Rosy Miranto 18 : CFD.. Car Free Day, yah mungkin kau baru dengar atau apa tapi sering terjadi didekat monas dan sudirman setiap minggu pagi.
Nigou : He- Error! *too much putting kappa emoticon.
Iris : Hmm.. kita nggak main game Act, palingan terakhir kali... hanya Deus Ex doang... aku hanya lagi maen DDLC, sedang mau diselesaiin.
Takano : Setengah lebih tepatnya..
Moku : nggak akan sampai aku ketemu kucing disana; dan juga yang nyolong tuh buahkan kita berempat. -_-
Red : abisnya mau ku bilang selangkangan kurang sreg sama dia.
Me : What hte- Hell no! celanaku bolong karena pas lagi makan lesehan tiba-tiba breet aja -_-
Michael : I just wanna to be honest...
Kazuma : Tidak... aku yang.. menghabisi dirinya, sendirian..
Destra : kau pernah mendengar jokes soal EA *Electronc Art dan DLCnya?
SR : Seenggaknya nggak gitu juga kali -_-
Moku : ntar kalau sama malah ada sinet EM yang tertukar kan nggak lucu!
Yamagi : Woi, masih untuh nih dua! -_-
girl-chan :
Nigou : Hee... Bisa begitu...
Iris : ya siapa juga yang mau bawa, Belerick pas live stream, palingan hanya muncul sekelibaty doang.
Moku : Ah maca? Ntal boong~
thx!
Chapter 87 : Halloween Chaos.
Intro : Sur-Name and Secret.
"Loh, Yamagi mana?" tanya Takano ketika berkunjung ke kedai para Kunihiro.
"Ketempatnya si Reha.. untuk beberapa hari." jawab Yamatabi dengan santainya.
Sementara itu...
"Seriusan.. Kenapa lu dateng kesini sih?" Reha melihat Yamagi didepan pintu kosnya membawa sebuah tas yang ukurannya agak besar.
"Mau sama kamu dulu, sekalian.. ke kampus, mau lihat-lihat.." Reha memasang muka tidak yakin dengan apa yang dikatakan Yamagi. "Tenang aku bawa wig dan soft-lens."
"Terserah.. Tidur dimana?" Tanya Reha.
"Untuk malam ini, boleh disini dulu ndak, besok baru ke hotelnya."
"Jangan Macem-macem ya, atau lu gue suruh tidur diluar."
"Siap Mbeb."
Paginya..
"Sebaiknya lu pake tuh wig, gue nggak mau ada orang menanyakan pria rambut biru bermata merah ngikutin gue." ucap Reha dan Yamagi langsung mempersiapkan dirinya dan memakai wig dan soft lens yang dia bawa.
"Sekarang.. Kita pikirkan w harus manggil lu apa, nggak mungkin soapnya gw manggil lu Yamagi di Kampus."
"Terus?"
"Hmm..."
Lalu..
"Itu siapa?"
"Oh, Hanya Temen.. Bang Guhon kebetulan lagi dimari dan mau ngeliat Univ aja."
"Ooh."
Dijauh sana Yamagi hanya bisa bete karena Reha membuat nama panggilan yang baginya tidak dia sukai.
Halloween Preparation.
Menjelang Halloween biasanya markas mulai dihebohkan dengan berbagai macam kostum tema tahunan bahkan sampai diadakan rapat penting dengan tema 'Kostum Tahun ini.' aneh, tapi memang terjadi.
"Udah-udah! Cukup! Kostum yang kita pakai tahun ini apa dulu!?"
Biasanya akan terjadi perdebatan serius dan saling ejek satu sama lain.
"Dih Ogah! SAO? No way!"
"Jangan FGO lah! Terakhir kali gue malu dapet Gacha ampas!"
"Avanger!? w lebih suka Justice League!"
"Dah, Em EL aja!"
"Mobalogue!"
"Bomberman aja sekalian!"
