Balas Revievv :
girl-chan 2 : Wah, Padahal aku masuknya ke Raven loh, bukan Lu. :v
Thx!
RosyMiranto18 :
Vincent : Itu belum apa-apa.. kita masih pemanasan. Setelah ini kita mulai dengan lompat gedung lantai lima dengan lompatan 5 meter.
Jung : Aku Orang Korea dan nama margaku itu Ji Han, Jung itu merupakan nama depanku, dan aku nggak terlalu suka buka Psychologic.
Mark : Maaf, Tapi ini adalah tangan asliku bukan armor kulitku yang berubah dan mengeras, jadi kalau buat battle kalau terpotong yang udah tangan juga ilang.
Hato : Entahlah woof! Master Yuki dan Takano yang mengurusinya. tapi, terima kasih woof!
THX!
Chapter 36 : Garem Everywhere
Para Anak laki-laki markas squad Reha dan Garu sedang asik-asiknya maen game yang ber-gacha untuk mendapatkan kesenangan sendiri dan juga.. Untuk pamer.
"Hehehe... Dijamin kayaknya gue bakalan dapet SSR nih!" gumam Eudo yang sudah bersiap gacha.
"Sepuluh kali lah, mumpung diamond gue banyak!" dan ternyata dari semua itu dia mendapatkan..
"Kampret Ampas semua! aSDafGhahsid! Umpatnya ketika melihat hasil gachanya.
"Nyoba Gacha ah sekali aja.." gumam Alex disebelah Eudo yang masih kesal. Dan ketika hasil gachanya keluar.
"Yah, Eu.. Gue dapet ampas nih.." ujar Alex sambil melirik ke Eudo.
"Emangnya lu dapet ap-" Ternyata Alex mendapatkan kartu UR. Eudo menarik nafas dan melipat lengan bajunya kemudian tersenyum kesal ke Alex.
"GAREM KAMPRET! DASAR GAREM!"
"Hahaha! Resapi Garamnya! Pasti Enak!"
Dan mereka berakhir kejar-kejaran dengan Alex lagi ngakak dan Eudo sambil mengeluarkan kata Umpatan berkali-kali.
"Duh, kudu nabung dulu nih..." keluh Ethan pas melihat bakalan ada event Gacha Summer.
"Ethan! Lu nggak coba gacha hari ini? Soalnya dapet SR, SSR, sama UR-nya lagi tinggi nih!" seru Lectro sambip nenunjukan hasil Gachanya. "Gue dapet 10 SR, 7 SSR, sana 4 UR hari ini!"
"Anjrit! Gue mau nabung buat Summer Gacha malah Kena Tebaran Garem Akhir bulan!"
"Yes Dapet SSR!" Seru Alpha yang kegirangan dapet kartu SSR.
"Oh, selamat ya.. Gue dapetnya nggak ada yang bagus nih." ucap Eris santai.
"Emangnya lu dapet apa?" tanya Maurice yang melihat hasil Gacha Eris dan langsung nengangguk. "Sama gue juga ampas kok dapetnya."
"Yahahaha! Berarti kalian nggak hoki!" kata Alpha sombong. "Bisa ada hajatan abis ini!"
"I.. Iya deh, yang dapet SSR.." ujar Maurice dan Eris bersamaan.
'Padahal, kita berdua dapetnya 2 SSR, 4 SR, Sama 1 UR, kita nggak mau nebar garem aja.' batin mereka bersamaan.
"Wew, Dapet UR cuy!" kata Teiron dibelakang mereka.
"Sialan nih anak malah nebar garem!" gumam Eris dan Maurice bersamaan.
Sementara Alpha? Malah pundung dipojokoan karena gagal dapet UR.
Supplex
Bruagh!
Kazuma meng-supplex Tartagus didepan Iris yang sedang blushing dan menutupi mukanya. Alasan dari Tartagus di Supplex Kazuma adalah...
"Beraninya kau mencium Cucu-ku! Dasar anak muda keparat! Kau belum boleh menciumnya sampai kalian menikah!" bentak Kazuma.
"Ma.. Maafkan aku Pak, aku tak akan mengulanginya lagi!" ucap Tartagus setengah sekarat karena di supplex Kazuma.
