Balas Revievv :
Girl-chan : Yaudah kapan-kapan brawl bareng lah.
Yap, Abisnya pas baca backstory-nya Hanabi. Dia suka sama Haya tapi, nggak kesampaian sampe Haya mulai PDKT sama Kagura dan dia Cemburu sama Kagura.
Rosy Miranto18 : Soal tulisan itu..
Bold (Pikiran Terdalam Desmond dimana ada sesuatu yang diberi nama GoldenLight sama Desmand, dia hanya sebagai penghibur dan muncul saat Desmand sedang stress diambang batasan Normal.)
Italic (Kenway Family, yang pertama muncul itu Edward, yang kedua muncul Connor, yang terakhir Haytham. Pikiran mereka hidup di kepala Desmand.)
Vincent : Tidak, ini bukanlah hal supernatural. 'Dia' adalah orang yang paling aku tidak suka sama sekali, orangnya itu 85 persen Sakras, 10 persen Orang inggris, 5 persennya lain-lain.
Hayabusa : Hanya seorang pengganggu yang kau tak akan mau tau sama sekali.
Thx!
Chapter 75 : The Legendary Admiral
"Yuki, aku ingin tau, bagaimana sikap Takano saat kalian belum menikah?" tanya Ryuuga penasaran.
"Owh, Takano-kun, orangnya sangat kasar, suka main pukul, mulutnya susah dijaga, gampang marah, tapi dia sangatlah baik." jawab Yuki. "Aku pernah putus dengannya karena salah paham, akibat dari dia membentakku saat aku telefon di malam hari karena dia belum pulang kerja."
Flashback..
"Takano-kun? Kamu kapan pulang? Sudah malam sekali, apa masih lama kerjamu-"
"Berisik! Hei, Bangs*t, Bisakah kau tidak menelponku saat bekerja seperti ini! Ini mengganggu konsentrasi kerjaku! Kau hanya menampungkan dirimu dirumahku saja jadi jangan sok peduli dengan diriku dan aku bisa saja mengusirmu besoknya juga!"
Flashback end..
"Dan hal tersebut berakhir dengan cara dia memukulkan kepalanya berkali-kali didepan tembok sampai berdarah dan terus mengucapkan 'Aku menyesal!' sampai dihentikan oleh tetangga sebelah karena dia kira Takano mau bunuh diri didepan diriku." ucap Yuki.
"He.." Ryuuga sweatdrop mendemgarnya.
"Atau dia juga pernah menghajar seseorang sampai kritis ketika aku dan dia putus selama 6 bulan karena orang itu menyatakan perasaannya kepadaku dan Takano berada disitu."
"Cukup.. Dia begitu aneh dan tidak stabil."
Ok, Tadi hanya Intro sedikit saja.
His is The Admiral?
Yamagi memasang muka Jutek dan kesalnya di taman markas. Dia begitu kesal sampai hampir mematahkan sebuah batang pohon yang ada disampingnya. Dia mengeluarkan se-bungkus rokok dari katung bajunya.
Note : Jangan tanya.. Kenapa ada begituan di markas.. Karena.. Ada beberapa orang yang perokok berat di squad, terutama Taiga.
'Si Valir sialan itu, beraninya dia merebut Reha dariku.' gerutu Yamagi dan menghisap rokoknya cukup dalam kemudian, menghembuskannya. Kalau dia boleh menyakiti seseorang sampai babak belur dia pasti akan menghajar Valir terlebih dahulu, baru Alucard (Hanya Rencana)
"Sepertinya ada yang bete nih." ucap Red dan menghampiri Yamagi. "Lagi myari siasatkan buat ngerebut Reha biar jadi milik lu lagi."
"Ye, abisnya.. Tuh orang, susah banget buat di lepasin dari Reha..." keluh Yamagi.
"I smell, Jealousy, lu nggak suka Valir nempel sama Reha, tapi lu tau sendiri Reha juga ngebet sama Valir juga." balas Red dan mengambil sebuah rokok dari kantung baju Yamagi.
"Makanya itu! Gue mau ngerebut Reha jadi milik gue lagi, gue nggak mau kena NTR gara-gara Valir itu!" seru Yamagi dan mengacak-acak rambutnya. "Padahal, dari dulu.. Reha milik gue.. kenapa jadi begini... Gue nyesel pernah mukul dia waktu itu."
Flashback..
"Ya.. Maaf.. Aku menghilangkan Uangmu.. Dan.. Berbohong pada.. mu..." Reha menunduk menyesal dan tak berani melihat muka Yamagi yang sangatlah marah kepadanya.
"Dasar Pembohong! Beraninya kau seperti itu! Sudah Cukup! Aku tak akan mau Berbicara denganmu! Tak akan melayanimu lagi! Semua Terserah kau!" Bentak Yamagi.
