A Friendly Lunch

Lambo sedang bertamasya ke dunia mimpinya,selagi Koro Sensei menjelaskan pelajaran Matematika di depan. Buku teks yang sangat tebal menutupi wajahnya,tapi hal itu tidak luput dari penglihatan Gurita berkecepatan Mach 20

"Hora,Lambo kun,jangan tidur di kelasku!!"Ucap Gurita itu sambil marah-marah,yang lebih ke arah konyol daripada menyeramkan.

"Yeah...maaf untuk itu,Tako sensei"balas Lambo dengan malas. Sementara semua orang dalam kelas memerhatikannya.

"Nurufufufu,sekarang,bisakah kau menjawab pertanyaan No.5?"tanya Koro sensei,warna wajahnya berubah menjadi belang kuning hijau.

"37"jawab Lambo,lalu dia melanjutkan tidurnya yang damai.

"Benar!tapi,aku tidak akan mentolelir lagi jika kau tidur-".

"Eh...Koro sensei,Lambo kun...dia..."potong Nagisa sambil menunjuk Lambo yang sudah tidur lelap.

"Gyaaaah!!!!dia mengabaikanku!!!!"teriak Koro Sensei.

Dan akhirnya pelajaran pun dilanjutkan tanpa menunggu Lambo terbangun,karena bahkan suara bom sekalipun takkan bisa membangunkannya. Sampai akhirnya,saat bel istirahat berbunyi,dia akhirnya terbangun.

"Huaaam,tidur yang nyaman!"ucap Lambo sambil meregangkan badannya. Dia melihat ke sekeliling sambil mengusap matanya. 'Hm,sudah istirahat rupanya'pikir Lambo.

Si Pemalas itu pun mengambil bekalnya dan berjalan keluar. Dia mungkin akan mencari pohon besar untuk makan sendiri. Hingga beberapa orang menghampirinya. Mereka adalah anak berambut merah yang mengejeknya tadi,anak berambut biru yang mirip perembuan,dan seorang anak berambut hitam yang terlihat ramah.

"Yo!tertarik untuk makan bersama kami?"tanya Anak berambut hitam itu. "Namaku Tomohito Sugino!panggil aku Sugino!ini Shiota Nagisa dan Akabane Karma!".

"Halo,Bovino kun..."sapa Nagisa.

"Yo,Ushi!"Ucap Karma. "Kau pintar juga rupanya!".

"Silahkan saja,aku tidak peduli,makan sendiri atau makan bersama itu sama saja"balas Lambo,dia berjalan keluar,sementara yang lain mengikutinya. Mereka memilih tempat dibawah pepohonan yang daunnya mulai memerah.

Yah,Hitman muda itu tidak bisa mengatakan bersosialisasi adalah hal yang buruk,jujur,dia menikmatinya. Sugino asik dan ramah,walaupun dia seorang Yakyuu Baka seperti seorang Rain Guardian. Nagisa walaupun agak malu-malu,sebenarnya adalah orang yang baik. Dan Karma,walaupun tingkahnya menyebalkan,dia tak bisa membencinya.

"Eh?kau sudah membunuh banyak sekali orang,Bovino kun?"ujar Nagisa. "Kalau begitu,pengalaman mu pasti banyak sekali".

"Begitulah,aku juga pernah membunuh seorang Assassin dengan rank ke 3 terkuat didunia,walau itu tidak bisa dikatakan berhasil juga sih"balas Lambo sambil mengunyah onigiri nya.

"Memang kenapa,Bovino?"tanya Sugino.

"Anggap saja setengah kota hancur setelah itu,aku agak terlalu berlebihan,karena itulah setelah itu banyak surat permintaan maaf yang kubuat,kakakku tidak mau melakukannya untukku"jawab Lambo. "Yah...walau begitu,Kakakku,atau bisa dibilang boss ku sangat tidak bisa dikatakan senang mengirimku ke misi pembunuhan,kau tahu?prioritas utama kami adalah mengurangi korban sebanyak mungkin,bunuh bila perlu,jadi aku agak kurang setuju murid SMP biasa seperti kalian harus melakukan ini,heck,jangan mengatakannya seolah itu mudah,pertama kali aku melakukannya,aku muntah-muntah setelah itu".

Ketiga trio itu tercengang mendengar perkataan Lambo. Mereka selalu menganggap situasi yang mereka hadapi itu keren,tapi mereka baru menyadari kalau membunuh itu benar-benar pekerjaan yang memperburuk kesehatan mental. Entah bagaimana Lambo bisa tetap menjaga kewarasannya setelah apa yang dia alami,mereka yakin Bitch sensei juga begitu.

"Hee...jadi kapan pembunuhan pertamamu,Ushi?"tanya Karma.

Lambo menengok kearah Karma dengan kesal,dia tidak ingin dipanggil begitu!. "4 tahun,ada apa dengan itu?". Yah benar,sebelum dia bertemu Reborn,ayahnya telah membiasakannya untuk membunuh orang dari kecil,karena pekerjaan anaknya sebagai Hitman. Saat Lambo mengatakan dia adalah hitman pada Tsuna dan yang lain,dia memang serius tentang itu.

"A-apa!?kau telah membunuh sejak seusia itu?"ucap Sugino.

"Y-yeah...bukan pengalaman yang baik,kurasa"balas Lambo sambil memakan permen anggurnya.

"Hei Ushi,kau benar-benar menyukai permen kan?aku melihatmu tadi menyimpan beberapa stok manisan dilaci mejamu"ucap Karma.

"Ya,ada apa dengan itu?"tanya Lambo,dia mendapat firasat buruk dari kata-kata Karma.

"Yah...kupikir itu bukan ide yang bagus...karena Koro Sensei juga menyukai permen...dan,dia punya penciuman yang tajam,kau tahu?"jawab Karma santai.

Lambo langsung tersentak mendengarnya,tanpa repot-repot membawa kotak bekalnya,dia langsung berlari ke kelas,dan benar saja,saat dia melihat kedalam sana. Sesosok gurita sedang memakan stok manisannya.

"KONO TAKO!!!!APA YANG KAU LAKUKAN HAH!!!!!"teriak Lambo,dia langsung mengeluarkan pisau anti senseinya dan menyerang gurita itu,yang tentunya langsung menghindar.

"Nurufufu,ini pembalasan karena tidur di kelasku,kau tahu?"balas Koro Sensei sambil mengejek.

"Itu simpanan terakhirku bulan ini,Tako!!!kembalikan!kembalikan semuanya padaku!!!!"teriak Lambo.

Sementara seisi kelas menonton tingkah Lambo dan Korosensei,Karma,Nagisa,dan Sugino datang kekelas,sambil membawa kotak bekal Lambo juga,tentunya.

"Sudah kuduga..."ucap Nagisa.

"Yah,sepertinya murid pindahan kali ini cukup menarik,Nagisa kun"ujar Karma sebelum mengeluarkan pisaunya dan ikut memburu Koro Sensei.

TBC