Setara.
"Iris! Sini aku peluk!" seru Tartagus semangat dan Iris langsung berjalan ke dia dan memeluknya dengan erat
Emy yang tak jauh dari mereka merasa agak iri dan mendatangi Thuny yang kebetulan tak jauh dari dirinya.
"Thun-kun! Peluk!" seru Emy sambil melebarkan tanganya untuk dipeluk.
Thundy yang melihat itu langsung sweatdrop dan mundur beberapa langkah untuk mengambil sebuah buku agak tebal dan...
GAPLOKED
Foto.
Entah kenapa di beberapa tempat terutama di Papan pemunguman terpasang banyak sekali foto dari yang biasa aja sampai yang paling heboh.
"Eh, liat foto yang ini deh, bagus gimana gitu!" seru Sandra sambil menunjuk sebuah foto para anak perempuan lagi Selfie bareng di mall.
"Bagusan yang ini!" seru Vivi sambil menunjuk sebuah foto para anak perempuan lagi foto dengan background langit senja dan pegunungan.
"Mending yang ini!" Iris menunjuk sebuah foto liburan musim panas para anak laki-laki di pantai.
"Heleh, itu mah kesukaan lu!" celetuk Alisa.
"Mending kumpulan foto yang ini!" Rina menunjuk sebuah kumpulan Foto yang menampilkan para anak perempuan dan pasangannya memakai baju pengantin, mulai dari Ikyo dan Adel dipaling kiri sampai Irus dan Tartagus dipaling kanan.
"Silica kamu imut deh pake baju pengantin warna ijonya!" seru Lucy sambil menunjuk foto Silica dan Alex.
"Ma.. Makasih." balas Silica dengan muka blushing.
"Shht! Semuanya lihat itu yuk..." bisik Emy.
Semuanya mengangguk dan memutar papan tersebut agar terlihat bagian belakangnya yang ternyata menyimpan foto aib-aib dari para anggota squad tapi, paling banyak anak cowo sih.
"Lis, pacar lu ketauan nyolong kue lagi tuh." Adelia menunjuk foto Teiron yang sedang mengobrak-ngabrik kulkas dan nggak sadar dibelakangnya ada Hato.
"Hahahaha, inikan foto Otou-chan yang waktu itu!" Lucy tertawa geli ketika melihat foto Alexia di pakein baju maid warna pink.
"Siapa yang masang foto Vincent lagi senyum disini!?" tanya Maya kaget melihat foto Vincent senyum.
"Wut! Moment langka tuh! Pasti Desmand yang masang!" jawab Sandra memastikan foto itu.
"Loh, ini foto siapa?" tanya Monika yang melihat sebuah foto pria yang sedang menaiki mainan goyang padahal di tentara. "Sumpah ini aib banget!"
Silica melihat foto itu dan teringat sesuatu, "oh, dia.. Dia kaptennya Alex yang lama, kayaknya kalau nggak salah ini foto emang kejailan si alex sama Kaptennya baru yang diem-diem foto dia deh." katanya dengan pose berpikir.
"Tapi... Kenapa bisa disini ya.. Bukannya ini ada dilaci mejanya ya.. Kok, bisa ada disini.. Aneh." gumam Silica.
"ALEEEEEEX!!!" Suara teriakan seseorang memanggil Alex dari depan markas GCS. Para anak perempuan langsung melihat dari jendela siapa yang teriak-teriak. Ketika mereka melihatnya ternyata seorang pria berbadan besar, rambut coklat pendek dan mata coklat. Ditambah sepertinya dia sudah berumur 40 tahunan.
"Oh... Itu dia orangnya.. Sepertinya, Alex akan dihukum habis-habisan olehnya.." ujar Silica sambil melihat aksi kejar-keharan antara Kapten dan anak buahnya.
"KEMARI KAU ANDRESON!"
"AWAS ADA BERUANG NGAMUK!!" teriak Alex yang dikejar-kejar kaptennya keliling markas.
"Entah kenapa ini.. Tapi, hampir setiap foto Teiron di markas baru, hampir semuanya ada Hatonya..." ujar Lisa ketika melihat beberapa foto Teiron di papan tersebut.
