Chapter 103 : "It's About Time!"
Its Free Magic Tester.
"Mana Reha!?" Mendadak Batur muncul didepan Markas, sementara itu Reha yang sudah bersiap-siap mau berangkat kembali ke kosnya merasa agak terganggu dengan kemunculan Batur yang mendadak.
"Apaan!?"
"Balapan-"
Buagh!
Sebuah hantaman tas besar berisikan baju mendarat di wajah milik Batur.
"Lo Telat, gue mau berangkat balik kuliah lagi!" Keluh Reha dan pergi begitu saja.
"Ungh, Siapa ya kalau gitu..."
"Mau balapan? w jabanin." tantang Eudo.
"Ok, ayo!"
Lalu...
"Balapan dari markas sampai warung Yamagi, terus muterin GCS, balik lagi kesini." jelas Alpha, semua mengangguk.
"Gue nggak akan kalah dari Eudo!"
"Hmph, Liat aja."
"Bersedia!"
"Siap!
"Mulai!"
Wuuuuush!
"Ahahahaha-" Batur melaju secepat kilat akan tetapi sebelum dia benar-benar jauh dari kerumunan.
"Eudo menang!" Seru Alpha sambil mengibarkan bendera finish.
"Tunggu apa!?" Tentu Batur langsung mengerem mendadak dan kembali ke jalur Start. "Kayaknya balapan baru dimulai deh!"
"Dimulai apa?" Alpha mengangkat satu alisnya. "Orang kau aja belum finish sama sekali padahal yang lain udah mau Finish, tuh Teiron sama Moku aja baru sampe, ini aja udah lebih dari setengah jam loh."
Teiron yang berboncengan Sepeda Listrik dengan Moku melambaikan tangannya ke Batur dan kemudian mereka masuk ke garis Finish.
"Yee kita menang!" Seru Moku.
"Nggak urutan terkahir!" Seru Teiron.
Eudo yang menikmati minumnya sembari duduk di kursi roda hanya tertawa melihat ekspresi bingung Batur.
'Andai saja kau menyadarinya sejak awal mungkin kau tidak akan seperti itu.' gumam Eudo.
Apa sih yang terjadi? Kok Batur bisa urutan terkahir padahal balapan baru mulai?
Sebenarnya...
'Tuan D'Arcy baru saja mengajariku sebuah sihir mengendalikan ruang dan waktu yang cukup menarik, tapi aku tak tahu ke siapa aku akan mencobanya ya...' pikir Eudo.
"Balapan-"
Buagh!
Eudo melihat Batur baru saja dipukul Reha dengan sebuah tas berisi pakaian. Tunggu, dia bilang balapan? sepertinya dia dapat ide untuk membuat Batur menjadi sebuah kelinci percobaan. Ketika Reha pergi, Eudo menerima tantangan Batur untuk balapan, sebenarnya Eudo sudah tau pasti akan ada yang tidak benar dibalapan ini.
"Balapan Random."
–Ah, benar saja, ini akan jadi Free For All Race.
"Baiklah, semua diperbolehkan kecuali Teleportasi langsung depan garis finish."
"Iya, iya!"
Beberapa menit sebelum balapan...
"Kau yakin, mau nyobain tuh sihir ke Batur?" tanya Moku. "Gimana kalau gagal?"
"Kalau gagal berarti dia sadar sebelum kita masuk garis akhir." jelas Eudo. "Aku masang batasnya sebelum dia masuk garis akhir, kalau dia tetap nggak sadar kalau waktu dia terus-menerus diulang ya dia bakalan kejebak dalam Dimensi dia sendiri sih."
"Agak berbahaya, tapi menarik." kata Teiron.
Young me and me right now.
Greb..
"Apa kau itu aku?"
Entah kenapa ada sesuatu yang tidak beres atau sebuah kesalahan dalam penggunaan sihir karena sekarang ada dua orang Kazuma, walaupun yang satu adalah Kazuma yang masih muda dan yang satu Kazuma yang sekarang. Mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain.
'Aku lumayan juga dimasa depan...'
'Aku merasa diriku yang lama lebih baik, apa yang terjadi...'
"Tua!"
"Jelek!"
Kazuma muda melepaskan genggaman tangannya dari kerah Kazuma, "Apapun alasannya, kau harus membantuku untuk kembali."
"Memangnya itu urusanku?" balas Kazuma acuh.
