balas revievv :
girl-chan 2 :
Iris : Eeeeeeeeeeeh TwT
Nigou : *gemeteran karena ketakutan setengah mati dan sembunyi dibelakang Red
Red : *nepuk kepala Nigou. Tak apa-apa, dia tak akan mematuk mu kok, kurasa..
Rosy Miranto18 :
Yuki : Tidak, akarnya tidak tembus kok. karena yah, aku membuat sebuah lubang penembus dengan sihir jadi, akarnya tidak akan melewati rumah tapi, langsung ke tanah. Tapi, bukan berarti akarnya akan gelayutan, tapi tidak melewati bangunan sama sekali.
Warrend : *linglung Ha? Apa? Oh, baiklah janji.. Apa? *Sempoyongan tapi ditahan.
Aiden : Kau masih belum sepenuhnya baik, istirahatlah..
Warrend : Baiklah...
Yamagi : Bagus deh, kalo tau jawabannya.. bisa tutup mulut.
thx
Chapter 60 : Random Scene With Somebody.
1. Efek Vincent Ngamuk (Vincent and Desmand.)
"Vin agak aneh gitu ya, Serem iya tapi, hati kucing." ujar Sapphire ketika sedang jalan-jalan bersama Desmand di kota.
"Sap, kalo bisa lu tarik kata-kata lu deh." gumam Desmand dengan keringat dingin.
"Emangnya kenapa?" tanya Daren kebingungan.
"Nggak apa-apa sih, tapi, tadi kita jalan sama Vin kan?"
"Iya, lalu?" Sapphire dan Daren makin penasaran. Tapi, setelah diamati, Vincent hilang entah kemana. "Mana Vin?"
"Disini!" Seru Vincent yang sedang..
Menganggakat..
Sebuah...
Mobil...
Dengan Aura Gelap...
Yang akan dilemparkan keraha mereka bertiga...
"Anjrit Maafin gue Vin!" Kemudian, sebuah Mobil terbang kearah Sapphire dan belum sempat dihindari.
Sementara Desmand dan Daren, udah ngacir duluan entah kemana.
(Karena nyambit pake batu atau kaleng udah biasa.)
2. Survive when visiting Syahin with Luigi.
Ketika berkunjung ke rumah saudara pastinya akan selalu melepaskan aura yang menyenangkan dan tentram walaupun kadang membosankan.
Tapi, tidak dengan pergi ke rumah Syahin. Disana kalian akan disambut dengan hal-hal yang nggak biasa, kadang pertengkaran dua orang. Kadang ada orang yang suka ngerayu perempuan kalau datang bersama. Dan lain-lain.
Yah, Luigi yang kadang harus mengecek keadaan syahin beberapa hari sekali. (Takutnya dia mati disana.) Mau tidak mau dia harus melakukannya, karena pernah dia hampir terkena lemparan buku tebal saat membuka pintu. Pernah juga, dia menangkap basah Syahin sedang *piip* sama Thohir dan Mark dimalam hari. (mereka ditampung dirumah Syahin yang lumayan luas.), atau dua orang pengelana waktu (Inget Altair dan Ezio yang muncul di beberapa chapter sebelumnya.) yang nyangkut di rumah Syahin sedang mengacau dan memporak-porandakan ruang tengah karena tak sengaja mengeluarkan skill acc Fujin.
Dan kali ini masalahnya lebih besar karena...
"Luigi.. aku entahlah, mau bicara apa lagi." ucap Syahin ketika melihat Luigi baru datang ke rumahnya dan sebuah buku baru saja tumpah diatas kepalanya sampai berdarah.
"Apapun itu.. kau harus diperban.." ujar Luigi dengan muka datar.
3. Brother? Animal? And Father? (Alucard, Alucard, Haytham, Haytham, Connor)
~Alucard dan Alucard~
"Berhenti mengikuti diriku!" sembur Alucard ke Alucard yang mengikuti dirinya yang sedang pergi bersama Haytham dan Connor untuk menemui ayahnya.