"Mana lihat.. Eh.. Iya tuh.." kata Yubi sambi menunjuk beberapa foto Teiron. Hato terlihat dalam beberapa potong saja. Seperti hanya punggung, Rambut, Telinga, Kaki, lengan, dan Wajahnya tak ada yang full badan.
Vaksinasi
"Nigou, saatnya vaksin- Hei! Mau kemana kau!?" Red langsung mengejar Nigou yang kabur dari hadapannya.
"Nggak mau disuntik!"
"Ketangkap kau!" seru Rone saat menangkap Nigou dan ke dekapannya.
"Ayah, nggak mau disuntik! Sakit!" rengek Nigou sambil menronta-ronta.
"Nggak sakit! Nggak sakit!" bujuk Red sambip membawa Nigou.
"Iya, cuman kayak digigit semut doang kok!"
Alasan klasik!
"Kalo kamu berani, ntar ayah ajak makan mau?" bujuk Rone.
"Ok..."
Dan terulang lagi..
Setengah orang dari orang dari GCS dan RS sedang keluar, sementara setengahnya lagi hanya dimarkas. Yang dimarkas semuanya gabut, terkecuali Eudo yang entah kenapa lagi murung entah kenapa.
"Senpai kenapa?" tanya Gumo ketika melihat Eudo murung dimeja makan.
"Perasaanku sedang buruk saat ini.. Tolong pergilah aku mau sendiri." jawab Eudo manyun.
"Baiklah, jika itu mau mu..."
"Edder... A.. Tunggu.. Aku mau cerita saja..."
"Baiklah apa itu?" tanya Gumo.
"Hmmh.. Aku pernah mabok dan menciumi banyak orang, dan ada yang tidak memaafkan diriku sebagai pelakunya." jawab Eudo lesu.
"Ya mungkin dia belum terima soal itu kali, yang penting dia tidak membencimukan?"
"Ya.. Hei, mungkin segitu aja.. Kau bisa pergi dulu..." ucap Eudo sambil mendorong Gumo keluar.
Njir SPJ banget.
"Baiklah.. Kalau perlu ngomong, tinggal ceritakan saja ke diriku."
Malamnya..
"Eudo mana? Kok nggak kelihatan.." tanya Lectro yang sejak sore belum melihat Eudo sama sekali.
"Au, tadi keluar.." jawab Jung Seadanya.
"Aneh.. Ini udah hampir tengah malem... Tapi dia blom pulang juga." gumam Lectro.
"Nonton film yuk, udah pada ngumpul tuh di theater." ajak Ethan.
"Baiklah.."
Mereka semua kemudian ke Theater di lantai empat dan menonton film disitu. Tapi, keadaannya Ricuh karena pas Alpha ditelepon ibunya yang lainnya malah ngisengin dia.
"Al isep lagi cimengnya!" sahut Vience.
"Woi, Alpha, Celana lu jangan dilepas! Pake lagi, 'itu' lu kemana-mana tuh!" timpal Ikyo yang nggak kalah isengnya.
"Dasar Anak-anak Goblog.." gumam Eris Sweatdrop.
Keadaan sangatlah ricuh sampai seseorang membuka pintu dengan kencang (baca : Banting), kemudian terlihatlah seseorang berambut pirang panjang, membawa buku biru, dan Sekaleng bir menunduk dan tersenyum licik kearah mereka.
"E.. Lu siapa?" tanya Mathias penasaran biarpun agak takut juga sih.
"... Pentingkah aku menjawab itu?" jawab Pria itu dan meminum birnya lagi dan memperlihatkan mata hijau nggak fokusnya.
"Eh blekok itu Eudo!" seru Lectro dengan muka panik.
"I... Itu, Eudo-pyon!?" ujar Giro. "Kok beda!?"
"Semuanya.. Mending kita kabur sebelum- mmph!"
Dan terjadi lagi, ciuman maut dari Eudo yang mabok berat. Kali ini yang menjadi korban utamanya adalah Gumo yang kaget karena Eudo teleport kebelakang dia.
"Huah.. Hik.. Hehehe.. Lumayan juga.. Dari Bibir Kuohai sendiri." ujar Eudo setelag mencium Gumo sampai pingsan.
