balas revievv :

girl-chan 2 :

Red : Gue yang nampar! Napa Masalah!? *Dark Aura.

Desmand : Bukan Ezio namanya kalau nggak bisa bikin wanita Terlena walaupun hanya bersenandung. Seperti, Luigi juga bisa dia seperti itu.

Lectro : Yang sabar Tim-Tam.

Rosy Miranto18 :

Desmand : Yah, begitulah, terima kasih, yah, biarpun sesekali aku hanya bisa membayangkan diriku itu Ninja :'3

Desmond : Kan sama-sama Assassin? -o-

Desmond : Tapi, Entah kenapa aku ingin saja :'3

Alfa : Yaoi itu apa ya?

Alfred : Kau akan tau nanti Alfa, Kau akan tau nanti setelah dewasa.

Alfa : Baiklah...

StrideRyuuki :

Alfred : Ya, aku kasihan saja. Tapi, kalau dia senang, aku ikut senang.

Oi, Gip Judi M-Coin Dong *Angry React

(Bercanda jangan dianggeo serius ya :v)

Thx

Chapter 62 : Brother coming!

Pagi hari yang tenang di Squad...

"Hmm.. Shiki apa itu yang kau gigit?" tanya Yuki.

"Surat, aku menemukannya di Halaman depan, di samping tubuhku." jawab Shiki dan memberikannya ke Yuki.

"Dari siapa ya?" Yuki melihat data penerimanya dan surat itu ternyata untuk Yamagi.

"Hmm... Akan aku berikan ini untuk dirinya." Yuki tidak menyadarinya kalau dia diperhatikn dari belakang oleh seorang pria misterius.

Kemudian..

"Ini untukmu." Yuki memberikan surat itu ke Yamagi. Yamagi membacanya sebentar dan langsung menutup surat itu lagi.

"Yaudah, terima kasih sudah membawakan surat itu. Aku akan menunggu dirinya." jawab Yamagi dan menutup pintu kamarnya. Saat pintu kamarnya tertutup dia langsung mematikan lampu dan menunggu sebentar sampai dia mendengar suara seseorang entah darimana.

'Ougi : Kage o Korosu! (Shadou Kiruu)'

Yamagi segera mencabut pedangnya dan menangkis serangan yang datang dari beberapa arah secara brutal. Dia hanya berhasil menangkis beberapa serangan dan sisanya membuat beberapa luka beset di tubuhnya dan sobekan di jubahnya.

"Ok, Cukup! Haya! Aku tau Kau dibalik semua ini!" Yamagi menyalakan lagi lampu kamarnya dan seorang pria berambut pirang dan bermata merah terlihat dengan kuda-kuda siap menyerang lagi.

"Hah.. Ketahuan!" keluh Haya. (Masih ingat adiknya Yamagi? lihat Chapter 59!)

"Ayolah! Apakah ini sambutan untuk ku setelah kita-"

"24 tahun berpisah? Ini lebih dari cukup tapi, entahlah." potong Haya dan segera duduk dilantai

"Bagaimana dengan pelukan setelah lama berpisah?" pinta Yamagi dan melebarkan tangannya untuk bersiap dipeluk.

"Aku lebih memilih menggoreskan shuriken dan kunia ku ke tubuhku sendiri, daripada memeluk kau yang bertindak seperti orang gegabah." tolak Haya.

"Kau yakin?"

"Tidak!" Haya langsung memeluk Yamagj erat-erat.

Setelah itu..

"Yo semua! Kenalkan ini adikku!" seru Yamagi sambil menepuk punggung Haya.

"Perkenalkan, namaku Hayabusa Kunihiro. Senang bertemu kalian semua." ucap Haya sambil membungkukkan dirinya.

"Ya, senang berkenalan denganmu." balas para anak perempuan.

"Hayabusa ya.. hmm..." Reha memasabg pose berpikir.

"Bisa Shadow Kill nggak?" tanya Reha dengan muka watados sebelum dijitak Yamagi.

"Itu bahaya, jangan meminta dia yang aneh-aneh!" omel Yamagi.

"Huuu..."

"Bisa saja sih? Tapi, kau siapa?" tanya Haya hati-hati.

"Aku pemimpin squad ini."

"Itu berarti kau... master?"

"Uh-Huh.."

"Reha!" Yamagi terlambat mengatakannya dan Haya langsung berlutut didepan Reha.

"Aku siap melindungi dirimu, Master!"

"Eh, kayaknya gue salah ucap deh." ujar Reha sweatdrop.

