balas revievv :
Rosy miranto18 : Hmm.. OkOk..
Vincent : Entahlah soal itu..
Desmand : Iya, Aku belum pernah memainkan GTA IV.
Ya, Itu saja hasil Speedrunnya Gameplay Resident Evil 1 gue sih, Difficulty Normal bisa sampe Dua jam lima menit, Kalo yang Hard, Tiga Setengah jam karena kesusahan.
Sake itu yang normal memang segitu, tapi, Saudaraku pernah menemukan Sake yang 75 persen saat ke Jepang kemarin.
girl-chan 2 : Hilih, Jangan berpikir yanh aneh-aneh! :v
Wah, berarti kebetulan dong.
Red : *Ngangguk-ngangguk Oh, Ngerti-ngerti. (Padahal kagak!)
Ethan : *Masih nembakin Ikyo pake permen karet rasa daging. Tapi, sekarang pake galting gun. Fire in the hole!
StrideRyuuki
Takano : Itu pemberian orang jangan salah sangka ya.
Thx
Chapter 64 : Random Scene.
1. Alasan
"Ok, sekarang.. gue tau.. kenapa GUE DIPANGGIL RRQ LEMON SAMA TEMEN-TEMEN SEKOLAH GUE!!" teriak Reha dari kamarnya.
"Master/Reha kenapa sih?" tanya Haya dan Yamagi bersamaan.
"GUE TA-"
"ssht, ssht, ssht.. pelan-pelan, aku tau kau sedang stress.. tarik nafas yang dalam, keluarkan pelan-pelan." kata Yamagi sambil mengusap punggung Reha.
Reha menghelakan nafas, "Ya.. Aku sepertinya tau, alasan teman-teman sekolahku memanggilku RRQ Lemon..."
"Apa itu?" tanya Haya.
"Karena mereka bilang kalau aku senyum memang mirip RRQ lemon."
"Owh, anggap saja itu pujian. Kan dia terkenal ini kan?" tanya Yamagi.
"Iya sih.."
"Nah, berarti itu hal bagus dong." hibur Haya sambil tersenyum. "Kalau kau mirip tokoh terkenal."
"Ya, kecuali satu orang." ucap Reha dengan seringai di wajahnya.
"Siapa?"
Sementara itu..
"Hacho!"
"Des kenapa?" tanya Alex.
"Seseorang baru saja ngomongin keluhan utamaku!" keluh Desmond.
"Keluhan utamamu?" tanya Aiden bingung.
"Kau akan tau nanti."
2. Change Nickname.
"Hmm.."
"Ada apa Reha?" tanya Haya.
"Aku mau ganti Nick LS kapan-kapan tapi, belum terpikirkan apa." ujar Reha dengan pose berpikir dan kertas di depannya.
"Hmm... ImYaoiChan?"
"Terlalu Greget!"
"Rehabilitasi?"
"Itu mah.. PenName gue..."
"ImSourasLemon?"
"Nope!"
"RRQLemon." Celetuk Yamagi sebelum ditabok Reha bolak-balik.
"Absolutely Nope!" sembur Reha. "Dan bisakah kalian tidak mengaitkan nickku nanti dengan 'Lemon' !?"
"NisokoHokou?"
"Kalau nggak salah, itu Nick Osu gue yang gue lupa Passwordnya. So, No!"
"Mending kita pikirkan aja nanti karena ini tidaklah begitu penting." sambung Reha dan pergi keluar. "Mau keluar dulu."
3. 'Bekas Semalam' ??
Salem hanya bisa bengong, kepalanya kosong entah kenapa. Saat dia melihat badannya banyak bekas gigitan dan ketika dia mau keluar dari kasurnya, kainya terasa lemas untuk bangun. Dan ketika dia menengok ke samping ada Alfred yang masih tertidur dengan pulas.
