Balas Revievv :
RosyMiranto18 : karena jangka waktunya terlalu jauh, jadinya aku memutuskan untuk tidak membalas revievv chapie sebelumnya.
Me : Kau yakin.. Mau lawan Eris.. Boleh sih, asal jangan kesel ya..
Eris : Owh, sarung tangan ini bukan sebuah ilmu magic, tapi, alat untuk melompati ruang dan waktu. Boleh aja.. Akan aku tunjukan kekuatan Timing Cancel.
Me : jangan terlalu kerad sama dia.
Eris : Tenang, aku akan menggunakan yang enteng sa-
Me : sama aja ngeselinnya!
Desmand : Sebenarnya itu hari kematian Desmond.. Dan.. Maaf.. *pundung lalu pergi
Girl-chan2 : Wk wk wkk :v
Udahlah, yang jadian beda dunia traktiran dong! :v
Thx.
CHAPTER 45 : Tubuh yang tertukar.
"Haytham.. Aku ke toilet dulu ya, kebelet soalnya." pinta Alucard.
"Baiklah, nanti akan aku tunggi diluar toilet." ucap Haytham sambil memilih baju untuk dia dan Alucard pakai nanti saat natalan tiba.
Ketika dia masuk ke toilet pria tak sngaja dia bertabrakan dengan seseorang yang juga mau masuk ke toilet sampai mereka berdua terjatuh.
"Hei, Hati-hati kalau jalan!" sembur pria yang tak sengaja dia tabrak.
"ma.. Maaf, aku tak sengaja." Alucard menengok kesebelahnya dan dia dan pria yang dia langsung terdiam sejenak dan..
"perasaanku saja atau kita mirip?" tanya pria itu agak kaget melihat tampang mereka yang sama.
"Em.. Ya, kau dan aku cukup atau yah, sangat mirip." ucap Alucard sweatdrop.
'Hmm.. Tapi, warna rambutnya dia pirang kotor dan aku pirang tapi agak keperakan dan juga.. Sepertinya, dia agak songong deh orangnya.' batin Alucard setelah melihat pria itu dari atas sampai bawah. 'Oh well, Nailed it..'
"Hei, Umm.. Namamu itu-"
"Alucard, Alucard Valient.." potong Alucard datar.' Aku punya firasat, kalau dia juga Alu-'
"Wah, ternyata sama.. Kecuali, aku tak punya nama belakang karena yah.. Kejadian dimasa lalu." balas pria itu.
"Yah, Tak usah dibahas... " timpal Alucard pelan.
Mereka kemudian diam sesaat dan masuk ke toilet bersamaan.
"Hei, Umm.. Boleh aku minta satu hal darimu?" tanya "Alucard"
"Baiklah, apa itu?"
"Apa aku boleh bertukar peran dengan dirimu satu hari saja, aku sedang stre-"
"Absolutely No..." Tolak Alucard datar.
"Kumohon~"
"Nggak!"
"Kalau ku beri hadiah?"
"Nggak!"
"Tolonglah aku ini, Valient."
"Masa Bodo!"
"Ah, Val, Aku Mohon Satu Hari saja, Aku sedang Stress soalnya."
"Nggak ya nggak! Maaf Tuan yang kalau tak salah adalah seorang pemburu Iblis! Aku sudah menolaknya dan aku juga belum tau teman-teman dan perihal yang membuatmu stress itu apa, maka jangan ganggu aku!" Sembur Alucard panjang lebar sambil masuk ke salah satu bilik toilet yang kosong sementara, "Alucard" masuk ke yang lainnya.
Wew dia bisa marah gitu ya..
'Padahal baru kenal, tapi udah kurang ngajar.' keluh Alucard, kemudian dia mengeluarkan sapu tangannya dari saku bajunya dan mengelap dahinya dan menutup mukanya.
Ketika dia selesai 'urusan pribadi' di toilet. Dia keluar dan bermaksud untuk menemui Haytham lagi. Tapi, tiba-tiba dia ditarik oleh seseorang dari belakangnya.
"Disitu rupanya kau, Alucard! Ayo kita pergi sekarang!" suaranya seperti seorang wanita muda dan dia hanya bisa mengikuti kemauan suara itu.
Sementara itu..
