Balas Revievv :

Rosy Miranto18 :

Inferno : Kelinci ya.. *Bunyi perut. Aku lapar jika harus berurusan dengan salah satu makanan kesukaan ku. Apalagi, kalau di bakar dan diberi bumbu yang pedas. *ngiler.

Flare : Tu.. Tuan Besar.. *sweatdrop.

Rone : Baiklah, jika itu maumu..

Revan : Terlalu niat untuk membuat coklat seperti itu.. Kalau seperti itu mah, mending kue coklat saja.

Red : Kau bisa menghiasanya?

Revan : Nggak, hanya Marisa dan Ibuku yang bisa.

Lectro : Yah, belum terlalu terpancing dengan DW sih. Tapi, yang aku incar itu Dark soul 3, BloodBrone, NieR : Automata, AC Origins, Outlast 2, The Evil Within 2, AC revelation, Prototype, RE Revelation 2.

SST : Ngasih beneran nih?

Girl chan2 : Jangan lupa..

thx!

Chapter 67 : Randomize Valentine day?

1. Ngamuk lagi, Depresi lagi, Skip lagi ?

"Huaaaaaaargh!" sebuah jeritan menderita terdengar dari markas Unique.

"Des! Jangan Depresi lagi ok.. Suatu hari pasti-"

"Aku sudah muak dengan ini! Kapan Dev akan membuat senjataku!" teriak Destra dengan sebuah tali di lehernya yang sudah terikan di langit-langit kamarnya.

"Des.. Tolong sabar saja, Emm.. mungkin memang agak kesal di skip apalagi sama Anak baru." kata Ferdinand sambil memotong tali yang tergantung itu dan menatap tajam Genzo yang hanya menatap watados mereka dengan sebuah sarung tangan besi. Oh, dia juga ke skip tapi, biasa aja karena baru ke skip sekali. "Tapi, Kalau sabar pasti muncul nanti."

"Nggak! Nggak! Pokoknya biarkan aku sendiri! Keluar kalian semua! Hargh!" Destra meledakan kamarnya sampai semuanya terpental keluar kamarnya dan membanting pintu kamarnya.

"Ada apa?" tanya Reo.

"Ngamuk, Depresi lagi.." jawab Kazuma.

"Oh, Ke skip lagi?" tanya Reo dan semuanya menunjuk Genzo.

"Baiklah... Biarkan aku yang mengurusnya. Kalian boleh pergi."

"Kau yakin? Bisa meredakan si Destra itu?" tanya Genzo penasaran.

"Justru yang bisa meredam amarah Destra hanyalah Reo." balas Harada dan mereka semua pergi.

"Destra?"

"Pergi Reo! Aku sedang mau sendiri sekarang!" balas Destra.

"Biarkan aku masuk dulu, biar kita bicarakan ini." Destra membukakan pintu kamarnya dan Reo langsung masuk dan menutupnya lagi. Genzo yang kurang suka dengan Reo yang mendekati Destra langsung menguping pembicaraan mereka. Kalaupun, Destra akan melancarkan 'Serangan' ke Reo dia bisa langsung mendobrak pintu dan merebut Reo secepat mungkin.

Kalaupun dia berhasil merebut Reo dia akan meraep Reo setelah berhasil merebutnya dan membuatnya menjadi miliknya lagi seperti dulu, sebelum dia menyesal karena menghianati cinta tulus dari Reo dan berubah menjadi seorang cyborg. Dia ingin membuat Reo kembali seperti dulu, memohon ke dirinya, memeluknya seperti dulu dan masih banyak lagi.

Brak!

"Beraninya kau mau menguping pembicaraan kami." omel Destra setelah menendang pintu kamarnya sampai Genzo terjumplang ke belakang. "pergi atau aku akan menyetrummu sampai kau hubungan arus pendek!"

"Cih, suati hari akan aku rebut kembali Reo untuk menjadi milikku lagi!" seru Genzo.

"Jangan harap kau bisa merebut Reo dariku!" Balas Destra.

2. Miles Siblings advise.

Desmand baru saja sampai ke apartment kakaknya dan bermaksud membuka pintunya sampai dia mendengar suara yang cukup Absurd baginya.

"Mond, kau yakin mau melakulannya?"

"Ya, memangnya kenapa?"

"Kaukan belum biasa Des."

"Biarkan dia melakukannya, kalaupun dia tahan."

'What the Hell!?'

"Ah!"

"Des, hati-hati!"

"Maaf.."

'Ok, ini aneh...'

"Aduh, Ups, tumpah.."

"Hati-hati, jangan sembarangan-"

Brak!

"Apa yang kalian laku- kan?" Desmand langsung melihat Desmond yang bajunya basah karena tersiram air dari gelas yang tumpah. Sementara itu, Aiden sedang membawa sebuah kotak perkakas dan Alex mengeringkan lantai.

"Halo Mand, apa kabar." sapa Desmond.

