Balas Revievv :
Chiki-san (pake nama ini aja ya) :
Revan : Bukan Urusanmu! Biarpun aku sudah punya anak (Nigou) dengan dua Idiot Itu!!
Ethan : Makasih! :V b" *kabur dikejar Mathias.
girl-chan 2 : Padahal itu idenya Random loh nggak tau dari mana :v
Eudo : *Teleport ke belakang Giro
Hmm.. sebenernya sih di Youtube ada sub-indonya. Yang bagian kau translate itu artinya...
"Hato kenapa kau begitu aneh, d..dan kenapa kau bernafas seperti itu"
kalo lanjutannya...
"Apakah ini yang dinamakan CINTA?"
Bukan Berarti ini awalan dari HatoTei ya :V
Nigou : papa, ayah... emm.. apa cheerleader itu selalu ada di tim?
Revan : Emm.. nggak juga kok.
Red : Kalo di sistem battle namanya support Job.
Rone : Karena kadang support sering di lupakan atau nggak dianggap.
Nigou : Owh...
Thx!
Chapter 35 : Another Absurd Moment Season 75 (?)
1. A New Member Again!?
"Alex kenalkan Member baru kitaaaa!!!" seru Reha membawa seorang wanita Hawk Eye berambut ungu disebelahnya.
"Seriously! Reha Kita dapet tiga member lagi dalam sehari!" keluh Alex.
"Yaelah, lu mau gue panggil Surat panggilan Hero Boxing yang gue dapet dari misi event CSD Medium!" balas Reha sambil nyengir.
"What!? Cukup sudah kau!! Kita masih di markas orang, dan markas kita masih setengah jadi!" keluh Alex yabg lagi sibuk ngecekin tugasnya. "Apalagi tugas gue sejublegkan gini! gara-gara ngeskip kerja 4 hari!"
"Salah sendiri!" Reha menjulurkan Lidahnya.
"Omae waaaa..." Alex yang bertugas sebagai mencatat data anggota baru langsung mengeluarkan aura gelap.
"Ano, Reha? Dia kenapa?" tanya si Gadis Hawk eye itu.
"Biasa, stress kerja, tentara pasukan utama tambah adimistrator squad." ucap Reha santai.
"Sudahlah, kau nanti perkenalkan diri ya. Di ruang tengah! aku panggilkan semuanya disana tunggu saja ya."
"Baiklah..."
2. Namanya adalah...
"Emm.. hai semuanya.. Namaku.. Rinona Altalira... salam kenal." ucap Gadis Hawk eye itu gugup.
"kalian boleh memanggilku Rinon.." sambungnya.
"Halo Rinon, selamat datang di Reha squad semoga kau betah disini!" sambut semuanya.
"Oh dan sekalian, mereka adalah teman squad kami, mereka Garuchan squad!" seru Reha.
"Emm.. i.. iya.."
3. Tragedi Biola Patah.
Alucard menatap datar biola kesayangannya (biarpun kesel campur sedih) ketika melihat biolanya patah ditangan Giro karena jatoh dari lantai 7.
"Al, gu.. gue minta maaf, serius gue nggak sengaja! ini gara-gara si Kampret itu!" ucapnya sambil nunjuk Luthias.
"Lah, apa salah gue! kan lu yang ngeronta-ronta yaudah gue lepasin dan lu oleng." bantah Luthias.
"..." Giro yakin kalau dia merasakan aura gelap dari arah Alucard dan sang empunya men-death glare dirinya.
"huff... Baiklah, yang terjadi biarlah tejadi." ucap Alucard merelakan biolanya patah.
"Emm.. mungkin gue bisa ganti rugi." ujar Giro.
"Yakin? mau ganti rugi?" tanya Alucard sambil menghelakan nafasnya.
"Iya! pake tabungan gue kok!" jawab Giro yakin.
Alucard menyerahkan Giro sebuah kertas, "Itu harga Biolanya dibuat sama pembuat terkenal dan dari kayu kualitas tinggi juga."