"Gimana sama kakak gue?" tanya Eris yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Anjrit lu, ngagetin gue aja!" sembur Salem dan melempar sebuah bantal ke Eris.
"Ehehe.. sorry ya semalem gue neleport lu ke markas atas suruhan kakak gue. Dan yah nggak taunya.. otak kakak gue konslet dan U know.. Adegan panas itu terjadi." ucap Eris datar dan menatap Salem kemudian, dia melemparkan Salem bajunya. "Pake baju dulu deh!"
"Ya.. Makasih."
Kemudian...
"Lem, mending lu pake jaket deh." kata Eris datar.
" Kenapa?" Eris meraba tenguknya sendiri dan Salem mengikuti gerakan Eris. Setidaknya dia tau maksudnya dengan tenguk. "Alfred kampret! Udah gue bilang jangan ninggalin 'Jejak' di bagian yag gampang terlihat!"
Alfred yang sedang baca buku di kamar langsung ngibrit dan memberikan Salem sebuah jaket milik Eris ke Salem. "I..Ini Pakai! Jangan.. Maaf..."
"Salem! Mau balik nggak! Cepetan!" Seru Rendy yang sudah nggak sabar dengan Salem.
"Iya Bentaran!" balas Salem.
"Udah ya, gue balik dulu, dadah!" seru Salem.
Ketika Salem dan Rendy sudah pergi Eris menyenggol pundak Alfred untuk meminta penjelasan.
"Bagaimana?"
"Yah, begitulah..."
"Bukan, dia bagaimana saat kau -itu- kan?"
Alfred hanya bisa blush saat mengingat bagaimana Salem semalam, "Aku.. I Take him Hard. Rough. Dan dia.. Mendesah dan menangis layak perempuan."
"Ok, Cukup tak usah dijelaskan." ujar Eris datar dan menutup mulut Alfred.
4. Izami-Nii !?
"Lectro kayaknya kamu kurang tidur deh beberapa hari ini?" tanya Hanny ketika melihat Lectro dengan wajah kumal dan katong mata.
"Yah, susah tidur. Dia. Kesini."
"Siapa?" tanya Hanny.
"Izami-Nii, dia akan kesini." ucap Lectro datar.
"Izami? Siapa dia?"
"Kakak.. Kedua.. Dan akan bareng Sean."
"Sean?"
"Kakak.. Pertama.. Becek, Air.. Aura.. Cerberus."
'Otaknya kayaknya konslet deh.' batin Hanny sweatdrop dan meninggalkan Lectro sendiri di kamarnya.
"Han-chan, mau eskrim?" tanya Iris sambil menyodorkan sebuah kantong plastik berisi es krim.
"Makasih, Iris-chan."
Kemudian..
"Kau tau.. Lectro bertingkah agak aneh deh." kata Hanny.
"Kenapa? Oh, katanya kakaknya mau kesini ya?"
"Iya, tapi, memangnya apa masalahnya kakaknya kesini?"
"Entahlah, Aku tak tau soal Izami, kalau Sean aku sudah pernah ketemu dia. Lumayan sih orangnya, matanya biru, rambutnya biru muda dan lancip ke belakang, tegap, badannya bagus, tinggi, bajunya yah u knowlah kayak Hades tapi warna biru dan ornamennya laut gitu." jelas Iris.
"Laut? Dia memangnya apa?" tanya Hanny.
"Hmm.. Poseidon, heronya Unique."
"Oh, kalau Izami gimana ya nanti." gumam Hanny.
"Entahlah, Lectro tidak terlalu senang jika Izami ke tempat dia berada." balas Iris.
"Hei, Umm.. Udaranya kok tiba-tiba lembab ya? dan kayaknya berair gitu." ujar Hanny.
"Iya, pasti Sean didekat sini. Karena kalau didekat dia pasti udaranya lembab." Iris melihat keluar jendela dan melihat dua orang pria yang satu berambut biru pasti itu Sean, dan Yang satu berambut hitam dan berpakaian gelap. "Oh, itu mereka aku yakin.. Yang berambut hitam itu Izami."
