Balas Revievv :

Rosy Miranto18 : Well, That's Intersting..

Red : Kenapa harus Nahan Beol sih *facepalm. Shiba inu yang aku maksud itu Nigou.. Dan kalaupun aku menemukan Shiba Inu yang lainnya.. Aku tak mau memberikannya ke siapapun! Itu miliku!

Me : *Tertusuk Amat dalam.. Huuu..

Yamagi : Shht.. Sabar Reha.

Warrend : *Garuk pipi. Well.. Itu ingatan dari Kaptennya Alexander.. sekitar.. 1 Juli 2014, di China.. dan Umm.. Aku tak tega melanjutkannya lagi.

Kazuma : Etto.. *Summon Roh Banteng, burung Bangau, dan Belalang sembah. Yah, mereka bertiga.. Sebenarnya ada beberapa lagi tapi, aku hanya bisa mengsummonnya dalam kondisi tertentu.

Gord : *Sweatdrop dan Facepalm.. Aku tak tau apa yang kalian lakukan tapi, itu tidak berefek apa-apa bagiaku anak muda.

Hato : Uuuuu.. Aku belum terbiasa makan nasi. Kalaupun dibawakan bekal ke Taman Kanak-Kanak pasti jarang-jarang ada nasinya.

SR : Emm.. Yah, emang sih kayaknya agak ke sinkron kalau soal robot dan hati jadinya, Kokoro.. Tapi, bedanya Professor nya nggak mati.

Red : Sekarang totalnya 4, Hato, Nigou, Richard, dan Fuyu. Shiki itu Serigala beneran ya.

Girl-chan :

Red : Hee.. Ron, Ayolah, nih aku kasih Fuyu saja kok. *nyengir

Thx!

Chapter 78 : The Origin of His Love.

Kebanyakan Orang-orang pasti akan jatuh cinta dengan pasangan hidupnya saat mereka bertemu. Cepat ataupun lambat hubungan itu akan menjadi cinta abadi yang tidak bisa dipisahkan dengan apapun masalahnya. Namun, sebelum bertemu dengan Reha.. Aku memiliki ketakutan terbesar untuk jatuh cinta kepada siapapun. Aku takut menyakiti seseorang, apalagi Kalau dirimu dijuluki 'Pendekar Tengu' atau 'Jendral Gagak' sungguh itu adalah Hal yang menakutkan jika seseorang jatuh cinta kepadamu karena Kau sangatlah diincar oleh siapapun yang Ada dihadapanmu. Tak Ada yang bisa dipercaya maupun mempercayai dirimu.

Namaku Yamagi Kunihiro, aku tinggal bersama Kedua Adik laki-lakiku : Yamatabi Dan Hayabusa. Sejak mereka kecil aku hanya bisa melatih Yamatabi karena Haya dititipkan ke sebuah perguruan dimana dia dilatih menjadi ninja yang hebat dikemudian Hari. Sebagai Kakak tertua Mungkin, kau Akan dihormati Kedua adikmu, hanya saja itu tidak berlaku untuk Yamatabi karena dia memiliki sikap seorang pemberontak hanya Haya yang sangat hormat ke diriku. Biarpun seperti itu, kami tetaplah Kakak Adik yang akur. Ya.. Biarpun, Yamatabi memiliki lidah yang paling tajam sampai aku Tak bisa melawan semua argumen yang Ada dengan dirinya.

Kembali ke topik.. Awalnya aku Memang tidaklah Mau! dicintai ataupun mencintai siapapun, kehormatan hanyalah yang aku pikirkan. Sampai akhirnya, aku bertemu seorang Wanita yang mengajariku semuanya, arti dari cinta Dan kasih sayang. Pertama Memang tidak mengerti tapi, Setelah beberapa saat aku akhirnya mengerti dengan semua itu, aku mulai merasakannya, Bagaimana indahnya kau berbagi cinta, kebahagiaan, Dan kasih sayang ke orang lain.

Namun, beberapa tahun kemudian, aku kehilangan semuanya.. Wanita itu mati ditanganku sendiri. Aku yang membunuhnya Setelah kehilangan kesadaranku akibat dari amarah yang sangatlah besar akibat perang yang berlangsung. Aku benar-benar menyesal, jika saat itu aku tidak terlepas kendali Dan menjadi sesuatu yang ditakuti oleh musuh di medan perang, Mungkin Hal itu Tak Akan terjadi. Ini menyebabkan ketakutan terbesarku Soal mencintai seseorang kembali, aku takut akan menyakitinya, aku takut jika aku terlepas kendali aku Akan membunuh mereka.

