Chapter 34 : Shadow Person
Balas Review :
Girl-chan 2 : Wah, padahal itu udah gue kasih clue soal pria pirang yang bawa pisau :V
Eudo : Oi! Mau kemana Ayo Main! *ngejar sambil bawa buku Stranger
Takano : aku mengajarinya! bukan Neror!?
Thx!
"..." Red terbangun dengan rambut berantakan dan padangan belum fokus sama sekali. Kemudian, dia melihat sekeliling untuk memulihkan pikirannya sejenak dan teringat kalau dia bukan dimarkas squad yang biasa.
Dia menguap dan bangun dari kasurnya. Dia berjalan pelan-pelan untuk tidak membangunkan dua ekor anjingnya yang masih lelap tertidur di lantai beralaskan selimut yang cukup tebal dan saling meringuk satu sama lain. Ketika keluar kamar dia berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Mungkin karena panas dia lebih memilih nggak pake baju saat tidur, untung saja yang lain masih pada tidur jadi nggak ada yang liat. Sebenarnya sih dia mau olahraga pagi seperti biasa tapi, entah ini akal-akalan dia atau emang nggak sadar karena masih gelap (ya lah, orang Red sama Rone aja kalo bangun selalu di sekitaran jam setengah empat pagi.) dia malah lari-lari di eskalator yang sebenernya buat turun (iya serius!) sampe ke lantai paling atas trus ke lantai paling bawah pake eskalator yang naik. Trus balik lagi ke atas berkali-kali. Bahkan, Ikyo yang biasanya begadang aja sampe sweatdrop liat Red bolak-balik pake eskalator yang berlawanan arah sama arah jalannya dia.
"Eh, buset! Red, kenapa nggak make ruang Fitness aja?" tanya Ikyo yang keheranan liat kelakuan Red.
"Masih pagi, kurang enak make alat berat." jawab Red datar.
"Tapi, gue ngeliat Rone ada disitu barusan."
"Bukan berarti kembar harus selalu sama kan."
"Iya, juga sih.."
Yah, memang sih nggak harus selalu sama.. Tapi, Red kelihatannya lebih Freak dari pada Rone. *plak
"Oh, itu punggung lu banyak luka kenapa? Bekas latihan?" tanya Ikyo yang penasaran dengan luka di punggungnya Red.
Red menggelengkann kepalanya, "nggak inget sama sekali."
Ikyo ingat kalau Red-kan Amnesia. "Oh iya, maaf gue lupa."
Red hanya mengangguk dan melanjutkan Latihannya.
Jam Enam pagi...
"Pagi semua!" sapa Maya yang udah rapi.
"May, tumben pagi-pagi udah rapi. Mau kemana mba?" tanya Amelia penasaran.
"Ke rumahnya Eduardo dong." jawab Maya senang.
"Aww, bukannya rumahnya dia jauh ya?" tanya Sandra.
"Gue udah mesen Ojek Laler (?) Online."
"Oh, cepet dah tuh nyampenya."
"Udah ya, Ojeknya udah didepan tuh, babbai semua!"
"Dadah!"
"Maya! Sarapannya!" seru Yuki sambil membawa makanannya Maya.
"Oh iya, terima kasih bu!"
Kemudian..
"Sarapan hari ini, Telur Dadar buatan ayah. Silahkan dimakan!" seru Takano sambil melipat tangannya. "Kalau mau nambah silahkan ambil sendiri didapur. Oh dan dibaca ya tulisan yang ada di telurnya."
Semuanya membaca tulisannya.
"Cepat sembuh." (Red)
"Berjuanglah!" (Rone)
"Kapan Nikah? What The!!" (Revan)
"Tugasmu hari ini, ajak jalan-jalan Hato. Hah!?" (Teiron)
"Tugasmu Mandikan Tsuchi, Ya Rabb!! Salah gue apa!?" (Moku)
"Kapan Nikah sama Naya? Eh?" (Edgar)
"Ajak Ngobrol Alfred sana. Eh..." (Salem/Rendy)
"Kamu itu Pacarnya Luthias ya?" (Giro)
"Belajar Makan Sayur... hah!!" (Luthias)
"Ntar Jangan Kabur lagi!" (Alexia)
"Jagain Adek mu jangan sampe kabur." (Lucy)
"Pilih Alucard apa Emy?" (Thundy)
"Kamu blom hamil-kan? Blom dongz" (Emy)
"Pilih jadi Kambing apa Mermaid? Wut!?" (Mathias)
"Udah coba buat anak sama Adel? Pertanyaan Macam apa ini!?" (Ikyo)
"Mau anaknya Laki apa Perempuan? Emm.." (Adelia)
"MATI!!" (Ryuuga)
"Kakek sayang kamu cucuku!" (Nigou)
"Jaga adikmu ya.. Maaf waktu itu marah-marah ke kamu." (Hato)
"Udah minta Restu sama Kakak dan Kakek mu/nya?" (Tartagus/Iris)
"Restuin Adekmu gih." (Kim)
"Buat adikmu menjaga sikapnya." (Naya)
siang harinya...