"Mana? Ouh..."
Diluar..
"Entahlah Sean, dia pasti bakalan kaget kalau kita disini." ucap Heidas datar dan melipat tangannya.
"Ayolah Heidas, dia pasti biasa saja." jawab Sean dan memencet bel. "Permisi."
"Ya? Ada apa? Mencari Siapa? Siapa kalian? Dan jelaskan kurang dari 20 kata." ucap Shiki yang membukakan pintunya. Iya, dia yang buka pintu! Gimana caranya gue juga nggak tau? Sean dan Heidas chanya bisa sweatdrop mendengar itu dan agak bingung melihat serigala yang menyambut merrka.
"Em.. Kami saudara dari lectro, aku Sean dan ini Heidas. Kami mau bertemu dengannya." jelas Sean.
"Baiklah, kalian boleh masuk. Jika kalian berani macam-macam, ku gigit kalian!" ancam Shiki dan mereka berdua hanya merinding mendengarnya.
"Aniki waktunya makan siang woof!" seru Hato dari dapur.
"Tunggu aku!" balas Shiki dan segera berlari ke dapur.
"Tu.. Tunggu! Jangan bilang mereka ada dua serigala?" ujar Heidas.
"Tidak, yang tadi memanggil itu Hato, aku kenal dia dari Harada, kalau tidak salah dia itu Anjing Siberian Husky yang nota bene mirip dengan serigala." Jelas Sean.
"O.. Oh.."
"Ha.. Hallo kalian berdua, hai, Izami.. dan Sean." ucap Lectro di balik korden.
"Apa yang kau lakukan disitu? Keluar!" kata Heidas dan membuka korden tersebut.
"Ba. Ya.. Maaf.."
"Sudahlah, sini, senang bertemu denganmu lagi."
"Ya..."
5. Sleepy Red.
Terkadang Red sering tertidur di sofa ruang tengah bukan diruangannya. Biasanya penyebab hal itu adalah kebiasaan begadangnya dan juga dia suka keluar malam dan pulang ke markas pukul 2 pagi.
Walaupun dia selalu keluar malam dan pulang tengah malam, dia tak pernah di marahi oleh Takano dan Ryuuga. Asalkan dia tidak diluar markas sampai diatas jam setengah dua pagi atau dia akan dikunci diluar markas dan harus tidur di luar dan saat pintu dibuka pasti dia akan dipukul dan dimarahi habis-habisan oleh kedua Ayahnya itu.
Kondisi Red tertidur juga beragam. Terkadang dia hanya memakai celananya saja, terkadang dia membuka kancing bajunya saja, terkadang dia akan mengenakan hoodie, semuanya tergantung musim dan tergantung emosinya juga. Jika sedang marah dia pasti akan tertidur dengan wajah kesalnya bahkan, ada kejadian dia tidur dengan mata terbuka dan semuanya mengira dia tidak tertidur padahal dia tidur. Atau dia akan tertidur dengan wajah termenung jika sedang sedih. Atau juga dia akan tertidur dengan seringaian di wajahnya ketika merasa mendominasi atau senang.
Tapi juga, jangan mencoba mengganggunya saat tertidur karena dia tetap berjaga dengan senjatanya yang merupakan sebuah tongkat dengan pisau berukuran raksasa di ujungnya. Pisau itu berukuran sangat besar dan mungkin cukup tajam untuk membelah tubuh orang atau memenggal kepala sekali tebasan tongkat itu.
Ya, paling tidak dia tetaplah orang dengan tidur terlelap walaupun, dengan keadaan seperti itu.
5. Kakak untuk Hato.
Sebelumnya..
"Emm.. Serigala woof?" tanya Hato ketika melihat Shiki.
