Chapter 88 : Oho No!

Baku Hantam qyta.

"Duh, Jum'at tanggal 13 nih." Moku yang paling percaya tahayul Jum'at tanggal 13 tetlihat dengan keadaan paranoid saat melihat tanggalan di Handphonenya. Berbeda dengan ketiga temannya yabg kurang percaya (dan tidak percaya untuk Pyro) soal tahayul Jum'at tanggal 13 adalah hari sial.

"Elah, Paranoid amat sih, tahayul doang kok." Pyro yang sedang mempersiapkan diri untuk membuka box gacha yang sudah dia perjuangkan untuk beli dari sisa uang sakunya dan saat dia buka dia sangat terkejut dengan apa yang dia dapat.

–Sangat bagus.

"Yes! Sekali buka dapet tiga SSR, Waifu lagi!" seru Pyro yang masih jingkrak-jingkrak kayak orang kesambet.

"Demi apa!? Eh, Yes! SSR dua, biarpun satu bukan waifu!" seru Frost yang ikutan jingkrak-jingkrak bareng Pyro.

"Eh, Gue juga nih! satu tapi Waifu!" Rai ikut-ikutan kayak mereka berdua.

Sementara itu, Moku mencoba buka Gacha yang dia ikut beli (karena merasa tergarami sama ketiga sepupunya itu.) dan dia...

"Ampas semua!" Moku langsung cemberut karena mendapatkan rate gacha ampas semua.

"Maaf anda kuranv beruntung, eh lihat loh nih Moku, w dapet SSR 3." Goda Pyro yang kemudian menjadi korban lempar.

"Cocote Sia!" omel Moku dan pergi ke kebun untuk mengurus kebunnya.

Sementara itu...

"Tumben Kamacata Pohon blom keliatan, biasanya jam segini masih di kebon." Teiron melihat kebun milik Moku yang masih terlihat kering. Tiba-tiba, seseorang memeluknya dari belakang. Dia mau berontak, tapi.. kalau Hato nggak mungkin... tuh anjing lagi kerja. tapi, sumpah ini orang dibelakang dia berat banget. Dia menengok kebelakang dan seorang pria berambut coklat jabrik kebelakang dan membawa kapak tanah ukurannya hampir 2x lipat tubuhnya –pantes berat banget sedang memeluknya dengan erat. "Ma-"

"Duuh, ayah kangen sama anak bungsu ayah nih."

–Fix, om-om ini salah orang.

"Maaf pak, siapa ya?"

"Kamu ini bicara apa sih, Moku? Masa sama orang tua sendiri lupa." Pria itu terlihat sangatlah kesal dan melepaskan pelukannya.

'Ayahnya Moku...'

"Pak, saya bukan Pohon Berkacata itu, nama saya Teiron pak."

–Teiron kek lu salah sebut deh.

Byuuuuuuuur!

"Apa maksud lu pohon berkacamata, Maniak Makaroooooooooonnnnn?" Moku menyiramnya dari belakang dengan seember penuh air dingin plus es batu.

"Dingiiiinn!"

"Rasain!"

"Loh, kok ada dua Moku?"

–Dan terulang lagi.

"Ayah aku yang disini! yang disitu itu, temenku, Teiron si MAnIaC KUe MaNGkOk." Ucap Moku dengan nada mengejek.

"Yee, RoTi IsI SeLai KacAnG! Cocote sia!" balas Teiron.

"KaCaMAtA AnJing!"

"POhoN KucHiEnG!"

Lah, Ayahnya Moku malah ngapain, ini udah mau ada sesi Baku Hantamnya?

"Simak Wae dah, seru nih ada pertikaian." Ayahnya Moku mulai menyiapkan semua sunbath equipment dan segelas dan koci es jeruk yang entah didapat darimana.

–Ayahmu malah seneng lihat sesi Baku Hantam nak. Dan kemudian, sesi baku hantam tak dapat dihindari lagi dan Teiron mulai adu jotos sama Moku. Sekeliling mereka semua mulai rame, ada yang jualan makanan, jualan minuman, sampai ada yang buka lapak judi siapa yang menang.

"Ayo! Ayo! dipilih siapa yang menang!"

30 menit kemudian; sesi baku hantamnya sudah berakhir...

"Nah udahkan? dah puas bertengkarnya?" tanya Ayah Moku sembari melihat kedua kondisi bocah EM yang habis bertengkar itu. kedua bocah itu hanya cemberut dan langsung ditenteng sama Ayah Moku.

Kemudian...

"Moku sama Teiron gimana Paman Jason?" tanya Pyro yang penasaran dengab keadaan kedua EM yang habis baku hantam barusan.

