balas revievv :
girl-chan 2 : Mungkin, ceritanya memang agak susah dimengerti...
thx!
Chapter 30 : Minna no Happii Deizu!
(Hari kebalikan! Tapi, nggak semua.) :v
1. Getsuyoubi / Senin : Inseden takut kucing.
Di markas kedua Reha squad terdapat seorang dewa angin, Kazegami, yang sedang mengelus kucing kesayangannya. Semuanya terlihat baik-baik saja, sampai..
"Kaze, liat Frost, Rai, sama Pyr- GYAAAH!!"
Mulai deh, tragedi EM takut kucing lagi.
Sementara itu...
"Ada yang denger orang tereak?" tanya Frost.
"Entahlah, hanya remang-remang doang." jawab Pyro yang lagi main PsVitanya. (Lu kira lampu apa!?)
"Kayaknya itu suara si Kampret deh, cek Kuy!" ajak Rai.
Di sisi lain, Yamagi yang mendengar teriakan itu langsung menepuk pundak si Ketua Squad yang asik baca buku.
"Napa!?" tanya Reha.
"Denger teriakan?"
"Iye, emangnya kenapa?"
"Kayaknya si EM itu deh, dia nggak sengaja liat kucing numpang lewat di markas!"
"Kayaknya kita nggak ada kucing deh di markas..."
Kedua orang itu langsung teringat sesuatu..
"Nyanko..."
"Kucingnya si Kaze, udah yuk samperin aja!" ajak Yamagi sambil menarik tangan Reha.
Kemudian di Teras..
"MOKU! TURUN OI! MAU JADI APAAN LU DISITU!? JADI KUCING ABIS DAH LU!" seru Pyro yang melihat Moku nangkring di atap.
"BODO AMAT! MAU JADI KUCING KEK! ANJING KEK! KEBO KEK! SAPI KEK! KAMBING KEK! GUE NGGAK BAKALAN TURUN SAMPE MAKHLUK ITU PERGI!" balas Moku sambil nunjuk-nunjuk Nyanko.
"Nyan~"
"Kaz, udah deh.. Mending lu maen kucingnya jangan disini. Ntar tuh anak susah turunnya." usul Frost.
"Ok, kalo ada apa-apa gue didepan yak." kata Kaze sambil membawa Nyanko di pundaknya. Ayo, Nyanko!"
"Ada apa nih?" tanya Reha.
"Tuh anak kambuh lagi yak?" tanya Yamagi sweatdrop melihat Moku ngangkring di atap.
"Iye.. Oi! Kucingnya udah pergi noh! Turun cepet!" seru Rai.
"Bantuin! Gue nggak bisa turun dari atap nih!" balas Moku yang sukses membuat semua orang bergubrak ria.
"Hadeh! Ni Bocah! Yaudah, Yamagi, cepet tolongin dia!" perintah Reha.
"Ok.." Yamagi langsung melompat ke atap dan mengambil Moku dan lompat ke bawah lagi. Tapi, entah kenapa Moku malah pingsan saat sampai di bawah.
"Yah, malah pingsan nih anak.." ucap Yamagi watados.
"Yang penting masalah beres.." kata Reha dan Moku dibopong ke ruang kesehatan sama Rai, Pyro, dan Frost.
2. Kayoubi / Selasa : Tes kepintaran para cowok!
(Yang ndak ikut, Yuki, Takano, Ryuuga, Kaze, dan Hato.. Eh lupa, Taiga juga deh (Rei), Alucard dan Alfred dan Yamagi)
1. Mulai dari yang gampang dulu ya, 1 1 =
Semuanya : "Dua!"
2. Pecahkan kode berikut! " \ / 4 7 h 1 4 5 ( 4 13 13 1 \ 9" ?
Red : Gampang! "Kambing Belakangnya! Kalo depannya.. Agak ragu.. Mathias mungkin(?)"
Eris : Hah? Apaan nih soal? *Kosongin.
Revan : Skip..