Alucard baru saja keluar dari toilet dengan perasaan lega. Tapi, dia harus pergi ke tempat temannya sekarang, atau dia bisa berakhir digantung terbalik sama panah yang ditembakan teman Elfnya itu. Ketika dia baru mau berbelok untuk pergi seorang pria berambut biru panjang menghampirinya.
"Sudah? Baguslah, ayo kita pulang Alucard." Ajak pria itu dengan senyuman di wajahnya yang sukses membuat dia blush melihat itu.
'Wow, dia itu pria kan? Kenapa dia bisa semanis itu.' pikirnya takjub. "Ok, ayo kita pulang."
Kemudian disisi Valient...
(A/N : Untuk Chapter ini karena menggunakan dua Alucard jadi hanya nama belakangnya saja untuk Valient, sementara yang satu tetap Alucard)
"Hei, Alucard! Ayo kita perlu battle sekarang! Nanti kalau si Miya keluar logat Betawinya bisa diabisin kau." seru si Wanita berambut twin tail pirang kotor sewot sambil memegang Canonnya.
"Tapi..."
"Tapi, Apa? Mules? Minum EnT*top dulu sana!" sembur seorang kesatria dengan tombak panjangnya.
"Iye! Kan Repot kalau lu ntar mules di tengah battle!" timpal seorang koboi berambut pirang panjang dan berkumis.
"Bukan, Kalian ini bicara apa? Aku saja nggak kenal siapa kalian... Sepertinya kalian salah orang deh..." balas Valient dengan nada bingung dan sebuah tanda tanya besar langsung terciptakan diatas kepala Mereka bertiga.
"Tunggu, apa dia bilang?" tanya Miya yang baru muncul dari dalam pot bunga sebelah mereka.
"Buset! Mba ngapain ngumpet disitu!" sembur Layla yang kaget melihat Miya keluar dari dalam pot bunga.
"Au Ah, Recallnya salah tempat, malah didalem pot bunga deh." jawab Miya sambil keluar pot bunga dan merapihkannya lagi. "jadi, Alucard kenapa lagi nih?" sambungnya lagi.
"Tau tuh, Kepalanya Eror lagi kali, mungkin kepentok tembok pas tadi ke toilet." jawab Layla datar.
"Tapi, sebentar deh... Kayaknya ada-" Omongan Zilong terpotong karena tiba-tiba kereta mereka ke Eudirito sudah tiba.
"Yaudah, nanti aja didalem sekarang kita masuk trus ntar dilanjutin di penginapan aja." ujar Zilong datar.
To the Demon Hunter..
"Alooo, semua! Kami pulang!" seru Haytham sambil melambaikan tangannya di ruang tengah squad.
"Oh, selamat datang, bagaimana kencan kalian?" tanya Reha sambil melipat tangannya.
"Yah, lumayan kok..." jawab Alucard dengan senyum miris, padahal didalem hatinya di jerit-jerit kayak apaan tau.
'What!? Tunggu!? Kencan!? Dia Pria kan!?' Jerit Alucard dalam hati.
"Yaudalah, sekarang.. Ehm! Alucard?"
"Ya? Ada apa?"
"Aku punya pertanyaan, siapa yang ngeberantakin perpustakaan? Katanya kau bertengkar dengan Alfred disanakan?" tanya Reha dengan aura hitam pekat dan senyuman sinis diwajahnya.
"Eh, Apa? Bukan ak-"
"Bodo Amat! Sekarang Lu Beresin Perpustakaan, trus tuh bekas tebasan pedang di dinding lu ilangin pake cat dan wallpaper yang lepas lu tempel ulang, plus lu juga mendapat hukuman belanja kebutuhan seluruh squad buat ntar malem!" sembur Reha.
"Tapi!"
"Nggak pake tapi! Sekarang Atau Lu Gua gantung terbalik di atap semaleman!"
"O.. ok!" Kemudiam, Alucard langsung ngacir entah kemana.
"Hei, emm... Reha.. Boleh kita bicara sebentar." pinta Alfred.
"Baiklah, ada apa?" Kemudian, Alfred membisikan sesuatu ke telinga sang ketua squad.
"Dia.. Bukan Alucard yang kita kenal dan aku tau itu... Auranya beda drastis."
"Hah? Maksudnya.. "
"Dia bukan Valient.. Tapi, aku rasa dia itu.. Sang Demon Hunter.. Alucard. Bisa dibilang dia dari Fandom sebelah sih.." ucap Alfred datar.