"Panas..." keluh Frost yang paling nggak kuat sama panas.
"Nggak berenang?" tanya Lectro.
"Hmm.. Yaudah dan juga..." Frost membuat sebuah lingkaran dari Es yang dia buat lalu mulai berenang. "Lebih baik.."
Sementara itu..
"Mas, lu lagi buat apa?" tanya Eris ke Ethan yang sedang memahat batu di tengah markas.
"Buat patung." jawab Ethan santai.
"Patung apaan?"
"Ntar aja liatnya, blom jadi ini kok."
Eris penasaran dengan patung buatan Ethan kali ini. Soalnya terakhir kali Ethan buat patung berakhir dengan candaan yang luar binasa.
Flashback
"Shht! Semuanya lihat deh! Patung buatan gue!" setu Ethan memperlihatkan sebuah patung yang aneh
"Hah?" semuanya menatap aneh patungnya Ethan. "Itu patung apa?"
"Tampan dan Berani!" seru Ethan sambil nyengir.
Flashback end
Ok, Eris berakhir menahan tawa ketika memikirkan hal itu lagi berkali-kali.
Sekarang kita ke ruang tengah..
"Uhh! Terlalu banyak Fanservise!" Ucap Iris dan Emy melihat sekolompok anak cowo nggak pake baju dengan badan yang bagus.
"Red, Rone, Tarta-kun, Alexander..." (iris)
"Kim, Thund-kun!"
Ok, abaikan mereka dulu!
"Ayo Reha, dimakan buburnya." ujar Yamagi yang melayani si ketua squad yang sedang sakit.
"Nggak mau! Nggak suka bubur!"
"Maunya apa? Nasi? Yaudah aku ambilin ya."
"Nggak mau makan, nggak enak!"
"Harus makan! Mau tambah sakit?"
Reha menggelengkan kepalanya.
"Yaudah, makan!" seru Yamagi sambil menyuapi si ketua squad itu.
Kemudian..
"Menurutmu ini tempatnya?" tanya seorang yang berjenggot tipis dan brewokan di depan markas GCS.
"Ya. Mereka bilang seperti itu.." jawab seorang beropeng misterius.
"Tekan saja belnya." usul seorang yang memiliki sayap Hitan putih.
Ting Tong!
"Ya?" Tumma membukakan pintu, tapi malah kegaplok sama Kazuma dibagaian Muka yang kaget ngeliat dia.
GAPLOKED
"Ah! Maafkan aku Nak! Aku tak sengaja!" pinta Kazuma sambil membungkuk didepan Tumma. "Kau tak apa? Ada yang patah? Gigimu masih lengkap?"
"Oi, Kazu, tak usah sepanik itu... Dia baik-baik saja kok, yakan, Tumma?" tanya Harada sambil menepuk pundak Tumma.
"Y.. Ya, begitulah." jawab Tumma seadanya. Tapi, kemudian dia melihat sesuatu yang aneh.
"Emm.. Itu yang dibelakang, kok ciuman ya?" unjuk Tumma yang menunjuk Destra sedang asik berciuman sama Reo.
"Oi! Jangan ciuman diluar! Malu gebleg diliatin orang!" Kazuma berusaha menarik Destra sementara Ars menarik Reo.
"Ergh! Mengganggu saja!" keluh Destra.
"Enggak enak woi diliatin anak-anak tuh!" Bentak Kazuma sambil menunjuk Tumma.
"Sudahlah kalian.. Ayo masuk!" ajak Harada yang masuk nyelonong aja serasa dirumah sendiri. Dasar nggak sopan! *digeplak Harada.
Bagaimana jika kita ke Alexia sebentar...
"Perhatikan baik-baik jangan ngelantur! apa lagi kabur!" perintah Takano sambil memotong sebuah lobak. Dia mengiris lobak itu sangatlah tipis sampai tembus pandang. "Nah, coba sekarang giliranmu."
