Chapter 37 : Seven Goldwind.
Balas Revievv :
Rosy Miranto18 : Iyap, Itu FGO dan juga sedikit bagian ada yang LopLep (baca : Love Live)
Red : yah, mungkin memang kami sedikit boros sih waktu itu...
Eddie : Eh.. Mungkin itu panggilan mereka saja, tapi namaku memang E.. D.. D.. I.. E..
Para Cewe (min. Silica) : Oh, makasih fotonya :v b" *dorong Edgar ke kolem renang.
THX!
Chiki-san :
Alex : Emang sih, cuman biar lucu-lucu aja di taro disitu, lagi pula kapan lagi ada orang badan gede hati hello kitty :v *diboulder punch sama Chris. Ampun Kapten!
Chirs : Si Sialan!
Eudo : No Way! Gue masih Normal dan masih suka sama cewe biarpun gue bisa nge-godaiin si ketua squad!
Silica : Tapi, Sayang. Udah putuskan.. Oops maaf Eu. *kabur
Eudo : SILICAAAAA!!
THX!!
Girl-chan 2 : Ada Garem Dimana-mana bahkan Di LS ada :v (September Gacha dapetin Uriel Serasa dapetin SSR!!)
Para Cewe : Tapi Sayang Udah di tempel fotonya gar. *dorong edgar lagi, ke kolem renang.
Wah parah sepupu sendiri di ketawain... Good!
Thx!
Intro with Ethan P.O.V :
"Gimana Than? Boleh?" tanya para Sepupu ke diriku Sendiri.
"Boleh, lagi pula kalian belom terlalu rame karena ada kambing yang pernah ngajak orang sekampung kesini semua." jawabku ketika melihat mereka semua langsung sweatdrop. "Kambing itu julukan buat orang kok."
"Hei, disini ada monster apa saja?" tanya Sisca.
"Yang biasa saja, kayak werewolf ada dua, Yang langka Devil Ranger yang kalian baru saja temui itu. Tapi.. Mungkin kalian akan tidak suka ini, tapi disini ada, manusia laba-laba, virus hidup, iblis, rubah ekor sembilan, dark knight, Hantu kesatria, Vampire." jelasku sambil melipat tangan.
"Eh? Ada Vampire? Ganteng nggak?" tanya Prisma dengan semangat.
"Jangan ngayal dulu apa!?" sela Leon.
'Kebanyakan baca 'bintang senja' ya gini jadinya anaknya...' gumam semuanya termasuk diriku.
"Udahlah.. Kalian cek ke lantai 4 sana! Kalau misalnya pintunya nggak kekunci berarti itu kamar kalian." timpalku seadaanya karena males menghadapi para sepupu sableng itu.
Normal P.O.V
~Sunny : Adik laki-laki~
"Hihihi, kau tertangkap anak muda!" ucapnya ketika menangkap Nigou kepelukannya. "Uhh.. Imut banget sih kamu!"
"Kakak siapa?" tanya Nigou polos.
"Aku.. Sunny Goldwind, sepupu dari Ethan." jawab Sunny. "Mau permen?"
"Mau, terima kasih kakak." Nigou mengambil permen pemberian Sunny dan langsung memakannya.
"Ihh.. Jadi mau punya adek kayak kamu deh~" ucapnya Gemas melihat Nigou.
~Rama : Vincent~
Rama bersembunyi di balik pintu di lantai tujuh karena dia ketakutan ketika melihat seseorang yang amat dia takuti, yaitu :
'Ke.. Kenapa ada.. Kenapa ada BlackLight Disini!?' jeritnya dalam hati ketika melihat Vincent sedang berdiri di ujung lantai tujuh dan memperhatikan sesuatu.
Sepertinya, dia agak nggak ngeh pas Ethan jelasin soal 'Virus Hidup' deh.
Tiba-tiba seseorang mencolek punggungnya dan dia langsung kaget setengah mati dan hampir aja teriak.
"Ram? Ngapain disini?" tanya Desmand yang bingung melihat Rama sedang sembunyi di kaca.
