Hinata telah sampai pada sumber air itu. Airnya dingin dan terlihat menyegarkan. Hinata mulai mengisi air kedalam wadah yag dibawanya. Tak lama ia kemudian, ia selesai dan berniat beranjak sebelum hal aneh mulai dirasakannya.
'Cakra ini' Batin Hinata. Ia seperti mengenal Cakra ini.
Hinata menoleh kebelakang dan didapatinya sosok yang tak begitu asing baginya meskipun mereka tak begitu saling mengenal.
"Uchiha-san?!"
.
.
.
Sunshine in the Storm
By : Malfoy1409
Naruto belong to Masashi Kishimoto
Standard Warning
Cerita ini sepenuhnya imajinasi saya. Jadi jika ada kesamaan jalan cerita dengan cerita lain, kemungkinan besar kami berjodoh (?)
Happy Reading
Chap 3 : Meeting
.
.
.
Hinata terkejut melihat kehadiran Sasuke disana. Ia tak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan mantan buronan desa.
"Hyuuga. Lama tak bertemu" Sasuke berjalan dengan santai kearah Hinata yang tampak sedikit takut namun tetap waspada.
"Mau apa kau?" Tanya Hinata yang mendapati lama kelamaan jarak dirinya dan sasuke semakin menipis.
"Kau takut padaku?" Tanya Sasuke sambil menghentikan angkah kakinya untuk mendekat kearah Hinata.
"Ti-Tidak" Jawab Hinata sedikit terbata. Bukan karena ia takut. Hanya saja ia tak menyangka Sasuke akan bertanya hal seperti itu.
"Menyedihkan, eh?" Respon Sasuke diluar dugaan Hinata. Hinata kurang paham dengan maksud yang Sasuke ucapkan. Dahinya sedikit mengkerut, berfikir apa maksud Sasuke sebenarnya.
"Ternyata aku masih ditakuti" aura wajah Sasuke masih dingin dan datar. Namun disana seperti ada sebuah kesedihan yang tertutupi hampir sempurna.
"Bukan begitu maksudku. Hanya saja kau mengagetkanku" Hinata berusaha dengan tenang menjawabnya. Ia ingin Sasuke benar-benar yakin jika Hinata tak takut padanya dan Sasuke tidaklah menakutkan.
Setelah jawaban yang Hinata lontarkan tak ada lagi yang berbicara. Sasuke dan Hinata tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
"Begitu?" Suara Sasuke terdengar memecah keheningan yang terjadi beberapa saat lalu. Sasuke kembali berjalan mendekat kearah Hinata.
"Kenapa kau mendekat?" Tanya Hinata. Hinata meremas ujung baju yang dikenakannya.
"Kenapa kau menjauh?" Sasuke semakin mendekat kearah Hinata.
-o-
.
.
.
Di bawah pohon ada dua orang yang tampak sedikit lelah dengan menyadarkan dirinya ke batang pohon tersebut.
"Hinata kenapa belum kembali?" Tanya Sai yang tampak sedikit resah karena Hinata belum kembali. Ini sudah terlalu lama hanya untuk mengambil air.
"Kau susul dia, Sai" Lee pun merasakan hal yang sama dengan Sai. Ini janggal, pergi selama ini hanya untuk mengambil air.
"Hn" Sai pun melangkah menuju sumber air yang tadi dimaksud oleh Hinata.
-o-
.
.
Sai berjalan menuju sungai dengan agak tergesa-gesa. Ia merasakan cakra yang berbeda yang ada di dekat cakra milik Hinata. Sai mengenal cakra ini.
Mata Sai membulat mendapati Sasuke yang sedang berjalan dengan santainya kearah Hinata yang sedikit menundukan kepala dan meremas ujung bajunya.
"Menjauh darinya Sasuke !" Seru Sai. Ia tak peduli jika ia harus bertarung dengan Sasuke saat ini. Asalkan Hinata bisa selamat dari seorang Uchiha Sasuke.
"Tch. Jangan pikir aku takut padamu" jawab Sasuke dengan santai. Ia tampak tak mengidahkan ucapan Sai tadi. Sekarang Sasuke menghentikan langkahnya ketika mendapati Sai telah berdiri diantara dirinya dan Hinata.
"Mau apa kau?" Tanya Sai dengan siap siaga jika tiba-tiba Sasuke menyerangnya.
"Hanya sekedar menyapa? Mungkin" Sasuke sedikit menyeringai. Sai tampak tak mengerti sedangkan Hinata hanya diam saja, menatap Sasuke dengan kedua mata bulanannya. Hinata sebenarnya ingin sekali mengajak Sasuke kembali ke Konoha, hanya saja kata-kata itu tak kunjug keluar dari bibir manisnya.