"Zombie, mainstream amat!"
"UP Gan H3he! Aduh!"
"Up Gan! UP Gan! Lu kira Jualan Apa!?"
"PM gan!"
"Ini lagi!"
Sampai akhirnya mereka menyepakatinya dan akhirnya tahun ini jatuh kepada...
"Game bebas apa aja..." semuanya mengakhiri rapat pentingnya dan langsung meminum air satu galon yang sudah mereka bawa (Banyak amat.) Tapi, satu hal..
"Udah rapatnya? Akhirnya... tadi berisik banget tau sampe kedengeran di jalan 200 meter dari sini udah kayak dangdutan." ucap girl chan yang sedang memakai handuk dikepalanya.
"Lah, lu abis ngapain? Mandi?"
"bukan, abis di-Creambath-in sama Rina di halaman." jawab girl chan.
'Lah emang si Rina buka salon apa ampe ada acara creambath segala...' gumam yang lain.
Tunggu dulu...
"Kok kalian disini semua!?" girl chan baru menyadarinya kalau para orang ini menyusup dari markas lain yang rapat di markasnya.
"Ntah, dah ya babai!" Semuanya langsung kabur lewat pintu belakang
The Costume?
"Nigou! Kembalikan Cokelat itu ke Raknya! Kau tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis nanti gigimu berlubang!" Perintah Revan yang kaget melihat Nigou membawa tiga buah kantung berisikan coklat. Nigou hanya cemberut mendengarnya.
"Sebentar lagi juga Halloween dan pasti banyak permen dari Trick or Treat yang kalian lakukan nanti, cepat kembalikan benda itu dan tukar dengan biskuit coklat satu saja!" Nigou terlihat sangatlah tidak senang dengan keputusan Revan dan melempar sebuah coklat batangan ke Revan kemudian pergi untuk mengembalikan tiga kantung permen coklat yang dia ambil.
"Baiklah Tuan muda, kau diluar batas! Tak ada hidangan penutup untukmu malam ini! Papa juga bilang ke ayah nanti untuk tidak memberimu hidangan penutup!" Nigou menjulurkan lidahnya keluar dan langsung pergi, tentu saja ini membuat Revan terpancing. "Nigou! Kembali kau anak nakal!"
Tak jauh darinya, Revan melihat sebuah kejadian aneh bin ajaib. Dia melihat seorang pria paruh baya sedang bertarung dengan... Umm.. Tangannya sendiri ?
"Hentikan itu! Aku tak akan membelikan mu coklat lebih dari satu bungkus besar!"
dan dia sepertinya berbicara sendiri.
"Masa bodo! Aku tak akan membelinya! Hentikan memasukan sampah ke tubuhku, Parasit!"
'Ada apa dengan dirinya...' Revan sweatdrop melihat kelakuan pria tersebut. Ah, sekarang dia harus mencari Nigou dan membayar seluruh barang-barang yang dia beli.
Di markas, Revan menceritakan semuanya ke Red dan Nigou diberi hukuman karena berani melawan orang tua dengan cara kurungan di kamar sampai sore hari saat Halloween dan tidak akan mendapatkan hidangan penutup malam itu juga.
"Hei, tadi aku melihat pria yang cukup aneh." Revan mengingat pria yang dia lihat di supermarket barusan. "Mungkin sangat aneh..."
"Aneh bagaimana?" tanya Red.
"Dia.. bertengakar dengan tangannya sendiri, kemudian dia meneriaki tangannya dengan kata "Parasit", aneh kan.."
"Oke itu aneh, tapi menarik."
Halloween..
"Sebagai salah satu bagian dari hukumannya kostummu tahun ini bukan seperti yang telah direncanakan oleh ayah, tapi hal yang lainnya, yaitu..."
Nihou cemberut padahal kostumnya yang akan dia pakai tahun ini sudah direncanakan oleh dia dan ayahbya sejak tahun lalu, tapi diubah dengan seenaknya karena dia masih dalam masa hukuman. Apalagi, kostum tahun ini bukanlah hal yang dia sukai.
