Sunshine in the Storm

By

Malfoy1409

Standard Warning

Happy Reading

-o-

.

.

.

Setelah kejadian itu, Sasuke sedikit merasa kesal kepada dirinya sendiri kenapa ia bisa begitu ceroboh? Ia bahkan sempat membentak Hinata. Beruntung, gadis itu sedikit— maksudnya sangat tidak peka sehingga ia tidak dapat menangkap perasaan Sasuke saat itu padanya.

"Kenapa mereka lama sekali?" gumam Hinata

'Aku takut Uchiha-san marah lagi'

Gumaman Hinata dapat ditangkap jelas oleh telinga Sasuke. Muncul perasaan tidak suka dalam hatinya ketika menangkap ucapan itu terdengar di telinga Sasuke.

'Apa dia tidak nyaman dengan keberadaanku?'

-o-

.

.

.

Mereka mulai menelusuri hutan. Sudah sekitar dua jam mereka berjalan di dalam hutan namun belum juga dapat menemukan desa untuk beristirahat dan membeli makanan. Mereka semua sudah hampir kelelahan.

"Hah! Berapa jauh lagi sampai kita dapat menemukan desa terdekat, Hinata?" Tanya Sai

"Kurang lebih sepuluh kilo meter lagi, Sai-kun"

"Dimana semangat masa mudamu, Lee? Payah sekali" Cibir Lee sedangkan Sasuke hanya mendecih

"Kalau Tsunade-sama tahu kau ikut bersama kita kurasa dia akan marah besar" Ucap Lee pada Sasuke

"Aku akan menghadapinya" Jawab Sasuke singkat

"Tapi kau tidak berniat jahat kan, Sasuke?" Tanya Sai tiba-tiba.

Pertanyaan Sai membuat langkah kedua temannya termasuk Sasuke berhenti ini pertama kalinya ada yang mempertanyakan kembali kesetian Sasuke kepada desa. Sasuke berjalan kearah Sai dengan pandangan tajam. Lee dan Hinata ikut cemas memperhatikan mereka.

"Sasuke! Aku hanya bertanya" Ucap Sai saat Sasuke menarik bagian depan bajunya.

"Kau tidak percaya padaku?!" Ucap Sasuke tepat di depan wajah Sai.

"Hei, Sasuke! Santai saja dia hanya bercanda"

Sai menepis tangan Sasuke sehingga cengkraman pada bagia depan bajunya terlepas.

"Aku tidak sedang bercanda. Aku waspada, bagaimana pun kau sudah terlalu lama meninggalkan Konoha, apa yang membuatmu sangat ingin melibatkan dirimu dalam misi ini?" Ujar Sai dengan nada yang santai seolah melupakan apa yang baru saja Sasuke lakukan padanya.

"Bukan urusanmu" Jawab Sasuke

"Tentu saja ini urusanku. Setelah aku pikirkan, ini bukanlah hal yang masuk akal. Ini misi Konoha! Dan kau sudah lama meninggalkan Konoha, Betapa bodohnya aku membiarkanmu dengan mudahnya ikut dalam misi ini" Balas Sai

Lee dan Hinata sempat terpikir jika perkataan Sai benar adanya. Kenapa mereka dengan mudahnya membiarkan Sasuke ikut dalam misi mereka?

"Kenapa diam saja? Aku benar kan, Sasuke?" Tambah Sai

"Sai, sudahlah.. Sasuke sudah banyak membantu kita" Ujar Lee

Sasuke masih terdiam di tempatnya. Hinata sedikit cemas jika Sasuke melarikan diri lagi. Naruto akan bersedih jika Sasuke tidak ikut kemabali ke Konoha. Lagipula, Naruto seperti akan setuju kan jika ini menyangkut sahabat mereka? Dan bagaimana pun Sasuke adalah teman mereka semua. Sasuke juga banyak membantu mereka di perang terakhir.

Yang terakhir, bukan kah ada misi khusus nantinya untuk membawa Uchiha Sasuke kembali ke Konoha setelah misi ini selesai? Jadi apa salahnya membawa Sasuke sekarang bersama mereka?

"A-Ano.." Hinata mulai membuka suara yang menarik perhatian ketiga lawan bicaranya untuk menoleh kearah Hinata.

"Aku rasa tidak ada salahnya mengikutsertakan Uchiha-san. Tsunade-sama pun menginginkannya kembali , bukan?" Ujar Hinata

Lee mengangguk setuju sedangkan Sai masih diam saja.

"Aku masih akan terus mengawasimu, Sasuke" Ujar Sai kemudian

"Aku bukan penghianat" Ujar Sasuke kemudian dengan nada dingin

-o-

.

.

.

"Sepertinya Hinata kelelahan" Ujar Lee

Segera saja Said an Sasuke menoleh kearah Hinata yang sepertinya sudah kelelahan berjalan sembari terus menggunakan Byakugaan dengan jarak yang cukup jauh.

"A-Aku tidak apa-apa" ujar Hinata mencoba menutupi apa yang terjadi pada dirinya.