Alex : Ngatain orang nuh kode? *sweatdrop "Mathias Kambing"
Jung : Nggak ngerti! *nyontek Alex
Ethan : *Nyontek Jung
Lectro : *Nyontek Ethan
Andre : "Mathias Kambing"
Mita : "Mathias kambing"
Eudo : Hah? Itu toh? *nyontek Mita.
Jeff : Agak susah.. Tapi, mayan.. "Mathias Kambing"
Gumo : kode gini mah masih kecil! "Mathias kambing"
Karasu : Hmm.. Angka ganti huruf ya! "Mathias kambing!"
Frost : Mahias Kambing! (Kurang t-mas)
Pyro : nggak ngerti!
Moku : soal macam apa ini!?
Rai : Nggak tau dan nggak mau tau!
3. Apa isi Kotak rahasianya patrick saat episode "the secret box" ?
Red : "Tali!"
Eris : "Kepala korban hasill bunuhannya!"
Revan : "Foto aibnya spongebob pas lagi natal!"
Alex : "Foto memalukan spongebob saat pesta natal!"
Jung : "Robot!"
Ethan : "Resep Rahasia Krabby Patty!"
Lectro : "Sepatu kali?"
Andre : "Foto Spongebob saat pesta natal!"
Mita : "Foto memalukan saat pesta natal!"
Eudo : Agak lupa... "Foto aib spongebob kali?"
Jeff : "Tombak?"
Gumo : "Laba-laba?"
Karasu : "Mangkuk makan rahasia, kaus rahasia, kaus kaki rahasia dll" (Itu mah spongebob blekok!)
Frost : "Foto aibnya Moku saat dia masih kecil!"
Pyro : *nyontek Frost
Moku : *mau nyonek tapi nggak jadi.. Sialan lu pada!
Rai : "Foto aibnya spongebob pas natalan!"
4. Tulis kana atau romaji dari "龍が我が敵を喰らう" (diarti bahasa inggriskan kalo bisa)!
Red : "りゆうがわがてきをくらう, Ryuu ga waga teki o kurau!, the dragon consume our enemies!"
Eris : "Ryuu ga waga teki o kurau!"
Revan : em.. apa ini? Oh.. Inget! "Ryuu ga waga teki o kurau!"
Alex : blom bisa baca kanji!!! *pundung
Jung : nggak bisa bahasa Jepang!!
Ethan : Nggak ngerti gue!
Lectro : "りゆうがわがてきをくらう!"
Andre : nggak ngerti..
Mita : Nggak tau..
Eudo : Soal macam apa ini!?
Jeff : *manyun nggak bisa kanji gue!
Gumo : nggak ngerti bahasa jepang..
Karasu : "Ryuu Ga Waga Teki O Kurau!"
Frost : Entahlah.. Gue biasanya make Emilia..
Moku : Argh! Gue lupa! Gue biasanya make Genji!
Pyro : Dasar Payah, Dasar Lemah! Gini aja lupa! "りゆうがわがてきをくらう!"
Rai : Apa dah lu Pyro, mentang-mentang kebiasaan make si Hanzo ya gitu! Giliran di bantai sama gue make Hanzo aja, modar duluan nih anak! "りゆうがわがてきをくらう!"
5. Tuliskan minimal 1 kata untuk mendeskripsikan bebek sakti!
Red : "Pengganggu!"
Eris : "Parah!"
Revan : "Payah!"
Alex : "Nggak punya skill!"
Jung : "Suntikers!"
Ethan : "kecyduk koar-koar!"
Lectro : "Sultan Murahan!"
Andre : "Tukang sihir?" *watados
Mita : "Bisa terbang ya?" *bingung
Eudo : "Kalah Bacot!"
Jeff : "Tydac Mendydyc!"
Gumo : "Sangatlah Tydac Mendydyc!"
Karasu : "Waifu mereka Pico loh!"
Frost : "Sultan Jadi-jadian!"
Pyro : "Bebek Bakar!"