"Hato, kenalkan ini Shiki dia akan tinggal bersama kita semua." kata Yuki sambil mendorong Shiki untuk maju.
"Oi, Aku Shiki, Manusia Aneh. Siapa namamu?" tanya Shiki.
"Aku Hato dan berhenti memanggilku Aneh kau Serigala bisa bicara!" Balas Hato dengan Amarah di tubuhnya.
"Sudah, jangan betengkar! Nah, Hato aku ingin kau memanggil Shiki kakak." kata Yuki.
"Hah!? Aku Tak Mau! Dia Menyebalkan!"
"Hei!"
"Shiki Lebih tua dari dirimu, kalau di usiakan ke manusia dia sekitar 30 tahun sementara, usiamu masih 21 tahun." jelas Yuki.
"Hee, Tetap saja aku tak mau memanggilnya kakak! Dia lebih mirip Om!"
"Kau ingin ku gigit ya! Manusia Anjing Aneh!"
"Kau Akan ku pukul dengan Sekop terlebih dahulu!
"Kalian Hentikan sekarang juga!" teriak Takano dan mereka berdua langsung diam di tempat. "Shiki, jika kau bertengkar dengan Hato akan ku pastikan kau disekap di gudang tanpa makan selama 3 hari! Dan Hato, jika kau bertengkar dengan Shiki akan ku sita semua koleksi tulangmu dan kau dilarang untuk keluar selain bekerja! Mengerti!"
"Si.. Siap Pak!" balas Mereka berdua bersamaan.
Kemudian...
"Hato ayo main!" Ajak Red sambil memainkan sebuah tulang di tangannya.
"Ye, Ayo!" balas Hato semangat dan menghampiri Red dan menjilat Wajahnya.
Red hanya tertawa dan mendorong wajah Hato dari mukanya, "Baiklah, tangkap ini!"
Red melempar tulang itu cukup tinggi dan Hati mengejarnya tapi saat dia mau menggigit tulang itu. Shiki terlebih dahulu menggigitnya dan berseringai ke Hato.
"Kau!" Hato berniat memukul Shiki tapi, ditahan Red. "Shht.. Jangan Hato, Shiki kemarikan tulang itu. Itu milik Hato."
"Baiklah, ini!" Shiki melepaskan Tulang itu dan Hato mengambilnya dengan wajah jijik.
"His! Sudah tercemar ludah serigala aneh, mending di- Aduh-Aduh-Aduh!"
"Jangan mengejek orang, Hato!" peringat Red sambil menjewer telinga manusia Hato.
"Maaf, Maaf, lepaskan... Hmph!"
Beberapa Hari kemudian...
"Hatori-Sensei.."
"Ya, Ada apa Yasu?" tanya Hato.
"Ada Serigala di depan sekolah." jawab Yasu watados dan Hato langsung facepalm.
'Ya ampun, apa yang dia lakukan disini!' batinnya kesal. "Sebentar ya..."
Hato mendatangi Shiki yang sedang duduk di gerbang TK dan melipat tangannya, "Apa mau mu?" tanya Hato Ketus.
"Ini, Kau meninggalkan bekalmu, Yuki bilang aku yang harus mengantarkannya."
"Oh, Makasih." Jawab Hato cuek dan merebut bekal itu dari mulut Shiki.
"Hei, itu rasa hormatmu ke kakakmu!?"
"Kau bukan Kakakku! Dan aku tak mau memanggilmu Kakak! Hmph!"
"Terserah kau! Manusia Ane-"
Cras! Debuff!
"Hei! Beraninya kau menyiramku dengan Air!" seru seorang pria berambut hitam dengan mata abu-abu dan mengenakan Yukata Abu-Abu dan putih.
"Ha! Aku sengaja menyirammu dengan air dingin karena kau selalu menghindari air dingin sementara air panas nggak! Ternyata ini toh Efeknya dan juga mengapa kau bisa berbica-"
Buagh!