"Ayolah, biarkan aku ikut dirimu, kau terlalu menarik soalnya!" balas Alucard sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Nanti teman-teman mu mencari!"
"Sudah kutangani!"
dipenginapan..
"Alucard mana?" tanya Miya bingung.
"Entah, cabut lagi kali." jawab Eudora setelah melihat sekeliling. "Delapan."
Brak!
"Anjrit! padahal gue tinggal dikit!" keluh Saber dan dia langsung mengambil tumpukan kartu yang sudah terkumpul banyak ditengah meja.
"Nggak jadi menang! nggak jadi menang!" goda Alpha.
"Brisik lu dek!" sembur Saber.
"Come back is real!" sahut Bruno.
"Come back mata mu!" sembur Clint.
kembali ke duo AluHay dan Connor...
"kau membuat mereka sibuk dengan menyuruhnya main 'tepok nyamuk' " ujar Alucard facepalm.
"Emangnya kenapa? pinterkan?" timpal Alucard watados.
"Pinter Ndas-mu!"
"Apa tujuanmu kali ini?" tanya Alucarx setelah selesai memijit keningnya.
"Gampang, aku ingin..."
"bertukar tempat lagi?"
"Bukan, Aku ingin kau memanggil diriku kakak itu saja." ucap Alucard kemudian dia langsung di supplex oleh Valient (Start writing Valient name again)
"Ogah! Gue udah anak pertama dari lima bersaudara ngapain manggil lu kakak!" sembur Valient.
"Tapi, kan enak punya kakak angkat."
"Enak Pantatmu!"
Haytham, Haytham, and Connor.
"Gila, rumahnya gede banget!" ujar Alucard ketika sampai ke Kenway Mansion.
"Jangan salah, yang nempatin rumah ini hanya dua orang lho." timpal Haytham.
"Serius?" tanya valient kaget.
"Iya."
"Selamat datang kalian semua." kata seorang pria yang memakai baju kolonial berwarna biru gelap dan berambut putih diikat.
"Hai.. ayah.. Lama tak jumpa."
"Oh, Kau datang juga Connor, apa ini teman-temanmu itu?" tanya pria itu.
"Ya, mereka teman-teman ku."
"Oh, baguslah, ngomong-ngomong, siapa pria berambut biru ini?"
"Namaku Emm.. Haytham WeißBlau, senang mengenalmu tuan Kenway." ucap Haytham sambil membungkuk.
"Nama depan mu sama seperti diriku." ujar Haytham.
"Yah, nama ini diberikan orang tua ku karena mereka ingin menamai anak terakhir mereka dengan seorang yang terkenal dan jadilah dirimu. Oh, dan mereka juga 'Templar'." jelas Weiß (mulai lagi)
"Tunggu, kau tidak cerita kalau orang tua-mu itu 'Templar'. Dan.. Kau itu memancarkan aura berwarna biru bukan merah." timpal Connor dan matanya menyala.
"Aku bukan pengikut aliran manapun, Assassin maupun Templar. Aku netral, tapi aku hanya tertarik dengan Assassin.. mungkin itu alasannya." balas Weiß.
"Menarik, ayo akan memberikan kalian tur keliling rumah-ku. Dan Connor temui kakek mu."
"Baiklah..."
4. Mabok lagi!? (Lanjutan dari GCS 'Day in a week, pas Raimundo')
"Hik.. ehehehe... hik.. ahahahaha!!" Eudo tiba-tiba tertawa histeris seperti orang kesurupan sambil memegang sebuah botol sake di tangannya dan dia terus meminum sake itu.
Raimundo hanya bisa sweatdrop melihat kelakuam Eudo yang mabuk karena meminum sakenya. sudah tiga orang yang menjadi korban sakenya, apa sake itu di laknat dan di minum oleh orang-orang yang gampang mabuk!?
entahlah, hanya botol sake itu yang tau (?)
