Chanyeol menyeret krystal keluar dari rumahnya, suho berusaha menghentikannya tapi percuma karena chanyeol sudah benar benar marah.
"Yeolli sudahlah, baekhyun juga sudah tidak apa apa kan ? Ayolah nak, lepaskan krystal.." Suho berusaha melerai.
"Apa ?? Appa mau membantunya ? melepaskannya begitu saja setelah kata kata yang ia ucapkan pada baekhyun barusan ?? Dengar aku krystal.. aku tak pernah mengatakan hal itu padamu, kau dengar itu.. tidak pernah sekali pun aku menyukaimu.. apalagi dengan tingkahmu yang seperti ini." teriak chanyeol.
Suho menghela nafas pendek, putra semata wayangnya itu tak dapat dihentikan. Sebesar itukah rasa yang ia berikan pada baekhyun, suho cukup senang kalau baekhyun dapat membuat putranya itu berubah menjadi pria normal tapi perubahannya sungguh dramatis.
"Oppa.. baekhyun itu pria, sadarlah.. kau tak bisa mencintainya.. itu tak normal." Krystal terus merengek menarik baju chanyeol.
"Normal atau tidak itu bukan urusanmu, kalaupun aku bisa mencintai wanita. Kutegaskan sekali lagi.. wanita itu bukan dirimu.. sekarang pergilah !!." chanyeol benar benar marah, sedangkan krystal hanya bisa menangis melihat perlakuan sepupunya itu pada dirinya.
"Maafkan aku oppa.. aku menyesal.. aku takkan melakukannya lagi.. aku akan minta maaf pada baekhyun nanti.." krystal menundukkan kepalanya, rautnya tampak penuh sesal.
chanyeol mendengus kesal.
"Lakukan itu atau aku tak akan pernah memaafkanmu.. " chanyeol pun melangkah pergi meninggalkan krystal dan suho. Krystal masih tertunduk, mengisak tapi ada yang lain dari raut wajahnya yang menyungging sinis.
kau pikir aku akan menyerah park chanyeol.. tak akan kubiarkan kau jadi milik byun baekhyun..
Krystal mendatangi kamar baekhyun, berjalan perlahan.
"Baekhyun.. aku mau bicara denganmu.. " krystal masuk tanpa permisi ke kamar baekhyun, seringai tersungging tipis di ujung bibirnya lalu menutup kembali pintu kamar baekhyun dengan rapat.
chanyeol pergi ke kamar baekhyun keesokan harinya, mengetuk perlahan.
Baekhyun sedang duduk di atas sofa dengan kemeja putih yang selalu ia kenakan.
"Baekki, kau sudah merasa lebih baik??"
"Nee.. " Jawab baekhyun.
Chanyeol menghampiri baekhyun, memeluknya dengan erat. Memangkunya ke atas ranjang.
"Aku mencintaimu byun baekhyun.. amat sangat mencintaimu.. "
"Peluk aku.. " pinta baekhyun, chanyeol memeluk baekhyun kembali di atas ranjang.
"Ada sesuatu yang belum aku sampaikan padamu" chanyeol mengernyit.
"Tapi tak begitu penting.."
Chanyeol menggesekan tubuhnya.
"Apapun tentangmu penting untukku sayang.." Chanyeol mendekatkan wajahnya ke dekat baekhyun.
"Channie.. bagaimana kalau aku berbeda.. " potong baekhyun.
"Berbeda ??."
"Kau tahu ambigous genital ???." tanya baekhyun pelan.
"Ambigus .. apa ?? aku tak mengerti.." Baekhyun tersenyum tipis.
"Tak apa, kemarilah.." baekhyun merengkuh tubuh chanyeol kuat, melumat bibirnya yang hangat lalu semua keajaiban terjadi..
Aku mencintaimu park chanyeol...
aku hanya ingin mengingatmu dalam diamku, menyapamu lewat senyumku.. dan ku sadari.. aku mencintaimu...
