A/N: kemungkinan typo OOC alur yang gak jelas dan lain-lain silahkan read aja.

Langit biru dan matahari bersinar terang di angkasa. Di Norad empire dan kota Kardia, burung bernyanyi indah dengan suaranya, para hewan bersenda gurau di hutan ya.

Seharusnya hari ini hari yang menyenangkan kan bagi semua mahluk di muka bumi ini tapi tidak untuknya.

"Apa-apaaan sih si Mist itu?! Nyebelin banget!"

Tepat nya ini hari yang menjengkelkan untuk seorang gadis bernama Rosetta, gadis penjaga general store di Kardia ini. Entah tempat ini layak di sebut kota atau tidak terserahlah yang pasti keadaan hatinya sangat tidak senang hari ini.

Penyebabnya yang lain dan tak bukan adalah Mist , teman masa kecil nya yang ia sendiri anggap rival , tiap hari selalu berdebat entah tentang apa yang ia perdebatkan Rosetta memperdebatkan hampir apa saja dengannya.

Dan sifat Mist yang agak airhead yang menyebabkan terkadang Rosetta tambah sebal , tapi kali ini Jean ayahnya mencoba meredakan amarah putrinya.

"Apa yang kau ributkan lagi dengan Mist Rosetta?"

"Ayah coba dengar... aku sudah menyuruh Mist untuk mengurus lahan kosong miliknya itu agar lebih produktif tapi dia malah..."

"Tenanglah putriku lagipula Mist itu seorang gadis mana bisa mengurus lahan seluas itu?"

"Iya aku tau... tapi bisakah dia tak berdiam diri saja aku katakan padanya agar meminta bantuan siapa saja entah itu kau ayah, atau warga yang lain tapi dia malah berkata"

"Tenanglah Rosetta aku percaya akan ada yang mau mengurus lahan ini dengan penuh kasih layak nya anak mereka sendiri seperti legenda para earthmate. Kau tau? Dan akupun sudah memaksa siapapun yang lewat untuk mengurus lahan ku kan?"

"Omong kosong apa yang ia katakan itu!? Dia masih saja percaya akan legenda konyol itu ayah... bukankah itu sangat menyebalkan? Dan benar sih dia melakukan itu pada siapapun yang lewat, bahkan pada kita semua"

"Mist itu tetap tak berubah ya? Kita tidak tau apa yang ada dalam pikiran nya sudah jangan marah - marah terus , lebih baik kau bantu aku membuka toko"

"Huft... iya juga ini sudah waktunya buka kan yah? Baik ayo semangat!..."

Sementara itu Mist.

"Hmmm... tidak ada juga yang datang bagaimana ini, apa aku harus mengurus lahan ini sendiri... apa aku bisa? Rosetta juga tadi kemari dan marah-marah , dia bilang aku harus cepat bertindak untuk lahan ini aku bingung. Sudahlah aku akan jalan jalan ke kota untuk menyegarkan pikiran ku"

Mist akhirnya memutuskan untuk berkeliling kota dan menyapa siapa saja yang ditemuinya. Pertama dia bertemu dengan Nicholas dan Cecilia yang bermain di pantai.

"Hey itu Mist oneechan... hai oneechan "

"Hello Ceci Nico seperti biasa kalian aktif dan selalu riang ya..."

"Hey kalian berdua jangan ganggu Mist- chan!"

"Aku tidak ganggu Mist nechan kok... ya kan Nicholas?"

"Iya ibu , kami tak mengganggu Mist neechan kok..."

"Tenang saja Sabrina- san mereka tak menggangu ku kok.."

"Begitukah habis kau terlihat sedih dan bingung jadi kupikir..."

"... jadi terlihat di wajah ku ya Sabrina-san?"

"Oh? Jadi aku benar? Ada masalah apa Mist -chan kalau kau mau aku bisa mendengarkan..."

"Baiklah tolong..."

"Ayo kita makan di tempat Emmett kau sudah makan Mist- chan? "

"B-belum..."

"Baiklah ayo kita pergi..."

Mist dan Sabrina bersama pergi ke kedai milik Emmett untuk makan dan mendengarkan curhat Mist.

Emmett place.

"Selamat datang... oh? Sabrina? Mist kalian ingin makan? Ayo silahkan duduklah"

"Terimakasih Emmett jiisan "

Setelah mereka duduk Sabrina memulai percakapan.

"Jadi... ada masalah apa Mist- chan? "

"Begini... aku tengah bingung harus ku apakan lahan milikku yang terbengkalai itu... dan tadi Rosetta juga marah-marah padaku meminta agar lahan itu segera produktif."

