balas revievv :
girl-chan 2 : Hah, Waffer? :v
Iris : Kesian Tarta-kun nggak dianggep Laki-laki. :v
Rosy Miranto18 : Yah, sedang banyak ide makanya aku cepat Updatenya, kalo kelamaan aku bisa cepet lupa.
Warrend : Ya.. Akan aku ingat itu.. Soal bayangan.. Aku hanya menghipnotis dirimu dengan suara itu saja. Karena aku belajar beberapa teknik hipnotis. Dan selain itu.. well.. aku minta maaf jadi membahas semua hal pribadimu.
Soal pohon... Tanyakan ke Yuki. Dulu dia sering uji coba beberapa sihir penyembuh dan sihir lainnya disana.
Yuki : Ok, itu memang kesalahanku... aku sering menggunakan sihir itu dan tak sengaja menumbuhkan tumbuhan diatas atap. Kemudian, karena aku sedikit panik.. tak sengaja aku merapikan atap itu menjadi sebuah taman kecil. Maaf..
thx!
Chapter 59 : Yamagi Secret.
Intro
"Reha belom pulang juga?" tanya Yuki bingung ketika melihat sang ketua belum pulang dari tempat temannya.
"belom, katanya sih.. macet." jawab Yamagi, tiba-tiba HPnya bergetar.
Rehabilitasi : Yamagi, Jemput dong di stasiun nanti, gue capek banget soalnya -_-
KuniHiro : Masih dimana emangnya?
Rehabilitasi : Stasiun Transit, kagak dapet kereta mulu! Jam pulang kerja rame pake banget! please jemput gue ya!
KuniHiro : Ya udah, ntar gue jemput deh.
Rehabilitasi : Makasih.
KuniHiro : Iya *
Rehabilitasi : Ih, Emot! :(
KunHiro : TwT
1. Umur Asli Yamagi.
Tidak ada Anggota satu yang tau umur asli dari Yamagi. Ketika dia ditanya umurnya dia pastu akan menjawab.
"Umurku 55 tahun!" ucapnya Sewot.
Yah, ketika orang menanyakan umur aslinya pasti dia bakalan masang perasaan kesal dan cemberut sepanjang hari.
Tapi...
Umur aslinya bukanlah 55 tahun, tapi lebih..
Dan..
Hanya Reha yang tau umur aslinya berapa...
Mau tau jawabannya?
Silahkan hitung sendiri...
Hitunglah, Jumlah dari Deret Aritmatika ke 14 dengan 5 sebagai Angka awalannya dan 5 sebagai beda/selisih tiap angka tersebut!
Masih gampang loh itu belom suruh itung pake Intergral :v
2. Keluarga YamagiKetika dia ditanya soal keluarga dari dirinya. Pasti dia akan langsung menjawabnya dengan nada senang.
"Yah, aku punya beberapa orang di keluargakku." ucapnya sambil menggaruk kepala.
Sebenarnya dia agak lupa karena sudah lama tak bertemu dengan mereka.
Sejujurnya, Yamagi hanya memiliki dua orang adik laki-laki.
Yang pertama, ada Yamatabi Kunihiro, umurnya beda 20 tahun dengan Yamagi. Bermata Hijau dan berambut biru. Orang ini hanya diketahui oleh Yuki dan Ryuuga karena dia tinggal di gunung bagian utara beberapa ratus meter dari Kuil keluarga Kisaragi. dan juga, dia dipersenjatai oleh banyak shuriken, termasuk yang berukuran raksasa dan sebuah belati kecil. Orangnya tidak terlalu peduli dengan orang-orang disekitarnya dan sangat dingin.
Yang kedua, ada Hayabusa Kunihiro, umurnya beda 30 tahun dengan Yamagi. Berambut pirang dan bermata merah. Orang ini hanya diketahui oleh Yuki dan Takano. Tinggal di sebuah kuil berjarak 2 kilometer ke arah barat dari kuil keluarga Kisaragi. Orangnya amatlah berbahaya jika sudah mengeluarkan jurusnya karena dia bisa membunuh dalam sekejap karena menyatu dengan bayangan musuh. Namun, dia amatlah tunduk terhadap Takano.
3. Tau Rahasia ketuaYamagi adalah orang yang paling tau soal beberapa rahasia yang selalu disembunyikan oleh Reha. Salah satunya, Alasan Reha selalu mengurung diri dikamar ketika tanggal 22 Desember. (Hanya dicerita ya 'Soal ngurung diri, tapi sisanya nggak terlalu sedih.' , sebenernya nggak!)
"Reha, nggak keluar?" tanya Yamagi sambil mengetuk pintu kamar Reha.
Tak ada jawaban dari Reha.
"Aku masuk ya.." Yamagi kemudian, masuk dan menutup pintunya.
"Sudahlah.. tak usah dipikirkan.. bahagialah, karena jika dipikirkan dia tak akan tenang."
"Kangen..."
"aku tau... mau ku antarkan? akan ku temani kau.."
"Terima kasih... aku benar-benar kehilangan sekarang."
4. Ketakutan terbesar Yamagi.Ketika ditanya ketakutan dia, pasti dia akan menjawab dengan nada kurang yakin.
"Yah, mungkin.. kehilangan Reha itu ketakutan terbesarku." jawab Yamagi.
Sebenarnya sih, ketakutan terbesar dia adalah mendengar pertengkaran mulut (kalau fisik dia malah biasa aja) orang disekitarnya.
Misalnya begini...
