Chapter 89 : Super Stupid Brothers Unlimited.

balas revievv :

Rosy Miranto18 : Ups, lupa.

Moku : itumah serem, bukan sial!

Pyro : Nonono, itu hanya ejekan semata diantara mereka berdua. Soal foto, ada di gue. *nunjukin banyak foto print, ini pas dia muntah karena kebanyakan makan di pesta ulang tahun gue, ini pas dia kepleset di kotak esnya Frost.

Iris : Tenang, Byakko itu punya kesabaran tingkat langit kok. *see Byakko with Hooman body. oh soal tinta, itu luntur pas Arta masuk ke pemandian.

Byakko : Tingkat langit ndasmu! Tuan Besar menahanku saat aku mau memukul Bocah itu! *ngomel-ngomel nggak jelas.

Mita : Maaf, keluargaku punya akademik sihir *ketawa ala ratu. yah, lama karena aku POnya pas masih promotional video, sekarang sih udah datang ROG Mobilenya.

Sean : Hanya digunakan saat darurat.

Soal Hanzo, aku akan nyelipin beberapa kode karena ada 2 Hanzo yang aku tau. Ow (OverWatch) ML (Mobile legends)

Ethan : Awkoawkoawko *sambil lari kearah pintu terdekat.

Girl-chan : Eh ya maap mba, lupa aku.

SR :

Moku : W geplak mao?

Thx!

An Iron Gift for you.

"Eu~ Aku membawakanmu sebuah hadiah!!" James memberikan Eudo sebuah kado yang dibungkus dengan kertas kado berwarna biru dan kuning lengkap dengan pita hijau. Eudo sebenarnya tidak perlu hadiah apapun, bahkan maunya dia yang memberikan hadiah... Walaupun tak seberapa baginya.

–Tak seberapa ndasmu, terakhir kali dia memberi hadiah ke James atau para anak-anak. Dia langsung memberikan 1 set gaming razor ke James dan sebuah 5 tumpuk kado berisi pakaian/mainan untuk kedua anak James. Atau saat dia mengajak James makan malam biasa diluar berakhir dengan fine dining.

"Oh, Jammy terima kasih." Mungkin ini dari anak-anak. Kalau dari mereka, Eudo tak tega untuk menolaknya. Eudo membuka kado tersebut secara langsung dan ekspresi mukanya langsung berubah dari senyum ke kesal walaupun masih dia tahan. "James..."

"Ya?"

"Kenapa kau memberikan aku sebuah setrika?" Tanya Eudo yang melihat isi kado tersebut adalah sebuah setrika. James kehabisan kata-kata, 'Sial, aku dikerjai. Sialan kau, Douglas.'

"Karena kau Panas dan Berasap." James mencoba mencari alasan yang pas, tapi sepertinya itu tidaklah cocok.

"Oh sungguh malang si James ini.. Douglas, mainkan Despacito."

"Sialan kalian berdua!!" Teriak James sambil mengejar kedua bawahannya dengan muka bekas dipukul Eudo dengan setrika.

Rencana pengalihan terbaik

"Tuhkan, lihat.." Nigou menunjuk Batur yang terlihat disalah satu gang yang akan mereka lewati sepulang sekolah. "Kita tak bisa memutar balik, kalau mau putar balik jauh lagi."

Berawal dari jalan yang biasa nereka lewati di reparasi terpaksa mereka bertiga harus memakai jalan yang lebih jauh. Saat melewati perempatan gang, Flore merekomendasikan untuk kearah kiri karena lebih cepat akan tetapi Nigou kurang setuju dan lebih memilih lurus karena lebih aman walaupun lebih jauh.

Kembali ke sekarang...

"Sekarang apa rencanamu? berdandan seperti penari hula sambil menari hula?" Tanya Frans.

Lalu..

Batur menengoi kearah sumber suara dan melihat Nigou dan Frans sedang menari hula dengan set lengkap penarinya walaupun masih berseragam sekolah. "Aloha!"

Dibelakang itu Flore, Ney, dan Della langsung tancap gas sampai jaraknya sudah sangat aman dari jarak pandang. Nigou langsung mengambil ancang-ancang dan menyelengkat kaki Batur sampai mukanya mencium tanah, kemudian lari sekencang mungkin bersama Frans sampai aman.

(Della dan Frans, anak dari James.)

Roti melon

Aokiryuu residence..