Shiki memukul perut Hato, "Jaga ucapanmu, Anjing!"
"Kau Juga, Serigala!"
Dan Adu pukul tidak dapat dihindari sampai akhirnya..
"Kaliannnnnn! Berhenti sekarang juga!" Teriak Takano yang sukses membuat mereka berdua berhenti berkelahi dan kabur karena Takano mengejar mereka dengan aura hitam pekat dan sebuah pecut yang entah dapat dari mana.
"Hyaaaaaaa! Maafkan Kami!"
"Tak ada maaf bagi kalian!"
Mereka terus berlari keliling kota, menabrak seorang wanita jumper dengan rambut putih dan telinga kelinci yang baru saja mendarat, seorang pria Shadow ranger yang sedang berfoto, lompat kodok orang yang menunduk, nyempil di KRL yang sedang jalan, sampai berenang di sungai untuk menyelamatakan seorang anak yang tenggelam (?), sampai ke dekat lubang pembuangan sampah. (Jauh amat ye?)
"Hosh.. Aku lelah!" seru Hato.
"Jangan dulu! Kau bisa di hukum nanti kalau tertangkap!" balas Shiki.
"Tapi..."
Srut!
"Oh tidak! Hato!" Shiki ikut melompat ke bawah ketika melihat Hato terpeleset ujung gedung.
"Shiki! Hato!" teriak Takano yang ikut panik. " Tolong mereka jangan sampai Mati, Oh, Aku mohon jangan mati!"
Blugh!
"Hato, Sadarlah! Hato!" Teriak Shiki ketika mencoba menyadarkan Hato yang pingsan.
"A.. Apa yang terjadi?" tanya Hato.
"Kau terjatuh dan.. A.. Aku sempat menolongmu tapi, ya.. kita mendarat dengan tidak mulus." jelas Shiki.
"Shiki! Hato! Kalian Baik-Baik saja!" tanya takano dari atas.
"Ya! Sepertinya!"
"Kakiku sepertinya terluka... Sakit..." rintih Hato.
"A.. Aku akan panggil Eris untuk menolong kalian keluar! Tetap terjaga!" seru Takano dan menelpon Eris.
"Hei.. Aku minta maaf ok.. Aku terlalu kasar untukmu." ucap Shiki.
"... Ya... Aku juga minta maaf karena menyirammu dengan air dingin." balas Hato.
"Mungkin, setelah keluar nanti.. Bagaimana kalau kita berdamai.. Setuju?"
"Ok.. aniki.."
"Eh.. Apa?"
"Aniki.. Aku sudah memutuskan memanggilmu 'Aniki'... Yah, agak mendadak sih.. Tapi, kau maukan?" tanya Hato.
"Terserah, Itu adalah pilihanmu." balas Shiki.
"Bagaimana cara mengembalikan dirimu nanti?"
"Siram aku dengan air hangat, itu akan memutar balikan efeknya."
"Ok."
Bonus :
Ting Tong!
"Ay? Et Buset!? Lu sekampung ngapain lagi kesini!?" tanya Mathias kaget melihat hampir semua anak squad Reha datang ke Squad mereka.
"Makan-makanlah, Kan ada yang baru Nikah dan mau punya baby, kita yang masakin." jawab Lectro dengan senyum penuh Arti (Kampret).
"Wih, Ok deh, Hmm.. Kayaknya enak tuh baunya." ucap Mathias yang tak sengaja mencium sebuah masakan yang masih hangat di tangan Hanny.
"Oh, Yo wes lah, Ini toh baru diangkat dari Kompor toh mas Mathias." jawab Hanny dengan logat medok(?).
"Silahkan masuk deh, nanti gue kasih tau semuanya."
Kemudian...
"Makan apa nih?" tanya Teiron nggak sabaran.
"Iye, Gue harap enak gitu deh, Dayo!" kata Musket.
