Chanyeol tersenyum simpul memperhatikan Baekhyun asyik dengan selimut bermotifnya.
Saat seperti ini, semuanya tampak baik baik saja.. Baekkie..
Baekhyun mendongkakan kepalanya menatap Chanyeol.
"Uhm Chanyeol kan? Boleh aku minta buah strawberry ?" Chanyeol mengangguk pelan, Ia melangkah pelan menuju pintu keluar tapi ia segera mengurungkan niatnya, ia berbicara dengan seorang penjaga diluar.
"Sebentar ya, kau masih bisa menunggu sedikit untuk strawberry mu kan Baekkie ?" Baekhyun mengangguk pelan.
"Terima Kasih, apa itu menyulitkanmu ?"
"Tidak, tidak menyulitkan sama sekali. Apapun untukmu. Kau masih belum bisa mengingatku ya ?" Baekhyun mempoutkan bibirnya sambil menggelengkan kepalanya pelan. Chanyeol tersenyum pelan.
"Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Jangan dipaksakan."
"Apa dulu kita kekasih ?" Tanya Baekhyun, Chanyeol terkekeh.
"Ya, bisa dibilang begitu tapi kau galak sekali. Kau selalu memarahiku."
"Maaf, sepertinya kau kekasih yang tersiksa."
"Tak apa kalau itu untukmu.." Rasa panas menjalar di pipi Baekhyin, pipinya bersemu merah.
"Kau Park Chanyeol ?" Chanyeol dikejutkan oleh suara dokter yang datang tiba-tiba.
"Apa Nyonya Byun Hamil ? Maksudku Tuan Byun"
Baekhyun membulatkan matanya lalu menunjuk pada dirinya sendiri.
"Aku hamil ?" Tanyanya lagi.
"Ya, dia sempat hamil namun keguguran dan rahimnya diangkat." Chanyeol menjelaskan.
"Keguguran ? Tidak mungkin, ini hasilnya baru keluar. Janinnya baik-baik saja." Chanyeol dan Baekhyun saling menatap bingung, dokter memperlihatkan hasil lab Baekhyun dan juga hasil USG nya.
"Bayinya sehat..." Baekhyun menyentuh perutnya.
"Ada bayi, disini ?" Baekhyun tampak kebingungan, ia meraih tangan Chanyeol dan dengan segera menggenggamnya erat. Chanyeol yang merasakan tekanan di jemarinya, mencoba menenangkan Baekhyun.
"Iya, bayi kita. Baiklah dokter terimakasih untuk informasinya. Ada hal lain lagi yang harus ku ketahui??" Tanya Chanyeol.
"Datanglah nanti ke ruang dokter, aku akan memberinya obat penguat janin. Nampaknya anakmu akan menjadi anak yang kuat. Baiklah, aku pergi dulu. Jaga kandunganmu dengan baik anak muda, perawat akan datang untuk memeriksamu."
Chanyeol tersenyum simpul, ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Sehun.
"Ini Park Chanyeol, apa kau tahu kalau Baekhyun masih mengandung?"
(Apa maksudmu masih mengandung Park ? Dokter mengatakan rahimnya sudah diangkat dan dokter sebelumnya juga mengatakan hal yang sama)
"Tapi bayinya masih ada Oh Sehun, Dokter baru saja memberikan hasil tes nya."
Baekhyun tersenyum sambil terus mengusap perutnya, sesekali suaranya kikikannya terdengar ditelinga Chanyeol.
(Ya aku tak tahu, mungkin istriku tahu. Akan kuhubungi kembali begitu istriku pulang)
"Ya, lakukanlah. Terimakasih"
Chanyeol menutup pembicaraan lalu kembali terfokus pada Baekhyun.
"Baekkie, menikah denganku Ya ?"
"Apa ini benar anakmu ?" Tanya Baekhyun lagi sambil menunjuk ke arah perutnya.