Kazuma melihat Kenji berlari sambil membawa sekantung penuh roti melon dan ada juga yang sedang dia gigit. 'Itu Roti Melon sebanyak itu dapet darimana dia?'

"Hoi, Ken, Roti melon darimana?"

"Hmmph? Khulhas!" Jawab Kenji dengan mulut penuh.

Lalu...

"Siapa yang ngambil Roti Melon ku di kulkas!!!"

Sepertinya Kazuma tau punya siapa sekantong penuh Roti melon yang diambil Kenji barusan..

"Kenji Kembalikan Roti melon-ku yang kau ambil!!"

"Nggak! wee!"

Yaa.. bukan sebuah hal aneh lagi sih, karena Keluarga Aokiryuu terutama Kenji memang sudah jadi penggila roti melon sejak dulu.

Red Giant Appetite

Red mengunjungi markas GCS hanya sekedar untuk mengantarkan pesanan Revan untuk Thundy karena kebetulan orangnya lagi nggak dimarkas jadinya nggak bisa nganterin tuh paket. Perutnya mendadak berbunyi karena.. ya.. dia belum makan banyak tadi pagi hanya lima lembar French Toast dengan topping berupa dua telur mata sapi, lima lembar bacon, satu porsi omelete, 1 porsi bagel metega (tanpa isian), dan satu gelas besar jus buah campur (ndasmu dikit cuk!), 'Jika aku memakannya, entah apa yang akan terjadi.'

'Makan Saja! Tidak ada yang melihat!' bisik sisi jahatnya.

Red masih ragu akan hal itu, "Ah coba aku mau dengar sisi yang satunya."

'Kau mau tau apa yang akan aku ucapkan Red...'

Lalu..

"Lho, Kenapa cupcake gue jadi donat dengan selai coklat topping rice crispy ya?" Teiron kebingungan melihat piring yang awalnya tiga buah cupcake coklat ukuran besar berubah menjadi tujuh buah donat dengan topping beraneka ragam.

sementara itu, Red...

'Aku akan beli quadruple bypass burger untuk makan siang.' gumamnya sembari mengunyah cupcake kedua. 'ah, mungkin ajak anak-anak makan daging panggang saja deh.'

Beruntung tak sengaja dia bertabrakan dengan Flore, Ney, dan Della yang sedang berlari.

"Kalian kenapa lari?" Tanya Red bingung.

"Menghindari paman Batur ketika Nigou dan Frans mengalihkan perhatiannya." Flore menunjuk Nigou dan Frans yang menyusul lari setelah menyelengkat Batur.

'Bagus sih, tapi yaampun.' Red hanya bisa tepuk jidat melihat anaknya lupa melepas properti.

"Ayah/Paman Red.."

"Nah, kalian sudah lengkap bagaimana kalau kita berenam makan sama-sama, paman yang bayar."

Lalu..."Meja untuk enam orang, satu dewasa lima anak-anak." ucap Red ke resepsionis meja restoran tempat mereka makan.

Setelah sampai di meja mereka dan kompor hotpot dan panggangan dinyalakan. Red menyuruh anak-anak untuk mengambil daging untuk dipanggang. Ah, dia hampir lupa untuk mengambil sayuran karena pasti anak-anak tidak akan mengambilnya sama sekali walau sudah diperintahkan.

Acara makan-makan itu berlangsung dengan cukup meriah (Dan sedikit aura paksaan untuk makan sayur). biarpun ada beberapa kejadian yang tidak diduga seperti saat Flore dengan percaya dirinya melemparkan sebuah ikan makarel pedas ke kuah hot pod sehingga menyebabkan kuahnya menjadi pedas, Della menaruh sebuah tahu dan tempe yang sudah dilumuri bumbu untuk daging panggang ke pemanggang (diketahui bahwa itu dari bekal makan miliknya.), Ney tak sengaja menjatuhkan sesendok es krim ke daging yang sedang dipanggang, Frans tak sengaja menaburkan terlalu banyak bubuk cabe ke saus teriyaki milik Nigou, dan Nigou yang dengan seenak jidatnya memesan Double Naeopolitan Banana Split dan dimakan berlima (berakhir dengan dijitak oleh Red setelah pelayan yang menaruh es krim tersebut pergi.).

Kemudian...

"Semua sudah kenyang?"

"Sudah paman."

Handphone Red berbergetar saat dia melihatnya itu dari Teiron, "Ya?"

