.. Kemudian, gue mengecek gelas yang tadi.. Dan itu abis kosong tanpa sisa sedikitpun."

"Nggak serem! Udahan aja deh!"

"Belom selesai! Kemudian gue mandi di kamar mandi squad itu." lanjut Harada.

"Awalnya terang, tiba-tiba mati lampu! Dan semuanya nggak kelihatan sama sekali!"

Suasana menjadi diam sejenak dan menegang.

"Kemudian, ada yang masuk ke kamar mandi dan itu mendekat kerah gue."

"Te.. Terus.."

"Makin dekat, dia makin dekat, makin dekat dan..."

Suasana makin intens dan para pendengar sudah ketakutan aja.

"Dia memegang gagang pintu dan!?"

"Dan Apa!" pekik Azerio yang udah ketakutan setengah mati.

"Dan... Huwaaaaa!"

Bagaimana reaksi para pendengar sekalian..

Kazuma pingsan, Drud kejang-kejang, Walrus nangis di tempat, Ars jungkir balik, Destra merayap ke pintu terdekat, Azerio Jantungan, Ferdinand dia malah kejang-kejang dengan mulut berbusa.

Dan setelah kejadian itu.. Harada di gaplok sama Kazuma pake Byakko.

2. Kazuma itu Uke? (Me : Iris!? ; Iris : Ada apa? aku hanya ingin melihat Yaoi versi para pria tua itu :V)

"Halo, semua~" sapa Iris sambil tersenyum.

Me : Oi! Tarik dia balik!

Iris : No way! Gue mau ketemu kakek gue dulu!

"Halo, kau si-" perkataan Destra langsung terpotong karena dia didorong (baca : Hantam) sama Kazuma yang ngibrit dibelakang dia sampai dia tergeletak dengan tidak elitenya dilantai.

"Jii-chan!"

"Seon Mi!"

Note : Kebiasaan para Kakek manggil cucu-nya pake nama Asli bukanya yang baru.

Sungguh pertemuan yang dramatis apalagi jika dilakukan di pantai dengan scene matahari terbenam dan juga adegan slow motion, pasti tambah mantav. :v *dibakar pake Suzaku.

"Ada apa ini? Oh, ada Iris-chan toh.." gumam Harada yang baru muncul.

"Eh? Harada kau tau dari mana soal cucu perempuan-ku?" tanya Kazuma penasaran.

"Hei, cucu-mu itu satu squad dengan cucu-ku juga bodoh! Dan aku penasaran.. Nama-mu itu orang jepang, sementara cucu-mu itu orang korea, bagaimana bisa!?" celetuk Harada.

"Ehm.. Ayah Seon Mi ini orang korea, sementara ibunya orang Jepang, jadi, kau mengertikan sekarang.." jawab Kazuma skeptis dan Harada hanya mangut-mangut.

"Jii-chan~" panggil Iris. "Ya, ada apa?"

"Jii-chan makin tua kok makin keker ya, sama kayaknya Jii-chan mulai menumbuhkan jenggot dan kumis, padahal Jii-chan itukan udah ku cap sebagai 'Uke' apa Jii-chan mulai maju untul menjadi seorang 'Seme'?" komentar Iris sambil nyetuh badan Kazuma.

Kazuma hanya cengo dengerin komentaran cucu-nya, sementara Harada kaget ketika mendengar kalau Kazuma itu adalah seorang 'Uke'.

"Tu.. Tunggu, Seon Mi ja.. Jangan asal tuduh deh!" sahut Kazuma tapi pipinya blushing.

"Ah~ Jii-chan nggak usah malu-malu. Kan emang udah ketahuan kalau Jii-chan itu 'Uke' soalnya waktu itu.." ucapan Iris terpotong karena mulutnya dibekap sama Kazuma. "Huwaaa! Jangan ngomongin soal itu!!!"

"Hmm.. Memangnya apa? Ka. zu. ma. kun..." Harada membuka kerah baju Kazuma dan mengigitnya. Kazuma kaget dan tak sengaja kelepasan. "Nnh..."

"Menjauhlah dari gue!" Kazuma sontak menyikut perut Harada sampai empunya pingsan.

"Tuhkan Jii-chan itukan 'Uke'." celetuk Iris sambil menahan tawanya.

Harada malah manyun dan ninggalin Iris dengan Harada yang pingsan dengan posisi tidak elite (baca : nungging) di lantai. "Be.. Berisik."

Malamnya... (Berhubung Iris lagi nginep di tempat kakeknya.)