"Mending kita cabut, SEKARANG!" Seru Mathias sambil lari keluar ruang theater. "GYAAAAAAAA!"
tiba-tiba... Mati Lampu pas tengah malem... Hayo loh... Suasana tambah intens
"Kenapa Harus Mati Lampu!?" pekik Ikyo sebelum merasakan seseorang memegang tanganya dan memutar badannya kebelakang.
"I.. Ikyo..."
"Gyaaa! Eu jangan!"
Di perpus..
"Perpus lagi, perpus lagi.. Mana mati lampu lagi.." keluh Salem yang bersembunyi di rak buku.
"Kau sedang apa?" tanya Alfred dibelakang Salem.
"HYAAAAAAAAAAA! MPPPH!" Salem langsung membekap mulutnya sendiri biarpun dia mau teriak lagi.
"Hei kau kenapa?" tanya Alfred masih bingung.
"Lagi.. Ngumpet dari... E.. E.. Eu..d..d..do!" bisik Salem biarpun udah ketakutan setengah mati.
"Kenapa emangnya.. Ooh.. Mabuk lagi?" balas Alfred ketika melihat Eudo baru saja lewat di barisan buku lain. "Dia disini.. Lebih baik kau pergi."
"Ba.. Bagaimana dia bisa disini!?"
"Eudo bisa teleport jika dia menggunakan bukunya itu." Alfred melihat sesuatu diujung rak buku berbentuk bola berwarna biru datang dengan kecepatan tinggi. "Salem Awas!"
"Eh.."
Gedubrak!
Bola itu tidak menembus bada Alfred karena itu adalah bola sihir. Akhirnya mereka terjumplang sampai membuat posisi yang ambigu, bahkan Eudo langsung teleport keluar karena melihat posisi ambigu Alfred sama Salem.
Sementara Salem, dia pingsan karena Alfred menimpanya dan bibirnya tak sengaja bersentuhan dengan bibir milik Alfred.
Untung aja nggak ada kejadian Alfred tak sengaja memasukan lidahnya kedalam mulut Salem dan terjadi ciuman panas antara mereka dan mereka mulai buka ba- *digebukin rame-rame.
(Njir, jadi ngespoiler Rate M fic tentang pairing, AlfeSale :v)
Sisanya tinggal pikir sendiri siapa yang jadi korban :v
Siapa dia?
"Vin.. Bantuin gue bentar deh!" pinta Mathias yang membawa sebuah meja entah buat apa.
Tapi, Vincent tak mengubrisnya, tapi hanya menengok dan matanya berwarna merah. Dia meninggalkan Mathias tanpa menengok.
'Aneh.. Apa yang terjadi dengannya...' batin Mathias.
Desmand kali ini mendekati Vincent dan menepuk pundaknya, "Al, cari makan dilu-" Desmand langsung diem ketika melihat mata Vincent yang merah.
"Hmm.. Apa? Cari makan diluar?" gumam Vincent dengan seringai dimukanya.
"Emm.. Jen.. Mana Alex? Gue mau keluar sama dia bukan lu.." balas Desmand sambil melipat tanganya. "Dan juga.. Jangan sembarangan keluar apa!"
"Ayolah.. Sehari saja, aku ingin memakai tubuhnya." pinta Vincent?
"Satu hari aja.. Karena gue nggak mau ada keluhan tiba-tiba lu bertingkah aneh."
"Beneran!?"
"Nggak! Balikin Alex sekarang!" perintah Desmand, Vincent hanya kemudian menutup matanya dan membukanya lagi. Dan matanya kembali menjadi biru.
"Des.. apa yang terjadi? Dimana gue?" tanya Vincent sambil memegang kepalanya.
"Dia keluar Lex.."
"Nggak ada yang anehkan?"
"Nggak kok.."
Para Sepupu Ethan.
"Ethaaaaan~ Yuhuu~" seorang perempuan berambut biru dan memakai kacamata memanggil Ethan dari depan gerbang markas.
"Ngapain si Matahari (Sunny) kampret itu kesini!? Dan dari mana dia tau gue disini!?" pekik Ethan dengan mata melototi sepupunya didepan gerbang dari lantai 2.
