Rosy Miranto 18 :

Vincent : Tidak ada pemicunya.. Dia muncul sesuka hatinya, terutama dimalam hari.

Azure : Tapi, Tuan Orchard adalah orang yang keras kepala.. Dia akan melakukan apa saja demi yang dia mau bisa tercapai.

Me : Yaelah.. Yamagi Liat Valir sekelibet aja udah masang muka mesem gitu.

Valir : *Nyanyi. Aku ingin begindang, Aku ingin Begindung, ingin Reha, ingin Vale, Malah dilepar bola sama Gord. *Beneran dilempar bola Energi.

Gord : Dasar Murid Durhaka!

Yamagi : Tukeran Baju sama Valir sampe nemu baju mirip dia! *Nunjuk Valir. No Way, ngapain tukeran baju sam tuh Kapten Magma!

Valir : Yee... Ngapain lu nyolong baju gue!

Yamagi : SSG dong!

Valir : Ngajak Gelud ya!

Yamagi : Iya! *Gelud beneran sama Valir

Me, Vale, Eudora : kau baru saja memberikan saran yang paling salah untuk mereka -w-/

Yuki : Emm.. Yah boleh dicoba..

SR :

Kaze : Minta diterbangin ke puncak Gunung Bromo ya nih anak!

Yamagi : Minta ditampol pake gagang pedang ya nih anak!

girl-chan : Setiap ada itu iklan gue rasanya mau Facepalm ditambah sama ketawa jadi satu.

thx!

Chapter 83 : No idea again.

Ting Ting Ting Ting..

"Emm.. bunyi lonceng darimana itu?" tanya Pyro ketika mendengar sebuah bunyi lonceng entah darimana. Yang lainnya hanya mengangkat bahu dan melihat kearah yang lain.

Diatas.."Riri, Lu ngapain neropong jalanan?" tanya Sandra yang menepuk pundak si Bajak Laut Wanna be itu.

"Liat deh, masa ada yang dateng pake kereta salju. padahal sekarang lagi Musim Panas." Riri menunjuk sebuah kereta salju yang membawa seseorang di kursinya –Seorang wanita muda berambut pink dan memainkan lonceng yang dia pegang.

"Oh, itu orang dengan job Santa sedang kema- Tunggu apa!?" Sandra langsung merebut teropong milik Riri dengan brutaonya sampai pemilik teropong terjungkal ke samping.

Ting Ting Ting.."Yoohoo! itu dia tempatnya!" Wanita itu langsung mempercepat laju kereta saljunya kearah markas dan sekarang kereta salju itu langsung melesat kearah Sandra dan Riri.

–Ini tidaklah bagus.

"Awas Kereta salju lewat!" seru wanita tersebut dan kedua Perempuan lainnya langsung menunduk dan memperhatikan kereta itu sedang.. Nge-Drift diudara –sebelum akhirnya mendarat dengan mulus diatap. Mereka berdua langsung tepuk tangah setelah melihat hal tersebutn "Keren demi apapun itu!"

"Makasih!"

"Aku Momota Fuyumi, salam kenal." Momota segera mengeluarkan sebuah kantung yang berukuran besar. "Oh, dan, dia tadi aku temukan di jalan."

"Anu, Kenapa aku ditutup kantung ya?" Sebuah suara anak perempuan yang agak tersamarkan karena tertutup oleh kantung tersebut.

"Ah maaf, kalau begitu ini dia.." Momota membuka kantung tersebut dan terlihat seorang anak perempuan yang terlihat seperti boneka (Plus Robot) yang membawa boneka mirip dengan dirinya.

Processing...

"What!!?"

Kita kedalam dulu...

"Apa itu? ...Pacar?" Tanya Azure ke Lectro ketika sedang membaca sebuah artikel yang Lectro tunjukan ke Azure. Lectro sendiri bingung bagaimana menjelaskan konsep 'Pacar' ke Azure.

