Akhirnya Normal lagi -_-
Rosy miranto18 :
Red : Lebih Prefer ke Tekken sih, soalnya kalo Blazblue.. Gue maen yang di HP.
Yuki : Yah, Dia begitu karena melihat semua kejadian buruk didepan matanya.
Warrend : H.. *muntah jangan bicarakan I soal *Muntah. Ayahku lagi.. Aku *muntah. Mecoba melupakannya hal buruknya. Aku belum sadar waktu itu, seperti ada yang menggerakan diriku.
Inferno : Hati-hati, dia agak sensitif kalau salah elus. Bisa disembur api kalau salah usap.
Red : Kau yakin? Rone itu pemain FPS dengan shooting hit rate terbaik kedua setelah Alex yang shooting hit ratenya 100 persen kemungkinan miss dia hanya 0,5 persen.
Cyro : Nope to my Son! *pentalin meteor hammer balik dengan palu Es dia.
Girl-chan2 : Yah, berati hampir seimbanglah.
Cyro : Hati-Hati Lain kali!
SST jangan berisik : Thx buat yang kemaren.
Shiki : Aku malas kalau dengerin basa-basi mending ujung-ujungnya nyambung.
Thx!
Chapter 66 : What's your gift?
-Valentin sudah dekat apa yang kau mau berikan ke orang yang paling kau cintai?-
"Aku bingung, Apa yang akan aku berikan ke Salem nanti ya?" ujar Chilla dengan pose berpikir.
"Kenapa harus bingung?" tanya Salma. "Cokelat kan bisa."
"Iya sih, tapi.. kalau beli kurang berasa saja." jawab Chilla. "Apa yang akan Salma berikan ke Alfred nanti?"
"Hanya cokelat, tapi bikinan sendiri." jawab Salma dan kemudian mencatat sesuatu. "Yah, Dua untuk Alfred dan satu untuk Salem."
"Kalau begitu Chilla akan buat dua, yang satu untuk Salem. Yang satu untuk Alfred yang selalu membantunya." jawab Chilla dan beranjak pergi dari kamarnya.
"Biar aku bantu, kan untuk orang yang sama." pinta Salma, walaupun sebenarnya dia ingin mengawasi agar tidak ada masakan hancur lagi sih.
"Baiklah, Salma ikut juga."
"Jadi, apa yang lu akan berikan ke Trio kwak-kwak nanti?" tanya Thundy.
"Entahlah, gue rasa coklat biasa aja sih nggak ada yang spesial." jawab Revan datar dan menganggkat kedua bahunya. "Kalau lu apaan?"
"Ye elah, coklat biasa aja juga udah seneng tuh blangsak. Emangnya lu pikir gue bakalan ngasih apa?"
"Ya.. Seperangkat alat 'pembantu' dan 'pengaman'."
"Hilih, Najong, Ulala! Gue kali yang bakalan ngirimin gituan ke laci kamar lu."
"Heleh, oh.. Mantan nggak dikasih apa-apa?"
"Au dah, gue takutnya Haytham cemburu nanti."
"Nggak bakalan, Haytham terlalu alus dan positif thinking terus."
"Emm.. Gue pikir-pikir dulu aja deh, lu juga mantan nggak dikasih?"
"Mulut lu mau gue jejelin granat ya! Michael itu temen baik gue, bukan Selingkuhan atau pun Mantan Hellloooow!" sembur Revan.
Yah, mereka langsung pergi ke mall terdekat untuk membeli coklat yang biasa-biasa aja.
"Emmiiii, ntar Valentin mau ngasih doi apaan?" tanya Iris yang sedang rebahan di kasurnya Emy.
"Coklat kali." jawab Emy.
"Coklat biasa mah juga murah." komentar Hanny.
"Bukan, tapi, coklat yang pait itu."
"Gile, Coklat item kan mahal, lu may diut dari mana?" tanya Iris.
"Palakin Kambing-man. Lu mau ngasih doi apaan?" tanya Iris.
"Gue mau ngasih doi Syal aja." jawab Iris.
"Yah, Syal mah murah." komentar Iris.
"Syalnya Syal Armani lah yang bermerek dikit gitu. Duit juga palakin Si Kambing aja."
"Kalo Han-chan apa?" tanya Iris dan Emy bersamaan.
"Kaset Game pesenan Lectro yang dia udah ngebet dari dulu." jawab Hanny.
"Kok, gue ngedenger gituan malah agak gimana gitu."
"Masalahnya kasetnya setumpuk mba, orang sampe 10 biji yang dia pengen."
"Totalnya 7,5 juta. Mayan..."
"Uangnya?"
"Palakin Mas Kambing guling." jawab Hanny.
"Ok, Ayo kita palakin dia sekarang!" seru Iris dan mereka langsung mencari Mathias.
"Apa yang kau berikan nanti pas Valentin?" tanya Amelia saat sedang minum jus dengan Silica.
"Entahlah, aku mungkin akan memasak kue untuk Alex nanti." jawab Silica. "Amelia, kau mau memberikan apa nanti?"
"Aku akan memberikan topi yang bagus untuk Ferderrico. Aku rasa dia akan menyukainya nanti." jawab Amelia.
Hanya percakapan Normal yang biasa saja.
"Ethan?"
"Ay?"
"Apa yang akan kau berikan ke Doi?"
"Gue aja masih nyari Doi mas! Tapi, seenggaknya gue mah biasa aja. Nggak jones-jones banget." jawab Ethan datar.
Lectro hanya mengangguk dan kagum dengan Ethan yang paling kebal dengan kata 'Jones'.
Vincent sedang berpikir untuk memberikan sesuatu ke Desmand. Apalagi, Valentin sudah dekat dan pasti banyak yang akan memberikan Coklat ke para pasangan mereka. Dia hanya berpikir sembari duduk berdua dengan Desmand disebelahnya. Desmand sendiri juga bingung untuk memberikan sesuatu untuk Vincent di Valentin nanti. Mungkin, Vincent akan suka, tapi.. Coklat bukanlah kesukaan Vincent karena dia kurang suka manis.
Vincent mendapatkan sebuah ide untuk hadiah Valentinnya ke Desmand nanti. Mungkin, ini agak berbahaya tapi, apa salahnya mencoba diapum berseringai dan merangkul Desmand di sebelahnya.
"Hei, bagaimana jika kita jalan-jalan berdua. Mungkin, itu akan membantu dirimu untuk memikirkan apa untukku besok." Bisiknya.
Desmand hanya diam kemudian, dia mendorong Vincent dan mengambil Jaket putihnya dan pergi. Dia sebenarnya sih agak bersalah karena menolak ajakan Vincent tapi, dia akan meminta bantuan kakaknya setelah ini. Vincent yang merasa tertolak hanya menghelakan nafasnya dan mencoba tertidur walaupun, agak menyiksanya karena dia masih mimpi buruk seperti biasa saat dia menutup matanya. 'Mimpi sialan, apa sesekaki aku bisa mendapatkan mimpi yang bagus sesekali.' umpatnya.
Yah, dia malah mendapatkan 'Lucid Dream' seperti biasa.