1. Tasting Weird food.

"Hmm.. Penasaran deh rasanya kayak gimana." gumam Jung yang sedang memegang sebuah bungkusan Wafer dengan rasa Permen Karet (?)

"Yaudah, bukalah!" timpal Ethan, dan jung mulai membuka bungkusan wafer itu. "Dalemannya warna biru muda, yakin nggak nih?"

"Udahlah, nekat aja. Keracunan bisa ke UGD ini." ucap Ethan.

Mereka mulai menggigit wafer itu dan..

"Rasanya kayak beneran permen karet." gumam Mereka sweatdrop.

Tak jauh dari itu...

"Oeo(?) Rasa Teh Hijau?" tanya Reha. "Baru lihat."

"Kalau di sekitaran kota sebelah ada yang jual, Master Reha." jawab Haya.

"Oh, Ku coba." Reha mulai membuka bungkusnya dan memakan biskuit itu.

"Bagaimana?" tanya Haya.

"Teh Ijonya berasa banget, dan ngomong-ngomong, seingatku biskuit ini tebel deg bukan tipis."

"Kalau dikota itu, memang ada beberapa produk yang tak ada di kota lain. Misalnya, Es krim rasa Tinta Gurita yang dimakan oleh Yama-Nii."

"Pruuuh! Hayabusa Temera!"

Yamagi paling anti dengan Es krim rasa yang aneh-aneh.

Dan Juga..

"Bir ditambah Wine?" gumam Takano sweatdrop saat melihat sebuah kaleng yang minuman dan melihat isinya. "Alkohol 14 persen."

"Kau tak mencobanya?" tanya Ryuuga.

"Entahlah, Aku rasa ini tidak terlalu bagus." ujar Takano.

"Boleh aku coba?" pinta Reha.

"Reha! Kau masih 17 tahun!" tolak Takano.

"Aku mau coba!" Reha langsung merebut kaleng itu dari tangan Takano dan mencoba meminumnya sedikit dan..

"Bleh! Heergh! Pait!" gerutu Reha.

"Kau meminumnya beneran!?" tanya Ryuuga dengan mata melotot.

"Iya, Ih! Ternyata itu rasa Wine! Pait!" keluh Reha.

"Emang, kau kira akan manis!?" Cerocos Takano.

"Ya, Karena kalau diliar banyak orang yang sering minum dan mereka biasa-biasa saja. Makanya, aku rasa itu manis begitu." jawab Reha datar.

"Masih mau lagi? Nih, minum!" kata Takano dengan seringai di wajahnya.

"Nggak! Makasih! Udahlah, mau makan mi ayam diluar bareng Haya sama Yamagi aja." Reha langsung keluar dapur meninggalkan mereka berdua.

"Dasar anak itu." guma Ryuuga.

Note : Soal Wine itu.. Beneran, itu oleh-oleh yang dibawa sodara ku yang baru pulang dari Jepang. Aku nyoba minum dikit dan pait pake banget!

2. Prank with Ethan.

"Haya lebih baik kau mencoba berinteraksi dengan anggota lain, Jangan nempel sama Reha mulu." ucap Yamagi dengan nada bete.

"Hmm.. Baiklah jika itu mau mu, Yama-Nii." kata Haya dan keluar ruangan.

"Hei..."

"Hmm.."

"Kau cemburu sama dia?" tanya Reha watados.

"Tidak! Aku tidak cemburu!" jawab Yamagi sewot.

"Yakin!" goda Reha.

"Iya!"

Sementara itu.."Jadi gini Haya, pertama kau gunakan bomb asap lalu, taruhlah Boneka ini disekeliling dia." kata Ethan sambil menyerahkan sekeranjang boneka anjing.

"Kenapa boneka anjing?" tanya Haya bingung.

"Kau akan tau nanti." jawab Ethan dengan senyuman iseng diwajahnya.

"Baiklah..."

Kemudian, Ethan melempar bomb asap ke arah Teiron yang sedang duduk dibangku taman. Dan Haya langsung bergerak cepat dan menaruh boneka anjing itu disekelilingnya plus bonus.

"Uhuk! Uhuk! Siapa yang lempar petasan kentut sih!" keluh Teiron dan kemudian asapnya hilang. Tapi, semuanya telah terlambau untuknya.

"Kenapa Disekitar gue boneka anjing semua!? Kapan Dan Ngapain lu mangku gue!" Jerit Teiron ketika melihat dia dipangku Hato dan disekeliling dia banyak boneka Anjing.

"Entahlah.. Aku tak tau-Woof!"

Tak jauh dari itu, Ethan sedang ketawa ngakak dan Haya hanya bergetar karena menahan tertawanya.

