Name: Reading Maelstrom and the Moon

Author: The World Arcana

Genre: Adventure, Friendship

Rating: T

Chapter 2: First Encounter

Sudah 2 tahun berlalu setelah aku pindah ke dunia yang saat ini aku tempati semenjak pertarungannya dengan Toneri di bulan. Di dunia ini, entah kenapa aku selalu memikirkan tentang gadis berambut merah auburn bermata silver yang muncul dalam mimpinya bersama dengan Ashura Otsutsuki itu.

Blusssshhh

Wajah Artemis dan Naruto pun memerah setelah mendengar itu dan membuat sang anak serta para pendengar cerita yang dibaca Luna menyeringai membuat Artemis menghela nafas dan berkata "Berhenti menatapku seperti itu, kalian semua..."

"Maaf."

Tapi kemudian aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan mendengus 'Yah, yang benar saja... Tidak mungkin gadis bernama Artemis itu nyata maksudku kalau dia pernah bertemu dengan Ashura berarti dia sudah sangat tua kan... Maksudku Ashura saja mati dan dia bereinkarnasi ke Shodaime-sama dan kemudian aku... Tidak mungkin dia itu abadi. Memangnya dia itu dewa?'

Perkataan Naruto itu langsung membuatnya ditatap dengan tajam oleh para dewa termasuk istrinya sendiri membuatnya menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal "Maaf aku belum tahu tentang dewa dan dewi Yunani saat itu ttebayo..."

"Ittai!!!"

Naruto yang mendengar itu pun mendeathglare Athena dan berkata "Jangan bilang ini adalah saat kau yang melempar pulpenmu ke kepalaku saat itu?"

"Jangan salahkan aku tentang itu." Balas Athena simple dan kemudian dia melanjutkan "Kau yang salah karena melamun saat jam pelajaran masih berlangsung Naruto."

Aku kemudian melihat siapa yang telah berani melemparkan sebuah pulpen ke kepalaku dan membuyarkan semua yang sedang aku lamunkan. Ternyata pelakunya adalah Lisa Lancester, sahabatku di dunia baruku ini selain Frederick Chase... Gadis cantik berambut hitam dengan mata abu-abu dengan tubuh yang proposional.

"Jangan melamun Naruto..."

"Maaf..."

Lisa merupakan teman keduaku setelah Frederick dan dia juga sosok yang selalu membantuku untuk mengerti semua tentang hal-hal yang diajarkan di Universitas tempat aku, Frederick dan juga dia menuntut ilmu. Banyak murid yang iri pada hubunganku dengan Lisa dan mengira kalau kami adalah sebuah pasangan... Well, Lisa memang menarik dan aku juga lumayan tertarik dengannya.

"Oh jadi kau tertarik pada Athena ya, Naruto?" Tanya Artemis dengan nada yang manis tapi juga mematikan membuat Naruto merinding.

"Ugh, Artemis-chan bisa kau biarkan putri kita melanjutkan bacaannya..." Ucap Naruto yang sudah meneguk ludah saat menyadari kecemburuan istrinya dan kemudian dia melanjutkan "Aku rasa itu masih ada lanjutannya."

"Baiklah, tolong lanjutkan Luna-chan."

"Baik kaa-chan..."

Tapi aku tidak bisa mencintai dia... Karena aku tidak bisa mengkhianati seseorang yang duduk di sebelahku. Pria yang merupakan sahabat pertamaku dan membantuku yang masih asing di dunia baruku ini, Frederick Chase.

"Tuan Naruto..."

Kemudian Naruto menatap Annabeth dan Luna kemudian dia berkata "Tapi aku cukup bersyukur kejadian ini terjadi... Karena, kalau aku berakhir dengan Athena maka kalian tidak akan pernah terlahir dan persahabatanku dengan Frederick bisa hancur."

"Persahabatan kalian tidak akan pernah hancur tuan Naruto." Balas Annabeth dan kemudian dia melanjutkan "Malah dia mengatakan padaku untuk bilang padamu bahwa ayah mengundangmu dan Luna makan malam di rumah kami."

"Aku akan datang ke rumah kalian setelah aku tidak begitu sibuk dengan tugasku sebagai seorang Hokage." Ucap Naruto yang mendekati Luna dan mengelus rambut putrinya "Benar kan Luna-chan?"