"Kita tidak bisa beristarahat lagi" Ujar Sai

"Aku tidak perlu istirahat lagi, aku baik-baik saja" Bahkan mereka semua tahu Hinata tidak sedang baik-baik saja. Sai tampak berfikir sedangkan Sasuke hanya menatap Hinata dengan pandangan yang sulit diartikan, membuat Hinata menjadi sedikit takut.

"Bagaimana kalau Hinata digendong saja. Sedikit lagi kita akan sampai" Saran dari Lee membuat ketiga orang lainnya cukup kaget.

"Tidak! Aku masih bisa berjalan, benar ini hanya sedikit lagi"

"Kau akan kehabisan tenaga, Hinata. Kau berjalan dengan terus mengaktifkan Byakugaan mu" Sai kembali memberikan argumennya untuk Hinata.

Tanpa banyak bicara, Sasuke berjalan kehadapan Hinata. Semua hanya memperhatikan karena tidak tahu apa yang akan Sasuke lakukan.

"Naik ke punggungku" Kata Sasuke sembari berubah posisi menjadi berjongkok di depan Hinata

"A-Ano.. Uch—"

"Jangan banyak bicara. Aktu terbuang semakin banyak"

Dengan sedikit gemetar Hinata melingkarkan tangannya untuk mendekap leher Sasuke. Sai dan Lee belum sempat bereaksi namun Sasuke sudah melanjutkan perjalanan.

"Yah.. apa boleh buat" Ujar Lee dan kemudian Lee dan Sai mengikuti Sasuke dan Hinata.

"A-Arigatou Uchiha-san" suara Hinata yang lembut hampir terdengar seperti bisikan merdu yang memenuhi pendengaran Sasuke.

"Hn"

-o-

.

.

.

Mereka sudah sampai di desa yang menjadi tempat peristirahatan mereka. Mereka memasuki sebuah penginapan sederhana.

"Aku akan menyewakan kamar untuk kita berempat, kalian tunggu disini" Ujar Sai pada rakan-rekannya

"Aku, Lee dan Sasuke akan tinggal dalam satu kamar"

"Dan kamar Hinata tepat berada di depan kamar kami" semuanya mengangguk setuju saat Sai memberikan kunci kamar Hinata.

"A-Ano..Sebelum kita beristirahat ada yang ingin kusampaikan" Kata Hinata

"Ayo bicarakan di kamar kami" Ujar Lee

Setelah sampai di kamar para pria, Hinata memulai pembicaraannya dengan sedikit gugup karena mata Sasuke tidak sedetik pun teralih darinya.

"Menurutku kita harus selalu bergantuan dalam membawa bagian 'daun' tersebut" Hinata memulai

"Karena bagaimana pun tidaklah aman jika 'daun' tersebut selalu berada di orang sama. Yang aku takutkan adalah musuh tahu 'daun' tersebut berada disiapa dan menandainya"

Ketiganya nampak berfikir untuk sejenak.

"Baiklah, kita bertiga akan bergantian menyimpannya" Ujar Sai

"Bertiga?" Tanya Sasuke

"Ya. Aku, Lee dan Hinata" Jawab Sai

"Bagaimana denganku?" Tanya Sasuke dengan pandangan tajam

"Kau bukan bagian dari misi ini, Sasuke! Jangan terus meminta lebih!" Balas Sai

"Kau masih belum mempercayaiku kan?" Tanya Sasuke

"Sudahlah, Sasuke. Ini misi kami, ikuti saja peraturannya"

"Bagaimana jika Sasuke ikut berperan menjaga 'daun' itu ketika Hinata menjaganya? Sekaligus kau harus melindungi Hinata" Saran Lee

"Ke-Kenapa melindungiku?" Tanya Hinata dengan raut bingung

"Karena kau yang paling lemah" Tukas Sasuke

Jawaban Sasuke membuat raut wajah Hinata menjadi sedih. Ia memang merasa dari mereka berempat bahwa dirinya lah yang paling lemah. Namun, perkataan Sasuke barusan sedikit menyakiti hatinya.

"Jaga bicaramu, Sasuke!" Teriak Lee

Sasuke sedikit menyesal telah membuat Hinata menjadi sedih. Sebenarnya buka itu maksudnya, ia hanya terlalu senang dengan ide Lee dan tidak ingin Hinata menghalanginya.

"Jangan dengarkan dia, Hinata. Aku memberikan ide itu karena aku tahu dia ingin sekali menjagamu" Balas Lee

"Jaga bicaramu, Bodoh!" Teriak Sasuke kali ini.

Hinata tidak mengerti dengan maksud Lee.

"Berhenti saling berteriak kalian berdua!" Sai benar-benar kesal dengan keadaan ini. Berisik. Dan Sai tidak suka itu

-o-

.

.

.

To Be Continue

Hellooooo

Maaf baru update

Udah lama update eeeeeh sekalinya update pendek ya? Maaf ya baru semapt nulis sepanjang ini dulu..

Karena emang lagi sibuk nih maafkan yaaaa

Hey, ada yang ikut PRESMUN ? Atau ada yang ikut President Youth Leadership Camp?

Dua event itu diadakan oleh President University.. kalo ada yang ikut see you thereeee yaaa :D

Mind to Review?

Thank youuuu

Malfoy1409