Balas Revievv :
Girl-chan 2 : Yup, memang ini referensi spongebob. Karena masih demen sama spongebob biarpun udah gede :V
Aku sih ada link doujin.. Tapi, susah dibuka kalo pake data. Enakan pake Wifi dan Dns Changer dan juga.. Entah apa kau tau link itu apa nggaknya 'soalnya itu tempat tongkrongan doujin Yaoi yang masih fresh semua' :V
Thx!
Chapter 28 : Tsundere, Pisikopat, dan Gunner. (Dari judulnya udah taulah siapa itu... Kecuali si Gunner :V)
Sebelum ke cerita utama mari ke sebuah cerita sampingan.
"Engh! Gatal!" keluh Mitsumu sambil menggaruk kepalanya.
"Mitsu? Kenapa? Kutuan ya!?" tanya Eudo yang melihat Mitsumu menggaruk kepalanya.
"Kagak! Gue kagak kutuan! Gue dari pagi udah nggak ngerasa nyaman aja dari pinggang ke bawah sama gatel di kepala!" sembur Mitsumu yang kesal.
"Iye, iye.. Mau gue bantuin garuk." Eudo mendekati Mitsumu dan menggaruk kepalanya pelan-pelan. "Mendingan?"
"Hmm..."
"Eh? Apa ini?" Eudo tak sengaja memegang sesuatu di kepala Mitsumu dan dia terkejut saat melihatnya.
"Mitsu.. Kok, ada kuping hewan sih di kepala lu!?" tanya Eudo.
"Hah? Kuping hewan?" Mitsumu memegang kepalanya dan mengusap rambutnya. "Anjrit! Jangan bilang kalau!?"
Mitsumu mengendorkan celananya dan menarik bagian belakangnya dan..
"Ekor!? Lu punya Ekor!?" tanya Eudo yang makin histeris.
"Pantesan perasaan gue nggak enak! HWS gue k'mb'h- ungh! G.. Gue.. Nggak tahan.." Mitsumu mentapa ke Eudo. "E.. U.. DO..."
"Oi! Mitsu! Jangan Pingsan! Duh! Gue harus bawa dia ke Reha sekarang!"
Meanwhile..
"Hmm? Siapa?" Reha membuka pintu dan melihat seorang pria berambut Hitam.
"Maaf, apa ada seseorang bernama Mitsumu disini? Aku dengar dia masuk ke Reha squad." ucap Pria itu.
"Ah, dia ada di gedung yang satunya lagi. Mari ku antar-"
"Reha! Gawat! Mitsumu!" Eudo masuk dari gerbang sambil menggendong Mitsumu di punngungnya.
"Ada apa dengan dia!?" tanya Reha panik.
"Oh, ya tuhan! Mitsumu!" Pria itu mengambil Mitsumu di punggung Eudo dan menaruhnya. Mitsumu membuka matanya. "A.. Yah..."
"Katakan berapa ini?" pria itu membentuk jarinya menjadi V.
"D.. Dua.."
"Syukurlah.."
"Kau ayahnya?" tanya Reha.
"Iya, kenalkan namaku Mutsuki TsukiOokami, ayahnya Mitsumu." ucap Mutsuki.
"Apa yang terjadi dengan Mitsumu? Apa kau tau?" tanya Eudo penasaran.
"Half Wolf Syndrom, jarang terjadi di kalangan Werewolf tapi cukup berbahaya jika terjadi karena bisa memakan korban jiwa." jelas Mutsuki.
"Maksudnya? Mitsumu bakalan-"
"Dia tidak akan mati, melainkan.. Mitsumu bisa membunuh seseorang jika malam hari sedang bulan purnama karena dia akan mengamuk jika bulan purnama." jelas Mutsuki.
"A.. Ayah, nanti malam bulan purnama... Aku.. Takut yah.." ucap Mitsumu merinding. "Aku takut.. Kejadian itu terulang.."
"Tenang, ayah akan menjagamu anakku.. Tak akan ayah lepaskan perhatian ayah saat bulan purnama terjadi.. Paham.." Mitsumu mengangguk dan tertidur.