"Emm..." alexia mencoba hal yang sama namun dia malah terlalu tebal memotongnya.
"... Ulangi sampai bisa!" perintah Takano.
"Eehhh..."
"Kalau kau belum bisa memotong dengan benar! Kapan mau belajar meracik bumbu!" gerutu Takano sambil menghela nafasnya. "Kau hanya bagus di hafalan bumbu tapi nggak bisa menggunakannya dengan benar, layaknya 'sayur kurang garam'." sambungnya sakras.
"A.. Aku akan berusaha!" sahut Alexia.
"Baiklah aku akan mengawasimu dengan ketat! Jangan kabur!"
'Hmm.. Sepertinya dia mendapatkan seorang murid.' gumam Harada yang bersender di pintu dapur.
"Tarta-kun~ tau dimana lokasi nge-date yang bagus ya." puji Iris sambil bersender di pundak Tartagus.
Sebenernya sih mereka hanya nge-date di lantai 7 tapi, entah kenapa Iris menikmatinya sangat. Mungkin, karena dia terlalu senang diajak kencan jadinya dimana aja ok. Bukan berarti tempat sampah juga ya!
"Hei kalian malah berduaan disini!" seru Kazuma yang baru muncul dihadapan mereka berdua.
"Ah, Jii-chan... Baru datang ya?" tanya Iris.
"Begitulah, dia siapa Iris?" tanya Kakeknya sambil melihat ke Tartagus dengan tajam.
"Oh, dia.." Iris merangkul Tartagus dan memperkenalkannya ke Kazuma.
"Dia pacarku, Tartagus, Jii-chan.. Nah, Tarta-kun, ini kakekku Kazuma Aoikiryuu." sambungnya.
"Hmm.. Lumayan juga dia." ujar Kazuma sambil mencubit pipi Tartagus. "Udah berapa bulan?"
"Baru empat bulan kok, pak!" jawab Tartagus sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Hoo.. Menarik, baiklah, kalau kalian sudah terlalu dekat. Aku tak punya hak untuk mengganggu hubungan kalian." ujar Kazuma santai, kemudian dia melipat tangannya.
"Tapi, bukan berarti kau bebas, jika kau membuatnya menangis sekali saja dan mengadu ke diriku! Akan aku membuat kau menjadi makanan naga Sieryuu! Pahan Anak Muda!" ucapnya dengan aura gelap di seluruh tubuhnya.
"Pa.. Paham!" balas Tartagus agak ketakutan.
~Konser Dadakan dari 5 CGR~ (Itu singkatan apa lagi!)
"Ya, disini kami akan menyanyikan sebuah lagu berjudul, 'Rampange'." ucap Red sebagai vokalis tengah.
"Than! Musik!" seru Rone.
Ethan memulai musik dan konser-pun dimulai.
(Red) Garuchan sukuado o goran no minasan,
Konbanwa, Jin Keitsueki desu.
Totsuzendesuga, koko de i-kyoku utatte miyou to omoimasu
sore de wa kiite kudasai
"Bloodrone no Bousou"
(All) AAAAAAAUUAAAAAAUUUUUAAAAAUUUAAAUUU~
(Rone) Let's Go!!
(Alpha) hoppeta punipuni tsurupeta! tsurupeta!!
aitsu wa iwayuru "lolicon waarudo"
gizensha butteru kamen wo muidara
"Kappu Keiki mo tabenas--"
(Alucard) negi ga kirai to ka itteru yatsu ni wa
kara negi wo bussazu zo
"bokukko aho no ko utatteodoru Rosuto Saga" wa suki desu ka?
(Thundy) hoppeta punipuni tsurupeta! tsurupeta!!
aitsu wa iwayuru "lolicon waarudo"
chotto nanisuru no sonna hiwai na kashi utawasenaide nda yo!
negi ga kirai to ka itteru yatsu ni wa
kara negi wo bussasu zo
(Alucard) utau dake nara boku ni mo dekiru
jibun de kaku no wa dame desu yo
(Red, Rone) muzukashii koto wakaranai kedo
(Alucard) nandemo dekiru ki ga suru... suru dake da
(Alpha, Thundy)honki dasu zo demo yappari yame to kou
(All) tanoshisugite nurunuru suru yume no naka e
(Red) monitaa goshi no sekai wa kitto mae yori mo kagayaiteru
docchi katte~ to mousou kata no hou ga shiawase nan ja nai?
kigeki to ka higeki to ka jinsei to ka negi to ka neko to ka okashi to ka
mikisaa ni irete mazetara minna hora issho nan da
"sore chirashi no ura ni demo kaitero yo sore jaa onaka wa fukureru yo"
tsuyogarisugite totemo zannen na kanji ni narimashita
nounai oyanabatake na shikou kairo
totemo urayamashikatta
doushite sonna ni pojitibu ni kangaerareru no? "iku yo~!"