"Haha, mereka baik-baik saja, hanya mendapatkan sebuah hadiah mata hitam dan sebuah bejolan di kepala mereka." Jason hanya tertawa kecil melihat kondisi kedua bocah tersebut. Sudah lama dia tidak melihat Moku bertengkar sampai babak belur, kurang lebih 7 tahun lalu. "Dia masih saja lucu dan menggelikan saat bertengkar sampai babak belur."

"Anak bontot lah, biasa.." sambung Pyro.

"Yap."

Aokiryuu Family Bad luck day (with Tartagus.)

Tartagus tersadar di kamarnya di rumah Kazuma. Oh, tentu saja, Kazuma yang memaksanya untuk menginap di rumahnya. Dan juga, Kazuma masih melarangnya untuk berbuat 'Buas' karena mereka menikah muda dan harus menunggu sampai Iris 22 tahun dulu (Iris masih 19 thn.) –Kazuma juga tidak mau cucu kesayangannya hamil muda karena dia masih sangatlah muda.

"Pagi..." Ucap Tartagus.

Terlihat Kazuma dan Kenzo masih sangat serius dengan buku mereka masing-masing dan juga 3 gelas susu panas diatas kotatsu. "Pagi"–Mereka membalasnya dengan tatapan masih fokus ke buku mereka. Entah karena Tartagus meleng matanya atau memang nggak melihat atau bahkan hanya sebuah ekor harimau mendadacc muncul di lantai. Dia membuat Byakko kaget dan mengaum karena menginjak ekor sang harimau putih tertersebut. Sontak ketiganya kaget dan semua susu panas tersebut tumpah kearah cara celana Kazuma dan pinggang Kenzo.

"AAAHH! Panas!" Teriak Kazuma.

Gedubrak!

Tartagus Jatuh pas dengan wajah pas di bagian pria Kazuma.

"Ah, Ani-sama, aku ambilkan celana lagi!" Mereka bertiga panik besar ketika yang membuka pintunya adalah...

"Apa yang terjadi? kok pagi-pagi beri-"

–Iris..

"Se- Seon.. Ini bukan..."

"Kyaaahh! Maaf sudah mengganggu waktu bahagia kalian!" Benerkan, dia salah tanggap ketika melihat posisi ketiga orang tersebut, Tartagus di selangkangan Kazuma, Susu panas di celana Kazuma dan juga Pinggang Kenzo. Semuanya benar-benar absurd dan kacau, ditambah posisi mereka semua seperti sehabis 'main' satu sama lain.

Siang Hari...

"Selamat makan!" Para komunitas Fujo sedang makan camilan diluar, tapi karena hari cukup panas mereka mampir ke toko es krim. Tapi, pemandangan cukup mengejutkan terjadi karena pesanan milik Iris.

Flashback..

"Aku pesan burito kembang kapas dengan isian es krim coklatnya, oh jangan lupa tolong tambahkan sirup coklat didalamnya. lalu, aku juga pesan milkshake coklat dengan eskrim diatasnya."

"Hu.. Huapah!?"

end.

"Ris, nggak takut melar apa.. itukan.." Emy kurang yakin dengan apa yang dipesan dengan Iris.

"Udahlah nggak apa-apa, aku lagi pengen."

"Kamu lagi dapet?" tanya Hikari curiga.

"Hoo-" Hidung Iris mendadak gatal dan dia perlu bersin. "Sebentar..."

Bersin yang cukup kuat terjadi dan..

"Yaampun, ada yang bawa celana sama pembalut tambahan nggak?"

"Bo-bocor?" Iris mengangguk, Tery langsung menyodorkan sebuah pembalut emergency dari tasnya.

Makan malam...

"Kuda-kudamu salah! Mana tenagamu hah!" Tartagus sedang menirukan Kazuma didepan cermin dengan coretan spidol membentuk sebuah brewok didagunya. Setelah itu, dia tertawa karena menurutnya itu lucu.

"Arta! Makan malam sudah siap!" Kazuma memanggil dari ruang tengah kebetulan Tartagus berada di toilet yang dekat dengan ruang tengah jadi terdengar.

"Baik, Kakek!" Tartagus langsung mencuci mukanya dan...

Spidolnya tidak hilang dari wajahnya.

'Duh, jangan bilang...' dia membalik spidol tersebut dan melihat 'Permanen'

Alhasil dia langsung keringat dingin mengetahui spidol tersebut permanen.

'Duh, aku harus cari cara buat menutupi hal bodoh ini, atau Kazuma-san akan menabokku dengan tenaga Byakko." Gumam Tartagus ketakutan. Dia mengintip dari balik pintu, setelah aman dia langsung lari ke kamarnya dan mengambil sebuah syal dan baju tebal –berharap dengan menutupi hal bodoh yang dilakukan bisa terwujud.

lalu..