"Ya.. Yamagi.. A.. Aku minta..." Yamagi menepis Reha dan memukulnya tepat di wajah dan lengan kanan.
Bugh!
"Aku bilang apa hah! Aku tak akan pedulii denganmu lagi! Aku keluar dari sini!"
Flashback end..
"Lagian.. Tangan dijaga apa.. Kalau mau marah boleh, tapi.. Lu tau sendiri Reha itu sensitif orangnya kalau dipukul." kata Red dan menghisap rokok itu.
"Iya sih... Makanya gue nyesel..." Dia mengambil lagi rokoknya tapi sayangnya, saat dia menyalakan koreknya, gasnya habis. "Yah abis.."
"Nih, minta api kan?"
"Makasih, eh?" Yamagi melihat sampingnya dan melihat Valir baru saja mematikan api di tangannya.
"Sama-sama, lagi omongin gue kan?"
"Nggak! Lagi ngomongin Re-"
"Udah Yam, nggak usah ngeles, lu lagi ngomongin Valirkan?" timpal LAlucard dan duduk disebelah Yamagi.
"Hmmph! Bukan Urusanmu!"
"Udahlah Yam, mending lu jujur dan nggak usah kayak gitu. Udah tau, yang suka sama Reha kan bukan lu doang." balas Red.
Yamagi menghembuskan Nafasnya, "Iya, maaf.. Gue terlalu kesel soalnya.. jadi, ya maaf.."
Hp Yamagi tiba-tiba berbunyi dan dia melihat sebuah pesan dari Reha.
Reha : Yamagi Jemput dong, capek nih abis ujian :(
Kunihiroo : Ok, Ntar dulu ya, sabar.
"Bentar ya, gue jemput tuh anak dulu." ucap Yamagi dan pergi.
"Emangnya tuh anak sekolahnya dimana?" tanya Alucard.
"Jauh pokoknya 15 kilo dari markas, trus kalau bolak-balik jadi 30 kilo."
"Jauh juga."
Satu setengah jam dengan perjalanan yang cukup melelahkan karena macet kemudian... (Panjang ye :v)
'Akhirnya sampe juga!' gerutu Yamagi ketika mencapai gerbang sekolah Reha, dia turun dari mobil dan mencari Reha. "Nah sekarang, ke kelas dia."
"Awas Dik! Tengah Rame!"
"Ok, Ha."
Yamagi mengintip sebuah kelas tempat suara itu berasal dan melihat Reha masih main ML sama temannya. Yamagi memberi kode ke Reha dengan batuk dan Reha langsung menengok dan melihat Yamagi bersender dipintu kelas.
"Itu siapa Ha?"
"Dik, Gue duluan ya.. Jemputan udah nyampe."
"Yah.. Tapi masih di mid game nih."
"Ntar sambil jalan lanjut aja."
"Yaudah, dah.."
Diperjalanan..
"Tadi siapa? Temen?" tanya Yamagi.
"Iya, Dia temen kok, kan udah pernah ku ceritain."
"Kayaknya itu aku belom tau deh, kan yang kamu ceritain cuman Arya, Aray (beda orang kok, yang ini namanya Raihan tapi dipanggilnya Aray), dan beberapa temen sekelas mu yang pas kelas sebelas." balas Yamagi.
"Ya.. Ini dia udah dari kelas 10 sih, tapi kau belom tau aja."
"Oh, Ok."
Sementara itu..
"Mand? Boleh buka pintu-" Desmond melihat pintu kamar mereka tidak terkunci dan terbuka pelan setelah dia mencoba mengetuknya. Dia masuk ke kamarnya dan melihat Desmand sedang sedang meringuk di kasurnya dengan tatapan kosong tanpa sepatah kata sedikitpun."Ma- Mand?"
Desmand bergumam pelan namun, sepertinya dia bukan Adiknya sama sekali karena dia bergumam dengan bahasa Arab, 'Malik...'
Desmond yang panik langsung mengguncang tubuh Desmand dengan cepat, "Mand! Sadar! Jangan terbawa Alu-"
'Malik, aku menyesal tidak mempercayaimu, aku seperti membunuhmu.. Maafkan aku, Malik...'
"Mand! tolong bangun Jangan terbawa efek itu lagi!" seru Desmond.
'Aku tak dapat bertemu dengan Desmond, Siapa itu Desmond? Aku ingin menemuinya, tapi.. Aku tak tau.. Kapan dia ada? Dimana dia? Dan bagaimana dirinya?'
"Sial! Mand! Tolong Sadar!" Sekarang Desmand mulai berbicara dengan bahasa itali.
'Kalau saja aku kuat dan cepat pada saat itu.. Federico tak akam terbunuh...'