"Baekkie, menikahlah denganku. Apa kau mendengarnya ?" Baekhyun memegang pipinya dengan kedua tanganya, wajahnya terasa panas.
"Tapi aku bahkan tidak mengingatmu..."
"Tak apa, tapi aku selalu ingat kalau aku mencintaimu. Dan kita akan bersama selama, tidakkah itu cukup ?"
Chanyeol terus membujuk Baekhyun agar mau menikah dengannya, tanpa peduli Baekhyun mengingatnya atau tidak. Chanyeol juga tidak menceritakan bagaimana Baekhyun bisa terbaring di rumah sakit untuk beberapa lama, mungkin itu egois tapi cinta Chanyeol pada Baekhyun yang begitu besar membuatnya tak memikirkan hal yang lainnya lagi.
._XXXX_.
.
.
.
.
Krystal mencoba membuka kamar yang pernah ditempati Baekhyun dengan paksa, melirik kanan dan kiri. Berusaha hati-hati agar tidak diketahui orang lain, ia mengendap perlahan masuk ke dalam kamar Baekhyun. Setelah ia berhasil membuka pintu kamar Baekhyun, ia segera masuk ke dalam kamar tersebut, entah apa yang ia cari. Lalu tiba-tiba terdengar suara lantang dari ujung kamar.
"Apa yang kau cari ?"
"Kau ? Kenapa bisa ada disini ?"
"Jangan bermain-main denganku Krystal, aku tak suka dipermainkan." Sosok itu berdiri dibawah temaram lampu, wajahnya tidak terlihat jelas.
"Bukankah sudah kubilang, jangan permainkan aku ? Kau akan membuat akhir cerita ini menjadi tidak menyenangkan, kalau kau membohongi aku lagi. Kau tahu akibatnya apa kan?" Krystal hanya menundukkan kepalanya, ia hanya terdiam dibawah ancaman.
"Tapi, kau kan tahu bagaimana perasaanku pada oppa..."
"Hentikan rengekanmu ! Jangan masuk ke kamar ini lagi atau kau tahu akibatnya apa."
"B..baiklah, m..maafkan aku." Krystal mundur selangkah demi selangkah lalu keluar kembali dan menutup rapat pintu kamar Baekhyun.
Krystal mengidikkan bahunya, wajahnya memucat.
"Kenapa dia bisa mengerikan seperti itu."
Krystal pun segera meninggalkan rumah besar keluarga Park, namun saat hendak turun ke bawah ia berpapasan dengan seorang pelayan. Pelayan itu tersenyum lalu membungkuk dan memberikan salam.
.
_XxxxxX_
.
.
.
.
.
.
.
Sehun berjalan pelan diantara lorong rumah sakit, ia datang bersama Luhan. Sehun langsung masuk ke tempat Baekhyun di rawat.
"Baekhyunnie ! " Luhan nyaris berteriak lalu menutup mulutnya, ia tersenyum sampai nyaris menangis.
"Lulu..." Baekhyun merentangkan tangannya untuk memeluk Luhan.
"Aah, aku merindukanmu. Chanyeol menelepon Sehunnie kemarin. Apa kau yakin masih hamil ?" Tanya Luhan.
"Entahlah, dokter mengatakan demikian. Apa benar aku hamil, Lu ? Tapi kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali." Baekhyun menunduk, ia mulai menangis. Luhan pun langsung berusaha menenangkannya, ia mengusap punggung Baekhyun perlahan.
"Mana Chanyeol ?" Tanya Sehun, matanya menyapu seluruh ruangan.
"Dia ke ruang dokter tak tahulah, kemarin dokter memintanya untuk datang kesana." Baekhyun menghela napas pendek, Luhan terus memperhatikan laki laki berwajah pucat itu.
"Kau pucat sekali Baek ? Ku harap Krystal tidak akan berbuat yang aneh aneh lagi pada kalian berdua."
"Siapa Krystal?" Tanya Baekhyun.
