Batu Nisan (?) : Gue nangid beneran nih!
Girl-chan : Biar tambah Complicated Aja sih, jadinya konfliknya berasa gitu.
Mba, Jangan bilang u Suka Akai karena dia panda :v
Rosy Miranto18 : Okay..
Emm.. Nama Kazuma emang aku Udah pikirin Kazuma AokiRyuu, Kalau Kazuma sih Mikir sendiri. Tapi, Kalau AokiRyuu, karena kepikiran dari Skill Jin SaSinmu di Lost Saga yang menyummon naga Seiryuu Dan berwarna biru serta mengeluarkan petir sih. Jadinya, kepikirannya Aoki (蒼き)sama Ryuu (龍) begitu deh. -w-"
Kazuma : Kouyou itu benar-benar burung Phoenix Dan dia pemberian dari seseorang. Kalau yang lain sih, emang dari rasi Bintang Dan legenda.
Thx!
Chapter 72 : Relaxation time.
(Chapter Ini Tak Ada hubungannya dengan chapter sebelumnya.)
1.Istirahat
"Yuki... Kau jangan kecapean ya.. Kalau Kau lelah, serahkan ke kami." Ucap Takano Ketika melihat Yuki sedang duduk di sofa bersama Asako Dan Masaki di gendongannya.
"Aku Tak apa-apa.. aku kuat ko- Ryuu-kun."
Ryuuga mengambil Asako dari pangkuan Yuki Dan menggendongnya, "Kau perlu istirahat Yuki. Aku sering mendengar Kalau Kau bangun dimalam Hari Untuk menenangkan Salah satu dari mereka." Kata Ryuuga.
"Itu tugasku sebagai ibu, tolong kemarikan anak- Takano-kun."
"Istirahat, Kau perlu tenang karena jarang tidur Juga Yuki."
"Tapi..."
"Yuki, aku Tak ingin Kau sakit seperti saat merawat Taiga.."
"Baiklah.."
2. Gangguan.
'Aku perlu relaxasi Dan ketenangan.' batin Kazuma Dan pergi ke kamarnya. Setelah dia menutup pintu kamarnya, dia buka bajunya Dan duduk dilantai Untuk bermeditasi sampai tertidur (plak). Tapi, sepertinya dia memilih saat yang tepat Untuk bermeditasi sekarang.. Karena..
Gubrag!
Gedubrag!
Gludug Gludug Gludug!
Brak!
Dar!
'Sialan! Kenapa setiap aku bermeditasi selalu berisik!' keluh Kazuma Ketika dia mendengar suara gaduh dari sekelilingnya.
"Kazuma, Ayo Kita ma-"
Syuuuuung! Kompryang!
"Berisik! Dan suruh mereka untuk tenang!" Sembur Kazuma Setelah menimpuk Harada yang masuk dengan sebuah nampan besi entah dari Mana, kemudian dimembanting pintu kamarnya.
"Yeh.. Kok Sewot sih." Gerutu Harada Dan pergi meninggalkan Kazuma dikamarnya.
3. Kunihiro Kyoudai no Quality Time.
"Nee~ Nee~ Haya-kun, Tabi-Dono, Apa kalian mempunyai sebuah robot?" tabya Yamagi ke kedua adiknya yang sedang baca buku.
"Aku ada.." Hayabusa merogoh kantongnya dan mengeluarkan..
Handphone-nya (?)
Yamagi dan Yamatabi hanya bisa sweatdrop melihatnya.
"Itu HP Haya! Bukannya Robot!" ucap Yamatabi.
"Tapi.. Robot itu adalah sebuah mesin yang digunakan untuk keperluan manusiakan? Kecuali... yah."
"Kau terlalu tajam." Komentar Yamagi.
"Aku juga ada." Yamatabi menunjukan sebuah foto robot manusia biasa.
'Dikira beneran!' gerutu Yamagi dan Hayabusa.
"Nah, Kalau Yama-Nii, robot yang kau miliki seperti apa?" tanya Hayabusa penasaran.
"Hmm..." Yamagi bersiul, tiba-tiba, dinding dijebol oleh sebuah robot raksasa yang membawa senjata. "Yap, dia dat-"
"Balikin! Cepet! Jangan nyolong punya orang!" sembur Yamatabi dan menendang Yamagi.
"Eehh~ Padahal dia keren."
"Ya tapikan, lu tau sendiri! Kalau pemiliknya kesini bisa runyam ntar!" sahut Yamatabi. "Balikin tuh Tadakatsu!"
"Ok,ok!" Yamagi hanya bisa menggerutu dan menaiki Robot itu disamping banyak gerutuan dari dirinya.
4. Reverse Harem!?
"Kenapa Auranya nggak enak banget ya?" tanya Reha saat masih mabar ML sama girl-chan.
"Au dah, tapi, bener juga sih.. kok nggak enak ya." balas girl-chan. "Yah.. leg!'
Mereka melihat kebelakang dan langsung memasang muka bingung ketika melihat pemandangan yang cukup nggak enak karena.. Kunihiro bersadura (plus Mathias) sedang memojokan Zilong di tembok dengan aura yang kurang menyenangkan.