"Liat Flore?"

"Lagi sama gua, abis gue ajak makan."

"Oh, gue kira kenapa-napa..."

"Tenang, yaudah ya, dah."

Ah, dia teringat soal tujuh donat yang tadi untuk dia menukar tiga cupcake Teiron. Mungkin, selain donat dia perlu hal lain lagi dan mungkin dia harus membelilan Revan sebuah cemilan dan makan siang tambahan.

Selanjutnya..

"Ah, darimana saja?" Tanya Revan.

"Makan siang, oh ini, buat kamu." Red menyodorkan sebuah kantong kertas berisikan sebuah burger dan kentang goreng. "Kesukaanmu, dan juga ini untukmu." Red menyodorkan sebuah kotak kue dan sebuah gelas besar Frappuccino ke Revan.

"Makasih ya Red."

"Makan malam hari ini, aku hanya Tumis sayuran dengan daging."

"Mungkin, seharusnya kau membuat tumis sayuran dengan salad buah dan sayuran, aku merekomendasikan untuk membuat menu Vegetarian untuk malam ini."

"Tapi, nanti anak itu tak mau makan.."

"Percaya lah, anak itu akan makan semua sayuran itu tanpa paksaan."

"Bagaimana dengan camilan untuknya?"

"Buatkan dia puding roti atau panaskan saja pie blueberry buatan ibumu yang masih ada di freezer."

Gentle Giant Need Help.

Thundy sedang membawa barang belanjaan di supermarket, tak sengaja dia menabrak seseorang didepannya. "Maaf."

"Tak apa."

Hal yang sedikit mengganggunya adalah Dia hanya seperut (kurang dikit) sama pria itu.

'Gila, gue sama Michael aja seleher, lah ini orang seperut berarti tuh orang tinggi banget.'

"Hei!"

"Ah ya?" pria itu kembali lagi.

"Ini Dompetmu, terjatuh, untung aku melihatnya."

"Terima kasih tuaaaan..."

"James, James Stranford."

"Baik, Tuan James, terima kasih."

Back to GCS...

"Sumpah, itu orang tinggi banget, gue bisa tebak dia lebih tinggi dari Alfred." Thundy menceritakan apa yang dia lihat ke orang-orang di markasnya.

"Gue kira Alfred orang tertinggi yang gue kenal, ternyata ada toh yang lebih dari tiang listrik tajir itu." ucap Salem.

"Dia marah, mungkin kita dah remuk kali diremek sama dia." lanjut Teiron. "Apalagi disini yang cowo rata-rata menengah kebawah tingginya."

"Sebentar aku bukakan pintunya!" Tumma langsung melesat ke pintu dan ketika membuka pintu dia melihat Eudo sedang duduk di pundak pria yang tinggi banget karena Tumma cuma sedada (kurang dikit) dari pria itu. "Eudo lu ngapain di pundak orang!?"

"Ya gak apa-apa kali, temen gue ini." Eudo langsung melompat turun dari pundak pria itu.

"Terserah, itu siapa?"

"Temen gue, namanya-"

"Tuhkan! w bilang apa! dia tinggi banget liat tumma! dia cuma sedada tuh orang!"

"Njir, eh tunggu dulu, Eudo.. lu cuma sepundak orang itu?"

"Dia punya nama oi, James kenalin mereka temenku. Ehem, Tumma, Thundy, Teiron, Salem."

"Ya, aku sudah tau soal si Thundy." James langsung mengangkat Thundy sekali tanpa kesusahan. "Dompetnya terjatuh tadi di supermarket jadi, aku mengembalikan milik ya."

"James, bisa turunkan Thundy.. Dia.. Lebih tua dari dirimu aslinya."

"Eh, Ah, maaf-"

Tumma hanya menahan rasa ingin tertawanya karena melihat kejaidan tersebut.

Lalu..

"Jadi, membutuhkan pertolongan macam apa?" Tanya Emy ke James yang tadi meminta tolong ke dirinya.

"Be.. begini." James menceritakan semua masalahnya ke Emy. "Begitulah.."

"Kau kadang tidak yakin kalau dirimu adalah seorang Seme.. Tapi, James kau sudah berkeluarga, punya dua anak, menjadi seorang alpha dan pemimpin, seharusnya kau menghilangkan pemikiran macam itu."

