Balas Revievv :
girl-chan 2 : Baiklah /
Rosy Miranto18 :
Inferno : Jugje! *meledakan seluruh Rabbid sampai semuanya terpental entah kemana. Ayolah, Bagi aku satu ekor saja! *Beast mode on. Makanan!
Flare : Tu.. Tuan Besar, makan malamnya sudah siap.
Inferno : Baiklah. *Balik lagi ke pyromancer mansion.
Iris : Baiklah, Aku akan menelpon kakek untuk memberikan kunci rumahnya dulu.
Desmand : Bukan.. TV dia rusak dan dia mencoba memperbaikinya, lalu dia nggak sengaja menyenggol gelas di meja belakangnya dan seluruh isinya mengenai bajunya. Biarpun.. Akhirnya, tuh TV beli baru juga pake Uangnya Alex sih...
Me : Mereka hanya caperin gue, nggak sampe Reverse harem juga. Kalau Yamagi emang udah caper dari jaman bahela. Haya malah berusaha buat Masternya aman. Yamatabi entahlah. -_-
Destra : Aku... Mau Pergi Ke Meikarta, eh salah... Gue maunya kayak tombak, enak buat dibawa teleport dan terbang.
SST : Dih, nggak ada tikungan ea, hanya ada caper-caper club *angry react
Thx!
Chapter 68 : New Absurded Member.
1. Unexpected so many people join.
"Kita... Bakalan dapet member baruuu!" seru Reha dengan gaya iklan Meikarta. *plak.
"Nih Bocah, ngapa ya?" gumam Para Anggota sweatdrop.
"Ehm.. Jadi, Reha seperti apa anggota barunya?" tanya Takano dengan tangan terlipat di dadanya.
"Begini.. dia pake tombak deh sama serangannya cepet." jawab Reha.
"Permisi! disini squad Reha kan?" suara ketukan pintu dan rasanya Alucard langsung mau tepok jidat dengan suara pria itu.
"Plis.. Jangan bilang dia anggita baru kita." ucap Alucard pasrah.
"Yap dan Yap.."
Kemudian...
"Kalian kenal aku kan?" kata Alucard dengan cengiran kuda di wajahnya dan Valient hanya diam dan memberikan sebuah acungan jari tengah ke Alucard. "Paku!"
"Val, Kita bertemu lagi~"
"Menjauh dari gue keparat!" sembur Valient dan langsung menghindari lompatan Alucard.
"Sebenarnya, dia siapa?" tanya Sarah.
"Alucard, dia menganggap kakakmu sebagai adiknya." jawab Reha santai.
"Owh, sepertinya menarik. Akan aku foto dan ku kirim ke Mira."
Klik..
Di sebuah hotel di Denmark...
"Hmm..." Mira melihat Handphone nya dan ada pesan dari Sarah.
'Kita kedapatan kakak baru.' -Sarah Val.
[Foto Alucard sedang di kejar Alucard]
Mira hanya tertawa dan membalas pesan tersebut.
'Wow, Kakak baru untuk kita.. Btw, namanya siapa?' -Mira Val.
'Namanya sama dengan kak Al, jadi.. Kita akan memanggil kak Al yang kita punya dengan nama keluarga saja.' -Sarah Val.
'Hmm.. Ok, Sarah.' -Mira Val.
'Aku pusying membacanya TwT.' -Cullen Val.
'Kau akan terbiasa nanti.' -Mira Val.
Kembali ke Reha squad..
"Bukan hanya dia.." ucap Reha dan..
"Zhao Dragon Warrior was here.." seorang pria kuncir kuda muncul bersama tombaknya dari balik pintu.
"Hee... Zilong, kesini juga?" tanya Alucard setelah berusaha menangkap Valient.
"Ya! Kita akan berkumpul disini sekarang!" seru Zilong.
"Wait! What! Tunggu dulu-" Reha bersuaha meralat tapi..
