Chapter 101 : Bad Luck Day.

Rosy :

Chap sebelumnya :

Yamagi : *sigh, Tato milik Yaku bermotif Iblis, Kau memangnya mau menamai anakmu dengan sebutan Oni atau Akuma? Tidakkan?

Yaku : Memang dari besi ringan agar mudah membawanya tapi, digunakan untuk berpijak bagi seorang pria besar paruh baya? Sangat tidak menyenangkan!

Now :

Me : Enak, tapi enakan dirumah sendirilah dan tak ada 3sum.

Yamagi : Tidak, Kami hanya suka memanggil satu sama lain sebagai 'Saudara' karena 'Serumpun'. Dan Soal Onimaru patah *Sigh Itu sudah lamaaa sekali dan aku tidak Dual-Wield hanya kadang suka berganti-ganti pedang.

Note : Untuk kelakukan Murad, bisa cek chapter ke 98 bagian bawah.

Ryoma : Dia minum Matcha (Teh hijau) yang pekat, aku memang suka minum teh hijau dengan kadar teh yang tinggi sih. Soal Manju... *blush Bukan Urusanmu...

Eudo : Iya! Jadinya aku cuman sepundak dia, seleher ayahnya, se-kuping Adiknya!

Alu : Paman Ricther tidak pernah menikah, masih Bujang, dan juga kalau ada yang mau dengannya pasti akan ketakutan dengan sikapnya akibat dengan senang hati menghabisi/menghancurkan siapa/Apapun bagi yang dia anggap buruk.

Oke.. Udah kan? Yaudah.

"Yamagi, kalahin skor gue bisa?" tantang Sapphire

Yamagi hanya tersenyum mendengat tantangan tersebut tapi, ia punya rencana yang lebih bagus. "Apa hadiahnya?"

"Kalau kau menang, gue makan ditempat lu dengan harga dua kali lipat!"

"Kalau kalah?"

"Free makan 1 kali lah hehe!"

"Ok tapi, Jangan aku yang main, tapi dia..." Yamagi menaruh Reha yang sedang makan eskrim didepan mereka semua. "Dia yang jago disini."

"Apa?" Sapphire menunjukan game DWTD di HPnya. "Oh, itu? game entah kapan di HP gue yang dulu. Dah lama nggak liat sama maen." kata Reha. "Dah, karatan aku kayaknya maen gituan lagi."

"Bisa kalahin skor gue nggak?" tantang Sapphire.

"Nggak, tapi bisa dicoba." balas Reha dan mengambil HP Sapphire. "Tunggu berapa menit ya."

Beberapa menit kemudian...

"Nih, Best Score baru."

2871!

"Ba- Bagaimana bisa!?"

"Kalau kau lihat ekspresi Reha main tadi, kau bakalan tau gimana." kata Yamagi. "Nah, inget janji kau, bayar dua kali lipat kalau pesen makan di tempat gue. Oh, tambahan, hanya boleh beli paket ya, Duren!"

"Ah, sial, salah nantang orang!" gerutu Sapphire yang merasa rugi sekarang.

Semasa Sapphire tidak melihat. Yamagi mengirim pesan ke beberapa orang terdekat Sapphire,

Kunihiro : Hei, Sapphire ngasih tantangan ke gue, kalau dia kalah bakalan bayarin kalian makan.

Edgarjing : Gimana hasilnya?

Kunihiro : Seperti apa yang gue perhitungkan, gue kasih HP ke Reha dan dia kalah.

Abah-De(n)ma(r)k : Kejam, tapi asik! Emang kalah berapa si sapphire sama Reha?

Kunihiro : Reha dapet skor 2871 dan dia bilang ke gue, "Itu skor baru, soalnya biasanya aku maen cuman bisa sampe 2100 atau 2300-an doang."

Abah-De(n)ma(r)k : Aje Gile!

Kang Ojek Naga : Segila apa Reha bisa dapet segitu!?

Kunihiro : ntah, dia yang cakap

dah, Itu intro doang.

~About Nigou and Arthur~

Kemana Nigou pergi, disitulah Arthur berada.

Semenjak hari dimana kedua anak anjing ini bertemu, mereka seperti tidak dapat dipisahkan. Arthur sendiri selalu mengikuti Nigou kemenapun dia pergi di sekolah, kecuali toilet. Mereka telalu lengket entah siapa yang memulai duluan antara Nigou dengan Arthur. Soal hubungan mereka, Arthur sudah terkenal sebagai 'Malaikat penjaga' Nigou karena dia tidak akan membiarkan sesuatu atau seseorang menyakiti Nigou.

–Teringat saat Arthur menggeram sangat keras karena kakak kelas itu menjatuhkan makan siang milik Nigou yang berakhir dengan pemukulan, untung berhasil dihentikan sebelum guru mengetahui perkelahian mereka berdua.

Sementara reaksi Nigou soal Arthur? Dia hanya bersikap apatis soal tersebut, kecuali kalau Arthur mengganggu konsentrasi belajarnya baru Nigou akan bertindak dengan mencubit pinggang Arthur.

