Name: Reading Maelstrom and the Moon

Author: The World Arcana

Genre: Adventure, Friendship

Rating: T

Chapter 3: A Secret Revealed

Naruto terlihat shock saat melihat kehadiran Leto, Kushina dan Minato. Kalau Leto dia masih bisa mengerti karena Leto masihlah hidup dan hanya diasingkan saja oleh Zeus tapi bagaimana bisa kedua orang tua-nya yang sudah tewas saat dimana dia dilahirkan di dunia bisa berada disana.

"Tou-chan, kaa-chan... Bagaimana bisa?"

"Fates dan Rikudou-sama bersepakat untuk mengirimkan kami berdua untuk membaca buku ini bersama dengan kalian putraku." Balas Minato yang tersenyum seperti biasa sebelum dia menghampiri Luna dan memeluk-nya "Lagipula aku penasaran dengan cerita percintaanmu dengan menantuku yang menghasilkan cucuku yang manis dan cantik ini, iya kan Kushina-chan?"

"Itu benar sekali Minato-kun." Balas Kushina yang menatap Naruto dengan kecewa "Ckckckck, tapi aku harus akui kalau aku agak sedikit kecewa padamu sochi."

Naruto sedikit terkejut atas perkataan ibunya dan itu membuatnya berkata "Kenapa kau kecewa padaku kaa-chan?"

"Aku punya menantu yang cantik dan cucu semanis dan secantik ini tapi kau tidak memberitahu-nya padaku sochi."

Wajah Artemis dan Luna terlihat memerah mendengar perkataan Minato dan Kushina. Naruto yang mendengar perkataan Kushina pun mendengus dan berkata "Tanpa diberitahu juga kau sudah tahu karena kau melihat dari Limbo kaa-chan."

"Aku tahu itu tapi setidaknya panggil aku dan ayahmu ini dengan Edo Tensei jadi aku bisa menghabiskan waktu dan memanjakan cucuku ini sochi."

"Edo Tensei itu tidak semudah yang kau tahu kaa-chan, kau tahu itu kan?"

"Eh iya, kau ada benar-nya juga sochi."

"Hmm, maaf kalau aku lancang. Apa itu Edo Tensei?" Tanya Annabeth yang merasa penasaran dengan jutsu Edo Tensei yang dikatakan nenek sahabat-nya ini.

"Itu salah satu jutsu untuk menghidupkan orang yang sudah mati." Jawab Naruto yang ditatap dengan tatapan terkejut oleh para dewa dan dewi Olympus sekaligus para Demigod. Luna dan Artemis tidak bereaksi apapun karena mereka tahu persis jutsu apa yang diciptakan oleh Nidaime Hokage itu. Naruto yang melihat itu langsung berkata "Tapi menggunakan jutsu itu tidak semudah yang kalian kira."

"Maksudmu, Naruto?"

"Maksudku, Hades-sama... Jutsu itu memang hebat tapi punya syarat yang tidak bisa dianggap enteng. Untuk menggunakannya, kau harus menggunakan tumbal sebagai perantara agar jiwa yang ingin kita panggil bisa dipanggil dengan Edo Tensei."

'Mengerikan...'

"Leto-san..."

"Panggil aku ibu atau kaa-san ataupun okaa-san, menantuku. Itu kan yang biasa dipakai untuk memanggil ibu atau ibu mertua dalam bahasa Jepang. Iya kan, putraku?"

Apollo pun menggangguk setelah mendengar perkataan ibunya. Dia sangat suka sekali dengan Jepang, mulai dari bahasa sekaligus budayanya dan banyak lagi. Dan karena Elemental Nation agak sedikit mirip dengan Jepang, itu membuat dia tertarik pada dunia kakak iparnya tersebut "Kalau bisa kau mulai saja membaca bukunya ibu. Aku yakin buku ini bahkan belum setengah-nya kita baca."

-Third Person PoV-

Semenjak pertemuan dia dengan Artemis yang terlihat tidak menyenangkan sama sekali, Naruto terlihat selalu murung dan itu membuat dua sahabat-nya yaitu Lisa dan Frederick khawatir.

"Maaf, Naruto..."