"Sampai jumpa, Hyuuga" Sasuke lalu beranjak pergi melalui dahan-dahan pepohonan.
-o-
.
.
.
"Kau tidak apa-apa Hinata?" Tanya Sai disela-sela perjalanan mereka menuju tempat peristirahatan mereka tadi.
"Aku baik-baik saja Sai-kun" Jawab Hinata dengan tenang. Hinata memang merasa baik-baik saja setelah bertemu dengan Sasuke. Hanya saja ia sedikit merasa bersalah karena membuat Sasuke berpikir jika dirinya masih ditakuti.
"Ada apa?" Lee terlihat datang menghampiri dan sempat mendengar Hinata yang mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
"Dia bertemu Sasuke" Sai berujar dengan wajah yang menatap kearah Lee.
"Sasuke?!" Tiba-tiba Lee bereaksi demikian.
"Jangan berlebihan" Ujar Sai dengan wajah datarnya yang terlihat seolah-olah tak terjadi apa-apa. Memang tak terjadi apa-apa kan?
-o-
.
.
.
Team pertama sepertinya sudah mulai memasuki kawasan gersang khas Sunagakure. Hawa ini terasa panas bagi Sakura, naruto maupun Shino.
Naruto masih berjalan dengan wajah nyengir lima jarinya sedangkan Sakura dan shino sudah tampak kepanasan.
Tiba-tiba Shino menegang. "Ada apa?" Tanya Sakura
"Ada yang datang. Arah barat. Kita harus cepat" Ujar Shino. Mereka lalu mempercepat perjalanan mereka, melupakan terik Sunagakure yang menyerang kulit mereka.
Sudah lumayan lama mereka mempercepat langkah mereka hanya saja sepertinya orang-orang bertopeng ini masih lebih cepat langkah kakinya dibandingkan mereka.
"Mau apa kalian?" Tanya Sakura dengan tenang saat tiga orang bertopeng telah sampai dihadapan dan mengahadang jalan mereka.
Salah satu dari orang bertopeng itu melangkahkan kakinya "Serahkan daun itu" dari suaranya dapat diketahui jika ia adalah seorang pria.
"Cih, kau pikir kau siapa?" Naruto kini mulai geram dengan tingkah orang-orang bertopeng ini.
"Habisi mereka" orang-orang bertopeng itu seketika menerjang kearah Naruto, Sakura dan Shino.
"Tak akan semudah itu !" Naruto dan yang lainnya pun mulai bertarung. Ereka tak akan mengalah semudah itu pada orang yang akan merebut Daun Konoha.
Pertempuran sengit pun terjadi. Lemparan kunai bertebangan. Jutsu-jutsu dikeluarkan. Shino telah berhasil menumbangkan lawan yang sekarang sedang menjauh terpincang-pincang. Naruto masih bertarung dengan semangat dan sepertinya orang itu juga menjauh secara perlahan meninggalkan Naruto. Sedangkan Sakura tampak kelelahan setelah berhasil membuat lawannya pergi entah kemana.
Sakura mengelap dahinya dengan punggung tangan. Ia terduduk sambil mengambil botol berisikan air unuk mengembalikan cairan tubuhnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Naruto maupun Shino.
"Kau baik-baik saja Naruto, Shino?" Tanya Sakura dengan nafas yang belum begitu teratur.
"Ya. Kau Sakura-chan?" Tanya Naruto yang sedang berusaha mengembalikan ritme nafasnya. Ia tersenyum lima jari khasnya.
"Haaah.. lagi-lagi romansa" Shino hanya berkata demikian dan kembali meminum airnya.
"Sirik" Ujar Naruto yang tak berusaha menyangkal sedikit pun. Justru Naruto malah terlihat senang dengan hal yang diucapkan Shino. Semenatara itu, Sakura tampak sedikit malu-malu.
"Baka" gumam Sakura kecil, gumamannya itu tak terdengar oleh Naruto.
-o-
Sasuke kini menyandarkan dirinya di batang pohon yang terbilang cukup besar. Ia perlu menjernihkan pikirannya dari kejadiaan beberapa saat lalu dimana ia bertemu dengan Hinata—Hyuuga Hinata.
Gadis dengan rambut indigo panjang yang kini kembali memenuhi pikirannya yang telah lama ia biarkan kosong meskipun usahanya sia-sia untuk mengenyahkan orang itu dari pikirannya.
Gadis itu yang telah lama ia coba untuk singkirkan dari pikirannya. Kini dengan tiba-tiba bertemu kembali. Gadis itu masih sama manisnya dengan yang terakhir Sasuke lihat dulu setelah perang dunia ninja berakhir.