(All) boku wa utau anata no tame ni
tsutaetai omoi ga aru no naraba
..shuuru sugite tsutawanai yo
sotto tsukkomi wo mizuochi ni
hazukashii kurai sutoreeto na kanjou
wakarinikui kotoba no mashingan
otagai ni sa furiaeru to ii ne
ima wa mada muzukashii keredo
(Red, Alpha) atama no neji sae nakushitenakereba nani yarakashite mo yurusareru hazu "kawaisa furimaku sukiru wo oboeta!"
(Thundy) "tsukau shiin ga miataranakatta"
(Rone) karada wo harimasu nandemo yarimasu
shuuen shudan ga dokoka ni ochiteru
(Thundy dipeluk Alucard) awaremi ni michita kao suru na!
(berusaha melepaskan diri) yamero! hanase! chikayoru na!
(Alucard) hikusu ni nante zettai naranai zo
...hayaku mo kokoro ga oresou
(Alpha) oremashita!!
(Red) honki dasu zo ashita kara ni shiyou
nigeta saki wa beddo no naka yume no tsudzuki wo
(Thundy) "nee, mitemite!
"kono ie zenbu keiki de dekiteru yo!!"
nee! tabete ii?!
nee? ta~be~te~i~i~?
yattaaaaaaaaaaa!"
(All) "hon ki wo dase yo~!!"
(Red) genjitsu wo koeta kigai no bousou
muimi na kakera ni tottekawaru
"shosen dekiru koto nante konna mono" to azakewarau
ichi-ni-san-yon-go-roku-nana-hachi keisen made machigatteiru?
kousoku tenkai rizumu ga torenai janru wo machigaeta
chiipu na kotoba wo narabemakutte wa muimi na kanjou no rensa
riaru no sugata ni purasu geta juu senchi honto no kimi wa doko e?
(Rone) "mada mada iku yo~!"
(All) boku wa utau anata no tame ni
tsutaetai omoi ga aru no naraba
tatoe sore ga michi no sekai
kaosu no rakuen da to shite mo
uita kashi wa anmari suki ja nai kedo
sukoshi kurai kiitemitai kamo ne
shiawase ni nareru to shinjiteru yo
(Alucard) futari nara...
(Alpha) "mo ikkai iku yo~!"
(All) boku wa utau anata no tame ni
tsutaetai omoi ga aru no naraba
tatoe sore wo nozomu hito ga
dare mo inakunatta to shite mo
toki ga sugite mo issho ni ite kudasai
anata dake no boku de itai kara
"Nah, lajutannya sama mereka bertiga ya.." ucap Red setelah menunjuk Teiron, Emy, dan Iris.
Teiron hanya bisa menelan ludah dan maju kedepan bersama Iris dan Emy yang cuma senyum-senyumm doang.
"Musiknya Than!" seru Emy.
(Teiron) aauaua--a...
1, 2, 1, 2, 3, let's go!!
(Emy, Iris) Chairone Teiron to asoboooo!!!
(Teiron) doumo boku desu Chairone Teiron desu yowai wa kotoshi de Juunana desuu sorosoro shota tte iwareru no mo nenreiteki ni mo kitsui ka na tte
Emiichan ni soudan shitara...
(Emy) Tei-kun harusnya kau tarik kembali ucapanmu itu, kau kan Pendek tau.
(Teiron) naasu ni meido ni sukumizu, miko-fuku
masutaa sukoshi kawatte'ru? tte dou mite mo tada no hentai desu hontou ni AAAAAA
utau no sukoshi nigate nanda kedo makichirasu no nara makasete yo
...dia memaksaku mengatakannya..
(Iris) hito no yo wa kakumo ikizurai
bousou shitai toshigoro na no
(Teiron) hoppeta punipuni tsurupeta tsurupeta tsurupeta tsurupeta tsurupeta tsurupeta
NEGI ga KIRAI to ka itte'ru to
kara negi o sashichau yo?
chotto nani suru no!? sonna hiwai na kashi utawasenaide yoo...