Kazuma menatapnya dengan skeptis, Iris kebingungan, dan Kenzo menatapnya dengan tidak menyukainya.

"Arta, kenapa-"

"Hah? Oh, Uhuk, aku sedikit tidak enak badan, jadi pakai ini."

'Ani-sama, aku rasa.. dia menyembunyikan sesuatu di balik syalnya.' bisik Kenzo.

'Lihat saja, kalau dia mau menyuap dia harus membukanya dulu.'

Tartagus menusuk sebuah potongan daging dengan garpunya, saat daging tersebut mau dia masuk ke mulutnya.

Syut! Hap!

"Buka Syal itu Tartagus Andreas!" Kazuma langsung melompat kearah Tartagus dan membuka syalnya.

"Ohhhhhh! Ini hah!"

"A-Ampun!"

–Bad Luck Tartagus.

Tartagus dihukum lari keliling Dojo 25 putaran dengan sebuah bejolan tiga tingkat dikepalanya setelah dijitak Kazuma.

Telaaaaat

'Hoaaaam.. Duh, enak banget tidurnya..' Reha baru bangun dari tidurnya setelah semalam dia tidur sangat larut. Tiba-tiba, HPnya bergetar –Ada telepon dari Gu- eh, Yamagi. "ay?"

"Pagi Reha, Kuliah jam berapa?"

"Jam set. delapan." jawab Reha yang masih setengah sadar

"Lah, kamu dikampus sekarang?"

"Nggak.. di kos."

"Beb! Sekarang jam 8.10!"

"Eh?"

–Reha melirik kearah jam dan ternyata sudah 8.10.

"Juancok tenan! Aku wes telat parah nih, Mas!"

"Yaudah, skip aja! 1 matkul ini kan?"

"Iya!"

"Dah, mending sekarang kamu mandi trus sarapan."

"Iya..."

Reha kemudian mandi dan merogoh kantong celananya yang dia pakai semalam, tapi..

"Duh! Mas.. Ntar Bagi uang ya..."

"Lah?-"

"Uangku ilang.."

"Kok bisa?"

"Manaku tau!"

"Nggak! Biarin! Suku-"

"Ok, Fix ya.. aku kelaper-"

"Ah- Ok- Aku kirimin uang!"

"Hehe, makasih!"

Note : Membujuk Yamagi itu gampang asal sama Reha dengan alasan apapun.

Santa's Coming but.. wait..

"Kalian tidur, nanti santa nggak akan datang kalau kalian tidak tidur." Nia melihat kedua anak kecil yang masih menatap perapian yang masih menyala (Ney sudah ketiduran dan dipindahkan ke kamar.)

"Nggak mau, Nigou mau lihat santa datang." balas Nigou.

"Flore juga mau lihat santa."

'Haduuh... Anak-anak ya biasa..' Nia hanya menghela nafasnya dan menepuk pundak kedua anak itu. "Nigou, Flore, kalau nggak tidur nanti santa nggak akan datang dan kalian mau dicap anak nakal lalu dikasih batu bara sama santa." bisik Nia ketelinga kedua anak tersebut.

Dengan terpaksa kedua anak itu bergerak ke kamar mereka. Tapi, kemudian...

"Hohoho! Selamat Natal semua!"

"Santaa!"

'Hmmm...' Nia melihat sedikit kejanggalan disini. Tapi, demi para anak-anak tidak bersedih yasudah dia biarkan saja.

15 menit kemudian...

"Yee! Terima kasih Santa!" Ucap Nigou dan Flore yang membawa hadiah mereka berdua (plus punya Ney) ke kamar.

"Huuf... tugasmu sudah selesai. kau mau apa dulu? Teh? Kopi?"

"Tidak perlu..."

Nia merasa janggal dengan semua ini, memang dia sudah merencanakan semuanya dengan tepat bersama Joseph, tapi.. ada yang aneh.

"Nia... Aku melihat anak-anak sudah menerima hadiah mereka dari pintu.. ada ap-" Joseph baru datang dengan kostum santa dan kantong berisikan hadiah untuk Nigou, Flore, dan Ney.

–Tunggu, kalau dia Joseph... Terus yang jadi santa siapa?

Santa itu membuka penyamarannya dan...

"Ah! Golira Asli!"

"Hah?"

–Just Kidding.

"Uwah! Pikachu!"

–Maaf Bisa diulang?

Nia mendadak malah menari Tor-tor di ruang tengah.

–Woi!

"Ya Ukhti! eh salah! Ya Akhi! ada Thor!"

–Lumayan.. tapi, depannya..