"Des!? Ada apa!?" tanya Vincent panik.
"Mand! Dia Terbawa Alur Efek!"
"Sial! Mand! Sadar!"
'Aku.. Membunuh Ayahku sendiri.. Mungkin, awalnya memang karena kami berbeda pendapat namun, aku menyesal.. Karena tak dapat menjadi sebuah keluarga yang baik.'
'Aku takut.. Ayahku tau.. Aku tak mau dia kecewa karena diriku..'
'Aku melakukan hal itu.. Demi Haytham... Aku tak mau dia mati.'
"Mand.. Tolong sadar..."
'Desmond... Aku.. Tak suka sendirian.. Kau.. Kenapa kau lakukan itu... Aku tak mau sendirian..'
Tiba-tiba, Desmand menebas Deamond yang ada didepannya. Saat dilihat matanya berubah menjadi warna coklat keemasan dan dia mulai mengumpat dengan bahasa Arab.
"Bagaimana ini.. dia sepertinya kerasuka Roh Altair?" tanya Vincent.
"Tak apa.. Aku akan mencoba menahannya jadi kau keluar saja."
"Tapi.."
"Udah keluar saja, aku bisa menahannya." Vincent kemudian keluar kamar Miles bersaudara, sesekali di menatap kebelakang karena khawatir.
kembali ke Reha..
"Akhirnya sampe juga." ucap Reha dan langsung tengkurap di kasurnya setelah melepas sepatunya.
"Reha, ganti baju dulu. ntar lecek bajunya." kata Yamagi dan mengangkat Reha agar berdiri lagi.
"Hmmh.. Males!"
'Huff.. Dasar.. malesnya kambuh lagi.' gumam Yamagi.
"Reha ada yang mau ketemu dengan kau!" seru Alucard dari luar kamar reha.
"Iyeeee!"
"Reha! Ganti baju dulu!"
"Heeengh!"
1 baju kemudian..
"Saya Admiral Yi Sun Shin, ingin bergabung bersama kelompok anda." pinta Yi Sun Shin yang mengenakan jaket kuning dengan sweater hitam juga, topi hitam. (Entahlah, tapi aku senang melihat YSS memakai Skin Apocalypse Agent)
"Baiklah, kau kuterima."
"Reha, kau yakin? Bukannya kita kebanyakan Marksman daripada Tank?" tanya Yamagi.
"U sendiri Tank-kan? Dan Admiral Yi Sun juga Tank." Jawab Reha.
"Tapi, Untuk ML sama LS itu beda. Di ML kan dia Marksman bukan Tank-"
"Buat Half-Tank apa susahnya." potong Reha.
'Kepinteran nih anak...' ujar Yamagi.
"Jadi? Bagaimana? Apa saya boleh ikut?" Tabya Yi SunShin.
"Ya, silahkan, kau.. eh.. Anda ku terima kok."
"Terima kasih! saya akan berusaha menjadi yang terbaik!"
"I.. Iya!"
Sementara itu beberapa orang yang mengintip langsung pergi dan berkumpul di ruang tengah.
"Eh, Ada anggota baru!" seru Red.
"Demi apa? siapa namanya?" tanya Layla.
"Emm.. Bukan orang biasa sih.. Lebih tepatnya orang paling berjasa bagi suatu negara." balas Jung datar.
"Eh? siapa dong? Tuan Zhuge Liang?" timpal Zilong.
"Bukan dari Cina, tapi.. Em.. Negara tetangga." balas Aka.
"Negara tetang- Oh, Korea?" tanya Iris.
"Yap, Kenapa kau tau kalau itu Korea?"
"Asal tebak doang." balas Iris. "Pasti Jendral Besar Yi Sun-Shin kan?"
"Sepertinya Nona muda ini benar-benar tau, kalau saya datang kesini."
"Eh, Beneran!? Yaampun! Tuan Besar Yi Sun Shin, Padahal aku asal tebak!" Iris langsung gelagapan dan merapikah bajunya.
Kemudian..
"He- Pada Ngapain?" tanya Ethan ketika melihat Red sedang memegang bass, Rone sedang mengatur gitar elektriknya, dan Valient mengetes Drumnya.
"Iseng aja kok."
"Coba nyanyi satu lagu aja."
"Hmmh.. Random aja ye."
"Terserah."
Aah! Yoimachi o, yuku hitodakari, wa ureshi sou dattari, sabishisou dattari.
Kontorasuto, ga gosenfu o tobimawari, uta to rizumu ni naru
Mamareedo ni shugaa, songu piinattsu ando bitaa suteppu
Amakute nigakute me ga mawarisou desu
Nannansei o mezashite, paatii o tsuzukeyou sekaijuu o odorokasete shimau yoru ni naru
I FEEL joujou rensa ni natte rifurekushon
GOES ON ikkyou satte ichinan satte mata ikkyou
"Kek kenal tuh lagu!" seru Ethan curiga dan Red hanya tersenyum penuh arti. "Satu lagi deh!"
