Balas Revievv :
RosyMiranto18 : Hmhm..
Eris : Yah, sebenarnya sih walaupun kau akan menyerangku. Aku bisa melihat serangan yang akan mengenaiku hanya dengan selang waktu 2 detik. Kalau, soal baca pikiran aku serahkan ke Vin saja, karena dia diam-diam bisa baca memori orang, kata Desmand sih begitu.
Desmand : tapi, itu berbahaya karena untuk membaca memori orang dia harus mendapatkan sampel DNA walau hanya berupa sentuhan saja. Tapi, kau tau sendiri.. Vin sukanya langsung semua. Bisa-bisa dia malah makan orang buat shapeshifting dan memory reading walaupun itu menyiksanya sih.
Me : Hm.. Soal Heli.. Terima kasih sih untuk hadiah squadku, walaupun, Savage di pikiranku itu masih Menghabisi 1 tim (5 orang) musuh sendirian dengan batas waktu tiga sampai lima detik.
Alucard (DM) : Kau juga mendapatkannya karena beruntung, padahal Musuh sudah didalam Area Tower dan darah ku sudah sekarat.
Me : Iya sih..
Yuki : Warrend masih belum sadar dia masih koma karena kehilangan banyak darah akibat luka dalam di lehernya itu.
tambahan : Tofu dan Teriyaki itu.. temennya Iris. Tofu namanya Lira, kalo Teriyaki.. Terry.
StrideRyuuki : Ye kali mas, Ntar jadinya Blend S dong! :v
Alfred : Yang penting, aku memenin dia kok.
Girl-chan 2 : Haruslah, masa ama Suami lu aja nggak mau sih. :v
Thx!
Chapter 46 : Parodi dari...
Intro..
"Mateman, kita akan membuat parodi dari beberapa hal." kata Reha.
"Yakin, lagi pula kita belom lengkap karena Warrend masih koma dan Silica blom Liburan dan Alex masih kerja." balas Red.
"Nggak apa-apa! Kita masih punya banyak anggota ini kok!" Reha mengeluarkan sebuah kertas dari dalam kantongnya. "Ini yang akan kita parodikan!"
"Serius?" ujar para Anggota sweatdrop.
1. Dragon Nest with Iris, Ethan, dan Eris.
Suatu hari saat Sparing..
"Ciaaaaat! Rasakan seranganku ini!" Ethan menerjang ke arah Eris dengan pedang yang dia pegang.
"Et tidak kena!" ucap Eris ketika menghindari serangan Ethan.
"Nani!?"
"Line of Darkness!" seru Eris sambil menerjang Ethan tapi, sempat dihindari Ethan.
"Nggak Kena! Weee!"
"Nani!?"
Tak jauh dari mereka, Iris yang mulai kesal karena serangan kedua orang itu tidak pernah kena dan berisik pula, akhirnya dia memutuskan untuk melompat keudara dan, "Sumki Harani Janni.. "
"Sumki Somseo!" Iris langsung melesat ke tanah dan area disekitarnya hancur bahkan, dua orang idiot yang sedang bertarung tadi langsung terpental entah kemana. Ternyata, Ethan mental dan mendarat di Trotoar Jalan dan Eris menabrak Tembok sampe mukanya ringsek.
T E R U L T I !!!!11!!1!1!
2. Mobile Legends With Red, Alucard, Sandra, Yamagi, Eudo, Haytham, Amelia, Rone, Frost, Sapphire.
"Lu ngapain kesini Coeg!" Sembir Eudo ketika melihat Sapphire datang bersama mereka.
"Diajak Reha, sekalian gue mau ikut nyobain maen ML aje." jawab Sapphire watados.
Eudo kemudiam men-death glare Reha yang sedang bersiul-siul dan menatapnya dengan mata polos. "Ada Apa?"
"Dih, Amit-Amit, Nggak usah sok Cute juga gue tau ini ulah lu lagi!" Bentak Eudo.
"Ehehe- Yamagii~ Eudo Jaat~"
Yamagi langsung blush ketika Reha memulai fase menggodanya. Dia serasa tak bisa menahan hal itu.
"Eudo!"
"Fine, Terserah!"
Team Red :
1. Jin/Red : Tanker (pick Balmond)
"Padahal gue maunya Akai, tapi, malah di Ban.." gumam Red sambil pundung dipojokan.
(Sistem Draft pick saat Ranked Epic or Higher. Akai menjadi langganan ban.)