Xxxxxc
Baekhyun membuka matanya menyambut pagi dan chanyeol ada di sampingnya masih tertidur pulas.
Badanku terasa sakit sekali, mungkin efeknya sudah dimulai.Baekhyun mengusap wajah chanyeol dengan lembut, menatapnya lekat seakan ia ingin merengkuh chanyeol sekali lagi.
Flash back...
Seminggu yang lalu..
"Baekhyun ah.. kau masih meminum obat obatan itu??" Tanya seseorang dari balik pintu sebuah apotik. Baekhyun tersenyum lirih.
"Eomma mau aku menjadi seperti ini, ini wasiat terakhirnya. Biarlah.. toh aku juga sudah mulai bisa mencintai chanyeol.. hanya harus memberitahunya secara perlahan.." Baekhyun menoleh, dokter kim mimseok tertawa kecil mendengar jawaban baekhyun.
"Dosisnya mulai tinggi baek.. apa kau yakin ??." Tanya dokter kim lagi. Baekhyun mengangguk pasti. "Kau yakin akan bisa menerima perubahan perubahan yang terjadi nantinya ??."
"Nee.. aku ambil semua resikonya.. gomawo.. aku pamit dulu.."
"Berhati hatilah.."
Baekhyun mengaduh pelan, agar suaranya tidak terdengar oleh chanyeol. Dadanya terasa amat nyeri dan ini akibat dari obat obatan yang diminumnya sudah mulai dalam dosis tinggi.
Aku harus bisa..
Baekhyun ingat kata kata krystal semalam, kalau ia akan memberitahu chanyeol soal obat obatan yang ia konsumsi selama ini kalau selama ini baekhyun tak berterus terang soal penyakitnya, chanyeol tidak pernah bisa mentoleransi kebohongan. Baekhyun mungkin bisa saja menjadi wanita tapi akan kah chanyeol tetap menyukainya atau justru membencinya. Krystal terus mendoktrin baekhyun dengan colotehnya karena chanyeol akan benar benar membencinya karena chanyeol menyukai baekhyun sebagai pria dan bukan wanita.
"Oppa benci pembohong.. " ucapan itu terus terngiang di kepala baekhyun.
Itu adalah obat hormonal untuk penyakit ambigous genetical. Adalah keadaan dimana satu manusia mempunyai organ ganda, dimana salah satunya akan menjadi sangat dominan. Jika gen dominan adalah wanita maka ia memiliki semua yang nyaris dimiliki wanita seperti contohnya, rahim. Obat obatan hormonal akan membantu efek gen dominan tersebut lebih terlihat, dibawah pengawasan yang tepat. Kelamin ganda bisa memengaruhi psikologis dan kesejahteraan sosial, tidak hanya bagi orang tua melainkan juga pada si anak ketika dia besar kelak. Karena kompleks dan jarangnya kasus ini terjadi, hingga perlu dibentuk satu tim dokter khusus untuk menangani kondisi ini. Tim tersebut terdiri dari dokter anak, ahli urologi pediatrik, dokter ahli perawatan bayi baru lahir, dokter ahli bedah umum anak, dokter ahli sistem endokrin dan kelenjar, dokter ahli genetika, dan psikolog.
karena itu ia mengenal ibu chanyeol, ia adalah psikolog yang membantu ibu baekhyun berkonsultasi tentang masalah yang dialami oleh baekhyun.
Apa yang harus ia katakan pada chanyeol tentang semua ini, apa chanyeol akan menerimanya sebagai wanita atau tetap akan mencintainya sebagai pria.
"Sayang.. " Baekhyun menoleh.
"Nee.. channie.."
"Kau cantik sekali.. uhm.. sekali lagi ya.."
"Mwooo.. " Baekhyun terperangah tapi chanyeol sudah menariknya ke dalam selimut.
"Channie.. jangan nakal.. " baekhyun berteriak manja dan itu membuat chanyeol menggila.