"Kau bilang apa? Wanita Simpanan?" tanya Yamagi dengan aura gelap dari badannya.
"He.. Hei, Maaf aku hanya ceplos biasa ok." ucap Zilong.
"Setidaknya kau tau, kalau dia adalah temannya." balas Yamatabi.
"Ya, kau membuat kami marah tau." ucap haya.
"Ha.. Haya, Bukankah kau?"
"Aku memang suka dengan Kagura, tapi.. Reha adalah Masterku dan kau sudah kurang ajar."
"Mungkin, Kau akan merasakan kekuatan Kunihiro bersaudara setelah ini."
"Eh?"
Enemy Legendary!
Digebukin Kunihiro bersaudara. Will live again in 43 sec.
5. Iris Side.
"Iris.. Emm.. Cu." Kazuma menghampiri Iris yang sedang duduk di teras markas.
"Ya.. Ada apa kakek?"
Kazuma membuka mulutnya seperti mau berbicara seauatu tapi, dia menutupnya lagi. Dengan segenap keberanian dia akhirnya menceritakannya. "Tartagus, dia mau membawamu ke Orang tua angkatnya di Portugal. Jadi.."
"Tak apa, aku menerimanya kok. Lagi pula, aku juga mau bertemu dengannya lagi." ucap Iris.
"Baguslah.." Kazuma tersenyum dan mengusap kepala Iris. "Jaga dirimu ok, kakek.. hanya akan mengantarmu sampai bandara saja."
"Baiklah. Terima kasih kakek."
6. Angry Father.
"Nigou, sudah pulang." Red melihat Nigou sedang membuka sepatunya didepan pintu depan markas. "Bagaimana Sekolahmu?"
"Baik yah.. Tak ada masalah." jawab Nigou dan berjalan ke kamarnya.
"Nilai Ulanganmu sudah keluar?" tanya Red.
'A.. Bagaimana ini, ayah menanyakannya!' batin Nigou.
Flashback..
"A.. Aku dapat 45..." gumam Nigou dengan wajah murung dan menatap nilai ulangan Matematikanya di kertas jawabannya.
"Memangnya kenapa Nigou?" tanya Flore.
"Ayah pasti akan marah." jawab Nigou. "Ayahkan serem kalau sudab keluar amarahnya."
"Owh... Yang sabar ya.."
Flashback end.
"Tidak, belum keluar." jawab Nigou datar dan langsung ke kamarnya. Red agak curiga dengan Nigou yang langsung pergi ke kamarnya.
'Hmm..'
Kemudian saat Nigou pergi keluar Red diam-diam masuk ke kamarnya dan membuka tas Nigou dan menemukan sebuah Kertas Ulangan bertuliskan angka 45.
'Anak itu... Harus diberi pelajaran!' Aura gelap langsung menyelimuti tubuh Red yang melihat hasil ulangan Nigou, kemudian dia keluar markas untuk memaksa Nigou pulang.
Sementara itu..
"Udah cerita?" tanya Flore.
"Belum..Aku terlalu takut untuk cerita ke Ayah." jawab Nigou.
"Oh... Harusnya kau certita aja, nanti kalau nggak bisa panjang lho." kata Flore.
"Iya sih.."
Flore melihat sekeliling dan melihat Red sedang berjalan kearah mereka berdua, "Nigou, Ayahmu tuh."
"Eh, Aduh-Aduh-Aduh!"
"Pulang sekarang juga.. Ayah mau bicara dengan-mu." ucap Red sambil menjewer telingan Nigou. "Maaf ya Flore."
"Tak apa, Paman Red."
Kamar Nigou...
"Beraninya kau bohong ke Ayah!"
Brak!
Red menggebrak meja Nigou dengan aura gelap disekitarnya, "kenapa kau bohong!"
"A.. aku takut, A.. aku takut ayah marah." Nigou mulai menangis.
"Kalau kau bilang lebih awal kalau ulanganmu jelek! Ayah akan lebih tenang dan mencari cara agar kau bisa menaikan nilaimu. tapi, sekarang ayah marah karena kau bohong!" bentak Red dan merobek kertas ulangan Nigou. "Ayah nggak mau tau! Pikirkan sendiri! Bodo amat kau mau kayak apaan tau, Ayah nggak peduli!"
"Ayah maafin Nigou, yah." Nigou mulai menarik Baju Red dan menangis. "Maafin Nigou yah, Nigou nggak akan-"
Klak! Prak!
"Berisik! Jangan Sentuh Ayah!" Red mendorong Nigou dan membanting pintu kamarnya. "Kalau aku membunuhmu, aku akan langsung melakukannya."
Brak!
"..." Nigou hanya diam kemudian dia mulai menangis dengan bantal kasurnya.
Beberapa saat kemudian...
"Red? mana Nigou?" tanya Yuki ketika makan malam.
"Entahlah, dikamarnya mungkin..." jawab Red datar.
"Kenapa dia tidak turun, padahal sudah waktunnya makan malam." ujar Yuki.
"Nanti juga turun mungkin.." balas Red.