Malam harinya Setelah pemakaman. Aku menyegel jiwaku sendiri di pedang tersebut Setelah meninggalkan Surat Untuk Kedua adikku, aku hanya berharap mereka memaafkanku sebagai Kakak, karena aku menyayangi mereka berdua secara mental. Sebelum aku kehilangan kesadaran Dan Nafas terakhir.. aku menguburkan pedang tersebut Dan menyeret tubuhku ke sebuah jurang Dan menjatuhkan diri ke jurang tersebut.

Entahlah, Setelah kurang lebih 300 tahun.. Aku terbangun oleh seseorang yang menemukan pedang yang aku kuburkan. Kalian taukan Kalau jiwaku masih Ada di pedang tersebut jadi, aku sadar Ketika seseorang mengusik peristirahatan jiwaku sendiri. Aku melihat seorang Anak muda sedang tersenyum Ketika mengambil pedangku dari tanah.

'Pedang yang bagus, ku simpan ah.' Sungguh aku marah besar saat dia mengambilnya Dan membawa pedang itu pergi. Kalau dia membuat pedang tersebut Untuk membunuh orang maka aku Akan membuatnya menderita dengan berbagai macam penderitaan yang Akan menyiksanya. Ternyata, saat dia menunjukan pedangku ke beberapa orang dia bilang Kalau dia tidak Akan memakainya karena dia sendiri bukanlah seorang ahli pedang.

Hei! Aku Ini adalah seorang petarung bukan barang pajangan bodoh! Melihatnya saja sudah sangatlah kesal apalagi mengatahui Kalau faktanya Kalau dia hanyalah Anak bodoh yang Tak bisa apa-apa Dan hanya bisa tersenyum lebar dengan apa yang dia temukan, aku Akan membuatnya menderita.

Malamnya Ketika dia sedang sendirian di kamarnya Dan sedang lengah aku dorong dia sampai menabrak tembok. Dia meringis kesakitan Dan aku menyukainya setiap dia meringis. "Kembalikan Pedang itu! Atau Kau Akan menderita!" Ancamku di telinganya. Dia hanya dia Dan kebingungan, dasra Anak bodoh, Kau Tak Tau sudah Berurusan dengan siapa.

Selama seminggu penuh aku mengganggunya Dan dia begitu kuat dalam menjaga pendiriannya. Dia Memang Tak bisa melihatku, tapi dia tidak menghubrisnya, sampai akhirnya dia jatuh sakit. Aku senang dia akhirnya jatuh sakit tapi.. Entah kenapa aku Juga merasa bersalah Ketika dia tetaplah berusaha dengan Keras disela sakitnya itu. Dia tetap pergi Sekolah Dan seolah tidak terjadi apa-apa selama seminggu penuh, dia menyembunyikan rasa sakitnya itu. Tapi, akhirnya dia tidak Tahan Dan dilarikan ke ruang kesehatan di sekolahnya.

'Apa yang telah aku lakukan...' pikirku saat melihat Anak laki-laki itu tiduran di kasur kerena sakit.

'Aku tidak apa-apa kok, aku sudah kuat lagi.' Anak itu bangun Setelah diberi obat Dan muntah di wastafel Tak jauh dari ruang kesehatan. Bohong.. aku Tau dia berbohong.. tubuhnya masih sangatlah lemah tapi, dia tetap berusaha untuk bertahan. Saat dia pulang, aku berikan bantuan tenaga sedikit ke dirinya karena dia begitu lemah Dan perjalanan dari Sekolah ke rumahnya sangatlah jauh Dan Tak Mungkin aku membiarkan Anak Ini jatuh di tengah perjalanan.

Sampai beberapa Hari kemudian tubuhnya semakin lemah Dan dia mulai muntah Tak terkendali. Aku sudah Tak Tahan dengan penderitaannya, dia selalu berusaha memberitahu Kalau dia tidak apa-apa, tapi sebenarnya dia yang paling menderita. Dia akhirnya dilarikan ke Rumah sakit terdekat Dan dirawat disitu.

Malamnya dia dirawat, dia tertidur sendiri di kasurnya. Aku mengahampirinya Dan mengusap kepalanya, aku menyesali setiap perbuatan yang aku buat ke dia. Dia hanyalah seorang Anak Tak bersalah yang aku siksa dengan siksaan yang tidak pantas Untuk dilakukan Dan selalu menyembunyikan perasaannya ke orang lain. "Betapa lemahnya dirimu..." Bisikku Dan duduk disebelahnya.

"Menyembunyikan perasaan sedih untuk melihat yang lain bahagia. Ketika yang lain bahagia, Kau ikut bahagia. Ketika yang lain sedih, Kau berusaha untuk menutup kesedihan mereka dengan sedikit kebahagiaanmu." Aku sadar Kalau aku meneteskan air mata di tangannya. Dan aku sadar Kalau aku tersenyum kearahnya sekarang. "Namun, disela kebahagiaanmu, kau kesepian karena kau sulit untuk menemukan teman terbaik." juga, aku sadar Kalau aku telah bangkit dari lubang ketakutanku sendiri. Ya.. aku jatuh hati kepadanya, aku jatuh cinta kepadanya.

