Baekhyun menghembuskan nafas tipis lalu mempoutkan wajahnya. Apa salahnya berbaik hati pada bayi beruang satu ini, toh selama ini juga dia tak pernah marah meski baekhyun terus memarahinya.

"Kenapa kau terus melakukan itu??."

"Lakukan apa??" tanya baekhyun mendekatkan wajahnya pada chanyeol.

"iii.. itu.. " chanyeol memalingkan wajahnya, wajahnya tampak memerah. Wajah baekhyun tampak dekat sekali dengan wajahnya.

"Bayi beruang.. " Tiba2 baekhyun melingkarkan tangannya dipinggang chanyeol sambil bersandar di dada lebar milik chanyeol, chanyeol sedikit tersentak. Aroma tubuh baekhyun sungguh menggoda.

"Kau harum sekali.."

"Kau suka ??" tanya baekhyun melembut.

"Ya aku suka.. "

apapun tentangmu aku selalu suka..

chanyeol tersenyum tipis lalu mulai merambatkan tangannya pada pinggang baekhyun sesekali berdoa agar baekhyun tidak memakinya seperti biasa.

"Aku mau ice cream strawberry Channie.." Baekhyun bergerak lincah sambil menggerak gerakan matanya.

Demi Tuhan aku jatuh cinta.. teriak chanyeol dalam hati.

Chanyeol memperhatikan tiap detail langkah ringan baekhyun. Rambut peraknya berkilauan diterpa cahaya. Ia tampak seperti peri yang melompat kesana kemari.

"Channie.. " Panggil baekhyun sambil menggerakan tangannya memanggil chanyeol.

Chanyeol menghampiri dengan segera.

"Ada apa?? " tanya chanyeol penasaran.

Baekhyun menunjuk sebuah jepitan cantik berwarna perak berkilauan.

"Seperti yang eomma berikan padaku.. seperti liontin kita.. " Baekhyun menggerakan tangannya, chanyeol tersenyum tipis.

"Kau mau ??"

"Mwoo?? anniii.. aku hanya memperlihatkan saja padamu.. aku ini pria park chanyeol, aku tidak pakai jepitan.." Chanyeol terkekeh.

"Tak akan ada juga yang melarang kau menggunakannya.."

Baekhyun duduk di bangku kios es krim sambil menunggu pesanannya datang. Pikirannya melayang, chanyeol tadi pamit sebentar dan berjanji akan kembali menemuinya di kios es krim.

Chanyeol lama sekali.. ucap baekhyun yang sesekali menyeruput ice creamnya.

apa aku menyukai chanyeol?? bagaimana bisa ia lakukan ini padaku. Tapi ia bilang kalau selama ini mencariku, sebenarnya untuk apa??

"Baekkie.. " seru chanyeol sambil melambaikan tangannya. Baekhyun membalasnya namun entah kenapa baekhyun berubah sangat manja saat chanyeol berada di dekatnya.

"Aku lapar channie.." Chanyeol menyipitkan matanya sudah ada 3 mangkok es krim disana.

"Kau makan sebanyak ini??." Tanya chanyeol.

"Yaaak, kenapa kau protes.. kau lama sekali aku benci menunggu terlalu lama.." ucap baekhyun meninggi..

Chanyeol menghela nafas pendek.

sebenarnya siapa yang menjaga siapa sih..

"Appa tak pulang lagi hari ini.. jadi kita bisa bebas hari ini.. bagaimana kalau kita kencan.." ide chanyeol menjerumuskannya pada satu masalah.

"Yaak park chanyeol, jangan ambil kesempatan hanya karena aku bersikap lunak padamu ya.."

Chanyeol mendekati baekhyun dan terus mendekat.

"Aku mencintaimu byun baekhyun.. " ucapnya pelan..

Suho sudah 3 hari tidak pulang ke rumah, baekhyun masih terus menjalankan tugasnya seperti biasa menjaga bayi besar.

Meski chanyeol masih saja bertingkah idiot di depan para pelayan keluarga park.