"Tidak usah minta maaf sayang, itu bukan salahmu."

"Tapi aku telah..."

"Dengar Artemis..." Ucap Naruto yang memotong perkataan Artemis dan kemudian dia melanjutkan "Hatimu hancur karena apa yang di lakukan Orion dan kematian Asura saat kau mulai mencintai-nya dan itu tidak membantu banyak. Tapi kau bukan Artemis yang dulu lagi. Kau sudah berubah... Kau sudah tidak begitu membenci laki-laki lagi kecuali laki-laki brengsek yang masih banyak berkeliaran dan juga kau bahkan dengan berani melanggar sumpahmu untuk menjadi perawan seumur hidupmu dan kita berdua menikah dan mempunyai Luna di dalam kehidupan kita jadi aku katakan sekali lagi. Itu bukan salahmu."

"Aku beruntung mempunyai suami sepertimu, Naruto."

Mendengar perkataan Artemis, Naruto pun tersenyum dan Luna, Leto dan yang lain kecuali Athena juga tersenyum karena turut bahagia untuk dua pasangan ini. Annabeth yang melihat gerak-gerak ibunya hanya bisa membatin 'Sepertinya ayah memang benar. Walaupun dia mempunyai anak dari ayah yaitu aku tapi dia tetap masih mencintai paman Naruto. Aku harus bicara pada ibu tentang ini. Aku tidak ingin ibu membuat masalah bagi para orang sama sepertiku pada Percy dan Reyna dulu.'

"Hei, kau kenapa Naruto?"

"Aku tidak apa-apa, Lisa."

Melihat senyuman Naruto, Lisa tahu kalau senyuman-nya itu palsu. Biasanya senyuman itu sangat indah untuk dia lihat bahkan lebih terang dan hangat daripada Chariot milik Apollo, tapi kali ini tidak dan itu membuat dia khawatir.

"Naruto, Frederick sepertinya aku tidak bisa pergi dengan kalian sore nanti."

Mendengar perkataan dadakan Lisa, Frederick pun menatap Lisa dan berkata "Tapi kenapa? Aku pikir kau ingin jalan-jalan bersama kami melihat-lihat museum di kota."

"Aku ada urusan keluarga, ayahku memanggilku dan seluruh saudaraku untuk menemui-nya dan membicarakan hal penting. Jadi bagaimana kalau lain waktu?"

"Ta-Tapi..."

Naruto pun menepuk tangan Frederick dan berkata "Ayolah Fred... Kita bisa jalan berdua saja kan? Toh lain kali kita bisa mengajak Lisa lagi kan?"

"Kau ada benar-nya, Naruto."

Lisa kemudian tersenyum pada Naruto dan dia pun berkata "Terima kasih atas bantuannya Naruto. Acara keluargaku hari ini sangat penting jadi terima kasih mau mengerti urusanku."

"Tidak usah dipikirkan. Kau itu temanku, baka."

Lisa sebenarnya tersinggung saat dipanggil baka oleh Naruto karena dia tahu apa arti kata baka dari saudara-nya yaitu Apollo tapi melihat Naruto yang pergi dengan Frederick, Lisa hanya bisa menatapnya dari kejauhan.

'Aku ingin-nya lebih, Naruto bodoh.'

Mendengar perkataan hati Lisa aka Athena, Artemis pun menatap tajam saudarinya sekaligus mengingatkan kalau Naruto adalah suaminya

Tapi Athena yang biasa-nya diam saat ini malah membalas tatapan tajam Artemis, membuat terkejut orang-orang disana bahkan Naruto dan Zeus.

Naruto yang melihat itu mengisyaratkan Leto untuk melanjutkan membaca-nya karena takut Athena dan Artemis akan melakukan hal yang tidak di duga nanti.