"Ditto..."

Tapi Athena tahu kalau bukan hanya itu saja alasan Naruto lebih memilih saudarinya itu dibandingkan dirinya. Sejak awal dia memang sudah tertarik dengan Artemis bahkan di buku pertama sudah terlihat jelas akan ketertarikan Naruto pada Artemis tapi dia juga tahu kalau dia tidak akan memilihnya karena dia menyadari kalau dia itu pengecut dan tidak seberani Artemis yang melanggar sumpahnya hanya karena rasa cintanya pada Naruto dan sebaliknya. Luna Uzumaki, gadis cantik berambut blonde twintail dengan iris mata berwarna silver yang sedang membacakan cerita saat ini adalah bukti cinta Naruto dan Artemis. Sedangkan dia... Putri kebanggaannya saja yaitu Annabeth Chase, putri dia dan juga Frederick yang merupakan sahabat dari Naruto terlahir dari pikirannya dan tidak dari rahimnya sama seperti Luna yang terlahir dari rahim Artemis 'Kalau saja aku seberani Artemis... Apa kau akan memilihku, Naruto?'

"Tch, kau terlalu naif Naruto..."

Mendengar suara dari partnerku yang sudah ada semenjak aku lahir itu, aku pun membalas perkataannya dengan bosan "Oh itu kau Kurama, aku pikir kau sedang tidur?"

"Aku bangun setelah mendengar pemikiran bodohmu itu, gaki." Balas Kurama dan kemudian dia melanjutkan "Ternyata kau memang benar-benar naif sama seperti yang bocah Uchiha itu bilang. Hanya karena persahabatan saja kau merelakan orang yang kau suka... Berhentilah menyakiti dirimu sendiri Naruto. Kau sudah cukup menderita karena kehilangan Sara dan kemudian perempuan dari klan Hyuuga itu kau tahu..."

"Sigh, sebenarnya bukan itu alasannya Kurama..."

"Lalu apa?" Tanya Kurama yang disertai dengan sebuah dengusan "Apa karena kau juga memikirkan dia gaki? Perempuan yang kau sendiri bahkan tidak tahu masih hidup atau tidak... Kau ingat kau bilang sendiri padaku kan kalau kau pernah melihat Artemis bersama dengan Ashura... Kau ini reinkarnasinya jadi tidak mungkin kalau dia masih hidup kecuali kalau dia itu ancient."

'Tidak boleh membunuh bola bulu, tidak boleh membunuh bola bulu...' Batin Artemis yang terlihat kesal pada partner suami dan anaknya itu membuat Naruto menatapnya dengan tatapan bingung.

"Kau kenapa, Artemis-chan?"

"Aku tidak apa-apa, Naruto."

Aku hanya bisa mendengus saat mendengar perkataan Kurama... Aku tahu kalau perkataannya itu benar tapi dia tidak perlu mengatakannya secara terus terang begitu kan. Karena walau bagaimana pun aku tetap percaya kalau gadis bernama Artemis itu nyata dan aku akan menemukannya atau aku bukanlah Naruto Uzumaki.

"Kau punya tekad yang kuat untuk mencari keponakanku, Naruto." Ucap Poseidon yang menyeringai pada sang Nanadaime Hokage itu.

"Karena aku percaya pada instingku untuk mempercayai kalau Artemis-chan itu nyata meskipun Sasuke dan Kurama selalu memintaku untuk berhenti melakukan hal yang mereka kira konyol tersebut." Balas Naruto yang tersenyum pada Artemis dan dibalas juga dengan senyuman oleh istrinya membuat Athena menundukkan kepalanya dan menggertakkan giginya karena melihat hubungan Naruto dan Artemis.

"Haaarggh, terserah kau saja dasar partnerku yang keras kepala..." Ucap Kurama dengan nada sewot atas jawabanku.

"Love you too, furball..."

Luna pun langsung menahan tawa saat mendengar panggilan dari ayah dan ibu-nya pada Kurama yang juga merupakan partnernya yaitu Yin Kurama yang dulu pernah menjadi partner kakeknya, Minato Namikaze.

"Kau kenapa, Moon Girl?"

Luna pun langsung mendeathglare Percy dan berkata "Tidak apa-apa, Seagull Head..."