Beberapa hari setelah pulang ke markas, Red (hanya Red. Rone dan Aka tidak.) dan Revan mengalami pertengkaran di hubungan mereka. Selama itu juga, Nigou di ungsikan ke rumah nenek (ibunya Revan) nya sampai pertengkaran itu selesai beberapa hari kemudian.
mungkin, Nigou terlihat seperti yang paling tersiksa karena orang tuanya (??) bertengkar. Tapi, ternyata.. yang tersiksa malah Yamagi. Bahkan, sampai nekat dia lari kemana-mana, nggak bisa diem, gelisah, nyalain lagu pake speaker keras-keras, pake Headset, nyalain blender dan yang diblender dia itu es, lalu sampai dia lari dari markas ke sebuah hutan yang terletak sangat jauh dari markas.
"Yamagi, kita minta maaf ok, kita janji nggak berantem lagi!" Seru Red dan Revan ke Yamagi yang sedang duduk diatas pohon yang cukup tinggi dengan badan gemetaran.
"Ja.. Ja.. Jan.. Ji ya, ja... jangan be.. bertengkar lagi..." balas Yamagi dengan suara serak.
oh iya, pembujukan Yamagi kembali itu sulit, karena membutuh pengejaran Yamagi sampai titik darah penghabisan (Lama Banget!)
5. Kemampuan Rahasia Yamagi."Aku nggak ada apa-apanya, sungguh!" sahut Yamagi ketika ditanyakan apa dia ada sebuah kemampuan lain di dirinya.
Padahal dia sendiri punya banyak kekuatan yang terpendam. Tapi, hanya keluar di beberapa keadaan.
Misalnya saat dia marah..
Dia bisa menghancurkan sebuah balok besi hanya dengan sekali pukulan tanpa merasa sakit ditangannya.
Atau saat dia terancam..
Dia akan lari secepat mungkin tanpa bisa terkejar oleh yang lain.
Saat dia di jatuhkan dari tempat tinggi..
Dia hanya menderita sebuah goresan di muka dan mengalami keseleo ringan di tubuhnya.
Bahkan saat dia dipukulin pake kayu...
Dengan santainya dia malah biasa saja dan kayunya yang patah dengan watadosnya dia bilang.
"Tadi, kau ngapain? nepok pelan punggung gue?" tanya Yamagi.
Udah segitu aja...
Bonus
"Warrend! Ceritakan padaku! Kenapa kau bunuh diri!?" tanya Aiden dengan nada marah ke Warrend.
"A.. Aku..."
"Kau Kenapa!?"
"Maaf, aku.."
Brak!
"Kenapa!? Kau Kenapa!?" tanya Aiden dan dia menggebrak meja di depannya.
"Aiden.. Jangan terlalu keras dengan dirinya." ucap Desmond.
"Hergh! jangan membela-"
Bugh!
"Aiden! Tahan dirimu dan Jangan Memaksanya!" sembur Desmond setelah memukul perut Aiden.
"Cih!"
"Nah, Warrend, tolong cerita ke kami. Kenapa kau nekat bunuh diri?" tanya Desmond.
"Aku.. Terlalu Depresi saat itu. Terlalu memikirkan diriku sendiri, kenapa aku begitu bodoh, kenapa aku membunuh orang, kenapa semuanya menyakitkan, aku selalu berpikir seperti itu, menganggap diriku aneh karena tidak bisa bicara, luka di leherku selalu menjadi pemikiran hidupku." jelas Warrend, tanpa dia sadari setitik air mata mulai turun melewati pipinya. "Semua orang begitu memperhatikan diriku, tapi.. aku tak pernah bahagia karena terlalu memikirkan diri sendiri. Namun, akhirnya aku sadar kalau aku selama ini salah, dan mulai untuk mengulang semua itu dari awal, dimana aku masih bahagia dengan melupakan apa yang sudah terjadi sebelumnya."
"Kenapa kau tidak mencari diriku terlebih dahulu Warrend, aku mungkin bisa membantu dirimu saat itu juga?" tanya Aiden prihatin.
"Maaf, aku terlalu fokus dengan hal lain dan diriku sendiri, jadinya aku sempat lupa dengan beberapa orang." jawab Warrend dengan nada menyesal.
Aiden diam saja, kemudian berdiri dan memeluk Warrend, "dengar, jangan seperti itu lagi ok, aku sangatlah mengkhawatirkan dirimu." bisiknya.
"Te.. terima kasih."
"Ingat, kau punya banyak teman. Dan jika butuh sesuatu, kau boleh menghubungi diriku."
"I.. Iya.." Warrend kemudian mempereratkan pelukannya, tanpa disadari dia mulai menangis.
"Keluarkan saja, aku tau kau sangat membutuhkannya." bisik Aiden.
beberapa saat kemudian..
"Aku mau kembali ke markas lagi." kata Warrend kemudian, dia berdiri dari kursi.
"Baiklah, kau mau makan siang?"
"Nanti saja." Warrend mulai berjalan ke pintu, tapi, tiba-tiba dadanya mulai sesak kembali. 'Si.. Sial hal itu kembali. 'Kepalanya mulai pening dan pengelihatannya mulai kabur. Dan hal yang terakhir dia lihat adalah Desmond dan Aiden berlari kearahnya. Dan dia hanya mendengar suara yang memanggil namanya.
'Warrend!'
'Warrend! sadarlah!'
'Des! Pangg-'
'Si... a-'
Kejadian itu terulang lagi dan Warrend akan melupakan semuanya dari awal tanpa mengetahui apa yang sudah dia lakukan... Namun, apakah dia akan mengingatnya kembali.. Atau.. Dia akan kehilangan seluruh memori yang sudah dia alami...