Chanyeol menyukai tiap detail tubuh baekhyun, mencercapnya bagai candu di indra penciumannya.
Hari berlalu dan krystal makin sering datang ke rumah besar keluarga park yang ditujunya tentu saja chanyeol, meski chanyeol terus menolaknya krystal tak pernah patah arang, ia akan kembali.. esok.. esok dan seterusnya...
"Channie.. boleh aku pergi ke makam eomma ??."
"Hemm.. tentu saja. Akan ku antarkan ya.."
"Annio.. tak perlu seperti itu, appamu membutuhkanmu."
"Aaah lihat, byun baekhyun yang polos.. bla bla bla" ejek krystal.
"Jangan hiraukan nenek sihir itu.. apa kau yakin tak mau ku antar ??" Baekhyun menggeleng pelan. " Apa kau mau aku menjemputmu nanti ??." Baekhyun juga menggelengkan kepalanya.
"Tak perlu khawatir aku akan baik baik saja channie.. aku akan kembali.." Baekhyun merapikan jurai rambut yang menutupi dahi chanyeol.
"Hah, drama.. aku tak sanggup mendengar ini.. " Krystal lalu melangkah pasti menjauhi chanyeol dan baekhyun ada rencana jahat di balik senyum simpulnya.
"Aku akan bersiap siap dulu.. " chanyeol mulai memperhatikan tingkah baekhyun, ada yang berubah dari diri baekhyun tapi chanyeol belum bisa menentukan dengan pasti perubahan itu.
Xxxxx
.
.
.
.
Chanyeol mengantarkan baekhyun sampai ke bandara, memastikan bahwa baekhyun selamat sampai disana.
"Tak perlu seperti itu.. pergilah.. kajja.. aku tak apa apa..tenanglah.."
"Tolong terus kabari aku.. "
"Nee.. baik - baiklah disini bayi beruang.." Bekhyun melambaikan tangannya.
Ternyata baekhyun tak pergi ke makam ibunya, ia pergi menemui dokter kim. Ia memakai baju rumah sakit yang tampak terlihat besar di tubuh mungilnya.
"Apa kau yakin ?? dengan keadaanmu yang sekarang resikonya terlalu tinggi baek.." bujuk dokter kim, baekhyun menghela nafas panjang.
"Nee.. aku yakin.."
Hampir sebulan baekhyun pergi tanpa kabar dan chanyeol sudah mulai gila dibuatnya, disaat itulah krystal datang.
"Mana bidadarimu oppa, ia tampaknya tidak akan kembali.. atau mungkin ia sudah menemukan laki laki lain di luar sana.. " krystal mencoba meracuni chanyeol dengan kata katanya, disaar terpuruk seperti ini. Alkohol jadi pilihan seorang park chanyeol untuk bisa melupakan rasa sakitnya merindukan baekhyun.
"Jangan jadi pecundang park chanyeol.. bersenang senanglah.. aku yakin baekhyun juga sedang bersenang senang dengan laki laki lain di luar sana.."
"Hentikan omong kosong mu.." hardik chanyeol setengah mabuk, krystal tertawa jahat.
Chanyeol terus menenggak minuman beralkohol itu semakin lama, semakin terhanyut.
"Oppa kau mabuk.." Chanyeol tersuruk di depan krystal.
"Baekki.. kau dimana.. baekki.. kau berbohong padaku.. kau bilang akan kembali.." chanyeol merancau, krystal membantunya dan memapahnya masuk ke kamar.
"Baekki.. Baekki.." Chanyeol terus merancau, krystal membaringkan chanyeol ke atas tempat tidur dan krystal tersenyum penuh kemenangan.
Kau pikir kau akan menang byun baekhyun, meski kau berubah jadi wanita sekalipun tak akan ku biarkan kau berada di samping oppa..
