Chapter 91 : UnXpected Pair Scene.
How James fallen for Eudo. (James x Eudo)
-8 bulan yang lalu-
"K- kau.. Repot-repot mengurusku, biarkan aku sendiri.. Eu." James memcoba membuat Eudo tidak ikut campur soal keadaannya yang sangat memprihatinkan karena dia sedang sakit akibat terlalu down akibat kehilangan istrinya.
Eudo hanya menghela nafas kesal, Fyi... Ini sudah hari ketujuh semenjak James sakit-sakitan dan dia jarang sekali makan dan lebih banyak menangis. Menurut pengakuan Della, ketika dihibur, ayahnya hanya akan tersenyum sebentar dan kembali bersedih saat semua orang pergi.
"Frans.. dan aku, hanya ingin ayah kembali bahagia seperti saat ada mama. tapi, itu susah sekali karena ayah sangat emosional." jelas Della saat ditanya oleh Eudo bagaimana keadaan James.
"James, tolong terima pertolongan kami, kami mau menghiburmu. Ditambah kepala polisi sudah mengetahui keadaan dirimu yang depresi" Eudo membuka tutup panci yang bawa dan menyendok bubur dari panci tersebut. "Makanlah, kau belum makan, lalu kau juga dehidrasi, dan sedang sakit. Jangan rusak dirimu James, kau tak ingin anak-anak sedih karena melihat ayah mereka tak berdaya setelah kehilangan ibu mereka, bukan mereka saja, kami semua yang ada disekitarmu juga merasakannya."
"Kau.. kenapa begitu menghawatirkan diriku?"
"Kau sudah seperti bagian dari keluargaku sendiri, hampir.. Kau juga sangat peduli dengan semua orang di kantor, membuat semuanya bahagia."
James hanya terdiam mendengar perkataan Eudo. Entah kenapa, dia merasa sesuatu yang berbeda, Dadanya mendadak menjadi sesak dan jatungnya berdetak begitu cepat. Tunggu kenapa dia malah menjadi deg-degan ketika Eudo menyuapinya, tangan yang lembut itu ketika menyapu sebuah bubur yang tertinggal di pipinya membuat James tambah memanas.
'Ke- Kenapa aku mempunyai rasa untuk Eudo!? A- aku ini pria, dan dia juga pria...' pikir James.
"Sudah ya, kau minum obatnya dan istirahat. Aku akan kembali besok kesini, anak-anak juga sudah aku buatkan makanan, jangan khawatir stok persediaanmu juga sudah ku isi semua." ucap Eudo sembari membereskan peralatan makan dan panci kecil yang dia bawa untuk menyuapi James. Ah, James tak ingin Eudo pergi. Dia masih ingin bersama dengan Eudo untuk sementara waktu. "E- Eu..."
"Ya?" Eudo berbalik untuk melihat kearah James.
"Bi- Bisakah, Kau- Temani aku sebentar..."
"Hmm, baiklah.. tetap disitu aku bereskan ini dulu."
Lalu...
"Temani aku tidur.. Eudo..."
"Iya... Misi!" James bergeser untuk memberi Eudo tempat tidur. Mereka kemudian menutup mata mereka dan terlelap bersama-sama.
Beberapa saat kemudian, James terbangun dari tidurnya dan melihat ke Eudo yang masih terlelap di tidurnya. Ketika dia melihat Handphone nya, sudah jam setengah enam sore.
'Aku lapar lagi.' James bangun untuk mengambil makanan di kulkas dan memanaskannya juga dia perlu membuat makan malam untuk Della dan Frans. Saat dia mau melangkah ke pintu kamar, James mendengar Eudo memanggilnya dengan suara yang pelan. James menengok dan melihat Eudo masih tertidur pulas, dia hanya tersenyum dan mendekati Eudo yang tertidur pulas di kasurnya kemudian mencium kening Eudo sebelum beranjak pergi.
That Hyper Reflects, tho! (No Pair)
Memfoto kejadian absurd sebenarnya bukan sebuah hal yang aneh lagi. Apalagi, kalau foto itu tersebar di grup chat squad. Biang keladinya mulai dari Alpha, Ethan, Zen, dan Eris dan sasaran mereka, siapa saja, apa saja, dan dimana saja asal disitu ada kamera SLR maupun HP sekalipun dan sekali pernah mereka katahuan dan foto target tergantikan dengan foto mereka sedang dihajar oleh target mereka.
Kali ini target mereka adalah Ryoma yang sedang membawa sebuah teh. Bagi mereka ini unik karena Ryoma memakai sebuah jubah penutul di tangan kanannya yang panjangnya sampai menutupi satu badan. Mereka pikir suatu saat Ryo akan tersandung jubahnya sendiri. Namun, karena Eris dan Zen sedang asik jalan-jalan dengan beberapa anggota lain, hanya tersisa Alpha dan Ethan yang mau memfotonya.