"Sshhtt!! Itu! Jangan kenceng-kenceng ada d.. Dia!" bisiknya sambil menunjuk Vincent.
Desnand malah dengan santainya masuk dan mendekati Vincent, sementara Rama malah berusaha nahan Desmand biar nggak deketin Vincent. "Mand! Jangan!"
Rama menutup matanya karena takut melihat pembunuhan yang akan terjadi berikutnya. Tapi, ketika dia bermaksud mengintip dia malah pingsan karena...
"Loh, Pingsan?" gumam Vincent ketika dia berhadapan dengan Rama.
"...Kenapa dia masih takut juga sama lu ya..." gumam Desmand Sweatdrop.
~Prisma : Cogan Everywhere~
Prisma sedang mencoba membuat karya seni di fine art room. Dia mulai membuat graffiti di sebuah kanvas dan juga kertas. Ketika dia selesai dan bermaksud untuk memajangnya di luar tak sengaja dia melihat seorang pria tinggi berambut jabrik dan panjang juga memakai jas warna Hijau dan celana Hitam lewat didepannya. Pria itu seakan menarik hatinya dan dia langsung deg-degan.
"Ya ampun.. Gantengnya, apa dia sudah berpacaran ya?" gumamnya sampai dia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang didepannya. "Aduh maaf.."
"Ya, tak apa..." kali ini pria berambut pirang bermata biru yang dia temui. Dan berhasil menarik perhatiannya lagi. "Hati-hati lain kali ya.."
"I.. Iya.."
Ketika dia mau menjemur hasil karyanya di luar dia melihat kebawah dan melihat dua orang pria yang menarik perhatiannya lagi. Yang satu sepertinya merupakan Iblis karena matanya hitam dengan iris merah memakai baju yukata merah hitam. Yang satunya manusia memakai jaket coklat.
"Kenapa disini banyak Cogan ya..." gumamnya sambil tersenyum dan menaruh tangannya didagunya dan bersender di pagar.
~Eddie : Takut Hantu~
Untuk seorang monster Hunter, mungkin ini agak aneh, tapi bagaimana jika kalian mengetahui seorang monster hunter yang tak takut dengan monster tapi malah takut dengan hantu atau kaget dengan jumpscare.
"Kalian lagi liat apa?" tanya Eddie ketika melihat Salem dan Rendy sedang asik tertawa.
"Lagi liat video lucu nih, mau ikit?" ajak Salem.
"Boleh!" kemudian, mereka melihat video orang yang ketakutan karena dijumpscare sama beberapa video dan tertawa puas sampai akhirnya.
"Gyaaaaaaa!!" mereka yang kena jump scare diakhir video.
Ketika mereka lagi kaget setengah mati malah ditmbahin dengan sebuah portal muncul dan...
"Emm.. Hai.." kepala buntung lewat. (Baca : Alfred)
"GYAAAAAAAAAAAAA!!" Mereka langsung kabut pontang-panting
~Sisca : mengungkap ketakutan si Kembar~
Ketika Sisca melihat Red dan Rone. Dia menyangka mereka tidak pernah takut dengan apa-apa, mulai dari serangga kecil, film horor, darah, bahkan kecoa terbang sekalipun. Padahal, kalau yang lain udah liat kecoa terbang pasti kabur, tapi mereka nggak. Sampai di malam harinya...
"Nonton yuk.. Sekali-kali lah." ajak Jung ke anak-anak squad.
"Mau nonton apa? Di bioskop?" tanya Sisca penasaran.
"Hooh, ada rekomen film yang bagus nggak?" tanya Amelia.
"Kayaknya sih, kalo nggak salah film 'IT' lagi beken-bekennya nih minggu ini. Coba yuk!" ajak Sisca dan semuanya mengangguk setuju.
Sampai di bioskop entah kenapa saat filmnya mau mulai Revan mengeluarkan sebuah lakban dan melakban mulut Red dan Rone yang duduk di sebelah dia. Sisca yang kebingungan langsung bertanya ke Revan soal lakbannya.
