Balas Revievv :
Rosy Miranto18 :
Red : *nyabut Gergaji mesin dari badan dia dan mengelapnya sampai bersih. Ini tangkap!
Sisca : Versi terbaru yang 2017, dan itu sangatlah seram dengan atsmofir yang sangat gelap dan menegangkan.
Vincent : Yasudah 1 lantai saja cukup atau hanya latihan backflip juga bisa.
Desmand : A... Aku tau kalau iran bukan bagian eropa, aku hanya salah ucap dan soal kewarganegaraan aku dari Amerika.
Alex : Aku bisa menebak dengan akurasi 100 persen biarpun refleks. Bahkan, kau mau coba 360 no scope challange bersamaku? ;)
Me : Netnot! Ini bukan Fem! Red :v (Baca bagian mata Hijau, rambut coklat, dan Nigou memanggilnya 'papa dan yang memanggil Re-chan itu hanya Red n Rone ke seseorang loh)
thx!
girl-chan 2 :
Yuki : I.. Ini aku tidak bisa memikirkannya kalau efeknya berarea ._.
Thx!
Chiki-san :
Vincent : Gampang aja.. biarpun berujung aku digebukin sama Alex berkali-kali.
Thx!!
Sebelumnya...
"Re-chan, ayo kita jalan-ja-"
"Red.. A.. Aku bisa jelaskan ini.."
Chapter 38 : Genderbend Trouble.
Revan
"Papa? apa yang terjadi? Kenapa papa jadi 'Mama' ?" tanya Nigou watados.
"Ti.. Mama tidak tau Nigou. Ini hanya terjadi dalam satu malam saja." jawab Revan yang sedang frustasi di pojokan.
"Tapi, yang penting, Mama masih sayang Nigou dan Ayah kan?" tanya Nigou dan memeluk Revan.
"Iya, Mama masih sayang kok sama Nigou."
Disisi Lain...
"KYAAAAAAA!!" suara Teriakan bisa terdengar dari kamar Silica dan Iris secara bersamaan.
Silica
"Silica ada ap... A..." Alex terkejut ketika melihat seorang pria berambut hijau sedang meringuk di kasur Silica dan menangis. "Silica itu kau?"
"Alex..." Pria itu mendongak dan mata hitamnya terlihat basah dengan air mata. "Kenapa aku jadi seorang pria..."
"Aku takut kau jijik dengan ku karena kau..." Silica dipeluk Alex untuk menghibur dirinya dan mencium keningnya.
"Tak apa, Asalkan itu dirimu Sili, aku tak akan jijik denganmu mau kau pria atau wanita." hibur Alex dan menghapus air mata Silica. "Nah, jangan menangis y-"
Duagh!!
"Alex!! Jangan Beraninya berbuat mesum ke adik perempuan gue!!" Eudo langsung menendang Alex keluar jendela kamar Silica
Iris.
Tartagus membuka pintu kamar Iris dan meligat Iria sedang bersembunyi dibalik selimut kasurnya. "Iris?"
"Tarta-kun, jangan dibuka! Kau tak akan suka melihat diriku!" ucap Iris dengan suara agak berat.
Tartagus menarik selimut Iris dan melihat seorang pria berambut biru muda bermata Hitam sedang memasang muka manyun dan agak ketakutan melihat dirinya. "Ja... Jangan lihat!"
"Kenapa? Apa kau menjadi pria, kau menutupi dirimu?" hibur Tartagus.
"Ya.. Aku agak nggak enak takutnya kamu jadi natap aku aneh gitu." keluh Iris.
"Tapi, yang penting itu kamu kan Ris? Nggak usah takut aku tetep sayang kamu kok."
"Ih, Gombal!" Iris langsung mengusel kepalanya di dada Tartagus dan mereka berpelukan.
Tak sengaja Salem Lewat dan langsung memegang dadanya. "Kenapa gue nyesek ya! Padahal itu hanya sepasang lelaki gebleg yang lagi pelukan!" pekiknya dan membenturkan kepalanya ke tembok
Emy
"Tumben, si Sorcer bodoh itu belom keliatan atau ngedekitin gue biasanya sih-"
"Thun-kun..."
'Baru dibilangin...' gumam Thundy dan menengok kebelakang. "Ap- Hah!?"
Seorang pria berambut berantakan berwana coklat muda dan berkacamata. Sedang berdiri di depan pintu perpustakaan dan berseringai ke dirinya. "Thun-kun~"
"Hyaaaaaa!! Menjauh dari gue! Kenapa lu berubah jadi Cowo sih! Jadi cewe aja udah ribet apalagi cowo! Bisa-bisa si Alucard bodoh itu Cemburu berat ke lu!" Sembur Thundy ketika Emy berusaha memeluknya.
"Thun-kun, peluk! Aku mau peluk kamu pake tubuh laki-laki!" pinta Emy sambil mengejar Thundy.