Di bawah...
"Hei, mau ikutan main?" ajak Maurice ke Rinon.
"Emm... boleh, main apa?"
"Crash Bandi-"
"HUAAAAAAAAAAAAARGH!"
"coot..."
"Suara Teriakan siapa itu?" tanya Rinon.
"Entahlah..." jawab Maurice.
kembali ke Alucard...
"Gi.. Giro?" Alucard sweatdrop melihat Giro pingsan setelah teriak melihat kertas harga biolanya.
"Hei, Alu? memangnya ada apa di kertas itu?" tanya Luthias panik.
"Nggak ada apa-apa, Nih, Liat aja sendiri!" Alucard menyerahkan kertasnya ke Luthias.
"Emangnya kenapa si- Oh Em Ji! serius nih harga biola lu!?" tanya Luthias kaget dan Alucard ngangguk. "Pantesan dia kaget."
Mau tau harganya?
Harga biola Alucard adalah...
19 juta 780 ribu peso.. (Kalo dibuletin jadi 20 Juta Peso)
bayangin aja sendiri mahal bangetnya, hayoloh Giro utang 20 jeti sama Alucard, tau sendiri orangnya, perpegang teguh terhadap apa yang orang atau dia katakan. :V
4. Things About Vincent
Vincent.. Mukanya Serius mulu kayak nggak ada seneng, sedih, datar, kaget, dll
Tapi, ternyata dia juga punya Ekspresi yang lain kok misalnya...
~Ketawa~
Apa yang membuat dia tertawa?
Dikelitikin, nggak mempan.
Digodain, ditabok.
Diceritain cerita lucu, malah tidur.
Tapi, ternyata ada satu hal yang buat dia tertawa...
"Teiwoof~ Ayo Main!" Hato berusaha menerjang Teiron yang sedang duduk di sofa. Tapi, empunya udah loncat ke lampu lagi.
"Ungh! Teiwoof! Main, Main, Main!" keluh Hato mencoba menjatuhkan Teiron dengan sapu yang dia dapat.
"Stop! Ogah Gue Main sama lu!" teriak Teiron.
"Hmph... Kuha! Kuhahahahhahahahahahahhahahahaha!"
silahkan tebak siapa yang ketawa paling keras sambil guling-gulingan di lantai.
"Ahh! Perut gue sakit! Hahahahahah!"
~Takut~
Apa yang dia takutin?
"Ada yang liat Vincent?" tanya Silica.
"Ngapain Silica?" tanya Alex.
"Ini Aku disuruh ngobatin dia karena ada luka sobek dan dia juga harus dapet vaksinasi dulu. Tapi, pas aku ngeluarin suntik vaksin dan obat bius. dia malah ilang entah kemana." jawab Silica.
"Hmm..."
"AAAAAAARGH!! Lepaskan gue!"
tebak siapa yang diseret Alucard sama Alfred sambil diiket di Kasur.
"Vaksin Oi!"
"Gue nggak mau disuntik!! Gyaaaaaaahh! Jangan!"
3. Secret.
Ada sesuatu yang disembunyikan dirinya..
"Hmm.." Vincent menatap tajam Tsuchi. Tapi, Tsuchi malah menatap dia dengan bingung, Tsuchi memiringkan kepalanya.
"Nyaw?"
"Ergh!" Vincent blushing mendengar suara Tsuchi. "J.. Jangan menggodaku!"
"Vincent, Dia ini Kucing." ucap Bibi Rilen.
"Owh.. menarik." Ucapnya sambil menyembunyikan mukanya yang blushing.
Kemudian...
"Ada yang lihat Tsuchi dan Flore?" tanya Teiron.
"Ada yang liat Kopen?" tanya Luthias.
"Ada yang liat Nyanko?" tanya Kaze.
Mereka mencari ke empat hewan itu sampai di lantai satu di kebun. Tapi...
"NyanNyanNyanNyanNyanNyan!"
"MiawMiawMiaw!"