-Artemis Pov-

Setelah pertemuanku dengan pria, ugh menyebut kata-kata itu saja membuatku menahan diri untuk tidak muntah... Yang entah kenapa mengigatkanku pada Asura, aku dan letnan dari kelompok Hunters milikku yang bernama Zoe dipanggil oleh ayahku untuk pergi ke Olympus dan disinilah kita berdua, ruang tahta para Olympian yang dipimpin oleh ayahku yaitu Zeus tapi aneh-nya aku tidak melihat para dewa atau dewi yang lain seperti paman Poseidon dan Hades, Hera, bibi Hestia dan Demeter, Hermes bahkan adikku yang menyebalkan yaitu Apollo yang selalu berpikiran kalau dialah yang tertua dari kami berdua padahal sudah jelas-jelas aku yang keluar duluan dari rahim ibuku dan membantu ibuku melahirkan dia, ugh...

Mendengar itu, Apollo pun menjulurkan lidah-nya untuk meledek kakak-nya itu dan lalu biasanya Artemis akan membalas dengan melesatkan anak panah-nya tepat di arah selangkangan Apollo tapi kali ini dia tidak ingin kehilangan emosi-nya karena saat ini ada ibu, suami dan putrinya disana 'Sabar Artemis... Jangan sampai anak, suami dan ibumu melihat kau menyerang adikmu sendiri.'

Yang ada hanya ayah, ya... Hanya ayah.

Mendengar itu, wajah Artemis pun memucat dan dia pun berkata "Jangan bilang kalau ini..."

Athena yang melihat ekspresi Artemis langsung menyeringai dan berkata "Ini seperti yang kau bayangkan, saudariku."

"Tidak!!!" Balas Artemis dan kemudian dia berjalan menjauh dari Luna dan Naruto "Aku tidak mau mendengar-nya."

"Artemis, kau kenapa?" Tanya Naruto yang mendekati istri-nya dan berkata "Apa ini..."

Artemis tidak mengatakan apa-apa dan malah memeluk Naruto secara tiba-tiba. Naruto yang melihat itu membalas pelukan istrinya dan mengelus-ngelus rambutnya dengan salah satu tangannya "Tidak usah khawatir, Artemis. Aku ada disini. Tidak ada yang terjadi padaku."

"Ta-Tapi..."

Yang Artemis dapatkan malah pelukan Naruto yang semakin mengerat dan itu membuat yang lain bingung tentang apa yang membuat Artemis bisa histeris seperti itu.

"Bisa kau lanjutkan okaa-san..."

"Jadi ada apa kau memanggilku kesini, ayah?"

"Aku akan memberitahukannya padamu setelah kedatangan Athena putriku."

Aku menggangguk mengerti mendengar perkataan ayah. Lalu setelah beberapa lama kami bertiga menunggu, saudariku yang bernama Athena pun datang dengan wujud yang dia pakai di dunia manusia sebagai seorang gadis bernama Lisa Lancester. Kemudian dia mengganti penampilannya menjadi penampilan yang biasa dia pakai saat dia berada di dalam Olympus dan berkata "Maaf aku terlambat, ayah."

"Tidak apa-apa putriku."

"Jadi ayah, bisa kau katakan kenapa kau memanggil kami ke Olympus?"

"Aku merasakan seseorang di dunia manusia." Balas ayah dan dia pun melanjutkan "Orang yang aku rasakan ini mempunyai kekuatan yang besar bahkan melebihi Typhoon meskipun dia menekan kekuatannya ke titik terendah."

"Tuan Naruto..." Ucap Percy yang sudah menyadari akan kemana alur perkataan dari raja dari para dewa dan dewi di Olympus "Jangan bilang kalau yang dimaksud oleh paman Zeus adalah kau."

Tapi Naruto hanya diam dan disanalah para Demi God dan para dewa dan dewi Olympus kecuali Zeus, Hades, Poseidon, Hestia, Athena dan Artemis kalau Naruto lebih kuat dari yang mereka kira.

Mendengar perkataan ayah itu membuat tubuhku bergetar 'Seorang manusia dengan kekuatan setara Typhoon, kau pasti bercanda.'

Ayah yang entah mengapa bisa membaca jalan pikiranku pun berkata "Aku tahu kau meragukan apa yang aku ragukan putriku, tapi aku yakinkan padamu putriku aku tidak main-main dengan perkataanku ini."

"Jadi Zeus-sama apa sebenarnya tujuan anda memanggil nona Artemis dan nona Athena sekaligus memberitahukan tentang itu semua."

