LOVE DATA

By

Aiharasenkreutz

.

.

NarutoMasashi Kishimoto

Genre : Drama, Romance

Rating : M

Warning : Yuri Alert! Incest, Typo and Miss, Alur berantakan, mudah ditebak (mungkin), FemNaru, Etc.

Summary :

Naruko kadang memikirkan, bagaimana sih rasanya memiliki kekasih? Lalu bagaimana rasanya ciuman pertama?

.

.

Chapter 1 : Merges

Start

Disebuah cafe yang sedang ramai, terdapat 3 orang remaja yang sedang mengobrol. Paras dan wajah yang terlihat adalah remaja SMA.

"Hei, hei aku kemarin bersama pacarku baru saja melakukannya loh" Ujar perempuan berambut merah darah.

"Ehh masa? Bagaimana rasanya?" Balas perempuan berambut pirang.

"Ya bagaimana ya, awalnya sih aku merasa gugup. Dan kau tahu, saat itu masuk pertama kali rasanya sangatlah menyakitkan. Namun seiringnya waktu, rasa sakit berubah menjadi nikmat"

"Wehh hebat juga kau Tayuya, lain kali kenalkan aku dengan pacarmu. Lagian aku masih sampai berciuman tidak lebih"

"Aku sarankan kau cepat-cepat melakukannya, aku jamin kau pasti akan ketagihan"

"Hey Naruto, kenapa kau diam saja? Tidak ikut nimbrung. Ah aku lupa kalau kau tidak punya pacar fufufu ..." ujar perempuan berambut merah berbicara kepada perempuan berambut pirang yang dikepang dua.

Sontak orang merasa namanya dipanggil terbangun dari acara makan parfaitnya, dia bisa melihat kalau kedua temannya sedang menertawakannya.

"Enak saja, tentu saja aku punya. Lain kali akan aku perlihatkan kepada kalian!" Ujarnya yang kembali memakan parfait.

"Ehh benarkah? Tapi sayangnya kau akan pindah ke konoha dan pindah sekolah disemester besok. Aku akan merasa kehilangan sahabatku" ujar perempuan bernama Tayuya.

Mendengar hal itu, dari mereka bertiga tidak ada yang membuka percakapan. Hanya suara kendaraan dan orang-orang sekitar yang dapat terdengar.

"Tenang saja, aku pasti akan kembali menemui kalian. Dan membawa pacarku kehadapan kalian"

"Benarkah?" ujar keduanya bersama.

"Tentu saja!" balas perempuan pirang dengan tersenyu lima jari sembari membuat jari 'v' dihadapan teman temannya.

.

.

.

Konoha, Jepang

Disebuah kamar terlihat perempuan dengan penampilan modis, kulit putih dengan tiga kumis kucing di bagian pipi kiri dan kanan dan rambut pirang panjang yang dilerai tanpa diikat dengan riasan wajah yang dibilang sedikit mencolok. Namanya adalah Uzumaki Naruto tidak Namikaze Naruto karena ibunya sudah menikah dengan ayahnya kembali yang sempat bercerai.

FLASHBACK

Seorang gadis berusia 15 tahun berambut pirang, ialah Uzumaki Naruto sedang berbicara serius dengan ibunya Uzumaki Kushina karena terlihat dari suasana yang bisa dibilang mencekam.

"Jadi maksudnya ibu akan menikah?" tanya Naruto.

"Iya Naru. Kau akan bertemu dengan ayahmu besok, sebenarnya dia bukan ayah tirimu. Melainkan ayah kandungmu" ujar Kushina.

"Benarkah?"

"Yap, dan maafkan ibu. Sebenarnya kau punya seorang adik namanya Naruko, bisa dibilang kalian ini kembar. Dulu saat ibu bercerai dengan ayahmu itu kami masing-masing mengambil satu. Ayahmu dulu menggambil Naruko, dan ibu menggambil kamu Naru"

"Sebenarnya ibu tidak mau, ingin Naruko pun diasuh oleh ibu. Jadi ibu bisa mengasuh kalian berdua, namun sayangnya hasil persidangan menyuruhkan hanya bisa mengambil satu dari kalian. Maaf ya Naru, bukan maksud ibu untuk menyembunyikan ini. Hanya saja waktu belum tepat untuk diketahui olehmu" lanjut kembali Kushina lalu tersenyum dan membelai pucuk rambut Naruto.

Naruko hanya menunjukkan ekspresi mengerti, wajahnya berbinar karena dia tahu bahwa ia memiliki adik, dan juga dia kembar. Namun sebenarnya dibalik itu ia sedikit terkejut juga dengan apa yang disampaikan ibunya.

.

.

.

Waktu cepat berlalu dan hari ini adalah waktu dimana Naruto akan bertemu dengan ayahnya dan adiknya. Mereka pergi ke sebuah restaurant keluarga dan sesampainya disana, mereka menju meja yang didiami seorang laki laki pirang yang Naruto yakini bahwa itu adalah ayahnya selama ini, nampak wajah senang dan semangat terpampang di wajahnya dan langsung duduk di kursi yang berhadapan.