"Chocobo..." Red menahan tawanya melihat Nigou memakai kostum salah satu hewan dari FF-series dan itu bukanlah hewan kesukaan Nigou karena bentuknya adalah burung. "Kau lucu memakai itu Nigou."
"Aku benci Ayah.."
"Awwh, anakku ini ya.."
Diluar..
"Kenalkan dia Horatio Obsidian, salah satu kenalanku." Warrend memperkenalkan seorang pria berjaket abu-abu dan berambut putih yang ada disampingnya.
"Halo, Horatio. bagaimana keadaanmu?"
"Yah.. Baik.." semuanya langsung sweatdrop karena mereka seperti berbicara dengan patung.
"Mungkin perlu dijelaskan, tapi Horatio bukanlah orang bertipe sosial dan hanya berbicara ketika perlu atau penting saja." jelas Warrend.
"Hora, rambutmu memang putih dari lahir? atau kau mengecatnya?" tanya Iris (biasa cewek, kalau udah urusan belanja, cowok, sama gosip.. pasti duluan.)
"Tidak keduanya.."
"Hah?" semuanya bingung.
"Aku menderita Sindrom Marie Antoinette dari 2 tahun yang lalu."
"Ooh, kasihan sekali."
Note : Sindrom Marie Antoinette adalah pemutihan rambut yang terjadi secara tiba-tiba, biasanya terjadi karena trauma dan stress berat.
"Hora, apa pekerjaanmu?" tanya Ethan.
"Dulu aku seorang Jurnalis, tapi berhenti baru beberapa bulan lalu."
"Sekarangkan Halloween, mau ikut kami pesta?" Ajak Iris.
"Boleh, mungkin aku akan.. Aaargh!" sebuah Scene Chestbuster terulang kembali.
"Hyaaaaaahhhh!"
1 Momen menakutkan (Easter Egg) kemudian..
"Jantungan aku!" keluh Lectro yang baru sadar dari pingsannya.
"Maaf." Horatio menunduk dan kembali keposisi awalnya, tapi ada yang aneh..
"Loh, tadi mana, bukanya jaketnya bolong juga!?" Pyro menyadarinya kalau jaket milik Horatio kembali normal.
"Emm.."
"Udahlah, ayo trik yang tadi bagus juga." Ethan langsung menyeret Horatio pergi, meninggalkan Pyro yang masih penasaran.
kemudian..
"Mayan nih pesta kostumnya."
"Iya."
'Hei, Horatio.. Lakukan Trik itu lagi bisa nggak.'
'Emm.. Bisa.'
'Deketin mereka berdua.' Ethan menunjuk Salem dan Rendy (Selalu sasaran dia.) yang sedang mengobrol dengan beberapa orang lainnya.
'Baiklah.'
Lalu..
"Ooh.. Jadi ini Horatio." Salem mencoba menjabat tangan dengan Horatio. "Aku Salem, ini Rendy."
"Horatio..." dan Trik dimulai dengan Horatio mendadak mengeluh sakit di dadanya. Dia menjatuhkan diri ke lantai dan menjerit kesakitan. Para Anggota squad langsung berkumpul dan terlihat khawatir (untuk squad garu) dan pura-pura Khawatir karena sudah tau apa yang akan terjadi. Kemudian, Horatio mulai kejang-kejang yang menambah suasana panik dan tegang.
"Dia kenapa!?" tanya Lisa Panik.
"Salem lu apainnih orang!!"
"Nggak tau, dia mendadak sakit."
"Yaampun panggil ambulans aja, dia kayaknya serius."
"Jangan-jangan dia ada Epilepsi!"
Dan langaung saja, sebuah benda aneh menerobos keluar dari jaket Horatio sampai menyipratkan saus tomat cair kesemua yang berkumpul ditengah.
"Halo, Manusia..."
"Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!"
Efek dari hal ini..
2 orang kejang-kejang.
10 orang pingsan.
13 orang nangis kejer-kejer.
5 orang Trauma berat.
Lalu..
"Udahlah kalian nggak usah terlalu shock berat gitu." Red (yang memakai kostum Goblin Slayer) mencoba menoyol-noyol pipi Salem, Rendy, Arie, Teiron, dan Sapphire dengan sebuah tusuk sate. "Apa mereka nggak pernah nonton "Alien" apa..."
"Ahahaha, Trik yang hebat Horatio. Kau bisa membuat satu squad ketakutan dengan hal tersebut." puji Mathias yang tertawa melihat beberapa orang ketakutan setengah mati melihat trik Horatio.
Tunggu dulu..
"Yah.. tapi, kostum mu untuk Halloween apa?" tanya Nana yang penasaran karena Horatio hanya menunjukan trik tapi dia tidak memakai kostum.
"Emm yah.." Sebuah cairan hitam menutupi kepala milik Horatio. "Lihat Topeng."
Kemudian, saat Horatio mau menunjukan yang lainnya, Warrend menahannya.
"maaf, aku mau bicara dengan dia sebentar."
Sepertinya pembicaraan itu terlihat serius karena Warrend terlihat beberapa kali merasa terganggu. Setelah beberapa saat, mereka kembali dan Warend sudah kembali normal.
"Yah, tak ada yang aneh-aneh kok, kita bisa kembali beraktifita-"
"Maaf, aku mau tanya deh..." Thundy dan Revan menghampiri mereka berdua.
"Begini ya, Horatio.. Kenapa kau bertengajar dengan tangan mu sendiri kemarin..."
Horatio langsung membeku mendebgar pertanyaan Revan. "A...A..Apa maksudmu.."
"Kemarin di Supermarket aku melihatmu bertengkar dengan tanganmu sendiri dan menyebutnya parasit. Kenapa ya?"
"Ahahaha, Rev.. Mungkin, bisa lupakan soal-"
"Kau salah satu orang seperti Vin kah, soalnya kadang aku melihat Vin juga suka ngomel-ngomel sendiri sama udara." Potong Revan dan Vincent yang tak jauh darinya menyeburkan Kool-Aid yang dia minum dari mulutnya. Warrend langsung mengambil tindakan dan membawa Revan dan Thundy ke tempat sepi... untuk diberi sebuah penjelasan soal pertanyaan Revan.
"Dengar.. Kalian.. Hanya orang yang tau soal ini... Tapi- Hora- jelaskan.."
Horatio langsung mengubah tangannya menjadi cakar, "Ya.. aku salah satu orang seperti Vin, tapi kami berbeda."
"Berbeda?" Thundy sedikit bingung.
"Aku tak bisa jelaskan itu, tapi, tolong ingat.. aku seperti Vin, Kurang dari Monster tapi, lebih dari manusia."
"Bagaimana dengan.. Parasit?"
Parasit!!?
"Umm.. Siapa itu?" Revan dan Thundy merasa sedikit ketakutan.
'Aku bukan parasit!! Aku sendiri yang membantu Hora untuk bertarung!'
"Dia..."
"Kenalkan dia, Anubis." Dari belakang punggung Horatio muncul sebuah bagian berwarna hitam dan itu sepertinya tidak senang karena disebut parasit.
'Minta maaf!!'
"Ayolah Anubis, mereka tidak tau apa-apa soal dirimu, lagi pula itu kesalahanmu karena membuatku lepas di tempat umum."
"Hmph!"
"Ok, aku minta maaf.." Ucap Revan.
'Terserah!' Anubis kembali menghilang ke belakang dan semua kembali normal.
"Sudahkan, lebih baik kita kembali sekarang."
Extra :
1. I hate...
Hate : Diperlakukan seperti Alat.
So, Who Hate it?