"Sudahlah, ayo kita bawa ke ruang farmasi dulu.. Karena ini gawat!" ajak Reha.
Udah ya, cerita sampingannya. Sekarang kita ke topik utamanya aja, masa nge-OOT mulu.
Punya pacar, mungkin adalah hal yang biasa dirasakan "Hampir" setiap orang. Tapi, bagaimana jika mempunyai pacar yang Tsundere? Tsundere adalah istilah untuk merujuk ke sifat seseorang yang memiliki sifat yang galak diluar, tetapi mempunyai sifat yang lembut dibalik dari sifat galak itu. Sebagian sifat ini di tunjuk kearah para perempuan dari pada laki-laki. Tapi, bagaimana jika sifat ini dimiliki oleh seorang pria? (Wait, kok jadi kayak latar belakang penelitian sih -_-)
Hal ini dialami oleh kembar Bloodrone. Mereka memiliki seorang kekasih pria Tsundere bernama Revan Sharps.
Revan, seorang infatriman atau lebih mudahnya seorang tentara. Memiliki tampang bermata Hazel, rambut jambul spiky coklat (kadang dilurusin), kemudian, memiliki duaa buah tahi lalat di pipi kirinya.
Dia miliki sebuah julukan, atau bisa dibilang beberapa julukan. Mulai dari, "anak anjing", "Piers kw", "Kapten No.2" (yang dua tadi khusus Alex, 'ditampol sama Piers yang asli pake tangan bio-electricnya.), bahkan sampai "Singa Tsundere".
Lalu, bagaimana dengan kembar Bloodrone itu?
Yang pertama, Red Bloodrone.. Si Dark monk yang memiliki darah campuran iblis di dalam tubuhnya.
Yang kedua, juga sama namanya.. Red bloodrone, hanya saja dia dipanggil Rone, yang juga memiliki darah campurang dengan iblis di tubuhnya.
Kenapa mereka disebut mereka campuran?
Karena Red adalah manusia setengah iblis dan Rone hanya seperempat. Biarpun begitu, mereka berdua tetap dikenal beringas jika mengamuk bahkan akan tertawa dan tersenyum licik kearah orang, jika mereka berhasil menyiksa orang tersebut. Karena hal itu, mereka dijuluki "kembar pisikopat.", untuk Red dijuluki "Monk Pisikopat" sementara untuk Rone dijuluki "Gunner pisikopat"
Lalu, bagaimana kehidupan mereka sebagai sepasang kekasih yang terbilang 'unik' itu ?
Simak dengan baik!
1. Tingkat kebuasan.
Untuk tipikal seorang Tsundere, mungkin mereka hanya akan ngomel-ngomel dengan orang tertentu. Tapi, menurut studi kasus saya (halah, emangnya penelitian!) Revan termasuk diatas kata mengomel, melainkan dia sudah masuk ketingkat buas terhadap kekasihnya.
Coba bayangkan.. Red atau Rone (Paling sering sih Red) dibanting, dilempar kotak peluru kosong, dijejelin granat, dipukul, disikut, didudukin *IYKWIM, bahkan ditendang dengan bringasnya sama Revan.
Mungkin, kalau sebagian orang udah mutusin dia kali kalau seperti itu. Tapi, dengan Red atau Rone itu beda. Karena Red dan Rone malah menikmati setiap siksaannya Revan, mereka bilang kalau itu adalah tanda 'Sayang dan khawatir' dari Revan. Emang Masokis mereka.
Hal ini sempat menjadi pertanyaan, bagaimana mungkin mereka berdua bisa bertahan dengan keberingasan Revan itu?
Entahlah, hanya Tuhan dan Monk dan Gunner itu yang tau.
Lain Ladang, lain juga ilalangnya. Red dan Rone juga termasuk kedalam kategori buas dalam hal percintaan. Bukan karena mereka buas diranjang ya. Hanya orang pikiran mesum bak Fujo akut yang berpikiran seperti itu. (Iris : Jleb banget ih!)