"Grrrr..."

Hari pun berlalu setelah bel pulang berbunyi... Aku pun berpamitan pada Lisa dan juga Frederick dan sekaligus mengatakan padanya kalau aku akan sedikit telat.

Haaah... Aku pun sampai di sebuah tempat yang lumayan jauh dari kota dan udaranya sangat menyejukkan beda sekali dengan di kota yang dipenuhi dengan asap kendaraan entah itu mobil ataupun motor. Aku pun memutuskan kalau tempat ini adalah tempat yang cocok untuk berlatih, tapi..

"Grrroooooaaarrr!!!"

"Suara apa itu? Sepertinya aku harus mengeceknya..."

Aku pun menggunakan Sennin Mode untuk berlari ke arah asal dari suara itu. Dan aku menemukan monster yang berwujud seperti singa tapi memiliki wajah seperti manusia dan ekor seperti kalajengking. Tidak hanya itu aku juga melihat seorang gadis cilik dan juga segerombolan yang membawa busur dan anak panah berwarna perak serta pisau berburu sebagai senjata mereka.

Mendengar itu, Naruto dan Artemis pun tersenyum dan Naruto pun berkata "Ah, pertemuan pertama kita... Ya kan, Artemis-chan."

"Ya, kau benar Naruto." Balas Artemis yang tiba-tiba saja memegang tangan suaminya dan Naruto pun menggenggamnya membuat semua orang termasuk Aprodithe tersenyum melihat interaksi dua pasang suami-istri ini sedangkan Athena hanya diam dan tidak berkata apa-apa.

"Tapi aku masih terkejut akan tembakanmu yang hampir mengenai pipiku, Artemis-chan. Beruntungnya aku masih sempat menangkisnya dengan kunai."

Semua orang bahkan Luna dan Athena shock atas apa yang dikatakan Naruto sedangkan Artemis hanya menatap tajam Naruto dan berkata "Kau terlalu berlebihan... Akan butuh lebih daripada itu untuk membunuhmu sayang."

Melihat itu aku merasa kalau mereka tidak akan cukup kuat untuk membunuh monster itu karena faktor senjata yang mereka gunakan, jadi aku memutuskan untuk membantu mereka.

"Jangan meremehkan putriku dan anggota Huntress miliknya, Naruto." Ucap Zeus dan kemudian dia melanjutkan "Mereka sudah cukup kuat untuk melawan seekor Manticore saja."

"Maaf Zeus-sama... Hanya saja aku agak khawatir melihat mereka melawan seekor Manticore dengan busur perak dan juga Hunting Knife saja."

"Kau melawan musuh dengan kunai juga kan, Naruto?" Tanya Artemis.

"Tapi melawan musuh di Elemental Nation... Kunai dan shuriken saja tidak cukup. Itulah kenapa kami diberikan chakra untuk bertarung melawan mereka."

"Futon: Rasenshuriken!!!"

Swuuuuussshhh

Rasenshuriken yang kubuat pun melaju ke arah monster itu dan mementalkan dia dari kumpulan gadis-gadis itu dan saat sudah jauh, Rasenshuriken milikku pun meledak dan memotong syaraf-syaraf makhluk itu dan kemudian makhluk itu hancur menjadi butiran pasir berwarna kuning keemasan

'Monster itu tidak seperti monster di Forest of Death, monster itu bukanlah monster biasa...'

"Siapa disana!!!"

'Sial!!!'

Aku pun mengutuk kebodohanku saat menyadari teriakan salah seorang gadis di tempat itu, dia terlihat marah karena aku mengambil buruannya. Ternyata Sasuke benar, aku adalah magnet masalah. Padahal aku hanya ingin membantu mereka, sigh...

"Maaf atas perlakuanku dan tim pemburuku waktu itu, Naruto."

"Tidak masalah, Artemis-chan. Aku sudah memaafkanmu, Zoe, Phoebe, dan yang lain kok. Jadi tenang saja..."

"Awas Naruto!!!"

Traaaaannnkkk

Aku terkejut saat ada panah yang hampir saja menggores pipiku tapi untungnya karena peringatan Kurama, aku berhasil menahannya dengan kunai-ku sebelum anak panah itu benar-benar menggores pipiku "Ah... Sankyuu, Kurama."