"Apa yang kalian lakukan?"

"Tuh!" Alex menunjuk sebuah TV yang sedang diperbaiki.

"Oh..." Desmand hanya mengangguk dan membantu kakaknya memperbaiki TV. 'Lain kali, berpikir positif dulu jangan ngeres.'

kemudian...

"Tumben kau kesini." ucap Desmond. "Wassa Matta you?"

"Heeh.. Aku bingung hadiah valen-"

"Aku tak memberikan apa-apa untuk mereka!" seru Desmond yang seprtinya panik.

"Kenapa?"

Muka Desmond memerah dan langsung memalingkannya ke arah yang lain. "A.. Ada alasannya, tapi.. maaf aku rahasiakan!"

"Hee... Trus, apa yang harus aku berikan ke Vin kalau begitu?"

"Jangan Coklat, Jangan membuat dia marah, jangan buat dia curiga, dan jangan terima ajakan dia!"

"Kenapa?"

"Kau akan menyesal nantinya."

"Be.. Baikah."

3. Iris Yaoi loving Origin.

Ohohoho, aku akan menceritakan bagaimana aku tiba-tiba menyukai Yaoi dari awal aku melihatnya sampai akhirnya aku kambuh melihat Yaoi.

4 Tahun Yang Lalu, kediaman Aokiryuu...

"Umm.. Kakek? dia siapa?" Tanya diriku saat melihat seorang yang memiliki tanduk hitam kemerahan di unjung lancipnya dan sepasang sayang yang sepertinya terbuat dari Darah atau apalah itu.

"Oh, Harada kenalkan dia cucu perempuanku, namanya Seon Mi." Ucap Kakek, jadi namanya Harada toh, hmm.. apakah tuan Harada lebih tua dari kakek? Karena kakek sendiri sudah lebih dari 150 tahun, tapi tubuhnya masih seperti 35 tahun.

"Salam kenal, namaku Young, Seon Mi."

"Namaku Kamiyama Harada, salam kenal, Seon."

"Apakah Seon boleh tau umur tuan Harada?"

"Umurku 452 tahun, nak."

empat.. empat ratus.. empat ratus lima puluh dua tahun!? dia lebih tua tiga ratus tahun dari kakek! hebat, berarti dia sudah melewati jaman kegelapan. (Disini, Iris masih di Perancis rumahnya barengan sama ayah dan ibu angkatnya.)

"Berarti Kakek sudah melewati dark age dong!?" tanyaku antusias.

"Emm.. dark age?"

Eh, dia tidak tau soal zaman itu?

"Seon, Harada tinggal di Jepang, bukan di Eropa, jadi, dia tidak tau soal pemburuan penyihir ataupun pembantaian massal."

"Penyihir dibantai? tapi, di jepang Kaum Omyouji malah di lindungi habis-habisan oleh kami."

"Beda ajaran Harada, kau perlu belajar soal itu sepertinya." ucap Kakek setelah memutar bola matanya.

"Ok..."

"Kakek, Omyouji itu apa?" tanyaku.

"Omyouji itu sebenarnya adalah penjaga kuil, kakek akan menjelaskannya besok sekalian, kau kakek ajak keliling Kyoto nanti."

"Yee, terima kasih kakek."

Esoknya, Aku bersama kakek (tentu saja dengan Tuan Harada juga, tapi dia mau aku memanggilnya 'kakek' juga.) keliling kota Kyoto dan melihat-lihat banyak hal. Aku senang dan pemandangannya juga indah karena sedang musim gugur dan daun kemerah-merahan dimana-mana. saat malam hati, kami kembali ke rumah kakek kembali dan memutuskan untuk beristirahat untuk hari esok.

Tengah malam aku terbangun karena haus dan ingin mengambil air minum didapur, namun, saat aku mau membuka pintu aku mendengar suara sayup-sayup dari kamar kakek. Karena penasaran, aku mencoba keluar dari kamar dan mengendap-endap untuk membuka pintu kamar kakek. saat aku membukanya, aku melihat sepasang kaki yang terangkat di pundak.

dan punggung..

tapi, yang lebih pentingnya lagi, punggung itu terdapat bekas sayap dan pasti itu miliki tuan Harada. Dan berarti kaki itu milik kakek.

Tunggu, apa yang mereka lakukan?

"Ha... Hara- Ah! Harada!"

"Kazuma.. Sebut namaku terus..."

Otakku konslet setelah melihat hal tersebut, walaupun aku belum tau, apa yang mereka lakukan. Tapi, kenapa hidungku tiba-tiba berdarah dan wajahku langsung memerah. Daripada aku terus-terusan begini lebih baik aku pergi dan kembali tidur dan tidak mengganggu waktu privasi mereka.

Esok siangnya..

"Seon, ini untukmu." Kakek memberikan Handphone-nya ke aku.

"Hmm.. Untuk apa kakek?"