"Apa yang Thor lakukan disini!?"

–Bener Juga ya...

"Eh.. Anu! Dadah!" Thor langsung teleport entah kemana dengan kecepatan petir(?)

"Nah, Itu baru aneh.." kata Joseph Sweatdrop.

Ngecharge anti Mainstream!

Ethan sedang menyolok charger laptopnya ke stopkontak terdekat.

Duh, Mainstream ya?

Ha.. Iya-iya, aku mengerti, Ta-" Sean melihat batrai HPnya mulai sekarat bahkan sudah emergency karena tinggal 1 persen. dia mencari stopkontak terdekat tapi penuh oleh orang lain. Power Bank dia juga habis karena semalam habis mati lampu. Hanya ada satu cara lagi.

"Lectro!"

"Ada apa Ka Sean?" Lectro muncul dibelakang Sean menyebabkan orangnya kaget sampe kejumplang.

"Aduuh! Jangan diulang!"

"Iya, Kenapa manggil kak?" Tanya Lectro penasaran. Sean menyodorkan charger HPnya ke arah Lectro. Tanpa basa-basi, Lectro mengemut ujung charger HP milik Sean dan HP milik Sean.. Terisi penuh dalam beberapa detik.

"Ok, makasih."

Shiki New Form.

'Aku bosan dengan tubuh manusia lamaku.'

"Shiki-san? Maksudmu? kau mau tetap jadi serigala?" Tanya Haya yang sedang selonjor di sofa sebelahnya.

'Bukan begitu anak muda, aku butuh bentuk tubuh yang baru.. karena aku bosan dengan yang lama.' Shiki menaruh kepalanya disebelah Haya. 'Ada ide?'

"Hmm... Tidak.. aku juga tidak tau."

'Bagaimana kalau pria berambut merah bernama Hanzo itu?'

"Itu bukan ide yang bagus... Yama-Nii.. Pasti akan menghajarmu nanti."

'Kakak Tertuamu punya dendam ke Hanzo?' Shiki melompat naik ke sofa dan melingkar di bagian kepala Haya.

Haya hanya menghela nafas, "Setelah aku (bertiga : Haya, Hana, dan Kagura.) dikhianati oleh Hanzo, kedua kakakku.. menjadi protektif terhadap keadaanku.. dan kedua temanku..."

'Setidaknya, mungkin- eh..' terdengar dengkuran pelan dari sang Ninja bayangan, Haya terlelap di badan Shiki. Shiki habya menghela nafas melihatnya, kalau dia bergerak dia juga tidak enak mengganggu orang yang sedang tertidur pulas. Shiki masih berpikir untuk tubuh barunya, sampai dia akhirnya menggunakan Handphone milik Haya untuk mencari sebuah tubuh baru sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang menarik.

Besoknya..

"Tubuh baru?" Haya melihat shiki menggunakan bentuk tubuh barunya. Pria dengan mata merah dan berambut putih dengan kulit pucat.

"Berisik.."

You Have a boyfriend!?

Tak ada ayng tau bagaimana kehidupan pribadi seorang Eudo Elford, bahkan keluarganya sendiri tidak tau apa yang dilakukan setelah dia memutuskan hubungan dengan pacarnya. Seakan dia memutuskan hubungan dengan keluarganya -Sampai suatu hari yang indah dan Eudo sedang dapat libur tahunan.

Mita sedang memainkan Handphone Eudo, well karena Mita bukan mempunyai Handphone melainkan Handphone sedang diservis. Jangan tanya walaupun keluarganya Tadjir 5 turunan. tapi pengeluaran tetaplah diperhitungkan dengan ketat. bahkan, Black Friday sale adalah acara yang tidak boleh dilewatkan sama sekali. Tapi sayang, Handphone Mita rusak saat tahun baru karena jatuh. Sebenarnya sih, dia (iya, Mita sendiri) sudah memesan Handphone keluaran terbaru tapi belum sampai karena yah... masih pre-order maklum, terpaksa menunggu beberapa bulan. Mita memainkan game yang Eudo punya di Handphone-nya sampai sebuah telepon diterima oleh Handphone kakaknya dengan inisial "BB"

"Kak Eu!" Mita memberikan Handphone milik Eudo dan dengan polosnya ia berkata, "nih, pacar kakak."

"Duh, kamu ini ya! Kakak nggak punya pacar samsek setelah putus!" balas Eudo dan mengambil handphonenya.

Duh, Dia lagi, kalau ketahuan yang laen pasti abis gue! -Eudo keluar dari kamarnya sebentar dan melirik keadaan lorong yang masih sepi. Kemudian, dia mengangkat telepon tersebut.