"So, What's your Command." Seorang wanita berambut pirang baru saja datang dari luar jendela membawa dua buah pedang.
"Kenapa dia kesini?" tanya Reha makin bingung.
"Kita bisa melakukannya." seorang wanita berambut pirang twintail muncul dari koridor.
"Mba Lela..." gumam Maya.
"Kenapa banyak kunang-kunang warna biru ya?" tanya Alex bingung.
"Pertanyaan yang bijak." kunang-kunang itu berkumpul dan muncul lah seorang wanita berambut silver dengan panahnya dan memanah dart yang terpasang di tembok.
"Mba Miya..." gumam Sarah.
"Kita berenam.. Bakalan disini sekarang!" seru Alucard.
"Berenam tapi kalian hanya berli-"
Seorang pria koboi datang dari dalam lemari penyimpanan dengan pistolnya dan berguling. "Halo, semua!"
"Aku menyerah.." Gumam Reha dan Takano plus.. Haya..
"Haya! Oi, lama tak berjumpa! Mana Kagura?" tanya Alucard.
"Iya, biasanya kau bersama Kagura."
"Kagura siapa?" Tanya Yamagi dan melirik ke Haya.
"Em..."
"Haya.. Siapa Kagura?" tanya Yamatabi dan Muka Haya semakin memerah dan langsung pergi entah kemana. Dan sepertinya terdengar jeritan dari Halaman belakang.
"Ahahaha! Selalu, jika membicarakan Kagura dia akan menghindar." komentar Clint.
"Memangnya Kagura siapa?" tanya Yuki.
"Emm.. Oh, maksudmu si gadis berambut perak yang selalu membawa payung itu?" tanya Yamagi dan menjetikan jari.
"Ya, kau benar!" komentar Clint.
"Dia itukan Teman baiknya Haya sejak kecil, Yamatabi, kau melupakan Kagu-chan?"
"Aku baru ingat saat kau mengatakannya, Yama-Nii. Haya-kun menyukai Kagu-Cha sejak dulu." ucap Yamatabi.
"Tabi-Nii!" seru Haya dari loteng dan mendeath glare kearah mereka berdua.
"Owwwhhh.. Sepertinya ada yang hidden lovers nih." goda Ethan.
"Urusai!" balas Haya dan blush.
"Ciee.. Ketauan nih gebetannya.." goda anak laki-laki.
"Omaetachi! Urusai!" sembur Haya dan mengeluarkan sebuah lakban.
'Ougi : Shaadou Kiruuu!!'
dan semua mulut anak laki-laki dan perempuan langsung terlakban oleh Hayabusa dan sang pelaku langsung ngibrit entah kemana dengan bersungut-sungut dan blush hebat dimukanya.
"Ba.. Baka dana!" gerutu Haya dan pergi begitu saja.
2.Back to Kyoto.
"Ah, pulang kampung seminggu memang enak ya!" gumam Iris dan merenggangkan tubuhnya ketika sampai di stasiun kereta di Kyoto setelah berjam-jam perjalanan.
"Jadi, dulu kau tinggal disini?" tanya Tartagus yang ikut (Baca : Terseret.) Iris ke Kyoto.
"Yap, sama kakek tinggal disini sampai aku akhirnya pindah lagi." jawab Iris dan membawa kopernya pergi. "Yuk, cari Taksi, entar tinggal ke rumh kakekku doang."
"Ok, Sayang." ucap Tartagus.
'Asal gue nggak di geplak sama Kazuma-san aja pas nyape disana.' batin Tartagus.
1 jam kemudian...
"Ini dia kediaman Aokiryuu." ucap Iris dan menatap sebuah gerbang kayu yang cukup besar dan Tartagus hanya menganga ketika melihat rumah asli dari Iris.
'Gile, ini Rumah ya?"
"Ris, Kakek kamu itu punya apa aja di rumahnya?" tanya Tartagus.