"Hmm.. Aku punya ide.. Iriiiiiis!"
"Ye!" balas Iris kemudian, masuk ke ruang tengah, "Ada Apa Reha?"
Reha membisikam sesuatu ke telinga Iris dan Iris langsung jingkrak-jingkrak nggak tau kenapa.
"bagus! Aku mau minta tanda tangannya!" seru Iris.
Udahlah, jangan tanya soal dia lagi..
Suasana serius sedang terjadi sebuah penginapan. Zilong menatap tajam kearah Clint begitupula dengan Clint yang juga menatap tajam kearah Zilong. Hujan sedang terjadi diluar penginapan, petir menyambar, angin bertiup kencang yang sukses menambah ketegangan mereka berdua.
"Tuh berdua kenapa ya?" tanya Valient sweatdrop.
"Biasa, ntar juga tau kok." jawab Miya datar.
"ALUCARD!!"
"Ay?"
"Mulai lagi deh..." Gumam Layla sambil facepalm.
"Pilih tidur sama tuh koboi jejadian? Atau Tidur sama sang kesatria naga ini?" seru Zilong sambil menunjuk Clint.
GUBRAK!
Ternyata hanya mau Tidur bareng toh - w-"
"what!? Hanya kalian mau tidur dengan-ku kalian bertengkar!?" sembur Valient sewot.
"Udah pilih aja! Nggak pake lama!" timpal Clint. "Pokoknya lu harus milih gue!"
"Apa-apaan lu! Gue duluan juga!" sahut Zilong.
"Aku tak mau tau dan nggak mau tau..." ujar Valient yang kayaknya sudah kesal dengan sikap mereka berdua.
"Coba ada Eudo-"
"Ya, Ada apa? Mencari diriku?" tanya Eudora yang tiba-tiba keluar dari sebuah kamar.
"Lah, mba Eudora! Udah dari kapan?" tanya Layla.
"Udah dari tadi sih, emm... Jam enam kurang seberapat udah disini." jawab Eudora ketika menuruni tangga dan menghampiri mereka berlima. Dia melihat kearah dua orang yang masih mengeluarkan aura gelap nan nista dari tubuh mereka dan saling mentap tajam satu sama lain.
Eudora menghelakan nafasnya dan mengurut dahinya karena bingung melihat sikap kedua orang yang berebutan itu. "Ayolah, kalian ini jangan-"
"Bacot!" bentak Clint dan Zilong bersamaan.
"Ha... Aku tak mau tau lagi, bodo amat deh." ucap Eudora datar.
"Tapi, kalau mereka dibiarkan.. Nanti, bisa lama banget urusannya." ucap Layla khawatir jika akan terjadi perang yang lebih besar antara duo baka itu.
Eudora memasang pose berpikirnya, dengan isengnya Miya menaruh sebuah bohlam diatas kepala Eudora dan bohlam itu langsung menyala. "Aha! Aku dapat ide!"
Dia mendatangi meja resepsionis penginapan dan...
"Mas, ada kasur tambahan lagi nggak?"
Kemudian...
"Nah, kan begini bagus." ucap Eudora dengan senyuman puas di wajahnya.
"Iya sih, tapi... Kenapa kita harus tidur di luar!" sembur Zilong dan Clint yang tiduran diluar kamar Valient dengan batasan sebuah jendela kaca.
"Kesian Alucardnya, yaudah bai-bai! Ayo, sis, kita Arisan di lobby bareng yang lain!" ajak Eudora sambil keluar kamar.
"Yuks! Dadah Alu!"
"Dah..."
"Woi! Bukain kita mau masuk!"
Back to Our Demon Hunter..
"Capeeeek~" keluh Alucard sambil menenteng hasil belanjaan untuk makan malam satu squad. 'Entah kenapa gue malah dapet kerjaan padahal udah seneng-senengnya nggak di tarik sama mereka.'
Alhirnya, dia sampai juga di markas squad dan segera menuju dapur untuk menaruh semua bahan masakan yang akan dimasak nanti.
"owh, kau sudah sampai, maaf ya kau jadi harus membawakan bahan masakannya." ucap sang pria dibelakangnya dengan nada lembut.
"Tak apa, aku pantas mendapatkannya.." jawab Alucard datar.
'perasaan gue saja atau dia mirip dengan kagura ya? Nada ucapannya itu loh.'
