Balas Revievv :

Rosy Miranto18 :

Auditore : Ya.. Tak apa, aku hanya menawarkan jika kalian atau saah satu dari kalian tertarik masuk ke persaudaraan kami. Karena kami juga banyak bidang yang kadang suka terselip di dalam masyarakat, dari bajak laut, Dektetif, Seniman, Polisi, dan masih banyak lagi.

Ryuuga : Hmm.. terima kasih soal itu, biarpun tak akan mempan ke kami ketika seppuku.

K. Rin : Ini Road Roller, bukan Roller Coaster! Mau ku lindes!?

Me : Sejak kapan ada Kagamine Rin disini!?

Rin : Aku merasa terpanggil! yaudah aku datang aja deh.

Alex : *merhatiin mobilnnya (Karena nggak terlalu tau soal permekanikan dan mesin jadi pake imajinasi sendiri) Hm.. Iron Stagnand DX-08 punyaku, Silver Panthera HGL I-7 punya Gumo, Red Black Cross M6H punya Rone, dan Eudo, Orange Supercellular.

Eudo, Rone, Gumo : *nenggok kebelakang dan liat rombingan mobil lainnya, oh.. ini tidak bagus.

Kau pusing soal judul karena aku menggunakan bahasa S :v

jadi gini, kan itu ada Salames diambil dari kata Salem tapi, pas kata Lem nya diganti jadi, 'Lam' lalu e-nya ditaruh dibelakang m. jadi 'Salame' habis itu, di setiap akhir kata ditambahin huruf 'S' jadinya 'Salames'.. pusing? sama aku juga :v

Girl-chan 2 :

Belom kasian ini! masih biasa!

Namanya Juga Madam Fujo gimana nggak bakalan rusuh tuh cerita kalo nggak dibikin yang aneh-aneh :v

Slot hero itu penting loh, daripada terjadi event herper tapi, Slot penuh dan kejadiannya kau dapet hero yang kau inginkan itu nyesek loh :'v

Thx!

Chapter 42 : Re-Chan Nau! (Ada yang nggak asing dengan judulnya deh :v)

1. Peluuuuuuk~

"Eh! Woi lepasin Oi!" Keluh Revan ketika Red memeluknya dengan erat.

"Nggak!"

KRAUK!

"Gigit aku aja, nggak apa-apa kok, aku juga nggak bakalan lepasin kamu." ucap Red ketika Revan menggigit lengan kirinya.

'Ah, imutnya!'

Dasar Aneh -_-

2. Belanja Bersama

Rone dan Revan belanja bareng di sebuah supermarket untuk membeli beberapa keperluan yang di suruh Yuki, dan juga.. beberapa titipan makanan yang dipesen sama beberapa anak squad sableng lainnya.

Entah karena iseng atau emang kepikiran kayak gitu. Rone ngomong sesuatu yang ngebuat Revan ngeblush abis-abisan pas lagi nunggu bayaran dikasir.

"Rev, Ini.. Kencan ya?" tanya Rone dengan senyuman dan pertanyaan itu sukses membuat sang kasir, Revan, dan beberapa orang dibelakang mereka kaget.

"D.. dih, ini.. hanya belaja kok lu bioang kencan sih!?" balas Revan yang mulai ngeblush.

"Etto, kalian pacaran?" tanya sang kasir.

"Ti.. Tidak! Di... Dia hanya-"

"Ya, kami pacaran dan sudah punya seorang anak." jawab Rone watados.

"Eh..." ujar sang kasir yang kelihatannya shock berat dan Revan malah tambah ngeblush abis-abisan.

sekeluarnya mereka dari super market itu, Rone dihajar pake se-karung beras isi 5 kg yang mereka beli.

"KONO BAKAAAAA!!!"

3. Inu-mimi

"Wow, Rev.. You look so cute with that dog ears." ucap Michael yang mencoba menahan tertawanya ketika melihat sebuah bando telinga anjing di kepala Revan.

"Huh? Wadda ya mean?" tanya Revan bingung, Michael menunjuk kepalanya. Revan meraba kepalanya dan melepaskan sebuah bando telinga anjing di kepalanya. "The Hell!?"