Tapi, jika dilihat lagi, kenapa seleruh ruangan jadi sepi?
'Lho, semuanya kemana? dan kaichou juga ilang?' gumam Raimundo yang sekarang sedang memegang sebuah tongkat kayu.
"Mundoooooo~"
"Eh ya- Mmpph!"
Ok, Mundo, kau terlambat menyadarinya. Tenaga Eudo akan bertambah 2x saat dia mabuk berat dan berubah menjadi 'Kissing Demon.'
'Tu.. tunggu, kenapa badanku jadi lemas, kenapa ini?' ujar Raimundo disela ciuman itu.
Oh, satu lagi, bagi yang tercium Eudo saat dia mabuk, tenaga mereka akan terserap juga.
"Euh- Mnnh!"
"Kita hik. Berdua. Hik. disini. Jadi. Tenang. Hik. Saja." Ucap Eudo ketika disela ciuman mereka.
Paginya..
"Apapun itu! Tolong maafkan kelakuanku tadi malam!" Pinta Eudo sambil membungkuk didepan Raimundo.
"Tak.. Usah.. Dipikirkan.." balas Raimundo yang masih shock dengan kejadian semalam.
"Aku tau, tapi.. Aku merasa kurang ajar terhadap dirimu."
"Tak.. apa.."
"Te.. Terima.. Kasih..."
Nyuut!~
"Aww.. pinggaku sakit." rintih Eudo, makanya dia izin tidak masuk kerja hari itu juga.
"Mau ku bantu?" tanya Raimundo.
"Terima kasih."
5. Story Telling Again.
"Hmm.. buat cerita-cerita deh, males kalo lagi nunggu listriknya nyala lagi." ajak Red yang bosan akibat mati lampu. Padahal, lagi seru-serunya ngejailin beberapa orang yang nginep di markas.
"Ok, Ngumpul aja di ruang tengah. Gue mau ngambil makanan di kulkas." ucap Aka.
Beberapa saat kemudian...
"Gambreng dulu aja."
"Ok, Sendiri jaga!" semuanya melihat tabgan mereka, beberapa orang langsung keluar dan tersisa tiga orang. Dan ternyata Desmand yang duluan cerita.
"Baiklah, gue yang duluan." bisik Desmand dan lilin segera dinyalakan dan didekatkan ke arah dirinya. "Ini cerita tentang kakak beradik yang bermasalah."
Ada Sekeluarga Kakak beradik yang tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Orang tua mereka meninggal secara misterius saat mereka kecil dan mereka di rawat oleh kakek dan nenek mereka.
Setelah tumbuh cukup besar. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tinggal bersama tanpa pengawasan dari kakek dan neneknya.
Suatu hari... Sang adik harus merelakan kakaknya yang meninggal akibat terjatuh dari lantai 3 dan mengalami pendarahan hebat di kepala. Sang adik sangatlah terpukul oleh kematian satu-satunya orang yang dia sayangi. Sekarang dia hiduo sebatang kara, namun, dia sudah memiliki keahlian yang dia pelajari selama kakaknya hidup.
Tiga bulan setelah kematian kakaknya, seseorang mengetuk tempat sang adik tinggal. Dan sang adik hanya tidak oercaya aoa yang dilihat dirinya. Kakakanya hidup kembali, dia sangatlah senang akan hal itu, Namun, sebenarnya.. ini adalah permulaan dimana Mimpi buruknya mulai.
Semuanya menelan ludah, jadi.. Bagian bahagia tadi, hanyalah sebuah picisan belaka.
Malam hari setelah sang adik pulang bekerja, dia menemukan banyak hal-hal aneh saat dia pulang. Kenapa dia merasakan seperti diikuti? Dia langsung mempercepat jalannya dan menuju rumah tempat dia tinggal. Di rumah keadaannya juga sangatlah janggal. Lampu tidak dinyalakan sama sekali dan pintu juga tidak tertutup dengan rapat.