Moku : "Bebek Goreng!"
Rai : "Triggered!"
6. Siapa Husbando Author ? (Me : Ini siapa yang nulis soal!? ; Maya : Nomer 6 yang nulis Iris. ; Me : WTF! iris!)
Red : "Bloodedge."
Eris : "Hah? Bukannya author Laki ya? Kok Husbando?"
Revan : "Mana gue tau! Bukan Urusan gue!"
Alex : "Kapten... Redfield (?)"
Jung : "Pasti jawabannya, Coco" (Me : Minta di Bacok nih anak *siapin golok.)
Ethan : "Ah elah! Udah tau jawabannya, Chico!" (Me : *Masih ngasah golok.)
Lectro : "Pasti Yamagi!" (Me : *blushing. Bego bukan dia!)
Andre : *bingung
Mita : *Bingung "Kak Eudo mungkin"
Eudo : *Shock liat jawaban Mita. Amit-amit Jabang Bayi! "Hideyoshi!" (Me : *Lanjutin ngasah golok)
Jeff : "Eve bot (?)"
Gumo : "Pasti jawabannya, Sayur!" (Me : Maksudnya apa coba!?)
Karasu : "Mana saia tau, sayakan Nubz!"
Frost : "Ini pasti si.. Oh, si.. Em.. Oh iya, Jin Kazu.. Eh.. Kazama!" ( Me : Entahlah.. Tapi, dia masuk daftar bacokan apa nggak ya?)
Pyro : "Udahlah jawabannya itu si.. Kizuna Ai!" (Me : Itu Cewek Oi!)
Moku : "Pasti Pico!" (Me : Ok, siap-siap aja tuh anak! *bawa golok)
Rai : "Nartuo (?)"
7. 352728 dikurang 2 dibagi 7 ditambah 3 dikali 0 berapa?
Red : "Nol Lah!"
Eris : "Ada udang di apotek, Ngaco loe! Udah tau jawabannya Nol!"
Revan : "Anak EsEmPe juga tau jawabannya Nol!"
Alex : "Hanya orang bego yang pake acara ngitung, Nol!"
Jung : Kalo Mtk gue nyerah!
Ethan : *Nulis kertas dengan gambar panah ke kanan "Nol, dan lihat ini "I'm With Stupid!"
Lectro : "Telor Ceplok alias Nol!"
Andre : "Nol!"
Mita : "Nol!"
Eudo : "Bego! Udah tau jawabannya udah ditulis, Ya Nol!"
Jeff : "Satu!"
Gumo : "Nggak tau!"
Karasu : "Dua!"
Frost : "Suhu titik beku air!"
Pyro : *Nyontek Frost
Moku : *Nyontek Pyro
Rai : Sangat tydac Mendydyc! "Nol!"
3. Suiyoubi / Rabu : Special Day!
Reha mendapatkan surat dari beberapa temannya dari squad lain.
"Isinya apa ya?" gumam Reha.
From : Hecchi
Met Ultah Yaoi-chan! Kapan-kapan traktir dong! Sama kalo si 'itu' dateng bully bareng lah! :V
"Kampret si Botjah Hentai kebiasaan nih!"
From : torenarikuga
Selamat Ulang tahun yang ke 20, Reha! Kapan-Kapan gue ke sono yak!
"Xianjeng! Gue umur blom 20 tahun coeg!"
Tok Tok Tok!
"Siapa- mfft!" Sebuah tepung melincur di depan muka Reha dan membuat muka Reha jadi putih.
"Met Ultah Ketua/Kaichou/Reha!"
4. Mokuyoubi / Kamis : 360 Noscope
Alex sedang latihan menembak di lapangan tembak markas utama (Ada loh, deket tempat latihannya Red kok, ada buat panah sama senjata kaya Pistol dll)
Tiba-tiba, Eris (dan Alfred tentu saja) lewat dibelakang dia
"Lex, lagi latihan nih!" sapa Eris.