"Maaf menunggu lama Minato" ujar Kushina kepada laki-laki pirang yang disebut Minato.

"Tidak apa, Naruto apakah ibumu sudah menjelaskannya kepadamu?" balas Minato yang langsung menatap Naruto.

"I-iya ibu sudah menjelaskannya, jadi Anda adalah ayahku?" jawab Naruto tergugup.

"Itu benar, aku ayahmu Naruto" jawab minato sembari tersenyum tulus.

Sontak Naruto yang mendengarnya langsung terkaget dan memeluk Minato dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Minato yang dipeluk secara mendadak hanya bisa tersenyum dan mengelus rambut pirang panjang Naruto. Kushina yang melihat interaksi mereka tersenyum bahagia, karena ia tahu. Naruto sejak kecil belum pernah merasakan rasanya kasih sayang dari seorang ayah, dan akhirnya dia bisa merasakannya. Air mata hampir keluar dari mata Kushina, ia langsung mengusapnya siapapun pasti terharu melihatnya.

"Sudah-sudah, jangan menangis. Nanti anak ayah jadi jelek, dan nanti make-up mu luntur loh Naruto" ujar Minato

Naruto yang mendengar ayahnya itu langsung melepaskan pelukan dan mengusap air mata yang sudah lolos membanjiri wajahnya, dan bernar saja. Make up yang ia kenakan luntur.

"B-baka, apakah ini yang harus diucapkan ayah ketika bertemu denganku!" balas Naruto yang tidak terima karena merasa termalukan oleh ayahnya.

"Kamu sudah besar Naruto, dan memang benar-benar mirip dengan Naruko" balas Minato yang duduk kembali ke kursinya.

"N-naruko? Oh iya dia itu adikku kan? Kemana dia ayah?" ucap Naruto yang baru sadar karena ia tidak melihat siapapun selain ayahnya.

"Naruko sedang ada kegiatan di sekolahnya. Jadi dia tidak bisa ikut, dan nanti setelah kita bersama. Kamu akan pindah sekolah Naruto bersama adikmu. Kalau kamu penasaran dengan wajahnya, kamu bisa berkaca. Karena wajahnya tidak jauh beda denganmu"

Mendengar apa yang dikataka ayahnya Naruto hanya mengangguk paham dan duduk kembali ke kursinya. Dan selanjutnya obrolan utama mengenai maksud mereka bertemu.

FLASHBACK OFF

Saat ini mereka sudah pindah ke Konoha dan menempati sebuah apartement mewah di tengah-tengah kota konoha. Hingga kini Naruto belum bertemu dengan adiknya bernama Naruko, karena adiknya tinggal di rumah kakeknya yang merupakan kakek Naruto juga.

Posisinya masih menatap cermin tinggi. Tidak lama dia tersenyum ke arah cermin yang dapat ia lihat pantulan dirinya karena ia merasa cukup mendandani diri, naruko bersiap untuk pergi ke sekolah barunya. Sekolah barunya bernama Konoha Highshcool, sekolah khusus anak-anak kalangan atas saja yang dapat bersekolah disini. Untuk pakaian perempuan di KHS menggunakan kaus hitam berlengan pendek dilapisi rompi orange dan dasi berlogo KHS dan rok selutut. Sedangkan untuk laki-laki hampir sama dengan perempuan, hanya beda di bagian bawah yaitu menggenakan celana panjang.

"Rasanya senang banget pindah ke kamar yang lebih luas dari kamar lamaku" Naruto memandangi kamarnya dengan senyum merekah.

Naruto mengambil tasnya lalu mengecek barang bawaannya, ia takut kalau lupa membawa yang dibutuhkan. Apalagi Naruto menyadari kalau dia itu murid baru, membuat kesalahan di hari pertama di tempat yang baru mungkin akan sangat memalukan.

"Yosh, kurasa ini sudah cukup" ujarnya sembari menutup kembali tas nya.

Naruto langsung keluar dari kamarnya, dan pergi ke ruangan makan. Di meja makan bisa terlihat sekotak bento dan secarik surat di sampingnya.

Naruto, semangat untuk hari pertama di sekolah barumu, ibu sudah menyiapkan bekal untukmu. – Ibu

Naruto yang membacanya langsung ternseyum dan mengambil kotak bento dan memasukannya ke dalam tas.

"Terima kasih ibu, Ittekimasu ..." ujarnya menuju pintu keluar lalu menutup kembali pintu. Bisa dibilang pintu apartemen yang di diami oleh Naruto adalah pintu yang aman. Tanpa menguncinya pun akan terkunci sendiri karena, tidak ada lubang kunci di pintunya. Lalu bagaimana cara membuka pintunya? Menggunakan ID CARD.

"Baiklah ayo, aku tidak boleh terlambat" ucap Naruto sembari berlari.

.

.

.

Kini Naruto sampai di gerbang KHS dia menatap penuh gedung besar sekolah tersebut. Tidak salah juga banyak murid laki-laki dan perempuan di sekolah ini.

"Jadi inilah sekolah baruku, besar sekali!" Takjub Naruto melihat gedung sekolah KHS.

