Kelas E adalah kelas End. Semua orang tahu itu seolah-olah itu adalah pengetahuan umum disana. Siswa siswi yang tidak mampu meningkatkan nilainya,ataupun selalu berkelakuan buruk pasti akan di buang kesana. Tapi kenapa seoarang siswa yang baru saja masuk ke sekolah,tiba-tiba dibuang kesana tanpa alasan yang jelas?.
Hal itu pun mendasari rasa ingin tahu Asano terhadap kelas itu. Bahkan,rumor-rumor yang beredar justru makin membuatnya lebih penasaran. Apa sebenarnya yang ada dalam bangunan yang ditendangpun akan runtuh itu?.
Lalu,sekarang,pagi ini,dia akan segera tahu jawabannya. Dia telah berdiri di depan gedung tua itu,sambil membawa tas sekolahnya yang biasa. Tapi tidak ada seorangpun yang menyambutnya selain seorang pria bermuka datar.
"Asano kun kan?akan kutunjukkan apa yang ada di kelas ini"ucap pria itu sambil membalikkan badan.
"Kau bukan guru kan?Karasuma sensei?"tanya Asano saat melewati lorong. "Aku pernah melihat namamu di daftar anggota kementerian pertahanan,kenapa kau ada disini?". Tentu saja mata jeli Asano tidak akan menipu,lagipula,hanya dia yang terlalu rajin untuk menghafalkan nama-nama anggota pemerintahan,tentu saja dia akan merasa aneh.
"Kau akan tahu jawabannya setelah melihat ini"jawab Karasuma sambil membuka pintu kelas. Asano sangat kaget melihat apa yang ada didalam sana. Sesuatu seperti gurita kuning,yang sedang menghindari tusukan beberapa orang dengan kecepatan Mach. "Kau mengerti apa maksudku kan?"tanya Karasuma sehingga Asano hanya mengangguk.
P.E
'Jadi...selama dua minggu ini,aku harus mencoba membunuh gurita itu ya?'pikir Asano sambil memandangi pistol anti sensei yang ada di tangannya. Pagi tadi,Karasuma telah memberikan sebuah pisau dan pistol lengkap dengan pelurunya,yang pasti akan sangat dibutuhkan oleh Asano. 'Ini...gila'.
"Arere,Asano rupanya,kupikir mataku menipuku tadi"goda Karma. Tentu saja,orang yang paling ingin dia isengi setelah Nagisa dan Koro Sensei tentu saja orang ini. Orang yang telah berebut posisi pertama dengannya sejak masuk sekolah.
"Yurusai,Akabane,bisakah kau urusi urusanmu sendiri?"balas Asano ketus. Dia tidak mau terjerat kedalam permainan bodoh orang ini.
"Karasuma sensei menyuruhku melakukan spar denganmu,kau tahu?dia sedang sibuk meladeni Ushi saat ini"ucap Karma sambil menunjuk ke arah Lambo yang sedang menyerang Karasuma dengan elettrico cornata nya.
"Tidak buruk,biar kutunjukkan kekalahan padamu,Akabane"ucap Asano sambil memasang kuda-kuda yang sempurna. Ini pertama kalinya dia memegang pisau,tapi dengan melihat ke yang lain,dia tahu harus melakukan apa.
Asano menyerang Karma dengan pisaunya,yang tentu saja dihindari Karma. Saat Asano dalam jangkauannya,Karma langsung menyerangnya dengan pisau. Mengetahui itu,Asano langsung bersiap menangkis,tapi bukannya menerima serangan dari pisau,dia malah terkena tembakan dari peluru cat (A/N aku tidak tahu namanya ) dari pistol Karma.
"Tidak ada yang melarang untuk menggunakan pistol kok"ujar Karma. Dia memang sengaja tidak memberitahunya agar dapat melakukan serangan kejutan.
"Heh,mau bermain kotor hah?".
Mereka berdua terus bertarung. Saat Lambo telah berhenti menyerang Karasuma,perhatian teralihkan kepada Asano dan Karma.
"Hebat juga,Asano-yaro"ujar Lambo sambil mengelap keringat dengan tangannya. Dia memerhatikan gerakan Karma dan Asano yang tentu saja tidak dipelajari dalam waktu sehari.
"Lagipula,bukankah kita sudah melihat penampilannya di Boutaoshi?"ujar Nagisa. Dia duduk di rumput karena kelelahan,tapi matanya terus memerhatikan arah serangan yang dilancarkan mereka berdua.
"Tidak salah juga sih,tapi aku tak menyangka dia sanggup mengimbangi Karma"balas Lambo terhadap ucapan Nagisa. "Aku bertanya-tanya siapa yang akan menang jika aku berhadapan dengannya".