Ketika dia masuk.. Dia mencium bau yang sangat menyengat yang membuat dia sedikit merasa mual. Dia berjalan ke ruang tengah dan langsung kaget melihat sebuah kejadian yang mengerikan.
"Kejadian apa itu?" tanya Tumma santai, sebenernya panik.
"Begini..."
Kalaupun ini mimpi buruk, dia tidak ingin melihatnya lagi, bahkan ingin segera terbangun dan memeluk kakaknya. Disitu, dia melihat kakaknya sedang melahap seorang pria paruh baya. Kakaknya bahkan, mencongkel mata pria itu dan memakannya secara langsung.
"Urgh! Aku rasa aku mulai mual." ujar Rendy dan mulai menutup mulutnya.
Sang Adik terjatuh dengan posisi terduduk dan sang kakak langsung melihat kearahnya dengan senyuman menakutkan di wajahnya. Kakak yang selalu tersenyum lembut kearahnya ternyata seorang pelahap daging manusia, tapi, dulu dia tak pernah melihat itu.
"Kemarilah! Atau Kakak yang akan datang!" Ucap Kakaknya dan mulai bergerak kearahnya.
"Tidak, Kau bukan kakakku! Kau monster yang mengambil alih tubuh kakakku!" seru sang adik yang sangatlah ketakutan.
Sang Kakak hanya tertawa dengan histeris, "Apa maksudmu!? Aku Kakakmu! Oh, Kau harus merasakanya. Kakakmu ini lapar dan butuh daging segar-"
"Monster! Kau Monster! Kakak-"
Sang Kakak langsung menyumpal mulut adiknya dengan sebuah Lidah korbannya yang dia makan. Dia langsung memuntahkan hal yang menjijikan itu dari mukutnya dan sang kakak langsung memukul wajahnya. "Beraninya Kau Memuntahkan hal yang paling enak!"
Sang Adik mulai menangis disela itu kakaknya terus-menerus memukuli dirinya, 'Kenapa-kenapa, hal ini terjadi padaku. Kakak, Ayah, Ibu.. Tolong aku.' batinnya.
Tak sengaja dia melihat seorang wanita yang masih dalam keadaaan terikat kedua tangan dan kakinya, juga matanya ditutup oleh sebuah kain. Sang Kakak melihat wanita itu kemudian dia berseringai.
"Oh, Kau mau lihat, keindahan teriakan seorang yang sedang menderita, ayo kakak tunjukan."
Sang Kakak mengambil sebuah gunting yang cukup panjang dan sebuah pisau. Dia berjalan ke arah wanita itu dan menarik paksa lidahnya. "Lihatlah!"
"Tidak, Aku tidak-"
"Kyaaaaaaaaaah!" Wanita itu berteriak ketika sang kakak mulai memmemotong lidahnya.
"Arie! Arie! Dia pingsan!" pekik Zen panik ketika melihat Arie pingsan di sebelahnya. Dan, juga Lectro ikutan pingsan karena dia masih shock soal lidah.
"Karena pingsan, gue udahan aja ya, sebenernya masih panjang sampe sang adik ikut-ikutan jadi kayak kakaknya." ucap Desmand pelan.
"Ok, Ganti seseorang..." ucap Red.
6. Meet His real Parent's
"Akhirnya! 2 hari tanpa gangguan Alfred gue merasa tenang!" seru Salem sambil merenggangkan tubuhnya.
"Salem dicariin!" panggil Daren.
"Sama Siapa!?"
"Ayank Mbeb!" seru Sapphire.
"OMG Hellow! 2 hari tanpa ganggu dan dia kesini lagi!" keluh Salem dan dia hanya menghela nafas sambil berjalan malas ke ruang tengah.