"Nein!!" Thundy berlari keluar perpustakaan dan menabrak seseorang didepannya.
"Kau baik-baik saja, Tuan Shocka?" tanya Alucard yang menabrak Thundy barusan.
"Al, bawa gue kabur sekarang kemana gitu!! Ah!! Apa yang gue katakan barusan!!" Thundy langsung pasrah ketika alucard membawanya gaya bridal ketika dikejar sama Emy dibelakangnya.
"KEMBALIKAN THUN-KUN KU!!!"
"TIDAK AKAN! DIA MILIKKU!!"
'kenapa gue apes banget sih!!?'
Rilen dan Lisa
"Bibi, Lihat Lisa, dia dicari..." Teiron langsung menganga karena...
"Oh, Ada apa Teiron?" seorang pria iljamae berambut merah dan memakai kacamata hitam malah yang ada di kamar bibinya.
"Nggak apa-apa kok.. P.. P.. Paman..." Teiron langsung gugup ketika melihat Bibinya berubah menjadi seorang pria.
"Paman? Kau ini bicara apa?"
"HYAAAAAAAA!!!"
"Aneh..." gumam Bibi Rilen melihat keponakannya lari entah kemana.
Teiron langsung duduk di sofa dengan nafas terengah-engah setelah panik melihat bibinya berubah menjadi seorang paman. 'Ada yang aneh!' pikirnya.
"Tei-kun, kau tak apa-apa?" tanya Lisa dibelakangnya.
"Ya aku tak ap... A..." Teiron langsung pingsang karena melihat.
"Te.. Tei-kun? Kenapa pingsan?" ujar Lisa sweatdrop karena dia nggak tau kalau Teiron pingsan karena melihat dia jadi laki-laki.
Naya
"Udahlah, nggak usah dipikirin mimpi doang kok dipikirin!" cela Edgar ke Salem yang masih pundung karena mimpi kakaknya jadi laki-laki.
"Tapi, rata-rata mimpi gue jadi kenyataan.. Bisa-bisa, ntar gue ngeliat semua cewe jadi laki-laki gitu!" pekik Salem frustasi.
"Salem kenapa?" tanya Seorang pria yang matanya di perban.
"Ka.. Kau siapa?" tanya Edgar kaget.
"Tuan Edgar kau lupa diriku?"
Salem menengok sedikit dan melihat, seorang pria matanya diperban, pake syal, dan baju yang yah.. Lusuh, rambut panjang terikat dan berkulit kecoklatan.
"Na.. Naya/Kakak!?" pekik mereka berdua bersamaan. Alhasil, Salem mendejotkan kepalanya lagi ke pohon.
"Kan gue bilang apa!! Mimpi gue itu jadi kenyataan lagi!!" jeritnya frustasi.
Adelia
Sepertinya kali ini mungkin akan tambah merinding ketika mendekati Adelia biarpun dia mau. Karena yang di tunjuk orangnya berubah jadi laki-laki dan itu ternyata lebih dari yang dia pikirkan.
"Ikyo, kamu lapar?" tanya Adelia yang sekarang lebih tinggi dari Ikyo dan juga lebih tegap dari dia. Dan suaranya juga makin berat.
"Ng.. Nggak! A.. Aku nggak lapar!" jawab Ikyo gugup.
"Ah, masa.. Tapi, perut kau bunyi tuh!"
Giro juga berubah?
"Gue rasa Giro berubah juga deh.." gumam Rendy yang udah curiga sama Giro yang diem-diem aja dari tadi dan tampangnya juga nggak berubah sama sekali.
"Nggak! Gue nggak berubah Rendy-pyon!" bantah Giro.
"Ah, nggak yakin gue! Sini lu! Buka bajunya!" seru Ethan sambil menarik baju Giro.
"Kyaa! Nggak aku nggak berubah kok!"
SHREEEEEEK!
"Anjrit! Pake BH!" seru para Anak cowok yang pada kaget semua ketika tau Giro juga berubah jadi perempuan.
Tertusuk!!
"Red Apa yang kau lakukan..." ucap Revan dengan muka mulai memerah karena Red sedang memeluknya dari belakang dan meraba dadanya.
"Hmm... Rata..." gumam Red.
"HAUSHDIHW!! SIALAN KAU!!" Umpat Revan.
Red mencoba kabur daru Revan yang melempar banyak sekali pisau kearahnya. Bahkan, salah satu pisau itu hampir mengenai Luthias yang baru saja membuka jendela yang menyebabkan pisaunya terlempar entah kemana.
Dan salah saty pisau lemparan Revan sempat membuat gaduh satu markas karena..
"Ada yang liat Vincent?" tanya Desmand.
"Nggak tau... Eh, tuh di- HIIIIIIIEEEEEEHHH!!" Semuanya langsung berteriak, kabur, bahkan pingsan.