'Kau akan membakarnya duluan!!'pikir Nagisa. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada Asano jika melawan Lambo yang memiliki serangan kuat dan pertahanan mutlak?.
Hom-Ec
Untuk pelajaran Home-ec hari itu,mereka semua diminta oleh Koro-sensei untuk memasak Udon. Sementara itu,Lambo diharuskan tidak ikut membantu demi mencegah terbakarnya kelas diakibatkan oleh ketidakmampuannya dalam memasak (Hei,jangan salahkan dia!gurunya adalah Gokudera,kau tahu?).
"Jangan lesu begitu,Lambo kun,kami akan memberimu beberapa setelah pelajaran berakhir"ucap Kataoka sambil mengangkat panci. Sementara itu,Lambo hanya menanggapinya dengan anggukan sementara pandangannya tetap tak teralihkan dari layar NDS kesayangannya.
"Tidak heran,dia membakar dapur minggu lalu"komentar Asano sambil memotong sayuran dengan cepat. "Entah dia melakukannya dengan sengaja atau tidak".
Mendengar kata-kata Asano tersebut membuat semua orang merasa kasihan terhadap murid kelas A. Yah,bila orang itu sekali saja memasak,bahkan jika itu air sekalipun,tentu saja akan menjadi bencana. Sepertinya keahliannya dalam memasak hanya sebatas membuat teh atau kopi dengan air hangat dari dispenser saja. Tidak heran bekal yang selalu dibawanya hanyalah bekal yang dibeli di stasiun.
Tentu saja,jika terjadi kecelakaan,Koro Sensei dapat mengatasinya. Tapi itu tetap akan menyebabkan kerugian terhadap benda-benda yang akan ikut terbakar. Tentu saja hal itu harus dihindari,bukan?.
"Lagipula,kenapa peralatan yang ada disini sangat berdebu?bahkan semua orang harus mencucinya dulu sebelum digunakan. Apa kalian tidak pernah membersihkannya secara rutin?"komentar Asano. Dari tadi diahanya terus mengeluh saja,baik karena bahan-bahannya yang kurang,ataupun karena ini tadi.
"Dengar ya,elite!untuk sekarang kau adalah bagian dari kami,jadi jangan mengeluh!"ucap Terasaka. Dia sangat membenci orang itu.
Sementara itu,Lambo hanya memandangi pemandangan didepannya,lalu kembali pada keasyikan dunianya sendiri. Untuk kali ini,dia tidak dibutuhkan,jadi untuk apa dia membuat dirinya mencolok?.
Upaya Pembunuhan
Hari Jum'at pagi,dibantu oleh catatan kelemahan Koro Sensei dari Nagisa, Asano sedang bersiap melakukan upaya pembunuhan pertama dalam hidupnya. Penciuman Koro Sensei sangatlah tajam,jadi tentunya dia tidak akan tahan dengan bau yang sangat menyengat. Lalu,setelah membaca data-data dari upaya pembunuhan yang lalu,dia langsung menyusun rencana cerdasnya.
Asano memanggil Koro Sensei ke sungai yang dikelilingi oleh pewangi yang baunya sangat menyengat. Cukup untuk mengganggu indra penciuman Koro Sensei sehingga dia tidak akan menyadari dimana Asano berada. Asano juga telah memastikan kalau Koro Sensei tidak akan bisa berganti kulit,sehingga semua upaya itu tidak akan sia-sia.
"Nurufufufu,mari kita lihat bagaimana caramu membunuhku, Asano kun"goda Koro Sensei pada Asano yang berusaha tetap tenang.
"Mari kita mulai,Koro Sensei"ucap Asano sambil menekan sebuah tombol. Air yang mengelilingi Koro Sensei yang terbang langsung segera menyembur keluar,mengelilingi Koro Sensei.
"Ho,kau mau memakai cara yang dipakai kelas E di Okinawa rupanya,tapi aku sudah mengantisipasi itu akan terjadi,Asano kun"ucap Koro Sensei sambil berusaha menghindari percikan air yang mengenainya.
"Salah besar Koro Sensei"Ucap Asano sambil mundur kebelakang,menyembunyikan dirinya diantara air. Beberapa saat kemudian,beberapa Asano muncul dan melancarkan serangan kepada Koro Sensei.
"Ho,dia memakai taktik Asari Ugetsu rupanya"gumam Lambo saat melihat dari layar HP. Ya,dia memang sengaja melemparkan kamera tahan air untuk melihat apa yang terjadi disana.
"Asari Ugetsu?bukankah itu pemusik terkenal?"tanya Maehara yang juga ikut melihat dari layar hp nya.
