Chapter 44 : HIS COMING FROM ALTERNATE UNIVERSE!
"Itu Anak kecil dari mana ya?" tanya Giro ketika melihat seorang anak kecil berambut merah muda sedang mengelus koppen di depan pintu.
"Anak kecil?" semuanya langsung melihat ke depan pintu dan ternyata memang ada seorang anak kecil berambut merah muda sedang mengelus koppen di depan pintu.
"Anak siapa dia?" tanya Tumma.
"Tunggu dulu, orang yang punya rambut merah muda, kan hanya satu orang..." Timpal Eris dan semuanya langsung merilik kearah Alfred. "Tapi, nggak mungkin kakak gue hamilin orang cuy!"
Tiba-tiba, seekor katak melompat ke arah anak tersebut dan anak kecil itu langsung jejerit sambil lari dengan ekspresi panik yang mereka kenal.
"Ekspresi panik itu, mirip paniknya Salem!" seru Rendy ketika menghampiri anak kecil itu. "Hei, umm.. Kamu-"
Bruk!
"PAMAN RENDY! TOLONG ADA KATAK!" sahut anak kecil itu sambil menunjuk katak di depan pintu dengan tangan gemetaran.
"O... Ok..." Rendy menghampiri katak itu dan mengeluarkannya dari Markas. Tapi, dia tiba-tiba teringat sesuatu. "KENAPA KAU TAU NAMAKU?!" Tapi, saat dia menengok anak itu sudah ada dibelakang Alfred.
"Ayah..."
"...Kau, ah... ya, Alfa ada apa?"
"ALFA!?" pekik Eris, kemudian dia teringat sesuatu dan mengangguk. "Oh, ya..."
Kemudian
"Huff... kenapa harus mimpi yang aneh-aneh lagi..." keluh Salem sambil duduk di sofa ruang tengah.
"Emangnya lu mimpi apa lagi?" tanya Edgar.
"Ada anak kecil, manggil gue Mama, trus dia mirip Alfred, dan manggil Alfred Ayah, kan nggak enak pake banget, masa gue punya anak dari hasil hubungan sama si pala buntung sih, mana mimpi gue rata-rata jadi kenyataan mulu."
"Oh, soal anak kecil, pasti rambut merah muda ya?" tanya Edgar lagi.
"hmm."
"Tuh!"
Salem melirik kebelakang dan Alfa langsung menerjangnya dari atas sofa. "MAMA! KETEMU!"
"OMG HELLOWW! SALEM PUNYA ANAK! SALEM JADI IBU!" Sahut Alpha.
"Diem LU!" sembur Salem.
"Mama Ayo ke taman bermain!" ajak Alfa sambil menarik tangan Salem.
"SEKARANG?!"
"IYA! AYO!"
WUUUSSSH!
"Wah, cepet banget ya..." gumam Eudo Sweatdrop melihat kejadian itu.
Di taman bermain..
"Jadi, aku yang tentukan kita bakalan mengunjungi wahana apa dulu nih?" tanya Alfa dengan sebuah peta taman bermain di tangannya, kemudian dia membuka peta tersebut.
"Ya, kau yang mengajak, kau yang tentukan." jawab Alfred yang sedang memeluk Salem.
"Dia benar, kau yang tentukan." sambung Salem.
Alfa melihat ke peta tersebut dan melihat sekeliling. "Ah, kita kesana dulu." Dia menunjuk sebuah wahana yang akan mereka kunjungi pertama kali, tapi sayangnya wahana itu adalah hal yang paling dibenci oleh Salem... Rumah Hantu
"Tidak! Kita tidak akan ke- Alfred!" Salem berusaha memberontak dari pelukan Alfred tapi, Alfred lebih kuat daripada dia. Jadi, dia hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan (anak) Alfa yang ingin masuk ke rumah hantu.
15 detik kemudian..
"HUUUUUUUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!"
Sebuah teriakan yang indah nan merdu (?) terdengar dari dalam rumah hantu tersebut.
2 menit kemudian...
Mereka keluar dengan selamat, Alfred tetap dengan ekspresi muka datarnya, Alfa kebingungan melihat Salem, dan Salem sedang memeluk Alfred dengan erat, gemetaran, dan nangis.
"Mama takut dengan hantu?"
"Yap dan Yap..."
Kemudian saat mereka kembali ke markas..
"Hei, bagaimana? apa kau senang disana?" tanya Eris ketika melihat mereka bertiga telah kembali dari taman bermain.
"Ya! Mama ketakutan saat kita menaiki RollerCoaster dan Rumah Hantu!" jawab Alfa dan Salem hanya bisa facepalm.