Melainkan, buas dalam menjaga apa yang sudah mereka cintai, misalnya saja anjing mereka Hato. Sekali saja Hato disakiti, maka melayanglah nyawa korban mereka. Contohnya, Teiron yang sering kena siksa Jahanam-nya Red, atau yang baru-baru ini Mathias yang kena siksa Jahanam-nya Red dan Rone.
Bukan tanggung-tanggung (terutama Teiron), mereka terkena siksa yang amat pedih. Bayangkan saja, Teiron pernah disiksa dengan cara Red mengsummon seluruh skill Hero Unique yang terkenal parah. Sementara Mathias, dia digiles bolak-balik pake Road Roller sama Red dan Rone yang ketawa jahat.
Masalahnya sih mungkin untuk Mathias agak sepele, karena Jitakin Revan. Namun, untuk Teiron dia udah dicap keterlaluan sama mereka berdua karena nyakitin Hato.
Untuk kesimpulannya, jangan pernah macam-macam terutama soal cinta dengan mereka berdua karena bukan macam-macam lagi siksaannya.
2. Latihan keras.
Red dan Rone adalah orang yang peduli dengan kemampuan diri mereka, karena itu mereka selalu latihan setiap hari dengan giat untuk membangun fisik mereka dan juga menjaga stamina tubuh mereka. Tapi, hal ini sebenarnya agak menimbulkan efek khawatir ke Revan karena mereka..
"Revan, apa menurmut aku sudah sangatlah kuat?"
"Kalian ini udah OP banget bahkan! Tapi, sama aja sih kalau kalian.."
"Kuat dan Tampan?"
"Bukan, sama-sama nggak punya otak tau nggak kalau udah latihan."
Red dan Rone hanya manyun mendengar omongan kekasihnya itu.
Tapi, Revan punya maksud lain hal itu pasalnya ketika sudah latihan, Red dan Rone bisa menghabiskan waktu sampai 8 hingga 10 jam di tempat latihan mereka. Hal itu membuat Revan menjadi risih.
'Aku nggak mau kalian sakit karena, kalian terlalu memasakan diri akibat latihan. Kalian udah kuat banget kok.. Bodoh..'
3. Kacamata.
"Revan? Bagaimana penampilan kami?" tanya Red.
"Nggak! bahkan kelihatan kayak orang Freak dan Nerd tau nggak!"
Red dan Rone tersenyum, Rone melepaskan kacamatanya dan memasangkannya di wajah Revan.
"Menurutku, kau terlihat lebih manis dengan kacamata."
PLAK!
"Begooo!"
Revan langsung kabur dengan cepat setelah meninggalkan sebuah ceplak tangan di muka Rone. Sementara itu, Rone hanya tersenyum puas.
4. Revan Bad Memories.
Semua orang pasti memiliki sebuah pengalaman buruk tentang dirinya yang melibatkan orang lain. Revan memiliki sebuah memori buruk tentang dirinya di masa lalu karena dia selalu dikucilkan oleh orang tuanya, dan sifat irinya terhadap kedua adiknya yang lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Pernah dia mendapat sebuah penghargaan tapi, tidak ada yang mengucapkan selamat dari keluarganya (hanya adiknya yang memberikan selamat) kecuali teman-temannya.
Sementara, Adiknya ketika mendapatkan sebuah penghargaan malah diucapkan selamat oleh semua orang dikeluarganya. Semenjak itu, Revan tidak pernah tersenyum ketika bertemu dengan kedua orang tuanya. Biarpun kedua orang tuanya memberinya selamat saat masuk ke militer, dia sudah tidak bisa tersenyum ke mereka lagi. Begitu pula saat dia diterima hubungannya dengan Red dan Rone saat Thanksgiving dan orang tuanya meminta maaf karena tak pernah perhatian dengannya sebelum pulang, dia hanya menjawab dengan muka datar.
"Maafkan Ayah dan Ibu ya kak.. Kami menyesal tak memperhatikan dirimu dulu. Sekarang, kami baru menyadarinya sekarang."