Lalu ia lanjut berjalan memasuki gedung sekolah, tanpa Naruto sadari banyak pasang mata yang meliriknya.

Drrttt...

Naruto mengambil smartphonenya yang di simpan di saku kaos bajunya karena bergetar, lalu ia menatap notifikasi pesan yang ternyata dari temannya di sekolah dulu. Dan naruto kaget, karena isi pesan dari temannya adalah foto dimana dia dan seorang laki-laki tersenyum ke arah kamera dengan pesan "Semangat dihari pertama masuk sekolah baru Naruto!, ini dia pacarku. Tampan bukan"

Naruto POV

Entah apa yang merasukiku saat itu. Kalau boleh jujur, aku belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta dan memiliki seorang pacar. Maafkan aku karena aku mengelabui kalian, ini pun demi harga diriku agar tidak jatuh.

Tapi merasakan jatuh cinta pertama kali, merasakan ciuman pertama seperti di serial Shojou Manga, lalu menikah dan hidup bahagia. Itu sih sama saja seperti mimpi di siang bolong. Walaupun bisa terwujud sih, tapi kalau dihitung dari 100% mungkin hanya 15% dapat terwujud.

Normal POV

"Hei kamu yang berambut pirang!" ucap perempuan yang memanggil Naruto.

Naruto yang masih belum sadar dirinya terpanggil hanya diam tidak bereaksi.

"KAMU YANG BERAMBUT PIRANG YANG SEDANG MEMEGANG SMARTPHONE!" teriak perempuan berambut peach

Sontak Naruto yang mendengar suara teriak mulai tersadar dari lamunannya dan menatap perempuan tersebut. Perempuan berambut peach pun perlahan mendatangi Naruto, namun ekspresinya berubah kaget ketika memandang wajah penuh Naruto.

"K-kaichou? Kenapa warna rambutmu berubah? Apakah di warnai?" tanya perempuan itu.

"Hah? Maksudnya apa? Kaichou? Aku bukan kaichou"

"Jangan bermain-main kaichou, dan apa-apaan pakaianmu itu"

Tak jauh dari dua orang yang menjadi bahan tontonan murid-murid KHS datang perempuan bersama pengikutnya dibelakang sosok perempuan dengan wajah tiga garis tanda lahir di pipi kanan dan kiri berambut panjang berwarna merah gelap layaknya warna darah mendatangi mereka.

"Peraturan Nomor 21 Konoha Highscool, semua murid dilarang membawa peralatan yang berkaitan dengan mengganggu proses pembelajaran" ucap perempuan berambut merah tersebut yang mendatangi Naruto.

Naruto yang awalnya masih bercekcok dengan perempuan berambut peach, tersadar akan kata-kata yang dilontarkan langsung memasukan Smartphonenya kedalam saku baju yang tertutupi rompi. Sosok perempuan yang mendatanginya yang langsung menyentuh kancing baju Naruto.

"Peraturan Nomor 19 Konoha Highschool, Semua murid baik itu kalangan atas maupun kalangan bawah harus memakai seragam yang sesuai dengan standar sekolah. Menurutmu apakah pakaian yang sekarang kau pakai itu sesuai dengan standar sekolah" tanya nya setelah mengancingkan baju Naruto.

Naruto masih tidak percaya dengan apa yang dilakukannya, Sebenarnya yang membuat binggung adalah wajahnya yang mirip dengannya. Naruto percaya kalau akan ada orang yang mirip dengan kita di dunia ini.

"Dan apa kau tau, membawa smartphone ke sekolah merupakan pelanggaran karena bisa membuat proses pembelajaran terganggu" pertanyaan kembali dilontarkannya.

Dari kejauhan, perempuan berambut hitam pekat yang melihatnya hanya tersenyum

"Heehh... Jadi ada orang yang sepertiku juga ternyata" ujarnya.

Tidak kunjung menjawab pertanyaan yang dilontarkannya, dengan perlahan dia memeluk Naruto. Tanggannya mengelus bagian tubuh dari bawah lalu beranjak ke atas.

Sontak Naruto kaget dengan perlakuan yang dilakukan oleh perempuan di depannya ini dan mencoba melepaskan pelukan itu, namun apa daya. Dia malah merasakan rasa yang aneh merasuki tubuhnya, seakan kehilangan tenaganya.

Perempuan itu kini melepaskan pelukannya dan merasa pencarian yang dilakukannya membuahkan hasil, mengambil smartphone Naruto. Ia tidak memperdulikan Naruto yang terjatuh dan langsung meninggalkan tempat.

"Walaupun kau adalah murid baru disini. Aturilah semua Peraturan yang berlaku, aku menyita smartphonemu" ujarnya lalu meninggalkan Naruto yang terkulai.

"DASAR WANITA GILA. WANITA ITU BENAR BENAR GILA" runtuk Naruto.

To Be Continued


POJOK AUTHOR

ENTAH APA YANG MERASUKIKU HINGGA AKU TEGA MEMBUAT INI :v

Mungkin udah kebaca yah?

Mind to Riview?