"Tentu saja, it- Hei..." Kazu Muda mencium sebuah bau yang tidak asing, sebuah bau aneh yang keluar dari mulut Kazu Tua. Akhirnya, dia sadar kalau Kazu Tua tidak dalam keadaan yang sangat baik, bisa dibilang...
"Ka- Kau lagi..."
"Hmmng..."
"Bilang ke aku kalau itu kualitas bagus..."
"Aku begini karena seorang yang bodoh (Harada) menukar daun Singkong dengan- Ungh!"
Duagh!
–sebuah tendangan yang cukup keras mendarat di perut Kazu Tua.
"Kenapa aku menjadi seorang tua bangka yang kolot!?"
–Dan juga Sebuah tendangan yang menyadarkan kembali pikiran Kau Tua yang sebelumnya 'Terbang'.
Kemudian...
"Aku tak percaya dengan apa yang terjadi dengan diriku sekarang ini..." kata Kazu Muda. "Menyedihkan, Kolot, dan seperti tidak punya kehidupan."
"Padahal kau taukan, ki- kita dari keluarga ahli bela diri yang terpandang-"
"Tapi, kau akan menyadarinya betapa menyedihkannya dirimu saat– Awas!"
Gedebugh!
Harada mendarat wajah terlebih dahulu ke tanah, ketika bangun ia meringis kesakitan akibat benturan barusan, "Kazu, kenapa kau- Eh? Kenapa ada dua Kazu?"
"Biarku jelaskan tentang hal ini Harada..."
Lalu...
"Ah, Terlempar ke masa depan hah, seperti aku tau siapa yang dapat menyelesaikan ini..." ucap Harada.
"Nah, beritahu siapa itu, dan bilang padanya untuk mengembalikan aku ke masaku."
"Ya, Ya Tuan Besar." Balas Harada dia menengok ke Kazuma dan memberinya sebuah kode sebelum pergi, "Aku hanya akan senang membantu kalian, Kazu."
Kazu muda menatap bingung sikap Harada barusan, "Siapa pria aneh tadi barus- Hei jangan tinggalkan aku!"
"Kau mau kemana?" tanya Kazu muda.
"Pulang..."
"Katakan, siapa pria aneh barusan." Kazu Tua berhenti sejenak dan menatap kearah si Muda, "Kau akan menyesal–"
"Ayolah..."
"Dia Harada, Si bodoh yang menukar daun singkong tadi dan juga pa- partner bisnis-ku..." jawab Kazu Tua dengan nada monoton.
Awalnya semua jawaban terlihat memuaskan bagi Kazu Muda sampai akhirnya dia teringat sesuatu. Sesuatu yang sangat penting, amat penting sampai dia tidak bisa melupakannya. Partner Bisnis? Tunggu, Bisnis macam apa yang terjadi? Karena Keluarga Aokiryuu tidak berbisnis apapun, hanya ada satuhal yang dia sebut dengan 'Partner Bisnis'.
Kazu muda mendadak diam dan beku. Kazu Tua hanya menatap wajah si Muda yang terlihat Shok berat mendengar soal hubungan dia dengan Harada adalah 'Partner Bisnis'. Kazu muda menatap tidak percaya, kemudian ia membentuk O di tangan kirinya dan satu jari di tangan kanannya. Kazu tua hanya mengehela nafas karena dia ketahuan dengan dirinya yang lama.
"Sudah taukan, ayo kembali jalan..."
Lalu...
"Terlempar ke masa depan, y- ya aku bisa mengembalikanmu ke masa yang pas." ucap Max.
"Hah, Seseorang yang bisa diandalkan." kata Kazu muda
"Sebentar, kami perlu berdiskusi." pinta Kazuma, ia menarik lengan Harada dan Max.
'Kalau bisa, cepat! sebelum dia tau soal Ken..'
'Kita tidak boleh terburu-buru Kaz atau bisa berbahaya untuk mu nanti.'
'A- Aku akan mencoba untuk itu Kaz.'
Ngomong-ngomong, soal Ken...
"Kak, aku dengar kau sedang ada masalah, jadi a-"
Semuanya terdiam melihat Ken, Kazu muda menatap skeptik ke Ken, sementara ketiga orang sedang berdiskusi langsung menatap bingung karena Ken muncul secara mendadak.
"Siapa Pria Cyborg ini?" Tanya Kazu muda Skeptis.
