Balas Revievv :


girl-chan 2 : Cari aja lagunya, lucu-lucu gimana gitu. Tapi ya, agak susah didengernya karena kenceng banget liriknya

Alucard : Hanya menerima dalama bentuk Biola itu, selain itu aku tak mau terima.

Desmand : Dia nggak kejam kok. Emang sih, kadang-kadang tapi.. Asal kalian nggak keterlaluan di mata dia aja. Dia juga bakalan Bodo amat.

Thx!


Something Un-Important scene.

"Bentar ya, gue mau ngecek markas dulu!" ucap Reha ke Yamagi. "Kalo ada apa-apa bilang ke gue."

"ok."

Beberapa menit kemudian...

"Hei, gimana jadi markasnya?" tanya Reha ke seorang pria tinggi dan berambut panjang.

"Lumayan lah, biarpun masih setengah jadi sih." jawab pria itu sambil menunjuk sebuah kerangka bangunan yang masih ditutupi sebuah kain transparan.

"Kok, hmm.. Enam tingkat?" Reha menaikan alisnya.

"Ya baguskan, biar tambah gede aja."

"Terserah, tapi jangan di tambahin yang aneh-aneh ya. Oh iye, gue inget Terakhir kali U ngajak si Hentong ke markas gue berakhir ricuh karena dia ngajakin battle custom mode di kolo dan U berakhir dengan terbully AD magnet plus Acc Drill dan nggak turun-turun." timpal Reha. " Atau nggak pas event natal kemaren, lu terbully dengan Set Green santa (santa 2014) dan terbawa entah kemana jadi rusa."

"Stop Ok! Jangan bahas itu lagi!" ucap Temannya dengan muka blushing.

"Tapi, seru tau ngebully U di mode Custom."

"Kampret!"


Chapter 35 : Vincent Absurd Moment.


~Nama panggilan~

"Coba banyangkan, Alex, Vincent, sama Alexia di kumpulin satu ruangan trus ada yang manggil Alex dan semuanya nengok." celetuk Mathias sambil jalan menuju eskalator.

"Kayaknya bakal lucu tuh." ujar Lectro.

Tapi, ketika mereka mencapai lantai 3. Kebetulan Ada Alex, Vincent, sama Alexia dalam satu ruangan. Desmand yang baru turun dari lantai 4 bermaksud memanggil Vincent, tapi seperti kebiasaan dia, manggil Vincent dengan nama tengah dia 'Alex' sampe menimbulkan kejadian yang tak terduga.

"Alex! Gue mau beli makanan diluar mau ikut nggak?" tanya Desmand yang menyebabkan semua (Alex dan Alexia) nengok ke dia.

"Eh... Aduh, maaf gue lupa! Gue manggil Vincent kok!" seru Desmand setelah mendapat tatapan tajam dari Vincent. "Ma.. Maaf." Para kedua Alex langsung berbalik lagi.

"Udah gue bilang apa! Jangan kebiasaan manggil gue Alex kalo ada orang lain selain lu sama gue doang!" bentak Vincent.

"I.. Iya, Vin."

"Ok, itu sesutu yang nggak terduga." gumam Mathias.

"Baru diomongin udah terjadi." batin Lectro.


~Blacklight~

"Vincent-pyon, yang gue denger-denger, lu punya julukan BlackLight emangnya kenapa ya?" tanya Giro penasaran.

"Nggak tau deh.." jawab Vincent datar.

"Mungkin, gue bisa jawab." timpal Desmand. "Jadi gini, Ale.. Eh.. Vincent itu menggunakan bayang- bayang dan sisi gelap untuk melakukan pekerjaannya. Tapi, soal light... Aku tak mau membahasnya. Ini rahasia, melibatkan Vincent dan dirinya yang dulu." jawab desmand murung.

"Emm... Baiklah, Miles-pyon."


~Cat Video of doom~

"HYAAAAAAAAAAAAAAA!"

