Sunshine in the Storm

By : Malfoy1409

Naruto belong to Masashi Kishimoto

Standard Warning

Cerita ini sepenuhnya imajinasi saya. Jadi jika ada kesamaan jalan cerita dengan cerita lain, kemungkinan besar kami berjodoh (?)

Happy Reading

Chap 2 : This Mission

-o0o-

.

.

.

Hinata menghampiri sosok yang ditangkap oleh retina matanya ketika memasuki kedai ramen ini. Bibirnya menyunggingkan senyum manisnya. "Neji-nii" Sapa Hinata pada sepupunya yang sedang asyik menyantap semangkuk ramen

"Hinata-sama. Sendirian?"

Hinata menganggukan kepala sebagai jawabannya. Ia menarik kursi dihadapan Neji dan kemudian duduk dihadapannya. "Di luar hujan jadi aku mampir kesini dan tidak disangka aku bertemu Niisan" Jelas Hinata pada Neji.

"Silahkan" Seoarang pelayan membawa semangkuk ramen kemudian diletakan dihadapan Hinata.

"Niisan sedang menunggu seseorang?" Tanya Hinata pada Neji yang masih terlihat sendirian.

"Tidak. Tadi setelah bertemu Kakashi-sensei, saya memutuskan kesini"

"Begitu.. Niisan juga ada misi?" Hinata meniup ramen yang masih terlihat beruap di hadapannya.

"Iya. Besok saya akan berangkat ke Amegakure. Hinata-sama?" Tanpa disadari oleh keduanya, Neji berhenti makan dan memperhatikan Hinata. Hanya memperhatikan Hinata. Bagaimana sosok dihadapannya ini telah berubah menjadi gadis manis yang pandai memikat hati. Terkadang Neji menyesali masa lalu bersama Hinata saat ujian Chunin.

"Aku lusa baru berangkat. Niisan hati-hati ya" Hinata tersenyum manis setelah mengatakannya. Ia telah menganggap Neji sebagai kakaknya sendiri.

"Hinata-sama juga" Neji menyadari senyum Hinata kepadanya tak lebih dari senyum yang memang sering terukir di bibir Hinata. Andai saja dia punya cukup keberanian untuk mengungkapkan semuanya. Neji hanya merasa belum cukup pantas untuk Hinata yang memang masih mengharapkan Naruto.

"Neji-nii" Neji yang sedari tadi diam saja hampir terlonjak mendengar suara Hinata.

"Ya?"

"Bisakah Neji-nii tidak memanggilku dengan suffix 'Sama'?" Hinata menatap neji dengan raut sedikit memohon. Ia tidak begitu suka dengan paggilan seperti itu.

"Itu sudah aturannya" Neji tampak ingin memalingkan wajahnya dari Hinata.

"Jangan panggil aku begitu lagi. Hinata, cukup Hinata" Nada suara Hinata kali ini sedikit berubah menjadi lebih memohon dari sebelumnya

"Baiklah Hinata" Neji yang melihat Hinata seperti itu akhirnya mengalah. Mengalah pada aturan keluarga Hyuuga yang selama ini membelenggunya yang juga sedikit membuatnya tak begitu percaya diri untuk membuat Hinata menjadi miliknya.

-o-

.

.

.

Hinata melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ruangan ayahnya. Ia mendapatkan pesan jika ayahnya memanggilnya yang Hinata tidak tau untuk apa.

Hinata masuk setelah sebelumnya mengucapkan salam. Ia duduk dihadapan Hiashi yang memang minim ekspresi.

"Hinata" suara ayahnya terdengar

"Iya, Otousan" Hinata memasang senyum diwajahnya untuk menghilangkan kegugupannya.

"Misi yang kau hadapi besok akan lebih berbahaya dari biasanya" Hiashi mengetahui misi yang akan dijalani Hinata lusa nanti. Ia sedikit khawatir pada puri sulungnya mengenai misi kali ini. Dia tahu betul misi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan Hinata.

"Kau harus hati-hati, nak. Jaga dirimu. Mengerti?" Hiashi banyak berubah semenjak perang dunia ninja. Ia tak lagi membedakan Hinata dan menganggapnya sebelah mata. Ia sudah melihatnya, perjuangan Hinata dan kebaikan Hinata. Hiashi sempat sangat merasa bersalah dan merasa bahwa ia bukanlah ayah yang baik untuk Hinata. Namun Neji berhasil meyakinkan Hiashi kalau Hinata tetap menyayanginya dengan sepenuh hati. Hal itu yang membuat Hiashi kini tampak lebih berperikemanusiaan.