~Kejam~

Della, Frans, Ney, dan Flore sedang asik main Ludo saat guru kelas mereka sedang tidak hadir. Memang tugas sudah ada, tapi seperti biasa, tugas nanti, main utama.

–Diketahui kalau tugas mereka nanti baru mau dikerjakan ketika Nigou sudah selesai terlebih dahulu Alias Nyontek punya Nigou.

Frans sudah merasakan kalau kemenangan akan diterima olehnya karena ia tersisa satu pion ditambah sudah dekat dengan garis finish, hanya saja belum masuk daerah aman.

'Dapet lima dan aku menang!' ujar Frans.

Flore, Della, dan Ney masih jauh dari kata selesai akan tetapi, Ney dapat membuat Frans menjerit karena pion mereka berdekatan. Jika Ney mendapatkan 4 maka habislah dia.

"Ney, Jalan!" kata Della.

Ney mulai mengocok dadunya dan melemparkan dadu tersebut ke meja. Frans merasa deg-degan karena Ney melempar dadu tersebut dan angka yang keluar belum terlihat.

'5 atau 3! 5 atau 3!'

Dan angka yang keluar adalah-

"Asik, 4!"

"TIDAAAAAAAAK!!"

"Satu." Ney memasang wajah jahatnya sembari menggerakan pion miliknya.

"Dua."

"Tiga."

"Tidak akan aku biarkan!"

"Flore tahan dia!" Perintah Della, Flore dengan cepat langsung menahan Frans yang mencoba menahan Ney agar tidak menggusur pion miliknya.

"Eeeeeemmmmpaaaat!" Pion milik Frans terlempar cukup jauh sampai tak sengaja mengenai belakang kepala Nigou yang sedang mengerjakan tugas sampai terlempar ke atas. Pion yang terlempar keatas tersebut ditangkap oleh Arthur dan melemparnya kembali ke arah para pemain Ludo tersebut. Ney, Della, dan Flore cepat tanggap dan menghindar, tapi tidak untuk Frans yang dahinya menjadi korban lontaran pion dari Arthur.

~Counter Attack~

Masih di pelajaran yang sama akan tetapi setelah kejadian Pion tadi. Arthur mencoba sebuah permainan yang diberikan Nigou. Dia harus menyeimbangkan sebuah boneka ketika dia mencoba untuk membuat boneka tersebut turun dengan menghilangkan bagian pilar dibawahnya.

Arthur mulai bersiaga untuk menghilangkan pilar bagian paling bawah. Ia memukul bagian pilar itu dengan sebuah palu kayu kecil yang menjadi bagian permainan tersebut. Akan tetapi, ia memukulnya terlalu kencang sampai terlempar ke Nigou dan mengenai pipi kanannya. Nigou menangkap bagian tersebut dan melemparnya kembali dengan cepat ke Arthur.

–Kali ini, Dahi Arthur yang menjadi korban lemparan benda.

~Tersedak~

"Nigou, bagi mie-nya boleh?"

Nigou memberikan mie cup miliknya ke Frans. Sekarang mereka sedang pulang sekolah, Nigou menyempatkan membeli sebuah mie cup. "Nih."

"Baiklah, aku minta ya!"

"Jangan banyak-banyak!"

Baru saja Frans memasukan mie yang ia ambil ke mulutnya, mendadak ia tiba-tiba ia tersedak dan batuk-batuk. Mie yang sebelumnya sudah ada di dalam mulutnya langsung terlontar balik kedalam gelas. Nigou menatap Mie cupnya yang menjadi terkontaminasi dengan batuk Frans.

"Emmm.. Nigou, Maaf-"

"HEAAAAHHH!" Arthur membanting Frans ke tanah, Frans mencoba bangun tapi Arthur kembali menerjangnyanke tanah.

–Dibelakang, Flore memberikan sebuah mie-cup baru untuk Nigou.

~Rencana Liburan nanti~

"Liburan nanti kita ngapain?" tanya Della.

"Apa aja boleh, ke rumah kakekku boleh, kan bagus tempatnya." kata Nigou.

"Ke pantai gimana?" tanya Flore.

"Ke Gunung?" saran Frans.

"Kita kemah lagi?" Flore dan Nigou langsung menatap tajam Ney. "Oke, Jangan kemah."

"Emangnya kenapa kalau kemah? Kok kalian langsunh memasang muka benci?" tanya Arthur.

"Kami suka kemah." Nigou menghela nafasnya. "Tapi, Kemah kemarin berakhir bencana."

"Untung dekat rumah kakek Nigou." sambung Flore, "Kita jadinya selamat atau kita bisa kelaparan."

"Arthur? nggak punya ide?" tanya Ney.

"Aku nggak pernah kemana-mana kalau liburan." jawab Arthur.

'Anak rumahan banget.' komentar Nigou.

~Cannot Sleep~

"Tadi malam, aku sama orang tuaku..."

"Ih, Udah gede tidur masih dikelonin." goda Della.

"Bukan begitu... Tapi, aku kena mimpi buruk semalam." kata Nigou.