Hari ini sepupu chanyeol datang berkunjung, krystal adalah gadis angkuh berperangai buruk, ia suka pesta dan suka menghamburkan uang.

"Oppa.. kau tampan sekali.. tapi kenapa kau terus bersikap idiot seperti itu.. kita pernah bertemu saat natal dan kau masih saja terlihat bodoh sampai sekarang. Si bodoh yang tampan.." krystal terbahak pelan.

"Aa...aku.. tak mengenalmu.." baekhyun yang memperhatikan gerak gerik krystal terkekek pelan mendengar jawaban chanyeol, entah kenapa ia merasa senang dengan jawaban itu.

"Krystal-ssi sudah waktunya yeolli meminum obatnya.." ucap baekhyun sambil memberikan beberapa butir vitamin pada chanyeol.

"Kau perawat barunya?? hmm.. kau terlalu cantik untuk ukuran seorang pria.. " Krystal mendekati baekhyun, berjalan memutari baekhyun mencoba menggodanya. Baekhyun terdiam, wajahnya tertunduk.

"Tidakkah aku cantik.." ucap krystal lagi, krystal terus mendesak baekhyun.

"Apa kau tak menyukaiku hah?? atau apa mungkin justru kau menyukai oppa.." baekhyun tetap terdiam, krystal terus saja memojokkannya. chanyeol sudah tak tahan lagi.

"Yak.. yak.. yak.. iblis betina.. enyahlah dari rumahku.. aku tak mengenalmu dan appa tak ada di rumah jadi pergilah.. " chanyeol mendorong tubuh krystal menjauh dari baekhyun.

"Oppa.. kau jahat sekali.." ucap krystal manja,

"Aku hanya menggoda sedikit perawatmu ini.. tapi tampaknya kau berlebihan sekali."

"Yaak.. sudah ku katakan pergilah.. jangan ganggu baekhyun lagi.. " krystal menyunggingkan senyum sinisnya

"Aku akan kembali.. dan aku.. akan membalasmu karena ini.. perawat cantik.. " krystal tampak serius dengan kata katanya dan berlalu dengan anggun menjauh dari baekhyun.

"Kau tak apa apa?? jangan hiraukan kata2nya ya.." baekhyun terdiam

"Ia cantik sekali channie, kau tak menyukainya?? aku pikir wajahnya sedikit mirip eomma mu kan??"

"Mwooo.. apa apaan.. tidak.. eomma jauh lebih cantik dan kau adalah yang paling cantik.." baekhyun terpojok dan terdesak ke sudut ruangan.

"K..kau mau apa??" tanya baekhyun gelagapan.

"Aku hanya ingin melakukan ini.." chanyeol mencercap bibir mungil milik baekhyun, kali ini baekhyun tampak menikmatinya, batinnya bergolak.

aku menyukainya..

Baekhyun terdiam sesekali mengerjap, wajahnya tampak seperti boneka hidup. Chanyeol tertawa penuh kemenangan.

"Eyy.. kau tak memakiku.. "

Segera baekhyun tersadar..

"Yaaak, chanyeollii.. ku bunuh kau.."

perkiraanku meleset.. chanyeol berlari kencang menaiki tangga, baekhyun terus mengejarnya tapi tak lama..

Gubraak.. baekhyun terpeleset.

"Aaargh.. " jeritnya, seketika itu chanyeol panik dan menggendong baekhyun mudah bagi chanyeol untuk mengangkat tubuh mungil baekhyun, ia mengangkatnya tanpa masalah.

"T.. tu.. turunkan aku.. apa apaan kau ini.."

"Tutup mulutmu.. atau ku cium lagi.." Baekhyun dengan segera terdiam menyandarkan kepalanya di bahu chanyeol, hangat.. terasa sangat hangat dan nyaman.

Bolehkah aku mencintaimu.. park chanyeol.

Baekhyun mempererat pegangannya pada leher chanyeol.

"Tetaplah seperti ini baekkie.. " pinta chanyeol pelan.