"Tapi.. Entah kenapa aku masih suka merasa kurang percaya diri saja.."

Emy berpikir sejenak, James walaupun sudah terlihat sangat sempurna untuk menjadi seorang alpha tapi pemikiran masih seperti mereka yang bawahan. Tapi, masih ada satu cara lagi, entah mereka sudah melakukannya apa belum.

"James, kau sudah berkencan ke restoran bersama Eudo?" tanya Emy.

"Ah, pernah kok."

"Kepada siapa tagihan diberikan?"

"Aku lupa..."

Emy memijit keningnya kemudian dia membisikan sesuatu ke telinga James. James sepertinya mengerti dengan apa yang Emy ucapkan.

"Besok temui aku lagi, kita atur rencana terlebih dahulu."

"Mmm.. baiklah."

"Btw, jaketnya lepas aja, nggak usah dipake terus-terusan."

"Ah, iya.. terima kasih ya Emy." James langsung membuka jaketnya dan beranjak keluar dari kamar, tapi..

Duagh!

"Aduh, lupa pintunya nggak tertalu tinggi." Kepalanya terbentur bagian atas pintu kamar Emy.

'Lagian badan tinggi amat sih sampe 200-an lebih.' gumam Emy yang melihat kejadian itu.

Sementara itu Eudo..

"Do, si James itu pernah marah nggak?" tanya Teiron penasaran.

"Jarang pake banget, gue aja baru satu kali ngelihat marah pake kata serius."

"Separah apa kalau James marah."

Eudo berusaha mengingat kejadian saat James mengamuk (benar-benar mengamuk) satu kejadian yang parah, "Waktu itu, kita lagi interograsi salah satu perampok.. gue ninggalin James sebentar karena mau ke toilet. Pas balik tiba-tiba ada bunyi benda jatoh keras banget dari ruang interogasi, pas dilihat apa.. Si James ngancurin meja ruang interogasi sekali gebrak. Pas selesai interogasi si James lari keluar dan nonjokin pohon depan kantor yang bikin heboh, tuh pohon roboh pas tonjokan ke lima belas dan nimpa kearah jalan. besoknya dia di SP dan nggak bisa kerja 1 minggu, gaji dipotong, harus ganti rugi."

'Gila... Red ngamuk aja udah bikin teror 1 squad apa lagi James ngamuk. Bisa abis dah ni gedung digebrakin.'

Besok...

"Jadi apa perlu kalian memanggilku hari sabtu ini?" Tanya James.

"Sesuai janji, sekarang duduk dulu." James langsung duduk di bangku yang diberikan Emy, kemudian Iris dan beberapa orang datang dengan sebuah kotak dan menutupi badan James dengan sebuah selimut. Hal ini tentu saja membuat James kebingungan.

"Hm.. lebih seperti apa?"

"Sebentar lagikan Comifuro.. mending ini saja."

"Boleh-boleh, lagi pula dia kelihatan cocok loh. Badan gede plus tinggi."

"Emm.. apa yang kalian lakukan?" James mulai khawatir dengan para anak.perempuan yang berbicara dibelakangnya.

"Tidak ada, sekarang kita mulai prosedurnya." Hikari mulai memegang rambut James bersama gunting di tangan kirinya.

"Tidak! Jangan di-"

Kresss...

Beberapa saat kemudian...

"Dia jadi tambah keren sumpah." ucap Iris yang melihat hasil kerja mereka.

"Duh, kokoro-ku." kata Hikari.

"Ayolah James, kamu ganteng kok pake rambut pendek." hibur Terri yang melihat James masih melihat bayangan dirinya di cermin dengan rambut pendek dan janggutnya yang tebal sekarang berubah menjadi tipis dengan ekspresi wajah sedih.

"Tenanglah, Eudo pasti suka ngeliatnya kok." Hibur Emy.

"Aku tak yakin soal ini.."

Lalu...

"James kok belom dateng ya, padahal hampir 1 jam aku disini." keluh Eudo, tidak biasanya James terlambat sampai 1 jam lebih (biasanya hanya 5 menit.), mungkin dia pulang saja, juga James tidak memberikan kabar sama sekali.

"Eddie, maaf aku terlambat."

"Kau Ngapai-" Eudo sedikit kaget melihat James dengan penampilan baru, rambut pendek dengan kumis dan janggutnya dibuat tipis. Seperti bukan James.

"Emm.. Bagaimana menurutmu?" Tabya James.