"NyawNyawNyawNyaw!"
"MeongMeongMeong!"
Tebak siapa yang lagi dikerubutin kucing sambil ketawa-tiwi dan megang snack kucing?
"Uwah~ Imutnya~"
"V.. Vin... Ce.."
Vincent mengeluarkan dark aura dan memutar kepalanya ke belakang. "Kalian... Lupakan semua ini!!"
"Uwah! Ampuni kami, Mercer-Sama!"
Bahkan, Dewa aja sampe takut loh...
5. Vincent Vs Salem?
Vincent melihat seorang gadis berpakaian buruk berjalan di depannya. Tapi, yang membuat penasaran adalah dia bisa mengetahui ada orang di sebelahnya padahal matanya tertutup. akhirnya dia bertanya kepada Gadis itu..
"Emm.. maaf.."
"Ya?"
"Agak nggak enak, tapi, Apa kau itu buta?" tanya Vincent dan gadia itu mengangguk.
"Owh, yah, maaf mengganggu, aku hanya ingin bertanya saja kok." ucap Vincent.
"Ya, tak apa."
Belum lama gadis itu pergi, sebuah pisau terlempar tepat di sebelahnya dan meninggalkan sebuah goresan di pipinya. Rupanya itu dari...
"Huaargh!!"
Salem...
"Beraninya kau melempar pisau ke diriku!" bentak Vincent.
"Nantang!?"
Cring
Sekarang Salem terpojok karena Vincent dibelakangnya memposisikan pisaunya di tepat di lehernya.
"Aku anggap itu sebuah percobaan untuk membunuhku.. Kau salah menantang orang, Salem..." ucap Vincent dengan nada rendah.
"Nay, Adekmu tuh! Terancam bahaya!" Seru Alfred sambil membalikan Naya.
"Hei Bisa dihentikan?" relai Naya.
Vincent memutar matanya dan melepaskan Salem dari bekapannya. "Tch... Baiklah, aku sedang tidak mood membunuh seseorang sekarang..." keluh Vincent.
"Nyan~"
"Eh ada-"
"Kucing~" Vincent langsung berlari menuju kucing itu dan mengelus-elus perutnya. "Uwah~ Imutnya~"
"Ternyata Pembunuh juga punya sisi baik juga." celetuk Rendy.
"Oh, kau disini Nay." ucap Edgar.
"Hmph.. Sangar-sangar kesukaannya kucing." ejek Salem.
Sring!
"KALIAN BERTIGA... LUPAKAN HAL INI SEKARANG JUGA!" bentak Vincent dengan dark aura dan duri di tubuhnya.
"Memangnya kena-"
Syung!
Creb!
"Pa..." Edgar kaget melihat sebuah duri berwarna merah darah tertancap di tanah satu senti dari kakinya.
"LUPAKAN ATAU AKU AKAN..."
krek!
"Ka... Kabur!!" Seru Rendy ketika melihat tangan Vincent berubah jadi sebuah pisau raksasa dan mulai mengejar mereka.
"hahahahahahahahahahahaha!"
"Gyaaaaaaaaaaaaaaa!"
6. Late Night Drinking
"Huah! Sepi lagi markasnya." ucap Ikyo sambil selonjoran di sofa.
"Ikyo, misi bentar deh. Gue mau bersihin tuh sofa dulu." ucap Salem membawa sebuah sapu lidi. Ikyo berdiri dan membiarkan Salem membersihkan sofanya. Ketika dia mau selonjoran lagi, si Salem malah langsung duduk.
"Et dah, si Kampret!" gerutu Ikyo yang mendapatkan cengiran dari Salem.
Ikyo pergi dan memutuskan untuk mengambil makanan di dapur. Tapi, ketika dia melewati ruang makan, keadaannya sedang ramai.
"Hei, pada ngapain?" tanya Ikyo.
"Ha? Oh.. Ngobrol, sambil minum sedikit." jawab Red dan meneguk sebuah cairan putih di sebuah gelas.
