Balas Revievv :

Rosy Miranto18 :

Hmm.. Baiklah kalau begitu! Kalau sudah jadi akan aku beri tau lewat FB.

Auditore : Boleh saja, asalkan kau menepati 3 janji sebagai Assassin Persaudaraan kami. Satu, jangan pernah tunjukan wajahmu secara langsung ke penduduk. Dua, JANGAN lukai penduduk tak bersalah, kecuali mereka terlibat masalah yang sama. Terakhir, selalu setia terhadap Persaudaraan Assassin jangan membangkang atau berkhianat. Dan salam kami, "Keselamatan dan Kedamaian Saudaraku!"

Nope, dan Absolutely Nope! Aku nggak bisa bikin Lemon!

Alex : Yah.. Terima kasih soal itu -w-/

Girl chan2 :

Revan : Eheem.. *ngangguk

It looks like you have to buy a hero slot too -w-/

Mira : Hem... Menarik...

Alex : 'kay.. thx for that!

Thx!

Chapter 41 : Some absurd Drabble. (Salames Super Extra Ultra Unique Hyper *lanjutkan' lagi Badluck)

1. Jangan bicara hal itu.

Apa yang lebih mengerikan daripada ketemu Daren lagi marah-marah kayak cewe PMS *di dar der dor sama yang bersangkutan.

Ketemu Anjing Rabies.. Halah dilempar baru juga abis..

Jatoh dari lantai 3 eskalator... Kaki hanya patah tulang biasa.

Nyobain masakan Alexia... Mabok.

Dilempar ke tong sampah... Tinggal mandi beres

Tapi, bagaimana jadinya jika ngomong, "Omen adalah Unique wanna be." didepan squad hero unique... Well, itu baru luar binasa karena...

"Dih, Omen-kan cuman Unique wanna be yang ter-PHP mulu sama Develover!" sahut Salem ke Eris dan Rendy ketika sedang melewati depan squad hero unique.

Glek... Ini buruk!

"Sal! Tadi lu bilang apa!?" tanya Eris panik diikuti Rendy yang mulai ketakutan.

"Gue bilang Omen itu-"

"BLAST OFF!"

BLAAAAAAAAAR!!

"Beraninya kau bicara itu..." ucap seorang pemuda berambut biru bermata merah darah dan mempunyai bekas luka yang cukup mengerikan di wajahnya dengan aura hitam diselingi listrik juga panel dimensi dimana-mana.

"Hiiiiiiiii!!!" Eris langsung teleport ke markas sambil menarik Rendy bersamanya meninggalkan Salem yang gosong akibat disambar listrik berteggangan tinggi.

2. Tertuliskan di sebuah buku.

Death note... Hah itu adalah hal biasa. Kalau buku doujin Iris, Emy, bahkan Alexia diem-diem juga bikin doujin.. Itu baru luar binasa.

Misalnya gini..

'Valentine chocolate' karya... Elemy Scorcas.

Pairing : AlfeSal

Tanggal 14 Februari merupakan hari valentine yang terkenal dengan pemberian coklat dimana-mana sebagai tanda kasih sayang untuk pasangan atau seseorang yang kalian sukai.

Salem.. Dia kebingungan untuk siapa coklatnya. Untuk Jean.. Tak mungkin.. Untuk Alfred.. Yah.. Tapi, dia takut karena Alfred adalah hantu. Namun, karena Alfred sepertinya lebih meyakinkan daripada Jean akhirnya dia memberanikan dirinya untuk mendekati Alfred.

Lumayan, daripada di cap Jones cap kaki tiga (?)

"Al.. Um.. Alfred!" panggil Salem.

Alfred berbalik dan menundukan kepalanya karena Salem lebih pendek darinya (brp Cm!? Tinggi Alfred aja 205cm). Salem terlihat malu-malu (biarpun rada takut juga) dengan sekuat tenaga dan keberanian akhirnya dia berbicara juga dengan Alfred.

"Alfred, ini untukmu!" seru Salem sambil menyodorkan sekantong coklat ke Alfred.