"Hey Handsome! 'sup?"

"Dah Hubby." Pembicaraan tersebut berlangsung beberapa menit sampai Eudo menutup teleponnya dan dia melirik ke samping dan melihat Silica, Iris, dan Amelia sedang tercengang. Oh shi-

"Eudo/Kak Eu/Eu, tadi siapa?"

"Ha- Ap- Oh... Ha-hanya- hanya Te-temen"

"Halah! Alibi!" sembur Iris, "temen macam apa manggil 'Beb, Say, Hubby, Handsome. mana tuh muka senyum-senyum sendiri dari tadi!"

"Kak Eu punya pacar (laki) ya?"

"Eu, lu Bi?"

Skak!

"Ok, tapi simpen rahasia ini ya.. *inhales dia pacar-ku... James."

"Tunggu sekejap!" Potong Silica, "James- maksud kakak.. James Stanford? dari bagian Forensik?" Eudo menggung kecil setelah ditanya adiknya. "Bagaimana bisa- James- diakan.. sudah-"

"Aku tau Silica.. tapi, James baru saja kehilangan Istrinya.. dan dia- masih dalam keadaan terguncang saat dia mengungkapkan perasaannya."

"Ku kira kau jadi lako-"

"Ya Kali Ris! gue nggak sehina itu juga kali!" potong Eudo yang terpelatuk.

"Betewe, tuh orang nelpon ngapain? Nge-date? Maen ke rumah dia? ajak ke kamar?" Tanya Amelia penasaran.

"Nge-date doang.."

Bribe for Emy.

PoliceStrange : Emyyyyyyyyy!!

EmyCutety : Ini siapa ya?

PoliceStrange : Eudo!

EmyCutety : Napa mas?

PoliceStrange : *Kirim foto dia lagi nge-date sama James di Café. Pliss, jangan disebar, w bakal bayar lu apa aja asal jangan disebar foto gue lagu nge-date di Grup squad mana aja.

EmyCutety : Lha, kau dapet foto itu dari siapa?

PoliceStrange : Iris.. Pliss, Mi! Jangan disebar yang tau gue pacaran sama laki cuma : Lu, Amel, Iris, sama Silica doang.

EmyCutety : Oo, ok. Beliin gue Cheese cake red velvet 1 loyang.. lagi ngebet nih abis liat Alfred dateng bawa Cheese cake (2 stack) buat Salem.

PoliceStrange : Ok, btw.. Cheese cake segitu nggak direbutin 1 markas.

EmyCutety : Sebenernya sih, emang nggak cukup. Cuma, tadi nggak semuanya makan.. dari 16 kemakan 15 setengah doang.

PoliceStrange : 15 setengah? setengahnya lagi?

EmyCutety : Dijejelin ke Giro, dilempar sih sebenernya.

Eudo Sweatdrop memikirkannya.. 'Kan tuh orang alergi keju..

High Eudo.

"Oi, Aku mau menitipkan anak temanku satu minggu kesini bolehkan?" Tanya Eudo ke Reha yang kebetulan sedang menguasai kursi di ruang tengah.

"Asal bukan bayi nggak apa-apa." jawab Reha santai tanpa menengok sedikitpun.

"Ok.. Tenang, bukan bayi kok."

Besok...

Ting Tang Ting Tuang (?)

"Ya?"

"Maaf, saya mau menitipkan anak saya dulu disini."

"Ee.. kamu sebelumnya siapa ya?"

"Oh, maaf.. aku James Standford, teman Eudo."

"Oh, sebentar ya..."

Kemudian...

"Sha- James.. Mungkin, kita bisa lewat pintu belakang dulu.. ada masalah kecil di dalam." Silica langsung membawa James dan kedua anaknya ke bagian belakang markas.

"Apa yang terjadi?"

"Pokoknya.. ikut aku dulu saja."

Sebelumnya..

"Engh.. kenapa kopi ini rasanya aneh.." Eudo melihat ke gelas kopinya. Baru kali ini dia merasa kalau kopi yang biasa dia seduh terasa begitu aneh, padahal baru beli dan tanggal kadaruasanya masih lama.

"Ah masa? Coba gue cek." Eudo menuang sedikit kopinya ke gelas milik Red. Red Langsung mencobanya dan beneran, rasanya aneh. Begitu pula Rone dan Aka yang meminum kopi tersebut dari gelas Red (He..)

"Kenapa kak?"

"Sili- kenapa kopi ini terasa aneh!? bukannya kau baru beli kemarin?"

"Haa... Mas- Eh.." Silica langsung pucat ketika melihat toples 'kopi' yang masih tergeletak di atas kounter. "Ya ampun kakak, kau.. salah membuat kopi, itu bukan kopi yang kau buat!"