"Nee.. " jawaban baekhyun setengah berbisik sambil terus menyandarkan kepalanya ke dada chanyeol. Membuat chanyeol terperangah, nyaris tak percaya kata kata itu keluar dari mulut baekhyun.

Chanyeol merebahkan baekhyun di atas tempat tidur perlahan, baekhyun sedikit mengerang.

"Tunggulah sebentar, aku panggilkan dokter ya.. sepertinya kakimu terkilir.. dan ini salahku.." chanyeol menyalahkan dirinya sambil memukul kecil kepalanya.

"Aa..anniii.. " Baekhyun mencoba menghentikan.

"Kalau kau mau, pukul aku.. kakimu pasti rasanya sakit sekali ya.. maafkan aku baekki.."

Baekhyun mempoutkan bibirnya lebih terlihat manis daripada marah.

"Yaaak.. park chanyeol.. kemarikan kepalamu.. biar kupukul sampai puas.." muncul wajah sesal di raut wajah chanyeol, ia terlihat sangat sempurna apalagi saat terlihat dari dekat.

Chanyeol mendekatkan wajahnya pada baekhyun, baekhyun mencoba meraih wajah chanyeol dengan ujung jemarinya, menyingkap juntaian rambut yang menutupi dahi chanyeol. Diujung pelipisnya masih tersisa bekas lukanya dulu saat pertama kali baekhyun menolongnya.

Lukanya meninggalkan bekas..perlahan baekhyun mencoba menyentuh wajah chanyeol dengan jemari lentiknya namun segera terhenti. Jantungnya berdegup tak beraturan.

"Ada apa ? kenapa tiba tiba berhenti ?? Tak jadi memukulku?" Chanyeol memiringkan wajahnya melihat air muka Baekhyun yang tiba tiba berubah.

Park chanyeol.. apa yang kau perbuat pada hatiku..

"Apa masih sakit ??" tanya baekhyun tiba tiba, chanyeol mengernyit.

"Apa??" Baekhyun menunjuk ke pelipis chanyeol dengan luka yang membekas.

"Aah.. tak apa, tidak terasa sakit apalagi jari jari itu yang mengobatiku.." Chanyeol tersenyum lembut, baekhyun terhenyak terasa seperti banyak kupu kupu dalam perutnya, perasaan menyenangkan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Baekhyun memberanikan diri memegang wajah chanyeol dengan kedua tangannya tapi usahanya gagal karena kakinya terasa amat sakit sehingga menarik wajah chanyeol tepat ke depan wajahnya.

"Channie.." panggil baekhyun lembut.

"Nee.. baekkie.. " Tanpa disangka baekhyun mengusap wajah chanyeol, chanyeol tersentak tapi ia tak menunjukkannya di hadapan baekhyun.

"Yaaak.. !! kau menghimpit kaki ku bayi beruang.. sakiiit. " teriak baekhyun dan buyarlah semua hal yang diharapkan oleh chanyeol. Ia mendengus kesal melihat perubahan baekhyun seketika.

"Kenapa kau tidak bisa bersikap manis sedikit kepadaku.. seperti tadi saat aku menggendongmu.. kau selalu bersikap manis pada orang orang.. pada appa.. tapi tidak padaku.." raut wajah sesal terpancar dari wajah baekhyun.

Baekhyun meraih tangan chanyeol yang ditangkupkan, chanyeol menoleh.

"Kau tak suka dengan sikapku??" tanya baekhyun.

"B..b..bukan seperti itu.."

aiggooo kenapa kau selalu tampak seperti malaikat baekyhunnie, selalu cantik dan bersinar.

"Kalau bukan itu, Lalu apa ??."

"Kau ingat saat selesai acara pesta kembang api dulu, aku terus merengek dan tak mau kau pergi.. kau terus mengumpat dan memarahiku.. tapi aku tetap saja bergelayutan di bawah kakimu.. dan kau pun tak berusaha melepaskannya.. sampai eomma menarikku.. sampai saat ini.. hal itu yang masih aku rasakan.. seberapa keraspun hatimu.. aku tak mampu menjauh.. seberapa sering kau memakiku.. aku tak mampu melepasmu.."