"Alasan yang bagus, tapi memang seperti itu sih kita juga." ucap Arthur, Della dan Frans ikut mengangguk.

"Kalau aku lebih mendusel ke Nenek soalnya Papa kalau tidur kepulesan sih." ucap Flore.

"Kalau Ney gimana? tidur sama siapa?" tanya Arthur.

"Aku balik tidur lagi aja, soalnya kakak kalau tidur kakinya nggak bisa diem." kata Ney diikuti dengan tepuk tangan yang lain.

~Triplet Dad~

Ridder belum mengetahui kalau Jin itu merupakan kembar tiga, karena itu ketika dia melihat Hayate dan Aka dia sangat terkejut dengan mereka berdua. Hal ini terjadi beberapa hari yang lalu.

Flash back :

"Tumben kau kesini." Jin menyapa Ridder yang berkunjung ke markas.

"Ya, hanya berkunjung melihat seorang sahabat baru." balas Ridder dengan senyum penuh arti.

"Haha, Lucu, senyummu penuh arti untuk mengacau disini."

"Oh ayolah, aku juga membawa Arthur kesini."

"Hai paman."

"Hei kawan, sana sampar Nigou dia dikamar." Arthur mengangguk dan langsung menuju ke kamar Nigou. "Kau ke ruang tengah saja, nanti ku bawakan teh dan kue."

Kamar Nigou...

Tok, Tok, Tok...

"Ya? Eh, Arthur!"

"Nigou, Main!"

Nigou berusaha melepaskan pelukan Arthur tapi, mencium bau Arthur terlalu nyaman baginya membuat Nigou merasa lebih tenang; Terlalu Tenang!

"Oi, Oi, sudah jangan terlalu lama." Belrus menepuk kedua anak anjing tersebut agar kembali ke dunia nyata.

Kembali ke Ridder...

Ridder menunggu Jin untuk kembali ke ruang tengah bersama dengan teh dan kue yang sedang ia ambilkan. Ridder mencoba untuk mengecek HP-nya sebentar sampai Jin kembali, namun entah kenapa dia sedang handukan sekarang dan tidak mengenakan pakaian sama sekali. "Lah, Jin bukanya tadi-"

Jin menatap Ridder dengan tatapan berbeda dari biasanya. Ridder menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan pria ini. "Ah, tidak maaf." Jin kemudian pergi dari pandangannya.

Ridder mencoba kembali fokus ke Handphonenya melupakan apa yang terjadi sebelumnya. Tapi, kemudian Jin kembali bersama–

"Oh, Hei, kapan kau datang?"

–Revan!?

"Tunggu, bukannya kau– Tadi– Argh!!" Revan kebingungan melihat Ridder yang juga kebingungan, tapi dia menyadari sesuatu.

"Oh, kau melihatnya ya?"

"Apa!?"

"Hei, kalian sudah pulang." Jin kembali bersama dua buah gelas teh dan sepiring penuh kue.

"Kenapa ada dua Jin!? Apa yang terjadi!?" tak terduga Ridder sampai keceplosan; misuh dengan bahasa ibunya.

"Tenanglah, biarku jelaskan." kata Revan. "Kenalkan ini Aka, kembaran dari Jin."

"A- Aku rasa tadi masih ada la-"

"Kau pasti melihat Hayate ya kan?" sambung Jin.

"Ha- Hayate?"

"Yup, dia yang tertua diantara kami bertiga." kata Aka.

"Ka- Kalian bertiga anak kembar?"

"Iya, tapi tidak. Kalau kau bilang anak kembar, salah. Tapi, kalau bilang saudara kembar, iya. Karena kami bertiga beda orang tua." jelas Hayate yang muncul mendadak di belakang Ridder.

Bonus :

"Ryoma, apa kau bertemu seseorang yang menarik selain Murad saat mengembara dulu?" Tanya Yamagi.

Ryoma mencoba memutar kembali semua ingatannya selama ia mengembara dulu. Ah, ada sesuatu yang cukup menarik baginya. "Ah, Tentu saja. Ada satu orang yang cukup menarik perhatianku."

"Ceritakan."

"Nama perempuan muda itu Qi, dia ahli dalam bela diri. Cukup mengesankan untuk seorang gadis muda sepertinya, aku teringat dia sedang mencari seseorang untuk dia ajak bertarung, biarpun dia saat bertemu denganku dia sedang tersesat."

"Siapa itu?"

"Manusia terkuat di seluruh daratan China. Siapa itu namanya? La Bu? La Bi? Lu Bi? Gu- Guru minumanmu-" Ryoma menatap Yamagi yang terdiam dengan seluruh tehnya mengucur dari gelas.

"Kau serius tidak mengenal orang itu?"

"Tidak, aku tidak pernah mendengarnya." Yamagi menepuk pundak Ryoma.

"Baguslah, kau tidak berurusan dengannya. dan jangan pernah mencoba mencari urusan dengan pria itu!" kata Yamagi.

"Ba- Baiklah."

"Ah, Sebelumnya, apa gadis itu tau namamu?"

"Aku tak pernah memberitahu siapapun namaku saat mengembara dulu."

"Pintar."