Balas Revievv :
SR : Iseng aja sih.
Red : Aku ini pengguna cara represif untuk mengajarkan sikap ke anak, itupun keluar jika dia salah.
Kazuma : Ngapain Nasi Tumpeng 10 meter! nggak muat ke pesawat!
Girl-chan : Oh, Welcome deh, ke user Tanker dan Support. Dan lagi pula, Mino itu kalau mau Ulti harus tunggu pasifnya penuh dulu baru berasa.
Kalau udah leg sense-nya parah.. Biasakan mejeng di A.I mode aja, kalau belom ya.. Classic, Ranked, or Brawl its ok.
Nigou : Itu salahku ok. Kau juga tau...
Rosy Miranto18 : Yah, Bisa dibilang pemekaran tapi, tetep dijadiin satu sama Squad LS
Yamagi : Tenang Udah dibalikin -3-
Nigou : Iya, Aku tau kok..
Kazuma : Sudah, tapi.. Aku tak bisa lama-lama.
Destra : Yah, aku perlu istirahat agak lama. Tapi, nanti aku akan kesana.
Ye, kali dia bakalan kayak gitu. Lagi pula yang lain juga udah ada pasangan sendiri-sendiri. Kalau masalah Yamagi sih.. Aku kurang yakin -.-
Chapter 73 : It's his (They) Birthday.
Just Two more days..
"Dua hari lagi ya.." gumam Vincent ketika melihat tanggal dan tanggal 13 maret telah dia lingkari dengan spidol merah.
"Apa yang harus aku berikan ke dia nanti..." pikirnya dan sebuah ide aneh melayang dikepalanya. 'A.. Ide yang bagus.' Vincent menjilat bibirnya saat dia melihat ide itu makin dalam.
'Jangan Itu! Yang lain pasti bisa!' ralat Hati baiknya. Vincent pum tersadar dan dia langsung mengangguk
'Heh! Kapan lagi bisa! Terakhir pas Valentine malah tertunda!' potong dirinya yang lain.
'Heleh! Kau mau Des ngambek lagi!'
'Ayolah, kau senangkan melihat Des yang mengerang.'
'Cukup kau! memberikan hal-hal aneh untuk Dia!'
'Dia itu aku, jadi aku bebas menentukan alasan untuknya!'
'Kau hanya memperburuk keadaan! Aku lakukan ini demi hubungan yang baik antara dia dan Des!'
"Oh, Cukup!"
Dua hari kemudian...
"Met Ultah Des!" Seru Ethan dan melempar sebuah kantong tepung kearah muka Desmand.
poff..
"Dih! Karpet!" seru Desmand dan membersihkan wajahnya.
"Sini dibersihin!" seru Alucard dan mengguyur Desmand dengan air es di ember yang dia bawa.
Byur!
"Dingin coy!" omel Desmand
"Telor nggak ni-"
"Lectro! Balikin tuh Telor ke kulkas!" seru Rone.
"Oh ok." Lectro ke dapur dan menaruh telur itu lagi ke kulkas.
"Oh, Desmond mana? Kan kalian kembar." tanya Eris.
"Bener juga! Cari dia!" seru Red dan semuanya langsung berpencar mencari Desmond.
Beberapa menit kemudian..
"Unch, kakak-adek serasi banged sih." goda Ethan sambil memfoto Kembar yang memakai baju Maid entah dari siapa.
"Sialan kalian, kembalikan Baju kami!" sembur Desmond.
"Nggak, Wee!" balas Jung dan berlari sama Ethan membawa baju si kembar. "Lari coeg!"
"Woi! Balik sini!" timpal Desmand dan mengejar mereka berdua.
Mas Minta Api boleh..
Hari ini Valir sedang berjalan-jalan keliling markas dan ke taman sebentar, tiba-tiba seorang pria dengan tanduk menghampirinya dengan sepuntung rokok di mulutnya
"Mas ada korek nggak?" tanya pria itu.
"Ada kok."
"Boleh minta api sedikit."
"Ok."
Brruuuuuuuh!!
Savage!
"Ups, maaf." Valir langsung lari karena dia salah mantra, bukannya memunculkan api kecil ditangannya malah menyemburkan api yang besar ke pria tersebut.
Kemudian...
"Lu ngapa?" tanya Alucard ketika melihat Valir datang dengan nafas terengah-enagh.
"Gue nggak sengaja ngebakar orang." jawab Valir.
"Demi apa? Kok iso?" tanya Layla.
"Dia minta api buat nyalain rokok, maksud gue sih.. summon api kecil aja. Eh, taunya.. apinya kegedean dan tuh orang langsung gosong."
"Naisu, Bakar orang sampe gosong." ucap yang lain sambil tepuk tangan.
"Kok malah tepuk tangan?"
"Nggak apa kok." jawab Fanny senyum-senyum miris.
"Eh, kerjain Des bersaudara yuk, mumpung lagi ultah tuh berdua." ajak Clint.
"Betul juga, merekakan lagi ulang tahun." timpal Zilong. "Yaudah, ayo kita kerjain bareng-bareng."
Kemudian...
"Maksudnya apa lagi ini!!" jerit Desmand ketika memakai sebuah seragam sekolah dengan rok.
"Fanny, itu seragam lu kan?" bisik Layla.
"Iye, emang itu punya gue." balas Fanny.
"Greget.. Ente." timpal Miya.
That songs is a gift..
Kling..
Nexus : Hei, Selamat Ulang tahun untuk kalian.
Mandom : Yah, Terima kasih Aiden.