"Hah!? Terus itu apa!?"

"Obat titipan untuk salah satu temanku, obat itu mengandung efek Halusinogen.."

"Se- serius??" Silica mengangguk.

Balik lagi..

"Jadi, Eudo lagi Nge'fly' sekarang.." James berusaha melepaskan pelukan Eudo yang menganggapnya sebuah Dakimakura tapi, tetap dengan dirinya sendiri.

"Bukan kak Eudo saja sih, ada tiga orang lagi tapi, Kak Eu yang paling lama karena dia meminum hampir satu gelas besar obat tersebut."

"Sili- Kakak ke kamar lagi ya.. terima kasih sudah memberikan Dakimakura ini."

"I- Iya.."

Sialnya, karena Eudo masih dalam keadaan sawan, dia malah membawa James ke ruang tengah yang notabene masih ramai dengan para perusuh. Sontak para perusuh langsung kicep melihat kelakuan Eudo saat masih nge'fly'. Masalahnya bener-bener aib karena dia ngedesah dengan kuat seenak jidatnya ditambah dengan mirip orang dengan 'Iykwim. Untuk menjaga harga dirinya sebagai seorang pria, James harus mencari cara untuk membuat dia dan Eudo pergi dari ruang tengah. Ah, dia mendapatkan sebuah ide.

Lalu..

Eudo dengan muka memerah (sangat merah, merah tomat.) menyadari apa yang terjadi saat dia sedang dalam kondisi sawan setelah diceritakan oleh James.

"Well, Jadi, hubungan kalian sudah sangat serius?" Tanya Takano.

"Iya.."

"Minum tehnya Eu, itu bisa membuatmu tenang."

Someone Watching me

Haya merasakan kalau beberapa hari ini dia seperti merasa diawasi dari kejauhan oleh seseorang. Tidak, bukan Hana.. karena konflik antara Hana, Haya, dan Kagura sudah selesai. Tapi, sepertinya ada seseorang yang masih mengikuti dirinya. Perasaannya memang tajam tapi, kalau salah tebak target bisa lari. Untuk sementara dia harus memasang kewaspadaan besar terlebih dahulu.

Beberapa hari kemudian, rasa ke khawatirannya makin tinggi karena bukan di jalan saja dia merasa diawasi. Melainkan, saat tidur, saat kerja, bahkan saat mandi didalam ruangan saja dia masih merasa sangat diawasi. Dia harus mencari siapa penguntit ini, ini membuatnya resah. Dia mendapat sebuah ide.

"Shiki!! Mandi!"

"Benarkah itu Haya, aku bisa mandi sendir-"

'Tetap pakai wujud serigalamu, aku merasa ada seorang penguntit yang mengawasiku.'

'Baiklah...'

Merekapun mandi bersama hanya untuk memancing si penguntit. sampai akhirnya, mereka selesai mandi dan..

"Kemarikan tubuh aslimu, Roh!" Shiki berubah menjadi manusia dan melempar sebuah kertas mantra ke Roh seorang pria berambut merah yang ada di tembok. Itu bukan roh tanpa tubuh karena Shiki merasakannya kalau Roh tersebut masih memiliki tubuh dan roh itu hanya sebagai pegintai saja.

"Kau berhasil menagkapnya?"

"Iya, tapi, bisa aku pinjam bajumu dulu?"

"Ha?"

"Aku tak bisa kembali ke wujud semula jika masih ada mantra yang masih aktif ke seseorang." Shiki berbalik dan Haya langsung membuang mukanya karena... yah.. Shiki telanjang.

"Ah.. Haa! Iya, aku akan.. se- gera kembali."

satu pakaian kemudian..

"Haya.. Itu roh siapa yang ada ditengah ruangan!?" Yamagi kaget melihat sebuah roh milik seseorang di kamar mereka.

"Baiklah, dia akan muncul-"

Poof!

"Sekarang.."

"Sial, aku tertangkap basah..." Seorang pria berambut merah dengan mata biru muda menyala muncul dihadapan mereka.

"Kau!!"

"Hai, Lama tak jum-" Yamagi langsung maju dan menodongkan bagian lancip pedangnya ke leher pria tersebut.

"Beraninya kau muncul dimuka ku setelah menguntit adikku, Hanzo!"

"Kenapa? kan aku terpanggil kesini. Tenanglah, aku tak berniat membunuh siapapun."

"Aku tak percaya kata-katamu. Aku yakin kau sedang mencari mangsa untuk diberikan ke Ame no Habagiri dan adikku sebagai mangsanya." Yamagi makin mendekatkan pedangnya dengan leher Hanzo.