"Sama-sama gaki..."

"Siapa kau?"

Aku pun terkejut saat melihat gerombolan gadis itu ternyata pemimpinnya yang merupakan gadis kecil yang kulihat tadi sudah setinggi orang remaja atau dewasa. Wajahnya yang cantik sekaligus warna rambut merah auburn sekaligus matanya yang berwarna silver itu membuatnya semakin cantik. Tapi saat melihat wajahnya selama beberapa menit, aku menyadari sesuatu...

Aku merasa familiar dengan gadis itu

'Kurama...' Ucapku pada partnerku dan kemudian dia melanjutkan 'Apa dia?'

'Ya...' Balas Kurama, kemudian dia melanjutkan 'Dia itu Artemis, gadis yang kau ingin cari dan temui.'

-Artemis POV-

"Akhirnya kita bisa melihat sudut pandang dari Artemis juga." Ucap Apollo yang merupakan saudara kembar dari Artemis, adik ipar Naruto dan paman dari Luna.

Naruto pun terkejut saat merasakan sang istri menggenggam tangannya dengan erat "Kau tidak apa-apa, Artemis-chan?"

"Maafkan aku, Naruto..."

Menyadari apa yang sang istri maksud, Naruto malah diam saja dan berkata "Tidak usah dipikirkan..."

"Tapi aku telah menyakiti perasaanmu, Naruto."

Semua orang selain Naruto, Artemis dan Apollo pun bingung dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua tapi Naruto kemudian melihat Luna dan berkata "Lanjutkan, Luna..."

"Baik, tou-chan."

Sorotan mataku yang tajam pun mencoba mengintimidasi seorang pemuda yang telah mengganggu acara pemburuanku dan yang lain. Orang ini... Pemuda berambut pirang ini, aku tidak mengenalinya tapi entah kenapa aku merasakan kalau dia mempunyai aura yang cukup aku kenal.

Aura yang sama dengan dia...

'Ashura...'

"Apa yang kau lakukan disini, pria?" Tanyaku dengan kasar pada pemuda yang telah mengganggu acara memburu kami, ya mau bagaimana lagi... Aku membenci pria, apalagi saat aku merasakan pengkhianatan dari Orion dan juga kepergian Ashura. Sosok yang sudah aku mulai cintai setelah dia menolongku dari Orion.

'Jadi ini masalah yang terjadi di antara Artemis dan Naruto...' Ucap Athena dan kemudian dia melanjutkan 'Disini Artemis masih mencintai Ashura dan Naruto sebagai reinkarnasinya khawatir kalau Artemis mencintainya karena dia takut kalau Artemis mencintainya sebagai Ashura bukan dirinya sendiri, sepertinya aku bisa memanfaatkan ini.'

Zeus yang melihat putrinya terlihat sedang memikirkan sesuatu pun memicingkan pandangannya padanya "Apa yang kau sedang pikirkan, putriku?"

"Aku sedang tidak memikirkan apa-apa, ayah."

Semua orang kecuali Poseidon yang merupakan rivalnya pun percaya padanya tapi Poseidon tidak begitu saja percaya dan membatin 'Apa kau sedang memikirkan cara untuk memisahkan Naruto dan Artemis? Jangan pikir kau akan berhasil memisahkan mereka berdua dan jangan kau pikir Luna serta Apollo tidak akan mengambil tindakan jika mereka tahu rencanamu ini Athena."

-Naruto POV-

"Aku hanya numpang lewat saja, nona." Ucapku pada Artemis, aku juga membungkukkan badannya dengan gestur mengejek.

"Kau dan sarkasme itu, Naruto."

"Shuush, Kurama..." Ucapku dan kemudian dia melanjutkan "Sampai dimana aku tadi... Oh ya, aku melihat kalian sedang dalam kesulitan, jadi aku membantu kalian. Apa aku salah?"

"Kami tidak butuh bantuanmu, pria!!!" Ucap seseorang dengan pakaian pemburu, memiliki rambut hitam panjang, circlet yang tersemat di rambutnya dan juga busur dan anak panah berwarna silver yang sudah dia bidikkan padaku.

"Sheesh, mereka itu... Apa masalah mereka dengan laki-laki sebenarnya? Mereka pembenci laki-laki atau semacamnya?"