"Iya, Otousan" Hinata merasa senang saat ayahnya perhatian seperti ini kepadanya.

-o-

.

.

.

Mereka semua kini telah berkumpul di kantor Hokage. Formasi team telah dibentuk

Tim 1 : Naruto, Sakura dan Shino

Tim 2 : Shikamaru, Ino dan Kiba

Tim 3 : Sai, Lee dan Hinata

Mereka kini berdiri menurut Team mereka masing-masing. Hinata sesekali mencuri pandang kearah Naruto. Ia padahal sempat berharap akan satu Team dengan Naruto, tapi ya tidak masalah.

-o-

.

.

.

"Dengarkan baik-baik" Suara Tsunade terdengar, semua perhatian kini menuju kearahnya.

"Daun Waktu ini terbagi menjadi beberapa bagian" Tsunade memperlihatkan tiga buah benda yang jika disatukan sepertinya akan berbentuk seperti daun, hanya saja warnanya yang sedikit keemasan. Mereka semua memperhatikannya dengan seksama. Mereka memang belum pernah melihat Daun Waktu dalam keadaan telah terbagi seperti sekarang. "Setibanya disana, kalian harus menempelkan bagian satu dengan bagian lainnya agar dapat menyatu kembali" Tsunade kembali menjelaskan tugas mereka.

"Masing-masing tim akan membawa bagian yang berbeda" Naruto tampak sangat antusias sepertinya. Sementara yang lain tampak serius mendengarkan setiap instruksi dari Tsunade.

"Kalian juga akan melewati jalur yang berbeda-beda. Lihat kemari" Semua maju melihat peta yang di tunjukan oleh Tsunade. Disana seperti terlihat peta Dunia Ninja.

Team pertama akan melewati Sunagakure menuju Amegakure, setelahnya mereka harus menuju Iwagakure . Ya, Team satu mendapatkan jalur memutar.

Team kedua akan melewati Otogakure menuju Takigakure, setelahnya mereka harus menuju Iwagakure di bagian pesisir.

Team ketiga akan melewati Kumogakure lalu menyebrangi lautan menuju Iwagakure. Seperti Team pertama, Team ketiga mendapat jalur memutar.

Sai sedikit mengeluh karena dia merasa jalur Teamnya lah yang paling sulit. Namun dengan penuh kesabaran Hinata menengkan Sai sementara Lee hanya menjadi pendengar.

-0-

.

.

.

Sasuke merasa tidurnya sedikit terusik karena dia merasa dihampiri oleh sekelompok orang yang tak diharapkan kehadirannya oleh Sasuke. "Mau apa kalian?" Tanya Sasuke dingin.

"Bergabunglah dengan kami" Salah satu diantara mereka mebuka suaranya tanpa melepaskan topeng yang mereka kenakan. Sasuke hanya menaikan satu alisnya.

"Merebut Daun Waktu Konoha"

"Apa untungnya untukku?" Tanya Sasuke masih dengan nada dinginnya. Ia tak begitu tertarik dengan tawaran ini. "Kami tau dendammu pada Konoha" Ujar salah seorangnya lagi

"Jangan ikut campur masalahku" Sasuke memang tak begitu suka jika dendamnya dahulu pada Konoha diungkit kembali.

"Jaga sikapmu, Uchiha!"

"Memangnya kalian siapa? Enyahlah! Aku sedang tak ingin diganggu" Satu diantara tampak emosi melihat sikap Sasuke yang seolah meremehkan mereka. Dia sudah bersiap mengambil kuda-kuda untuk melawan Sasuke. Namun dua lainnya menahannya.

"Baiklah, Uchiha. Tapi tawaran kami masih terbuka. Kau pikirkanlah, kami akan mendatangimu lagi" Dan mereka pun pergi meninggalkan Sasuke seorang diri di tengah Hutan ini.

'Menemuiku lagi? Seperti aku akan terus disini saja' Batin Sasuke.

-0-

.

.

Mereka semua kini telah berada di luar gedung Hokage. Mereka berkumpul sebentar sebelum berpisah menuju jalur masing-masing. Mereka saling meningatkan untuk berhati-hati dan menjaga diri dengan baik.

Perbekalan dan segala keperluan telah siap.

"Kalian hati-hati ya! Hei Sai, Lee jaga Hinata-chan ya" Ujar Naruto dengan ceria yang membuat Hinata sedikit merona

-o-

.

.

.