"Lepaskan jubahmu, kalau kau tersandung bagaimana?" ucap Yamagi yang sedikit khawatir dengan jubah sepanjang tubuh itu.
"Ah, tak apa, aku sudah terbiasa berjalan seperti ini." Ryoma berjalan menuju sebuah lantai yang masih licin karena bekas di pel barusan. Dia kehilangan langkah saat mau menginjak kakinya yang lain di lantai yang licin tersebut. Melihat kesempatan ini, Alpha dan Ethan langsung keluar dari pojok ruangan dan bermaksud memfotonya, tapi, ketika dilihat hasilnya hanya ada sebuah foto gelas penuh teh dingin berdiri tegak dilantai tersebut.
–Mana Ryomanya!?
"Hah, kalian kira dapat mempunyai sebuah foto memalukan dari diriku?"
–Ini bukan sebuah pertanda yang bagus...
Lalu..
Helpme,Eriiiiiiis : Tadi siang, ada yang dihajar lho sama Ryoma. *Tag Ethan dan Alpha di foto yang sudah diedit.
MasterofMischief : Sialan kau Eris!!
Bloodthirst Demon General Ryoma. (Setelah Yamagi menerima Ryoma kembali, No Pair)
"Guru, kau tak pernah menarik pedang lamamu lagi, ada apa? sepertinya kau dulu sangat menyukainya." Tanya Ryoma setelah latihan penuh bersama Yamagi.
"Hmm.. biar kutunjukan.." Yamagi mengambil pedang lamanya yang terpajang di ujung ruangan. Ketika dia menariknya tentu Ryoma sangat terkejut melihat keadaan pedang tersebut. Pedang itu hanya setengah Dari panjang asli pedang tersebut. "Kenapa?"
"Pedang ini telah hilang nyawanya demi diriku, seorang musuh berhasil mematahkannya menjadi dua ketika kami sengit bertarung."
"Oh, aku teringat sesuatu..." Ryoma mengambil sebuah pedang yang dia bawa sebagai cadangan. "Entahlah, semua pandai besi entah kenapa selalu menolak untuk memperbaiki pedang ini karena terbelah dua. Tapi, lagipula pecahan pedang ini aku menemukannya saat sedang menyusuri sebuah sungai."
'Ah.. Jangan-jangan ini...'
"Terbangunlah! Onimaru!" Yamagi menarik pedang lamanya dan seketika dia memakai jubah besi berwarna hitam metalik.
"Woaaah! Kau terlihat luar biasa dengan jubah tersebut guru!" ucap Ryoma kagum.
"Sudah lama sekali sejak aku memakai jubah ini..." Yamagi menatap tajam kearah Ryoma, tentu Ryoma merasa ada yang tidak beres.
"Ah- Ada sesuatu- Ugh!" Yamagi memukul Ryoma tepat diperut dengan salah satu gagang pedangnya dan benar saja dia bisa merasakan perbedaan aura yang keluar dari tubuh Ryoma.
"Sudah kuduga, ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhmu, Ryo.."
"Cih, aku kira kau tak akan pernah merasakannya!" Sosok Ryoma mulai berubah menjadi seorang berambut putih pucat dengan mata menyala, gigi taring memanjang, dan kulit yang pucat. Dan juga, dia bukan Ryoma yang Yamagi kenal.
"Hmph... Kita lihat... Ternyata kau yang merasuki muridku."
"Heh.. Kau sendiri juga menelan lekuatan salah satu pasukan terbaikku."
"Oh, itu karena dia lengah saat mencoba melawanku dulu dan aku mendapatkan sesuatu yang lebih hebat darinya." Yamagi tersenyum gelap kearah iblis tersebut. "Tapi, aku tak akan menggunakannya ke dirimu." Yamagi kembali menjadi manusia jubahnya menghilang layaknya asap diudara, dia mengambil sebual bell kecil dan membunyikannya.
"Ada apa memanggilku?" Shiki kemudian muncul dari udara tipis dengan wujud manusianya. "Iblis... sedang apa dia disini?"
"Shiki, kawanku.. supresi kekuatan dia. buat dia lemah agar tidak dapat mengendalikan muridku." perintah Yamagi.
"Baik Yamagi." Shiki mengamati sang iblis tersebut dan mulai menggunakan sihir untuk melemahkan kekuatan iblis tersebut.
'Dia bukan iblis biasa, tapi seorang pemimpin pasukan. ini akan membutuhkan banyak energi.' ujar Shiki.