Alucard kemudian keluar dari dapur dan menuju ke toilet untul mencuci mukanya. Ketika dia melihat ke cermin dan tangan kanannya. Dia melihat tangan kanannya yang seharusnya mengerikan jika dilihat kembali ke bentuk normalnya seperti tangan manusia biasa. Mungkin, dia terlalu lelah dan mulai menghayal kalau tangan kanannya kembali normal. Tapi, kenapa kalau diperhatikan rambutnya memiliki warna keperakan ya, bukannya pirang kotor.
"Hah.. Apa yang terjadi padaku.." dia menyadarinya kalau ini bukan melainkan. "Ini tubuh Valient kenapa aku bisa disini."
Sementara itu.."Kau tidak apa-apa?" tanya Valient.
"Ya, aku tak apa-apa." jawab Clint.
"Lain kali, jangan lengah ok, aku mau keluar sebentar." ucap Valient dengan senyum diwajahnya kemudian, dia pergi sendiri lagi.
"Hei, Emm.. Apa kau rasa ada yang aneh dengan Alucard?" tanya Layla bingung.
"Ya, dan ini sepertinya bukan Alucard yang kita kenal." jawab Miya yang juga bingung.
"Lalu, dia juga mengeluarkan skill yang juga bukan kita tau." timpal Zilong.
"Dan dia bersikap tenang, serius, dan tidak meremehkan orang ketika battle." sambung Clint.
"Juga, memangnya dia pernah tersenyum tulus ke Clint?" sambung Miya dengan alis mata dinaikan satu.
"Tidaaaaak..." jawab Zilong dan Layla bersamaan.
"yang ada dia malah ngajak berantem kali!" timpal Clint sewot.
"Bentar dia lagi keluarkan? Nitip makan deh sama tuh orang." ujar Zilong kemudian, dia mengeluarkan HPnya dan langsung chattingan Alucard.
Beberapa detik kemudian..
"Buset, sejak kapan Chattingan sama tuh orang bisa sebentar!" pekik Zilong sambil kayang karena kaget melihat hasil chattingan dengan Alucard barusan.
"Layla, Lu Salah Bawa Orang kayaknya Nyak!" Sembur Miya yang mulai keluar logat Betawinya.
"Mana Inyong Tau!? Kan Inyong tadi ketemu dia juga keluar dari Toilet!" balas Layla yang mulai ikutan OOC.
"Udahsa Berisasik tau!" gerutu Clint yang juga ikutan OOC.
Diluar..
"ini bukan tubuhku dan tangan kananku sangat sakit.." gumam Alucard sambil memijit keningnya.
Kembali ke Alucard.."Wow, enak juga masakannya!" puji Alucard ketika menyendok sebuah sup krim jagung di mangkok makanannya.
"Hmm.. Terima kasih." balas Takano. "Tuan Pemburu Iblis..."
Trang..
"Eh?" Alucard kaget ketika seseoeang tau dia itu pemburu iblis. "Bagaimana bisa? "
"Gampang saja, kau ada ditubuh salah satu anggota kami. Dan kau kira aku tak bisa menebaknya dari awal aku melihatmu." jawab Takano dengan seringai di wajahnya.
"Ha.. Ha.. Yah, aku ketauan."
"Dimana Alucard teman kami?" tanya Yuki penasaran.
"Dia-"
go to Valient..
"Hoya, tumben masak si Clint, biasanya si Zilong atau Layla." ujar Miya ketika melihat Clint sedang memasak di dapur.
"sesekali nggak apa-apa kan." balas Clint santai kemudian, dia mematikan kompor. "udah mateng nih, bilang sama yang lain sana."
Kemudian..
"Yee, waktunya makan." ucap Zilong sambil merenggangkan badannya.
"Siapa yang masak?" tanya Valient.
"katanya sih ya.. Si Clint yang masak." jawab Zilong.
Valinet langsung terdiam sejenak, keringat dingin keluar dari kulitnya dan dia langsung berbalik arah dan lari entah kemana. Tak lama kemudian, HP Zilong bergetar dan terdapat sebuah pesan dari Alucard.
From : Alucard Valient
To : Zhao Zilong.
A.. Aku akan makan diluar dan aku akan membawakan kau dan yang lain makanan juga. Satu lagi, AKU PERINGATKAN, JANGAN PERNAH MAKAN MASAKAN DARI SEORANG KOBOI KECUALI DIA SUDAH SERING MEMPERLIHATKAN KEAHLIAN MEMASAKNYA!