Iris mau ke toilet buat pipis, nggak sengaja dia mendengar suara Absurd yang datang dari kamar kakeknya sendiri.

"Ah, ngh, Uah!"

'Hmmm?' Iris yang masih ngantuk penasaran dan mengecek asal suara itu. Kemudian, dia mengitip ke kamar kakeknya dan...

"Ah, Hara.. Ah! Hentikan!"

"Hmph! Tidak akan.."

Kakeknya dengan Kakeknya Red sedang nganu! Iya sedang nganu!

Untung saja Iris masih ngantuk berat dan ninggalin tempat itu kemudian ke toilet dan kembali tidur di kamarnya tanpa menghiraukan adegan 'panas' itu.

Paginya..

"Seon Mi, bangun nak!" ucap Kazuma sambil menggoyangkan tubuh Iris. "Waktunya sarapan.."

Kemudian di ruang makan..

"Bagaimana tidurmu?" tanya Kazuma sambil tersenyum.

"Lumayan, oh iya.. Jii-chan, masa tadi malam aku mimpi aneh." ucap Iris.

"Mimpi apa?"

"Em.. Tadi malam, aku mimpi melihat Jii-chan dan Harada-san sedang nganu.."

"Eh?"

BRUUUUUUUUUH!!

"Oi Harada! Nyemburnya jangan ke gue juga kali, buku gue jadi basah nih!" gerutu Drud yang menjadi korban semburan teh-nya Harada. "Ma- Maaf.."

Kazuma ketawa garing dan tersenyum miris sambil mengusap kepala Iris. "Mimpi yang aneh ya.."

'Sialan, hampir aja ketauan kalo gue abis 'itu' sama Harada.' batin Kazuma.

3. Listrik.

Destra paling benci yang namanya mati lampu karena itu membuatnya lelah, letih, lesu, dan mati bosen. Kenapa? Karena..

"Destra! Cepet ke ruang bawah tanah dan nyalain generatornya! Sekalian lu ngedekep disana!" perintah para penghuni lainnya.

Pssalnya dia mempunyai kekuatan listrik yang lumayan besar dan bisa menghidupkan tempat para Unique tinggal selama 3 jam. Dan juga, dia juga sering dipake buat ngechas batre Laptop, Hp, bahkan sampe ngechas Ars selama 2 jam langsung penuh.

"Oh, kuatkan hamba ya rab!" keluhnya ketika mati listrik.

4. Belanja makanan.

Kazuma, Azerio, Drud, dan Ferdinand sedang belanja keperluan untuk menuh-menuhin kulkas di awal bulan. Maklum, kalau akhir bulan biasanya mereka agak kesusahan.

"Udahankan? gue udahan nih!" ajak Azerio sambil menenteng tas belanjaannya.

"Iya, gue juga udah selesai." balas Ferdinand yang berjalan ke kasir.

Mereka segera berjalan le kasir dan membayar belanjaan mereka. Sembari menunggu belanjaan mereka selesai dibayar. Mereka mengobrol satu sama lain.

"Ngomong-ngomong, gimana kabar Update tentang gear lu?" tanya Azerio penasaran.

"Entahlah, blom ada komfirmasi tentang gear gue yang baru, ada yang ngegosip sih gue bakalan dapet sayap." jawab Ferdinand sambil membawa tas belanjaannya. "Eh? Si Kazuma mana ya?"

"Tuh!" sahut Drud dengan cueknya menunjuk kearah Kazuma yang sedang berdiri di depan kulkas penyimpanan minuman yang terbuka bak orang baru kenal kulkas. "Kaz, cepetan kita semua udah selesai nih!"

"Cepetab milihnya, kita udah pada selesai!" seru Azerio.

"Jangan kelamaan! Cepet pilihnya kita udah pada selesai!" timpal Ferdinand sambil membawa tas belanjaannya.

"Eh? Lu pada udah selesai." sahut Kazuma yang menengok kearah para Unique yang sudah selesai belanja. "Yaudah, gue juga udah selesai, kulkasnya adem banget coy!"

Krik, Krik..

"MUKE GILEEEEEEEE!!" teriak Ferdinand dan sang penjaga kasir bersamaan.

Sementara, Kazuma hanya bisa cengir-cengir nggak ada dosa ketuka Drud menatap taham kearahnya. Sementara Azerio?

Dia malah pingsan.

Dan kemudian, Kazuma mendapatkan gaplokan buku dari Drud dan juga Gaplokan sepatu dari Ferdinand.