"Pacar adalah.. Emm.. Konsepsi kalau kau mencintai seseorang." Ucapnya Asal, well dia bingung mau jawab apa.

"Oh, Kalau begitu.. Azure harus memacari seluruh orang dimarkas." Azure mulai pergi dari sebelah Lectro dengan cepat.

"Tunggu! Azure! Bukan begitu!"

–Idiot kelewat batas.

"Vale, kemana Valir?" tantanya Gord ketika mencari salah satu murid terbaik –Terbadungnya itu karena waktunya latihan.

"Emm.. Itu." Vale menunjuk Valir yang sedang menggoda si ketua squad dengan kostum Omyouji berwarna biru yang entah dia dapat dari mana –mana dia warnain rambutnya jadi putih. Gord hanya bisa tepuk jidat melihat tingkah anak murid kesayangan –Teranehnya itu dan menghampiri Valir dan menyeretnya begitu saja tanpa pandang bulu dan peduli apa yang anak muridnya lakukan.

"Dia selalu seperti itu kah?" tanya Vale penasaran ke Reha.

"Iya, kalau udah godain gue pasti bakalan susah dilepas dan harus diseret dulu –waktu pernah dilempar dulu bahkan." Vale hanya bisa sweatdrop mendengar kelakuan Sahabat –sekaligus Saudaranya itu.

"Hei, Reha.. Kita dapat anggota baru ya?" tanya Vale.

"Oh, iya.. Tapi, belum da-"

"Ketua, ada yang datang nih..." Sandra dan Riri segera melempar sebuah kantung yang sangat besar dan berat; juga menggeliat sebelum akhirnya ditangkap oleh Vale dengan sihir anginnya.

"dateng kok kantong sih.." Reha membukanya dan Terkejut melihat isi kantong tersebut.

"Kok aku dimasukin ke kantong sih!" keluh Momota yang langsung muncul dan menggerutu kearah Sandra dan Riri.

"Nggak apa-apa kok, bagus malah." mereka malah nyengir kuda dan menunjukan gigi ala senyum Pepsodent.

"Uhuhu.. Terserah."

"Momo selalu tersenyum! itu Penting!"

'Ha.. Kok ada si Angela juga ya..' Reha langsung sweatdrop melihat seorang (Sebuah) robot yang menyerupai boneka dan anak perempuan sedang duduk dibelakang Momo.

"Ketua tumben sama Vale, jangan-jangan.."

"Apaan! Dia yang nyamperin gue karena kalian berempat! jangan pikir yang macem-macem ye, walaupun.. badan dia.. emang ke.. keren..." Reha makin lama makin blush dengan ucapannya.

"Reha kenapa?" Tanya Vale penasran.

"Nggak apa-apa!"

"Nggak apa-apa, Nggak apa-apa.." Goda Riri dan Sandra bersamaan.

"Udah kalian sana!" Reha segera mengejar kedua cecungut iseng itu dengan sebuah pisau lempar di kedua tanganya dan yang dikejar hanya bisa lari terbirit-birit sambil tertawa.

"Awas Coeg!"

Beberapa Jam kemudian...

"Haa... Yamagi tumben nggak keliatan beberapa jam ini.." Ucap Valir pelan setelah dia melihat-lihat sekeliling markas dan belum menemukan si Rivalnya itu. Dia berseringai dan segera berlari mencari Reha karena akhirnya dia bisa mengajak Reha jalan-jalan bersamanya. Tapi, rasa senang itu larut ketika dia melihat Vale sedang berjalan berdua dengan Reha di koridor. Dia langsung merasa kesal melihat pemandangan itu.

"Labrak dia! Jangan biarkan dia merebut Reha!" bisik pikiran jahatnya.

"Jangan salah tanggap dulu, bisa saja mereka sedang mengobrol soal sesuatu..." Balas pikiran baiknya tidak mau kalah.