Miles Bros. : Kami sangat benci akan hal itu dan kami merasakan bagaimana ketidakadilan dalam keluarga kami.
Bisa Ceritakan?
2012...
"Hei, kalian melihat yang barusan?" Desmond Terbangun dari Animus dan melihat kearah Rebecca dan Shaun yang masih terpana dengan kejadian yang merrka laluin sebelumnya. Sebuah Artifak Kuno yang ditemukan dibawah Gua tersembunyi.
"Luar Biasa..."
"Hebat."
"Aku punya Firasat.. Kalau Kunci dari Artifak itu adalah Alumet yang dibawa Oleh Haytham dari London." Desmond memegang kepalanya yang masih agak sakit akibat efek samping dari penggunaan Animus Desmand membatu kakaknya untuk bersandar.
"Mungkin Kita tau bagaimana bentuknya, Tapi kita masih jauh untuk menemukan hasilnya. Salah satu dari kalian, tetap harus bekerja untuk mencarinya." Perintah Ayah mereka. Desmand menawarkan diri untuk menggantikan Desmond tapi, Desmond menolaknya dengan sebuah dorongan pelan. Dia berdiri dan menatap tajam ayahnya.
"Hei, Kau juga salah satu Penerusnya, Kenapa kau tak coba untuk melompat kesini dan merasakanya!?" Balasnya Sarkastik.
"Benarkah?-" Ayahnya hanya memutar mata, "Seperti itukah sikapmu? Seperti anak umur enam tahun saja. Apa yang salah denganmu Desmond."
Hal ini sepertinya sangat membuat Deskond terpicu, dia muak, dia lelah, dia kesal diperlakukan seperti sebuah alat oleh siapa saja, bahkan ayahnya sendiri memperlakukan dirinya seperti alat. Bukan hanya dia, Adiknya juga diperlakukan layaknya sebuah alat tanpa perasaan.
"Kau tau apa masalahnya disini! Aku dan Adikku lelah diperlakukan layaknya tidak ada sama sekali! Desmond lakukan ini, Desmand lakukan itu, Kalian harus tau kalau matahari akan membakar kita menjadi abu dan Desmand selalu tau kalau aku selalu baik kepadamu. Karena kami hanya sebuah alat dari musuh kelompok kita. Dan Ya! Kami menerima nasib kami berdua yang dikontrol oleh Penyihir antar galaksi, jadi kau bisa membunuh kami berdua." Desmond mendekati ayahnya.
"Jadi ini jawabannya, Kami berdua muak dianggap seperti pion-pion kecil yang tak berguna, aku pikir kami akan lebih baik bersamamu, maksudku, kau ayah KAMI! kau lindungi kami, ajari kami yang benar, tapi ternyata SIKAPMU SENDIRI LEBIH BURUK DARI MUSUH KITA!"
(Note : Bagian yang aku huruf besar semua itu sebenernya lebih pendek tapi, karena pake bahasa misuh... Jadi dipanjangin.
Versi Eng : You no better then F*cking Templar!
Versi Ind (Edited) : Bahkan kau sendiri tidak lebih Baik dari pada MUSUH KITA, BANGSA*)
Buagh!
Sebuah pukul kears tepat dipipi mengahntam wajah Desmons."Kau tau anak BAJINGAN! Apa yang aku lakukan itu untuk melindungimu, Melayanimu dan mengajarimu, Jadi ini yang kau berikan kepadaku! "
"MEMANGNYA APA YANG KAU LAKUKAN SELAMA INI DIHARGAI SEBAGAI MELINDUNGI HAH!?" Desmand mulai angkat bicara. Dia juga muak soal dirinya dan perlakuan ayahnya ke kakaknya sejak dulu.
"Mungkin aku terlalu mendorongmu! Terlalu banyak meminta! Tapi, Kalian harus bisa menyesuaikan dengan kemauanku karena ini untuk bersama dan kita sudah mulai kehabisan waktu!"