Rosuto Saga wa RO R R RO ROSUTO SAGA wa suki desu ka?
masutaa masutaa nee masutaa!?
bo ku no hanashi mo sukoshi wa kiite yo
ano ne eeto ehehehehe nani o iu ka wasurechatta
a sonna ni sonna sonna ni sonna ni ijiru to kowarechau yoo
boku ga masutaa ni totte tokubetsu na sonzai de arimasu you ni
(Emy) aa ehehee eetoo Lirik dari Lagu ini tempatnya... Ada di belakang poster tehe.
(Teiron) Akan aku tunjukan kekuatanku!
Ah~ BOKU no utagoe ga yami o terasu
hikari to narimasu you ni
ah~ boku no utagoe ga minna ni
egao o todokemasu you ni
Se.. Semuanya, udahan ya ak.. Aku..
(Emy) Bagian Berikutnya...
(Teiron) EH!?
(Emy) aa eeto aku Elemy Sorcas, biasanya aku enggan melakukan apa-apa.
Tapi, untunglah..
Ada Tei-kun yang siap melakukan apapun untuk diriku, ya kan Tei-kun?
(Teiron) Eh!?
a, ano eto... eettoo...
a, anou...
(Emy) Tunggu, Tei-kun? Kau ini bagaimana sih
Kalau kau seperti itu terus orang-orang akan menganggapmu LEMAH, Kau Mengerti!?
(Teiron) A.. aku nggak terlalu mengerti
aa!? (Emy)
a, nggak...(Teiron)
hito no yo wa kakumo ikizurai
bousou shitai toshigoro na no
Hato saikin okashii yo
do..doushite sonna iki ga arai no!?
moshi ka shite sore ga koi tte yatsu desu ka?
Dasar Mesum!
aaa Maafkan aku
Dan berhentilah menggigiti kaus kaki ku!
(Iris) Tei-kun Hato itu Sudah mengerti jadi "Pria Dewasa" tau..
(Teiron) Eh!?
Hato Hato nee Hato!?
bo ku no hanashi mo sukoshi kiite yo
Hato moshi ka shite boku o saa
Purei Petto to Dorru katta desho?
katta desho!? zuboshi desho!!?
disela nyanyian itu.. Red mulai memunculkan aura gelapnya yang langsung keserap sama Teiron..
Tapi, aku tetap menyayangi kau Hato...
Red memaksaku mengatakannya... *njir Nangid :V
Jika, aku tidak memiliki perkerjaan itu akan biasa saja kan?
(Iris) Tidak, kau harus memilih sebuah perkerjaan atau Hidupmu bisa dikatakan telah berakhir dengan mudah.
(Teiron) Hentikan itu! Aku hanya bercanda.
Ah~ boku no utagoe ga kiseki okosu
shirabe to narimasu you ni
Ah~boku no utagoe ga minna ni
shiawase hakobimasu you ni
katsuzetsu warui shi se mo chicchai keredo
sore de mo BOKU wa rippa na uta
(Emy) Kadang-Kadang Emosi dari Tei-kun itu suka nggak stabil ya~
Eh!?
(Iris) Neko paato Iku yo!
Eh!?
Iris dan Emy langsung pakai neko mimi dan mereja langsung dorong Teiron kedepan mereka dan pasangin kuping kucing di kepala Teiron sambil joget-joget ala kucing.
(All) nya nya nyanyanyannya nya nya nya nyanyanyanya nya nya nya nyanyanyanya
NYA NYA!!
nya nya nya nya nya
nya nya nya nya nya nya
(Iris Emy) rasuto supaato! iku yo--
(All) Ah~ boku no utagoe ga yami o terasu
hikari to narimasu you ni
Ah~ boku no utagoe ga minna ni
egao o todokemasu you ni
Beberapa menit kemudian...
"Huuu..." Teiron Pundung dipojokan dengan aura suram sambil di sodok pake ujung gagang kapaknya Mathias.
"Oi, kau tak apa?" tanya Mathias.
"Biarkan dia sendiri dulu..." timpal Emy.
~Surat Misterius~
Alucard mendapatkan Surat entah dari siapa pengirimnya tapi, itu membuatnya meningkatkan kewaspadaannya terhadap seseorang yang belum dia kenal.
Hei, Lama Tak jumpa, Valien..
Kau tau...