Taikutsu na madobe ni fukikomu kaze ni
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
Aimai ni unazuku tenohira no kyou
Egaiteru jibun wa sukoshi oogesa de
Nani ka kawarisou na ki ga shiteiru yo
Kokoro ni yobikakeru kimi no sei da ne
Kumorizora nozoita yokan
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
Yasashisa no riyuu ga shiritai
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
"Heeemm... Oh yah, gue tau lagu ini."
note : Entah tapi, gue ketagihan dengerin dua itu gara-gara Maen Arcade Gitadora seminggu yang lalu.
"Udahlah, gue request dong!" seru Lectro.
"Apaan?"
Hurimukeba achira kochira de trouble trouble
Nantekotta tenden barabara chinpun kanpun matoman nai
Kemono desumo oome ni mitetene
Minna jiyuu ni ikite iru
Sou kimi mo kazaranakute daijoubu
"Nggak nerima 'Kemono Friends' Ntar ketua kambuh lagi."
"Hee..."
Note : Tambahan soal lagu gue juga suka lagu Op Kemono Friends.
Where is he?
"Bagaimana dengan dia?" tanya Vincent, ketika melihat Desmand bengong dan terkadang dia menyesap teh yang diberikan Desmond.
"Tidak begitu baik, dia masih agak ling-lung dan susah menentukan identitas dirinya. Yah, mungkin ini adalah yang terparah dari hidupnya." jawab Desmond.
"Boleh aku menyapanya?" pinta Vincent.
"Boleh, tapi.. mungkin dia tidak akan mengenalmu karena pikiran asli Desmand masih terombang-ambing entah di tubuh siapa." jawab Desmond.
Vincent menghampiri Desmand yang sedang melihat keluar jendela, dia tepuk pundaknya agar dia tau keadaannya.
'Kenapa anu bisa disini? Ini bukan tubuhku.' gumam Vincent.
"Hai, Kau siapa?" tanya Desmand dengan mata berwarna abu-abu.
"A.. Aku, Vincent Mercer, siapa kau?"
"Perkenalkan aku Haytham Kenway, salam kenal."
'Hmm... logat inggris.'
"Hei, Nak.. aku ingin tanya.. Siapa pemilik tubuh ini? kenapa aku bisa ada ditubuhnya?"
"Kau berada di tubuh teman kami, Desmand Miles, dia memang pernah melihat dirimu dari sudut pandangmu, tapi soal kau bertukar tubuh dengannya aku tidak tau."
"Begitu ya.. Aku agak kurang mengerti tapi, aku bisa maklumi itu."
Lalu dimana Dia?
"Hmmhh! Kenapa aku bisa di Amerika abad ke-18?" gumam Desmand. "Dan, kenapa aku menggunakan tubuh Haytham.. Ini aneh, mana ini musim dingin."
"Ayah? Apa yang terjadi?"
"Tidak, Tidak ada connor."
"Aku tak percaya ini, tapi.. Aku harus bertahan hidup sampai akhirnya aku akan terbunuh oleh Connor."
Back to the future...
"Yee, Taman bermain! mending main apa ya! udah lama nggak kesini!" seru Reha.
"Oi, sabar dulu! jangan terlalu senang, kau masih ada satu ujian lagi!" seru Yamagi.
"Iya sih, tapi kan masih 2 minggu lagi, mending minggu ini Refreshing dulu aja!" balas Reha.
"Dasar Kurang Maen!" sahut Alucard.
"Udah mending kita maen gituan dulu." Valir menunjuk sebuah Rollercoaster tak jauh dari mereka.
"Yakin? ini juga baru masuk masa mau maen yang ekstrim." balas Zilong sweatdrop.
"Kan biar greget."
"Yaudah lah, ayo kesana aja." kata Miya.
"Yaudah.."
Kemudian..
"Demi apa tuh anak sendirian paling depan?" pekik yang lain ketika melihat Reha duduk paling depan sendirian.
"Ok, ya, jadi rollercoaster ini dua putar langsung tanpa berhenti."
"Eeeeeh!" ucap yang lain kaget.
"Yeee!"
"Dasar kurang waras!" sembur Layla.
Dan saat yang lain berteriak saat Rollercoaster melucur, yang paling depan hanya diam saja sambil senyam-senyum sendiri. saat turun malah ngegodain yang lain.
"Cie tereak."
"Bener-bener nih anak, mabok micin ye!" gerutu Zilong.
"Apapun yang terjadi dengan anak itu, saya tidak mau tau lagi." ujar Yi Sun Shin sweatdrop.
The end