"Krystal itu_" Perkataan Luhan pun dipotong oleh Chanyeol yang bergegas mendekati Baekhyun, tanpa pikir panjang. Ia menghempaskan tangan Luhan dari tangan Baekhyun.
"Krystal itu sepupuku." Chanyeol meneruskan, Luhan hanya mengernyit. Ia memberikan isyarat pada Chanyeol, kenapa ia harus menutupinya ?
"Baekhyun belum sembuh benar, kandungannya melemah, dia belum bisa mengingat apapun. Jadi jangan paksa dia." Chanyeol berupaya membela diri dengan mengatasnamakan Baekhyun. Sehun yang memperhatikan sejak tadi, menyipitkan matanya tanpa berkata apa-apa.
"Park, aku mau berbicara padamu. Diluar, biarkan Luhan yang menjaga Baekhyun disini."
Sehun menarik tangan Chanyeol agar menjauh dari Baekhyun dan berbicara diluar kamar.
Sehun terus menarik tangan Chanyeol diantara lorong rumah sakit, sosok mereka berdua kontan menjadi perhatian setiap orang disana. Para perawat, Pasien dan Dokter wanita.
"A..anda Oh Sehun kan ? Boleh minta tanda tangan ?" Tanya seorang perawat wanita saat Sehun melewati ruang resepsionist, tanpa banyam bicara ia mengambil pena lalu mengguratkannya diatas kertas.
"Apa ada yang sakit, kerabat atau mungkin istri anda."
"Maaf, kami sedang terburu-buru bisakah kau merayunya nanti saja." Chanyeol menyela kata-kata perawat wanita tadi, membungkukkan sedikit badannya lalu menarik Sehun.
Chanyeol duduk di bangku kayu didepan pelataran rumah sakit, Sehun berdiri memungunginya.
"Jelaskan padaku, katamu Dokter mengangkat rahimnya tapi sekarang hasil pemeriksaan mengatakan kalau ia masih mengandung."
"Bagaimana aku mengetahuinya, Park. Hanya saja waktu itu Dokter yang menangani Baekhyun mengatakan kalau dia harus hati-hati karena baru saja operasi pengangkatan rahim. Hanya itu yang aku tahu, kenapa kau tidak tanyakan pada Dokter Minseok, dia yang menangani Baekhyun waktu itu. Lagipula bukankah kau harusnya senang kalau Baekhyun hamil, bukankah itu anakmu ? Kenapa wajahmu seperti wajah orang frustasi ?" Tanya Sehun sambil bersungut-sungut menatap Chanyeol yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.
"Masalahnya, Krystal juga hamil. Anakku.." Sehun membulatkan matanya, terkejut dengan penuturan Chanyeol.
"Kau hobi sekali membuat hamil orang lain, Park."
"Hentikan memanggilku Park, panggil namaku."
"Ya,ya.. idiot. Apa kau gilaaa ? Baekhyun didalam sana, nyaris meregang nyawa karena Krystal. Dan sekarang kau mengatakan kalau kau menghamili Krystal juga, hah ! Sehat sekali spermamu Park Chanyeol." Chanyeol segera menutup mulut Sehun sebelum berkata lebih banyak lagi, dengan suara Sehun yang seperti itu. Sontak mereka menjadi pusat perhatian orang-orang disitu.
"Aku sudah meminta Baekhyun menikah denganku, namun sepertinya dia ragu."
"Tentu saja, itu bagus kalau dia ragu. Berarti dia pintar dan kau.. Ya Tuhan, aku tak tahu harus mengatakan apalagi padamu."
"Kau pernah berhubungan dengan Krystal kan? Tolonglah aku Oh Sehun, aku tak tahu lagi harus seperti apa?" Wajah Chanyeol tampak bingung dan memelas dihadapan Sehun, namun ia sendiri bingung harus menolong Chanyeol seperti apa.
.
.
.
.
.
.
TBC
Maaf baru sempet lanjutin yang ini, hehe.