"Aku.. Memaafkan kalian, namun.. Ini sudah terlambat... aku sudah tak bisa membuat senyum ke kalian lagi. Kalau saja kalian bisa meluangkan waktu untuk kalian berdua di hari-hari yang lalu.. Mungkin aku masih bisa tersenyum untuk kalian."
5. Red Nightmare
Begitu juga dengan Red (tidak terjadi dengan Rone), dia memiliki masa-masa pahit ketika dia masih kecil, bahkan dia sudah tidak bisa ingat seperti apa dia dulu. Dia hanya mengingat kalau dia di usir dari kampung halamannya karena dia anak Iblis, bahkan kedua orang tuanya ikut camput mengusirnya dari kampung halamannya. Hal yang dia ingat juga adalah ciri-ciri orang tua kandungnya.
'S.. A.. Ay.. Ay... Ah.. I.. Bu...' dia melihat seorang pria berambut merah berantakan namun tak bisa melihat mukanya dan juga seprang perempuan berambu Coklat panjang.
'ja.. Jangan!' pria berambut merah mencabut pedangnya dan mengarahkannya ke dada Red.
'Tidaaaaaaaaaaak!!' jeritnya ketika melihat pria itu mulai menujamkan pedang ke dadanya dan dia otomatis terbangum dari tidurnya.
Red langsung menangis dan meringuk lututnya.
"Woof, mimpi buruk lagi master?" tanya Hato yang melihat Red menangis di kasurnya.
Note : Hato selalu tidur dikamarnya Red.
"Hato.. Aku.. Hiks!" Hato mengusap kepala majikannya dan menjilat pipinya. "Sudahlah, tak usah sedih.. aku akan sedih jika master sedih."
"Mungkin, kau benar.. Terima kasih kawan.."
6. Nyanko! (Rada NSFW)
"Untuk apa kita make ini?" tanya Revan yang risih karena dia dipakaikan kostum kucing warna Hitam dan juga ekor dan telinga kucing hitam dengan wajah merah merona.
"Adanya tinggal itu doang yaudah pake-pake aja sih!" balas Reha sambil nyengir dan ninggalin Revan sendirian.
"Hemh, apa sih.. Eh? Lepasin!" Revan meronta-ronta ketika Red memeluknya dari belakang.
"Wah-wah, lihat siapa ini.. Kucing kecil kita, Re-chan." ucap Red dengan tatapan menggodanya.
Rone datang ikut-ikutan meluk Revan dari depan dengan tatapan mata yang sama, ditambah dengan senyuman mendominasinya. "Hmm.. Apa kau berniat menarik perhatian dengan berpakaian seperti itu? Re-chan."
Revan dicium kemudian dibawa ke kamar mereka. "Miliki kami berdua!"
Pintu dikunci dan suara ambigu tingkat dewa bisa terdengar dari kamar Red.
7. Jealous
Siapa saja bisa cemburu, bahkan Revan bisa cemburu.
Ketika Red dibilang (baca : gosipin) selingkuh sama Emy. Revan hampir patah hati, sampai Red bilang terang-terangan didepan semua orang ketika sedang berkumpul. Atau, ketika Rone jalan-jalan dengan seorang perempuan berduaan, sampai Revan nangis-nangis karena dikira dia diselingkuhin sama Rone (iyalah, orang dia dengerin sendiri ketika Rone ditembak sama tuh cewe). Sampai akhirnya Rone nolak tuh cewe depan komok Revan juga.
Tapi, ketika ditanya Alasannya Revan selalu jawab.
"Cih! Mana mungkin gue cemburu! Jangan GR ya, Hellloooow! Najis tau nggak!"
Padahal tadi abis, nangis-nangis karena pacarnya dikira selingkuh. Pusing hayati!
8. Soft side
Biarpun begitu, Revan tetaplah memiliki sebuah hati yang lembut ke kedua kekasihnya itu. Misalnya saja.
Waktu itu Red jatuh sakit karena stress ditinggalin Hato (ingat chapter tentang Hato yang kedua), Revan rela nungguin Red dikamarnya. Bawain makanan, gantiin bajunya, selimutin dia, pokoknya perhatian sangat deh.