"Coklat.. Terima kasih..." Alfred menerimanya dengan senang hati biarpun mukanya tetaplah datar seperti biasa. Hal ini membuat Salem senang karena Alfred mau menerima coklat darinya, karena jujur, dia sendiri sudah menyukai Alfred sejak lama. Alfred memakan salah satu coklat pemberian Salem.

Agak pahit mungkin karena Dark Chocolate, tapi tetap manis. "Hmm.. Lumayan." komentarnya.

"Yaudah.. Itu aja y-"

"Kau sudah mencobanya?" potong Alfred.

"Be.. Belom..." jawab Salem gugup. Alfred mengeluarkan sebuah coklat dari kantong coklat itu.

"Ini.. Cobalah.." ucapnya dengan meletakan coklat itu di bibir Salem. Salem membuka mulutnya dan bermaksud untuk menggigit coklat itu.. Tapi..

"Tidak secepat itu.. Salem." Alfred berseringai dan langsung melahap coklat yang hampir dimakan Salem dan mencium Salem dengan panasnya.

"Hmmhph.." Salem berusaha mendorong Alfred yang tiba--tiba menciumnya itu. Dia meletakan tangannya di dada bidang Alfred tapi, itu sepertinya percuma karena dia belum terlalu kuat, melawan pria yang lebih tinggi dibanding dirinya itu.

"Hup.. Sebaiknya kita ke kamarku sebentar.." Alfred langsung menganggkat Salem layaknya karung beras. Salem terus melawan tapi, percuma saja, Alfred langsung melemparkan dirinya ke kasur dan menahan kedua tangannya.

'(Sisanya pikirin sendiri!)

"Kenapa Ada buku beginian di Perpus!?" Pekik Salem yang tak sengaja menemukan dan membaca doujin Emy tersebut.

Atau begini...

'Jealousy' karya Iris Lisabeth.

Pairing : AlfeSal (kayaknya laris nih pairing)

Warning : Yandere! Alfred.

Alfred tak sengaja mendengar sesuatu yang amat sangat membuatnya kesal karena..

"Aku.. Boleh jadi.. Pacarmu?" Tanya seorang Death Knight muda ketika dia berbicara dengan Salem.

'Berani Sekali dia.. Menembak Salem...' ucapnya geram dalam hati. Hatinya amat panas sekarang. Salem, pujaannya, hatinya, belahan jiwanya, idamannya, Unicorn kecilnya, baru saja ditembak oleh seorang knight yang baru saja hidup, datang, bersaudara dengan cyborg pelupa, yang tidak berguna itu. Untung saja, Salem menolaknya jadi, Salem masih miliknya. Tapi, hatinya masih terbakar oleh rasa cemburu oleh knight itu. Baginya, semua orang dilarang untuk menembak, merayu, menggoda, dan merayu SALEM. Karena SALEM ITU MILIKNYA! HANYA MILIKNYA!

INGIN RASANYA, DIA MENYIKSA, MENGIRIM KNIGHT ITU KEMBALI KE ALAMNYA. Tapi, dia kasihan jika melihat Rina si Cyborg jika harus kehilangan adiknya lagi. Jadi, apa yang harus dia lakukan dulu.. mungkin, ini adalah rencana terkejam dan liciknya. Karena...

'Aku... Akan... Menyingkirkan Rina dulu.. ya.. singkirkan dia.. haha.. hahahahahahahahaha!!'

(sisanya pikirkan sendiri)

'...What the...' Salem hanya bisa kicep membaca doujin buatan Iris yang tak sengaja tertinggal di meja perpustakaan.

Atau bahkan seperti ini :

'AlfeSal Family' karya.. Alexia Mercowlya

Pairing : AlfeSal.. (OMG! hellow!)

NOTE : AU!

... (Skip maksudnya)

"Yah, dulu ibumu selalu ketakutan melihat diriku ini karena aku pernah memakai kostum kepala buntung saat Halloween, kemudian badanku yang tinggi juga." Alfred tertawa kecil ketika menceritakan hal lama saat dia dan Salem masih di sekolah dulu ke Alfastra.