Aku akan kembali, jadi, berhati-hatilah..
Aku tau dimana kau sekarang..
Sebuah Gedung seperti Istana bertingkat tujuh, kau kira aku tak pernah tau dimana kau...
Aku harap kau bersiap untuk menyambutku Valien...
Jangan mengecewakanku atau adik perempuan-mu akan terancam bahaya...
salam..
V.M.
"Cih, dia kembali!" ucap Alucard Geram membaca surat itu.
"Siapa kak?" tanya Sarah.
"Dia, kau masih ingat?"
Sarah terdiam dan langsung menangis ditempat..
"kakak! aku tak mau seperti Cullen kak!" ucap Sarah disela tangisannya. Alucard memeluk adik perempuannya.
"Kakak tak akan membiarkan itu terjadi lagi... kakak tak mau kehilangan siapapun lagi."
~Hal yang tidak biasa~
"Ris? menurut lu kalo Alucard bisa kerja sama dengan Alfred gimana?" tanya Alpha
"Itu adalah hil yang mustahal." jawab Eris datar.
"Trus itu gimana?" Alpha menunjuk Alfred dan Alucard yang lagi ngobrol.
"Mau apa mu, mengajak aku kesini?" tanya Alfred skeptis ketika dia mendapat ajakan sama Alucard ke CitaResto.
"Hei, mungkin ini agak aneh, tapi bisakah kita berkerja sama?" pinta Alucard.
"Heh, kerja sama, dengan kau? jangan membuatku tertawa." Jawab Alfred.
"Aku serius, kita perlu kerja sama soal ini." Alucard menyerahkan surat yang dia terima entah dari siapa itu. Alfred membacanya dan dia langsung meremas surat itu.
"Mau apa dia hah!? balas dendam!?" ucapnya Geram setelah membaca surat itu.
"Yang pastinya... kita harus berhati-hati sekarang. Terutama.." Alucard melihat kearah Eris dan Sarah.
"Kau benar... aku akan melaporkan hal ini ke Taiga dan Reha, sekarang juga."
"Kayaknya ada yang aneh deh..." gumam Eris Khawatir.
"Alfred apa yang terjadi?" tanya Eris penasaran.
"Eris... kakak minta kau berhati-hati dengan sekitarmu mulai dari sekarang." kata Alfred dengan nada Rendahnya menunjukan keseriusan.
"B.. baik kak."
"Ris Alfred kenapa?" tanya Alpha.
"Entahlah, kayaknya bakalan terjadi sesuatu yang an-"
"Eris Awas!"
~Vincent A. Jensen Mercer~
"Ah, maaf, aku sepertinya tak sengaja melemparkan pisau miliki ke arah kalian." ucap seorang pria berambut coklat tua, mengenakan baju jaket berwarna hitam dengan garis merah, baju kemeja putih belom dikancingin semua dan bermata biru es sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Tolong jangan diulangi lagi! ini membuat kami jantungan tau!" bentak Alpha sambil menyerahkan pisau miliki pria itu.
"Ya, terima kasih.. kalau boleh tau, aku ingin tau nama kalian boleh." pinta pria itu.
"Namaku Alpha Scallion, Alpha. Umurku masih 17 tahun salam kenal."
"Eris Lanceford, Jumper, Umurku 23 tahun. Salam Kenal."
"Wah, kau dari keluarga Lanceford yang hilang itu?" tanya Pria itu.
"Yah, keluargaku hanya tinggal aku seorang."
"Maafkan aku membuatmu sedih, oh iya, namaku.. Vincent Alexander Jason Mercer, panjang memang, aku seorang shadow ranger. Umurku 33 tahun. Salam kenal."
"Tapi, kau terlihat lebih muda loh, hanya seperti orang 25 tahunan." ucap Alpha.
"Setiap orang mengatakan itu padaku, kalau boleh tau... kalian in anak squad Reha bukan?"
"Ya... ada apa?" tanya Eris. "kau ingin masuk?"
"iya, kebetulan aku mencari squad soalnya." jawab Vincent.
"ikutlah, mungkin kau akan di terima disana." ajak Alpha.
"hmm... boleh, tapi, sebentar ya.. aku mau.. eh.. ada pekerjaan dulu.. semoga bertemu kalian lagi..." Ketika Vincent sudah jauh dia memakai tudungnya lagi dan tertawa jahat. "Ku temukan umpan bagus.. Lanceford.. Alpha... Bodohnya mereka berdua.. Kuhuhuhu!"