Atau karena Rone yang kelelahan setelah keluar rumah dan ketiduran di sofa ruang tengah. Ketika lampu dimatikan, Revan diam-diam menyelinuti Rone dengan selimutnya.
Pokoknya, Hal lembut itu hanya dilakukan oleh Revan ketika dua kekasihnya itu tidak melihat dirinya yang melakukannya.
Bonus :
Red terbangun dengan tubuh yang keringatan, nafas terengah-engah, dan perasaan tidak nyaman. Akibat dari pengaruh mimpi buruknya yang terulang-ulang sepanjang hari.
Yuki kebetulan baru mau membangunkan Red, masuk ke kamarnya dan kebingungan melihat Red yang menangis dikasurnya.
"Red? Ada apa anakku?" tanya Yuki penasaran.
"Ibu.. Kenapa aku memiliki darah keturunan Kamiyama? Padahal aku bukan asli keluarga Kamiyama!" tanya Red.
"Ibu juga belum tau Red.. Ada kemungkinan ada hubungan darah dari kedua orang tua lamamu.."
"Tapi, jika mereka memiliki darah keturunan seperti diriku, mereka tak akan mungkin mengusirku dari kampung halamanku!"
"Maaf Red... Ibu juga tidak tau masalah itu..."
Red memeluk Yuki dengan erat dan menangis dipundak Yuki. Yuki hanya bisa diam sambil menepuk-nepuk pelan kepala Red untuk menghiburnya.
Beberapa saat kemudian..
Ting Tong!
Red berjalan ke pintu depan dan membukakan pintunya. "Ya, bisa ka-"
"Red... Sudah lama kita tidak bertemu..."
Red terjatuh kebelakang dan menatap seorang pria Gwimusa berambut merah yang berdiri di depannya. Ketika pria itu maju, Red merangkak mundur dengan ekspresi ketakutan.
"Ada apa? Apa-"
"PERGI KAU! JANGAN SENTUH AKU!"
Red terus mundur dengan gemetar sampai akhirnya punggungnya menyentuh tembok. Tatapannya makin ketakutan ketika pria berambut merah itu semakin dekat dengannya.
"Red... T-"
"PERGI! JANGAN DEKATI AKU! AKU TAK MAU MELIHATMU LAGI!"
"RED TU-"
"PERGI!"
Pria itu menggenggam tangan Red dengan erat ketika Red hendak kabur. Red hendak memukul pria itu dengan tangannya yang lain, tapi ditahan.
"Kenapa.. Kenapa kau kemari? apa kau ingin menghancurkan diriku lagi, hah!"
"Bukan... A.. Aku kesini mau minta maaf..."
Red tertawa, "Minta maaf... Hahahahaha! Tak mungkin aku memaafkan dirimu! Lagi pula ucapanmu juga semua bohong!"
"Aku serius Red! aku mau minta maaf!"
"Ada apa-" Takano menghampiri mereka berdua dan melepaskan Red dari pria itu. "APA KAU BELUM PUAS MENYAKITI ANAK KANDUNGMU HAH!! BERANINYA KAU KEMARI!!"
"Aku mau minta maaf ke anakku apa tidak boleh!?"
"MINTA MAAF! MINTA MAAF! SUDAH BERAPA KALI KAU BILANG SEPERTI ITU! KAU HANYA SEORANG AYAH YANG TAK TAU DIRI, ANAKMU KAU BUANG! BEBERAPA TAHUN LALU DIA MENCOBA MENEMUIMU SAAT SUDAH BESAR TAPI KAU MALAH SEENAKNYA SAJA MENGUSIRNYA! ORANG TUA MACAM APA KAU INI HAH!" sembur Takano ke pria itu.
"Ta-"
"APA HAH!? TAPI APA? PERCUMA SAJA KAU MAU MINTA MAAF! RED SUDAH TRAUMA BERAT KEPADA DIRIMU YANG BUSUK ITU! SEKARANG BAGAIMANA RASANYA KETIKA KAU KU CEMOOH HABIS-HABISAN DAN KU RENDAHKAN DIRIMU ITU! TIDAK ENAKAN!"