Bonus :

Drud berjalan santai sambil membawa buku dan juga sebuah cangkir teh hangat ke kamarnya. "Ah, akhirnya malam yang ku tunggu."

Dia berkata seperti itu karena satu hal. "Tak ada makhluk Absurd yang mengganggu, karena mereka sedang pergi kemping."

Dengan semangat dia tiduran dikasurnya sambil membaca sebuah buku. "Malam yang tenang ini aku harap akan berjalan sangatlah lama tanpa adanya teriakan makhluk absurd itu."

Baru membuka bukunya dan membaca beberapa halaman dia nggak sengaja mendengar cekikikan seseorang yang dia kenal. Dia segera berlari keluar dan..

"Hahaha! Koplak videonya!" seru Destra yang menyetel sebuah video lucu di HP-nya.

"Oi! Bukannya kalian ini pergi kemping ya!?" tanya Drud yang menyadari bahwa para makhluk absurd yang dia maksud masih ada di sekitar markas.

"Kita emang kemping kok." balas Azerio sambil membaca bukunya.

"Hei! Bukan kemping namanya jika itu hanya berjarak 10 meter dari rumah!" timpal Drud sewot.

"Yang pentingkan diluar dan menikmati alam bebas. Ketika semua orang menikmati tidurnya di kasur yang empuk disana. " celetuk Harada sambil menuangkan sake ke gelas Kazuma.

"Ayolah, Drud ikut aja." ucap Ferdinand yang membuat api unggun di pertengah kemah mereka.

"Nggak! Males sama kalian!" tolak Drud sewot.

"Dasar payah! Bilang aja ogah yang ribet-ribet!" ejek Kazuma.

"Apa lu bilang!?" Drud lari ke dalem markas dan mengambil perlengkapan kemahnya. "Akan gue tunjukan kalau gue juga bisa kemping kayak kalian!"

"Baiklah tunjukan satu hal.. Membangun tenda!" tantang Walrus yang udah nyengir sinis.

Drud mulai membangun tendanya dengan bantuan sihirnya, tapi Ars langsung menimpuknya dengan sebuah batu di kepalanya. "Hei!"

"Maaf, tapu kami tidak menggunakan sihir atau apapun disini hanya skill kerajinan tangan kami yang dipakai." jelas Ars dengan muka datar.

'Cih, baiklah kalau begitu!" Drud membangun tendanya sambil mengeluh, namun keseringan gagal. Semua orang yang melihat tingkahnya menahan tawa, tapi ketika Drud menengok kearah mereka, mereka malah memalingkan muka sambil bersiul.

Sepuluh percobaan kemudian..

"Akhirnya berhasil.." gumam Drud setelah 20 kali percobaan. (Eh buset!? 20 kali!?)

"Dah yok nih! Makan cemilan dulu deket api unggunnya!" ajak Destra yang sedang membakar marshmallow.

"Nggak usah, gue ba- aduh!" Ars kembali menimpuk Drud dengan batu ketika dia mau mengeluarkan sebuah makanan kaleng.

"Makanan kaleng hanya buat cadangan!" ucap Ars datar.

"Pfft! Payah!" celetuk Kazuma.

"Baiklah! Gue ikut kalian!" keluh Drud kemudian dia menancapkan marshmallolwnya ke ranting pohon. Acara bakar-bakarannya berjalan lacar sampai Azerio nggak sengaja ngehangusin narshmallownya dan entah karena kekencengan niupnya atau ada angin lewat kenceng banget. Marshmallow-nya terbang dan mengenai muka Kazuma yang baru balik dari toilet. (Diluar juga ada toilet kok.)

"AAAAAAARGHHH!! PANAS!!" jerit Kazuma sambil lari ke westafel terdekt dan menyiram mukanya dengan air dingin.

Dan Azerio berakhir dengan digebukin pake Byakko Rage dengan mode immortal-nya Kazuma.

Beberapa saat kemudian..

"Ah, habis bakar-bakaran enaknya nyanyi nih." ucap Harada sambil meneluarkan gitarnya. "Ini lagu namanya lagu 'Camfire Song'."

Let's gather 'round the campfire, and sing our campfire song. Our C-A-M-P-F-I-R-E S-O-N-G song. And if you don't think that we can sing it faster, then you're wrong. But it'll help if you just sing along...

"Lagunya enteng juga didenger..." komentar Drud sambil tersenyum.

(Destra, Kazuma, Azerio, Ferdinand, Warlus) Bum, Bum, Bum...

"Kok, gue punya firasat buruk ya..." gumam Drud.