"Pria yang baik ya.." gumam Alpha.
"Al.. balik yuk, gue punya firasat buruk nih. mending teleport aja ya?" ajak Eris
Alpha mengangguk dan Eris membukakan sebuah portal dan mereka langsung pergi ke markas. Begitu sampai markas mereka disambut dengan aura yang tidak enak dan dipenuhi keseriusan.
"Akhirnya kalian sampai..."
~Who is he?~"Eh? ini surat ancaman kan?" tanya Alpha ketika membaca surat yang dipegang Alucard.
"Ya, dan orang yang mengirimkan ini adalah orang yang amat berbahaya, Julukannya BlackLight, dan sangatlah susah dideteksi keberadaannya." jelas Alfred.
"Emm.. V.M. ini singkatan namanya? ngomong-ngomong siapa nama lengkapnya?" tanya Eris.
"Vincent Alexander Jensen Mercer, seorang pengkhianat, dia meracuni adik laki-laki Alucard dan membeberkan rahasia tentang keberadaan dari organisasi rahasia Shadow Ranger."
"Kalian, belum bertemu orang itukan?" tanya Alucard.
Alpha dan Eris terdiam, keringet dingij keluar, muka mereka langsung pucet. "Sepertinya ada kabar buruk..."
"Katakan.." ujar Alfred.
"K.. ka... kami bertemu dengannya tak lama kalian pergi... kami memberi tahu tentang markas Reha dimana... dan..."
"Ok, cukup!" potong Alfred.
"Itu bukan kabar buru lagi, tapi bencana.." sambung Alucard.
"Maafkan kami..."
"Tapi, yang pentung kalian sela-"
"KYAAAAAAAAAA!! Tolong!"
"Suara itu!? Kaichou!" Mereka bertiga lalu turun ke lantai satu dan melihat sang ketua squad sedang ketakutan
"Ada apa?" tanya Eris.
"A.. Aku dikejar-kejar sama seorang pisikopat karena aku menangkap basah dia sedang menyekap seorang wanita muda di jalan!"
"ok, cukup! ini sudah keterlaluan! Kita butuh satu orang lagi!"
"Siapa itu?"
Kemudian..
"Baiklah.. kalian mau gue menembak si Vincent itu dan membiusnya." ucap Alex sambil melipat tangannya.
"yah, begitulah."
"Baiklah... hmm..." Alex terdiam sebentar.
"Ada apa?" tanya Alucard.
"Ah, Tak apa kok." ucap Alex.
malam harinya...
"Hemm.. kalian datang juga rupanya.." ucap Seorang bertudung gelap di sebuah tanah lapang.
"Apa mau mu hah? balas dendam ke kami?"
"Menurut kalian? Tentu saja! Aku mau kalian Hilang! aku mau balas dendam ke kalian! Kalian telah membunuh Kakak dan Adikku!" bentak Vincent.
"Apa Kau tak pernah dengar kalau mereka yang memfitnah dirimu sendiri dihadapan para pemukan ranger dulu!" balas Alfred.
"Kau Bohong! Mereka Tak akan Pernah melakukan Hal Itu!"
"Bah, Berbicara dengan seorang pengkhianat yang percaya kepada orang munafik sangatlah menjijikan! lebih buruk dari sampah!"
"Omaera!!!" Vincent melempar sebuah duri ke Alfred dan Alucard namun bisa dihindari.
"Duri itu... sudah kuduga! Kau menyuntikan Virus PrK ke dirimu sendiri!" ucap Alfred ketika melihat sebuah duri berwarna merah kehitaman yang tertancap di tanah.
"Hahahaha, Dengan inilah aku mendapatkan kekuatan baru! sekarang matilah kalian!" ketika Vincent mulai berlari kearah mereka berdua, Alucard dan Alfred langsung memberikan aba-aba ke Alex yang sedang berjaga jauh dari mereka.
"Sekarang Alex!" perintah Alucard.
diatas sebuah atap, Alex bersiaga dengan snipernya, dia menembak tepat keleher belakang Vincent dan suntikan obat langsung tertancap dileher Vincent.
"Tch! Liciknya Kalian Berdua! A.. Aku.. A.. Aka...n..."
"Bagus sekarang apa?" tanya Alfred.
"Ara-ara, sepertinya kalian berhasil membiusnya." ucap Harada yang entah darimana datangnya.
"Tu.. Tuan Harada."