"Hmm.. Ada Pemandian, ada Dojo, ada kolam ikan, ada yah kamar tamu dan lain-lain." jawab iris dan membuka gerbangnya. "Ini sih, yah.. Masih biasa.. Coba kalau ke rumah Silica."
"Kenapa lagi?"
"Rumahnya ada Lapangan panah pribadi, ada tenis indoor pribadi, ada bunker, ada ruang khusus piano-"
"Oke, Cukup.. Dia lebih tajir dari yang gue kira."
"Oh.. Kalian sudah disini.. Sore wa Youkoso to omae no Jingoku, Tartagus." Kazuma menatap Tatagus dengan seringai kejam dan Tartagus hanya biaa menelan ludah dan gemetar ngeri melihat Kazuma yang mengeluarkan Aura hitam di sekelilingnya. "Aku harap, kau ingat tentang penjanjian kita berdua."
"Si.. Siap, Sensei!" seru Tartagus dan langsung menunduk.
"Memangnya perjanjian apa yang kalian buat?" tanya Iris watados.
"Simpel, Hanya sebuah peraturan yang kakek berikan agar dia tidak kebablasan san tidak seenaknya menjadi mata keranjang bagimu, Seon." kata Kazuma dan menyeret Tartagus ke koridor yang mengarah ke Dojo. "Dan juga, Dia berjanji akan menjadi muridku selama dia disini..."
"Hee... Yaudah, tapi, nanti saat aku mau keluar aku mau sama dia ya, kakek." ucap Iris.
"Tenang saja, kakek tau kok."
2 jam yang penuh penderitaan kemudian..."Dia kenapa?" tanya Ichigo yang kebingungan melihat Tartagus yang tepar disebelah Iris.
"Habis latihan dengan kakekku." jawab Iris Watados. "Katanya sih, biar dia nggak playboy ke perempuan lain."
"Wah.. Kakek mu lumayan keras ya." balas ichigo.
3. Nowhere Sniper.
Before the game..."Ntar sampe 5 kali orang yang membunuh musuhnya duluan dia yang menang." ucap Filipe.
"Baiklah." ucap Rone.
Sekarang...
"Aku tak tau dia dimana.. Dan dia sulit dilihat di peta." gumam Filipe yang terus mantengin satu tempat ke tempat lainnya tapi, dia tidak juga menemukan Rone.
"Haa.. Aku ganti tempat la-"
Stud!
"A.. Apa!?"
Wasted!
"Darimana kau menembak diriku!?" ujar Filipe.
"Ah, Kena ya? Aku memperhatikan dirimu dari gedung yang agak jauh di belakangmu." ucap Rone datar.
Dihutan dan skor masih 2 : 2...
"Haha.. Dihutan seperti ini susah bersembunyi karena game logic yang tak bisa memanjat po-"
Klik!
"Hai.."
Dor!
"Bye."
Wasted!
"Hon..."
Rone hanya tersenyum licik setelah berhasil membunuh Filipe lagi.
Kemudian..
Keadaan sekarang 4 : 4, penentuan pemenang. Siapakah yang akan menang...
"Aku harus berhati-hati sekarang, satu gerakan salah dan semua akan berakhir." gumam kedua pria itu dan suasana menjadi intens, keringan bercucuran, dahi di siritkan, tangan gemetaran, Sekarat pula Darah mereka.
"Aku harus hati-hati karena darah ku sekarat dan Senor Rone sangatlah licik soal bersembunyi." gumam Filipe.
"Aku harus hati-hati, karena Peluruku sisa 2." gumam Rone.
Tak sengaja mereka bertemu di sebuah persimpangan dan..
"Tidak!" seru Rone dan konstant menembak satu peluru dan peluru dia sisa satu tapi, Miss..
"Haa!" Filipe menembak tapi, Miss..
"Tidak akan!" Rone menembak Filipe bersamaan dengan Filipe menembaknya.
Wasted!