"Ayah! Jangan ceritakan hal itu ke Alfa!" keluh Salem dengan wajah yang dikembungkan.

"Eh, memangnya kenapa?" tanya Alfred sambil tertawa mendengar keluhan Salem.

(Well, pikirkan ndiri sisanya.)

'APA NGGAK ADA YANG LAIN SELAIN SI KEPALA BUNTUNG ITU!?' jerit Salem dalam hati ketika membaca doujin buatan Alexia yang dia temukan di selipan rak Novel.

"Kau baca apa?" Salem langsung kaget karena Alfred mengagetkannya dan melempar buku itu ke atas.

"Nggak baca apa-apa!?" pekik Salem, tapi kemudian dia tertimpa hujan buku dari rak dibelakangnya.

(Sepertinya dia lupa kalau Alfred sering ngedekep di perpus seharian...)

3. TEREKSEKUSI

well, beberapa orang sudah sering dijadikan bahan eksekusinya Red, memang yang biasa digebukin paling Teiron karena suka ngelemparin Hato pake batu bata. Tapi, kali ini mungkin karena ketidak sengajaan Salem melempar pisau tapi, meleset dan tertancap di pundak Hato sampai dia tak bisa menggerakan tangan kanannya.

Jadi.. begini ceritanya...

"Gue hanya sedikit penasaran aja apa yang terjadi dengan perban Naya jika dibuka..." gumam Lectro sebelum dia merasakan aura gelap dibelakangnya.

"Oh, Sh*t, its time to run like a madaf*cka!" umpat Alex.

Beberapa pisau lemparan Salem hampir mengenai orang, Auditore yang lagi jalan, Vience yang lagi gelud sama Tartagus, Desmand yang nemu uang jatuh, Giro sama Luthias lagi tarik-tarikan, bahkan lewat beberapa senti dari telinga hewan Nigou, Flore, dan Tsuchi. Tapi, yang tidak beruntung adalah...

"SALEEEEEEEEEEM!!" teriak Mathias yang tertancap di tembok dengan pisau di lengan bajunya.

"Hieeeeeeeeeeeh!" Arie, Zen, dan Tumma yang langsung kabur pontang-panting melihat Vincent tertancap pisau di kepalanya.

Dan Juga...

"ADUH!!"

Oke Salem... Kau dalam bahaya besar..

"SAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLLLEEEEEEEEEMMMMMM!!!" bagaikan Suara Teriakan iblis yang tidurnya terganggu dan terbangun dengan rasa amarah dan benci langsung menggelegar di seluruh markas bahkan sampai burung-burung yang ada di pohon langsung terbang semua. Bahkan, yang lagi kejar-kejaran langsung berbalik arah karena dia yang dikejar. Kalau hanya Red sih mending.. Tapi kali ini...

"Kemari Kau!!"

Red, Rone, Aka, Takano, Ryuuga yang ngejar Salem. bayangin aja sendiri, satu aja udah serem apalagi lima.

4. Trying Leap of Faith.

Sepetrinya Leap of Faith sedang terkenal di beberapa anak laki-laki squad GC dan RH.

"Udah nyoba Leap of Faith?" tanya Ethan yang tak sengaja menyela pembicaraan Salem dan Rendy.

"Gue udah dong, seru sih.. Emang awalnya takut juga." jawab Rendy.

"Emangnya itu ngapain?" tanya Salem penasaran yang membuat mereka berdua kaget berjamaah.

"Lu belom tau!?" tanya Rendy dan Salem hanya menggelengkan kepalanya.

"Jadi gini.. Lu terjun bebas dari atas tower ataupun itu bangunan yang memiliki 3 lantai atau lebih tapi, dibawahnya udah disiapin pake Matras, tumpukam jerami, kapas, atau pakai trampolin." timpal Ethan.

"Kok.. kalian berani aja sih, Nekat gitu.." balas Salem dengan muka ilfeel.

"ih seru tau.. Rata-rata anak laki-laki sini udah nyoba semua.. kecuali Teiron, Nigou, Tsuchi, Hato." sambung Rendy.