"k.. kau siapa?" Tanya dirinya pelan.

"Aku?" Tak Mungkin Kalau aku menjawab Kalau aku yang mengganggunya. "Aku adalah roh yang tinggal di pedang yang kau Ambil itu, aku Yamagi Kunihiro, dan aku Akan menjagamu... Maaf atas keterlambatanku, Reha.." Aku hanya bisa melihat Anak itu tersenyum Dan bersusaha memelukku.

"Yamagi..."

"Reha.. Kamu perlu istirahat, jangan terlalu tegang, tetap tenang ya." Setelah aku ucapkan itu, dia kembali tertidur aku geser dirinya sedikit Dan tertidur disampingnya sembari memeluknya.

"Aku.. mencintaimu Reha.."

Sekarang... Reha sudah mulai bisa membaur dengan lingkungannya, biarpun masih dikenal dengan sikap pendiamnya tetapi dia mulai mau membuka diri ke beberapa orang. Memang, aku Tau Reha kadang Juga jatuh hati ke orang lain, aku Memang kesal jika mengetahuinya, tapi Bagaimana lagi aku Susah mengendalikannya setelah pertengkaran hebat kami, tapi kami kembali menyatu biarpun Reha masih sering mengomel-ngomel ke diriku. Tapi, berujung dengan sikap kekanak-kanakannya muncul di sela dia membutuhkan sesuatu denganku. Pasti dia Akan mencoba membujukku untuk melakukan sesuatu dengan bayaran dia mencium pipiku.

Rival terbesarku adalah Valir.. Huh, dia merebut afeksi Reha dariku. Dia begitu lekat sampai membuat Reha manja ke

dirinya, padahal Reha awalnya seperti itu ke diriku. Aku Tau Reha itu mandiri tapi, terkadang dia masih Harus dituruti perintahnya atau dia Akan ngambek.

"Moo, Reha.. jangan ngandelin aku terus dong." kata ku di sela pelukan.

"Biarin wee!" Dia langsung berseluncur di lantai dan melompat ke tempat tidur dan.. HP lagi.

Kebiasaan, tapi.. mau bagaimana lagi, memandangnya sebentar saja sudah membuatku tersenyum-senyum sendiri.

Bonus :1. Kumis-jenggot Origin (?)"Yama-Nii, kau mulai membiarkan Janggut dan Kumis-mu tipis sejak kapan? apa maksudmu menumbuhkannya, pasti karena anak itu." tanya Yamatabi.

"Yaa..."

Flasback..'Wah, Sial.. Alat cukurku hilang. Terpaksa beli deh ntar.' gumam Yamagi ketika melihat gelas penyimpanan alat-alat pembersih di westafel. Namun, Ketika dia keluar kamar mandi, mungkin itu bukanlah hal yang pas karena Reha ada disitu.

"Oi, Lain kali bawa baju apa!" gerutu Reha dan memalingkan mukanya disela blush hebat.

"Hee.. bukannya kau suka melihatnya?" goda yamagi.

"Nggak!" Reha segera pergi dari situ tapi, sebelum pergi..

"Hei, um.. kumis dan jenggotmu.. dibikin seperti itu saja."

"Hmm.. Kenapa?"

"Bukan urusanmu!"

Flashback end."Hee.. Begitu." ujar Yamatabi dengan dagu ditompang tangannya.

2. Great- GrandFather."Hei, aku masih bisa melakukan hal sendiri, anakku." ucap Ezio ketika dia mau duduk di kursi.

"Tapi, kau sudahlah tua, dan-"

"Desmand..."

"Maaf, Ezio..."

Ezio hanya menghela nafasnya, "Terserah kau deh, tapi umurku masih 63 Tahun dan aku masih kuat."

"Maaf, karena kau itu kakek buyut buyut buyut-"

"Hetikan itu, Desmond."

"Maaf, Ezio."

3. Is there any Sociopath?"Nggak ah, gue nggak yakin dimarkas ada Sosiopat. Psiko sih ada." Kata Revan.

"Trus, kala gitu dia nggak dianggap Sosiopat?" Thundy menunjuk kearah belakang Revan.

"Desmond?"

"Ah, bukan.. Tapi, yang disebelahnya lagi." Revan melihat kesebelahnya lalagi dan melihat Vincent sedang tertidur pulas dengan mata tertutup penutup mata untuk tidur.

"Yah, tapi.. Gue bingung.. Karena gue denger Sosiopat lebih Agresif.. tapi, Vincent kelakuannya mirip Psyco dari pada Sosio, tapi.. kalau secara pertarungan Dia lebih ke Sosio karena dia sering membabi buta serangannya." ucap Revan.

"Terlalu rumit." pikir Thundy.

Udh dulu ea...