"Oh, Nigou, ayo kemari, makan malam sudah siap." ajak Rone ketika melihat Nigou hanya mengintip dipintu.
"I.. iya.. Nanti saja, a.. aku makannya."
"Nigou pipimu kenapa?" tanya Aka disamping Nigou.
"Emm... Nggak apa-apa kok.. A-Aduh, sakit ya."
"Siapa yang nampar kamu? cerita."
"Emm.. itu salah Nigou juga Yah, Nigou terlalu takut buat cerita kalau Nigou dapet nilai jelek. Nigou terus bohong dan Ayah (Red) marah sama Nigou."
"Nggak boleh gitu lagi ya." ucap Aka dan menggandeng Nigou ke kamar mandi. "Ayo, ayah obati lukamu dulu."
Setelah makan malam..
"PR sudah selesai, waktunya tidur." ujar Nigou dan mulai menarik selimutnya dan tidur di kasurnya. Tiba-tiba, pintu kamarnya dibuka pelan oleh Red.
"Nigou, belum tidur."
"Baru mau, y.. yah.."
Red tersenyum dan duduk dipinggir kasur Nigou, "maafin ayah ya udah mukul kamu, Nigou juga nggak boleh bohong lagi. Kalau ada apa-apa bisa bilang, ayah nggak akan marah kok, kalaupun marah paling sedikit doang."
"Iya, yah.. Itu juga salah Nigou kok." jawab nigou.
"Pipi-mu masih perih?"
"Sudah nggak kok."
"Yah, tidur, soal matematika nanti kamu minta paman Taiga saja, dia kebetulan guru matematika pasti dia mau ngajarin kamu, sampai bisa."
"Baik ayah." Red mengusap kepala Nigou dan mencium keningnya.
"Selamat malam, anakku."
"Malam ayah."
8. New Rival for Yamagi.
"Jadi, alasan kau masukin para Makhluk dari ML, karena kau mau bikin squad kau sendiri dan memperdalam Roleplay lu?" tanya Yamagi penasaran.
"Yah, begitulah, a-"
"Tapi, aku tak suka dengan Alucard." potong Yamagi.
"Kenapa? sepertinya dia lumayan dan kompak dengan kalian, terutama soal jahil menjahil sama anggota yang lain." balas Reha.
"Dia terlalu dekat denganmu! Dan Aku tak suka dengan hal itu!" keluh Yamagi dan memekuk Reha sebelum Reh merosot kebawah.
"Yee.. Tapikan, gue User Alucard, ya.. kalau dia emang nyaperin gue ya biasa kalau wakil squad ML." balas Reha datar.
"Ayolah, aku tak suka dengan itu.."
"Lu cemburu? Sama Adek lu sendiri aja cemburu." ujar Reha.
"Aku tidak cemburu, hanya saja... aku tak suka dia terlalu nempel bahkan, merangkul.. dirimu.. dan.. memelukmu.." kata Yamagi dan memelan dibagian akhirnya. Sepertinya, Yamagi memang cemburu dengan Alucard.
"Hmm... Yamagi?"
"Sialan kau Reha." Yamagi mulai memeluk erat Reha, pintu dibuka oleh seseorang.
"Oi, jangan seenaknya saja. Reha, ada yang mau menemuimu." ucap Alucard dan melepaskan Reha dari pelukan Yamagi. "Dia diruang tamu ayo."
Hati Yamagi agak panas ketika melihat Reha dirangkul Alucard dari belakang.
"Kau cemburu kan? Yama-Nii, tak bisa sembunyi lagi." kata Haya dari loteng.
"Cih.."
Kemudian...
"Jadi, Untuk Squad ML kita kedatangan Anggota baru, tapi karena squadnya jadi satu jadi silahkan saja ke semuanya." ucap Reha Datar.
"Namaku Valir, Roleku Mage, kekuatan Api Arkana, salam kenal."
"Salam kenal."
'Aku curiga soal orang ini, aku punya firasat dia akan seperti Alucard.' batin Yamagi curiga.
"Jadi, Emm.. Valir, kau masuk squad ini karena undangan Reha?" tanya Takano.
"Ya, benar."
"Dan juga, Reha bilang, kau tertarik dengannya."
'E... Jangan bilang.'
"Aku tertarik dengan anak itu, dia juga menarik, makanya aku tertarik untul bergabung debgan kalian."
"Sebentar, maaf, Valir-san... tapi, apa kau memiliki ketertarikan khusus dengan.. Reha?" tanya Yamagi dan mendapat tatapan 'Nih, orang cemburu tingkat dewa.' dari semuanya (kec. Valir)
"Bagaimana ya mengatakannya... Iya, aku pinya ketertarikan khusus dengannya." jawab Valir sambil menggaruk kepalanya.
"WTF!" ucap Semuanya bersamaan.
"Rival baru nih, Yama-Nii." goda Yamatabi.
"Nani!? Apa maksudmu! A.. Aku tidak cemburu ok!" sembur Yamagi dan lari keluar.
"Dia kenapa?" tanya Valir.
"Biasa, kalau ada yang deketin Reha pasti dia ngeles." balas Miya.
"Hee..."
End This Time..