"Bagaimana tawaran kami?" tiba-tiba sebuah suara membuyarkan lamunan Sasuke. Sebenarnya Sasuke sudah menyadari jika ada cakra yang mendekat namun ia biarkan saja karena merasa cakra tersebut tidak mengancamnya.
"Aku tidak tertarik" Sasuke berujar dengan nada dingin yang seolah dapat menusuk kapan saja.
"Pikirkanlah lagi" Bujuk salah seorang diantara dua orang itu.
"Mereka sedang berada di sekitar sini akan sangat mudah menyerang mereka sepertinya" satu orangnya lagi menambahkan dengan nada yang berusaha meyakinkan Sasuke untuk bergabung dengan mereka. Sasuke dirasa sangat menguntungkan pihak mereka apabila Sasuke mau bergabung.
Sasuke sedikit tersentak ketika tau siapa kira-kira yang akan mereka serang unuk mendapatkan Daun Konoha, "Jangan dekati mereka" Sasuke masih berusaha menekan emosinya dan tampak baik-baik saja.
"Apa urusanmu?"
"Kubilang.. Jangan dekati mereka!" Sasuke berdiri seraya menatap marah kearah mereka. Matanya berkilat marah
"Arrrgh" salah seorang dari keduanya terpental kebelakang ssaat Sasuke dengan tiba-tiba mendaratkan telapak tangannya di dada orang tersebut.
"Kau akan menyesal Uchiha" mereka meninggalkan Sasuke yang matanya semakin berkilat marah.
-o-
.
.
.
"Jadi bagaimana Sensei?" Tanya Neji pada Kakashi yang sekarang tampak berfikir setelah mereka selesai bertarung dengan enam ninja sekaligus. Ninja-ninja tersebut memanglah bukan tandingan yang sepadan untuk Neji ataupun Kakashi.
"Kita lanjutkan" Ujar Kakashi
"Tetap ke Amegakure?" Neji menatap Kakashi. Kakashi sepertinya sudah mendapatkan sebuah kemungkinan baru dan Neji peka terhadap hal tersebut.
"Kita putar haluan menuju Sunagakure" Ujar Kakashi
"Baiklah"
Mereka memutar arah perjalanan mereka menuju Sunagakure untuk mendapatkan fakta baru dari seorang Sabaku Gaara.
-o-
.
.
.
"Kita akan beristirahat disini malam ini" Ujar Sai
Pepohonan disini tampak rindang dan menyejukan. Tak sedikit pula ada bunga-bunga cantik yang dapat menarik perhatian Hinata yang notabennya menyukai keindahan.
"Disini?" tanya Lee dengan polosnya.
"Kau pikir dimana lagi?" Sai menjawabnya dengan malas.
Mereka mulai medirikan tenda untuk mereka tidur. Sai dan Lee telah selesai mendirikan tenda. Sementara Hinata belum, bukan karena Hinata tidak bisa. Sedari tadi perhatian Hinata teralihkan oleh bunga-bugan yang terlihat gemerlapan tak jauh dari tempatnya mendirikan tenda.
"Kau dirikan tenda untuk Hinata, Sai" Lee berujar. Ia mengatakan hal tersebut juga ingin sekaligus menggoda Sai yang minim ekspresi.
"Hn" Sai mendekat kearah tenda Hinata dan hendak menolong Hinata mendirikan tendanya. Sai berfikir jika Hinata tak bisa mendirikan tendanya.
"A-Aku bisa, Sai-kun" Hinata menolak. Karena sebenarnya ia bisa dan Hinata tak ingin merepotkan orang lain. Akhirnya Hinata mendirikan tendanya sendiri dengan bantuan Sai sedikit-sedikit.
Setelah tendanya selesai, Hinata duduk dan tersenyum pada Sai sebagai ucapan terima kasih atas bantuan Sai mendirikan tendanya tadi.
Hinata mulai mengaktifkan Byakugan-nya. Hinata memindai perlahan setiap sisi Hutan yang dapat dijangkaunya. Seketika matanya membulat.
"Ada apa Hinata?" Lee menyadari perubahan aura Hinata
"Ada yang mendekat" Ujarnya
Tiba-tiba ada lemparan kunai mengarah kepada Lee. Lee sepertinya tidak sadar akan hal tersebut.
"Lee!" Seru Hinata menyadarkan Lee dan Lee pun terhindar dari lemparan kunai tersebut.
Sai, Lee dan Hinata membentuk lingkaran dengan punggung yang saling menempel satu sama lain. Mereka telah siap dengan kuda-kuda dan pertahanan diri masing-masing.
"Mau apa kalian?" Tanya Lee saat dihadapan mereka kini ada tiga orang asing yang terlihat menyebalkan.
"Serahkan daun itu!" salah satu dari mereka membuka mulut dan langsug saja memerintah mereka. Ini terlihat menyebalkan dimata Sai.