Ken melihat ke Kazuma yang terus memberi kode untuk 'Jangan memberi tahu siapa kau!' ke Ken. Kazu muda menyadari ada yang salah, ia menengok ke belakang, secepat itu pula Kazuma menghentikan kodenya ke Ken.
"Ah- Em... Dia-"
'Jangan kasih tau, jangan kasih tau!'
"Cy- Cyborg te- temannya Max, Ke- Keren kan?" ucap Kazuma dengan terbata-bata.
"Hmmm, Kenapa aku merasa ada yang aneh-"
"Kakek, Kakek Ken, kalian mau makan siang diluar tidak?" tanya Tartagus.
Kusogak-!
"Sebentar..." Kazuma menyeret Tartagus ke bagian lain koridor. "Arta, Cucu terbaikku." Kazuma memberi kode ke Tartagus untuk tidak membuat masalah dengannya sekarang atau dia akan menghajarnya nanti. Arta kaget dan shock setelah diancam Kazuma dan pergi bersama Arashi. Begitu juga dengan Iris yang baru saja datang, Kazuma memojokannya dan memberi kode yang sama, kecuali kali ini dia mengancam akan merobek semua buku dan komik milik Iris jika dia mencari masalah dengannya sekarang. Reaksi? Sama seperti Arta dan langsung pergi ke kamarnya. Selama Kazuma mengancam kedua cucunya barusan, Kazu Muda selalu banyak bertanya ke Ken. Ken selalu beruasaha untuk menahan agar dia tidak membeberkan sebuah rahasia kalau dia hidup kembali tetapi dengan menjadi Cyborg ke Kazuma Muda.
Malam hari, setelah makan malam...
"Ergh... Sejak kapan kalian minum Whisky!?" Kazu muda bertanya walaupun dia dalam keadaan setengah mabuk.
"Padahal kau sendiri yang memaksa untuk minum dan kami lebih mau minum sake.."
"Pengecewaan lebih menyakitkan ketimbang apapun!" sahut Kazu musa dengan nada sumbang.
'Secara tidak langsung, aku meledakan sebuah bomb aib masa laluku sendiri ke Harada...' gumam Kazuma.
"Bayangkan, kelakuan yang mengecawakan yang aku lakukan selama ini, apakah itu lebih parah ketimbang apapun?" Potong Kazuma.
Kazu muda terdiam sejenak, Eskpresinya begitu hancur dan kacau sekarang. Harada memang kasihan dengan hidup Kazuma yang bagaikan sebuah roller koster tapi, dia tak dapat berbuat apa-apa selain mehibur pria malang itu. Kazuma selalu menjadi Kazuma.
"Cyborg yang kau beri nama Ken... Tidak cukup untuk menutup rasa bersalahku ke Ken, aku hanya ingin meminta maaf ke dirinya kalau dapat melihatnya hidup kembali.."
"Kau merindukannyakan?" Kazu muda mengangguk dan kembali menenggak whisky yang dia minum.
"Kita- punya sebuah hal yang sama sepertinya.." gumam Kazu Muda.
"Apa? Selain kita adalah orang yang sama?" Entah apa yang terjadi tapi, Sebuah Botol Jack Daniels mengenai wajah Kazuma.
'Oh tidak, mereka akan meledak..' pikir Harada.
Malam itu, Dua orang 'Naga' bertarung sama lain sampai keduanya lelah dan tertidur pulas dengan banyak luka lebam di sekujur tubuh mereka.
Puffy Mid Life Eudo.
"Lihat, Aku menciptakan sebuah sebuah mesin yang menarik." Warrend menunjukan sebuah alat berbentuk seperti Handphone di tangannya. "Medimang seperti Handphone biasa tapi ada fitur untuk melakukan sebuah Video call dengan "Seseorang." nantinya."
"Semua Handphone juga bisa melakukan itu Warrend." ucap Eudo.
"Tapi, ini lebih spesial, cobalah Telepon nomormu sendiri!"
"Haha, Menyenangkan..." Eudo memasang wajah datarnya dan menelepon nomornya sendiri, ketika dia melihat HP miliknya, aneh, tidak ada panggilan masuk, ataupun panggilan lainnya.
–Tapi seseorang mengangkat panggilan ke nomornya sendiri!
"Ha- Halo?"