"Nyoai! Gue lagi latihan!" balas Alex.
Eris melihat snipernya Alex dan menyeringai kecil.
"Lex, bisa 360 No scope nggak!?" tanya Eris.
"Haa! Lu gila ya, bisa salah tembak abis nanti orang-orang!" tolak Alex.
"Bilang aja nggak bisa!"
Eris mulai mode Roastnya!
"Bacot Kau Sia! Ane Bisa 360 NoScope tapi, nggak berani takut kena orang!"
"Emm... Kalian.. Tolong jangan berantem.." relai Alfred.
"Yah, Payah! Takut! Cupu! Pengecut! Dasar pegunungn Alpen! Lemah!" Roast terus aja, Baitnya kena Alex tuh.
Perempatan muncul di kepala Alex dan juga mukanya mulai merah, nafas terendus, bahkan yang lebih parah.. Kayaknya Alex mulai menumbuhkan tanduk merah di kepalanya.
"Berisik kau!" Alex mulai muter 360 derajat dan nembak target dia tepat dikepala. "Ha! Makan tuh 360 No Scope! Get Rekt, Nubz!"
Entah tapi saat Alex berbalik Eris dan Alfred sudah menghilang dari pandangannya, meninggalkan dia sendiri. Sementara, Eris dan Alfred sendiri udah kabur dari tempat itu pas Alex nembak.
"EEEEEERIIIIIIIIIIIIIIS!!"
"Dapet Ikan geuede banget cuy!"
5. Kinyoubi / Jum'at : Kabar Gembira.
"Eh! Reha! Ada Kabar Gembira untu kita semua loh!"
Reha yang mendengar itu langsung memasang muka muak mendengarna, karena biasanya hanya ada satu tujuan untuk ngomong dengan kata "Kabar Gembira"
DUAAAAAAAR!
"KABAR GEMBIRA APAAN HAH!? KULIT DUREN ADA EKSTRAKNYA GITU!? BISA YANG LAEN NGGAK SIH!? BASI TAU NGGAK!!" sembur Reha sambil lemparin Yamagi pake granat yang dia colong dari kamarnya Revan. (Revan : Granat gue!) *plak
"Bu.. Bukan! Bebek sakti udah di Fix sama Mastah!" ucap Yamagi yang agak sekarat karena di bomb sama Reha. (Deff tebel gitu loh!)
6. Douyoubi / Sabtu : Tragedi HP hilang.
"Udah yuk! Balik! Futsalnya udah selesai!" ajak Doumura sambil menenteng sport bagnya.
"Kuy lah! Badan gue keringedtan semua nih!" balas Eris yang mengalungkan handuk di lehernya.
"Pengen mandi gue! Lengket banget nih badan." ujar Alex yang mengelap keringat di mukanya dengan bagian bawah bajunya.
"Than? Masih lama nggak beresinnya, kita udah mau pulang nih!" tanya Kaze yang menengok kebelakang melihat Ethan yang sedang beres-beres tasnya.
"Sabar! Dikit lagi!" balas Ethan sebelum menyadari sesuatu..
"Eh... Bentar deh..." Katanya sambil mengaduk-ngaduk tasnya dan terlihat panik.
"Napa Than?" tanya Jung yang bingung melihat muka Ethan yang mendadak panik.
"Em... Semuanya.. Ada yang liat HP gue?" tanya Ethan dengan muka panik. "Masalahnya HP gue kok nggak ada ya?"
Nah Lo!?
"Loh! Bukannya HP lu pegang sendiri tadi!" tanya Jung yang kebawa panik.
"Demi Dewa di Uttaran yang kalo lu ganti pas ditonton emak lu, lu bakalan dicoret dari KK! Hp gue nggak ada nih!" jawab Ethan yang udah panik maksimal.
"Makannya HP jangan di taro sembarangan!" ucap Red yang dudul disebelah Ethan.
"Udahlah, tenang aja. Coba Miscall-in aja." usul Rone.