Chanyeol berucap lirih ada gurat senyum di wajahnya saat bercerita.

"Benarkah??" chanyeol menatap baekhyun lalu menganggukkan kepalanya. Baekhyun berusaha menahan sakit di kakinya dan bergeser ke tempat chanyeol.

"Aaaaargh.. " Pekik baekhyun yang membuat chanyeol sedikit panik saat baekhyun kesakitan seperti itu.

"Lihat aku park chanyeol.. " Baekhyun menyentuh wajah chanyeol agar menatapnya, wajah baekhyun bergerak pelan ke arah chanyeol. Mengecup tipis bibir hangat chanyeol, chanyeol terbelalak tapi tak mengelak ia membalas ciuman baekhyun yang hangat.

Aku benar benar jatuh cinta padamu.. park chanyeol.. biarlah ini menjadi salah.. cinta bukan soal hak pria dan wanita lagi.. tapi juga tentang kita.. kau dan aku, park chanyeol.. aku mencintaimu.

Chanyeol bergerak perlahan, mengusap tipis wajah baekhyun lalu mengecup dahi, hidung, pipi dan bibir baekhyun bergantian.

aku tergila gila padamu byun baekhyun.

"Malam ini kau milikku seutuhnya byun baekhyun.."

Chanyeol menyentuh leher baekhyun lembut dan perlahan, baekhyun tak menolak, ia pasrah dalam pelukan chanyeol. Baekhyun mencoba membuka pakaian Chanyeol perlahan lahan, Chanyeol membiarkan tangan lentik Baekhyun merajai tubuhnya. Ia suka hal itu, tiap inchi tubuhnya sekarang adalah milik baekhyun. Hingga Baekhyun menyentuh bagian sensitif miliknya, Chanyeol melenguh pelan menutup matanya, menikmati sensasi sentuhan lembut Baekhyun. Baekhyun menarik napasnya yang memburu ketika Chanyeol mendekatkan bibirnya di leher Baekhyun, semua pakaian terlepas. Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun perlahan.

"Tahan sayang, ini akan membawamu terbang.." bisik Chanyeol pelan ditelinga Baekhyun.

"Uhm.. aaaah..."

Baekhyun menutup matanya, menahan sedikit ketika 'Little Chanyeol' menghentak masuk.

"S..s..sakit.."

"Tahan sedikit sayang." Sekali lagi Chanyeol menghentak.

"Aaaah, Channie.. uhmm.. aaah.. "

Dan itu menjadi malam penuh gairah yang tak tertahankan bagi mereka berdua, malam yang terasa sangat panjang.

Lalu matahari pagi menyeruak diantara tirai, chanyeol sudah bangun lebih dulu dan duduk di samping ranjang, merawat kaki baekhyun. Ia tak akan mengijinkan siapapun menyentuh baekhyun, dengan perlahan ia menyentuh kaki putih itu. Mencoba mengobatinya, Baekhyun masih tertidur pulas, rambutnya berantakan tapi tetap saja ia terlihat cantik.

Mungil, indah dan tak tergantikan. Kulitnya putih bagai porselen, perlahan chanyeol mencoba meraih bahu baekhyun yang menyembul keluar selimut. Ia tampak begitu sempurna, Chanyeol Mendekati dan mengecupnya tipis membuka selimut itu perlahan hingga punggung mulus Baekhyun terlihat, tubuh Baekhyun sungguh menggoda angan Chanyeol.

"Uhhm.. selamat pagi.." ucap baekhyun, Baekhyun membalikkan tubuhnya perlahan.

"Kau sudah bangun?? apa aku membangunkanmu??" tanya chanyeol mengusap perlahan rambut yang menutupi dahi baekhyun. Baekhyun meraih tangan chanyeol dengan kedua tangannya, menariknya ke dalam selimut.

"Biarkan aku tertidur sebentar lagi.." Chanyeol tersenyum sambil terus memperhatikan baekhyun.

