Balas Revievv :
RosyMiranto18 :Jojo References, seriously!?
Eris : Tenang, palingan yah, 3 teleport 4 -3-3-2-2-1-1-1-1-1-1-2-3-4-summon time warp-ulangi dari 1 lagi.
Me : itu mah kombo cancelnya mas!
Eris : Yakan nggak ampe Dead aja :3
Me : Sama aja parahnya coeg!
Layla : Miya nggak ada darah betawi, itu hanya keisengan Author aja. Dia itu Moon Elf Archer.
Yap, dia itu Zhao Yun tapi, di game namanya jadi Zilong. Aku hanya baca sedikit ceritanya aja sih. Tapi, dia ada di game ML jadinya ku masukin aja deh.
Makasih untuk Helikopternya.. Walaupun kami ada Eris sih.. Atau Eudo.. Sebagai kang Teleport. Tunggu dulu.. Apa Savage!? That's something..
Girl-chan2 : Oh, Ayolah, Traktir dong Salem, eh.. Alfred aja deh.
Alfred : Bawa Salem juga tapinya..
Me : Ok, mas.
Thx!
Chapter 46 : S on Reha Squad.
1. Smile of the Sadistic
"Vin, bisa senyum nggak?" tanya Haytham.
Krik..
"Yakin? Mau lihat aku senyum?" tanya Vincent ragu-ragu.
"Jangan Haytham, kau akan menyesal nanti." sela Desmand.
"Memangnya kenapa si- wooah, Aura apa ini!?"
Sebuah Aura hitam pekat keluar dari tubuh Vincent dan dia sedang tersenyum licik kearah Haytham. "Bagaimana?"
"Sudah ku bilang jangan ya jangan!" seru Desmand dari balik sofa.
"Apa kau menikmati makan terakhi-"
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaak Jangan katakan itu! Haytham lari." Seru Desmand yang masih berusaha menahan Vincent dan langsung ngacir entah kemana.
"Kau membuat mangsaku kabur Des.."
"Dih, please deh, kalo kelaparan jangan mangsa temen gue!" sembur Desmand.
"Cih, kau ini!"
2. Silent but a Protector one.
"Udah dibilangin, gue jadian sama lu hanya karena nggak tega sama si Alfa kok lu tetep nempelin gue sih!?" sembur Salem sewot.
"Karena.. Aku masih sayang kamu, Salem." jawab Alfred datar.
"Ih, najis tralala, gue nggak sayang sama lu juga! Sana pergi!" usir Salem sambil memutar badannya.
"Emm.. Hei.."
"Ap- Waaaaa! Ah Oh Eh Ah Ah Oh Eh!"
Gedubrak!
"Aku mau bilang hati-hati disitu licin habis hujan." gumam Alfred setelah melihat Salem kepleset di tangga taman. Alfred kemudian melihat ke bawah dan Salem masih dalam keadaan nyungsep.
"Ungh, sakit." Salem kemudian mencoba bangun tapi, dia jatuh lagi. Ketika dia melihat lututnya, ternyata itu berdarah dan kakinya sangat lemas."Alfreeeeed! Bantuin!"
Alfred kemudiam mendatangi Salem yang masih terduduk dan menggendongnya bridal style. Hal ini sukses membuat muka Salem langsung merah padam dan dia menutupi mukanya dengan kedua tangannya. Alfred hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil, kemudian mencium kening Salem.
"Akan aku antar kau pulang." bisik Alfred.
"Te.. Terima kasih.."
3. Suprise Canceler plus Tadjir.
"Udah siap?" tanya Eris sambil memakai sarung tangannya.
"Siap tak siap, aku mulai." jawab Zhunei yang sebenarnya belum terlalu siap.
"Baiklah, silahkan serang aku duluan dengan semua kekuatanmu." ucap Eris. "kena satu sentuhan atau terkombo dinyatakan kalah ok."
"Baiklah.."
"Silahkan mu-"
Blar! Ctrang! Syut! Duar!
Sebuah kepulan asap langsung tercipta di tempat Eris berdiri akibat dari serangan Zhunei. Tapi, anehnya ketika asap itu hilang Eris tidak ada ditempatnya sama sekali hanya tersisa sebuah lubang bekas serangan tanpa ada empunya sama sekali. Tiba-tiba, seseorang menepuknya dari belakang dan ternyata itu adalah..
"Hai, kekuatan yang hebat." ucap Eris dengan sebuah aura sisa portal dibelakangnya. "sekarang giliranku ya.."