C-A-M-P-F-I-R-E S-O-N-G song! C-A-M-P-F-I-R-E S-O-N-G song!

"Demi Dewa! Jadi heboh!" ucap Drud sambil pasang muka Yao Ming.

And if you don't think that we can sing it faster, then you're wrong! But it'll help if you just sing along...

"C-A-M-P-F-I-R-E S-O-N-G song! Kazu!" Harada menunjuk Kazuma yang heboh bersama ketiga orang lainnya.

Kazuma malah menyanyikannya dengan ngaco. "SONG! C-A-M-P-F-I-R-E.."

"Ars!"

Krik, Krik, Krik...

"Bagus!" maklumlah, Ars bukan orang yang suka banyak ngomong soalnya...

Lagunya makin tambah heboh karena entah dari mana Kazuma dapet drum, Azerio dapet bass, Ferdinand dapet gitar listrik, dan Destra dapet Ukulele. Walrus denga. Efek apinya. Bahkan, sempat ada panggung dadakan.

It'll help... it'll help... if you just sing along!

Harada langsung membanting gitarnya diikuti para unique lainnya yang ikuti-ikutan banting alat musiknya. Terakhir, Kazuma malah banting Drumnya ke Harada dan jebol sampe bawah.

"OH YEAAAAAAH!!!" teriak Drud dan Ars bersamaan.

"Wait- kenapa gue jadi ikutan sih!?" gumam Drud sebal.

Kemudian..

"Haa... Sekarang enaknya apa ya?" tanya Ferdinand.

"Cerita serem aja.. Lagi pula inikan di depan api unggun enaknya cerita serem kok." usul Harada.

"Ok, siapa duluan..."

"Gue dong!" seru Drud.

"Ok, silahkan."

"Hm.. Oh iya, gue mau cerita tentang The Hash Slinging Slasher." Drud memulai ceritanya.

"Hah? The Sash bringing shaser?" tanya Destra.

"The Hash Slinging Slasher!" komentar Drud.

"The Trash Singing Slasher?" celetuk Ferdinand.

"The Hash Slinging Slasher!!"

"The Crash dingding Shaser?"

"Terserah..." Keluh Drud sambil memutar matanya. Kemudian dia melanjutkan ceritanya.

"Ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa dia adalah seorang juru masak yang sangat ceroboh yang mengalami sebuah kesialan beruntun."

"Iya, terus.."

"Kesialan itu yang pertama adalah, dia ketika memotong sayuran didapurnya tak sengaja dia melakukan kesalahan yang amat fatal."

"Apa itu!?" tanya Walrus yang dah merinding.

"Dia menotong tangannya sendiri!"

Suara jeritan perempuan terdengar, sukses membuat semua orang panik. "Ah maaf, hanya muter rekaman suara tereak aja." ucap Ars datar.

"Ok, gue lanjut.. Jadi, setelah dia memotong tangannya itu... Dia mengganti tangannya dengan spatula karatan yang membuatnya gila. Kemudian, dia berlari keluar dan tertabrak oleh bis. Duak! Crat!"

Hening...

"Kemudian, saat pemakamannya bosnya malah memecatnya dan dia kembali ke dunia untuk balas dendam!"

"U.. Udah.. Udahkan?" tanya Destra

"Belom.. Ada tiga hal penanda bahwa dia akan datang.. Satu, lampu berkedip menyala-mati-menyala-mati. Kedua, telefon berdering tapi tak ada yang menjawabnya. Yang terakhir.. Ada sebuah bis yang menurunkan penumpang dan keluarlah The Hash Slinging Slasher dari bis itu dan berjalan ke pintu masuk."

"Trus apa!?"

"Dia membuka pintu itu dengan tangan spatulanya.. Ciiiiiiiiiiit! Kemudian dia masuk dan korban-pun berjatuhan."

"Lanjutin..."

"Mau tau korbannya diapain?"

"Iye!"

"Yakin?"

"Yaudah, kasih tau kita, korbannya diapain!?"

"Korbannya diiiiii... Bakekok!"

"HYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"

Meanwhile...

"Ada yang dengar teriakan?" tanya Yuki.

"Entahlah.. Aku rasa hanya seperti gelombang saja." ucap Takano.

Kita kembali ke kemah..

"Hahahahahaha! Makan tuh kaget!" seru Drud yang ngakak guling-guling di tanah.

"DRUUUUUUUUUD!!"

Drud pun berakhir diamuk massa sampai bonyok, biarpun dia tetep puas karena udab berhasil meng-troll semua temannya. 'Troll Success.'

Udahkan? Yaudah Udahan :v