"Kau mau aku masuk ke dalam selimut ??."

"Haruskah kau bertanya..?."

Hari yang amat panjang bagi keduanya, takdir memang terkadang tak bisa terbaca oleh akal, apa yang membuat chanyeol datang kembali ke korea adalah seorang byun baekhyun, pemuda berperawakan mungil putra pemilik restoran mie.

.XXXXX.

.

.

.

.

.

Hari berganti, chanyeol terus berada di samping baekhyun. Suho bahkan tak bisa masuk ke kamar baekhyun karena chanyeol melarangnya, meski begitu suho menerimanya.

Ada ada saja anak jaman sekarang, apa aku harus menikahkan mereka?? yang benar saja. Suho menggelengkan kepalanya.

Suho melenggang pergi meninggalkan lorong tepat di depan pintu kamar baekhyun.

"Yeolli, appa pergi dulu mungkin kali ini cukup lama akan ada pembukaan estate baru di amsterdam. Jangan berlama lama dikamar Baekhyun." teriak suho karena chanyeol tak mau keluar dari kamar baekhyun dan menguncinya dari dalam.

Ini rumahku, kenapa aku harus berteriak teriak seperti orang gila.. serunya dalam hati dan pergi menuju kamarnya.

"Appa mu pulang channie.. " Baekhyun melingkarkan lengannya didada chanyeol.

"Kenapa ?? kau mau menyambutnya ??" tanya chanyeol sinis sambil mengusap tangan Baekhyun.

"Anniii.. aku hanya menginginkanmu. " sambil menyerukkan kepalanya ke dada chanyeol, chanyeol terlihat gemas dengan tingkah baekhyun.

Ia lalu menyelimuti dirinya dan baekhyun sampai ke atas.

"Channiee.. gelii.. Jangan sentuh itu.. hahahaha.. Channiieeee..." Baekhyun tertawa lepas.

park city hospital...

"Nampaknya kakimu terkilir cukup parah.." ucap dokter yang memeriksa kaki baekhyun.

"Ya seekor beruang berulang kali menginjak kakiku.." ucap baekhyun tanpa menoleh pada chanyeol.

Untungnya aku memujanya.. jika tidak.. chanyeol terkekeh pelan sambil menutup mulutnya.

"Uhm dokter tak bisakah tidak menyentuhnya.." seketika baekhyun dan dokter muda itu menoleh ke arah chanyeol.

"Jika aku tidak memegangnya bagaimana aku mengobatinya.." jawab dokter muda itu.

"Yak.. park chanyeol.. jangan sampai aku menghajarmu ya.. jangan macam macam kau.."

"Tapi baekkie.. aku tak suka pria lain menyentuhmu, baekkie milik yeollie." ucap chanyeol polos. Dokter muda itu tertawa kecil.

"Adik mu posesif sekali ya ? Mungkin wajar jika Hyung nya secantik ini."

"Yak.. aku bukan adiknya.. aku ke-ka-sihnya.." hardik chanyeol.

"Aah.. baiklah baiklah.. baru saja aku hendak mengajaknya makan malam." Goda dokter muda itu. Chanyeol tampak berwajah masam.

"Nah sudah selesai, tampaknya kau akan kesulitan berjalan." Dokter muda itu selesai menggips kaki baekhyun.

"Tak apa.. ia akan selalu membantuku.." kekeh baekyhun.

"Sayang, kau tak mau membantuku berjalan ??" tanya baekhyun sambil memiringkan kepalanya dan tersenyum. Chanyeol dengan cekatan menghampiri baekhyun dan memapahnya keluar.

"Aku mencintaimu baekkie.." bisik chanyeol.

"Ya.. aku tahu.." jawabnya sambil melingkarkan tangannya di leher chanyeol.

sesampainya di rumah besar keluarga park, krystal sudah ada disana, dengan rok yang super pendek memperlihatkan seluruh kaki jenjangnya.

"Kau lagi.. apa maumu?? Baekkie sedang sakit jangan mengganggunya.."