3. Takin' Shiki to Walk

"Apa aku harus melakukan ini?" tanya Haya.

"Tolong bawa dia jalan-jalan. Aku tau kau tidak biasa karena dia ini serigala tapi, tak apa kok." jawab Yuki.

"Huff.. Kenapa aku harus melakukan ini." keluh Shiki.

Kemudian...

"Shiki, apa yang kau lakukan? Ayo.." kata Haya.

"Entahlah Haya... Aku tak yakin soal ini." balas Shiki.

"Tak apa, jangan pedulikan orang-orang yang, yah.. memperhatikan kita berdua." Gumam Haya, karena mereka jalan-jala ke taman dekat markas yang notabene agak ramai dengan orang-orang dan juga anak kecil. Mereka semua memperhatikan dirinya karena Shiki, dan juga tak lupa Tanuki (Musangnya Yuki) Ikut diajak dengan diletakan diatas kepala Haya.

"Aku tak akan betah dengan ini."

"Ya, ayo kita pergi."

"Haya! mau ikut nggak?" tanya Iris yang menghampirinya.

"kemana?"

"Ke markas Garu squad karena aku perlu mengunjungi teman-ku." ajak Iris.

"Garu squad?"

"Itu squad teman kami. Ayo kau akan ku perkenalkan." Iris langsung menarik tangan Haya tak lupa dengan Shiki.

4. Garu Squad?"Ini tempatnya? Besar. Seperti Istana." Ujar Haya.

"Ya, memang ayo mas- Oh aku lupa. Jangan Kaget ya." Iris kemudian mengetuk pintu markas garu. "Permisi! Selamat Siang! Konnichiwa! Annyeounghaseo! (?)"

Seseorang membukakan pintunya dan Haya hampir melemparkan Shurikennya kearah pria yang membukakan pintu depan.

"Hai, Oh, lu, Mau ketemu Emy yaudah sana... Dan ini siapa bawa Serigala pula!?" pekik Pria itu kaget (kok kebalik ya :v)

"Oh, ini anggota baru namanya Hayabusa, Adiknya Yamagi, dan ini Shiki, Serigala peliharaan Markas (lebih tepatnya Yuki.), dan itu diatas kepalanya namanya Tanuki, Musangnya Yuki." jelas Iris.

"O.. Oh, Hai.. Namaku Tumma. Senang berkenalan dengan dirimu."

"Ya.."

"Hoo~"

"Dia bisa bicara!?" pekik Tumma makin kaget mendengar suara dari Shiki.

"Kau meremehkan diriku, Manusia Hijau." gerutu Shiki.

"Maaf..."

"Emm.. Masuk aja, udah nggak apa-apa.." ucap Tumma gugup.

"Ok, Ayo, masuk Haya."

"Ya."

Kemudian..."Hei, ada ninja disini!" Seru Alpha.

"Wah, Keren Ada ninja!" seru Sapphire.

"Ninja Kw apa Ninja asli?" tanya Edgar.

"Kayaknya Asli, tuh liat aja!" Semuanya langsung mengintip dari jauh Haya sedang duduk di sofa ruang tengah dengan satu kaki naik dan tangan dilipat. Entah Shiki dan Tanuki ada dimana.

"Gila, kayaknya itu Asli! Tuh liat aja gayanya!" bisik Tartagus.

Tiba-tiba, Teiron nongol sambil memakan Cupcake sambil berjalan kearah Haya. Haya yang menyadari kehadiran Teiron merasa kenal dengan dirinya."Hei, Aku sepertinya tau dirimu." kata Haya.

"Maaf, kau siapa?"

"Kau yang tadi pagi di jahili sama Ethan dengan menyuruhku menaruh boneka anjing sekeliling-mu ditambah dengan pria anjing itu memangku dirimu." jelas Haya watados yang sukses membuat semuanya yang mengintip dari jauh ngakak nggak ketulungan.

"Ahahahaha! Korban super trap!" tawa semuanya kecuali Teiron yang langsung jawdrop.

"Ok, kalian hentikan itu!" keluh Teiron dan mulai mensummon Batu bata ditangannya dan menimpuk semuanya kecuali, Haya karena sebelum dia berhasil menimpuknya Haya sudah lebih dahulu menghindar kebelakangnya.

"Kurang cepat, Ougi : Shadoo Kiruu!"

"Gyaaaaaaaaah!"

Oh yang kena bukan Teiron doang, tapi, hampir semua yang ngintip kena.

Sementara yang lain lagi di Shadow Kill. sama Haya mending kita ke Alfred sebentar...