"Hmm... begitu ini berat juga, karena kau wanita dan di kota ini yang tak ada yang berpengalaman di bidang pertanian kecuali camus anak nya dokter Edward, tapi kau tidak akrab dengannya."

"Aku harus bagaimana Sabrina-san? "

"Hmm... apakah kau bisa mengunakan alat pertanian nya?"

"Ya aku bisa kenapa?"

"Tak ada cara lain kau berlatih lah menggunakan nya di lahan mu itu dan belajarlah bertani, hanya kau yang bisa melakukan nya Mist"

"Begitukah?... baiklah akan ku pikirkan makasih Sabrina-san atas saran nya..."

"Iya sama-sama sudahlah ayo makan makanan nya oke?"

Setelahnya mereka makan dan mengobrol agak lama beberapa jam kemudian Mist mohon pamit.

"Wah, sekarang sudah sore Sabrina-san aku pamit pulang dulu, terimakasih telah menemani ku..."

" Ya sama-sama Mist aku juga harus mencari Nicholas dan menyuruh nya pulang , sudah ya..."

[Hmm... sudah sore apa sebaiknya aku pergi ke gigant bath house ya? Baiklah aku juga merasa agak lengket aku akan kesana.]

Dalam perjalanan kesana Mist bertemu dengan Felicity , Mist pun terheran-heran hendak kemana ia maka Mist segera menghampiri nya.

"Hey... Felicity -chan kau mau kemana? Tak biasanya kau jalan-jalan? "

"Ah... Mist -chan iya kata dokter Edward aku harus jalan-jalan sesekali untuk kesehatan ku."

"Hmm... begitu ya, hey bagaimana jika kau ikut denganku ke bathhouse? Apa kau sudah kesana?"

"Tidak... belum Mist -chan"

"Baiklah kalau begitu ayo ikut denganku..."

"T-tungu Mist-chan jangan tarik aku aku bisa jalan sendiri uwaa!!"

Mist dan Felicity pergi bersama ke bathhouse , dan mereka segera membayar biaya masuk seperti biasa ke penjaga bathhouse yang lain dan tak bukan Melody.

"Hey... Melody-chan"

"Ah, halo Mist dan oya Felicity-chan selamat datang seperti biasa 10 G oke..."

"Iya ini uang nya"

"Terimakasih selamat menikmati dan santai saja ya..."

Setelahnya mereka berdua segera masuk ke dalam pemandian dan menyegarkan tubuh mereka dari rasa penat seharian.

"Hahhhhh... aku merasa hidup lagi... rasa penat dan stress ku hilang semua"

"Hehehe, kalau kau bicara begitu kau seperti orang tua loh Mist-chan "

"Apa? Kau bilang aku tua Felicity-chan? "

"A-a ahh... bukan begitu Mist-chan itu anu..."

"Karena kau sudah meledek ku tua Felicity-chan kau harus merasakan ini..."

"A-aah... hentikan Mist-chan jangan sentuh dada ku..."

"Woah... ternyata kau cukup besar juga ya... Felicity-chan"

"H-hentikan Mist-chan..."

Setelah puas Mist menjahili Felicity dia kembali menikmati pemandian nya.

"Uhhhh... Mist-chan baka, kau jadi lebih aneh dari biasanya tau, apa terjadi sesuatu?"

"Tidak ada apa-apa kok Felicity-chan."

"Benarkah? Aku merasa kau agak sedikit tertekan akan sesuatu Mist-chan."

"Ahhh... aku sudah merasa cukup segar, baiklah Felicity-chan aku duluan ya"

"Ah, tunggu Mist-chan"

Mist segera berpakaian dan pergi meninggalkan Felicity dan meninggalkan nya dalam kebingungan. Felicity pun segera menyusul Mist, dia takut menyinggung sesuatu hal yang sensitif. Dan jika benar dia ingin meminta maaf pada Mist.

Mist POV

Aku sangat menyedihkan, tiba-tiba saja meninggalkan Felicity-chan seperti itu, padahal dia tidak salah apa-apa. Gawat... dia pasti berpikir yang aneh- aneh.

Felicity-chan yang sering sakit-sakitan saja sampai mengkhawatirkan ku, aku harus menanganinya segera agar tak membuat yang lain khawatir. Dan aku ada dimana ini?

Ah, ternyata aku ada di taman mungkin aku akan santai di sini saja.

Mist POV end.