Terlihat Pyro, Rai, Teiron, dan Musket sedang kabur dari kejaran Vincent dengan tangan kanannya sudah berubah menjadi pedang raksasa. Alasannya sih sepele, tapi keterlaluan bagi Vincent.

Flashback

"Vincent, dipanggil ketua bentar tuh!" Seru Rau sambil mengetok pintu kamar Vincent.

"Eh... Pintunya ke buka nih." ucap Pyro dan membuka pintunya tapi, kamarnya Vincent gelap dan hanya sebuah komputer menyala di pinggir ruangan.

"Eh, liat deh!" Teiron menunjuk monitor komputer yang ternyata mengepause sebuah Video.

"Coba puter video apa." pinta Maurice penasaran.

Rai mengklik videonya dan ternyata sebuah video kucing berkaki depan pendek.

"Luna Rose~" ujaar Teiron senang.

Tapi, entah kenapa mereka berempat merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada yang menetes.

"Eh, ngerasain sesuatu nggak?" tanya Pyro.

"Kayak ada yang netes-netes dari atas gitu." gumam Maurice.

"Hmmm..." Rai melihat ke sebuah kertas dan tombol yang bertuliskan "tekan" untuk kejutan dan lihat ke atas. Setelah dia memencet tombolnya lampu menyala dan dia menengok ke atas. Tapi, apapun itu... Dia langsung menekan lagi tombol itu dan membisikan sesuatu ke teman-temannya.

"Hei... Lebih baik kita keluar... Dan jangan lihat ke atas ataupun nengok kebelakang." bisik Rai.

"Emangnya kenapa?" tanya Pyro.

"Ja.. jangan aja deh." ucap Rai yang keringet dingin.

"O.. Oke... Teiron, ayo keluar." Maurice sepertinya tau maksud Rai.

"Ntar dulu ah!" tolak Teiron sebelum berakhir di tarik sama tiga orang bersangkutan.

Tapi, ketika mereka berempat baru mau keluar pintu tiba-tiba seseorang menepuk pundak mereka berempat.

"Kalian... Sepertinya tau apa kelemahanku.. Jadi, bersiaplah untuk menderita!"

"HYAAAAAAAAAAAAAAAA!"

FLASHBACK END.

"HEAAAAAAAAAAARGH!"

"AMPUNI KAMI, MERCER-SAMA!"


~Dance Battle~

Mungkin ini nggak penting tapi, di lantai dua lagi ada keadaan heboh soalnya...

"Tum-Tum! Tum-Tum! Tum-tum!"

"Vincent! Wuhu!"

Mereka berdua lagi adu break dance. Iya, bener lagi ngadu break dance! Tapi, keadaan berubah sampai seseorang dengan isengnya mengganti lagu break dance dengan lagi.

"Bayangkan ku.. Beri Oreo~"

Stop! Nggak ada yang goyang oreo kok! Lupakan hal itu!

(Soal Goyang Oreo cari aja di Youtube, lucu tapi jijay :v)


~Embarrassing Moment~

Vincent yang baru selesai makan hendak menaruh piring di westafel, tapi saat dia baru menaruh piringnya di westafel, "Vin, Vin.. Masa si Desmand pernah foto wajah lu pas lagi ngeliat video kucing." celetuk Frost.

Alhasil Vincent langsung tersulut dan memasang dark aura, tapi...

"Mana si *betahak Desmand!"

Krik, Krik, Krik..

"Mas kalo mau betahak jangan sambil ngomong!" nasehat Jung.

Vincent blushing dan memalingkan mukanya, "Cih... T.. Ter.. Terserah gue dong! Dan jangan di gas juga!"


~Troll success~

"Hey, kalian berdua lagi main apa!?" seru Ethan sambil menepuk punggung Teiron dan Desmand bersamaan.

"Gue lagi ngajarin Teiron main Assassin Creed, mau coba?" tawar Desmand.