Di CitaCafé..

"Bagaimana? Kau sudah mendapatkan seseorang sekarang?" tanya Alfred.

"Ya, Namanya Chilla, orangnya lumayan dan kalau ngomong dia harus pake nama dia dulu, misalnya.. 'Chilla mau ikut Salem, Chilla memasaknya untuk Salem.' dan sebagainya." Jelas Salem.

"Baguslah..."

"Kemarin, orang tuanya datang-"

"Dan kaget sama Tum-tum?"

"Kok tau?"

"Naya."

"Oh..."

"Hei, aku dengar dia pemasak yang buruk.. Kau harus belajar masak untuk kalian berdua sepertinya." Alfred sedikit tertawa setelah mengucapkan hal itu dan Salem langsung blush.

"Fix, jangan nyebar aib deh."

"Maaf, hehem..."

"Tapi.. Makasih, kau sudah mau mentraktir."

"Ya, dan kalau bisa kenalkan aku dengan dia. Aku ingin melihatnya juga."

"Kau yakin?"

"Ya, tenang saja, aku akan hanya bilang konsultan dirimu nanti."

"Emm.. Terserah kau."

"Mau ku bilang pacar?"

"Dasar nekat!" Sembur Salem.

"Ya kali Sally, mana mungkin aku bilang begitu." Alfred mencubit pipi Salem.

Back to Haya...

"Keren, dia ninja beneran rupanya." ucap Monika setelah melihat para laki-laki habis di gebukin Haya seorang diri.

"Dan.. Sedang apa dia disini?" tanya Lisa.

"Dia diajak Iris kesini." jawab Tumma datar.

"Hee.. Bukan anggota baru kita rupanya. Ku kira anggota baru kita." keluh Vience.

"Ye kali, ketua juga belom tentu nerima anggota, itupun si Chilla karena dia ikut Salem." timpal Mathias.

"Tapi, ngomong-ngomong.. Salem mana?" tanya Tumma.

"Entahlah, keluar kali, Tapi, Chilla lagi diajak ke mall sama Yubi, Amelia, dan si Emm.. siapa namanya ya?" Monika memang pose berpikir berusaha mengingat orang yang terakhir

"Lupa?"

"Iya, Sepupunya Ethan yang suka bikin Graffiti."

"Oh, si Prisma."

"Nah iya, tuh anak tadi bareng soalnya."

"Teiron Turun Woi dari situ!!" seru Luthias yang mencoba menurunkan Teiron yang sedang gelayutan di atas lampu gantung, semuanya langsung sweatdrop melihat pemandangan itu.

"Nggak, Dan kenapa Serigala di markas!? Siapa yang bawa!?" Jerit Teiron ketika melihat Shiki disebelahnya.

"Emm.. Aku disuruh untuk membawanya jalan-jalan oleh Yuki san Iris mengajakku kesini." jelas Haya.

"Ron, ini serigala bukan anjing!"

"Sama Aja!"

"Kau bisa menurunkannya?" tanya Mathias setelah menghela nafasnya.

"Baiklah.."

Haya melompat dan segera mengambil Teiron yang gelayutan di lampu dan menurunkan dirinya secepat mungkin. "Ok, Udah.."

"Jangan dekat-dekat!"

"Memangnya kenapa? Aku tak akan mengigitmu kecuali, kau menyakitiku!" balas Shiki sewot dan semuanya langsung menatao kearahnya (min. Hayabusa) "Apa? Ada yang salah?"

"Apa kuping gue yang salah-" gumam mereka bersamaan

"Atau emang gue ngedeger serigala ini ngomong?"

"Aku memang bisa bicara berkat Yuki." kata Shiki datar.

"Ok.."

Gubrak!

Beberapa dari mereka pingsan.

"Yah, pingsan.." gumam Haya.

Lalu.."Darimana saja?" tanya Yuki.

"Hmm.. Iris mengajakku ke Garu-squad dan Shiki dan Tanuki ikut bersamaku."

"Ada anak muda yang mirip dengan Moku loncat keatas Lampu saat melihat Shiki, kemudian, dia pingsan setelah mendengar Shiki dapat berbicara. Ada anak yang menarik, karena dia haya bisa mengeong. dan Setelah itu tak ada yang masalah yang serius."

"Hmm.."

"Aku menggunakan KageoKoro ke beberapa dari mereka karena mencoba mengganggu."

"Tak apa, mereka kadang memang harus dihukum jika berbuat kebablasan." jawab Yuki dengan senyum pahit di wajahnya.

Udah segitu aja..(Putuskan Ide dan Hilang begitu saja :'v)