"Teiron belom?"

"masih takut dia, lu lupa terakhir kali dia diturunin dari pohon kelapa sama Mathias?"

"Oh, iya.. gue inget.."

Salem berpikir sebentar kemudian, dia memutuskan untuk mencobanya. Mereka bertiga langsung pergi ke lantai 7 karena di situ ada ruang terbukanya, di ujungnya terdapat tempat para anak laki-laki nyobain Leap of Faith.

"Nah, disini kalo lu mau nyobain.. Tapi, inget lu harus bisa nentuin arah jatuh lu.." peringat Ethan.

"jadi gini... pertama lu harus jatoh vertikal tapi, pas udah mau nyampe tanah usahakan punggung lu duluan yang masuk, kecuali di air. kalo air, usahakan tetep Vertical Dive karena lu bisa cedera kalo pake punggung duluan." jelas Rendy.

Salem mengangguk dan mencoba mengambil ancang-ancang diujung dan bersiap melompat. Kemudian, dia langsung melompat ke bawah, tapi sayang Rendy dan Ethan baru ingat sesuat.

"oh iya, sekarang jamnya buang sampahkan?" tanya Rendy.

"Eh, iya! kalo gitu Salem berarti lompat ke..."

Bluk!!

"Kenapa nggak ada yang bilang kalau sekarang jam buang sampah!?" pekik Salem ketika dia malah mendarat di dalam tong sampah yang sudah berisi dengan sampah-sampah markas

5. Terlindas RoadRoller nyasar.

Ingat, ketika berada di jalan raya atau sekitar markas, harus berhati-hati dengan keadaan lalu lintas sekitar, walaupun itu sesepi apapun keadaan lalu lintas sekitar. Bisa saja ada mobil balap, motor balap, Truk, becak (?), bajaj balap (?), bahkan Road Roller yang bisa saja datang entah dari mana asalnya.

Seperti ini contohnya...

"nyebrang ah, sepi ini.." gumam Salem sebelum akhirnya dia melihat kesamping dan terdapat road roller dengan kecepatan tinggi dikendarai oleh seorang remaja perempuan dengan pita besar dan baju pelaut. Naasnya, karena baru sadar, Salem akhirnya gepeng terlindas Road Roller nyasar tersebut sampe gepeng. Sementara, si pengendara malah asik-asiknya kebut-kebutan pake Road Roller dia.

Bonus : Balapan Menuju rumahnya Mayer bersaudara.

"Nee... Ibuku mau bertemu kalian, ada yang mau main ke rumahku?" tanya Silica.

"Boleh, aku mau sekali-kali main ke rumah mu, pasti besar." ucap Amelia.

"Ikut.."

"Baiklah.."

Kemudian, mereka semua (12 orang) keluat menuju ke jalan raya terdekat.

"Kita naik apa?" tanya Maya.

"Kata Alex sih.. Naik mobil.." jawab Silica.

"12 orang emangnya muat satu mobil?" timpal Sandra.

"tenang, kak Eu dan Gumo siap nganterin kok."

"Hei, kalian ayo naik! Mobilnya sudah siap nih!" Semuanya langsung cengo (min. Silica) ketika melihat Alex datang dengan Mobil Sport berwarna hitam metalic dan sepertinya itu keluaran baru, datang dari samping mereka. Di belakangnya, terdapat Eudo dan Gumo yang menyetir mobil sport juga berwarna Orange dan Sillver.

"Ini Mobil punya lu!?" tanya Sandra yang kagum melihat mobil itu. "ini mahal banget pastinya."

"Ya, gue beli sendiri pake tabungan gue... sekitar... yah.. 500 juta peso ada kali..." jawab Alex datar.

"500 juta!?" pekik Semuanya bersamaan.

"Udahlah, ayo kita berangkat aja!"

semuanya pun langsung ngacir untuk naik kedalam mobil itu.. Tenang atapnya ditutup kok.

Urutannya begini..

Mobil 1 : Alex, Silica, Ethan, Lectro.