Sorenya...

"MAKSUDNYA INI APAAN SIH, AKA!? LU MAU MALU-MALUIN GUE DIDEPAN TEMEN LAMA GUE!?" omel Revan setelah pulang dan menunjukan bando tersebut ke Aka dengan blush dimukanya.

"Ahahaha, Gomen-gomen..." ucap Aka sweatdrop.

'Kalau aja dia nggak keluar, pasti nggak kayak gini jadinya.' batin Aka.

4. Makna tersembunyi.

Red, Rone, dan Aka selalu senang jika Revan mulai ngedumel, mengeluh, ngomel, malu-malu, atau bahkan memukul mereka. Bagi mereka, itu terlihat sangatlah imut. Apalagi kalau Revan sudah mulai dengan Tsunderenya kayak...

"Gue tak butuh perhatian!"

"Bego!"

"Dih, Gue hanya kasian aja liat lu!"

"Jangan berpikir yang aneh-aneh!"

Hal itu dapat membuat mereka bertiga berantem berebutan Revan, ngebully Revan dengan tujuan lain, bahkan.. mereka sampai Terangsang karena celotehan Revan.

5. Gambar

Red menelan ludahnya, keringat keluar dari seluruh tubuhnya, matanya dia belum kedip selama beberapa detik, dan jarinya sesang berusaha bertahan di tombol enter keyboard setelah menulis.

ピアーズ・ニヴァンス R-18

dikolom search oogle (?)

'enter, nggak, enter, nggak, enter, enggak!' ujarnya.

Ingin tau alasannya?

Karena Kaptennya Alex (Piers) mirip (pake banget, sangat pula) sama Revan dan dia bisa saja memuaskan dirinya sendiri dengan gambar yang dia cari. Tapi, dia masih belum yakin dengan hal itu.

6 Pesan Tapi Bohong.

Kling..

'Selama ini aku hanya menyukaimu Rone... w.. wow...' Rone kaget melihat pesan yang dia terima dari Revan.

'Haha! jangan bohong deh, aku tau kau mencintai kami bertiga.'

'Kau tau... kau hanya seseorang yang ku kirim pesan ini..'

'Beneran!?'

'Tapi, Boong! wkwkwkwkw :v'

'Nih anak ya... jangan harap aku akan mengampuni mu malam ini.' batin Rone dengan aura gelap dari tubuhnya.

Bonus : Time Traveling Great Great Great Great Great Great GrandFather and Hacked.

Kling..

Mondam : Hei, cepat ke Apartement Paman Syahin sekarang! Ada yang penting disini!?

Mandom : Apa itu!? Ajak Vin ya?

Mondam : Terserah, pokoknya cepat deh!

Kling...

"Vin! anterin ke tempat paman Syahi- Woaaaaaaah!" Dengan sekejap mata Vincent mengikat tubuh Desmand dengan sebuah tentakel kehitaman yang keluar dari punggungnya. Dia kemudian langsung melompat keluatlr jendela.

Kemudian, kediaman Syahin...

"Halo, Mond, Paman Syahin!" Seru Desmand ketika sampai di depan pintu apartement tempat Syahin tinggal. Seseorang mengintip dari balik pintu dan membukakan pintunya.

"Oh, kau sudah datang ayo cepat kedalam!" perintah Desmond, Desmand mengikuti dia dengan penasran dan dibelakangnya Vincent membuntutinya. Ketika mereka mencapai ruang tamu, desmand kaget melihat seorang berjubah putih kebiruan sedang duduk dengan wajah yang datar di mukanya.

"Emm.. apa hanya aku tapi, aku baru saja melihat Connor.." bisik Desmand.

"Justru itu yang aku mau bicarakan.. Entah kenapa Connor bisa sampai di waktu kita.. dan aku ingin dia tinggal bersama-"

"Tinggal bersamaku dan blablabla!" potong Desmand.

"Vin bantu aku!" seru Desmand dan Vincent hanya mengangguk dia mengikat kedua orang (Mand dan Connor) dengan hal yang sama lalu pergi keluar lewat jendela. (Biarpun Connor sempat kaget dengan Vin..)