"Oh, itu sudah biasa kok." sambung Eris yang sebenernya mau ketawa tapi, takut ngakak (?)
"Ehehe, ah, aku mau ke toilet lagi. Mama, anterin, aku nggak tau taoilet disini dimana!" pinta Alfa.
"Baiklah, ayo Mama antarkan." Ucap Salem sambil menghelakan nafasnya dan mereka berdua pergi meninggalkan Eris dan Alfred. Eris menyenggol pundak kakaknya dan tersenyum untuk menceritakan apa yang mereka sudah lakukan disana. Alfred menghela nafas dan melirik ke Eris.
"Yah, tak ada yang baru kok.."
"Kau bohong kan?" Alfred diam saja. "Ayo, pasti ada yang kau sembunyikan."
"Baiklah, kau menang..." ucap Alfred.
"Aku... Jadian.."
"SAMA SALEM?!" Teriak Eris yang sukses membuat orang disekitar mereka langsung menengok kearah mereka dan Alfred mengangguk dengan watadosnya.
"What? Alfred? Jadian.. sama Salem?!" pekik Iris.
"Serius?" (Emy)
"Cius? Miapah?" (Hanny)
"Salem harus di Intrograsi!" (Rendy)
"WTF!" (Edgar)
"Salem jadian sama Alfred... Oh, baguslah." (Naya)
"Wow, Akward..." (Red)
"Cinta dua dunia.." (Teiron)
"OOOOOOOOOOOOHHHHHHHH MMMMMMYYYYYYY GOOOOOOOOOODDDD!" (Reha)
"Bah, Kuat juga dia" (girl-chan)
beberapa menit kemudian
"Kenapa semuanya menatap kearah gue?" tanya Salem bingung ketika suasana ruang jadi agak sepi dan semuanya menatap kearahnya.
"Ehm.. Jadi, untuk orang yang baru aja jadian... SIAP-SIAP PJ!" Teriak Ethan dan semuanya langsung ngebut kearah Salem, ada yang lari, ada yang loncat indah, ada yang Teleport, ada yang Sleding ala Kak Seto segala pula (?)
"GYAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Salem langsung ngibrit entah kemana tau setelah semuanya mengejarnya dengan tatapan "Minta PJ!"
"Mama kenapa?"
"Biarkan, ini sudah sering terjadi kok."
"Iye, iye, plis jangan PJ kek! Dompet gue tekor nih soalnya!" Jerit Salem yang sedang diikat dibangku.
"Yaudah, kapan-kapan lu traktir se-markas ye!" Sambung girl-chan.
"Nggak se-"
"Ok, Dua Squad!"
"NGGAK!"
Alasan kenapa Alfa Bisa Kesini
"Alfa kenapa kau bisa kesini?" tanya Alfred sambil mengusap kepala Alfa yang sedang dia pangku.
"Emm... aku hanya mau bertemu kalian disini saja kok." jawab Alfa pelan.
"Kau bohongkan?" timpal Salem.
"Tidak, aku tidak bohong!" balas Alfa.
"Jujur saja, kami tak akan marah kok." sambung Alfred.
"Tidak! Alfa Jujur! Alfa Jujur!" Alfa mulai menangis tersedu-sedu, Salem mengusap kepala (Anak) Alfa untuk menghiburnya.
"Katakan, apa yang terjadi disana?" Tanya Salem.
"Ayah dan Mama sering bertengkar, Aku... Kabur ke.. Tempat paman Eris. Kemudian, A.. aku diam-diam menggunakan sarung tangan miliknya dan pergi kesini." ucap Alfa disela tangisannya.
"Kabur baru seharikan? pulanglah mereka pasti khawatir." hibur Alfred.
"Aku... Sudah Seminggu kabur dari rumah."
GUBRAK!
"Kuat banget! kabur seminggu." Keluh Salem yang bangun dari jatuh.
"Pulanglah, aku akan beri tau Eris soal ini."
"Nggak mau! Nanti..."
"Nggak, pasti mereka sudah baikan kok. Kita lihat saja, tapi Ayah akan menemanimu." ucap Alfred dan Alfa langsung memeluknya.
"Terima kasih, Ayah."
Besoknya..
"Baiklah, ini aku akan buka portalnya.. Eh, apa?!" Sebuah portal terbuka dan Eris kaget ketika melihat seseorang pria berambut ungu namun, dengan beberapa bagian sudah memutih di bagian depan keluar dari sebuah portal. "Kau?!"
"Kau, diriku yang satunya lagi?" tanya pria tersebut bingung.
"Kau juga Eris LanceFord?" tanya Eris balik.