"Aku takut kalau dia akan menjadi ancaman bagi Olympus, jadi aku ingin kalian berdua mencari dia dan menyingkirkan-nya."

"Aku tidak bisa percaya kau!!!" Teriak Kushina yang mendengar perkataan Zeus "Kau ingin membunuh putraku? Apa salah putraku padamu!!!"

Minato yang mendengar itu juga sebenarnya marah pada Zeus tapi dia masih bisa menahan kesabarannya dan mencoba menenangkan istrinya.

Zeus yang melihat kemarahan Kushina hanya bisa berkata "Aku minta maaf atas apa yang terjadi dalam buku ini tapi saat itu aku adalah pemimpin di Olympus dan aku merasakan seseorang manusia dengan kemampuan yang besarnya sama seperti Typhoon yang bisa menghancurkan Olympus, jadi aku hanya melakukan tugasku sebagai pemimpin. Lagipula, tidak terjadi apa-apa pada putramu dan bahkan dia baik-baik saja dan telah menikahi putriku dan mempunyai seorang putri saat ini."

Banyak orang yang menatap tajam Zeus karena mereka tahu alasan Zeus melakukan itu sebenarnya karena Zeus paranoid dengan kekuatan yang dia rasakan dari Naruto membuat Poseidon mendengus "Kau dan sifat paranoid-mu itu Zeus. Mungkin kau mewarisi-nya dari ayah."

Mendengar itu Zeus pun menatap kakak tertuanya dengan tajam. Kakak-nya itu boleh mengatakan apa saja tentang-nya tapi dia tidak suka kalau dia di sama-samakan dengan Kronos meskipun dia hampir melakukan kesalahan yang sama pada ibunda dari putrinya Athena yaitu Metis dan dia masih menyesali-nya sampai saat ini.

Athena terlihat terkejut mendengar perkataan ayah dan entah kenapa aku merasa dia tahu siapa sosok yang dimaksud ayah ini.

"Apa ada yang salah Athena?"

"Aku tidak apa-apa, ayah." Balas Athena dan dia pun melanjutkan "Maaf aku agak melamun barusan."

"Jadi bagaimana? Apa kalian akan menerima tugas dariku ini Athena, Artemis?"

"Tentu saja ayah. Aku dan para Huntress-ku akan menjalankan titahmu ini. Demi Olympus."

Mendengar itu membuat para Demi God, Leto sekaligus Minato dan Kushina terlihat terkejut saat mendengar jawaban Artemis itu.

"Kenapa kau setuju untuk melakukan itu, menantu-ku?"

Tapi Artemis tidak fokus akan pertanyaan sang mertua dan menatap putri-nya yang menatap-nya dengan tatapan kecewa, jujur itu membuat hati-nya sakit saat melihat putri-nya melakukan itu.

"Lalu bagaimana dengan-mu, Athena?"

"Maaf ayah tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku masih banyak ada urusan di dunia manusia dan juga masih banyak yang harus aku pelajari dengan kehidupan di zaman modern ini disana." Jawab Athena dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku rasa Artemis dan para Huntress-nya saja sudah cukup untuk melawan-nya."

Aku tidak begitu percaya dengan alasan dari Athena tapi kalau itu yang dia inginkan, hmmffft itu tidak masalah untukku. Dengan begini aku bisa membuktikan pada ayah kalau aku lebih bisa diharapkan daripada Athena.

"Urusan ini sudah selesai kan ayah? Aku sudah bisa kembali kan?"

"Kenapa kau harus terburu-buru putriku? Kita sudah lama tidak bertemu semenjak kau memutuskan untuk tinggal sementara di dunia manusia untuk mempelajari pola kehidupan mereka. Luangkan-lah waktumu bersama kami 1 atau 2 hari saja."

"Baiklah jika itu keinginanmu ayah..."

Aku pun tidak memperdulikan interaksi antara ayah dan Athena dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Aku pun memikirkan siapakah sebenarnya orang yang dimaksud oleh ayah dan sepertinya aku tahu siapa orang itu.

"Apa ada yang kau pikirkan nona Artemis?"