"Siapa peduli! Kau juga tau Vale tidak memakai baju sama sekali (Hanya celana dan selendang) dan Reha pasti menyukainya!"

"Hei, Reha hanya suka padamu dan.. Yamagi tentu saja..."

"Kau bisa lihat Reha tersenyum kearahnya! Senyum tersebut adalah milikmu seorang!"

"Jangan dengarkan si buruk, mukanya ditutupi oleh wijen (?)"

"Yee, emangnya kau siapa memberikan nasihat kok nggak ada manfaatnya untuk Valir!"

"Aku juga harus menjaga hubungan persaudaraan dia dengan Vale, bodoh!"

"Cinta ke Reha lebih penting daripada Persaudaraan kalian!"

"Vale adalah sahabat dan juga saudaramu! jangan pecahkan persaudaraan kalian hanya karena Cinta!"

"Argh! Hentikan itu!" Gerutu Valir tak sengaja dia membuat Reha dan Vale melihat kearahnya.

"Oh, kau disitu saudaraku." ucap Vale.

"Baru kami mau mencarimu." ucap Reha dan menghampiri Valir.

"Hah apa?"

"Ayo, kita jalan-jalan bertiga." Ucap Reha.

Ditempat lain..Tak!!"Aniki ada apa?" Tanya Haya yang langsung menengok kearah Yamagi yang memotong kepala ikan begitu keras hentakan pisaunya.

"Tidak ada apa-apa kok Haya!" Balas Yamagi dengan senyuman palsu dan sebuah lambaian tangan, namun sebenarnya dia sedang menggerutu di hatinya yang paling dalam.

'Apa yang sedang Valir lakukan sekarang! anak Brengsek itu pasti sefang berusaha menggoda Reha dan juga si Vale pasti ikutan-'

–Sudahlah lupakan soal dia untuk sementara.

"Yuki, boleh aku tanya satu hal?" Pinta Ryuuga sembari membantu Yuki menyusui salah satu anaknya.

"Apa itu Ryuu-kun?"

"Bagaimana kau dan Takano mulai menjalin cinta, em.. maksudku.. Yah, mulai dekat satu sama lain?"

"Hmm.. berawal dari aku SMA sih.."

Flashback..

"Brengsek kau!" Sebuah perkelahian terjadi dengan lawan yang tidak seimbang karena Takano sendiri melawan tiga orang lainnya. Namun, ketiga orang tersebut harus mengaku kalah dan pergi setelah Takano benar-benar memukul mundur mereka semua tanpa ampun. Setelah itu, Takano mengambil tasnya dan melanjutkan perjalanannya ke sekolah kembali.

'Pagi-pagi sudah membuat kesal saja Hmph!' omelnya dalam hati selama perjalanan.

Jam istirahat makan siang..

"Ta. Ka. No. Kun, Tunggu." Yuki berlari kecil menghampiri Takano yang memasang wajah masamnya kedirinya.

"Apa maumu? Hati-ku sedang tidak bagus, Pergi!"

"Kau bertengkar dengan anak SMA lainnya lagi ya?" Tanya Yuki dan jalannya mulai menyamakan Takano.

"Iya! Sudahlah sana!"

"Tidak akan!" Yuki langsung menggenggam tangan Takano cukup erat dan Takano hanya bisa mengendah kesal terhadap Yuki –Walaupun dia menyukainya sekali ketika yuki didekatnya. Tapi, apapun yang dia lakukan Untuk yuki (Atau sebaliknya) merupakan sebuah 'Taburan Garam' bagi hampir seluruh siswa (Kecuali adik kelas) di SMA-nya. Yuki dalam berbagai wujud (Laki-laki ataupun Perempuan) adalah idaman seluruh Siswa, jadi karena itu Takano bisa dikatakan sebagai siswa paling beruntung karena bisa dapat perhatian paling full dari Yuki.