Krystal mulai membuka kancing chanyeol satu persatu.. "Baeekkii.. sayang.. kau pulang.. sayang.. " Chanyeol yang mabuk menyangka kalau krystal adalah baekhyun, ia bangkit lalu merangkul krystal seperti penuh kerinduan dan krystal memanfaatkan situasinya.
"Nee channie.. aku pulang.. " Krystal mendorong tubuh chanyeol kembali ke atas ranjang.
Dokter kim mendorong kursi roda baekhyun perlahan.
"Kau bisa pulang sebentar lagi.. ingat kau harus benar benar menjaga kondisimu sekarang ya.. "
"Nee.. " Baekhyun tersenyum tipis karena tak lama lagi ia akan bertemu kembali dengan chanyeol dan ia akan menceritakan semuanya pada chanyeol.
"Aku akan mengantarmu.. aku ingin melihat sosok yang membuatmu jadi seperti ini baekkie. " Baekhyun menoleh, ada sehun disana. Sehun adalah teman pertama baekhyun di rumah sakit ini karena kekasihnya luhan juga sempat di rawat di rumah sakit yang sama.
"Gomawo.. tapi lulu bagaimana ?? "
"Wah .. kau pikir akan ku ijinkan kau berduaan dengan suamiku.. " pekik luhan dari kejauhan. Baekhyun terkekeh, semuanya sudah nampak sempurna sekarang. Baekhyun bersenandung ringan sambil merapihkan pakaiannya, memasukannya ke dalam koper, chanyeol bahkan membuatkan name tag di tas baekhyun.
park baekhyun.. Baekhyun tersenyum simpul sambil sesekali mengusap name tag yang bergelayut di tas nya.
Tunggu aku channie..
Baekhyun melangkah ringan masuk ke dalam rumah besar keluarga park, ia rindu suasana rumah besar itu. Ia rindu.. terlebih lagi.. ia rindu putra pemilik rumah besar itu.
"Baekhyun.. " Baekhyun menoleh, pengurus rumah jung ada di hadapannya menyambutnya.
"Dimana channie.. ??." Baekhyun bertanya penuh harap, sehun dan luhan yang ikut bersamanya hanya saling menatap.
"Beliau sebentar lagi akan pulang dari kantor, tunggulah.. Saya pamit, permisi.." pengurus jung pun pamit menuju dapur.
Decitan suara mesin terdengar jelas di telinga baekhyun, baekhyun menghela nafas tipis.
"Sayang, kau masih saja seperti ini.. jangan dingin seperti itu sayang.. ayolaaah.. " Rengek krystal pada chanyeol, chanyeol terus menepis genggaman tangan krystal namun tetap saja krystal bergelayut manja pada chanyeol.
"A..ada apa ini.. " tanya baekhyun sambil tersenyum tipis, melihat apa yang ada dihadapannya. Baekhyun semakin tak mengerti.
Sehun dan luhan justru kebingungan.
"Krystal...? kenapa kau ada disini ??." seru sehun.
Krystal pun kaget bukan kepalang melihat mantan kekasihnya itu ada di hadapannya.
"Sehun ah.. " seru krystal pelan.
Chanyeol menatap tak percaya, orang yang dirindukannya ada di hadapannya.
"Sayaaang.. ayoo.. " rengek krystal pada chanyeol.
"Ada apa ini sebenarnya.. " tawa baekhyun tampak di paksakan.
"Kami akan menikah.. " ucap krystal bangga.
"Mwoo... " Baekhyun benar benar kaget dengan pernyataan krystal. Luhan melihat perubahan raut wajah baekhyun dan mencolek pelan suaminya, sehun.
"Baekkie.. a.. aku bisa jelaskan.. b..baekkie.. a.." Baekhyun segera berlari keluar sambil menutup mulutnya mencoba menahan tangisnya.
"B.. ba.. baekkie.. " Chanyeol mencoba mengejar baekhyun tapi krystal menahannya.