"Itu apa?" tanya Ikyo.
"Sake, mau coba?"
"Nggak makasih..."
Ikyo berjalan lagi ke dapur tapi kali ini dia melihat Alfred, Alucard, dan Vincent (tumben Akur) sedang minum dengan gelas berisi cairan berwarna ungu kemerahan.
"Itu apa?" tanya Ikyo.
"Oh, ini Wine..." Jawab Alucard. "Mau coba?"
"Emm.. nggak, makasih."
Tiba-tiba, Tumma muncul dengan membawa seseorang berjaket putih dan menakai tas selempang hitam, "Hei, dia mencarimu Vincent." kata Tumma sambil menunjukan pria tersebut ke Vincent.
"Ah, Desmand! Lama tak bertemu!" ucap Vincent.
"Lex, lu kemana aja! ribet tau nggak nyariin lu!" keluh Desmand sambil melipat tangannya.
"Maaf, Maaf!" Vincent memberikan Desmand sebuah gelas berisi Wine. "Nih, Minum."
"Ho.. makasih."
"Oh, dan satu lagi.. panggil gue Vincent, jangan 'Alex' udah kebanyakan Alex disini."
"Ya, ya..."
Mereka kemudian berbincang-bincang sebentar. Dan... Kita pindah ke dapur sekarang..
"Heeh.. Hari yang melelahkan..." Alex membuka kulkas dan menemukan beberapa botol dan kaleng Bir (?)
"Heh? punya siapa nih?" gumamnya, dia memperhatikan kaleng bir yang dia ambil. Dia tidak memperdulikannya dan langsung membuka kalengnya dan meminumnya dan dia remukan kalengnya langsung. "Ah~ Enaknya.. habis kerja stress dapet bir.. Sebotol ah~"
Alex mengambil Sebotol Bir di kulkas dan langsung membukanya. Dia mencari sebuah gelas dan menemukannya, ketika hendak meminumnya. Mathias masuk dan kaget melihat Birnya diminum Alex.
"Alex Kampret! Itu Bir Gue!" teriak Mathias.
Alex hanya menengok sebentar dan, "Oh ini punya lu.. Nih pegang dulu gelasnya deh."
Mathias malah menuruti Alex dan memegang gelasnya. Kemudian, Alex langsung meminum seluruh Bir yang ada di botol sampe mukanya memerah dan Birnya Habis.
"Eh Si Kampret! Malah diabisin!" bentak Mathias yang gak rela bir dia diabisin Alex.
"Ya Selow aja Dong Mas! Gue Stress Abis Kerja ya gini!" balas Alex nggak mau kalah.
"HUWAAAAAAAARGH!" jerit Frustasi Mathias.
7. Berkunjung.
"Kakak.. besok, kita pulang dulu yuk.. Aku kangen sana Ayah dan Ibu!" Ajak Marisa.
"Hmm.. Baiklah... Sehari saja ya." ucap Revan.
"Tapi, ajak seseorang juga ya." pinta Marisa sambil nyengir.
"Siapa?"
"Hm..."
Paginya..
"Kenapa Malah ngajak mereka sih!" keluh Revan ketika dia pergi ke rumahnya membawa Nigou dan Red.
"Ya, kenalin Nigou ke ayah dan ibu dong. Bisa-bisa mereka kaget jika melihat kau sedang di markas bersama seorang anak kecil yang memanggilmu 'Papa'" Jawab Marisa santai.
"Terserah!" balas Revan sambil memutar matanya.
Kemudian, di kediaman Sharps...
"Ah, kalian sudah sampai..." ucap Ibunya Revan yang duduk di ruang tengah.
"Iya, Jalan Nggak begitu macet soalnya." Jawab Revan dan melepaskan Jaketnya. "Mana Barrie?"
"Masih tidur di kamar, Revan." jawab Ibunya dan Revan langsung pergi ke kamar adik bungsunya itu.