Flashback end..

"Begitulah..."

"Hee..."

Kita ke Azure sebentar...

"Uwu... Aku bos-"

"Azure kesini sebentar." Warrend mengajak Azure untuk ikut dengan dirinya dan ketika sampai Azure diperlihatkan sebuah Data.

"Apa ini Proffes-"

"Sesuatu yang akan terjadi nanti... Coba kau pegang monitornya." Tunjuk Warrend, Azure menurutinya dan memegang salah satu Monitor yang ditunjuk oleh Warrend.

"h.. Hai.. kau siapa?" Sebuah suara lirih terdengar di dalam kepalanya.

"Aku Azure... Kau?"

"Aku.. Aku belum mempunyai nama, E-F41210N hanyalah sebuah kode yang diberikan untuku."

"Kau belum punya Nama, namun, kode-mu bisa diubah menjadi sebuah Nama." balas Azure.

"Benarkah?"

"Ya, Efarion?"

"Siapa itu?"

"Kau."

"Aku?"

to be continued..

Bonus :

1. Naik motor berempat.

CengTri udah biasa, coba dong CengPat! Pasti luar biasa apalagi kalau seperti ini..

"Apa, kau nggak bisa bawa mobil, Eudo?" tanya Vale yang sedang berkumpul untuk pergi ke mall bersama Valir, Eudo, dan Lectro.

"Mobil gue lagi dirumah dan gue males kalau disuruh kesana... Jauh!" Balas Eudo yang sedang menompang kepalanya dengan tangan dibelakang. Vale menghela nafas, melihat dia hanya punya motor kecil (Matic) bukan Motor gede ataupun Mobil. Valir nggak bisa bawa motor, Lectro nggak punya.

"Trus gimana?" tanya Valir.

"Cengpat deh!" balas Vale.

"Tapi kita gede-gede semua!" sanggah Lectro.

"Hmmm..."

Bolak-balik males, yaudah mereka terpaksa cengpat..

tapi...

urutannya...

Valir depan tapi, duduk dibawah, Vale tengah, Eudo Belakang Vale.. dan Lectro...

"Vale jangan kenceng-kenceng!" seru Lectro yang..

Naik..

Digendongan..

Eudo...

Dan kakinya...

Ada di..

Pundak Vale...

"Heeeaaaahhh!!!"

Breeeemmm!!

Starting the Eurobeat.

'Kita mau ke Mall bukan nganterin Tahu!!' jerit Lectro dan Eudo bersamaan dalam hati.

2. Telat parah... Eh, Nggak deh..

"Hei, semuanya lihat ini!" seru Clint dan semuanya langsung menengok kearah ya.

Kemudian Clint melemparkan sebuah botol dan mendarat dengan posisi berdiri di meja. Anak-anak yang lain langsung memelototi Botol tersebut dan beberapa ada yang jatuh pingsan dan teriak histeris...

Tapi...

"Itukan udah Mati trend-nya." Komentar Fanny.

"Eh, bukan itu aja ya!" Clint melempar botol yang satunya lagi dan mendarat di tutup botol yang sebelumnya sudah mendarat duluan dengan posisi tutupnya dibawan. Semuanya langsung rusuh lagi dan memfoto kejadian itu.

3. Mereka punya Kedai Sushi!!?

"Yamagi dkk, nggak keliatan sampe malem kemana ya?" tanya Reha yang kebingungan mencari Yamagi dan kedua saudaranya yang entah menghilang kemana.

"Reha makan Sushi diluar Yuk!" Ajak Red.

"Oke!"

Mudah Terlupakan dengan ajakan makanan..

Kemudian..

"Ini hanya buka saat Malam hari doang ya.. Kayaknya juga baru deh.." ucap Revan ketika memasuki Warung sushi tersebut.

"Iya sih, tapi kayaknya ada yang Familiar deh..." komentar Takano.

"Apa?"