2. Alucard : Fighter (pick Alucard)
"ini.. Heeh.. Kenapa aku make baju dia lagi.." gumam Alucard cemberut. (Ingat Chapter sebelumnya.)
3. Sandra : Assassin (pick Fanny)
"Shinzou o SASAGEYOU!!!!" teriak Sandra dan mulai menembakan kabel dan terbang dengan kabel itu. "Sekalian gue ambil buff nanti."
4. Yamagi : Marksman (pick Yi Su-Shin.)
"Kembali ke Job Awal." Gumam Yamagi, tapi dia menyadari sesuatu yang berubah. "Chikusou! Gue malah jadi Ranged bukan Tanker!"
5. Eudo : Support (pick Estes)
"jangan tinggalin gue atau lu nggak baklan gue heal sama sekali." ucap Eudo yang memegang sebuah gulungan.
Tim Blue :
1. Haytham : Mage (pick Eudora)
"Hei, aku melayang loh." kata Haytham ketika melihat dia melayang dan tidak perlu tongkatnya lagi.
2. Amelia : Fighter (pick Freya)
"Aku jadi Valkryie." gumam Amelia ketika melihat sepasang sayap dari cahaya ada di punggungnya.
3. Rone : Fighter (pick Argus)
"..." Rone Hanya diam saja.
4. Frost : Mage (pick Aurora)
"Freeze!" Tak sengaja Frost meng-cast Ultinya dan sebuah meteor dari Es jatuh dari langit. "wew, mantap Bosque."
5. Sapphire : Assassin (pick Lancelot)
"Saatnya kalian melihat ketampananku." Celetuk Sapphire sambil memainkan Raipernya dan juga wig rambut panjang bergelombang pirangnya kayak iklan model sampo Pateni sebelum akhirnya ditimpuk sama Rone yang jijik pake Helm Argus.
"Amit-Amit jabang bayi, muka bokong panci yang udah gosong gitu aja dibilang ganteng!" sembur Rone.
"Iye, mending muka gue dah." celetuk Frost sambil meng-cast skill ultinya lagi ke Sapphire.
"Al, Mau tukeran nggak tapi lu jadi tanker." bisik Red.
"Nggak makasih, sama Yamagi aja tuh, lu tau sendiri dia Tanker kita." ucap Alucard.
"Yaudah sini, gue emang maunya Tanker." kata Yamagi.
Kemudian...
"Gila, ini ngapain didalem rumput semua.." ujar Eudo sweatdrop ketika melihat 3 orang (Sandra, Red, Alucard) sedang berjaga di rumput.
"Ngumpetlah, rumpi sekalian." jawab Sandra santai.
"Red mending lu Solo sana! Lawan si Sapphire!" perintah Eudo.
"Udahlah, gue aja ya. Capcus semua!" Sandra kemudian terbang dengan kabelnya entah kemana. Dan dia juga membuat yang lainnya double Sweatdrop karena dia terbang sambil meneriaki 'Shinzou o SASAGEYOU'
"Kebanyakan nonton SnK/AoT tuh anak." ujar Fanny yang sedang ngeliatin mereka semua bertarung bareng dengan hero lainnya.
"Kan lu juga suka nonton AoT." celetuk Zilong.
"Iya, tapi nggak ampe neriakin SASAGEYOU juga keles."
"Sekalian ah, gue Ulti.. Safeway from the Sea!" teriak Red.
Di tim sebelahnya..
"Kampret, kena bombardir entah dari mana langsung sekarat gue." keluh Sapphire yang darahnya udah sekarat.
"Bukan lu doang tong." balas Frost.
"Idem." timpal Haytham.
"Rone malah enak darahnya belom sekarat sama sekali." timpal Amelia, kemudian dia tak sengaja melihat Sandra akan datang kearah mereka. "Awas Coeg! Ada Mikasa dateng!" tapi sayangnta mereka tak sempat kabur dan terjadilah..
"Enemy Maniac!"
"Dih, bisa mati bareng tuh berempat." gumam Rone sambil facepalm mmmelihatnya.
3. Cafè Stile with Vincent, Desamand, Revan, Luigi, Mita.
"Selamat datang di Cafè Stile mau pesan apa?" tanya Vincent kemudian dia tersenyum kearah pelanggan sesadis mungkin.