"Oh iya! Bener! Red lu bawa HP kan?" tanya Alex.
"Ada.. Cuman, pulsa gue tinggal tiga ratus perak." jawab Red datar. "Pake HP lu Lex."
"Pulsa gue tinggal dikit juga, kalo buat miscall doang. Gue takutnya Kapten gue nelepon atau Sms gue, bisa brabe gue nanti diamuk sana dia." balas Alex. "Eudo aja noh!"
"Anda tau kalau HP saya Lobat!?" ucap Eudo kesal.
"Pake HP lu aja Tro!" kata Alex.
"Nggak bawa HP Bosqu!" timpal Lectro.
"Idem!" sambung Jung.
"Bodo Amat dah!" celetuk Frost.
"Emangnya lu sendiri bawa HP!?" tanya Doumura sewot.
"Nggak.." jawab Frost watados.
Bugh!
"Ungh!" sebuah hantaman sepatu futsal mengenai muka Frost. "Coba punya lu, Pyro!"
"Nih HP-nya!" ucap Pyro kemudian Alex mencoba menghubungin HP Ethan, tapi..
Maaf, pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan to-
Klik..
"Oh iye, pulsa gue kan abis buat beli data tadi pagi!" seru Pyro sambil tepok jidat.
"Emm... Semua, itu kayakny percuma deh, soalnya Hp gue Silent mode.." kata Ethan watados.
Krik, Kril, Krik.
"KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI BELEGUG!!" sembur semuanya.
"Nggak ada yang nanya soalnya." balas Ethan datar.
"Aela! Terpaksa pake cara manual!" Gerutu Mitsumu sambil menjitak kepala Ethan.
Ethan hanya menatap Sport bagnya dan mengubrak-abrik isinya. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu di dinding dlam tasnya. Dia membuka resleting di balik tas itu dan ternyata HPnya tergeletak manis di dalam celah kecil itu.
"Eh? Ketemu! Oh iya, kan tadi gue masukin di bagian tas kecilnya hehehe!" seru Ethan sambil tertawa kecil dan menunjukan HP nya ke teman-temannya yang sebenarnya sedang menatap tajam kedirinya.
"Ada apa? Kalian sakit?" tanya Ethan Polos tanpa tau maksud dari tatapan itu..
Kretek, kretek..
krek!
Klik!
"ETHAAAAAAAAAAAAANN!!!"
"HUAAAAAA! MAAFKAN AKU!"
jangan tanya Ethan diapain ya, Tsadest poko e deh.
7. Nichiyoubi / Minggu : kedatangan kakak dan Hilangnya Thundy.
Suatu minggu pagi di markas squad Reha..
"Disini tempatnya.." seorang pria berambut putih diikat di bagian belakangnya memasuki gerbang squad Reha.
"Apa dia disini ya?" gumam Pria itu nyusruk ke sebuah lubang galian tanah. "Aduh kenapa bisa aja lubang disini!"
"Aduh, siapa yang menindihku Woof!"
Pria itu kaget ketika dia tak sengaja menindih seseorang dibawahnya. "Ah maaf! aku tak tau kalau ada orang disini!"
"Tak apa Woof! Ayo kubantu keluar." pinta pria itu dan membantu dia keluar dari lubang tersebut.
"Terima kasih sudah menolongku, ngomong-ngomong, namamu siapa ya?" tanya si pria berambut putih itu.
"Namaku Hato, Woof! Aku tinggal disini, dan kau kesini mencari siapa?" tanya Hato.
"Eh, maaf, -Woof?"
"Oh, aku ini anjing sebenarnya, jadi maklumi lah." sambung Hato sambil mengibas-ngibaskan ekornya.
"Namaku, Kim Tae Yan, aku mencari adikku yang bernama Young Seon Mi."
"Young seon mi?" ujar Hato bingung. "Belum pernah dengar woof!"
"Tapi, ini Reha squadkan?" tanya Kim.