"... Tolong berikan aku sekali kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan anakku." ucap Pria itu menyesal.
"HAH! TIDAK MUNGKIN! KAU YAKIN! MAU MEMPERBAIKI HUBUNGANMU DENGAN ANAU ITU! SANGATLAH TIDAK MUNGKIN!"
"Takano-kun, hentikan itu... Berikan saja dia sekali kesempatan. Kita lihat apa dia berhasil berubah apa tidak, jika tidak ya... Terserah kau mau diapain deh." ucap Yuki yang memeluk Red yang menangis dipundaknya.
"Ide bagus.. Baiklah, kami berdua akan memberimu kesempatan ke dua.. Jika kau berhasil! Kau boleh tinggal disini! Tapi! Jika kau gagal... Kau akan aku berikan kutukan untuk menderita selamanya dan tidak tenang sama sekali jiwamu! Aku tak akan peduli jika kau menjadi gila atau apa! Waktumu seminggu dari sekarang!" Ancam Takano dan pergi.
"Berjuanglah." bisil Yuki.
Pria itu tersenyum dan melihat keanaknya yang dinempel di pundak Yuki. "Maafkan ayah.. Jin."
Bonus someone Birthday Edition :
6 juli, mungkin terlihat seperti hari biasa untu sebagian orang. Tapi, sebenarnya ini adalah hari Spesial untuk seseorang atau mungkin bisa dibilang dua orang. Sebut saja bunga dan Mawar. *Di gebukin sama yang bersangkutan. 1231) : Lu kira gue korban permekosaan apa!? ; Me : Ampun!
Pagi-pagi sekali mereka berdua bangun dan berlatih untuk menjaga stamina mereka. Sepertinya mereka lupa hari ini tanggal berapa, karena ketika mereka selesai latihan mereka berdua melihat keadaan markas yang kosong melompong.
"Hah? Kemana semuanya pergi?"
"Entahlah, coba cek seluruh markas."
Mereka mengecek seluruh penjuru markas tapi, tak menemukan hasil sama sekali.
"Aneh, kemana mereka perginya?"
Tiba-tiba, mereka mendapat sebuah pesan entah dari nomor siapa.
Hei kalian, pasti mengenal diakan? Nah, dia kami sandera dan juga kami minta tebusannya sebesar 10jt peso! Hari ini juga atau nyawanya akan melayang! Temui kami di alamat ini.
"Sialan mereka!" mereka berdua langsung lari ke alamat yang di cantumkan dengan amarah yang sudah terbilang berbahaya untuk didekati orang biasa.
Ketika mereka sampai, mereka langsung menendang pintu gedung itu dan masuk kedalam. Tapi, mereka berdua seperti tersandung sesuatu. Kemudian, diguyur dengan air dingin. Saat mereka bangun muka mereka dilempar dengan kue pie krim.
"Apa Siapa itu!?"
Lampu dinyalakan dan semuanya terlihat jelas, "HBD/Selamat Ulang tahun Red/Jin-sensei dan Rone/Rone-kun!"
"Hah apa?" Red dan Rone kebingungan.
"Ingat dong, sekarang tanggal berapa?" tanya Yuki yang membawa kue ulang tahunnya Red.
"OOHH!" Red dan Rone langsung blushing. "Makasih..."
"Sshht! Sana kasih" bisik Marisa yang mendorong kakaknya keluar dari kerumunan.
"Emm... Ah, R.. red.. Rone! Ini Untuk kalian berdua!" ucap Revan yang memberikan Red dan Rone sebungket bunga.
"Ciee! Perhatian nih!" goda yang lain.
"Urusai!"
"Makasih Re-chan."
"Udah dong! Kapan kuenya nih!" keluh Eris yang kepengen sama kuenya. "Sabar dong dek!"
"Sabar Mas! Blom dipotong juga!" balas Red.
Udahan ya! Dadah!
Selamat Untuk Dark Monk-ku yang hari ini Ultah.