"Di mitologi Yunani disebutkan kalau Artemis dan pemburunya itu membenci laki-laki karena insiden Orion. Jangan bilang kalau kau lupa?"

"Aku tidak lupa..." Balasku dan kemudian aku membalas dengan kikuk "Tapi aku tidak mendengarkan dengan jelas tentang hal ini dari Lisa. Kau tahu aku benci sejarah kan? Memangnya kau tahu beberapa kali aku tertidur saat mendengar sejarah tentang Elemental Nation dan Rikudou Sennin dan sejarah dibangunnya Konoha oleh Shodaime-sama dan Madara dari Iruka-sensei?"

Kurama yang mendengar itu pun mendesah dan berkata "Sheesh, kau yang terburuk Naruto. Aku tidak tahu bagaimana bisa Minato mempunyai anak sebodoh kau, mungkin kau bodoh karena gen dari ibumu dan juga Ashura yang merupakan kehidupan masa lampau-mu."

"Oyyy!!!"

"Kenapa kau tertawa Artemis, Apollo?" Tanya Zeus pada kedua anak kembarnya itu karena jarang sekali melihat mereka berdua bisa kompak seperti ini.

"Tidak apa-apa, ayah. Hanya saja karena kebodohannya, Naruto biasa dipanggil dobe oleh sahabatnya dan itu artinya bodoh atau idiot."

Mendengar itu yang lain kecuali Naruto, Artemis dan Luna pun tertawa sedangkan Naruto menatap tajam Apollo dan membatin 'Akan aku balas kau nanti, Apollo.'

Salah seorang dari gadis itu menyerangku dengan belatinya tapi dengan sigap aku mengaktifkan Sennin Mode milikku dan membuat belati miliknya hancur saat benda itu terkena kontak fisik kulitku yang sudah diperkuat oleh Senjutsu.

"Paman Naruto, kau pernah bilang kalau jurus bernama Senjutsu ini berbahaya seperti teknik teleportasi milikmu yang bernama Hiraishin tersebut dan membuatmu menolak mengajari teknik ini berdua pada Luna sampai dia cukup besar dan bisa mengusai dua teknik ini." Ucap Annabeth dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah tahu tentang Hiraishin dan resikonya tapi bagaimana dengan Senjutsu?"

"Senjutsu adalah salah satu dari teknik ninja yang membuat para shinobi bisa mengambil chakra dari luar tubuh atau chakra yang berasal dari alam lalu menggabungkannya dan mencampurkannya dengan chakra kita sendiri, Annabeth." Balas Naruto pada anak kedua sahabatnya itu dan melanjutkan "Dengan menguasai Senjutsu kita bisa membuat tubuh kita menjadi lebih kuat bahkan bisa menahan monster berukuran raksasa dengan tangan kosong, membuat tubuh agak kebal dengan senjata tajam atau sebagainya."

"Itu terlihat teknik yang berguna, Naruto. Apalagi jika bisa dipelajari oleh para Demi-God disini." Ucap Hestia dan itu ditanggapi oleh anggukan oleh para Demi-God disana.

"Memang benar kalo Senjutsu itu merupakan teknik yang kuat tapi seperti kata teman lamaku yang mengatakan setiap jutsu pasti ada kelemahannya, Senjutsu juga memiliki kelemahan dan itu fatal." Ucap Naruto yang membuat sebuah bunshin dan dia menyerap Senjutsu berlebihan dan membuatnya menjadi patung batu katak dan menghilang menjadi asap, membuat para demigod kecuali Percy dan Luna serta dewa Olympian kecuali Artemis terkejut "Itulah kelemahan Senjutsu. Jika menyerap chakra alam berlebihan, maka akan terjadi hal seperti tadi.

"Mengerikan..."

"Aku tidak akan menyerah, tou-chan." Ucap Luna dengan penuh tekad. Saat melihat atas apa yang terjadi pada bunshin ayahnya, awalnya dia takut. Tapi ketakutan itu berubah menjadi tekad yang kuat karena Luna ingin menjadi Shinobi yang kuat yang bisa melindungi Elemental Nation seperti Naruto dan Sasuke sekaligus dia ingin menjadi cukup kuat untuk melindung sahabatnya yang bernama Sarada Uchiha karena dia telah berjanji akan menjadi asisten Sarada saat impiannya menjadi Hokage tercapai

Artemis yang mendengar itu pun menahan air mata yang hampir menetes karena takut akan nasib putrinya saat dia akan mempelajari dua teknik berbahaya ayahnya dan memeluknya dengan erat "Kau sama keras kepalanya dengan ayahmu, putriku."

