Chanyeol masih terus mencoba menahan tangisnya, ia tak tahu harus berbuat apa agar membuat Baekhyun sadar, ini hari kedelapan dan Baekhyun belum sadar juga. Sehun dan Luhan datang beberapa kali untuk menjenguk Baekhyun bahkan Suho diam diam menaruh mawar putih di samping ranjang Baekhyun.

"Baekkie sayang, ku mohon bangunlah."

"Yeollie," Chanyeol menoleh dan didapatinya Suho sedang berdiri sambil menatapnya.

"Pulanglah nak, sudah seminggu kau disini."

"Tak mau, Baekkie Appa.. Yeollie mau Baekkie."

"Putra Appa yang manja, jadi dewasa karena Baekkie Noona, Nee ? Sekarang, berubah manja kembali karena Baekkie Noona juga" Suho tersenyum tipis melihat putra semata wayangnya itu yang berubah kembali menjadi manja.

"Yeollie mau Baekkie, Yeollie tak mau Baekkie pergi seperti Eomma." Dan tiba tiba saja tangis Chanyeol pun pecah, Suho berusaha menenangkannya. Menepuk pundaknya dengan pelan.

"Uughh.. " Terdengar suara lenguhan, seketika tangisan Chanyeol berhenti.

"Baekkie, Baekkie.. " Baekhyun mengerjap ngerjapkan matanya. Chanyeol dengan spontan memeluk Baekhyun namun yang keluar dari mulut Baekhyun membuat Chanyeol kehilangan akal.

"K..kau siapa?" Suho dan Chanyeol tersentak, segara Suho memanggil dokter yang menangani Baekhyun.

.

XxxxxX

.

.

.

.

.

.

"Sebenarnya apa yang terjadi dokter ?" tanya suho.

"Short term memory loss, ini biasanya pasien mengalami trauma. Mencoba melupakan hal yang membuatnya sakit." Jelas sang dokter, chanyeol seketika merasa lemas mendengar pernyataan dokter tersebut.

"Hilang ingatan ? tapi tak mungkin, ia tidak terbentur."

"Short term memory loss bukan hanya karena terbentur, kecelakaan atau hal lain tapi bisa juga karena trauma."

Suho melihat ke arah Chanyeol yang terlihat putus asa melihat Baekhyun yang benar benar tidak mengenalinya sama sekali. Chanyeol hanya melihat ke arah Baekhyun tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

"Baekkie, aku harus bagaimana lagi.."

"Baekkiee ?" Baekhyun memiringkan kepalanya sambil memandang Chanyeol.

"Ya, namamu Baekhyun. Baekkie itu nama panggilanku untukmu, kau tak ingat ? dan Kau lucu seperti squizy." Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan, lalu mempoutkan bibirnya.

"Jadi namamu siapa dan kenapa aku bisa disini?" Tanya Baekhyun kebingungan dan merasa asing dengan sekelilingnya.

"Lulu dan Sehunnie mana ?"

Chanyeol tersentak, Baekhyun mengingat Sehun dan Luhan tapi tak mampu mengingat siapa dirinya namun Chanyeol hanya mampu terdiam, ia menatap Baekhyun dalam dalam.

"Baekkie tak ingat yeollie ?" Tanya Chanyeol lagi, Baekhyun menggeleng pelan.

"Haruskah aku mengingatmu?" Baekhyun mempoutkan bibirnya, rasanya Chanyeol ingin sekali mengecup bibir itu.

"Apa masih sakit ?" Baekhyun tersenyum kecil.

"Apa kita ada hubungan ? karena aku tak ingat apapun." Tanya Baekhyun, ia mengangkat tangannya. Liontin yang sama dengan liotin kalung Chanyeol.

Suho kembali menghampiri Chanyeol dan Baekhyun, ia mengernyitkan dahinya. Wajah Baekhyun lebih terlihat bahagia dari sebelum mereka berpisah saat Baekhyun pamit untuk pergi ke makam ibunya. Apa hilang ingatan membuat prilakunya berbeda pula ?

"Yeollie ayo pulang, biarkan Baekhyun istirahat."

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat, ia melirik ke arah Suho.

"Appa, bawa Baekkie pulang ya ?"