"A... Aku pesan." Pelanggan yang dilayani Vincent malah senang melihat senyuman sadis Vincent. Kemudian, setelah pelanggan tadi selesai memesan Vincent langsung melakulan hukuman ke pelanggan tadi dengan cara ditutup mukanya dan disiram air se-jirigen.
"Mau pesan apa!?" tanya Revan dingin.
"Aku mau ini dan juga minum jus jeruk." ucap pelanggan itu kemudian, dia menggoda Revan dan Revan hanya membalasnya dengan sebuah gerutu khas dirinya bahkan hampir menendang pelanggan itu.
"Jangan Goda Aku.. A.. Aku sudah.. Punya.. Pa.. Pacar.." omelnya.
Disisi lain..
Serangan Red dan Rone yang sedang beradu kekuatan langsung naik dan semuanya Critical dan Stat mereka semuanya menjadi berbahaya. Saat dilihat mereka mendapat sebuah buff berupa..
'Jealously from another space'
"Silahkan tunggu sebentar ya." ucap Desmand dengan senyuman dimukanya walaupun, dihatinya dia kesel pake banget.
"Kalian, silahkan tunggu sebentar ya." ucap Luigi sambil mengedipkan salah satu matanya yang menyebabkan pelanggan yang dia layani langsung pingsan karena terpana.
"Baik, tunggu sebentar makanan akan segera tiba!" seru Mita yang mencoba untuk crossdress dan para pelanggan tak tau kalau dia itu laki-laki.
4. Resident Evil with Alfred, Teiron, Alexia.
"Gantian ye, setiap masuk ke safe room pokoknya." ucap Teiron dan semuanya mengangguk.
Teiron melihat kertas dan dia mendapatkan giliran pertama. Dia hanya pasrah dan membaca kertas itu.
"Pergi ke safe room bawah tangga dibagian rumah sebelah timur. Note : jangan keluarkan peluru satupun kecuali kau bertemu zombie!"
Teiron kemudian melihat inventory-nya dan hanya dibekali sebuah pistol dan 30 butir peluru untuk reload.
10 menit kemudian..
"gimana?" tanya Alexia penasaran.
"Be.. Begitulah." jawab Teiron gugup. Kemudian, mereka bertukar peran dan Alexia melihat statusnya.
"Dih! Kok pelurunya tinggal 15 butir dan reloadnya tinggal 10 butir!? Mana statnya Danger lagi!" Sembur Alexia ketika melihat Statusnya.
"So.. Sorry, ta.. Tadi ada Zombie Anjing keluar dari jendela, ngagetin gue dan gue nembak asal-asalan sampe nggak sadar darah gue tinggal seiprit.." Teiron kemudian dijitak sama Alexia sekeras mungkin sampai dia pingsan.
Kertasnya Alexia..
"Kumpulkan 4 buah emblem, 2 sudah ditanganmu, yang ketiga ada di sebuah kamar dan yang keempat setengahnya sudah terpasang di tempat yang akan kau tuju. Pecahan keempat dapat ditemukan di loteng. Hati-hati karena akan ada lawan yang kuat menunggumu dan hati-hati karena dia beracun. Selamat berjuang."
"Ah, gampang, zombie doang mah biasa tinggal sat set juga k.o sama revolver gue." ucap Alexia sambil menyemprotkan semprotan penyembuh ke dirinya dan melihat peta. "Ayo kita lakukan!"
Kemudian...
"Nah, ini dia pintu loteng..." gumamnya kemudian dia membuka pintunya dan masuk kedalam. Ternyata hanyanloteng kosong tidak ada apa-apa. "Yah, Nipu- Astaganagajink! Uler Gede banget!"
15 menit kemudian...
"Bagaimana?" tanya Alfred ketika Alexia masuk kedalam sebuah safe room di kebun.
"Ada Uler gede pake banget! Kaget gue!" gerutu Alexia.
"Oh yaudah, sini.."
Kertas Alfred..
"Bersihkan rumah kebun ini dari monster tanaman dan hiu di bawah tanah."
"Hmm.. Lumayan lah, aku sudah tau beberapa hal soalnya." gumam Alfred
"Abis ini apa lagi?" tanya Alexia.
"Hmm.. sampai dirumah kau akan berhadapan dengan monster kadal dan-"
Alexia and Teiron has leaving the game..
Akhirnya.. Alfred nyelesain game sendirian..