"He- Hei!" Seorang pria dengan pipi Tembem berambut pirang kotor pendek dan mempunyai brewok tapi entah kenapa matanya sama seperti milik Eudo dan juga Suara mereka sama!
"Warrend! AI macam apa yang kau ciptakan ini!?" Tanya Eudo dengan nada sedikit tersinggung.
"Eudo, aku tak mengisntal AI apapun di Handphone itu, kau sedang bicara dengan dirimu yang lain." jawab Warrend, tentu Eudo agak terkejut.
"Hei, Aku bukan AI! diriku yang dulu!"
"A- Apa!? Kalau begitu kau adalah aku?"
"Tentu, Aku umur 27 tahun. Aku ini kau yang sudah 35 tahun." jawab Eudo yang satunya.
"Ba- Bagaimana aku bisa gemuk!?"
"Ayolah, jadi sedikit gemuk juga tak masalah!" Eudo mengetahui ada sedikit nada tersinggung dari dirinya yang satu lagi, dia tidak berubah.
"James- Dia bagaimana!? Anak-anak!? Frans? Della?"
"James tidak banyak berubah hanya sedikit kerutan diwajahnya, tapi dia tetap tampan kok. Anak-anak mereka biasa saja."
"Oh, kenapa kau bisa gemuk?"
"Aku nggak gemuk!"
"Cuman Menggelembung!"
"Ya kau kan tiap malam suka ngemil tengah malem!"
"Hah!? Aku? Ngemil tengah malem? Mitos!"
"Liat aja nanti! sampai James tau!"
"Nggak akan!"
Klik!
"O- Oke, itu agak aneh..." ucap Warrend yang menyaksikan semuanya dari awal Eudo telepon sampai berakhir.
"Aku.. Menyimpan benda ini boleh?" tanya Eudo.
"Silahkan, aku hanya membuat satu, tapi tolong rahasiakan benda itu dapat menelepon lintas waktu dari siapapun."
"Baik, jika itu maumu."
Tengah malam...
James terbangun karena mendengar suara orang sedang mengobrak-abrik sesuatu di dapur. Ah, dia lupa kalau dia ketiduran di sofa karena terlalu lelah, membuat dia dapat mendengar suara itu. Dia melihat ke kulkas, terdapat seseorang disitu sedang duduk dan makan di depan kulkas yang terbuka lebar.
"Eudo?"
Eudo jelas langsung kaget dan menengok kebelakang, sial dia ketahuan mengobrak-abrik isi kulkas di tengah malam.
"Ahmm... Akhu Bhisha khelaskhan..." ucap Eudo dengan mulut penuh.
"Udah, Lanjut makan aja, kalau laper jangan dipaksa nanti kamu sakit."
(Again) New Friends for the kids.
"Hei, Hei sini sama kita, jangan sendirian dong." Della menggandeng seorang anak perempuan, kebetulan anak perempuan itu anak baru di kelas Mereka. "Kita kenalan sama-sama."
"A- Ah, Emm.. Ya-" ucap anak itu malu-malu sembari membawa bekalnya.
"Aku Della."
"Aku kakak kembar Della, Frans."
"Aku Ney, Teman serumah dengan Flore."
"Aku Flore, dan aku kucing."
"Nigou, Shiba."
"Aku Arthur, aku ini campuran antara Serigala dengan Anjing."
"Aku Ishar, dan ini Furball." Ishar menurunkan seekor hewan seperti kelinci dari atas kepalanya. Tanpa sengaja ia menjatuhkan buku miliknya. "Ah, Maaf."
"Buku mantra? kamu mau jadi penyihir?"
"Aku.. Ya- walaupun baru bisa sedikit mantra karena masih belajar." balas Ishar.
"Ayah kami dulu kebetulan salah satu murid di Akademi sihir, kau mungkin bisa bertanya dengannya nanti!" kata Della.
"Ngomong-ngomong, Ishar.. Nama belakangmu itu apa?"
"Ya-"
"Nama belakang, kau belum menyebutkan nama belakangmu sejak perkenalan di depan kelas." tanya Arthur.
"Nama belakangku-"
Sementara itu...
"Ishar.. salah satu keponakan temanmu?" tanya Alu.
"Iya, anak itu dititipkan disini sampai dia lulus sekolah dasar dan lulus ujian masuk akademi sihir. Karena kondisi tempat tinggal lamanya sedang tidak stabil, temanku menitipkan dia kemari, jadi untuk sementara dia akan memakai nama keluarga kita." jelas Ricther.