"Kakek mau keluar sebentar ada pertemuan. Kau bisa jaga rumahkan? kalau ada apa-apa telfon kakek saja." jawab Kakek dan memakai yukata birunya.

"Baik kakek.."

Setelah kakek pergi, aku langsung lari ke kamar dan tidur-tiduran sembari mencari-cari sesuatu di internet. Karena internet kakek juga tak terbatas jadinya aku pakai sepuasnya untuk mencari hal-hal baru. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah komik yang berisikan cinta antara dua pria, karena penasaran aku membacanya sampai habis.

"Uaaah, lagi-lagi, cari lagi! Cari lagi!" seru ku dan mencari di internet 'Yaoi Manga'

Dan disinilah aku mulai mengenal Yaoi yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Ini ceritaku mana cerita mu? (Kok akhirannya, jadi kayak iklan indomie ya :v)

4. Caperin Ketua.

"Wut?" tanya Reha ketika sedang sibuk main HP.

"Buat kamu." ucap yamagi dan memberikan Reha sebuah coklat batangan.

"Thanks." Reha membuka bungkusan coklat itu dan langsung memakannya. Yamagi duduk disebelahnya dan merenggangkan tubuhnya kemudian, menaruh lengannya dibelakang reha. Maksud dia sih, buat Caperin Reha yang lagi serius maen HP.

"Ganggu!" Reha mendorong Yamagi dan kembali fokus ke HP-nya. Dan tiba-tiba, Haya datang dari loteng sambil membawa sekantong wafer coklat.

"Master, ini untukmu." ucap Haya dan menaruhnya di depan Reha.

"Eh, makasih." balas Reha. Yamagi langsung memasang wajah sewotnya dan menatap Haya seperti mengatakan, 'kau mengganggu waktu berdua ku saja

"Hah? Kenapa Yama-Nii?" tanya Haya bingung.

"Nggaaaak!" Yamagi hanya memutar matanya dan memandang arah lain.

"Oi! ini untukmu!" ucap Yamatabi agak ketus dan menyodorkan Reha sebuah es krim vanila.

"Wah! kebetulan mau es krim! Makasih, Yamatabi." Reha menaruh HP-nya dan memakan es krim tersebut kadang dicampur dengan wafer yang diberikan oleh Haya, atau dengan coklat Yamagi.

'Hmph!' keluh Haya dan Yamagi bersemaan. dan Yamatabi hanya bisa tersenyum puas.

Malam"Reha, nggak tidur?" tanya Yamagi ketika melihat Reha yang masih sibuk dengan HP-nya walaupun, lampu sudah dimatikan dan banyak yang sudah tidur.

"Ntar, masih mau liat video!" balas Reha dan berbalik arah.

"Sheesh, Reha. Udahan. Jangan sampe kamu nggak tidur semaleman lagi! Atau. HP. Aku Sita!" seru Yamagi dan merebut HP Reha.

"Ahh! Yamagi! Satu kali aja, aku mohon!"

"Tidur!"

"O.. Ok..."

Beberapa menit kemudian..."Yamagi.. Temenin Tidur ya..." bisik Reha dan mendusel ke arah Yamagi yang tidur di lantai.

"Hemm... Kenapa lagi?" balas Yamagi dengan keadaan setengah tersadar.

"Ya.. Yah, Aku susah tidur..."

"Sinih..." Dia langsung memeluk Reha dan kembali terlelap.

Paginya..'Cih!' umpat Haya dari atas loteng dan Yamatabi dari balik tembok sebelah ketika mengintip lewat lubang dan melihat Yamagi dengan lelapnya tidur bersama Reha di lantai.

Siang.."Master, mau makan bareng?" ajak Haya dan membawa dua buah bungkusan makanan.

"Hmm.. Boleh, siapa yang buat?" tanya Reha ketika melihat bungkusan makann yang dibawa Haya dibuka.

"Aku sendiri."

"Kau bisa memasak?"

"Ya..."

"Bagus deh, dan selamat makan."

Beberapa menit kemudian.."Boleh minta dagingnya?" tanya Reha. Haya menyendok tumis dagingnya dan juga nasi kemudian, menyodorkannya ke Reha.

"Aa..."

"Eh.. Tak.. Usah-"

"Aku memaksa.."

"Baikl..l.. lah.." Haya memasukan sendok yang berisi Daging dan nasi itu ke mulut Reha dan tersenyum setelah itu. Mereka nggak sadar soal dua orang yang memasang wajah jutek dan bete dari kejauhan tapi, tetap bisa melihat kejadian itu.

'Hayabusa, Omae wa Temee ndarou!' umpat Yamagi dan Yamatabi dengan auro hitam pekat di tubuh mereka berdua.

'Mereka bertiga, Caperin Ketua mulu, gilaran yang satu berhasil, yang lainnya cemburu.' batin para Anak squad yang melihat kejadian yang dihasilkan tiga Kunihiro bersaudara tersebut.

Segitu dulu coeg! sisanya mingdep!