"Huff.. yang penting nggak ada yang-"

"Ehm.. Desmond, aku mau minta maaf tapi, ada dua orang lagi.. kau taukan siapa mereka..." ucap Pamannya sambil menunjuk dua orang di pintu sedang bersender dan melipat tangannya. "Dan Paman ingin kau merawat mereka ketika Connor bersama Desmand!"

"Kenapa harus Ezio dan Altair!?" jerit Desmond.

Di markas..

"Siapa ini?" tanya Adelia ketika melihat Connor sedang celingak-celingukan di markas squad Garu.

"Dia.. em.. sebenarnya.. Kakek buyut buyut buyut buyut buyut buyut buyut-ku." jawab Desmand gugup.

"Kenapa dia bisa disini?" tanya Rina penasaran.

"Distorsi waktu mungkin.."" jawab Vincent datar.

Adelia dan Rina mendekati Connor yang masih penasaran dengan alat-alat modern di tangannya. Bahkan, sempat membuatnya kaget dan memasang posisi siaga bertarung.

"He.. hei, kami bukan musuh ok.. Em.. Boleh tau namamu pak?" tanya Adelia.

"Nama.. ku?"

"Iya, namamu siapa pak?" tanya Rina.

"Ratonhnhake;ton, itu namaku.." jawab Connor watados

krik.. krik.. krik..

"Susah amat namanya!? ups, maaf.." celetuk Edgar yang tak sengaja mendengar percakapan mereka, sampai membuat Connor mengancamnya dengan sebuah pisau panjag keluar dari ujung lengan bajunya.

"He.. hei, dia teman kami.. ma.. maaf soal dia." sambung Naya setelah menepuk pundak Connor.

Connor mengangguk dan menurunkan pisaunya. Tapi, ada sesuatu yang membuatnya penasaran.. 'Dan terjadi lagi...'

"Em.. kau ini buta kan? bagaimana bisa- oh mungkin, pendengaran mu.. Awas!" Connor langsung mendorong Naya ketika sebuah pisau meluncur kearah dirinya. Connor membalas lemparan pisau itu dengan lemparan kapak kecilnya persis dengan arah pisau itu datang. (hm.. apa Salem beruntung untuk menghindari kapak itu apa nggak ya?)

'Gue yakin.. Salem kena..' gumam edgar sweatdrop.

" Oh iya, panggil dia Connor ya.. itu nama lainnya." ujar Desmand dan semuanya mengangguk.Tiba-tiba saja, Listrik markas padam semua.

"Aneh, kitakan pake tenaga surya.. kenapa tetep mati listrik?" gumam Rina bingung.

"iya.. apa alatnya rusak.."

"kayaknya masih bener deh alatnya.."

"Trus kenapa dong?"

Desmand dan Vincent mepunyai firasat buruk soal matinya listrik di markas.

'Des.. apa kau curiga terhadap sesuatu?' bisik Vincent.

'Ya.. menurut struktur dari mesin itu.. hampir tak mungkin seseorang biaa merusaknya dengan mudah.'

'aku rasa.. ada dalang dari semua ini...'

"Em.. semuanya kita nggak dapet sinyal HP sama sekali.. Aneh..." timpal Adelia ketika melihat HPnya tidak mendapat sinyal sama sekali.

"Aku punya firasat kalau markas mu baru saja Di Rentas (Hacked) sama seseorang" balas Vincent.

"Hah!? Di Hack? Sama Siapa?"

"Mana aku tau.. Tapi, aku sepertinya tau soal ini..."

Di luar markas di atas sebuah gedung tinggi. Seseorang sedang mengetik dengan cepat dan sesekali mengecek Hpnya. Pria yang mengenakan topi dan jaket panjang berlapis.

'Ketemu kalian..' pikir pria itu.

N/b : Singkat memang karena hanya iseng.

aku harap ada slot hero event (ngebet karena slot hero tinggal 2) Mau masukin Indian soalnya TwT

Soal Syahin.. itu altera, namanya ku ganti jadi Syahin Al 'uqob (Ekor dari elang yang gagah)