"Lalu, kau sendiri? kau yang menggunakan Ten-" Yamagi langsung melempar Hanzo keluar dari jendela sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.

"Ani-"

"Tak ada yang perlu dikhawatirkan Haya... Tak ada." Yamagi tersenyum dengan gelapnya untuk menghindari sebuah pertanyaan yang sangat berbahaya oleh semua orang.

"Kau pengguna pedang terlarang 'Tenma Hazan'?"

"Apa yang kau inginkan sekarang, Hanzo.." Ucap Yamagi pelan agar tidak terdengar seseorang.

Red EngJap Acsent.

Para anggota pria sedang berkumpul di ruang baca markas untuk bermain King Game. Tapi, dengan suruhan bernyanyi.

"Sip, siapa raja?" Tanya Red.

Semua melihat kertas yang mereka punya dan Raja pertama adalah Lectro.

"Hmm, nomor 4 aku menyuruhmu, nyanyi bagian lirik Inggris Hibana."

"Eh, Lectro..."

"Lu kan Red.. nomor 4." Red menghela nafas menyerah.

"Iya.."

"Tambahan, kalau bisa.. logat jepang lu jangan sampe ketara." Red melototi Lectro ketika mendengar soal logat Jepangnya. Lectro hanya tersenyum tak bersalah dan melirik kearah lain.

Tip : Red bisa bahasa inggris tapi, lidahnya adalah lidah jepang jadi.. U know lah.

Ket : Bold italic = Logat Jepang Red.

Knock Knock! Ret Mi (Let me) go in and get zhi (The) ace.

You'll paint your Feesu (Face) with Tears that don't fiir (Feel) the same.

Now, Haato Reinfosu (Heart Reinforce's)to end this game.

You better Gibbu apu (Give up)and Throw that Emupi (MP)5 Away.

Aiyaa (I Hate it)

To Chousu (Choose) Both.

Aiyaa.

To Brekku (Break) Both.

To Pull it up from the roots of Mai Haato (My Heart).

"Red..."

"Urusee!"

'Masih kentel demi apapun.' komentar yang lain.

Lanjut!

"Siapa Raja?"

"Yes, Akoeh!!" Teriak Iris. "Aku menyuruh nomor 10 untuk menyanyikan bagian lagu yang membuat kau menangis!"

'Why me!' keluh Rone.

Nee, Doa o akete.

Shinpai shiteru no

Aitai o soba ni ire ba, Sasaetae ru..

Futari de...

Atashi tachi dakete, kore kara..

Doushite iku no?

'Ini lagu apa (njir)!? Baru denger gua/aku!?' pikir yang lainnya ketika melihat Rone menyanyi dan mulai meneteskan air mata.

Yukidaru wa tsukuro..

Red menyadarinya lagu yang dinyanyikan oleh Rone, "Oh, itu.."

"Lu taukan apa.."

"Iye, bagian akhirnya emang bikin sedih."

"Mang itu lagu apa Red?" Tanya Iris bingung.

"Oh, lu lupa apa nggak tau?"

"Nggak tau.."

"Ehem..."

Please, I know you're in Dhee.

People asking Weifu you've been.

They said have Kourej' and i'm Churaing too.

I'm right here for you.. Just let me in.

We only have each other, just you and me.

What are we gonna do?

"Ok, aku inget itu lagu apa..." jawab Iris yang menyadari itu lagu apa.

Sadarkah Kalian itu potongan lagu apa?

The 12th Person.

"Unique baru kawan-kawan.. Mereka sekarang punya anggota keduabelas." Yamagi memberitahu anggota lainnya soal Anggota unique hero baru.

"Umm.. apa nama heronya?" Tanya Takano.

"Hanzo, Dia ninja.. menggunakan rantai dan gerakan cepat, bisa dibilang ini adalah Ninja dengan keahlian paling tinggi." jelas Yamagi.

"Ah, Yamagi.. Boleh ikut aku ke markas para Unique, kau harus punya laporankan soal Unique baru." ucap Iris, "kebetulan aku mau memberikan obat dan sebuah lilin aromaterapi ke kakekku."

"Boleh, Aku persiapan dulu sebentar."

Unique Heroes Headquater..

"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Yamagi ke Reo.

"Baik, tak ada masalah baru. Mungkin, nanti akan ada acara untuk menyambut si Anggota baru." balas Reo.

"Sou, Tak ada jeritan lelangsa dan hasrat ingin bunuh diri atau permintaan rewel dari si Destra?"

"Tidak, dia bisa menerima si anggota baru, sebuah kemajuan, ya kan?"

"Bagus, bahkan bisa dibilang dia mulai berubah."