Mobil 2 : Eudo, Pyro, Sandra, Amelia.

Mobil 3 : Gumo, Maya, Jung, Rinon.

Kemudian, Mobil pertama jalan duluan, tak lama dari selang mobil pertama jalan. Mobil kedua menyusul mereka diikuti mobil ketiga.

"Dadah Minna!" seru Jung dari mobil ketiga yang ada dipaling depan.

"Wah, nggak bisaa dibiarin nih!" Alex langsung menginjak gas dan sekarang dia melesat didepan.

"So long, Sucker!" ejek Ethan degan seringai di mukany.

"Ngajakin Balapan nih anak!" Eudo yang tak mau kalah langsung menginjak gas nya dan melesat dengan cepat melewati dua mobil sebelumnya.

"Weee! dadah!" Ejek Sandra dari kaca mobil dengan menjulurkan lidahnya.

Alex langsung tersulut dengan ejekan itu, "Ngocolin nih anak! semuanya pegangan!"

Ngeeeeeeeenng!

Alex langsung melesat dengan cepat. Melewati kedua orang yang lainnya.

Eudo tiba-tiba tersadar dari lamunan singkatnnya ketika Alex baru saja menyalip mobilnya, "Dih, nggak boleh dibiarkan ini! Balap nggak nih semuanya!?"

"Yoi! kapan lagi!" seru Pyro, Sandra, dan Amelia bersamaan dengan acungan jempol. "Permalukan mereka Eudo!"

Wuuuuuush!

Mobil Eudo langsung mengebut secepat kilat.

"Woi! Beraninya ngebalap gue!" sembur Gumo kemudian dia menambah kecepatan mobilnya.

"Balap mereka Gum!" seru Rinon.

"Jangan Mau kalah!" sambung Maya.

sementara, Jung dengan asiknya dia malah tidur pas balapan. Dari sisi Alex, Silica malah baca buku, makan kue kering sambil denger musik tanpa gangguan sama sekali biarpun tuh Kakak, Temen kakaknya, bahkan Suaminya pada balapan semua.

Setibanya di sebuah putaran, Amelia, Rinon, dan Lectro langsung mencolek supir mobil mereka. "Ngedrift ya! Jangan buat penumpang kecewa!"

"Okeh!"

Ketika mereka selesai ngedrift, sebuah mobil merah menyalip mereka bertiga. Dengan supir yang tidak asing dimata mereka semua dan mengenakan kacamata hitam. Dengan penumpang yang mereka juga tidak asing dilihat.

"Duluan ya! Minna!"

Mobil itu langsung melesat meninggalkan mereka semua.

"I.. Tadi barusan itu Red atau Rone atau Aka, sama Eris, Alfred, dan Revan?" gumam Mereka semua kaget.

beberapa menit kemudian, setelah mereka sampai dan memarkirkan mobil mereka di halaman rumah kediaman Mayer. Mereka langsung melihat mobil merah yang menyaipp mereka sudah duluan dan empat orang lainnya sudah menunggu mereka berdua belas.

"Jadi, tadi itu Rone, Revan, Eris, sama Alfred beneran?" tanya Maya.

"Nyoai! kita nyusul soalnya." balas Eris.

mereka berjalan ke pintu depan dan Silica langsung memenet bel pintu.

"Halo, ah- kalian sudah datang cepat sekali sampainya." sapa Elisa ramah.

"kalian balapan ya?" tanya Drud dibelakang Elisa.

"Eh, emm.. yah, diawal doang sih.."

"Huff.. terserah.. yaudah masuk!"

beberapa jam kemudian..

"balapan lagi nggak!?" ajak Eudo.

"Yoi lah! kapan lagi!" seru Alex.

"Boleh, Siapa takut!" tantang Gumo.

"Let's get rock guys!" kemudian, mereka berempat balapan lagi sampai ke markas.

Tentu saja dengan Eurobeat Super Intensif di ardenalin mereka.

Ok, Segitu dulu...

n/b : Rosy-san, mungkin soal one shot masih dalam pengerjaan karena buntu ide.