"Sepertinya aku tahu siapa sosok yang dianggap ancaman oleh ayahku Zoe."

"Siapa?"

"Pria yang kita temui kemarin." Balasku dengan nada serius "Naruto Uzumaki..."

Mendengar itu Zoe terlihat bersemangat untuk memburu pria bernama Naruto itu sedangkan denganku entah kenapa hati kecilku seolah memberitahuku kalau aku akan menyesal jika melakukan ini. Tapi aku harus melakukan ini. Karena aku ingin ayah lebih mengakui-ku daripada Athena.

"Maaf sekali lagi, Naruto..."

"Tidak usah diperdulikan. Kau itu tidak bersalah kau hanya ingin mendapatkan pengakuan dari ayahmu sama sepertiku yang menginginkan pengakuan dari seluruh warga Konoha dulu."

-Naruto PoV-

"Kau serius kau tidak apa-apa, Naruto?"

"Aku sudah bilang pada Lisa barusan kalau aku baik-baik saja, Fred." Balasku dengan nada sedikit jengkel pada sahabatku ini yang selalu menanyakan hal yang terus dia dan Lisa ulang-ulang katakan "Memang-nya kenapa kau bertanya?"

"Senyuman-mu itu palsu, fishcake." Jawab Frederick dengan nada panggilan yang dulu dia sering panggil untuk-ku membuat alisku berkedut dengan kesal meskipun aku terkejut dia bisa mengetahui kalau senyumanku saat ini adalah senyuman yang palsu dan hampa sama saat aku sedang merasakan keputus-asaan melawan Obito dan Madara yang telah membangkitkan Juubi dan membunuh paman Shikaku dan Inoichi serta Neji "Kau pikir aku kenal denganmu sejak kapan? Dua atau tiga tahunan... Kalau kau ada masalah, kau bisa mengatakannya padaku fishcake."

"Jujur aku ingin mengatakannya padamu Fred tapi aku tidak yakin harus berkata apa padamu sobat." Balasku dan kemudian aku membatin 'Dan aku tidak yakin kau bisa mencerna informasi kalau sahabatmu ini menyukai dewi yang bersumpah menjadi perawan seumur hidup-nya, bisa berubah wujud-nya sesuka-nya dan membenci pria sampai-sampai seluruh pria yang berjumpa dengan-nya akan dijadikan Jackelope oleh-nya.'

Mendengar suara batin-ku, Kurama pun mendengus dan berkata 'Aku sudah bilang padamu kalau ini adalah rencana paling bodoh yang pernah kau pikirkan tapi tidak!!! Kau selalu saja keras kepala dan malah kau hampir menjadi emo seperti si Uchiha itu karena apa yang terjadi kemarin.'

Naruto yang mendengar itu pun alis-nya berkedut dengan kesal karena disamakan oleh Sasuke dan dia pun membatin 'Awas saja kau bola bulu. Akan kubalas kau nanti.'

"Kau tidak apa-apa sochi / Naruto / tuan Naruto / ayah..."

"Aku tidak apa-apa, lanjutkan okaa-san." Balas Naruto yang wajahnya memerah karena diperhatikan sedari tadi oleh kedua orang tua-nya, Leto para dewa dan dewi Olympus tapi entah kenapa Luna dan Artemis malah terlihat menahan tawa sepertinya mereka tahu apa yang membuat jengkel Naruto tersebut

'Aku tidak emo...'

'Katakan itu pada cermin di rumahmu, gaki.'

'Grrrrr...'

"Hoi, fishcake..."

"Ada apa Fred? Tanyaku dan aku pun berkata "Dan ugh... Bisakah kau berhenti memanggilku fishcake?"

"Aku akan melakukannya jika kau berhenti menjadi emo dan pemurung seperti ini."

'Kau sama saja seperti Kurama, Frederick.'

Mendengar itu, mereka semua pun tertawa tanpa menyadari Naruto menatap tajam mereka semua.

"Apa itu, Naruto?"