Langit sudah berwarna kemerahan senja telah datang dan akan di temani gelapnya malam, namun Mist masih saja melamun di saint dè quilè park, Felicity yang melihat nya merasa prihatin dan segera menyapa nya.

"Mist-chan...!"

Mist terkejut dengan suara Felicity yang tiba-tiba mengagetkan nya, dan menyadarkan nya dari lamunannya.

"!? Oh, ternyata kau Felicity-chan ada apa? Tak baik loh untuk kesehatan mu jika keluar malam-malam."

"Kamu juga Mist-chan apa yang kau lakukan di sini malam-malam? Apa perkataan ku di bathhouse tadi menyinggung mu?"

"Tidak, tidak apa kau tak menyinggung ku sama sekali, sudahlah ayo ku antar kau pulang nanti mayor Godwin akan khawatir padamu."

"Baiklah."

Mist segera meninggalkan taman untuk mengantar Felicity pulang ke rumahnya, Mist kemudian melihat Felicity menggosokkan kedua tangan nya kedinginan. Sepertinya angin malam tak baik untuk gadis yang fisik nya seperti Felicity, segera saja Mist menggenggam tangan Felicity agar ia tak kedinginan.

"!? Ada apa Mist? Kau menggenggam tanganku."

"Habisnya kau terlihat kedinginan jadi ku genggam saja tanganmu, gimana tidak dingin kan?"

"I-iya, makasih Mist-chan."

Mereka berdua berjalan di tengah malam hanya di temani cahaya kerlap-kerlip lampu jalan, dan cahaya sang rembulan yang menyinari wajah kedua insan ini, dan tak terasa mereka berdua sudah sampai tujuan.

"Oke, sudah sampai. Felicity-chan? Kita sudah sampai di rumahmu loh."

"A-ah maaf Mist-chan, aku agak sedikit melamun, hehehe."

"Ya ampun, apa kau baik-baik saja? Felicity-chan? Ada yang sakit?"

"Tidak ada aku baik-baik saja Mist-chan kau terlalu berlebihan."

"Oh, begitu syukurlah kau baik-baik saja, baiklah aku pulang dulu ya dan kau cepat masuklah nanti kau sakit."

"Iya Mist-chan cerewet, kau juga hati- hati di jalan ya makasih sudah mengantar ku pulang dan selamat malam Mist-chan."

"Malam juga Felicity-chan."

Mist segera menuju rumah nya untuk segera istirahat namun ia segera di kagetkan sesuatu, seseorang lebih tepatnya dan ia adalah Rosetta.

"Mist!!! Kau darimana malam-malam begini baru pulang!?"

"Akh! Rosetta? Kau mengagetkan ku, ya ampun dan kau sendiri sedang apa di rumahku?"

"Aku menunggu mu untuk mengantar kan ini, tapi dari tadi ku cari kau tak ada dimanapun."

"Apa ini? Ohhh, pickled turnip!! Aku sangat suka ini makasih Rosetta."

Sambil mengatakan itu Mist tersenyum riang, Rosetta yang melihat senyumnya jadi agak tersipu. Semburat merah muncul di kedua pipinya.

"B-baguslah kalau kau suka aku tau kau sangat suka dengan turnip, dan entah apa yang kau suka darinya."

"Ehhhh, aku bisa menyebutkan hampir 100 kebaikan dari sebuah turnip dan serta kehebatan nya."

"Tidak perlu! Aku tak mau mendengar obsesi aneh mu terhadap turnip."

"Hmph! Rosetta membosankan, baiklah mumpung kau disini bagaimana kalau kau makan denganku Rosseta?"

"Itu memang maksudku menunggu mu di sini tau! Makanya kau ku tanya darimana kau sampai jam 08.PM belum pulang kerumah?"

"Aku hanya jalan-jalan saja dan santai di taman dengan Felicity-chan dan karena sudah malam, aku mengantarkannya pulang karena udara malam tak baik untuknya itu saja, makanya aku pulang agak telat."

"Ho, sama Felicity-chan ya?"

Rosseta agak mendengus saat mendengar nama Felicity, ia tau bahwa anak dari mayor Godwin itu agak menyukai Mist dan ia tidak suka itu.

"Iya aku hanya mengantar dia saja, sudahlah ayo kita makan saja nanti keburu dingin."

"Iya baiklah"

Mist dan Rosetta segera memulai makan malam mereka dengan tenang setelah selesai mereka mulai mengobrol sedikit.