"Enggak usah.. Dah ya, gue mau pergi dulu ya. Mau ke rumah sepupu gue dulu, dah!" Ethan langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang main dengan sedikit menahan tawanya. "Kena kalian muehehehe."

Mau tau apa yang terjadi berikutnya?

Dipunggung Desmand tertera kertas yang bertuliskan "Kiss me"

Nah lo!

"Des..."

"Ya... Ada apa?" tanya Desmand.

"Gini.. Emm.. Lu mau gue cium ya?"

"Eh, Lex apa yang- mmph!?" saat ini Desmand sedang mencoba melepaskan diri dari Vincent yang mencoba menciumnya.

"Kyaaa! Emy-chan! Emy-chan! Ada VinDes!" sahut Iris sambil menarik Emy untuk ikutan melihat.

"Kyaaa! VinDes!" teriak Emy yang udah jingkrak-jingkrakan.

Sementara Teiron, dipunggunya tertempel sebuah kertas bertuliskan, "Free Hug"

Kayaknya udah pada tau, siapa yang mau meluk Teiron sampe orangnya jejerit di atas lampu gantung.


~Hadiah~

Terkadang Vincent ingin memberikan hadiah ke Desmand, tapi, dia sendiri nggak tau apa yang desmand suka. Tahun lalu, dia mencoba mengajak Desmand ke bar, tapi di tolak, tapi juga pas dia ke bar itu. Ternyata Desmand kerja sambilan disitu sebagai bartender. Tapi, apapun yang dia tidak dapat berikan ke Desmand. Dia selalu mengucapkan sesuatu ke Vincent.

"Dengan bersamamu saja itu sudah cukup kok, bahkan mungkin itu adalah hadiah terbaik dalam hidupku." ucapnya sambil tersenyum.

Memang menghibur Vincent Sedikit sih, hanya saja Vincent selalu berisi keras untuk memberikan dia sebuah hadiah.

Tapi, bukan yang seperti ini contohnya :

"Salem, nih hadiah, namanya Jack-in-the box, tau kan yang boneka yang kalau diputer tiba-tiba muncul itu." ucap Ethan sambil memberilan sebuah kotak.

"Yaya, gue tau.. Makasih, biarpun gue bukan bocil lagi sih." kata Salem sambil memutar matanya.

Malamnya...

"Penasaran gue, coba puter ah." gumam Salem sambil memutar tuas di samping kotak tersebut. Tiba-tiba Rendy masuk.

"Sal, itu Jack-in-the box dari siapa?" tanya Rendy.

"Dari Ethan, tuh orang ngasih gue ginian, padahal guekan bukan bocil lagi" ujar Salem yang masih memutar tuasnya.

Ternyata, yang keluar diluar dugaan. Ethan sudah mengganti badut lucu yang sudah terancang menjadi sebuah kepala patung Zombie yang mukanya Hancur. Dan fix, itu membuat Salem dan Rendy pingsan ditempat kejadian sampe pagi.


~Peluk?~

"Lex.. Eh.. Vin, apa yang lu lakukan?" tanya Desmand sambil jalan mundur karena Vincent berjalan kearahnya dengan muka serius.

"..." Vincent menatap baju Desmand yang bertuliskan Free Hug.

"Lex, hentikan ini hanya desaain bajunya! Serius, ini desain baju- Gyaaaaaaaaa!" akhirnya kejar-kejaranpun terjadi.


~Setelah kejadian Troll~

Desmand merengut ke Vincent yang sedang mencoba meminta maaf kepadanya dengan berpura-pura menjadi kucing.

"lain kali, jangan maen cium sembarangan!" ucap Desmand sewot.

"Nyaw~"

"Ja.. Hentikan! jangan pake cara mengeong kepada ku!" ujar Desmand sewot tapi sebenarnya blushing.


Udah Segitu aja... Bingung gue mau bikin apa lagi :V