Eris mulai menggengam pundak Zhunei kemudian, memukulnya pelan diperut namun, efeknya sangat luar biasa bagi Zhunei karena dia bagaikan menerima dua serangan sekaligus bukannya satu.
"Auh, kayaknya tadi pelan deh. Tapi, kenapa sakit?" tanya Zhunei heran.
"Itulah skill Timing Cancel, sebenarnya sebelum aku mendaratkan pukulan yang pelan tadi.. Aku sudah memukulmu lagi dua kali dengan kecepatan yang berbeda." jawab Eris dengan
"Wow.. Menarik, apa itu keahlian sarung tangan itu?"
"Yah, sebenarnya ada lagi. Tapi, terlalu berbahaya jika untuk sparring seperti ini." jawab Eris sambil menggaruk lehernya. "Udah yah, aku mau pulang dulu dadah."
"Dah.."
Kemudian..
"Aku pulang.."
"Bagaimana sparringnya?" tanya Alfred penasaran.
"Yah, begitulah.."
"Emm.. Kau tidak lupa sesuatu?"
"emm.. Oh tidak!"
"Hmm.."
"Aku tadi mesen ojek naga ijo online."
"Kebiasaan, bayar berapa? abangnya juga dimana?" tanya Alfred sambil menghelakan nafasnya.
Lalu.."Maaf ya bang, saya lupa kalau saya bisa terleport. Saya minta maaf." ucap Eris sambil membungkuk.
"Yaudah, untung udah bilang-"
"Oh, tadi adik saya harus bayar berapa bang?" potong Alfred sambil mengeluarkan dompetnya.
"Hmm.." abang tukang ojek online itu melihat hpnya dan... "25 ribu kak."
Alfred dengan seenak jidatnya ngeluarin uang 250 ribu dari dompetnya dan langsing memakai kacamata hitam. "Nggak usah dikembaliin. Buat lu semua!"
#Sultanmahbebas
4. Silent Depression.
(Alasan Kenapa Warrend mencoba bunuh diri, so it his P.O.V)
"..." aku terbangun di sofa ruang tengah dan melihat sekeliling. Entah kenapa aku bisa tertidur di sofa padahal semalam aku sedang melakulan jaga shift malam seperti biasa.
"Kau sudah bangun?" tanya Yuki disebelah diriku yang sedang membawakan sebuah sarapan. Kubalas dia dengan anggukan dan memberi dia kode untuk menanyakan keadaannya.
"Aku tak apa kok. Kalau ada sesuatu yang kau perlukan lagi panggil aku saja." balasnya dengan senyuman kemudian pergi meninggalkan diriku sendiri.
"thhereeer... Rikkkkr.. Mak.. Kkkak.. Ssshkkih."
"Kau mengucapkan sesuatu?" tanya Yuki bingung. Aku balas dengan gelengan kepala kemudian, dia pergi lagi. Setelah aku makan semua sarapan yang dia bawakan, aku langsung lari ke kamar mandi dan ku kunci pintunya. Aku buka penutup mulut yang selalu ku pakai dan memperlihatkan bekas luka yang agak mengerikan di leherku. Bekas luka yang tercipta akibat kecelakaan mobil 4 tahun lalu, yang menewaskan teman kerjaku sendiri. Aku tau itu salahku karena membanting stir ke kanan akibat kaget melihat seekor rusa yang melompat ke jalan dan mobil kami jatuh ke jurang.
Saat aku sadar, aku sudah di rumah sakit leherku diperban dan aku mendengarkan berita yang menusuk diriku karena kematian temanku itu. Dan menghilangnya kemampuan berbicaraku akibat luka sayatan dari pecahan kaca mobil yang pecah. Ah, kenapa aku memikirkan hal itu lagi? Badanku jadi sulit digerakan dan lemas saat memikirkannya.
Haa.. Kepalaku kosong sekarang mungkin aku bisa tenang dengan keadaan ini. Bahkan dengan pisau.. Yang tajam.. Bagai.. Pecahan kaca.. Ya.. Aku bisa melakukannya lagi.. Dengan begitu.. Aku bisa melupakan segalanya.. Dan kenapa banyak yang berteriak.. Apa kalian ketakutan melihat luka ini?
Kemudian, badanku tak terasa sama sekali dan semuanya menjadi gelap..
Dengan begini.. Semua penderitaan itu akan hilang..
5. StRanGeR KoK uP dEX?
Apapun itu janganlah pernah menanyakan sebuah kalimat yang amat dibenci oleh Eudo sekalipun. Sengaja-tak sengaja hasilnya tetap sama saja pedihnya karena kau akan berurusan dengan kekuatan buku magis Mayer yang diturunkan ke Eudo setelah ayahnya.