Mondam : Terima kasih, Aiden.
Nexus : Aku punya sebuah lagu singkat untuk kalian, aku menciptakannya sendiri.
Mondam : Menarik.. Coba kau kirimkan.
Nexus : [Song] Silahkan diputar.
Desmand dan Desmond memasang Headset di HP mereka dan memulai labu tersebut.
Bagai kelopak bunga, yang gugur disaat senja.
diantara cah'ya yang masih bersinar, Apa aku bisa tertawa?
Istana pasir yang kita, bangun disaat senja.
Demburan ombak yang membawa pasir, ibarat akhir mimpi kita.
Engkau bangun di dunia putih yang menyilaukan.
Dan tak bisa untuk merentangkan tanganmu.
Engkau mendongkak kearah langit yang menyilaukan.
Terpikir kesalahan dirimu.
Deburan ombak laut, berkali-kali menyisih pasir yang berwana putih.
Aku-kau akan tetap meninggalkannya, tempat berkumpul cahaya putih.
Aku akan menyanyi, saat kau memberiku senyuman atau tangisanmu.
Tak ada berita dari dirimu, namun aku
akan melindungimu.
Mungkin kau ditakdirkan jauh dariku. Tapi, cah'ya itu.
Akan bersinar terang di angkasa raya.
Agar aku dapat mengirim suara.
Segala yang ku kirimkan padamu.
Mungkin sesuatu yang tak lah berbentuk.
Tapi, sebuah sudut dihatimu.
Mungkin rasa itu telah terbentuk.
'Ehm.. Selamat ulang tahun dariku untukmu Desmond dan Desmand. Kalian adalah sahabat terbaikku.'
Nexus : Bagaimana?
Mandom : Aku Terharu..
Mondam : Aku bahkan hampir menangis, Aiden.
Nexus : Terima kasih.
I'm sorry, i'll not do it again.
"Alex, dia tidak berbicara denganmu lagi?" tanya Vincent, dan Desmond menggeleng.
"Kami bertengkar, dia sering mengatai diriku mirip 'Dia'. Aku muak dengan itu."
"Sabar ya.. aku rasa, dia akan lama untuk kembali denganmu." balas Vincent. "Aku mau keluar dengan Desmand dulu."
"Yaudah, tapi.. Ntar sore balik ya, Kerja soalnya."
"Baiklah."
Desmond menghela nafas di taman belakang. Dia tiduran di rumput dan merentangkan tubuhnya. 'Apa... Hubunganku, dengan Alex.. Akan berakhir?'
Tiba-tiba, seseorang mendarat tak jauh dari dirinya. Desmond merasa risih, karena yang datang adalah Alex. Dia bangun dan mencoba untuk pergi, tapi... Alex menahannya.
"Apa maumu?" tanya Desmond ketus tampa melihat Alex.
"Des- Umm.. Aku..."
"Aku malas bertemu denganmu dan juga semua perkataan-mu itu, sudahlah."
"Tidak akan lagi.. Tak akan lagi Des, aku minta maaf... Aku tak akan melakukannya lagi." jelas Alex dan memeluknya dari belakang.
Desmond hanya terdiam mendengarnya.
"Aku mohon, maafkan aku ok.. Aku mau kita berbaikan, tak apa kau tinggal disini. Asal kau tetap menemuiku."
"Baiklah..." ucap Desmond pelan.
"Hmm?"
"Aku memaafkan-mu Lex.."
"Terima kasih."
"Asal satu, jangan ulangi lagi.. Atau aku akan pindah ke Aiden."
"Iya, iya..."
Rival Confirmed
"Kau terlihat sangatlah terganggu, ada apa?" tanya Alucard ketika melihat Yamagi sepertinya sangatlah kesal.
"Aku tak tau aku akan mengatakan ini, tapi.. Aku cukup terganggu dengan kedatangan Valir." jawab Yamagi dengan nada Risih.
"Oh, kau juga? Sama, semenjak dia datang Reha menjadi terlalu dekat dengan dia." timpal Alucard. "Tapi, kita tak bisa menilainya secara langsung."
Pria berambut biru itu hanya bisa mengerutu disepanjang hari karena kedatangan Valir. "Hermgh..."
"Hei, ingatlah tak ada sesuatu yang abadi." ucap Alucard. " Mungkin, suatu hari dia akan kembali ke kau."
"Kau mudah mengatakannya tapi ka-"
Ketika mereka berbelok, mereka langsung kaget dan panas hatinya karena melihat Valir mencium pipi kanan Reha. Dan Reha hanya bisa menutup wajahnya yang blushing.
"VAAAAAAAAAALIIIIIIIIIR!!"
"Oh, hai kalian. Aku mau membawanya dulu, tak apakam?" tanya Valir dengan seringai di wajahnya.
"Ya, Tak apa dan F*ck You!!" balas Alucard dan Yamagi dengan kedua tangan mengacungkan jari tengah mereka.
"Baiklah, Ayo Reha. Kita pergi."
Ketika mereka pergi Yamagi dan Alucard langsung mengumpat sepanjang hari dengan kata-kata 'Pelakor!' dan 'NTR!' dibeberapa kalimat umpatan merrka berdua.
End...
A/N : Lagu itu tugas Ujian Praktek kemaren, walau nggak kepilih buat kelompok gue sih. Tapi, malah lagu temen gue yang judulnya 'PlufhioPhile'
Bagus sih lagunya, tapi gue lupa liriknya.
Lagu gue judulnya, 'Kenangan Senja.'