"Yap, namaku Eris Lanceford.. berarti kita sama." jawab Eris dari dunia lain itu. "oh, kau disini, Alfa... Mereka sangat khawatir karena kau kabur dari rumah."
"Maafkan aku paman..." ucap Alfa pelan, Eris (Yang AU) melihat sekeliling dan menyadari keberadaan dua orang pasangan (?) baru dibelakang Alfa.
"Oh, apa Kak Alfred... dia hidup disini?" tanya Eris (AU)
"Tidak, dia sudah mati, 2 tahun lalu,"
"Dan sepertinya... pfftt.."
"Kenapa?"
"Tidak, tapi, Salma menjadi seorang pria."
"Salma?" Eris bingung.
"Itu, pria yang menjadi pasangan kak Alfred di dunia ini. kalau di duniaku, dia itu perempuan, namanya Salma." jelas Eris (AU)
Gubrak
"What The, Pantesan Alfa manggil gue "Mama"!" Sembur Salem yang baru saja bangun dari pose terjatuhnya.
"Dan lu udah terlanjur jadian sama Alfred." Ujar girl-chan dan Reha bersamaan.
"Argh! Gue emang orang tersial yang pernah ada!" jerit Salem sambil lari ngiterin markas.
"Sudahlah, tak usah pikirkan dia.. Ayo, Alfa kita pulang. Nanti, kau jelaskan semuanya juga ke Orang tuamu."
"Baik Paman, dadah semuanya." Alfa kemudian memegang tangan Eris (AU) dan melambaian tangannya kearah Alfred. "Selamat tinggal Ayah.'
"Dadah, Alfa." Kemudain, Portal barusan tertutup.
"Oh, well.. semuanya kembali normalkan sekarang?" tanya Reha.
"Ya, setidaknya-" tiba-tiba, terdengar suara teriakan anak perempuan dari dapur. "Apalagi sekarang?"
"Tolong! Ada yang bunuh diri!" teriak Yubi panik.
"Siapa? kenapa?" tanya girl-chan dan Reha bersamaan.
"Warrend, dia-dia.."
"Dia bunuh diri! Yaudah ayo samperin aja!"
Begitu mereka datang ke dapur merela melihat pemandangan yang mengejutkan karena darah dimana-mana dan para anak perempuan, mereka semua sangat syok dengan apa yang mereka lihat. Sementara Warrend masih dalam keadaan kejang-kejang di lantai walaupun, Yuki sudah mulai menutup luka sayatan dilehernya.
"k.. Kenapa dia nekat melakukan itu?" tabya girl-chan agak ngeri melihatnya.
"Entahlah.. Aku akan menanyakannya saat dia sudah sadar nanti." jawab Reha datar.
Bonus :
It's his dead day...
Sudah 5 tahun setelah kematian kakak kembarku, hari ini tepatnya 12 Desember. Aku masih mengingat kejadiannya, dia mengorbankan dirinya demi keselamatan dunia ini. Saat itu, aku sempat mau menolongnya, tapi yang lainnya sempat menarik tubuhku sebelum tertimpa dengan reruntuhan sebuah kuil bawah tanah. karena.. Anak kembar seperti satu jiwa walaupun memiliki tubuh yang terpisah, yakan? Dan benar, setelah kehilangan dia.. Aku perlu hidup sendirian, biarpun.. Ayahku, teman-temanku, dan 'dia' selalu mencoba menghibur diriku yang terlalu tertusuk dengan kematian saudara kembarku sendiri.
Namun, suatu hari aku mendengar kalau dia selamat dan kondisinya masih sangat kritis akibat luka bakar serius. Aku ingin menangis bahagia karena dia masij ada untuk diriku. Namun, seminggu kemudian, aku menemukan sebuah kenyataan yang pahit karena dia tetaplah mati tapi, bukan mati sepenuhnya. Tetapi, dia hidup bukan sebagai manusia biasa, tetapi.. Seorang monster yang sangatlah berbahaya yang masih tertidur. Aku memang takut, tapi aku masih mencoba bahagia karena dia kakakku!
Mand, sudahlah, jangan menangis.. Aku tau.. Kau merindukan dirinya. Tapi, dia pasti sudah tenang disana."
"ya, terima kasih.. Sudah mau menghiburku.. Gold.. Aku tau kau bisa diandalkan, tapi.. Aku merindukan dirinya, kau memakai tubuhnya itu juga masih kurang untuk menutupi rasa sakit yang ada dihatiku ini."
"Baiklah.. Jika, kau butuh aku... Silahkan panggil aku ok."
"Ya..."
-Des, jika.. Suatu hari kau kembali.. Tolong ingatlah aku lagi, aku amat merindukan dirimu, Mond-