"Kau tak akan bisa menahanku! aku akan- A-" sang iblis sempat tertegun ketika merasakan sesuatu yang lebih mengerikan berasal dari Yamagi akan datang. Shiki memanfaatkan kesempatan ini untuk menahan kekuatan iblis itu dan akhirnya dia berhasil, Ryoma kembali kesemula tapi dia langsung terjatuh ke lantai.
"Haa.. Haah.. Terlalu memakan banyak tenaga."
"Kau tak apa?"
"Lelah... Terlalu banyak mengeluarkan tenaga."
Lalu...
"Hah? Apa yang terjadi?"
"Ah, sudah bangun." Yamagi menaruh nampan yang membawa makan siang milik Ryoma. "Maaf ya, aku memukulmu terlalu kuat sepertinya dengan Onimaru."
"Agh.. Tak apa.."
Shut up and let me sleep with you. (Hanzo x Hayabusa.)
"Apa yang kau lakukan disini!?" Haya Terkejut melihat seseorang sedang bersantai di kamarnya ;Seorang Pria berambut merah keunguan sedang selonjoran diatas kasurnya. Tentu ini bukanlah hal yang bagus karena kalau kakaknya melihat bisa-bisa pria itu ditendang keluar.
"Berisik, biarkan aku tidur disini! " keluh Hanzo dan medekap kepalanya dengan bantal milik Haya.
"Hei, kau tidur dilantai! itu kasurku! Dan itu bantalku! Ambil kasur dan bantal cadangan di lemari!" Perintah Haya tapi Hanzo tak bergerak sama sekali. "Hanzo!"
"Nggak! Aku mau disini!"
"Han!"
"Tinggal tidur aja sih! Ambil bantal trus tidur satu kasur!"
"Terserah!"
Beberapa Saat Kemudian..
Yamagi masuk ke kamar Haya untuk memastikan Haya sudah tertidur pulas atau belum karena dia mau mengambil beberapa barangnya yang Haya pinjam tadi siang. Dia melihat Haya sudah tertidur pulas dan masuk perlahan-lahan dan mengambil barang yang Haya pinjam. Yamagi kemudian mengecek Haya yang tertidur, tapi dia sangat terkejut dengan adanya tambahan di kasur Haya, tepatnya ada seseorang yang dia benci disebelah Haya (ditambah dia mau melepar orang tersebut lewat jendela.), Tentu Hanzo yang tertidur pulas (dan berpelukan dengan Haya) membuatnya terpelatuk, tapi karena mereka masih tidur dan dia kasihan dengan adiknya, besok pagi hari saja dia menghajar Hanzo.
Change your Style (Ryoma x Murad)
'Tenanglah Ryoma.. Kau akan bertemu dengan anak muda itu lagi... Karena minggu kemarin gagal jumpa akibat sakit.' Ryoma mencoba merapihkan pakaiannya untuk menjaga apa dia berpakaian benar apa tidak. Apalagi, perbedaan umur yang sangat jauh(ditambah tampang Ryoma sudah seperti orang 40 keatas.) pasti akan dilihat aneh oleh orang-orang. Btw, cuacanya masih dingin walaupun salju sudah mulai mencair. "Brr.. walaupun aku menggunakan Kimono tebal tetap saja kedinginan.."
"Ah, Ryoma! Sebelah sini!" seseorang memanggilnya dari sebelah timur, Ryoma menengok dan melihat orang yang dia cari namun.. ada yang berbeda.
"Mu- Murad?"
"Lama tak berjumpa, sudah 4 tahun tak bertemu denganmu." sekarang pria yang dia cari berambut putih jabrik, padahal dulu dia berambut coklat jabrik dan bertambah tinggi sedikit. "Ah, maaf aku belum sempat berganti pakaian, baru pulang sekolah."
"Oh.. tak apa kok Murad..."
"Kau kedinginan? maaf.." Murad melepaskan syal kuning bergarisnya dan memberikannya ke Ryoma. "ini.. pakailah."
"Haa.. Tak apa, aku sudah memakai penghangat kok di dalam bajuku."
note :
Murad tuh, Mukanya Kuudere tapi Sifatnya Tsundere.
"Bagaimana jika kita jalan sekarang, kalau nanti keburu malam." Ajak Ryoma dan mereka pergi dari tempat mereka bertemu. Tapi, mereka tak sadar kalau sedang diawasi oleh teman-teman murad.
"Aku tak tau kalau selera Murad itu Om-Om 40-an."
"Hihi, tapi ya, Murad itu emang udah cute dari tampangnya. Ya jelas, pasti diburu sama banyak orang."
"Iya sih, tapi kita nggak boleh berburuk sangka dulu, siapa tau itu seseorang yang dia sudah kenal sejak lama. Pamannya mungkin."
"Udahlah, mending kita rahasiain dulu aja. Nanti disekolah baru kita introgasi dia."
(C)Old but not Cruel, Sweet inside sour outside. (Harada x Kazuma.)