Mendengar Frederick, aku pun melihat ke arah sesuatu yang ditunjuk oleh Frederick dan aku dibuat terkejut saat melihat sebuah monster tapi bukan sembarang monster. Tapi itu adalah monster yang kemarin aku bunuh dengan Rasenshuriken milikku dan dia pun menatapku dengan tajam seolah-olah dia ingin membunuhku di tepat.

"Lari Naruto!!! Itu adalah Manticore. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya dia terlihat benar-benar marah Naruto."

Aku bisa saja menggunakan kekuatanku disini untuk melawannya tapi aku tidak bisa membeberkan identitasku sebagai shinobi di sini apalagi ada Frederick di sampingku.

"Awas Naruto!!!"

Aku pun terkejut saat melihat Manticore itu sudah siap menancapkan ekor-nya yang terlihat seperti kalajengking ke arahku dan aku pun langsung membuat bunshin sedangkan diriku yang asli langsung mengumpulkan energi alam dan memasuki elemen alam. Kemudian aku menangkap ekor-nya saat aku sudah memasuki Sage Mode dan langsung melemparkannya ke pohon yang jauh dariku dan Frederick sampai-sampai pohon itu roboh ke tanah dan atas intruksi dariku, aku pun memerintahkan bunshinku untuk menggunakan Rasengan pada Manticore itu sampai tubuhnya hancur.

"Na-Naruto..."

Aku pun menatap Frederick yang terlihat shock atas apa yang telah aku lakukan dan aku pun terkejut saat monster itu terbentuk kembali dan mengaum kepadaku dengan keras.

"Fred, aku tahu kau ingin tahu atas apa yang sebenarnya terjadi. Tapi pulanglah, aku akan menceritakannya padamu setelah aku sampai ke rumah."

"Dan apa yang kau pikir akan lakukan? Melawannya... Jangan gila Naruto, aku akan membantumu."

Menahan Manticore itu untuk menyerangku kedua kalinya, aku pun berbicara pada Frederick tanpa melihat-nya "Dengar, Fred. Aku sangat menghargai perhatian dan bantuanmu. Tapi kembalilah, kau akan hanya menjadi beban bagiku untuk melawannya."

"Maaf jika aku terdengar kasar pada ayahmu, Annabeth."

"Tidak apa-apa, kau mencoba melindunginya paman Naruto. Aku sangat menhargai-nya."

Aku bisa merasakan amarah dari Frederick yang dia tahan dan dia pun berkata "Tetaplah hidup, Naruto."

"Tentu saja..." Balasku yang sudah menggunakan Bijuu Mode. Mungkin dengan kemampuan Kurama, aku bisa menghancurkan dan menghentikan regenerasi-nya selamanya jadi dia tidak akan bangkit lagi. Aku pun menatap Manticore itu dan berkata "Aku bisa melakukan ini sepanjang hari."

"Referensi Avengers: Endgame kah?"

Mendengar perkataan Apollo, Naruto hanya bisa berkata "Huh..."

"Lupakan saja apa yang sudah aku katakan Naruto."

Dan itu pun membuat semua orang sweatdrop akan percakapan Naruto dan adik iparnya tersebut.

Tapi belum aku membunuh Manticore itu sudah ada anak panah yang melesat dengan ujung berwarna perunggu dan menancap di tubuh monster itu dan dia pun menghilang menjadi abu.

'Siapa?'

"Kau memang kuat tapi tanpa senjata yang dibuat dari Celestial Bronze itu tidak akan ada gunanya, pria."

Aku pun melihat Artemis yang menggunakan wujud remaja-nya muncul dan aku pun berkata dengan nada datar "Oh jadi itu kau..."

Dia terlihat tersinggung saat mendengar nada bicaraku dan kemudian dia berkata "Jadi ini balasanmu pada sosok yang menolongmu pria."

'Aku rasa sirkuit memori milikmu itu agak korslet. Memang-nya siapa yang menolongmu tapi aku malah dihadiahi oleh percobaan penusukan dan tembakan panah kemarin.' Batinku yang aku sertai dengan dengusan, kemudian aku pun menyalingkan kedua tanganku di depan dadaku dan berkata "Aku bisa mengatasinya, kau tahu..."