"Sial.. Aku kalah." ujar Filipe dan langsung bersender di kursi dan melihat Rone di depannya.
"Nyaris saja.." kata Rone yang darahnya sisa sedikit lagi.
"Yah, Tapi.. Pertandingan yang bagus."
"Yap..."
4. Valentine gift.
"Oi, Buat lu pada nih." ucap Revan dan memberikan sebuah kotak coklat ke Red bros.
"Hmm.. mau makan bareng?" ajak Red dengan kode ke Revan.
"Nggak, Buat lu semua. Gue udah tadi sama Temen gue makan coklat." ucap Revan dan pergi.
"Huu.. Padahalkan mau makan bareng." keluh Rone.
"Lectroo~ Buat kamu." Hanny memberika bungkusan yang besar itu ke Lectro dan ketika Lectro membukanya. "Bagaimana?"
"Evil Within 2, Dark Souls 3! Makasih yah Hanny ku sayang!" seru Lectro dan memeluk Hanny dengan erat.
"Sama-sama Sayang."
"Tarta-kun, Syalnya buat kamu." ucap Iris dan menggulung syal itu dileher Tartagus.
"Hemm.. Makasih-"
"Besok, Ikut aku liburan yuk, kita berdua ke rumahku di Kyoto."
"Oke deh, sama kamu doangkan?"
"Iya, oh aku hampir lupa, disana ada Kakek."
Jeger!
"Ba.. Baiklah..."
5. Big News from Yuki.
"Yuki... Ada apa?" tanya Takano yang melihat Yuki hanya diam di sofa.
"Takano-kun..."
"Ya.." Entah kenapa, Takano punya sebuah firasat buruk soal ini.
"Em.. Sepertinya Ketubannya Pecah.."
BRAK!
"PANGGIL AMBULA- EH! ERIIIIIIIIIISS!"
"Siap Pak! Ke rumah sakit kan!" Eris langsung membuka portal yang langsung memperlihatkan pintu depan Rumah sakit. Takano langsung menggendong Yuki dan membawanya ke depan meja resepsionis.
"Bisa kami ban-"
"Istri-ku mau melahirkan!"
"Baik pak, kami akan memanggil dokternya segera."
"Ah.. Takano-kun-"
"Tenang yuki kau bisa bertahan ok!" seru Takano panik.
Satu Kepanikan massal kemudian..
"Takano! Mana Aku!" Seru Ryuuga yang datang bersama Taiga.
"Ayah, bagaiman kondisi ibu sekarang?" tanya taiga.
"Dia baik-baik saja, dan lepaskan Aku kau pengganggu!" bentak Takano dan mendorong Ryuuga.
"Mana Anakku!" seru Ryuuga.
"Tenang ok! Dia masih di Inkubator sekarang!" balas Takano dan menunjukan sebuah foto yang dia ambil sebelumnya. Difoto itu terdapat dua orang bayi di sebuah tempat. "Itu dia, dan dia itu kembar laki-laki dan perempuan."
"Uwah, ke-kembar!?" Taiga memberikan sebuah tatapan tidak yakin.
"Benar, mereka kembar, Yang laki-laki aku kasih nama Masaki dan yang perempuan aku kasih nama Asako." ucap Takano.
"Dan marga mereka?"
"Kamiyama!" Takano menatap Tajam Ryuuga dengan tatapan 'Mereka anakku!'
"Kenapa nggak Masako sama Ajinomoto aja?" tanya ryuuga.
"Kau nyumpahin anak ku jadi anak Micin gitu!?" sembur Takano.
"Weish, sabar mas!"
"Bodo! Lu perlu di kerasin!"
"Ayolah, kalian, ini rumah sakit tolong tenang." ucap Taiga memutar matanya melihat kelakuan dua ayah yang lebih mirip bocah berebut mainan.
Udah, Segitu aja..
Udah Chapter 68 aja ya, chapter depan... Chapter 69 IYKMIM nih kayaknya :v
