balas revievv :

Rosy Miranto18 :

Haya : Aku rada tidak.. Aku tak punya motor karena aku tinggal bergerak secara cepat diantara bayangan saja sudah cukup. Atau naik kereta dan kendaraan umum.

Desmand : A.. Hei, Assassin di kelompokku berbeda karena rata-rata kami memiliki seseorang intelejen dan pembunuh di bedakan kelasnya.

Jung : *Bekep mulut Maaf, Jangan rasa Aneh-aneh atau aku akan muntah.

Ethan : *Inget sesuatu. Rasa daging ya... Hmm.. *Nyengir. U Know What I Mean?

Lectro : Lu mau jejelin Ikyo make gituan ya

Ethan : Bisa dibilang dia jadi kelinci percobaan Permen Daging itu, muehehehehe.

Takano : Entahlah, Sake terbaik buatan keluargaku hanya bisa mencapai 85 persen saja. Tapi, layak dicoba.

Itu beneran Wine dicampur bir, karena tulisan di mereknya kelihatan jelas. Tapi, aku lupa nama produknya apa.

Yuki : Reha, kau salah tulis soal Tanuki ya.

Me : Oops, maaf, dia ini kan Rakun.

Girl-chan2 : Em.. Ok.

Red : Blom diapa-apain kok udah kabur? *sweatdrop.

StrideRyuuki : Apaaah! *Sfx Sinetron plus mukanya di Zoom. 3 bulan sekali!

Yang sabar, gue juga berharap dapet Judi M-coin tapi nggak ada duit. *Merelakan 20 Soul Stone. :'v

Gue Terinspirasi dari Hayabusa di ML kalo dipick dia ngomongnya. 'Let me clear the way for my Master!' Dan akhirnya gue ituin deh ke Haya disini :v

Thx

Chapter 53 : What If...

Intro : Curhatan sang ketua.

"Master/Reha?"

"Hemm... Napa?" balas Reha dengan muka bete.

"Kenapa? Ada Masalah?" tanya Haya.

"Tidak ada..." jawab Reha sambip menghela nafas.

"Yakin?" Tanya Yamagi Ragu.

"Gue hanya kepikiran."

"Apa itu?"

"Entahlah, Kenapa gue dipanggil Ikhsan/RRQ Lemon ya?"

"Ikhsan/RRQ Lemon?" tanya Haya dan Yamagi kebingungan.

"You know, Nama asli dari RRQ Lemon. Kayaknya gue nggak mirip-mirip banget dan Gue juga nggak bisa maen Kagura ML secara jago, tapi temen sekolah gue pada manggilnya begitu."

"Ooh..." Yamagi dan Haya hanya mangut-mangut.

Udah segitu aja Intronya ayo kita lanjut.

1. What if Vin dan Des adalah anak, bukan saudara dari 'Mereka'

...

Pernikahan yang sudah dilakukan oleh Alex dan Desmond berjalan dengan harmonis Sampai mereka memiliki dua orang anak laki-laki. Yang pertama diberi nama Vincent Alexander Mercer, yang kedua Desmand Millers Mercer dengan beda umur hanya 4 tahun saja.

Sekarang, tepatnya 17 tahun setelah mereka menikah. Umur Desmond sudah mencapai 43 tahun dan Alex 48 tahun. Yah, walaupun sudah mau tua. Mereka berdua tak akan tua. Desmond mendapatkan kekuatan dari sebuah Artefak kuno yang selalu dimiliki turun-menurun oleh beberapa orang yang terpilih. Kemudian, Alex.. Dia itu Virus hidup, Sulit untuk mati dengan kemampuan regenerasi tinggi, dan Hal ini juga ditularkan ke kedua anak mereka. Tubuh Vincent memiliki setengah darah ayahnya dan Desmand hanya seperempat saja.

Vincent, Sang kakak tertua. Berumur 17 tahun, Watak dan wajah sangatlah mirip dengan Ayahnya yang dingin dan Sosiopat, Dengan mata Biru Muda dikiri dan Biru Tua kanan, Rambut di sisir kebelakang namun agak spiky, tapi, dengan kelakukan sudah sangatlah dewasa. Desmand, sang Adik. Beumur 13 tahun, Watak dan Wajah mirip dengan Desmond, namun, dengan letak luka beset dibibir bagian kiri.

Keluarga ini sangat kompak apalagi soal rekor game dan pekerjaan malam mereka.

Misanya saja...

...

"Yes, Selesai juga!" seru Desmand sambil meletakan kontroler game yang dia mainlan ke pangkuannya.

"Berapa?" tanya Desmond.

"Empat jam empat puluh tujuh menit empat puluh lima detik."

"Oh, menarik."

Beberapa Hari kemudian..

"Hei, aku berhasil mengalahkan dirimu." ucap Desmond sambil memperlihatkan hasil bermainnya.

"Berapa?"

"Tiga jam empat puluh lima menit lima puluh tujuh detik."

"Tidak berbeda jauh, aku masih bisa membalapnya." komentar Desmand.

Esok harinya...

"Hmph, Terlalu mudah untukku." cetus Alex yang berhasil menyelesaikan game yang mereka semua mainkan dengan waktu tercepat.

"Sial, Ayah kau baru saja mengalahkan rekor Dua setengah jamku." keluh Vincent ketika melihat hasil Alex.

'Dua jam lima menit dua puluh lima detik.'

"Wow, Alex... Kau, berhasil menyelesaikannya dengan waktu tercepat." ujar Desmond.