Di ruang tengah dia sambut oleh...
"Mama!" Seru Alfa dan memeluknya dengan erat.
Salem hanya tersenyum dan mengusap kepala Alfa, 'Kalau anak ini yang datang tak apa.' batinnya.
"Tumben, kamu tidak kabur dari rumah lagikan?" tanya Salem.
"Nggak, justru aku datang bersama mereka." jawab Alfa.
"Eh.."
Kemudian...
"Halo, Salem senang bertemu denganmu." sapa seorang wanita berambut pirang yang tidak terlalu tinggi.
"I.. Iya, Senang bertemu d.. denganmu. Salma." balas Salem canggung.
'Wow, ternyata aku cantik juga. Et Buset, jangan berpikiran seperti itu Salem! masa lu suka sama dirilu sendiri sih, Jones-Jones!' ujarnya dalam hati.
"Terima Kasih ya, kau mau menerima alfa saat kami bertengkar. Kami sungguh khawatir ketika dia hilang." ucap Salma sambil tersenyum.
"Ya, tak apa, mana Alfred?"
"Sedang diluar, Oh, kau yakin ingin melihatnya? kata kak Naya kau akan pingsan ketika melihat orang yang sama atau anak kembar."
Jleb!
"KAK NAYA JANGAN CERITAKAN HAL ITU!" Pekik Salem.
"Maaf Salem, dia yang bertanya seperti apa dia disini!" balas Naya yang ada di dapur.
"Ok, lupakan hal itu." keluh Salem.
"Hihihi, tak apa, oh, apa kau sudah mempunyai seorang pacar selain Alfred?"
"Hmm.. Belom.."
"Begitu, kenapa nggak cari saja?"
"Terakhir kali, aku malah ditikung sama temen sendiri, dan Alfred tidak meng-izinkan diriku untuk memiliki seorang wanita." jelas Salem.
"Itu karena kau salah caranya." balas salma.
"Salah, maksudnya?" tanya salem penasaran.
"Saat aku bertemu dengan Alfred didunia ini, aku sudah menebaknya dan sifat mereka ternyata sama. Kalau begitu, pasti cara yang lebih halus akan langsung mendapat kepercayaannya." jawab Salma.
"Eh, bisa memangnya?"
"Bisa, asalkan kau tau saja cara membujuk Alfred."
"Membujuk Alfred? Tapi, aku tak mungkin-"
"Halo, Kalian berdua, sedang membicarakan apa?" tanya Alfred (AU) kemudian, dia mencium kening Salma.
"Hm.. tak ada yang penting kok." jawab Salma.
"Lagi ngomongin apa Salem?" tanya Alfred yang memeluknya dari belakang.
"Tak ada yang penting." jawab Salem.
'Membujuk Alfred? Apa bisa? tapi, bagaimana caranya?' gumam Salem.
Hal itu selalu terpikirkan oleh Salem bahkan ketika dia kabur seminggu kemudian.
'Membujuk Alfred.. Apa Bisa? Tapi, Tak mungkin aku melakukannya... Aku bahkan tak tau caranya. Tapi, imbalannya sungguh menggiurkan'
bonus :
"Salem.. dia sudah menghilang selama satu minggu." ucap Naya dengan nada khawatir.
"Apa... Kenapa!?" tanya Alfred yang mulai panik dengan kabar tersebut.
"Aku tidak tau, Rendy bilang Salem depresi karena kau... a.. aku tak bermaksud menyakiti dirimu. Maaf.." jawab Naya, namun.. dia melihat pemandangan yang tidak biasa karena Alfred baru saja berlutut dan matanya mulai meneteskan air mata.
"Kenapa.. kenapa.. ini terulang lagi.. semuanya selalu menghilang... Orang didekat diriku.. selalu menghilang.. kenapa!"
"Alfred.. a.. aku.."