Artemis pun menatap tajam Naruto karena perkataannya tapi dia sadar diri karena salah-nya sendiri Naruto berkata seperti itu jadi dia hanya menatap tajam Naruto yang terlihat menggumamkan kata maaf padanya.

"Tentu..." Balas-nya yang tersenyum manis dan itu membuat wajah-ku memerah tanpa menyadari ada unsur ejekan dalam perkataannya "Kau bilang kau bisa mengatasi-nya tapi monster itu terus beregenerasi sedari tadi."

'Aku bisa saja menghabisi monster itu jika aku bisa menghancurkannya dengan chakra Kurama atau Gudoudama jika aku memasuki Rikudou Senjutsu Mode milikku jika kau tidak mengganggu.' Batinku dengan kesal dan aku pun berkata "Jadi kenapa kau menyelamatkan aku? Bukannya kau membenciku karena aku merupakan seorang pria. Atau jangan-jangan kau sudah naksir pada diriku yang tampan ini?"

"Kau terlalu narsis tou-chan..."

"Hei, Luna... Ayahmu ini tidak seburuk itu tahu." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku itu memang tampan, hadapilah. Banyak wanita yang menyukai-ku karena ketampanan-ku ini. Seperti Shizuka, Sara, Hotaru, Isaribi, Shion, Ryuzetsu..."

"Naruto, aku rasa kau harus tutup mulut-mu sekarang."

Naruto kemudian melihat Artemis dan Athena menatap tajam Naruto bak predator yang telah siap untuk menerkam-nya "Baik, aku akan tutup mulutku sekarang."

Alis mata Artemis terlihat berkedut saat mendengar perkataanku dan entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang akan dia akan lakukan padaku tapi tidak bisa dan itu membuat-nya terkejut.

"Bagaimana bisa?"

"Tubuhku immune dari kutukanmu yang rumor-nya bisa mengubah seorang laki-laki menjadi Jackelope. Bahkan jika kau meracuniku, itu tidak akan sanggup untuk membunuhku jadi lupakan saja." Jawabku dan dia pun terlihat terkejut tapi aku lihat dia sedang menyembunyikan ekspresi terkejut-nya dan aku pun berkata sekali lagi pada-nya "Jadi kenapa kau menolongku padahal kemarin kau dan geng-mu itu melukaiku yang mencoba membantu-mu?"

"Aku hanya membalas budi karena bantuan-mu kemarin, jangan berharap lebih." Balas Artemis dan kemudian dia melanjutkan "Tapi lain kali, kau adalah musuh. Jadi bersiap-siaplah."

"Kenapa? Karena aku adalah pria atau karena ayahmu Zeus mengganggapku sebagai ancaman bagi Olympus?" Tanyaku dengan datar tapi tepat sasaran.

'Busted...'

Melihat ekspresi wajah-nya yang agak terkejut mendengar perkataanku, aku pun mendecih. Bukan hanya aku harus membuat Artemis menurunkan sedikit kebencian-nya pada seorang pria dan membuat-nya mencintai-nya, aku juga harus menghadapi sifat paranoid Zeus yang takut aku akan menggulingkan-nya menjadi pemimpin, sigh. Kurama akan benar-benar memarahiku saat ini.

Oh, raja dewa Olympus yang suka sambar orang dengan petir dari atas... Aku akan katakan padamu, aku tidak tertarik dengan tahtamu itu. Tanganku sudah penuh dengan mencari cara agar putrimu bisa jatuh cinta padamu dan menjadi Hokage di rumah nanti. Jadi bisa kau palingkan perhatianmu kepada Poseidon atau Hades, terima kasih.

'Ckckckck, kau memang tidak ada takutnya sama sekali ya Naruto.'

'Kenapa aku harus takut, Kurama. Dia dan aku sama-sama bisa berdarah sama seperti Kaguya dan dia bisa membuat tubuhku menjadi abu jika aku tidak segera bertukar dengan klon-ku.'

Membayangkan itu saja sudah membuat bulu kuduk-ku merinding dan membuatku hampir putus harapan untuk melawannya. Kalau saja kemarahanku tidak sampai puncak-nya saat dia membunuh Obito, aku tidak yakin aku bisa mengalahkannya.