"Baekhyun belum sembuh Yeollie, nanti saja kita kembali lagi."

"Bagaimana kalau Krystal datang dan mengganggu Baekki." Suho mendengus pelan.

"Bisakah kau pindahkan teman putraku ke kamar VIP dan taruh penjaga disana agar dia tak terganggu." Suho dengan mudah meminta kamar pada perawat disana ya karena tentu saja Suho ada pemilik rumah sakit itu, ia pemilik saham terbesar disana.

"VIP ?" tanya Baekhyun

"A.. a.. Aku mau Lulu dan Sehunnie, aku tak kenal siapapun disini, kenapa aku tak bisa mengingat apapun." Baekhyun mulai mengisak dan memukul mukulkan kepalanya.

"Baekkie.. " Chanyeol menarik tangan Baekhyun lalu memeluknya.

"Kenapa aku tak ingat apapun."

"Aku meyayangimu Baekkie, tak perlu ingat apapun. Cukup ingatlah aku." Entah kenapa perasaan Baekhyun terasa begitu tenang.

Suho memindahkan Baekhyun ke ruang VIP dengan dua penjaga yang berjaga didepannya karena seperti yang Chanyeol katakan kalau mungkin Krystal akan mengganggunya.

Chanyeol akhirnya setuju untuk pulang bersama Suho, ia berjanji akan mengantarkan Chanyeol kembali menemui Baekhyun.

Chanyeol sedang dikamarnya ketika Krystal datang menemuinya, ia mengetahui Chanyeol pulang dari salah satu pelayan yang dibayarnya untuk memata matai Chanyeol.

"Oppa."

"Aku tak mau bertemu denganmu, kau benar benar jahat."

"Tapi oppa, aku melakukannya untuk kita. Bukankah kau berjanji akan menikahiku, kau tak ingat malam itu ? Kau meregut segalanya." Krystal mulai menangis.

"Itu kesalahan karena aku mengira kau baekkie."

"Aah, jalang itu lagi." Chanyeol menoleh dan hendak menampar Krystal.

"Kau mungkin bisa berpura pura didepan appamu dan orang lain bahwa kau tak lebih dari seorang manusia idiot tapi aku tahu semuanya Park Chanyeol jadi jangan macam macam denganku."

"Kau mengancamku?"

"Terserah apa katamu, ancaman atau apapun itu, kau harus menikah denganku. Mungkin appa mu akan mengembalikanmu ke Jerman sana dan tak akan mungkin kembali ke korea, kalau kau menikahiku bukankah kau bisa tetap berada di korea, hmm?" Krystal terus menggoda Chanyeol, Krystal perempuan yang licik, ia benar benar memanfaatkan semua situasi dengan benar.

"Aku tak tahu kenapa orangtuamu mengadopsimu, bukankah kelasmu jauh berbeda. Baekhyun selalu bersikap baik kepadamu seberapa jahat pun kau memperlakukannya, itu membuktikan kastamu lebih rendah." Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Krystal, Krystal tak berkutik melihat wajah Chanyeol sedekat itu.

"Kau mungkin tahu rahasiaku saat appa menarikku dari rumah sakit itu dan berperan idiot hanya untuk seorang pria seperti Baekhyun. Kau hanya tahu sebagian ceritanya saja, berhati hatilah. Jangan membuatku marah Krystal." Chanyeol pun keluar dari kamarnya meninggalkan Krystal yang tampak kebingungan dengan kata kata Chanyeol.

Apa dia baru saja mengancamku ? Hah, Park Chanyeol kau belum mengenalku. Akan kubuat Byun Baekhyun menyesal pernah dilahirkan.

Krystal mengeluarkan satu ampul obat dari dalam tasnya sambil tertawa licik dan yang tak Krystal ketahui adalah, ia sedang diawasi. Diawasi oleh seseorang yang tidak akan pernah ia duga sebelumnya. Memandanginya tajam dari balik layar, terus memandanginya lalu setelah Krystal keluar dari kamar, ia mematikan layar itu.

.Yarobun,maaf aku lupa kalau masih ada ff ini yg msh belum lanjut. Hahahaha.

Mian. :DD

Gimana kalo kita open giveaway lagi nanti, setujukah??