Mereka langsung ke halaman belakang dimana si 'Hanzo' sedang spar dengan Harada. Awalnya terlihat biasa saja, sampai Yamagi melihat siapa sebenarnya si 'Hanzo' tersebut. Pria berambut merah, dengan mata biru menyala dengan sebuah corak garis merah di ujung kedua matanya sampai pipi atas, kulit pucat dengan masker berbentuk gigi.

"Ah, Yamagi. Kau lihat dia, si anggota baru-" Kazuma menepuk pundak Yamagi yang terdiam dengan mata terbalak. Sesuatu tidak beres disini, dia merasakan punya firasat buruk dengan Yamagi.

Harada P.O.V

"Woah, terima kasih sudah menjadi lawan latihanku hari ini, Harada-Sama." kata Hanzo sembari membuka maskernya.

"Kuat juga kau, terutama saat kau memasuki mode Akuma, hampir terkejut aku melihatnya." puji Harada soal kekuatan Hanzo. "Kekuatan Ame no Habagiri memang kuat, walau dia hanya salah satu bawahan k-"

Harada melihat Horor dimana Yamagi mulai mengayukan pedangnya kearah kepala Hanzo. Sial, dia tak mungkin bisa secepat itu untuk menangkis serangan Yamagi yang tiba-tiba.

TRAAAANG!!

Pedang milik Yamagi terlempar setelah ditepis oleh Kazuma hanya dengan kedua tangannya.

"Kunihiro! Apa kau sudah gila!?"

"Untuk apa kau kesini... Kau bukan anggota kedua belas."

"Yamagi! hentikan perkataanmu!"

"Aku akan membunuhmu sekarang juga, Hanzo..."

"Ryuu ga anata wa teki no kurae!"

Seekor naga berwarna kuning langsung menerjang yamagi dan membawanya entah kemana. Tunggu, Naga berwarna kuning?

"Ken!?"

"Semua sudah terkendali sekarang."

Just trying to be funny.

"Ah, Udah ok? Nah, Selamat Malam para penonton yang datang tak diantar, pulang nggak dikasih duit." Ethan mulai mecoba untuk melakukan Stand up komedi secara dadakan di acara makan bersama (walapun makan camilan doang.) antara dua squad (plus James dan para Unique.)

Tak jauh dari itu, Tumma dan James mulai tak bisa menahan tawa mereka berdua.

"Gua mau cerita nih, kadang gue suka ngeliatin ketua atau para ciwi-ciwi ketawa-tiwi liatin itu BL. gue liat mereka lagi narget di Fandom Marvel. Nah, masalahnya gini, kalau misalnya larakter BL mereka nikah, maka nama belakang mereka bakalan kecampur dan kalau disingkat kadang jadi aneh. Gue sebutin yang normal dulu aja deh, JBR, SBR, ASR."

"JBR? SBR? ASR? itu pairing apa mi?" Tanya Alisa kebingungan, emy langsung menjelaskanya ke Alisa.

"Nah, kalau yang ini agak aneh. SSS sama SSR. Itu Nama apa Gacha!?"

James dan Tumma masih berusaha menahan tawa mereka yang hampir lepas.

"Nah, yang lebih aneh lagi nih ya.. gue baru tau kalau selama ini Tony itu nama depan lengkapnya Anthony. Kemudian, kebetulan yang lagi dipanas-panasin tuh pairing 'ironstrange' sama para ciwi. Jadi ya, namanya kalau dibuat nikah jadi 'Anthony Strange Stark' lalu kalau disingkat jadi Ass."

"Hahahahahahahaha!!" Haruskah aku sebutkan siapa barusan yang lepas?

"Garcia mau lanjut?" Tanya Ethan yang memberikan micnya ke garcia disebelahnya.

Garcia menerima mic tersebut, "Terima kasih, Ethanan."

"Hmm.. ah, Garcian beberapa hari ini selalu melihat-lihat Internet dan kadang beberapa kali melihat Alexian membuka instagram dan Facebook. Garcian tak sengaja melihat salah satu berita seperti ini, 'Akhirnya setelah 8 bulan menunggu, Vale(an) alhirnya tiba di ori server.'." cerita Garcia.

"Lalu, disitu Garcian berpikir kenapa nggak sekalian 9 bulan saja, kalau 8 bulan berarti prematur dong."

"Puahahahaha!!" Tambahan untuk dua orang bernama Zilong dan Alucard yang ngakak berat selain Tumma dan James.

"Tapi juga, Valean masih beruntung dibandingkan Tuan Destran yang masih tertunda tipe weaponnya padahal sudah pernah keluar konsep artnya."

Dan sekarang bertambah lagi dua orang yaitu, Harada dan Walrus.

Yap, just some looooong writer block.