"Coba lihat pelayan-nya yang sedang melayani itu deh..." ucap Layla sambil menunjuk sebuah pelayan pria bertopeng yang sedang mengantarkan sebuah mangkok ramen ke sebuah meja. "Mirip Haya.."

"Irashaimimase~ Nan- Ettoo.. Kalian ngapain kesini..." Ucap sang pelayan baru datang yang ternyata adalah...

"Yamagi!!!" pekik yang lainnya ketika melihat Yamagi dengan Yukata biru dan ikat kepala merah putih.

"Kau kerja disini!?" tanya Alucard.

"Nggak ini gue dan saudara gue yang punya..." jawab Yamagi datar.

"Eehhh..."

"Ya makanlah, mau apa lagi!" balas Reha dan kembali ke menunya.

"Eh ada Re-" Padangan Yamagi langsung fokus dan mengaluarkan percikan listrik ketika melihat orang disebelah Reha "Oh, lu juga ikut ya.."

"Ya iyalah, ngapain nggak ikut kalau Reha mau ikut..."

Pasti bisa ditebak...

4. manggang steak pake...

"Aku mau Steak..." Ucap Revan dengan kepala ditemplokan di meja.

"Nigou juga mau Steak..."

Ayah anak sama aja...

"Aku mau daging panggang..." ucap Hato.

Maen nimbrung aja..

"Yaudah, ayo bakar-bakar, kita bikin Barbeque didepan sama yang lain juga." ajak Red.

"Yee~"

Revan kemudian mengajak Thundy dan Emy untuk ikut makan bersama mereka berlima, tapi...

"Yah, arangnya habis.." ucap Rone saat mengecek stok arang mereka.

"Aku tetep mau steak, anakku juga mau steak." ucap Revan dan memeluk Nigou.

"Hmm.. Yaudah tunggu ya.. beberapa menit.." Red, Aka, dan Rone segera pergi dari halaman depan.

"Nigou mau pakai ketang goreng nggak?" tanya Revan.

"Mau, Papa!"

"Thun, mau nggak?"

"Boleh."

"Emi pake?"

"Salad aja, pake taburan ikan tuna." jawab Emy.

"Yau-"

"Van gue ikut sama lu biarin Emy yang jaga Nigou oke." Thundy langsung pergi dan menggenggam tangan Revan.

"Oh ok ok..." jawab Revan karena insting seorang Tsundere pasti tau kalau ditinggal berdua sama pasangannya.

kemudian..

"Ini kentang goreng sama saladnya, Thund lu bawa es teh susu sama jusnya kan?" Revan menaruh sebuah mangkuk besar berisi kentang goreng dan sebuah mangkuk sedang berisikan salad untuk Emy.

"Iya lah.. Nih." Thundy kemudian menaruh sebuah poci berisi es teh susu dan yang lain berisi jus jeruk.

"Red sama yang lainnya belum?" Emy menggeleng dan Nigou juga ikut.

"Hei ini dia untuk kalian!" seru Red dan menaruh sebuah piring besar yang terdapat sebuah tumpukan Alumunimium foil berisi Steak yang mereka buat.

"Wah, hebat.. Kalian beli atau bikin nih?" tanya Emy penasaran.

"Bikin lah!"

"Pake..."

"Red! Rone! Aka! Kalian apakan Setrika baju di Gudang!? kenapa bau bumbu!?" Teriak Takano dari gudang, Red dkk memasang wajah watados ketika yang lainnya hanya bisa Swaetdrop berjamaah.

"Pake.. Setrikaan.." jawab Rone.

'Mereka ini dibilang pinter bisa, dibilang blangsak juga bisa, dibilang sableng juga bisa, dibilang Kreatif juga bisa...' gumam Thundy dan Revan bersamaan.

'Enak ya, kalau bisa banyak akal kayak gitu.. Aku juga coba ah nanti masak pake setrikaan nya Markas.' gumam Emy.