Dan perkataan itu pun membuat wajah dua Uzumaki itu memerah karena malu.

Para gadis itu mulai menyerangku dengan anak panah dan juga ada beberapa yang melesat ke arahku dengan belati, tapi aku berhasil menghindarinya dan mengalahkan mereka dengan Taijutsu. Aku yang merasa pertarungan ini ada di kendaliku mulai menonakftifkan Senjutsu miikku, tapi...

Craaaaaaasssshhhh

"Ugh..."

Bahuku terkena panah dengan telak, aku terkejut dan agak kecewa saat melihat yang menembakku dengan panah ternyata adalah Artemis, wanita yang mulai aku cintai setelah aku melihat ingatan masa lalu Ashura.

Para dewa dan Demi-God kecuali Apollo terkejut akan itu. Mereka menyangka kalau hal seperti itu tidak akan terjadi mengingat cinta Naruto dan Artemis begitu juga sebaliknya

Thalia selaku Liutenant dari para pemburu Artemis kemudian membuka suara untuk menanyakan pertanyaan dari anak atasannya yang tidak bisa dia katakan "Hubungan kalian seburuk itukah dulu."

"Lebih buruk..." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kami bahkan hampir membunuh satu sama lain."

Mendengar itu, Luna yang memegang buku tentang cerita ayah dan ibunya menahan diri supaya tidak pingsan.

"Maafkan aku tentang itu, Naruto..."

"Tentang menyerangku dengan kekuatan dewamu?" Tanya Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku juga membuatmu luka parah dengan Rasenshuriken dan Bijuudama. Jadi tidak masalah."

'Dia benar-benar pemaaf...'

Zeus yang melihat itu kemudian merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada Naruto dan Artemis karena dialah yang membuat Artemis memburu Naruto dan melawannya karena ketakutannya yang mengatakan Naruto berbahaya bagi para Olympian tapi dia terlalu gengsi untuk melawannya. Kemudian tatapan matanya pun tertuju pada Athena yang masih menatap Naruto dan Artemis saja dari tadi 'Apa kau tahu kalau orang yang kumaksud itu adalah Naruto, Athena? Dan itulah yang membuatmu menolak misi dariku.'

'Sial, aku terlalu percaya diri dan mengendorkan pertahananku.'

Para gadis itu pun bersorak melihat keberhasilan ketua mereka dan mereka berniat menyerangku lagi tapi Artemis menghentikan merekw dan berkata padaku "Pria!!! Sebenarnya siapa kau? Kenapa kau bisa memiliki aura yang sama seperti Ashura dan kau mempunyai kekuatan alam seperti Pan."

Melihat Artemis terlihat marah aku pun mendengus. Harusnya aku yang marah padanya bukan sebaliknya. Tapi aku mssih agak bingung akan pertanyaannya. Kalau pertanyaan pertama aku masih mengerti karena aku adalah reinkarnasi Ashura, jadi wajar saja kalau aku mempunyai aura yang sama sepertinya. Tapi siapa Pan? Atau mungkin Peter Pan dari film Disney itu.

Mendengar itu para dewa dan Demi-God kecuali Luna pun menatap Naruto sedangkan Hermes menatap tajam Naruto dan berkata "Bukan!!! Anakku itu dewa alam dan juga hewan liar sedangkan Peter Pan hanyalah mortal yang tidak bisa menua. Bah!!! Jangan samakan mereka, Naruto."

"Maaf Hermes..."

"Jawab pertanyaanku, pria!!! Jangan membuang-buang waktuku."

Mendengar Artemis berkata seperti itu membuatku yang agak kecewa padanya menjadi marah.

"Berhenti memanggilku, pria!!! Aku punya nama, namaku NARUTO UZUMAKI!!!"

"Beraninya kau membentak nona Artemis, pria. Dia itu seorang dewi, jadi ingatlah kastamu itu mortal."