"Huaa.. Baunya itu loh, Mantep banget!" ucap Alpha dan membuka sebuah panci yang berisi. "Mie Goreng! Enak nih! Ambil ah!"
"Oi, Lectro? Lu udah campurin ranjau ke Mie goreng itu kan?" bisik Amelia.
"Yo!"
"Berapa?"
"Seratus..."
"Gile lu Ndro, oh iya, gue punya tantangan untuk kalian yang mau makan mie gorengnya loh!" seru Amelia.
"Apa tuh? Amelia?" tanya Thundy.
"Makan mienya nggak boleh minum karena agak 'pedes' yang kuat ntar dapet lima puluh ribu dari Eris!" seru Amelia.
"Woi! Enak bener lu ngomong!" sembur Eris tidak terima.
Amelia membagi semua mienya dengan sama rata disetiap piring, kecuali Ikyo yang masih keenakan makan Steak buatan Alex dengan santai di pojok ruangan.
"Gue rasa tuh mie ada ranjaunya deh." gumam Ikyo.
"Emang.. Lectro masukin tuh mie sambel." ujar Alex.
"Sambel doang mah bukan ran-"
"Tapi, cabainya seratus dan cabai rawit semua." jawab Silica.
"Gile lu Ndro.. Banyak amat." gumam Ikyo sweatdrop.
"Anjrit! Pedes banget!" jerit Alexia dan langsung lari ke dapur untuk mengambil minum. Disusul anak laki-laki dan perempuan yang lain kecuali, Tumma dan Alisa yang kayaknya kebal.
"Panas-panas gitu rasanya, emang cabenya berapa?" Tanya Tumma.
"Seratus." jawab Lectro nyengir kuda.
"WTF! Seratus!?" pekik Tumma kaget.
Kemudian...
"Hidangan kedua!" Seru Kaze dan membawa sebuah panci lainnya.
"Gue harap bukan makanan pedes lagi." ujar Hikari dengan penuh harap.
"Silahkan!" Kaze membuka pancinya dan terdapat sebuah Semur Tahu, Tempe, Daging, dan Jengkol (?)
"Gile ada jengkolnya!?" tanya Maurice kaget ketika menyendok sebuah jengkol dari dalam panci semur tersebut.
"Ini ada lagi!" seru Kaze dan membuka beberapa panci dan memperlihatkan sambal goreng hati dan Pete, Labu siam tumis (plus pete), Sayur Lodeh (Ada petenya juga lho!), dan RENDAAAAAAAANG!
"Gue Mau Rendang-nyaaaa (Dayo)!" semuanya langsung berebutan mengambil Rendang buatan Kaze sampai ludes di perebutkan mereka semua.
"Anjrit! Gue dapet Lengkoas!" jerit Rendy ketika dia tak sengaja menggigit lengkuas yang menyamar jadi Daging.
Oh, dan pastikan pasta gigi masih banyak karena pasti akan ludes sama mereka yang auto sikat gigi setelah makan jengkol dan pete :v
Dessert Time..."Hidangan penutup!" seru Alex dan membawa sebuah nampan yang ditutup dengan kain.
"Wah, Alex yang bikin pasti keren abis dan Wah banget biasanya." gumam Mereka. "Kecuali yang bikin alexia."
"Entahlah, tapi, aku akan menabok beberapa orang setelah ini." batin alexia.
"Nih, Es krim buatan gue khusus buat kalian." ucap Alex.
Semuanya langsung melahap dan ekspresi mereka berubah.
"Rasanya kayak melayang, enak banget!" gumam Para anak Laki-laki yang kayaknya nge-fly makan es krimnya Alex.
"Ungh.. rasanya enak banget, manisnya berasa, ungh.. campur-campur bikin kami jadi terbawa suasana." ujar para anak perempuan yang mulai menggesekan sendok di lidah mereka.
"Alex? Kenapa mereka?" tanya ikyo yang juga menikmati Es krim buatan Alex.