5. Assassin Creed with Aka, Salem, Taiga, Jung."Serius kita harus lakuin beginian?" tabya salem sambil melihat bajunya.
"Iye, gampang kok. Asal lu bisa seimbanging badan trus bisa lari juga udah cukup." ucap Aka.
"Yah, juga minimal lu bisa loncat agak jauh juga udah lumayan sih." timpal Jung.
"Dan juga, kalau nggak salah harus bisa berbaur dengan lingkungan dan lincah." timpal Taiga.
"Agak susah sih tapi, dicoba deh.."
Beberapa menit kemudian..
"Ok, Salem giliranmu! Hati-hati sama pemanahnya!" seru Taiga.
Salem menarik nafas panjang dan mencoba melewati sebuah palang kayu untuk menyebrangi sebuah gedung (atau Rumah?). Karena mereka harus lari-lari diatas atap kalau dibawah nanti ketauan petugas keamanan. Awalnya sih biasa saja..
Sampai ditengah palang...
Salem kepleset dan Jatuh menimpa petugas keamanan keliling, dikejar-kejar 3 blok perumahan, masuk kedalam tumpukan jerami tapi, keluar disaat yang tidak tepat (ada petugas keliling lainnya), baru naik ke dahan pohon dahannya patah, mau loncat ke atap lain nggak nyampe, pisau senjata dia macet, ngelawan 5 petugas keamanan sendirian (biarpun yang lain bisa 6-7, bahkan Taiga harus lawan 12 sendirian.) DLL.
"Nggak dimana-mana dia sial ya.." gumam Aka, Jung, dan Taiga sweatdrop.
"Kapan gue dapet keberuntungan!?" keluh Salem yang pundung di pojok atap.
Bonus :"Ngantuk!" seru Reha yang sedang tiduran di kasurnya.
"Tadi malam memangnya tidur jam berapa?" tanya Yamagi.
"Nggak bisa tidur! Akhirnya nggak tidur deh!" jawab Reha sambil nyengir kuda.
"Bodoooooh!!" omel Yamagi.
Bukan itu Bonusnya!!
"Hmm.. Halo Warrend? bagaimana keadaanmu?" tanya Yuki ke Warrend padahal dia belum menunjukan keadaan dia akan bangun.
"Hmhm.. belum ya." Yuki memegang tangan Warrend pelan-pelan. "Berjuanglah, semuanya selalu berharap kau baik-baik saja."
Tiba-tiba, dia merasakan kalau Warrend bergerak dan dengan cepat dia mencari dokter. "Tu.. Tunggu, Warrend berjuanglah!"
Dan Ada lagi...
"Serius, Yuki.. Aku tau kau ingin hewan lagi di markas.."
"Ya..."
"Begini, aku akan toleran, jika hewan itu adalah hewan-hewan kecil seperti, kucing atau anjing atau burung dan Rakun.."
"Hmhm..."
"Tapi, Kenapa kau membawa Shiki juga ke markas!?" gerutu Takano sambil facepalm.
"Memangnya kenapa?" tanya Yuki Watados.
"Aku akan toleran jika hanya Tanuki yang kau bawa, tapi.. Ini Shiki dia itu Serigala, YUKI!!" sembur Takano.
"Tapi, diakan Jinak. Yakan? Shiki-san?" Shiki hanya menatap Yuki sebentar dan melingkarinya kemudian tertidur. "Tuh kan."
"Terserah!" Takano berbalik dan pergi sambil mengendus kesal.
"hmm.. kenapa dia?" tanya Ryuuga.
"Biarkan, dia biasa seperti itu ketika melihat hal baru." jawab Yuki sambil mengelus kepala Shiki.
"Oh, begitu.." Ryuuga mendekati Yuki dan mencoba menciumnya tapi..
"Hei! Jika kau berani macam-macam dengan Yuki atau kau ku gigit!" gerutu Shiki sambil menatap tajam Ryuuga dan menunjukan giginya.
"Di.. Dia, Bisa Bicara!?" ucap Ryuuga kaget.
"Ya, Shiki, akhirnya kau mengeluarkan suaramu juga."
"Yuki! Siapa Pria Ini!?" tanya Shiki.
"Dia ayah kandungnya, Jin.. kau taukan, anak angkatku, kau pernah melihatnya."
"Yaya, tak apa.. Hei! Kalau kau berani mempermainkan Yuki.. Ku gigitkau!!"
"Ba.. Baiklah!"
ok, segitu dulasu!