"Siapa kamu-"

James langsung berbalik dan lari sambil menangis, "Aku Tahu ini ide buruk!!"

Eudo konstan mengejar James yang sudah kabur duluan dia tak bermaksud menghancurkan hati James. "Eh, Jammie, tunggu aku nggak bermaksud itu."

15 menit pengejaran dan petak umpet kemudian..

"Ssh, sshu, udah-udah, aku nggak sengaja, maaf ya." Hibur Eudo.

"Aku tau ini ide buruk, harusnya aku tidak datang ke mereka." ucap James yang masih menahan air matanya.

"Nggak kok, kamu tambah keren deh Jammie, aku juga suka rambut mu dibuat pendek."

"benarkah?" Eudo mengangguk dan membantu James berdiri dan memberikannya sebuah sapu tangan. "Ini, hapus air matamu. Jangan Nangis lagi ya."

Tak jauh dari situ, para tim pengintai masih memantau keadaan mereka berdua.

"Semua Bagus?"

"Aman!"

"Keadaan?"

"Aman!"

"Tunggu dulu! Ada ancaman!"

"Apa itu Hika!?"

"Kode Merah! Kode Merah! Siaga 1! Target dalam bahaya!" Terri langsung merebut teropong milik Hikari dan melihat bahayanya.

"Oh, ini tidak bagus..."

"Eddie..." James mendekatkan wajahnya ke Eudo. Eudo langsung mendapatlan Alaram apa yang akan datang berikutnya. "Ja- James Tung-"

"EUDO ELFORD!! Apa yang kau lakukan Hah!?"

"A- Ayah!?" Eudo terkejut melihat Drud meneriakinya dari belakang. Oh, sial dia ketahuan berciuman dengan James. Apa yang harus dia katakan nanti ke ayahnya. "I- ini tidak-"

"Aku takau tahu Elford! Sekarang ikut aku untuk jelaskan semua ini!" Drud menarik tangan Eudo ke sebuah portal yang dia buka. "Kau Juga Anak Muda!" dan James juga...

Well, That's Uncommon..

"Ba- Bagaimana Eudo?" tanya James ketika melihat Eudo keluar dengan wajah kebingungan dan terheran-heran.

"Ah.. apa yang terjadi barusan.." Gumam Eudo.

"Hah?"

Flashback...

"Ayah tak mau tau Eudo! Kamu harus meninggalkan hubunganmu dengan Standford, tidak ada tapi!"

"Tidak akan! aku mencintai James dan aku tak akan meninggalkannya aku sudah berjanji kepadanya!"

"Kau mau melawan hah!? -" Eudo mendapat ceramah panjang dari ayahnya karena ketahuan memiliki hubungan Dengan James. "Pokoknya Ayah akan memaksamu menikah dengan perempuan lain, titik!"

"Tidak, aku akan tetap mencintai James! aku tak akan meninggalkannya begitu saja, dia sudah terkena tekanan batin! aku tak mungkin membuat kedua anaknya terlantar jika suatu hari James mendadak menghilang!"

krik krik...

"Jadi Eudo..."

"Apa maumu sekarang!?"

"Oh, ayolah.." Drud merangkul pundak Eudo. "Kenapa kau menyembunyikan soal James?"

Tf, Did just Happend!?

Eudo mendadak speechless, 'Lha, ini bapak gue kenapa'

"Udah Tunangan?"

"Belum yah.." jawab Eudo.

"Yaudah, ayah kasih kamu 2 bulan."

"Buat?"

"2 bulan dari sekarang.. kamu harus sudah menikahi James, dengar itu, Eudo!?"

"Y- ya..." Eudo masih dihajar dengan rasa heran. 'Ayah w kenapa ini!?"

Note :Eudo nggak tau kalau ayahnya sebenarnya menerima semua hubungan asal mereka mempunyai anak. Lucky you, Eudo Elford karena James punya dua anak (Della dan Frans).

Flashback end..

"2 Bulan!? Menikah!?" James tentu saja kaget mendengar batasan waktu yang diberikan ayahnya Eudo untuk menikah. "Jadi..."

"Ayah mau kita lebih serius Jammie.. yah, ku sendiri juga kaget mendadak ayah suruh kita menikah dalam waktu dua bulan."

"Kalau begitu." James merogoh sesuatu dari katung jaketnya, "Aku tau ini bukan cincin yang baru, karena ini bekas istriku. Tapi, Eudo.. maukah kau menikah denganku?"