5. Hato mengamuk.

"Red! Rone! Gawat nih!" seru Alpha yang mengampiri mereka berdua.

"Kenapa!?"

"Teiron! Dia diserang Hato!"

Krik Krik..

"Diajak maen maksudlu?" tanya Red bingung.

"Nggak pokoknya cepet ini gawat deh!" Alpha segera menarik merek berdua kearah yang dia tuju.

Sampai di sebuah taman terlihat Hato sedang ditahan oleh Tumma dan Sapphire sementara Teiron sudah diamankan di sebelah Tartagus dan Vience. Red menyadari ada yang salah dan segera menepuk pundak Alpha.

"Cepat bius Hato! ini bahaya!"

"Bius? Minta ke sia-"

"Cari Silica! Dia ada dimarkas!" perintah Rone dan Alpha segera pergi ke markas lagi.

"Lepaskan!"

"Red! Rone bantuin!" Seru Tumma dan Sapphire yang mulai kelelahan menahan Hato.

"Iya! Iya!"

beberapa menit kemudian..

"Tancepin dimana!?" tanya Alpha yang datang bersama sebuah suntikan kecil di tangannya.

"Dimana aja cepet!" perintah Red yang masih membantu Tumma dan Sapphire. Alpha langsung menancapkan suntik kecil itu ke bokong Hato dan seketika itu pula Hato langsung Ambruk ke tanah.

6. Jadi...

"Kenapa tiba-tiba Hato nyerang lu?" Tanya Red penasaran.

"Gue..."

Flashback...

"Minggir kek ah! Sana! Sana!" Usir Teiron kemudian Hato langsung melompat kearahnya dan memeluknya dengan erat.

"Nggak!"

"Ah! Jangan Dasara Anjing Pungut!"

Keheningan sejenak..

"Ha.. Hato..."

"Beraninya kau..."

"Beraninya kau menyebut aku Anjing pungut!" Hato langsung berusaha menggigit lengan Teiron tapi untung Teiron sempat menghindar dengan cepat. "Kau tak bisa lari dariku manusia!"

"To- Tolong! Tolong! Ada Anjing mengamuk disini!" Teiron segera berlari dari kejaran Hato yang sangat cepat dan mendorong berbagai hal yang menghalanginya.

Flashback end..

"Eh, Si Bego, pantesan dia gitu.. Suruh siapa lu nyebut kata Terlarang kayak itu." Omel Red dan menjitak Teiron dengan kuat sampai Benjol.

"Am- Ampun Red..."

"Ha.. Ya,ya.. Lu gue maafin.. Sekarang masalahnya cuman satu Ron..."

"Apa?"

"Lu harus bisa minta maaf ke Hato... Caranya agak merendahkan sih..."

"Kenapa emangnya?"

"Lu harus pasrah dia nge-gigit lu kuat-kuat dan disitu lu bisa minta maaf ke dia."

"Nggak ada cara yang lain?" tanya Teiron yang udah panik kuadrat.

"Nggak... nih, liat aja lengan kanan gue..." Red menggulung lengan kanan bajunya dan memperlihatkan sebuah bekas luka gigitan dan beberapa jahitan di lengan atasnya. "Gue digigit Hato pas masih jadi Anjing, yah.. Kejadiannya sama kayak lu. Masih mending lu digigit manusia Ron, Lah.. Gue pas masih jadi Anjing..."

(Note : Luka Gigitan hato di Lengan Red itu dibagian Bisepnya.)

"Abis digigit gue nggak bisa gerakin tangan kanan sebulan Full..." jelas Red.

"Ron, Udah pasrah aja.. Lu harus minta maaf ke Hato.. Atau nggak lu bisa dikejar-kejar terus sama dia." Sambung Rone. "Dalam Maksud menggigit lho, bukan main.."

"Tapi ya gue Ta- Takut.."

TBC...