"Tidak,Asari Ugetsu adalah salah satu dari pembangun Vongola Famiglia bersama enam orang lainnya. Dia adalah seorang ahli pedang legendaris dahulu"jawab Bitch Sensei,informasi itu sudah umum diketahui di dunia bawah,jadi tentu saja dia mengetahuinya.
"Eh,Majide?".
"Lalu...Lambo kun...taktik apa maksudmu tadi?"tanya Nagisa yang kebetulan mendengar perbincangan mereka.
"Ah,itu ya? dengan memanfaatkan pantulan dari air,kau dapat membuat ilusi seolah-olah tubuhmu menjadi banyak. Rain Guardian Vongola juga memiliki teknik dengan versi sederhana dari milik Asari Ugetsu"jawab Lambo sambil terus memandangi layar. Disana Koro Sensei terus mencari mana Asano yang asli. "Tapi...tidak kusangka dia bisa melakukannya".
Sementara Koro Sensei terus mencari tahu dimana Asano,sesosok tubuh sedang menyelam ke dalam air sambil menggenggam tombol merah yang sudah siap ditekan. Dan saat tombol itu ditekan,sebuah jaring anti sensei telah jatuh dari atas. Membuat Koro Sensei tenggelam.
"Kau kena,Koro Sensei"Ucap Asano dalam air. Dia langsung menyerang Koro Sensei yang berusaha melepaskan diri dari jaring.
"Asano kun rupanya,kau begitu cerdas membuat rencana seperti ini,tapi sayangnya aku sudah tahu"balas Koro Sensei yang sudah kehilangan tiga tentakelnya akibat ditikam oleh Asano.
"Aku sengaja mengulur waktu,aku sudah tahu rencanamu menyerang dari dalam air. Kebetulan,aku sudah menyelidiki pencapaian dan kemampuanmu di kelas renang".
'Apa apaan dia!?,ah sial...aku tidak bisa tahan lagi...,udara,udara!'pikir Asano sambil terus menyerang Koro sensei,gerakannya kacau karena Asano mulai kehabisan nafas.
"Rekor menahan nafasmu adalah 2.7 menit,kau bisa berenang sejauh 100 m dalam waktu 30 detik,aku sudah meneliti semuanya"ucap Koro Sensei sambil menghindari serangan Asano. "Sekarang,apakah kau akan tetap menyerangku dan kehabisan udara,atau menyerah dan mencoba lain kali?".
Persetan dengan itu,Asano langsung berenang ke atas,dia tidak mau mengorbankan nyawanya,tentu saja!. Begitu mencapai permukaan,dia langsung menepi dan menarik nafas dalam-dalam. Sementara itu,Koro Sensei keluar dari air dengan badan yang basah kuyup dan hampir terpotong-potong karena jaring anti sensei.
"Itu rencana yang sangat cerdas Asano kun. Akan lebih cerdas lagi jika kau dibantu oleh banyak orang dalam upaya pembunuhannu sehingga kau bisa membunuhku"ucap Koro Sensei sambil menepuk bahu Asano.
"Akan kupikirkan rencana yang lebih baik,lihat saja nanti"balas Asano. Dia lalu mengambil handuk nya dan pergi meninggalkan mereka.
Beberapa hari kemudian,sudah saatnya untuk Asano kembali ke gedung utama. Setelah upaya pembunuhan itu,Asano tampaknya berubah dan mulai bisa bersosialisasi dengan kelas E. Jadi agak berat melepaskannya pergi. Dia bukan lagi Asano yang lama yang suka merendahkan mereka.
"Kau yakin tidak akan bergabung dengan kami?"tanya Isogai saat Asano akan pergi.
"Akan repot untuk menjelaskan mengapa seorang anak kepala sekolah sepertiku malah berniat masuk kesini"jawab Asano dengan wajah tegasnya yang biasa.
"Hee benarkah?kurasa kau cukup menikmatinya"ujar Karma.
"Yang lebih penting lagi,kau tidak boleh memberitahu apa yang ada di kelas E pada orang-orang. Atau kau akan berurusan dengan pemerintah"ucap Karasuma.
"Hai,Karasuma sensei"balas Asano sebelum dia pergi turun dari gunung. Sekarang yang bisa dilihat dari kelas E hanya punggungnya saja.
"Akhirnya...berakhir sudah"gumam Lambo sambil meregangkan bahu. "Hei kalian,karena sekarang kelas E sudah diizinkan menggunakan fasilitas sekolah,bergembiralah dan berterimakasihlah padaku!".
"Siapa yang peduli dengan itu!?sejak awal,ini semua salahmu!!!"balas Terasaka sebelum akhirnya terjadi pertengkaran diantara mereka berdua.
TBC