"Oh, kenapa dilakban? Biar nggak tereak ntar pas lagi nonton." jawab Revan santai dan duduk kembali di bangkunya.
Kemudian, film dimulai, semuanya biasanya saja sampai Sisca melihat Red dan Rone mulai berteriak tapi tertutup lakban mulutnya saat melihat sang antagonis utama yang merupakan seorang badut pembunuh. Dan juga, saat ada jumpscare bagian slideshow.
"HMMMMMPPPHHH!!"
Biarpun Sisca juga ketakutan buat nonton film itu karena mengupas phobia masing-masing orang pelan-pelan. Tetapi, ketika melihat Red dan Rone yang lebih paranoid melihat filmnya membuat dia langsung bisa tenang.
Saat keluar ruangan, Red dan Rone terpaksa di seret keluar karena pingsan. Dan semuanya langsung sweatdrop.
~Riri : A little moment with Pyro~
"Pyro~ aku datang!" seru Riri dan menghampiri Pyro yang sedang baca koran.
"Oh, Hai..."
"Dingin amat, kamu itukan api masa nggak panas, malah dingin."
"Trus gue harus bilang 'wow' sambil adu kamehameha es sama api bareng frost gitu!?" keluh Pyro.
"Iya! Emang napa!?"
Pyro bangun kemudian memanggil Frost. Frost datang, kemudian Pyro memasang kuda-kuda untuk mengumpulkan tenaga apinya. Frost membacanya lalu memasang kuda-kuda yang sama dan mengumpulkan tenaga es-nya.
"KA.. ME.. HA.. ME.. HA.. ME-"
"HAAAAAAAAAAAAAA!!"
BYAAAAAR!
"Mantap Gan!" sahut Riri sambil mengemil popcorn. Dia memang tau cara nge-roast Pyro yang gampang emosian.
~Leon : Explosion!!1!1!1!"
"Emm.. Lu bikin apa?" tanya Revan ketika melihat Leon sedang membuat sesuatu di fine art room.
"Patung doang." jawab Leon.
"Hmm.. Tapi, masih kasar ya, tapi emang setiap goldwind bisa buat patung ya?" tanya Revan lagi.
"Nggak semuanya sih, oh iya, di taro luar dong." mereka langsung mengangkat patung itu keluar dan menaruhnya di lapangan. Revan menyadari sesuatu di tanah dan itu seperti kabel.
'Ini buat apa ya?' batinnya dan kabel itu tersambung ke patung. 'Meh, lupakan.'
"Revan!! MENJAUH DARI TEMPAT ITU!!!!" Seru Ethan sebelum terlambat.
"Eh? Kenapa?" tanya Revan bingung.
"EXPLOSIIIIIOOOOOOOOOONN!!!!!"
Klik
"Hyaaaaaaa!!"
DHUAAAR!!
Revan terpental cukup jauh sampai masuk ke kolam renang. Sementara, Ethan dia malah masuk ke semak-semak terdekat.
Mungkin, setelah inu Leon berakhir di tabokin Red dan Rone.
Bonus :
"Hei, Des.. Kau parkour ya?" tanya Rama.
"Iya, mau ikut?"
"Boleh lah, mau coba gue!" seru Rama.
"Tapi.. Mungkin, ini akan menjadi sesuatu yang tidak bagus untuk mu.." ujar Desmand dengan senyum mirisnya.
"Kenapa?"
Kemudian..
"Aku harap kau siap untuk ini.. Lari vertikal 10 lantai... Dan loncat dari gedung tingkat 15 sampai ke gedung tingkat 7." ujar Vincent ke Umi.
"Hah!? Serius itu!?" tanya Umi kaget.
"Itu yang aku lakukan Desmand kau tau... Makanya aku agak khawatir dengan itu."
"Vin, ini ada yang mau ikut lagi.." ucap Desmand sambil membawa Rama yang kaget melihat Vincent.
"Kenapa kau nggak bilang kalau yang ngajarinnya dia!?" pekik Rama.
"Makanya aku agak nggak enak soal itu, Ram.." balas Desmand sweatdrop.
Well, Segitu aja deh :v