"HAH! KAU TERLALU MENYIKSA KAMI! SIKAPMU TERLALU SEPERTI SAMPAH! WALAUPUN HAYTHAM ITU DI BAGIAN MUSUH SEMENTARA CONNOR DIBAGIAN KITA! DIA SELALU BERUSAHA UNTUK MELINDUNGINYA DISELA KEWAJIBANNYA UNTUK MEMBUNUH PIHAK MUSUH!"
Buagh!
"DIAM KAU!" Sebuah pukulan keras mendarat diperut Desmand.
"wowowo, sudah! kita akan lakukan masalah dan pemecahannya dengan cara yang lain ok, jangan ada kekerasan disini.."
Hate : Jealously almost to Every Male.
Harus kah aku menceritakan kalau dia itu cemburuan tingkat tinggi sampai sulit dibilangin kalau yang deket dengan aku itu hanya temen dan apa yang kuliat di internet itu hanya sebuah kesukaan belaka, tapi giliran disamaain nggak mau sama sekali..
Mungkin ya...
Back then...
Reha sedang melihat Timeline Facebooknya dan menemukan beberapa foto laki-laki yang disebar oleh salah satu temennya dan dia hanya tertawa-tawa kecil melihat foto itu walaupun sampai beberapa kali blush, Yamagi yang melihat itu konstant langsung mengambil HP Reha dan memastikan Timeline itu tertutup dan dikewat begitu jauh.
"Yaelah, hanya sekali liat aja kok gitu." komentar Reha.
"..." Yamagi diam saja dan pergi setalah memberikan Handphone milik Reha kembali.
Dan beberapa kali juga Yamagi sempat mendelete beberapa Foto koleksi Reha secara diam-diam. bahkan membuangnya begitu saja. Reha memang sempat marah dengan Yamagi, tapi entah dia tak pernah jera dengan segala amarah Reha sampai Reha akhirnya mencoba menggambar Yamagi dengan pose *you know lah, if i said.. Atlet bultang putra yang terkenal itu, J* Yamagi langsung protes dan meminta Reha menggantinya dan Reha hanya mengejeknya dan melawan Yamagi yang mencoba merebut Handphone Reha berakhir dengan sebuah pertengkaran soal hubungan mereka selama beberapa hari.
Akhirnya Yamagi mengalah dan membiarkan Reha menyimpannya, tetapi tetap saja penyakit ke'posesif'an nya tetap terlanjut sampai entah kapan.
Hate : Pedang (?)
Oh, Well kita rasa bisa menebak siapa ini...
"Semenjak Reha pergi kuliah, aku akan yang memegang jabatan sebagai pengganti ketua disini ok." ucap Yamagi dengan cengiran penuh harapan di wajahnya, biarpun tuh kulit cabe bekas sambel makan siang masih nyempil di giginya. Entah yang tepuk tangan hanya sedikit orang, bahkan bisa dihitung dengan sebuah jari, iya sebuah jari! Satu Jari Maksudnya!
Masih belom ngerti? Satu Orang!
Sementara yang lain?
Sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
bahkan masih ramean Valir yang sedang debat soal tata cara meja dan sihir dengan Eudora yang sedang berlangsung di ruangan yang sama, sampai-sampai membuat dua buah kubu : Kubu Api dan Petir.
'kok malah ramean mereka sih...' Yamagi langsung pundung di tempat. Dia akhirnya keluar ke taman dan duduk bersebelahan dengan Yi Sun Shin. "Ada apa denganmu, kau terlihat... Gusar?"
"Yah.. Aku hanya merasa kalau diriku di.. maksudku.. aku tidak diperhatikan oleh yang lain." Keluh Yamagi dengan wajah murung.
"Ada berita penting?"
"Aku menggantikan posisi Reha sebagai pemimpin selama dia kuliah..." Yi Sun Shin hanya diam dan menepuk pundak Yamagi. "Tenanglah Saudaraku, suatu saat kau akan menjadi pusat perhatian bagi mereka."