Mau tau apa yang terjadi ketika kau menanyakan hal yang dilarang itu?
Begini...
Silica dan Eudo sedang belanja diluar karena Alex masih tugas lapangan selama 4 bulan di Louisiana, Amerika. Dengan terpaksa Eudo menuruti keinginan adiknya itu, tapi.. Mungkin ini hal yang tak apa-apa karena dia masih bisa mengawasi adiknya ini kok.
Ketika dia meninggalkan adilnya sebentar ke toilet dan saat kembali dia melihat adiknya sedang di goda oleh beberapa orang pria. Hal ini sukses membuat dia marah dan mengeluarkan buku sihir keluarganya.
"Kakak, tolong." pinta Silica.
"Tak apa, biar kakak urus mereka." ucap Eudo dengan aura gelap dari tubuhnya.
Anehnya, pria yang menggoda adiknya malah tertawa ketika melihat statusnya.
Attack 75, Defense 68, Speed 76, Dexterity 250.
"Stranger kok up Dex!" Ejek pria itu dan dia tidak tau kalau dia mengucapkan kata 'ajaib' nya.
"Oh, jangan remehkan Dexterity ku ya.." balas Eudo pelan.
Dan Hasilnya..
Pria tadi babak belur setelah dipukuli, diterbangkan, dipindahkan, disegel, disetrum, ditembak dengan bola sihir oleh Eudo.
Udah segitu aja :v
Bonus :
"Lu ngapain kamar gue!?" sembur Salem ketika melihat Alfred sedang duduk di tempat tidurnya.
"Nggak apa-apakan? Lagi pula tadi juga aku sudah bilang sama kakakmu kok. Katanya tak apa." jawab Alfred datar.
"Ish, yaudah lu tidur di kasur gue dan gue tidur di kasur kakak gue!" balas Salem sambil memutar matanya.
"Nggak mau tidur berdua?"
"Amit-amit, jabang bayi, gue ogah tidur sama kepala buntung kayak lo!"
"Hmhm.." Alfred kemudian bangun dan mendekati Salem. "Walaupun kita sudah jadian?"
"Inget deh, gue jadian karena nggak tega sama Alfa, karena dia udah nggak ada, gue bukan siapa-siapa lo lagi!" jelas Salem.
"Yakin?" Alfred tetap saja mendekat dan menahan Salem di tembok dan tersenyum sambil mengusap pipi Salem. "Padahal kau terlihat begitu kurang yakin dengan ucapanmu Salem."
"Apaan Sih!?" Salem mencoba mendorong Alfred tapi, karena tenaga Alfred lebih besar darinya dia tak sanggup mendorongnya bahkan, Alfred malah menahan kedua tangannya kemudian, wajahnya makin dekat dengan dirinya.
"Woi, Stop-"
Bruk..
Alfred mendorong Salem ke kasur dan menahannya lagi dengan tubuhnya yang notabene lebih besar dari Salem. Alfred kemudian mencium Salem sampai Salem menepuk pundaknya karena mulai kehabisan Nafas. Ketika mereka melepaskan ciuman panas mereka, Alfred mulai turun dan mengecup leher Salem.
"Kau milikku sekarang Salem.. Aku akan menandaimu kalau kau milikku." bisik Alfred dan Salem hanya bisa pasrah mendengarnya. Mungkin, setelah ini akan ada Alfa versi dunia tempat dia tinggal.
...
"Ergh! Kenapa harus ada buku beginian lagi sih yang nyempil di perpustakaan!" Keluh Salem ketika dia membaca sebuah buku yang berjudul 'malam pertama'
"Kau baca apa?" tanya Alfred yang entah nongol dari mana.
"Enggak! Nggak baca apa-apa!" jawab Salem sketis.
"Hmm.. Hei, aku punya permintaan untuk mu.."
"Ya... Apa itu?"
"Bolehkah, aku menciummu?"
"Nggak."
"Sebentar saja."
"Nggak."
"Ayolah."
"Haehm."
"Aku mohon."
"Terserah deh!" sahut Salem dengan muka agak memerah. Alfred hanya tersenyum kemudian dia mengecup bibir Salem dan memeluknya di pinggang, sementara Salem membalasnya dengan melingkarkan tanganya di leher Alfred.
Ngomong-ngomong, aksi ciuman mereka terkam oleh para Fujo yang mengintip lewat sela-sela buku yang kosong.
"Ungh, AlfeSal, pasangan baru yang romantis." ujar mereka sambil menahan mimisan yang mulai keluar di hidung mereka.