"–Untuk kemanan dia saja..." Lanjut Ricther.
"Baiklah, lagi pula Ishar anak yang manis, jadi jangan sampai efek buruk markas ini mencemarinya." Balas Alu.
Moku's Sister
"Hei, itu siapa?" Teiron melihat Moku sedang berbicara dengan seorang perempuan yang terlihat sepantaran dengannya. Baru kali ini dia melihat moku bisa bertahan lebih dari satu menit untuk berbicara dengan perempuan.
"Oh, Dia?" Pyro menengok ke Teiron. "Kakaknya, Annette. Mereka hanya beda 3 tahun."
"Tapi, Kok-"
"Mereka beda ibu, kalau kau aku jelaskan soal keluaraga Moku pasti kau akan bingung." ucap Frost.
"Ah kau, Ini Kakakku Annette, dia masih belajar untuk menjadi penyihir cuaca, kak ini Teiron si Maniak Cupcake." jelas Moku datar.
"Heh!"
"Y- Ya, dia terlihat mirip denganmu walaupun aku bisa melihat bedanya juga sih." kata Annette.
What do you look in the Future?
"Paman, Ini apa?" Tanya Nigou yang melihat sebuah alat seperti kamera SLR di salah satu meja Warrend.
"Hmm? Itu, 'Kamera foto masa depan', maksudnya sih... untuk melihat nanti kau akan seperti apa tapi tidak begitu berguna. Jadi, hanya untuk hiburan saja, lagipula kau juga belum tau nanti akan seperti apa." jawab Warrend yang masih mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.
"Boleh Nigou pinjam?"
"Nanti kembalikan ya, kamu keluar dulu, paman mau lanjut kerjanya."
"Baik."
Lalu...
Semuanya (Kecuali Arthur) melihat sebuah foto yang menunjukan Arthur saat dewasa, mereka mencoba memastikan bahwa pria itu adalah Arthur karena...
"Emm.. Aku tidak yakin ini Arthur, karena-"
"–Perubahan macam apa ini!"
"–Fase Pubertas apa yang dia alami!"
"–Tidak Logis, Tidak Logis!"
"Emm.. Memangnya hasilnya gimana soal diriku?" tanya Arthur penasaran.
Pasalnya di foto tersebut, Arthur terlihat terlalu jauh yang mereka pikirkan. Mereka berpikir Arthur akan berubah menjadi seorang Gentleman akan tetapi di foto itu Arthur dewasa malah terlihat bahkan menjadi seorang Badboy dengan pakaian se-enak hatinya, wajah terlalu garang, tatapan Tajam, dan terlihat Liar.
Kostum Halloween
Serupa, tapi tak sama.
"Jadi, Kalian pake Kostum karakter yang sama tapi beda game?" tanya Eris ketika melihat Kostum Revan dan Red.
"Yap..." balas Revan yang memakai Kostum Nobunaga Oda Versi FGO.
"Kau sudah menebaknya." jawab Red yang mengenakan Kostum *karakter yang sama tapi Veris SBsr
Diri yang lain.
"Aku penasaran, Tulen jadi apa tahun ini." kata Natalya dengan kostum tema burung gagaknya.
"Dia bilang, dia mau pake sesuatu yang normal." jawab Murad dengan kostum Cybercore.
"Hei, kalian sudah lama datang?" Sapa Tulen yang memakai kostum Zhuge Liang.
"Oh, Tul- Kau jadi, dirimu sendiri?" tanya Murad.
"Apa maksudmu?" tanya Tulen bingung.
Trolled"Thor heh?" Rone sedikit terkekeh melihat James dengan kostum Thor.
"Jangan tanya siapa yang menyuruhku memakainya." keluh James. "Mana Eudo? dia bilang mau menemuiku disini."
"Tuh!"
James melihat ke arah yang ditunjuk, tentu saja... Dia mengetahui kalau ia dikerjai agar memakai kostum Thor lagi.
"Ja- Ah, Aduh-aduh!"
"Kau bilang akan jadi Loki, kenapa jadi Dr.Strange hah?" Eudo melihat James seperti tambah membesar dan dirinya makin menciut karena James mulai marah dengannya.
"Ah, Iya maaf, maaf."
Dah segitu aja..