"Halo, Red. Bagaimana hubungan kalian?" tanya Ibunya Revan ke Red yang sedang menggendong Nigou. "Dan anak siapa itu?"
"Yah, Masih lancar-lancar saja kok. Oh, dan kenalakan ini Nigou, anak kami berdua. Nigou, ini Nenek mu ayo beri salam." ucap Red sambil menurunkan Nigou dari gendongannya.
"Ha.. Halo, Ne.. Nenek." sapa Nigou gugup.
"Eh.. anak toh... EH!? Kalian Sudah punya Anak!?" tanya Ibunya Kaget dn Nigou langsung bersembunyi di belakang Marisa.
"Ya.. Agak sulit diceritakan, tapi dia memang anak kami."
Ibunya Revan hanya mangut-mangut. Tapi, ketika dia melihat Nigou, dia langsung bahagia. "Aku sudah mempunyai cucu! Ayo sini sama Nenek, kita bikin kue mau nggak?"
"Kue? Mau-mau!"
"Ayo! Kita ke dapur!"
"Yeey!"
Bzzzztt!
"Suara apa itu?" tanya Nigou.
"Oh, Itu.. Kakekmu sudah pulang berarti sayang." jawab Ibunya Revan.
"Halo Sayang, hm... Siapa dia?" tanya seorang pria berambut jabrik coklat dan bermata Hijau menunjuk Nigou yang bersembunyi di belakang ibunya Revan.
"Hai Joseph, Nah, Nigou. Kenalkan dia kakekmu."
"Hai.. Kakek Joseph.." ucap Nigou gugup.
"Tu.. Tunggu dulu, Nia.. Dia ini, cucu kita. Berarti Revan sudah!!" Joseph terbalak ketika di beri tau kalau Nugou adalah cucu pertamanya.
"Red belum mau menjelaskannya. Tapi, dia bilang kalau Nigou ini anaknya. Lihat, dia mirip Revy juga nih. Yah, hanya beda tambahan telinga dan ekor anjing saja. Aku sih sudah pernah di ceritain sama Red kalau dia kadang juga punya ekor dan telinga." jelas Nia santai.
"Oh... Dan satu lagi, hentikanlah kebiasaanmu masuk dari pintu belakang rumah ketika pulang kerja." Sambung Nia sambil melipat tangannya.
"Hehe... Maaf, kebiasaan susah dihilangkan." kata Joseph sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Dasar... Ayo Nigou, Kita buat kue!"
"Baiklah nenek."
Kita ke Revan dulu...
"WOI BANGUN KEBO! KAKAK LU PULANG JUGA! UDAH PAGI WOI! BANGUN!!" teriak Revan pake Toa yang entah dapet dari mana di kamar Barrie.
"Berisik coeg! masih jam enem juga!" gerutu Barrie adik bungsunya sambil melempar bantal ke Revan.
"Bodo! suruh siapa begadang!"
"Kampret lu kak!"
8. VinDes.
"Kelihatannya Desmand udah kenal lu deh, Vin. Dia siapa emangnya?" tanya Iris *Pasti ada yang aneh-aneh.
"Desmand? Dia sahabat gue, yang sering bantu gue. Kita emang deket banget sih, kalo bisa dibilang dia itu partner gue." jawab Vincent datar tanpa curiga sedikitpun.
"Ya, mungkin memang bisa dibilang partner sih." sambung Desmand.
"Oh~ menarik-menarik!"
Mereka sepertinya nggak bakalan curiga sama sekali sampe munculnya Doujin VinDes buatan Iris dan Emy nanti.
'Muehehehe Emy, gue dapet bahan doujin nih! Ganteng pula!'
8. Thundy lebih milih Alucard!?
"Err, Alucard.."
"Ya, Tuan Shocka?"
"Aku ingin mengatakan sesuatu, memang agak aneh sih, tapi..."
"tapi apa?"
"Kau Boleh memilikiku..."
"Eh..."
Seketika itu pula Alucard langsung ngeblush dan langsung asap ngepul di kepalanya.
"Be.. beneran?"