"Iya, namun, aku nggak kenal dengan orang yang namanya Young Seon Mi, mungkin kau harus mencoba ke squad yang satunya lagi, karena itu squad baru." jawab Hato polos.
"Boleh antarkan aku?" pinta Kim.
"Boleh, tunggu sebentar ya!"
Di tempat lain...
"Ada yang liat Alucard?" tanya Reha bingung belum melihat batang hidung si wakil Squad baru itu.
"Entahlah, tadi pagi dia pergi sih.. Cuman, belom balik-balik aja." jawab Mitsumu datar.
Reha bingung tak sengaja dia melihat dua orang pria melompat dari halaman depan squad. "Hmm... Hato sepertinya mengantarkan seseorang kesini."
Diluar..
"Ini dia markasnya woof!" ucap Hato. "Sudah ya, aku mau pulang dadah!"
Kim melihat Hato masuk kedalam lubang lagi dan lubangnya menghilang begitu saja di hadapannya. "Hei!" seseorang memanggilnya dari belakang dan dia menengok kebelakang.
"Ada yang kau perlukan?" tanya Reha.
"Aku mau mencari Adikku sekaligus menjadi anggota squad." jawab Kim.
"Hm.. Menaril, siapa adikmu itu?" tanya Reha.
"Nama adikku, Yo-" ucapan Kim terpotong ketika seorang memanggilnya dari pintu depan squad.
"Kim Nii-chan!"
Iris..
"Uwah! Seon Mi! Sudah lama tak bertemu ya!" ucap Kim sambil memeluk Iris.
"Heeeh, jadi Iris punya kakak toh." gumam Reha. 'Asal kakaknya normal aja, nggak gila kayak kakek ataupun si Irisnya itu.'
"Oh iya, Nii-chan.. Kondisi ayah ibu di Inggris gimana? Sehat?" tanya Iris.
"Sehatlah, mereka hanya kangen sama kamu kok, trus Oppa kan minta izin sama mereka buat nyariin kamu, dan akhirnya ketemu deh." jawab Kim.
"Syukurlah.. Oh iya, ntar aku kenalin sama anak squad ya. Biar pada kenal sama Nii-chan semua!" ajak Iris semangat.
"Ok, jika itu mau mu."
"Ehm.. Ris, liat Alucard nggak?" tanya Reha.
"Emm... Dia katanya mau keluar sebentar sih. Make baju Ijo sama dasi merah gitu tapi, entahlah.." jawab Iris datar.
Tak sengaja HP Iris bergetar dan dia mendapat sebuah pesan dari Emy.
To : Iris-chan
Iris-chan bisa kesini bentar nggak, aku mau curhat sama kamu sebentar aja.
"Em.. Kak, mungkin Tour-nya ditu da sebentar dulu, aku mau main kerumah teman dulu ya." ucap Iris.
"Baiklah, bersenang-senanglah."
Kemudian..
Ting Tong!
"Ya?" Tumma membukakan pintunya.
"Hai, Tum-Tum-Kun, mau ketemu Emy-chan dia bilang mau curhat sebentar." sapa Iris (tak lupa dia selalu mengenakan penyamaran dan juga nggak bawa kuas, lagi pula ini hanya curcol kecil kok!)
Iris masuk ke tuanh tengah dan duduk di sofa. Tak lama, Emy datang dengan muka ketekuk.
"Emy? Kenapa?" tanya Iris yang prihatin.
"Ris.. Thun-kun, hilang dari pagi! Gue khawatir Ris, hiks." ucap Emy dengan nada agak terisak.
Ini kayak bakalan panjang deh..
"Hah!? Serius!? Kenapa nggak lapor polisi aja!" usul Iris yang udah panik duluan.
"Tadi gue kira dia bakalan bentar doang, paling pergi, ternyata sampe sekarang belom ada tanda-tanda dia mau pulang. Gue takut dia diculik Ris, Apa lagi dia itukan Tsundere, takutnya ada Om-Om yang kadang suka nyulik orang buat di raep Ris." ucap Emy makin khawatir.