'Jadi kenapa aku harus takut padanya?'

Banyak orang terlihat respect terhadap Naruto termasuk para dewa dan dewi Olympian termasuk Poseidon dan Hades meskipun Zeus terlihat kesal saat Naruto meremehkannya tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia masih ingat saat Naruto menahan petir dari Master Bolt miliknya dengan satu tangannya karena dia marah pada Naruto yang membuat putrinya hamil dan mempunyai anak Demi God padahal dia masih terjalin sumpah perawan seumur hidup-nya dan dia juga bisa memanfaatkan loop hole yang terjadi di Elemental Nation jadi Artemis masih bisa berhubungan dengan suami dan istrinya tanpa gangguan dari Fates.

Aku pun memutuskan untuk kembali ke apartemenku karena aku yakin Frederick membutuhkan jawaban atas apa yang terjadi barusan tapi Artemis menghentikanku.

"Tunggu..."

"Ada apa, Artemis?"

"Kenapa kau bisa mempunyai aura yang sama seperti Ashura?"

"Kau masih penasaran akan hal itu ya?" Tanyaku dan kemudian aku melanjutkan "Aku mempunyai aura yang sama seperti Ashura karena aku adalah reinkarnasi-nya."

Aku pun melihat-nya terlihat terkejut dan pergi dari hadapanku dan tanpa aku sadari... Aku sudah menyakiti perasaannya. Perasaan Artemis

"Berikan padaku Leto-san. Aku yang akan membacanya." Ucap Minato Namikaze sang Yondaime Hokage dan ayah dari Naruto Uzumaki sekaligus

-To Be Continued-

Review:

Fahzi Lucifer:

Mungkin gak ngerti makna dari kata crossover. Padahal mah kalau pair Naruto itu dari char anime Naruto sendiri kaya Hinata, Sakura, dan bla bla bla... Ngapain ane buat fic crossover, mending ane buat fic reguler aja. Memang sih ada yang buat fic crossover tapi dengan pair canon kaya Si Hitam dengan fic To The End of the World, but I'm not him.

Michael Gabriel 455:

Di panggil Fates, mereka berdua diberi kesempatan buat ketemu cucu dan menantunya.

Raden:

Hmm, gimana ya... Susah kalo buat yang pair-nya Hestia, dia itu cocok-nya sebagai mentor atau motherly figure buat Naruto.

Lupa Password:

Ane gak masalah sih sama dunia ninja jadi agak modern. Tapi gimana ya, romance-nya Naruto dan Hinata di The Last terlalu dipaksakan menurut ane padahal bisa aja MK buat romance mereka setelah Arc Pain kan Hinata udah nyatakan perasaan-nya ke Naruto tapi di filler-nya Shizuka Naruto masih terlihat pro ke Sakura dan setelah perang mereka harus tunggu 2 tahun dulu padahal Naruto udah agak care sama Hinata di saat perang buktinya ada di manga pas Hinata terkena Mugen Tsukuyomi, padahal Naruto gak lihat tapi dia bisa ngerasain kalau Hinata dalam bahaya. Tapi di The Last apaan? Oke deh scene syal merupakan hal yang penting bagi MK tapi di awal Naruto itu masih gak peka naudzubillah tapi di tengah-tengah udah 'Hinata I love you'. Padahal mah kalau Hinata bener-bener ninggalin Naruto buat Toneri ane gak kaget sih. Udah gak peka-nya naudzubillah, PHP lagi tapi MK membuat simsalabim di tengah-tengah dan akhir cerita.

Guest:

Jadi kalau Naruto dan char lain yang dark dan antagonist bagus tapi kalau Hinata yang dark jelek ya, naruhodo. Sempit amat pemikirannya. Pantes aja fanfic buatan orang luar lebih bagus daripada fanfic buatan orang indo. Kalau fanfic orang luar lebih berani membuat sesuatu yang wow kaya Hinata jadi dark dan bla bla bla tapi kalo di Indo dihujat. Jadi fans gak usah segitunya. Naruto aja yang hati-nya murni karena air terjun kebenaran di Kumo aja bisa dibikin dark masa Hinata gak bisa?