"Iya, aku serius."
"Ohok!" Alucard langsung nosebleed dan batuk darah.
"Kau baik-baik saja?"
"I.. Iya.."
Gedubrak!
"Alu!"
Alucard pingsan dengan muka puasnya. "Aku tak mau bangun dari mimpi ini!"
9. More VincentDesmand (Vinnya Vincent ya, bukan Vience, kalo dia ntar gue bikin jadi Uke-nya Desmand :v )
"Emy-chan nyari 'itu' yok!" Ajak Iris yang udah siap sama kamera dia.
"Ok, Iris, bentar.. Ahn~ Thun-kun, jangan di remes! Ntar aku Keluar!" sahut Emy sebelum di lempar buku tebel tapi sempet menghindar.
"Kabur Coeg!" Seru Iris sambil ketawa-tawa bareng Emy dan kabur dari Thundy yang ngelemparin mereka berdua pake buku-buku tebel dari perpustakaan.
"Fujo-Fujo Kampret!" teriak Thundy.
Kemudian...
"Shhtt! Tuh, liat ada Vincent sama Desmad." bisik Emy sambil menunjuk Vincent dan Desmad lagi jalan berdua ditaman.
"Hmm.. sepertinya menarik!"
Kita ke VincentDesmand...
"Lex, eh... Vin, gue laper beli makan bentar ya." ucap Desmand sambil memegang perutnya.
"Terserah lu deh, gue sih ikutin aja." balas Vincent datar.
"Ok.."
"Emy, Menurut lu yang jadi Seme pantesan siapa?" tanya Emy.
"Si.. Vincent sih, kalo menurut gue." jawab Emy yang masih meneropong dua orang terserbut.
"Biasanya sih gue bakalan milih orang yang lebih tinggi itu Seme, tapi... Sekarang Vincent (yang lebih pendek) lebih ketara Aura Semenya dari pada Desmand." kata Iris.
"Des..."
"Ya, ...!? Hei!" Vincent menggigit makanan yang dibeli Desmand di depan mata Desmand sendiri.
"Hmm.. Lumayan." ujar Vincent sambil mengunyah makanan itu.
"Tch, Kau ini..." Entah kenapa Desmand malah ngeblush setelah nelihat makanannya lagi.
"Emy.. Lu udah sepikiran kan?" tanya Iris.
"Iya..."
Ok, pasti besok-besok bakalan ada Doujin VinDes dimana-mana.
"Harap-harap Laris! hehehe!" gumam Iris dan Emy sambil nyengir.
Ok, Sampe sini dulu!
A/N :
Desmand Miles (Warp) : Sahabat (Tapi Diem-diem suka?) Vincent, lebih sering manggil Vincent dengan nama Alex dari pada Vincent entah apa Alasannya. Orang yang paling deket sama Vincent biarpun dia tau kalo Vincent itu Kejam orangnya. (Bagi yang udah maen AssaCree 3 pasti nggak asing sama namanya :v)
Joshepine Sharps (Predator) : Ayahnya Revan, Punya kebiasaan kalo pulang kerja naik pesawat Predator tapi sayangnya bukan turun didepan rumah, tapi di belakang rumah biarpun udah di bilang berkali-kali sama sang Istri.
Projenia Sharps (Voodoo) : Ibunya Revan, dipanggil Nia, Jago buat masakan kue-kue, senang jika mempunyai sesuatu yang baru dan sangat lengket soal keibuan. Bahkan, tak rela dia akan komat-kamit baca mantara demi sekedar sarapan bareng Anak atau Suaminya sebelum pergi kerja jika mereka nolak sarapan dirumah.
Barrie Sharps (Graffity) : Adik paling muda Revan, anak gaming, suka begadang sampe tengah malem dan jago soal seni lukis.
Entah kenapa tapi, pairing VinDes itu terinspirasi dari pairing CrossOver Prototype sama Assassin Creed Alex Mercer x Desmond Miles. Tapi, bodo amat lah :v