"Au ah, gelap.. Lebay Njrit." ujar Alex datar.
'Lain kali, gue akan membuatkan makanan yang biasa aja.' batin Alex sweatdrop.
More Bonus :Yamagi mendapatkan sebuah telepon dari seseorang yang dia tidak tau nomornya."Hoo?"
"Hai.. Nanka?"
"Nani!?"
"Kuso Daro! Kenapa kau mau ikut seperti Hayabusa!?"
"Yamero! Kalau kau kemari, siapa yang akan menjaga kuil!?"
"Cih, Terserah!"
"Haha!? Apa!? Sudah De-"
Ting tong..
"Omae wa Hetakuso darou!" umpat Yamagi dan membukakan pintu markas.
"Yo, Yama-Nii, lama tak jumpa!" sapa seorang pria berambut biru tua dengan seringai dimukanya. "Bagaimana keadaanmu?"
"Yah, aku baik-baik saja.. Yamatabi!" gerutu Yamagi.
"Jadi, mana anak reha itu?" tanya Yamatabi dan langsung masuk dan duduk seenak jidatnya.
"Pergi, bersama haya untuk membeli makanan." jawab Yamagi dan tetap memasang tatapan tajam ke Yamatabi.
"Oh, baguslah, saat dia kemari akan aku rebut kepercayaannya dan membuat dia jatuh ke diriku bukannya dirimu Yam-" Kerah baju Yamatabi langsung ditarik Yamagi yang mulai kesal dengan adik pertamanya ini.
"Berani seperti itu, kau akan ku lempar dan ku kirim paksa ke kuilmu lagi! Yamatabi!" ancam Yamagi.
"He.. hei, a.. aku bercanda o.. ok."
"Cih!"
"Ada apa disini?" tanya Rone baru saja lewat.
"Yamatabi Kunihiro! Adik pertama Yamagi, Senang bertemu denganmu-"
"Rone, Res bloodrone. Senang bertemu denganmu."
"Hei, Rone, awasi dia! Jangan sampai dia menggoda reha atau dia akan ku lempar kembali ke kuilnya nanti!" perintah Yamagi dan pergi sambil mengendus kesal.
"Ok."
"Hei, Tak perlu seperti itu, yama-N-"
"Apa!?" tanya Yamagi dengan ekspresi kesalnya dan aura hitam ditubuhnya.
"Tii.. tidak.."
'Hei, aku hanya bercanda ok.. jangan dianggap serius.' batin Yamatabi datar.
Yuki?"Yuki, sebaiknya kau agak hati-hati dan siaga." ucap takano khawatir karena Yuki sudah mulai berubah menjadi perempuan tanpa sebab dan perutnya sudah besar.
"M.. Mungkin, kau benar.. pasti sebentar lagi a- Bayi ini akan segera keluar." ukar Yuki.
"Yuki, kalau bisa bertahanlah.. Aku akan sangat khawatir jika..." kata ryuuga.
"Yuki sudah pernah melahirkan, tenang saja." hibur takano sambio menepuk punggung Ryuuga.
"Tapi, kadang kesempatan kedua.. bukanlah selalu berhasil."
"Tenang Ryuu-kun.. Semuanya pasti akan berhasil. A.. Ah!"
"Yu.. Yuki!?"
"Tak apa.. hanya tendangan biasa kok." ucap yuki.
"Benarkah? Apakah kau tidak ingin?"
"Tidak, dia baru mau menginjak fase akhir Takano-kun. Tenang saja."
"Baiklah, jika ada sesuatu tolong panggil kami ok."
"Ya.."
oo, segitu dulu aja.Entahlah, Apa yang aku pikirkan setelah ini, Hmm.. membuat Spin off untuk Memori Warrend atau Anymore?
ATRG akan dilanjutkan dari kamaren delay mulu kayak kereta karena lack of god damn idea.
See you.