Zilong bingung dengan pesan yang dikirim Valient tersebut. Sepertinya, dia trauma dengan masakan dari koboi. Padahal, biasanya dia enak-nggak enak tetap saja dimakan.
'Aneh, ada apa dengan dia ya?' gumam Zilong kebingungan.
Reply To : Alucard Valient.
Memangnya kenapa? Sepertinya kau pernah kejadian buruk dengan masakan yang dibuat oleh koboi..
Kling!
Alval : Pokoknya Jangan! Ikuti saja omonganku ini atau kau akan mendapat malasah besar. Tuan Zhao Zilong! Aku tau.. Kalau kau menyadari aku bukan Alucard teman kalian, tapi orang lain karena tubuh kami tertukar, dan aku yakin dia sedang bersama teman-temanku sekarang.
Zilong Dragon Warrior : lalu, bagaimana cara mengembalikan kalian berdua?
Alval : Tunggu saja besok, atau minggu depan, atau bulan depan..
Zilong Dragon Warrior : Baiklah..
Alval : hei, kau mau makan apa?
Zilong Dragon Warrior : Apa aja asal jangan mie..
Alval : ok..
Zilong Dragon Warrior : Kenapa kau takut dengan masakan koboi?
Alval : Aku punya teman, namanya Alexia dan Masakannya sudah diambang batas manusia buruknya. Dan dia itu koboi.
Zilong hanya bisa sweatdrop bacanya. Mungkin, dia harus sabar menunggu Valient dari pada memakan masakan Clint dan benar saja, terjadi keracunan massal setelah itu. Kemudian, saat Valient baru pulang membawa beberapa bungkus nasi padang semuanya langsung loncat kearah Valient berebutan makanan yang dibawa Valient.
"Penyelamat kamiiii!"
Besoknya..
"Hmmh.. Tidur yang nyenak.." gumam Alucard sambil merenggangkan badannya. Ketika dia melihat sekeliling dia nggak tau dimana tapi, ketika melihat keluar jendela kamarnya. Dia langsung menahan tawanya karena melihat Zilong dan Clint tidur diluar dengan kasur tambahan.
"Ngakak nggak ya, bisa-bisa gue ditabok sama mereka." Well, sepertinya dia sudah kembali ke tubuhnya. Di squad itu cukup menyenangkan juga ternyata karena dia dapat teman baru dan juga berkenalan dengan banyak orang.
Bagaimana dengan Valient?
"Hmm.. Apa aku- hmm.. Owh. Baiklah ayo tidur lagi." Valient kembali tidur setelah melihat Haytham tertidur di dadanya.
Bonus :
"Kita udah balik ke markas, trus sekarang markas udah jadi 6 lantai udah cukup sih. Dan udah luas, Warrend belom boleh keluar rumah sakit karena lukanya masih perlu di awasi. Lalu, sekarang kita apa dulu?" tanya Yamagi
"Entahlah, mungkin menjalani hidup seperti biasa aja kali." jawab Reha sambil sibuk main game di HPnya. Tiba-tiba..
"Ooooooohh! Savaaaaaaage!" teriak Reha sambil meluk Yamagi erat-erat dan Yamagi sampai ngeblush dibuatnya.
"Bagus tuh." kata Yamagi dengan senyum di wajahnya.
"Iya dong, Savage pertama!"
"Serius demi apa?" tanya Alucard yang muncul dari dalem lemari Reha.
"buset sejak kapan disitu?" tanya Yamagi kaget.
"Salah tempat Recall, maap.. "jawab Alucard sambil nyengir kuda.
"Serius, udahlah kita buat pesta aja deh dengan judul.."
"Seriously, Savage pertama kaichou.." timpal Layla dari bawah kasur Reha.
"Heeeh.. Kenapa ada banyak orang aneh yang keluar dari tempat yang aneh juga?" gumam Yamagi sweatdrop.
Kemudian..
"Savage padahal biasa aja karena gue sering Savage.." ucap Rone sambil summon Skill Weapon Surfer kearah para Hero dan semuanya langung insta death.
"Itu mah Auto Savage pekok!" sembur Red.
Udah segitu dulu..
Soal Bonus Chapter karena Gue baru aja bikin Savage pertama gue maen Mobile Legends doang kok (Liat di FB) :v