"Ya, Kau.. Berhasil mengalahkan kami bertiga." ucap Desmand.

Walaupun, dihati mereka...

'Sialan kau Alex/Ayah!' umpat merrka berdua.

...

2. What if Hato Are Still Dog, but Nigou are really Red and Revan Child?

"Ahaha! Cukup Hato!" Red kemudian mendorong pelan Hato yang masih menjilati wajahnya.

"Woof!"

"Anak pintar, Nah sekarang, Duduk!" Perintah Red dan Hato langsung menurutinya.

"Kaki Kanan!"

"Woof!

"Kiri!"

"Dua kaki!"

"Berguling!"

"Dan Tembak!"

"Rrrff.."

"Anak Pintar! Sekarang ini tangkap!" Red melemparkan sebuah makanan Anjing keuadara dan Hato langsung melompat dan menggigit makanan anjing tersebut.

"Red, kau masih melatih Hato?" Tanya Revan yang sedang menggendong Nigou yang tertidur di gendongannya.

"Ya, Aku mau dia tetap Prima walaupun dia sudah lama bersamaku sampai kapanpun." ucap Red dan menghampiri Revan. "Lihatlah dia, Dia akan mirip dirimu sepertinya."

"Dia masih tiga bulan Red, nanti lihat saja. Apakah dia akan mirip kau apa aku.."

"Aku rasa dia akan mirip dengan dirimu."

"Itulah katamu Red."

...

3. What if Alucard Valient accept Alucard (ML) As His Step brother.

"Baiklah, Terserah dirimu, aku akan menerima dirimu sebagai kakak angkatku." Ucap Valient Datar sambil memunggungi Alucard.

"Serius!?" tanya Alucard.

"Ya... Kalau kau masih bertanya aku akan berubah pikiran dan menghajarmu nanti." Jawab Valient sewot, dengan pipi yang agak memerah.

"Oh, Terima kasih, aku akan sangat senang soal hal itu!" seru Alucard sambil memeluk Valient.

"Lepaskan atau kau ku hajar!" sembur Valient sambil mendorong Alucard.

"Tapi, Kau mau kan?"

"... Ya..."

"Ahahaha! Valient! Kakak sayang Ka-" Alucard melompat ke Valient tapi, sayangnya Valient sempat menghindar dan Memukulnya sampai mental ke langit.

Buagh!

"Jangan sembarangan Pekok!"

4. What if Warrend Failed his Suicide.'A.. Aku tak bisa!' Warrend melempar pisau itu ke meja dan menangis di dapur.

"Apa itu!? Warrend kau kenapa?" tanya Amelia yang datang bersama para anak perempuan.

"...!" Tangisan itu pecah tanpa ada suara sama sekali hanya seseguk dari Warrend dan dia mencoba untuk lari dari kerumunan itu. Tapi, tangannya ditahan oleh Yuki.

"Warrend ada apa? Kenapa?"

"T.. Tikhnggal.."

"Tidak, kau pasti ada masalah Warrend tolong ceritakan ke kami." pinta Yubi.

"Iya, kita ini temanmu ingat, kau tidak sendirian." ujar Iris.

"A.. Akhu.. Akhu.. Dhe..pHerrHesi..."

"Kau Depresi, tolong Warrend kau harus ceritakan ke kami. Tak perlu takut, kami siap untuk menghiburmu kok." Hibur Yuki.

"The.. Teh.. Rihmakha..kha..shih...!" Dan Warrend segera menceritakan itu semua melewati seluruh perangkat lunak yang mereka gunakan.

Bonus :

"Uh.. Apa ini?" tanya Reha dan mencoba membaca label produk itu. "Rectified Spirit, Kadar Alkohol.. Lah bujug! 96 persen! Siapa yang mau minum gini-"

"Oh, Itu kiriman dari si Iselin, katanya Takano disuruh minum." balas Yuki yang sedang mencuci piring.

"Tapi, kan 96 persen itu hampir jadi Alkohol murni dan nggak ada yang bisa tahan dengan itu!" Sembur Reha.

"Yah, Takano bisa tahan.. Walaupun, paling yah tiga perempat botol sebelum dia mabuk berat seperti Harada yang kuat meminum sake buatan keluarga Kamiyama yang bisa mencapai 85 persen kadar Alkohol sampai 5 botol sekaligus sebelum mabuk berat." jelas Yuki. "Oh, dan sepertinya Takano dia juga mengirimkan Iselin 3 botol Sake itu sebagai tanda terima kasihnya."

"Oh..." Reha hanya Sweatdrop mendengarnya. 'Aku tak percaya, ada orang yang kuat meminum benda seperti ini.'

Sementara itu..

"Fire in the Hole!" Seru Ethan dan menembakan beberapa permen karet rasa daging yang dia dapat ke Ikyo.

"Nuuuuu!" jerit Ikyo yang masih kabur.

Malamnya...

"Gila, Vin tadi beneran lu habisin setengah botol gituan?" tanya Desmand kaget.

"Ya, dan rasa dari air itu aneh." jawab Vincent watados.

"Ehh.. Kenapa ini tinggal setengah?" tanya Takano yang baru datang.

"Vin meminumnya.. Dia kira itu air." jawab Desmand datar.

"Aku tak tau, sampai aku lihat kalau itu Alkohol 96 persen."

"Tunggu, kau tak ada efeknya?" tanya Ryuuga kaget.

"Tidak, padahal itu pertama kalinya aku minum dengan kadar seperti itu."

Udah, Sampe situ aja...