"Oppa.. "
"Krystal-ssi.. apa kau senang merusak hubungan orang lain ??." ujar luhan sambil berlalu mengejar baekhyun. Sehun mengangguk anggukan kepalanya melihat krystal.
"Kenapa kau bisa ada disini.." tanya krystal.
" Aku kemari mengantar sahabatku.." jawab sehun singkat.
"Kau siapa ? kenapa baekhyun bisa ada bersamamu.." tanya chanyeol penasaran.
"Ia di rawat di rumah sakit yang sama di tempat istriku di rawat.."
"Istri ?? " krystal terperangah.
"Tapi luhan kan pria.. " lanjut krystal
"Luhan mempunyai kondisi yang sama dengan baekhyun.. bukankah kau tahu itu krystal.." kata kata sehun mulai memojokkan krystal.
Chanyeol mengernyit
"Kondisi.. kondisi apa ?? apa maksudmu kalau krystal tahu soal kondisi baekhyun.. ada apa ini sebenarnya.." tanya chanyeol penasaran dan sedikit marah, tatapannya seperti bisa membakar siapa saja yang menatapnya.
"Wanita kesayanganmu ini tak memberitahumu soal Baekhyun ? Padahal Baekhyun diancam untuk memilih." chanyeol tambah tak mengerti, ia menatap Krystal tajam.
"B..Bukan seperti itu Oppa.. Aku tahu Baekhyun sakit tapi.."
"Ambigous Genatical.. "
"Apa ?" Lalu Sehun menjelaskan dengan perlahan, Chanyeol mengernyitkan dahinya. Wajah Krystal tampak memucat.
"Baekkie sakit? T..tapi bagaimana mungkin.."
"Baekhyun mencoba memberitahumu tapi nampaknya kau tak peduli dan krystal memanfaatkan situasinya..."
"Krystal tahu ?" Krystal mencoba bersembunyi dari tatapan tajam Chanyeol.
"Oppa, a.. aku tidak seperti itu. Hey Oh Sehun aku tidak memanfaatkan situasi."
"Daripada kau mengurusi wanita ini sebaiknya kau mengejar Baekhyun. Dan kau.. tetap disini." Sehun menarik tangan Krystal dan menyuruh Chanyeol mengejar Baekhyun. Sehun memegang kencang tangan krystal.
"Apa apan kau ini, aku harus mengejar oppa." Krystal mencoba melepaskan pegangan Sehun yang mencengkram keras tangannya.
"Hentikan Krystal, jangan lakukan apa hal yang sama pada Baekhyun. Dulu kau juga melakukan ini pada Luhan kan ? Gara gara dirimu Luhan kehilangan bayinya, kau tahu kondisinya seperti apa. Kau benar benar bukan manusia." Sehun meradang melihat Krystal yang bersikeras untuk mengejar Chanyeol, matanya menatap Krystal tajam. Ia mengingat apa yang dilakukan pada istrinya dulu, Luhan mempunyai penyakit yang sama dengan Baekhyun. Karena kondisi Luhan lebih condong sebagai wanita, Luhan sempat mengandung anak Sehun selama beberapa minggu tapi Krystal yang mengetahui hal itu mendoktrinnya agar mengugurkan anak tersebut karena ia tahu Sehun sangat menginginkan seorang anak. Sehingga Luhan mengalami penyempitan rahim karena itulah pengobatan dilakukan di kampung halaman Luhan, Cina. Dan ketika kembali ke korea Luhan menjalani pengobatan intensif yang membuatnya menjadi wanita seutuhnya dengan obat penekan hormon disanalah ia bertemu dengan Baekhyun.
..
.
.
....
...
...
...
Mian, udah lama gak update FF ya hahaha. Mianhe, anak aku sakit. Huhuhu. Jadi nulisnya agak lambat. :(((
Tenang.. tenang bakalan aku update lagi kok.
Exo concert jadi kah? Yeay, mari kita nonton bersama.
Love, Chelsea. :)))