"Daun apa maksudmu?" Tanya Sai
"Jangan pura-pura bodoh tanpa pura-pura kau pun sudah bodoh"
"Sialan!" Sai tidak terima dirinya dikatakan bodoh. Ia geram luar biasa.
"Kami tak perlu basa-basi. Serahkan dan tak akan ada yang kami lukai" salah seorang dari mereka melangkahkan kakinya berusaha mendekati ketiga ninja Konoha ini.
"Jangan mimpi!" Lee berseru
"Baiklah, kalian memaksa kami berbuat kasar" ketiganya kini melawan masing-masing satu dari lawan mereka.
"Jyuken" Hinata menerapkan salah satu jutsu khas keluarga Hyuuga kepada pria bertopeng itu.
"Arrrgh" suara Hinata terdengar saat salah seorang dari pria bertopeng itu menghempaskan tubuhnya menabrak batang pohon.
"Hinata!" suara Sai kini terdengar
"A-Aku tidak apa-apa" Hinata tak ingin memecahkan focus Sai yang saat ini juga sedang bertarung dengan dibantu hasil lukisannya.
Hinata mencoba kembali berdiri meskipun merasakan nyeri di punggungnya. Orang tersebut kembali mendekat kearah Hinata dengan melemparkan kunai-kunai. Beruntung Hinata masih dapat menghindarinya.
"Masih bertahan manis?" tanya orang bertopeng tersebut.
"Hakke Rokujuuyonshow!" Ujar Hinata lalu balik menyerang kearah orang tersebut. Aliran cakra orang tersebut terhambat dan memperlambat pergerakan dari oaring tersebut. Dengan satu Jyuken, Hinata mampu merubuhkan orang tersebut.
"Ura Rennge!" Suara Lee terdengar cukup keras dipendengaran Hinata.
"Arrrgh!" Tubuh Hinata kembali terlempar kala dengan tiba-tiba satu orang kembali datang dan langsung menyerangnya. Hinata kembali berusaha berdiri dan menyerang. Tiba-tiba satu pria bertopeng kembali datang dan menyerang Hinata. Ini tidak imbang, Hinata seorang diri dan melawan dua orang bertopeng yang sepertinya adalah pria.
Sai dan Lee juga melawan dua orang. Entah dari mana mereka datang. Tiba-tiba saja menjadi lebih banyak dari sebelumya.
"Arrrrgh!" Salah satu pria yang melawan Hinata terhempas kebelakang jauh sekali karena terkena Chidori dari seorang pria berambut raven yang tiba-tiba juga datang.
"U-Uchiha-san.." Lirih Hinata yang cakranya mulai berkurang karena terus menerus diserang oleh dua orang.
Lee dan Sai pun menyadari kehadiran Sasuke disana. Semula mereka menanggap jika Sasuke juga akan berkomplot untuk melawan mereka. Namun, mereka salah. Sasuke justru datang untuk membantu mereka melawan orang-orang asing ini.
"Jadi nona manis ini alasannya?" Ucap pria bertopeng yang masih bertahan melawan Hinata.
Sasuke yang tak suka melihat Hinata dalam keadaan seperti ini lalu mengaktifkan Sharingannya "Mati kau!" ujar Sasuke menatap marah dengan mata berkilat kearah pria tersebut.
"Ameterasu!" dan kobaran api hitam membakar pria bertopeng tersebut. Hinata dan Lee sedikit bergidik melihatnya.
Semua lawan sudah tumbang sekarang. Mereka mulai sedikit beranafas lega.
Sasuke hendak melangkah pergi sebelum suara Hinata terdengar dan menghentikan langkah kakinya, "U-Uchiha-san.."
"Te-Terima kasih" Ucap Hinata sedikit terbata.
Sasuke menolehkan kepalanya sedikit lalu berujar, "Aku tidak bermaksud menolongmu, Hyuuga"
"Tetap saja, Terima kasih Uchiha-san" Hinata mengatakannya dengan senyum tulus yang tertera dibibir manisnya. Sai dan Lee hanya melihat dan tak berkomentar. Jujur saja keduanya juga masih belum mengerti kenapa Sasuke bisa ada disini.
"Hn" Sasuke kembali melangkahkan kakinya lagi. Sepertinya Sasuke hendak kembali pergi dari mereka meskipun Sasuke sendiri masih ingin ada disini. Masih ingin bersama seorang Hyuuga yang telah lama mengacaukan pikirannya yang telah ia jaga untuk tak terjerat pesona sebuah kisah cinta.
"Uchiha-san!" Panggil Hinata mencoba menghentikan langkah Sasuke
.
.
.
TBC
thanks for reading
thanks for all :D
Mind to RnR?
And last,
See you
Malfoy1409