"James, aku..."

"Aku tau kau pasti bingung melihat aku membawa cincin lamaku dikantong, yah.. aku belum bisa melepaskan memori dengan istriku yang dulu."

"Tentu James.. aku tak mungkin menolaknya."

Diluar kediaman Mayer para pengintai masih memantau keadaan James dan Eudo, "Girls, We got a reaalllyy good news..."

Lalu...

"Apakah kita akan beritahu mereka?" Tanya James.

"Nanti ajalah, mereka palingan belum tahu kok." Eudo membuka pintu markas, "Kami kemba-"

"SELAMAT DATANG PASANGAN BARU!!"

"Eh, Apa!?" Eudo dan James terkejut melihat para anggota lainnya sudah mempersiapkan kehadiran mereka berdua.

"Selamat ya, Eudo dan James. Kami mendengar kalian akan menikah dalam dua bulan ini." ucap Yuki.

"Well, yah.. tunggu kalian tahu darimana?"

"kami, kau tidak tau kan kalau kalian berdua kami ikuti tadi." jawab para gerombolan perempuan sarap.

"Pantesan..."

"Ayah, Papa.. selamat ya."

"Oh.. Della, Frans, terima kasih sayang."

It's Santy Clause with Short hair.

"Barang? cek! Komik? Cek! Makanan? Cek? Uang? Cek!"

"Kostum? Cek! Kwitansi? Cek! Pernak-pernik? Cek! Semua sudah siap!"

"Mereka pagi-pagi sudah sibuk ya.." kata Amelia yang melihat Iris dan Red sudah mulai benah-benah barang.

"Iya Iyalah, mereka kan jualan di Komifuro, jadinya mereka udah sibuk dari bulan lalu, Red sendiri jarang tidur karena ngejar deadline sama selalu cek tempat print dan nunggu barang kiriman dia datang." sambung Revan dan mengambil biskuitnya.

"Lu sendiri gimana? Datang?"

"Nggak dulu tahun ini, ada Nigou jadinya nggak dulu."

"Ooh.. w dateng ah nanti sekalian cari-cari pernak-pernik.

Kita ke Hotseat dulu...

"Ayah, aku boleh kelilingkan?" tanya Nigou ke Red.

"Hati-hati ya, ini rame banget loh, kalau tersesat langsung ke pusat informasi ya." Red memberikan Nigou sejumlah uang kalau dia mau membeli sesuatu.

"Terima kasih ya ayah! Yuk Flore, Frans, Della, sama Ney kita jalan-jalan."

"Ayuk!"

Tunggu dulu! Ngapain Flore sama Ney ada!?

"Tuh, anak berdua minta ikut, yah, lu juga liatkan siapa yang kudu gantiin si bego itu dan si Zen, Arie, Tumma malah minta ikut." gerutu Thundy yang duduk diantara Iris dan Red.

"Ya jangan ngomel gitu lah.." ucap Red.

"Lihat itu! ada Santa!" kata Ney.

"Ney, ditempat ini mana ada Santa- eh iya, Nigou! itu Santa!"

"Hah! Eh, kok ada santa disini?"

Ney menunjuk seseorang tinggi, tegap, membawa kapak, dan memakai penutup mata di mata kanannya. Btw, itu James lagi cosplay Thor : IW ya, bukan Thor beneran.

"Boleh aku akui, James kau kok bisa ngepas ya pake kostum Thor." ucap Eudo dengan kostum Loki.

"Ah.. benarkah?"

"iy-"

"Santa kok rambutnya pendek? habis potong rambut?" Tanya Flore dengan polosnya disebelah James.

"Sa- Santa?" James tentu kebingungan melihat Flore mengucapkan Santa bukanya Thor.

"Iya, kemarin natal.. Santa bawa Hadiah buat Flore, Nigou, sama Ney.. rambutnya panjang sama janggutnya juga." ucap Ney polos.

Eudo hanya menahan tertawanya, "Ya ampun, anak-anak ini jangan-jangan mereka dapet hadiah dari Thor yang nyanar jadi santa.' ujarnya.

"Kalau beneran gimana jadinya ya? Eudo..."

"Hah!?" Eudo langsung menatap keatas.

"Ups, maaf 4th wall. H3H3, up dulu ya gayn."