Sai, Lee dan Hinata berjalan melewati pepohonan di hutan yang mereka lewati. Hutan ini merupakan perbatasan Konohagakura dan Kumogakure. Hutan ini terbentang begitu luas, butuh dua hari untuk melewatinya.

"Kita akan berjalan sampai malam hari. Sesekali istirahat untuk makan dan minum. Dimalam hari kita akan berkemah atau menyewa kamar. Tentu kamar Hinata akan terpisah" Sai berujar

"Hm" Sahut Lee dan sekarang Hinata lah yang menjadi pendengar.

Hinata nampak terpukau melihat keindahan hutan yang mereka lewati ini. Pepohonan yang begitu rindang dan hijau dimana sesekali kupu-kupu yang indah melintas dihadapannya. Lee tampak juga memperhatikan sekitar hutan ini. Sementara Sai entah mengapa hanya melihat Hinata yang sedang memperhatikan pemandangan alam dengan terkagum-kagum.

Saat Hinata melihat kupu-kupu yang terbang persis dihadapannya, ia hampir melupakan fakta kalau ia ada diatas pohon saat ini. Kakinya melangkah maju, hampir saja terjatuh jika Sai tak dengan sigap menahannya.

"Hati-hati" Sai mengatakannya dengan wajah yang tak menatap Hinata serta nada yang datar. Tanpa disadari oleh keduanya, Lee memperhatikan dengan senyum yang terukir di wajahnya.

"Hinata, eh?" Lee sedikit berbisik ke Sai yang berada di sampingnya.

"Jangan berfikiran macam- macam" Sai hanya membalas seolah tak peduli.

Hinata masih saja memperhatikan alam sekitar yang terlihat begitu indah di matanya.

-o-

.

.

.

Kakashi tampak sedikit heran. Sepertinya ia sedikit terkecoh saat ini.

"Sepertinya kita dijebak Neji" ucap Kakashi serius

"Maksud Sensei?" Belum sempat Kakashi menjawab pertanyaan Neji, mereka telah dikepung oleh beberapa ninja. Meskipun terlihat ninja-ninja ini tak begitu membahayakan tapi tetap saja akan merepotkan. Neji yang sedari tadi tak mengaktifkan Byakugannya sedikit kaget namun masih dapat menguasai raut wajahnya.

"Bertemu disini. Tak kusangka.." Neji dan Kakashi sudah siap untuk bertarung dengan ninja-ninja ini.

-o-

.

.

.

"Kita istirahat dulu" Sai berhenti diikuti oleh Hinata dan Lee. Mereka bertiga duduk. Hinata mengakttifkan Byakugannya mencari sumber air terdekat. Hinata merasa bersyukur ada sumber air yang tak jauh dari tempat mereka beristirahat sekarang.

"Aku ambil air dulu" Hinata bangkit dari tempatnya duduk tadi, mengambil beberapa tempat air yang dibawanya dari Konoha.

"Perlu ditemani?" Tanya Sai yang membuat Lee hampir saja tertawa. Tak biasanya Sai seperti ini.

"Tidak perlu. Aku akan segera kembali" Lalu Hinata beranjak meninggalkan kedua temannya yang sedang beristirahat.

"Hati-hati, Hinata!" Teriak Lee

"Ck ck ck Sai Sai" Ujar Lee sembari menoleh kearah Sai.

Sai menanggapinya hanya dengan memutar bola matanya.

-o-

.

.

.

Hinata telah sampai pada sumber air itu. Airnya dingin dan terlihat menyegarkan. Hinata mulai mengisi air kedalam wadah yag dibawanya. Tak lama ia kemudian, ia selesai dan berniat beranjak sebelum hal aneh mulai dirasakannya.

'Cakra ini' Batin Hinata. Ia seperti mengenal Cakra ini.

Hinata menoleh kebelakang dan didapatinya sosok yang tak begitu asing baginya meskipun mereka tak begitu saling mengenal.

"Uchiha-san?!"

TBC

Singkat ? saya hanya bisa mengucapkan maaf dan saya janji chap depan akan panjang.

Silahkan memarahi saya yang telat banget update. Saya minta maaf banget. Hehehe

Peta dunia ninja saya dapet dari Google. Saya gak tau itu benar apa enggak. Hehe saya akan pakai peta itu menjadi cover ff ini sementara, jadi kalian juga bisa lihat.

Utuk formasi team, saya ucapkan terima kasih pada salah satu periview ff ini dengan nama Via Cho, yang telah memberikan saya inspirasi. Saya ucapkan juga terima kasih pada kalian semua yang sudah RnR. :D

Mind to RnR?

And Last

See you

Malfoy1409