"Udah ayo! Kita lapor polisi aja!" Ajak Iris sambil menarik tangan Emy. Namun, ketika mereka berdiri seseorang membuka pintu depan.
"Loh, Ris.. Si Emy napa tuh?" tanya Thundy yang baru balik sambil bawa sekantong kue.
"Thundy/Thun-kun!" seru Iris dan Emy bersamaan.
"Thun, lu dari mana aja? Pacarlu ampe nangis-nangis loh sakin khawatirnya! Bahkan tadi kita hampir mau lapor ke polisi!" gerutu Iris.
"Gue abis diajak pergi sama seseorang, tapi.. Entah kenapa gue ngerasa nggak asing sama orang itu, emm... Jadinya dia bikin gue nyaman aja." balas Thundy datar.
Iris diem sebentar dan kepikiran seseatu. "Thundy, yang ngajak lu pergi itu, cowok rambutnya putih keabu-abuan bukan?"
"Iya, putih keabu-abuan."
"Tinggi, pake kacamata hitam?"
"Iya"
"Jas Ijo, sepatu coklat, celana item, dan dasi merah?"
"Iyap, bener semua."
Iris langsung tepok jidatnya dan menghelakan nafas. "Bisa lu ceritain kemana aja lu pergi?"
"Emm... Jadi.."
-flashback-
"Tuan Shocka, boleh ikut saya sebentar?" ajak pria misterius itu.
"Maaf, ada siapa ya?" tanya Thundy curiga.
"Namaku... Tidaklah penting, sekarang tolong anda ikut saya sebentar." pria itu menarik tangan Thundy secara paksa. Thundy berusaha melawan tapi, entah kenapa dia merasakan sebuah aura untuk menuruti pria itu, jadinya dia diam saja.
Pria itu mengajak Thundy untuk nonton di bioskop di kota. Tapi, sepertinya mereka salah memillih film karena mereka malah menonton film horor dan si pria misterius itu sepertinya sangat menikmati film itu dibandingkan Thundy. (Bahkan, ada bagian yang membuat pria itu tertawa padahal pas bagian serem-seremnya.)
Setelah menonton film mereka makan berdua disebuah cafe. Dan kemudian, Thundy dibelikan beberapa buah kue oleh orang itu. Setelah itu, orang tersebut mengantarkan Thundy pulang.
"Makasih ya, tapi.. Kau kayaknya terlalu baik deh.." ucap Thundy.
"Ya begitulah.."
Chu~
Pria itu malah main sosor aja ke bibir Thundy sontak Thundy kagetlah!
"Be.. Bego! Se.. Seenaknya... Aja kau... Cium.. Cium orang!" bentak Thundy.
Pria itu hanya tersenyum dan pergi. Sebelum pria itu tambah jauh, Thundy ingin menanyakan satu hal. "Hei!"
"Hmm..?"
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya!"
Pria itu melepas kacamatanya dan memperlihatkan mata merahnya, "menurutmu?" dia memakai kacamatanya lagi dan pergi.
-flashback end-
"Thundy/Thun-kun..."
"Ya?"
"Thun.. Lu tau nggak tadi itu.. Yang pria misteriusnya itu adalah..."
"Siapa?"
"You know lah... Alucard.."
"Wut!! Jangan bilang gue seharian ini dan bisa dibillang kalo..."
"Yap, Thun-kun baru selesai nge-date sama Alucard. Tapi, entah aku bukannya kesal malah agak terkesan sama Alucard, kok bisa ya dia buat Thun-kun nggak tau kalau itu dirinya? Disitunya aku terkesan sama dia. Ya.. Biarpun dengan sedikit pemaksaan sih." komentar Emy watados.
Muka Thundy berubah jadi merah padam mendengarnya. Pasalnya dia nggak nyeritain ke siapa pun, kalo dia abis dicium Alucard tadi di depan markas.
The Hell it's ended Here!?