"Ada apa ya?" tanya Vincent yang sepertinya nggak sadar karena sebuah pisau tertancap dilehernya dari sisi belakang sampai sisi depan.
"Cepat ambilkan dia P3K!" seru Desmand yang ikutan panik melihat pisau dilehee Vincent. Sementara Vincent hanya memasang muka watados.
Hmm...
"Kayaknya semua orang yang pacaran sama orang tua yang kena efeknya deh..." gumam Mitsunu dengan pose berpikir.
"Maksudnya?" tanya Maurice.
"Coba tuh lihat Revan, Giro, Lisa, Teiron, Bibi Rilen, Pamanmu, Silica, Iris, dan masih banyak lagi."
"Iya sih..."
"Kecuali satu orang..."
"Siapa?"
"Tuh! Desmand nggak kena efek sendiri!" tunjuk Mitsumu ke Deamand yang sedang minum kopi di pojok sama Vincent.
Dan penyebabnya adalah..
"Takano-kun, Ryuu-kun... Bagaimana penampilanku?" tanya Yuki.
Takano yang sedang cekik-cekikkan sama Ryuuga langsung melongo melihat Yuki berubah jadi perempuan lagi. Bahkan, Ryuuga ikutan melongo di lantai.
"Cantiknya..." gumam mereka berdua secara bersamaan. Tapi, Takano langsung curiga dengan kejadian yang menimpa banyak orang saat ini.
"Yuki.. Kau kenapa bisa berubah menjadi perempuan?" tanya Takano curiga.
"Em.. Aku mencoba menggunakan sebuah matra untuk merubah diri menjadi perempuan kalau laki-laki dan laki-laki untuk perempuan." jawab Yuki Watados.
Takano menghela nafas, "Yuki.. Aku rasa mantra itu menyebabkan kekacauan.."
"Kenapa?"
"Karena Semua orang yang pacaran berubah semua sepertinya mereka terkena efek deh." jawab Takano kemudiaan, dia dibanting Ryuuga.
"Ah.. Pantas saja mereka berubah menjadi kebalika , jadi karena itu toh."
"Emm.. Tenang kok, besok juga hilang kok. Karena hanya sekali saja."
Semua korban yang kena..
"Siapa saja yang kena?" tanya Takano.
Revan, Giro, Grayson, Rilen, Lisa, Adelia, Yubi, Iris, Silica, Amelia, Sandra, Maya, Naya, Emy, Alisa, Lucy, Monika ngangkat tangan bersamaan.
"Rata-rata perempuan yang kena ya.." gumam Takano.
"apakah ini bisa hilang?" tanya Yubi.
"Satu hari doang kok..." jawab Yuki.
"Tapi, ini masih pagi loh.. Kalau begitu.." ujar Alisa.
"Sampai besok pagi, kalian akan berubah jadi laki-laki/wanita. Hati-hati terhapat kebiasaan atau ciri-ciri baru kalian... Terutama kau Red, Rone.. Jangan memegang dada Revan seenaknya." ucap Ryuuga sambil melipat tangan.
'Ternyata mereka bisa se-mesum itu...' batin yang lain bersamaan.
Bagaimana nasib para anak perempuan nanti jadi ada lanjutannya nanti!
Bonus :
1. Sesuatu yang membuat Vincent ketakutan selain suntikan.
"GRAAAAAAAAHHH!!" Vinent entah kenapa langsung meringuk ketakutan dipojokan setelah merobek-robek sebuah surat dari seseorang.
"Itu si Vin kenapa?" tanya Ikyo penasaran.
"Ada satu hal yang bisa membuat dia ketakutan, kakak laki-lakinya doang." jawab Desmand datar dan menghampiri Vincent. "Lex..."
Vincent langsung melompat ke pundak Desmand dan memeluknya dengan erat.
2. Desmand Twin Brother.
Seseorang sedang berada di depan markas squad Garu dengan kursi Rodanya entah kenapa padahal kakinya biasa saja.
"Des.. Kok naik kursi Roda?" tiba-tiba Salem muncul entah darimana.
"Maaf, kau siapa ya? aku belum kenal.." gumam Pria itu.
"Des.. Emm.. Bukannya kita udah sering ketemu ya..." ujar Rendy yang kebingungan.
"Hah? Maksudnya?" pria itu tambah bingung dan..
"Oi, Kalian.. Itu kakak kembar gue, gue yang asli ada dibelakang kalian." ucap Desmand.
"Waaaaaatttt!?" pekik mereka berdua dan Salem langsung pingsan.
"Jiah.. Dia pingsan.." keluh Rendy dan menyeret tubuh Salem ke dalam markas.
"mond.. Lu ngapain kesini..."
"Gue mau ketemu adik kembar gue nggak boleh?"
"Mending kita keluar aja.. Mereka belom tau kita anak kembar soalnya."
"Des.."
"Uah, Vin kau mengagetkan ku!"
Ok, sampai situ dulu ea.