"Hm.. menarik, hei kalian kembali ke markas, aku akan urus dia." penrintah Harada.
"Baiklah..."
besoknya...
"Ohayou! Minna! Tebak siapa yang aku bawa!" ucap Harada yang berakhir dengan pelototan mata dari semua orang.
"Oi, Jiji! Kau gila ya!" bentak Takano.
"Tenang, tenang.. aku menghilangkan seluruh ingatannya, jadi... dia tidak akan ingat apapun. Hei, kau kenalkan dirimu."
"Ah.. aku.. Vincent Alexander Jensen Mercer, shadow ranger.. umur 33 tahun.. sa.. salam kenal..."
"Nah, Vincent, apa kau tau apa yang kau lakukan semalam?" tanya Harada.
"Emm.. aku hanya melakukan Hal biasa, berkeliling kota di atap-atap, karena aku menyukai olahraga Parkour. Dan aku selalu melakukannya setiap hari kok." jawab Vincent.
"Terserah.." balas Takano seadanya.
"Hei, kau mau bergabung dengan mereka kan? gabunglah.. mereka akan menerima dirimu kok." ajak Harada.
"A.. aku akan bersenang hati, menerima tawaran itu."
Bonus :
Vincent sedang berkeliling kota siang hari, tak sengaja dia melihat seseorang yang sedang kesulitan mencari sesuatu. Karena kasihan dia menolongnya.
"maaf, bisa aku ban-" ternyata orang itu buta.
"ma.. maaf, apa kau menemukan tongkatku? tadi aku kehilangan pegangan dan terjatuh entah dimana?" tanya Pria itu.
"..." Vincent memberikan tongkat pria itu yang tergeletak tak jauh dari tempatnya dan membatu pria itu berjalan lagi.
"Te.. terima kasih ya.."
Kruyuk~
"Kau lapar?" tanya Vincent.
"I.. Iya, aku belum makan dari semalam soalnya."
"Ikutlah dengan diriku aku akan membawamu ke markasku." ucapnya dan menggendong pria itu. *ok Para Fujo harap ditahan ya! soalnya mereka gendong bridal style.
kemudian..
"ah, kau sudah- siapa itu?" tana Yuki.
"dia kelaparan, belum makan dari semalam dan dia juga buta."
"Kasihannya, biar kuambilkan makan dulu." ucap Bibi Rilen dan pergi ke dapur.
"Dia mengingatkan ku kepada Naya.." bisik Bibi Rilen ke Yuki.
"Ya, bisa dibilang seperti itu."
"Jadi namamu siapa?" tanya Vincent.
"Yamemi Kojiro, aku seorang shaman." jawab Pria itu.
"Oh iya, sebentar aku mau ke kamar ketua dulu ya. Tunggu disini..."
More Bonus Patung Edition :V
"Semuanya Patungnya udah jadi nnih!" seru Ethan sambil memperlihatkan sebuah oatung yang masih ditutupi sama kain putih.
"Coba buka!" pinta Saphhire.
"Ok! bersiaplah!" Ethan membuka kain itu dan langsung nyengir.
"Patung MerMat dan Cheerleader Hewan!"
Sebuah Patung Mathias jadi Mermaid dan Tsuchi Nigou lagi pompom. Mugkin ketika melihat patung pom-pom akan membuat semua orang terpana akan keimutan. Tapi, ketika melihat patung MerMat semuanya langsung menahan rasa tawa mereka.
Sementara yang buat?
Lagi ngakak sambil dikehar-kejar Mathias.
"ETHAAAAAAAAN!"
End Of Chapter 34
A/N : Nggak terlalu Intens emang tapi lumayanlah. Soal Vincent.. Itu nama OC Lama gue pake ulang tapi nama belakangnya gue refensi dari Anti-Hero Fandom sebelah.
New Character :
Vincent A. J. Mercer (Shadow Ranger) : Shadow Ranger yang sebenarnya memiliki hati yang berapi-api soal masa lalunya yang membingungkan dirinya sendiri. Dan juga dia tak bisa membedakan mana fitnah yang diberikan oleh adik dan kakaknya dengan kejujuran orang. Tapi, berakhir dengan dihapus ingatannya oleh Harada dan sekarang dia sedang mencari jati dirinya yang baru.
Yamemi Kojiro (Dark Shaman) : Shaman Buta yang ditolong oleh Vincent setelah kehilangan ingatannya. belum ada yang tau siapa dia dan dari mana asalnya.