"Aku sedang menunggu appa mu.. ia lama sekali.." krystal sesekali melihat ke arah jam yang menghiasi pergelangan tangannya.

"Ada apa dengan kakimu ?" tanya krystal menghampiri baekhyun.

"A..aku terjatuh krystal-ssi."

" ... dan kau membuat oppa memapahmu.. kau luar biasa sekali byun baekhyun." Krystal menatap baekhyun dari ujung kaki sampai ujung rambut. Baekhyun mundur perlahan mencoba bersembunyi di belakang tubuh chanyeol.

".. . Ada apa ini??" tanya suho sambil menuruni tangga berkelok ditengah rumahnya.

"Ajusshi.. " Krystal menoleh.

"Ada apa krystal ? kau ribut sekali.."

"Annio.. ajusshi.. laki laki ini tampaknya hanya mengerjai kalian.." tunjuk krystal ke arah baekhyun.

"Mwoo.. " baekhyun terperangah.

Apa apaan ini..

"Apa maksudmu?? "

"Ia memanfaatkan situasi, lihat saja tingkahnya yang sok polos.."

"Hentikan..kau mulai keterlaluan.." ucap chanyeol pada krystal.

"Oppa.. kau dulu tak seperti ini.. kau ingat natal dua tahun yang lalu.. kau bahkan menciumku.. ingat tahun lalu saat mengujungi makan ahjumma, kau bilang aku cantik kan.. dan akan menikahiku suatu hari nanti.. di depan nisan eomma mu.. sekarang laki laki tidak jelas ini merangkulmu dengan mesra.." Krystal benar benar bencana, Suho menghampiri krystal dan menarik tangannya.

"Hentikan krystal.. kenapa kau seperti ini.. hentikan.. Aku yang memintanya bekerja disini." Suho berusaha menghentikan celotehan krystal.

Baekhyun terkejut dengan jawaban krystal, kaget, shock tak percaya atas apa yang dikatakan krystal. Baekhyun meremas ujung kemejanya, entah harus berkata apa. Semua tampak runtuh dihadapannya.

"Baekkie kau baik baik saja ?? " tanya chanyeol.

"Bisa bawa aku ke kamarku .." baekhyun menjawab pelan.

"Heyyy Byun Baekhyun, kau dengar aku.. oppa milikku.. !! Ahjussi kenapa kau diam saja.. ahjussi.." Suho mencoba menenangkan krystal yang merengek manja.

"Sudahlah krystal.. jangan membuat kacau seisi rumah.."

"Annio.. laki laki itu yang membuat semuanya kacau dan kau menyalahkan aku.. yang benar saja.." Krystal berteriak tak percaya.

Chanyeol memapah baekhyun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang perlahan..

"Kau beristirahatlah.. "

"Nee.. " ucap baekhyun lirih, chanyeol tahu kalau orang yang disayanginya itu pasti kecewa padanya.

"Baekkie.." panggil chanyeol pelan.

"Pergilah channie.. aku ingin beristirahat.."

seraut wajah baekhyun terlihat sangat sendu, hati chanyeol terasa sangat sakit melihat keadaan baekhyun.

Chanyeol setengah berlari menuruni tangga, krystal masih disana berbincang dengan suho.

"Kemari kau.. " chanyeol mencengkram lengan krystal kencang.

"Aaaww.. sakiiit oppa.." Suho pun terlihat terkejut dengan perlakuan chanyeol pada krystal.

"Yeolli.. tenanglah nak.." chanyeol menatap suho tajam, suho tahu putranya itu sangat marah. Banyak amarah yang dipendamnya.

"Jangan pernah kau ganggu baekkie lagi.. bahkan jangan pernah kau sebut lagi namanya dengan mulutmu itu.. kau mengerti hah !!!.. " Hardik chanyeol. Suho berusaha menghalangi chanyeol saat akan menyeret krystal keluar.

.TBC.

Pagi pagi dingin, disuguhin yang begini apalagi ujan kan ? Hahaha.. Efek nonton fifty shades of gray malem2 sambil begadang. :DD