"Ya, Terima kasih..." Yi Sun Shin tersenyum ke Yamagi, tapi dia sedikit penasaran untuk dua buah pedang yang dibawa oleh Yamagi. Dia sering melihat Yamagi hanya menatap kedua pedang yang masih terbungkus oleh sarungnya itu dengan khawatir, terkadang dia menarik sang pedang dari sarungnya akan tetapi setelah beberapa saat Yamagi akan memasukan sang pedang ke sarungnya kembali dengan ekspresi ketakutan dan amat berkeringat. Padahal dia mengetahuinya, kalau Yamagi sebenarnya adalah seorang pengendali pedang yang hebat–
Sekarang, dia bagaikan seekor kucing yang melihat seekor singa didepannya saat memegang pedang yang dia miliki.
"Yamagi... Saya ingin bertanya soal... Pedangmu itu?"
Yamagi tersentak dan agak gemetar setelah mendengar pertanyaan seperti itu. "Y-ya?"
"Ada apa dengan dirimu dengan pedang tersebut?"
"Ti- tidak..." Bohong! itu Bohong!
"Saudaraku, saya tau kau berbohong... tak apa.. ceritakan saja.."
A/N : Saudara disini maksudnya Saudara Serumpun ya, bukan Saudara kandung.
"A.. Aku, takut..."
"Tolong, ceritakanlah..."
"Aku takut, Yi... Aku takut dan benci ketika melihat pedangku sendiri." Yi Sun Shin hanya terdiam sebentar dan memeluk Yamagi dengan erat ketika melihat tubuh pria itu mulai gemetar. Memang dia tidak tau masalah ketakutan Yamagi dengan jelas, tapi, dia bisa melihat kalau masalah itu sangatlah hebat karena bisa membuat orang yang begitu tangguh berubah layaknya sebuah lembaran kertas.
"Maaf sudah membahas itu.."
Mungkin, ini adalah alasan kenapa Yamagi selalu menggunakan pedang yang lain atau pedang milik kedua adiinya dibandingkan miliknya saat latihan atau bertarung.
2. Jangan berisik.
Yamagi keluar kamar Reha (kebetulan si ketua lagi pulang.) dengan muka datar. dan menutup pintu dengan perlahan.
"Yama-Nii, ada ap-" Yamagi menaruh jari telunjuknya di mulut sang adik.
"Jangan berisik, Reha baru aja ku tenangin dan sekarang dia ketiduran."
"Lah, memangnya dia kenapa?"
"Reha sedang kesal karena kurang luck di gacha, plus dia dapet kabar kalau Batu Nisan beli Fighter, dan digarami temannya yang Earth Magenya Max."
"Kayaknya, Statnya Reha paling bagus deh." Terakhir kali Haya melihat Stat Earth, dia hanya memasang muka datar. Gimana enggak... Orang pas dia lihat. 'Sumimasen, Nanda Kore wa!? Masuk LoD auto empuk Tank Role ini mah.'
"Title mas, Reha jadi gusar kalau ditanya 'Kapan Dapet title Earth mage?' lah, tau sendiri Reha hero paling tinggikan Assassin trus baru Earth Mage dan Setiap dia pake Earth Mage, lawan Laler terus, Patriot lah, Unique lah, dan hero aneh lainnya, mau nge-war malah dikick terus, sekalinya ada malah ngajak Runner, ya gimana mau cepet naik."
"Sebaiknya saat orangnya bangun jangan dibahas."
"Ok."
3. Ice mage yang MKKB dan Ringtone aneh.
Tiga sejoli Mage (Frost, Pyro, dan Rai.) Sedang asik-asiknya mereka mabar, tiba-tiba entah ada yang iseng nelepon HP Frost dan Rongtonenya dapat didengar hampir seluruh markas karena diketahui bahwa dia lupa mencabut kabel speaker di HP.