"Eudo kenapa?" tanya James bingung.

"Ntah.."

"Lah, paman Eudo? kalau gitu kemarin yang jadi santa itu paman james dong." kata Nigou dengan polosnya.

Eudo langsung tertawa diikuti seseorang lainnya yang langsung digotong sama dua orang lainnya. "Duh, lu sih nggak liatin Tumma." keluh Zen.

"Ya maap, kan gue nggak liat." balas Arie

Robot duel

"Lapar, makan yuk!" ajak Frans.

"Yuk!" mereka berlima langsung menuju sebuah kedai Ramen dan ketika masuk keadaannya cukup ramai.

"Hei, Hei! pelan-pelan makanmu!" ucap seorang pria yang membawa panah.

"Aku terlalu lapar!"

"Ya tapi, pelan-pelan bisakan!?"

"Bisa tapi aku tak mau kalah dari si robot itu!" pria robot itu menunjuk pria lainnya yang sedang makan ramen dengan kecepatan tinggi. tentu saja, pria yang ditunjuk langsung berhenti dan menatapnya dengan tatapan tidak senang. oh aku lupa menyebutkan siapa yang ditunjuk.

"Huh, kau kira kau bisa mengalahkan aku?" ucap Kenji, yup...

"Hei, udah Ken lebih baik jangan." lerai Kazuma yang duduk didepannya.

"Oh ayolah, siapa takut!"

'Nigou, lihat deh, bakalan ada lomba nih.' bisik Della ke telinga Nigou.

"Hmm.. ya, begitulah." Nigou kembali menyeruput Ramennya.

Lalu..."Sepertinya mereka sudah selesai tuh." Ney melihat kearah kompetisi dua sableng barusan.

"Hmph, ku akui kau cukup tangguh."

"Kau juga." Mereka berdua kemudian berjabat tangan. "Ken!"

"Gen!"

Sementara itu, Kazuma dan Hanzo (OW) masih menatap kedua sableng itu dengan wajah speechless sembari melahap roti melon yang mereka beli.

"Apa yang barusan kami lihat ini..."

A Drunken Ronin

"Yamagi.. itu siapa?" Takano melihat Yamagi membawa seseorang (diketahui dari cara berpakaian kalau pria itu mengembara.) pria di punggungnya, pria itu juga mabuk berat.

"Pelangganku, dia mabuk berat karena minum satu botol sake buatanmu, Takano." Yamagi duduk di sofa dan bermaksud menaruh pria tersebut agar tidur di sofa, tapi pria itu menolak melepaskan tangannya dari Yamagi dan mengeluh tanpa menengik. "Hei, Lepaskan dong."

Yang lain mencoba melepaskan pria tersebut tapi gagal. Pria itu malah mengejek para penariknya karena gagal menarik lepas dirinya dari punggung Yamagi.

"Haa.. terpaksa aku menemani pria ini satu malam." ucap Yamagi.

"Ayah.. kenapa mereka mau memisahkan kita, aku tak mau ayah pergi lagi."

"Pfft.." Yamatabi menahan rasa tertawanya setelah mendengar alasan pria tersebut tak mau lepas dari Yamagi. "Hei, maaf sudah mengganggumu, namamu siapa?" Tanya Yamatabi.

Pria itu hanya menengok sebentar lalu kembali ke semula, "Ryoma Wakatoshi."

"Ooh, Ryo-" mendadak Yamatabi terdiam

mendengar nama orang tersebut, bahkan Yamagi juga menjadi beku karena mendengarnya.

Prang!!

Haya menjatuhkan gelas berisi teh yang dia bawa setelah mendengar nama Ryoma. Tentu hal ini membuat para anggota lainnya kebingungan, bagaimana satu orang ini dapat membuat Kunihiro bersaudara menjadi diam tanpa kata hanya dengan namanya?

Yamagi naik ke kamarnya tanpa berbicara, Yamatabi membantu Haya membersihkan bekas pecahan gelas juga tanpa berkata satu patah kata sama sekali. Mereka semua memasang ekspresi kosong, tanpa ada senyuman ataupun ekspresi lainnya, mata mereka juga kosong.

Malam bertambah larut dan Yamagi belum tidur, dia menatap keluar jendela sembari duduk di platform jendela kamarnya. Yamagi melihat kearah Ryoma yang tertidur pulas di kasurnya.

"Apa yang membawamu kembali... Ryo."

End..