"Sebenarnya, aku memberi mu pickled turnip itu sebagai permintaan maaf ku karena marah-marah padamu tadi pagi, aku sadar lahan mu itu cukup besar untuk di tangani oleh mu sendiri. Bagaimanapun juga kau itu seorang gadis, jadi maaf jika perkataan ku membebani mu."

Rosetta mencoba melihat lawan bicara nya dan ternyata ia menatap nya dengan wajah tak percaya.

"Hey! Mist apa-apaaan wajah mu itu?"

"A-ah maaf aku hanya terkejut seorang Rosetta, mau mengalah dan minta maaf hahha... apa besok elder dragon akan menyerang dan meratakan dunia ya?"

"... aku mau pulang!"

Balas Rosseta ia kelihatan marah dengan perkataan Mist. Segera ia menahan tangan Rosetta mencegah ia pergi.

"Maaf- maaf aku hanya bercanda, kau jangan marah dong Rosseta. Kalau kau sering marah-marah terus nanti kau cepat tua dan tidak dapat jodoh loh."

"Berisik! Lepaskan Mist, aku mau pulang dasar kau baka padahal aku serius minta maaf padamu tapi kau..."

"Iya- iya aku kan juga minta maaf, aku hanya bercanda saja. Sudahlah jangan ngambek begitu kalau kau mau pulang biar aku antarkan"

"... baiklah"

"Kalau begitu ayo."

Mereka berdua berjalan dengan canggung, namun Mist mengambil inisiatif untuk berbicara lebih dulu.

"Kau masih marah Rosseta? "

"Sudah tidak"

"Syukurlah kukira kau masih marah. Eng... sebenarnya Rosetta kau benar perkataan mu tadi pagi itu, agak cukup menekanku, jadi walau kubilang padamu aku sedang bersantai sebenarnya aku sedang melamun memikirkan cara mengurus lahan itu."

"Aku sudah curhat dengan Sabrina-san tadi siang dan ia menyarankan agar aku sendiri yang mengerjakan lahan itu. Karena tak ada yang bisa membantuku kemudian rasa bingung ku menjadi rasa cemas apakah, aku bisa melakukan nya."

"Dan kau tau Rosseta parahnya aku membuat Felicity-chan khawatir pada ku, apa bisa kau bayangkan gadis yang fisik nya lemah dan sering sakit-sakitan seperti dia saja sampai mengkhawatirkan ku jadi aku berpikir aku yang akan melakukan nya, aku yang akan mengurus lahan itu mulai besok jadi tenang saja Rosseta aku akan berusaha."

Rosseta mendengarkan dengan seksama perkataan Mist, dan terkejut dengan kata-kata nya ternyata hal itulah yang di pikirkan Mist. Iapun segera membalas.

"Kau bodoh! Kenapa hal semacam itu tak segera kau beritahu aku! Aku tak tau ternyata, kau merasa tertekan dengan perkataan ku kau anggap aku ini apa Mist? Aku kan... aku kan teman mu teman terdekat mu, kita sudah berteman sejak kita anak-anak Mist. Kenapa kau masih saja seperti itu menyimpan semua sendirian?"

"Maaf..."

Hening sesaat setelah Rosetta melupakan perasaan nya dan mereka sudah sampai di general store, saat beberapa langkah dari pintu Rosseta berbicara lagi.

"Aku sebenarnya tak memaksakan nya Mist... tapi jika kau ingin mencoba mengolah lahan itu, akan ku coba membantumu. Kau juga jangan sungkan meminta bantuan ku dan jangan memaksakan diri berhentilah jika kau sudah sampai batas mu, baiklah ini sudah malam makasih Mist sudah mengantar ku, kau hati- hati ini sudah malam dan selamat malam Mist."

"Malam juga Rosseta."

Mist pulang kerumah dengan perasaan yang agak lega beberapa beban pikiran nya sudah ia lepas, karena nya ia bisa tidur dengan nyenyak dan, dapat menyambut esok dengan perasaan senang dan lega.

Chapter End.

A/N: itu nama taman di RF 1 bener gak ya begitu nama nya maaf kalo salah habis susah banget sih namanya.

Anyway Frist fic in theme of shoujo ai dan ane demen banget ama Rosseta dan Mist dalam satu pair, menurut ane si Mist ini agak aneh dan gimana gitu. Sedangkan si Rosseta da real tsundere mantap pisan rival nya untuk saat ini ane kasih Felicity dulu apa mau di tambah yang lain juga boleh and no boys allowed. Oke sudah segitu aja please mind to review me.