Setelah P.E selesai,tentunya semua orang langsung mengganti pakaiannya. Sesuai jadwal,sekarang adalah giliran anak laki-laki untuk menggunakan ruang kelas sementara anak perempuan akan menggunakannya setelah mereka.
"Nagisa...apa kau tidak salah jadwal?"tanya Karma mengisengi Nagisa. Tubuh fisik Nagisa yang mirip seperti perempuan itu memang menjadi obyek lelucon terbaik.
"Aku laki-laki tulen,Karma kun!"balas Nagisa sambil melepaskan kausnya. Dia benar-benar tidak ingin diejek begitu. Hanya karena rambutnya yang panjang,dia harus menerima semua ini.
"Kau tahu,pertama aku bertemu denganmu,aku kira kau perempuan yang sedang melakukan crossdressing"gumam Lambo yang sedang mengelap keringat di tubuhnya.
"Kenapa kau juga,Lambo kun..."Ujar Nagisa meratapi nasibnya. Tapi perhatiannya teralihkan saat melihat tubuh setengah telanjang Lambo yang penuh luka. Tapi yang membuatnya kaget bukanlah bekas luka tembak atau goresan apapun itu,hal itu normal bagi Hitman sepertinya,melainkan bekas suntikan yang amat banyak di dada,leher,bahu,perut,dan punggung nya. Terlihat juga bekas luka bakar akibat sambaran petir berkali-kali,yang terlihat normal untuk Lambo. Tapi bekas suntikan itu..jelas tidak normal,itu malah membuat Lambo terlihat seperti bekas kelinci percobaan daripada seorang Hitman."A...apa itu?bekas suntikan?".
"Benar juga..."Ujar Maehara sambil memandangi tubuh Lambo. "Apa kau pernah menggunakan narkoba dalam jumlah besar,Lambo?"tanyanya.
"Jelas tidak,baka! Ahodera dan Reborn akan membunuhku duluan sebelum aku sempat melakukannya!"jawab Lambo sambil memakai kemejanya.
"Lalu,apa itu?"tanya Isogai,yang juga ikut penasaran.
"Ah itu...mmmmmmm...ceritanya panjang"jawab Lambo sambil menggwruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak ingin menceritakannya sama sekali. Itu masa-masa yang kelam,yang tidak mau dia ingat kembali.
Saat pelajaran berlangsung,Lambo sama sekali tidak dapat berkonsentrasi. Pikirannya selalu teralihkan pada hal lain yang bersangkutan dengan caranya mendapat suntikan dengan skala besar seperti itu. Padahal dia tidak mau mengingatnya kembali.
Tubuhnya yang tadinya sehat-sehat saja menjadi uring-uringan. Akhirnya,dengan kepala yang ditutupi buku teks,diapun Tertidur. Sayangnya,itu sama sekali bukan tidur yang menyenangkan. Bukan tidur yang mengantarkannya ke mimpi indah seperti biasanya. Melainkan mimpi yang mengingatkannya ke kenangan mengerikan di masa lalu.
"Yanagisawa san,kenapa kau repot-repot menyiapkan ini semua?"tanya seorang wanita yang memegang papan berjalan.
"Tentu saja,karena aku penasaran,apa lagi?. Bayangkan saja,bagaimana bisa anak sd seperti ini sanggup menerima sambaran petir tanpa terluka sekalipun?kita harus mengambil kekuatannya!"jawab Yanagisawa sambil memandangi Lambo yang masih berusia sepuluh tahun,yang sedang terbaring di meja penelitian.
"Ta...tapi dia hanyalah anak kecil...".
"Buka matamu lebar lebar,Yukimura!dia adalah hitman mafia yang sudah banyak membunuh orang!. Bahkan hukuman mati pun bisa diterimanya ditempat jika tak ada aku disini!".
Scene berganti kesaat dimana beberapa peneliti sedang menyuntik tubuhnya dan mengalirkan listrik beraliran tinggi. Yang membuat tubuh Lambo yang masih kecil itu tersiksa. Bahkan Varia atau Vindicare pun tidak akan melakukan hal sekeji ini pada tawanan mereka.
"Lambo!apa yang mereka lakukan padamu?demi tuhan...maafkan aku,Lambo...seandainya aku tidak mengirimmu sendirian ke misi itu"tangis Tsuna yang memeluk Lambo yang sudah hampir kehilangan akal sehatnya.
"Tsu...Tsuna...Nii?Kenapa kau ada disini?mereka akan menangkapmu!..."Balas Lambo dengan suara yang parau. "Harus tetap tahan...tidak bisa!!Hweeee,Tsuna nii itu sakit sekali!!!aku tidak tahan lagi,Tsuna niii!Mereka jahat!mereka bahkan tidak mengizinkanku makan permen dan bermain!!"Tangis Lambo. Dia sudah kehilangan sifat cengengnya sejak lama,tapi kali ini,dia sudah tidak bisa membendung tangisnya lagi.
"Tenang saja...Kyoya dan Mukuro sedang menghajar mereka. Terutama Mukuro,dia pasti akan menghancurkan mereka habis-habisan. Kau sudah aman sekarang,kau bisa pulang"ucap Tsuna lembut sambil mengusap kepala adiknya itu.
"A...aku bisa pulang?dan makan masakan maman lagi?Aku bisa...main lagi?Syukurlah-"ucap Lambo sebelum dia jatuh tertidur,tiga bulan terakhir sudah menjadi neraka baginya.
"Oi Ushi...okiro"ujar Karma sambil menepuk-nepuk kepala Lambo dengan keras,hingga akan mejimbulkan sakit jika saja dia sedang bangun. "Percuma,Koro Sensei,dia lelap sekali".