"Aku tau kau didalam ada GPS di kamarmu jadi aku tau." kata Sunny sambil melambaikan sebuah alat GPS ditangannya.
Ethan langsung lari ke kamarnya dan bener aja GPS dia masih nyala karena lupa dimatikan semalaman penuh. Dengan terpaksa dia turun kebawah dan jalan menuju gerbang. Ketika dia mau membuka gerbang dia melihat sepupunya kegirangan melihatnya.
"Ethan! Senang bertemu denganmu!"
"Ya, Ya.. Sendirian nih?" tanya Ethan setelah membukakan gerbang. Sunny hanya tersenyum kemudian bersiul, keluarlah beberapa orang dari semak-semak terdekat.
"Halo sepupu!" sapa dua orang mafia boss (Perempuan dan Laki-laki)
"Leon, Sisca!?"
Keluar lagi seorang wanita graffity master dan seorang pria sapper dari atas pohon didepan markas.
"Halo Sepupu Ethan!"
"Prisma!? Eddie!?"
Kemudian, keluar lagi dari seorang wanita hook dari belakang tiang listrik.
"Halo Ethan!"
"Riri!?"
Kemudian, keluar lagi seorang pria capoera dari gorong-gorong ditengah jalan.
"Halo Sepupu!"
"Rama!?"
"Nah, udah semuanya disini. Kita datang untuk mengunjungi mu!" seru mereka bersamaan.
"Dan juga, buat menginap..." sambung Rama (yang paling tinggi dan nggak pake baju) sambil berseringai.
"Wuuuut!?" pekik Ethan.
"Udaah yuk masuk, ayo semua!" seru Leon dan mereka masuk bersamaan.
Tapi, ketika mereka mau masuk dari pintu depan.
"Ya, Siapa?"
Tumma buka pintu..
Kretek
Klik
Klotok-Klotok
Psshhtt
"Monster Ogre Harus masuk koleksi Kami!!!" seru mereka senang sambil mengejar-ngejar Tumma keliling markas.
"GYAAAAAAAAA!!"
"Ohh.. Ini akan berlangsung sangatlah lama.." keluh Ethan.
"Dia Milikku!"
"Milikku!"
"Milikku!"
"SOMEBODY HELP MEEEEEEEE!! ARIEE!"
"Ya?" Arie malah langsung keluar dengan polosnya tanpa tau kejadian yang terjadi.
"Wah, Ada Devil Ranger! Aku Mau Sayapnya!" seru Prisma ketika melihat Arie sambil menyemprot udara disekitarnya.
"GYAAAAAA!!"
Dan kejar-kejaran pun terjadi sampai 10 putaran markas.
Setelah pengejaran kemudian..
"Emm.. Maafkan kami ya.. Kami tak tau kalau kalian ini anggota sini.." ucap mereka bertujuh bersamaan ke Tumma dan Arie.
"Baiklah... Than, mereka siapa emangnya?"
"Sepupu gue.. Sunny, Prisma, Eddie, Rama, Riri, Leon, dan Sisca..."
"Kok, mereka malah seneng liat monster-monsteran gitu ya.. Biasanya orang bakalan ketakutan." tanya Tumma penasaran.
"Karena... Keluarga GoldWind itu Monster Hunter jadi kalo liat monster yang ada malah dikejar-kejar." jawab Ethan datar.
"Ada apa ini?" tanya Reha yang baru dateng.
"Sepupu gue, baru dateng bertujuh." jawab Ethan datar. "Pada mau nginep semua nih, yang ada tau dah kamar masih cukup apa nggak.. Bisa-bisa mereka tidur dilantai. Kayak Om-nya si Desmand yang ujung-ujungnya tidur di sofa, kemaren sebelum pindah ke apartemen."
"Entahlah, tanyakan ke ketua squad GC lah. Jangan gue.." jawab Reha seadaanya sebelum pergi.
"Kalian nggak apa-apa kalau tidur dilantai?" tanya Ethan agak risih.
"It's okay, kita bisa tidur dimana aja kok!" jawab Eddie.
"Yaudah ikut gue ketemu ketua GCS dulu..."
AU AH YANG PENTING UPDATE DULU :v