Hai tayo! Hai Tayo! Dia bis kecil Ramah!
'Mampus, Ringtone gue ketauan!' umpat frost dan segera mencabut kabel speakernya.
"Melaju, berjalan, si bis kecil Tayo!" Rai menyambungnya dengan suara di tinggikan.
"Udahlah, Frost kita juga tau kalau lu kek Vience..." kata Pyro datar.
"Mirip apanya?" Frost kebingungan.
"Kita semua tau kalau lu MKKB." Jawab Pyro.
"Keknya w kagak-"
"Trus maksudnya nyimpen folder 'My Littke Pony' sampai ber-episode banyak apa ya oh, dan Filmnya juga? W sih juga udah nemu kalau lu suka nyimpenDora the Explorer di HP." potong Rai yang tau isi HP frost.
"Kagak!"
Pyro merebut HP milik Frost dan membuka Folder yang di sembunyikan oleh Frost. Kemudian, dia juga menyiapkan sebuah video yang sudah lama dia sembunyikan. "Frost."
"Ya, Pyro."
"Kamu nonton Dora sambil jingkrak-jingkrak kegirangan?"
"Nggak lah!!"
"Bohongkan?"
"Nggak!!" Pyro menyetel sebuah video yang dia simpan sejak lama, di video itu terlihat Frost sedang kegirangan dan di Laptopnya terdapat sebuah salah satu episode dari Dora the Explorer. 'Bukit blueberry!!' Pyro menutup videonya dan dia sedang ada di Chat grup dua squad.
"Mampus w baru aja nyebar videonya ke Grup!" Teriak Pyro dan tertawa jahat.
"Kejam lu!"
"Frost, Gue baru tau lu MKKB." ucap Moku dibelakang mereka dan sedang membawa dua buah katong plastik.
"Eh, lu bawa apaan? sama dari mana?"
"Biasa..."
Flashback..
"Daren kebonnya bagus ya." Puji Moku padahal dia punya maksud lain.
"Oh, Makasih. Btw, Moku? lu pernah ngerasa ada yang nyolong di kebon gue nggak?"
Moku langsung kaget mendengar pertanyaan tersebut dari daren. "Nggak kok."
"Aneh, kemaren gue ngeliatin pohon telor gue merasa kalau abis dicolongin orang." ucap Daren curiga. "Eh, kapan-kapan tukeran tips yuk, katanya Teiron lu ngerawat kebun juga."
"Terserah..."
Tiba-tiba, ada sebuah serangan dari arah Barat karena Tartagus dan Vience tak sengaja menyalakan pemotong rumput dan memotong beberapa tanaman milik Daren kemudian, pemotong rumput itu kehilangan kendalinya.
"Tartagus! Frere! Sini kalian!" Daren mulai mengamuk dan meninggalkan Moku sendiri. Moku langsung tancap gas dan memetik beberapa buah, sayur, ranting, dan daun. Kemudian, dia mau mencari yang lain tapi, ada Mathias yang lagi mencuri juga di kebun Daren. Moku tak mau tertangkap basah maling, terpaksa dia lakukan sesuatu.
Dua buah keresek mendarat disamping Mthias dan isinya adalah sayur dan buah yang dipetik Moku.
"Duh, Rejeki orang ganteng! dapet buah sama sayur gratis."
Moku melihat posisi Daren tak jauh dari mereka dan menelpon HP Mathias.
Wik Wik Wik Wik Wik Wik.
Semuanya langsubg kicep mendengarnya, bahkan Moku memasang pose 'Excuse me, What the fuck!' memdengar ringtone HP Mathias.
"Oi, kambing sini lu!"
"Ampun Kalong-Sama!"
"Oi!"
Moku mengambil lagi plastiknya dan kabur pulang.
"Tidak semudah itu, Ferguso!"
Flashback end.
Pyro, Frost, dan Rai langsung memasang pose, 'excuse me, What the Fuck!' mendengar cerita Moku.
Done..