"Gaaah!!!"Teriak Lambo tiba-tiba sebelum dia bangun dan menimbulkan goncangan keras yang membuat kursinya jatuh. "Haah...haaah...cuma mimpi ternyata". Ujarnya sebelum bangkit dan memperbaiki posisi kursinya. Dia memandangi seragamnya yang sudah basah kuyup oleh keringat.
Semua orang memerhatikannya. Lambo yang ketiduran memang bukan hal aneh,apalagi setelah P.E. Tapi sejak dia tidur tadi,Lambo terus mengigau dan mengerang yang tentu saja didengar oleh semua orang. Apalagi saat dia berteriak kesakitan dan terengah-engah. Dia juga sempat menyebutkan nama Yanagisawa berkali-kali dalam tidurnya.
"Lambo kun...tidak biasanya kau seperti ini,apakah ada yang terjadi padamu yang berhubungan dengan Yanagisawa?"tanya Koro Sensei yang sudah menduga ada yang tidak beres.
"Ti..tidak!aku tidak apa-apa,maaf mengganggu,Koro Sensei"balas Lambo.
"Hmmmm,Lambo kun,saat seseorang sedang berbohong,maka detak jantungnya akan meningkat. Dan pandangannya akan teralihkan dari wajah lawan bicara,perilakumu jelas-jelas menunjukkan kalau kau berbohong"ucap Koro Sensei yang langsung muncul disamping Lambo.
"Kau juga bertindak aneh saat melihat Yanagisawa di malam saat Kayano mengamuk itu"ujar Sugino. Ya,saat dia melihat wajah di balik topeng Shiro,Lambo langsung menyerang Shino dengan tanduk aslinya,dan bukan tanduk Koro Sensei.
Lambo menghela nafas,dia tidak tahu cara mengalihkan pembicaraan ini. Dia tidak mau mengingatnya kembali. "Sensei...saat kau dijadikan kelincinya Yanagisawa...apakah kau pernah mendengar tentang 'Anak yang berteman dengan petir'?"tanya Lambo sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
"Ya,dia adalah obyek percobaan Yanagisawa sebelumnya,!!!!,jangan-jangan..."Koro Sensei langsung tersentak kaget mendengar fakta tersebut.
"Ya,itu aku" Lambo langsung menceritakan semuanya. Saat dia dijebak oleh Keluarga Mafia yang bersekutu dengan Yanagisawa. Lambo langsung mendekam di penjara,dia bahkan mendengar desas desus kalau dia akan di tembak mati. Apa boleh buat,dia adalah pembunuh yang sudah membunuh banyak orang. Bahkan bisa menandingi Varia itu sendiri. Jumlah yang harusnya mustahil dilakukan oleh seorang anak-anak. Bahkan dibandingkan para Guardians,dialah yang paling sering membunuh orang,walaupun masih kalah jika dibandingkan dengan Reborn. Hingga akhirnya Yanagisawa merebutnya dari jeratan pemerintah,dan menjadikannya obyek percobaan. Heck,bahkan Verde saja tidak segila ini. Untung saja Tsuna dan yang lain berhasil menyelamatkan Lambo,dibantu oleh Mukuro yang dengan senang hati menghancurkan Laboratorium Yanagisawa. Dari dulu dia memang membenci percobaan terhadap manusia,karena dia sendiri pernah menjadi korban dari itu. Setelah kejadian itu,Lambo harus menghabiskan waktunya selama seminggu di rumah sakit jiwa,demi memulihkan keadaan mentalnya yang sudah akan rusak. Dia juga harus diopname selama sebulan,bahkan dengan bantuan Sun Flame dari Ryohei,Reborn,dan Lussuria. Hingga akhirnya dia bisa pulih seperti sediakala seperti sekarang.
Semua orang langsung terdiam mendengarkan cerita Lambo. Ini lebih mengejutkan daripada saat mereka mendengar cerita Koro Sensei. Tidak akan ada yang menyangka teman mereka yang pemalas dulu pernah mengalami hal yang begitu mengerikan.
"Sudah puas?sial...kenapa tanganku gemetaran?heck...seandainya saja orang itu tak pernah muncul lagi...kenapa dia tidak mati saja,sialan!,Seandainya saja aku tidak begitu lemah hingga tertangkap saat itu"Lambo menggebrak meja,dia benar-benar marah kali ini. Masa lalu yang telah dia lupakan kini kembali menghantuinya. "Aku bahkan sudah tidak bisa menerima petir dengan jumlah besar lagi gara-garanya!kekuatanku sudah berkurang dibandingkan dulu!".
Kelas E langsung kaget mendengar ucapan Lambo,apa petir sebesar itu masih terlalu lemah baginya?.
"Maaf...aku malah jadi curhat disini...lanjutkan saja pelajarannya,Sensei"gumam Lambo.
"Kalau begitu...bagaimana kalau sebelum kita jebloskan dia ke penjara,kita hajar dia habis-habisan dan membiarkanmu menyeruduknya dengan tanduk itu"usul Karma.
Mendengar itu,Terasaka mengangguk. "Benar,orang itu benat-benar tidak bisa dimaafkan!aku bersedia melemparnya kelaut jika kita berhasil menangkapnya"ucapnya.
"Semua yang terjadi saat itu bukanlah salahmu,Lambo kun. Itu bukan karena kelemahan mu,melainkan karena kebiadaban orang itu. Kau tidak perlu berkecil hati"ucap Koro sensei sambil menepuk kepala Lambo.
"Ya...A...Arigato..."Lambo menundukkan kepalanya,perlahan air matanya keluar. Ini pertama kalinya dia menangis di kelas E. Tapi dia lega,karena beban yang menghantuinya sejak dulu kini telah menghilang.
To Be Continue