"Terima Kasih untuk hari ini!" semua orang langsunh berbenah dan meninggalkan Dojo, kecuali Tartagus dan Kazuma yang mulai bersih-bersih setelah latihan ; disapu, dipel, dilap, sampai bersih. Tak sengaja saat sudah selesai, Tartagus kehilangan pijakan akibat lantai yang licin ditambah dia sedang memakai kaus kaki.
"A- Aduh.. Kakiku.."
"Haaa... Terkiril?" Tartagus mengangguk dan Kazuma langsung menggendongnya ke ruang tengah dan meminta bantuan Genbu untuk mengobati Tartagus. Tartagus dibawa ke kamarnya oleh Genbu dan kemudian Seiryuu datang menemui Kazuma.
"Tuan Kazuma, Tuan Harada datang untuk menemui dirimu."
"Haa.. Biarkan dia masuk."
Tak lama kemudian, Harada muncul dipintu ruang tengah bersama senuah versi mini dirinya dan Kazuma.
"Kazuuuu~ Ugh!" Sebuah tendangan tepat diwajah mengenai Harada.
"Apa maumu?"
"Uuh.. Seperti biasa kau masih kasar.."
"Kau mau aku hajar lagi!?"
"Haaa.. Kazu, Jangan seperti itu lah." Goda Harada dan dia langsung memberikan Chibi Kazuma ke Kazuma. "Ini, Chibi Kazu, semua di markas mendapatkannya sesuai dengan wujud pemiliknya."
"Ha?"
"Semua orang dapat sesuai dengan diri mereka, sebenarnya sih ini ciptaan si Gundam (Panggilan Harada ke Max) dia membuat duplikasi semua orang tapi versi mini." Jelas Harada dan melepaskan Kazu-Mini dari pundaknya. Chibi dan Kazuma saling bertatapan setelah beberapa saat Kazu-mini menaiki punggung Kazuma dan hinggap di pundak Kazuma.
"Tidak, Ah.. Kazu, aku boleh numpang berendam ya.."
"Cih, yaudah sana!" Harada langsung keluar bersama Mini-Hara diatas kepalanya.
'Hmph.. dasar.. Hara Bego..'Kazuma sedikit mengalihkan perhatiannya ke Chibi Kazu yang turun dari pundaknya. "Nee, Chibi..."
"Terkadang apa kau sendiri juga suka merasa kesal dengan Chi-Hara? Walaupun yah, kau menyukainya.." Chibi hanya mengangguk dan duduk dipangkuan Kazuma. "Berarti kita sama ya..."
Kazuma tak sadar kalau Harada masih memperhatikan kelakuan dirinya bersama Kazu-mini, tentu ini sedikit membuat Harada tekekeh dan pergi ke tempat mandi.
"Lihat itu Chibi, Kau lihatkan kalau mereka itu menyukai kita. Bukan membenci kita."
Malamnya...
"Hihi, jadinya 'Unik' kalau melihat para 'Unique' mempunyai sebuah partner mini di sebelah mereka." komentar Iris yang melihat versi mini dari Harada, Kazuma, dan Ken saat makan malam.
"Seon..."
"Ya gimana lagi kakek.. Tapi, ya memang lucu sih melihat kalian berenam." komentar Tartagus. "Kalau dilihat mereka mempunyai sifat seperti kalian."
"Dan juga kemampuan seperti tuannya, Ya kan? Chibi?" Chibi-Kenji mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Uuh... Aku juga mau jadinya..." ucap Kim yang melihat tiga petite Unique Hero sedang makan bersama mereka.
"Kazu~"
"Apa-"
Hap!
"Ap- Apa Yang kau lakukan bodoh!" Kazuma mendadak kaget dan blush ketika sebuah sumpit mendarat dimulutnya.
"Hehe, tak apakan?"
"Cih, kalau sampai- MEREKA JADI MENIRU KITA BODOH!!!" Kazuma tambah terkejut ketika melihat Hara-chibi dan Kazu-mini malah suap-suapan berdua.
"Hee.. kan bagus.."
"Apa yang bagus dari itu Tolol!!" Sembur Kazuma yang mukanya bertambah merah.
Iris yang melihat itu hanya tertawa kecil dan diam-diam merekam kelakuan kakeknya untuk disimpan di komputernya nanti, Tartagus hanya terkekeh begitu juga dengan Kenji yang melihat kelakuan Kazuma dan Harada ditiru chibi, Kim hanya makan seperti biasa karena bukan hal jarang lagi sih, terutama soal Harada yang suka numpang makan, mandi, tidur di kediaman Aokiryuu, itu sudah biasa sejak dia masih kecil.
'Selalu berakhir dengan ngomel-ngomel ke tuan Harada.' komentarnya.
Up Gayn Hehe..