"Dewi, huh..." Ucapku sudah yang mencabut panah Artemis dan membuangnya ke tanah dan kemudian aku berkata "Bukan pertama kalinya aku melawan seorang dewi."

Mereka terlihat terkejut saat mendengar itu dan kemudian seorang gadis yang aku yakini bernama Zoe langsung menembakku dengan anak panah tapi aku sudah siap kali ini dan berhasil menepisnya dengan ekor yang kubuat dengan chakra Kurama "Sampai jumpa lagi, Artemis."

Setelah aku menggunakan Hiraishin dan muncul di dekat apartemen tempatku danFrederick tinggal, aku pun berjalan dan sampai ke apartemenku dan Frederick. Saat aku masuk, bukan Frederick yang kulihat tapi Lisa dan dia terlihat kesal hari, mungkin dia sedang menstruasi.

Mendengar itu, semua orang pun tertawa karena kebodohan dan ketidakpekaan Naruto, sedangkan Athena menatap tajam Naruto membuatnya meminta maaf pada Athena.

'Buku ini benar-benar memperlihatkan isi pikiranku dan Artemis.'

"Kau habis darimana Naruto? Apa kau tahu aku dan Frederick khawatir padamu."

"Maaf, telah membuatmu khawatir Lis." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya berjalan-jalan menghirup udara segar saja kok."

Tapi dia terlihat tidak mendengarkan ucapanku dan malah sibuk memandangi luka di bahuku, sial!!! "Tanganmu kenapa, Naruto?"

"Lukaku hanya terkena luka kecil saja, jangan khawatir."

Dia menatapku dengan tajam dan berkata "Kau duduk di sofa, aku akan mengambil peralatan untuk mengobatimu."

Aku ingin protes karena luka ini bisa sembuh dengan cepat berkat bantuan Kurama tapi melihatnya pergi, aku pun tersenyum dan berkata "Terima kasih, Lisa."

"Selesai..."

Naruto kemudian tersenyum pada Athena dan Athena membalas senyumannya mengingat bantuannya pada Naruto waktu itu, sedangkan Artemis memegang tangan Naruto dengan erat dan menatap Athena dengan tatapan cemburu.

"Jadi siapa yang akan membaca bagian selanjutnya?"

"Aku akan membaca lanjutannya, cucuku."

Semua orang terkejut saat melihat Leto yang merupakan ibu dari Artemis dan Apollo dan dia tidak sendiri. Dia bersama dengan pria berambut pirang spiky berwarna kuning keemasan dan wanita berambut merah panjang. Mereka adalah Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki. Orang tua dari Naruto Uzumaki, mertua dari Artemis, dan kakek serta nenek dari Luna Uzumaki

"Ibu... / Jii-chan, Baa-chan..."

"Mau apa kau kesini, Leto?"

"Aku kesini ingin melihat kedua anakku, menantuku dan cucuku Zeus." Jawab Leto dan kemudian dia melanjutkan "Kau tidak keberatan akan itu bukan? Atau kau mau aku mengatakan pada semua orang disini bahwa kau tidak menjalankan amanah dari Perseus Jackson untuk membebaskan para Titan yang tidak terlibat dalam Second Titan War?"

Mendengar itu... Percy, Apollo, Artemis dan Luna pun menatap tajam Zeus membuatnya bergidik ngeri dan berkata "Aku membebaskan Calypso."

"Yang membebaskan Calypso itu Leo, paman."

'Sialan kau, Perseus."

Minato kemudian mengambil buku Reading the Maelstrom and the Moon dari Luna dan memberikannya pada Leto "Sudah cukup, Leto-san. Baca saja bukunya agar yang lain bisa kembali ke kegiatan mereka nanti setelah kita habis membaca buku ini."

"Baiklah..."

-To Be Continued-

Review:

Waceycorley:

It's not spanish dude, it's Indonesian.

Guest

Ini itu fanfiksi bro bukan nyata jadi jangan bandingin sama fakta lah. Lagipula di fandom PJO berapa banyak fic dengan pair Percy x Artemis? Banyak... Bahkan pair mereka hampir menyamai pair canon, Percabeth(Percy x Annabeth)

Dragoncyber22:

Thank you for your compliment.

Guest:

Reputasi ane udah jelek gara-gara NHL yang baper karena Hinata gak ane buat pair di fic Heroes From Another World.