"Tidak! Itu Tidak menolongku! Aku memang tidak harus muncul di dunia ini! Aku hanya menghancurkan hidup banyak orang!"
Eris kemudian datang bersama dirinya yang dari dunia lain.
"Gawat! Alfa dia menghilang!" seru Eris (AU).
"Kak Alfred! Jangan Depres-"
"Minggir kau! Aku bukan siapa-siapa! Aku hanya seorang penghancur hidup seseorang! Kenapa banyak yang mau aku dekati, biarpun aku akan menghancurkan hidup mereka perlahan-lahan!?" balas Alfred kemudian, dia berdiri dan mendorong Eris.
"Aku bukan Kakakmu! Aku bukan Orang tua dari Alfa! Aku bukan Pendamping Salem! Aku.. Aku. Hanya. Seorang. Hantu. Tanpa. Perasaan!" seru Alfred kemudian pergi.
"Alfred/Kakak!" panggil Eris (AU), Eris, dan Naya tapi, Alfred tidak merespon sama sekali lama-lama wujudnya mulai memudar di mata mereka.
"Tidak! Kakak! Jangan tinggalkan akuu lagi!" Eris mencoba menahan Alfred tapi, dia malah menembus badannya. Dan seakan Alfred tidak mendengar teriakannya sama sekali. Bayanganya mulai memudar, Alfred berbalik dan tersenyum ke Eris.
'Maafkan kakak tak bisa membahagiakan mu.. Sampaikan Ucapan terakhir ini ke Salem dan Alfa.. Aku masih.. menyanyangi mereka berdua.. Kakak minta maaf, Eris.' Alfred mengusap kepalanya dan menghapus air mata kemudian, dia menghilang didepan Eris.
beberapa saat kemudian...
"Marisa! Tolong kembalikan kakakku! Aku tak mau sendirian lagi!" pinta Eris.
"E.. Eris, aa.. aku tau.. Tapi, satu-satunya cara hanyalah menemukan Salem dan Alfa, karena Alfred masih terikat dengan dirimu sampai kau mati. Untuk membawa Alfred agar terlihat lagi adalah membawa Alfa dan Salem ke makamnya dan mereka harus bahagia dengan keberadaan Alfred." jelas Marisa.
"Tapi, kenapa mereka!? Aku yang sebagai adiknya tidak dianggap!?" tanya Eris lagi.
"Bukan, tapi, Salem dan Alfa adalah benang kebahagiaan Alfred di dunia ini selain dirimu, dan sekarang.. Alfa menghilang bersamaan dengan Salem sama saja memotong dua dari tiga ikatan kebahagiaan dirinya." lanjut Marisa.
"Aku... harus menemukan dua orang itu.."
"Iya.. Maafkan aku, tapi, itulah tugas mu sekarang.. temukan Kedua orang itu, maka, Alfred bisa kembali.. tak peduli Salem sudah memiliki orang lain atau Alfa sudah bertumbuh besar atau bahkan mereka berdua telah mati.. kau harus menemukannya dan membawa mereka ke makam Alfred, dan mereka harus mengakui keberadaannya dan bahagia bersama dengan Alfred maka, dia akan muncul kembali di dunia ini."
"Jika tidak?"
"Alfred.. bagaikan tidak pernah ada di dunia ini setiap orang akan melupakan dirinya termasuk dirimu Eris. Kau tidak akan mengingat siapa Alfred dan sejarah keluarga Lanceford akan berubah drastis. bisa saja.. bukan Alfred yang dihukum pancung, tapi dirimu."
"Batas waktu?"
"Hanya Dua bulan... kau harus bergegas. Atau.. Alfred akan dilupakan dari dunia selamanya."
N/b : Serius, gue bikin bonus kali ini sampe ngeluarin air mata. Hal lainnya adalah Pas Chapter Hato kabur dari markas, Alucard nyeritain Cullen, sama mimpinya si Eris. Sisanya yang sedih malah nggak nangid :'v
