Sunshine in the Strom
By Malfoy1409
Standard Warning
Happy Reading
-o-
.
.
.
"Bagaimana kali ini kita makan di kedai makanan yang sempat kita lewati tadi" Usul Sai
Semuanya seperti setuju. Mereka pun menuju kedai makanan yang sempat mereka lewati tadi. Bau harum makanan dapat mereka cium saat mereka memasuki kedai tersebut. Rasa lapar semakin menyiksa mereka, dengan segera mereka memesan makanan yang mereka inginkan.
"Wah lezatnya!" Ujar Lee
Semua hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah Lee yang seperti anak kecil.
"Aku jadi rindu Konoha. Aku rindu kedai ramen paman" Lee kembali berbicara setelah melahap habis seluruh makanan yang ia pesan.
"Oh iya, ngomong-ngomong, kau tidak merindukan Konoha sedikit pun, Sasuke?" Tanya Lee
Topic seperti ini sebenernya sangat dihindari oleh Sasuke. Sasuke benci semua orang terus bertanya tentang Konoha, berbicara tentang Konoha atau apapun yang berhubungan dengan Konoha. Sasuke membencinya. Tapi tentu tidak dengan gadis asal Konoha yang diam-diam ia cintai. Hanya satu hal dari Konoha yang tidak Sasuke benci. Hinata.
Tiba-tiba Sasuke meletakan peralatan makannya. Nampak sekali ia tidak suka dengan pertanyaan ini.
"Aku malas membahasnya. Jangan membuatku marah" Sahut Sasuke
Sebenarnya, Lee sadar ini adalah topic yang sensitive untuk dibahas. Namun, ia ingin tahu. Lee yakin sebenarnya Sasuke sangat merindukan Konoha, merindukan sahabat-sahabatnya.
"Setelah misi ini selesai, apa kau akan kembali ke Konoha?" Tanya Sai
"Tidak tahu" Jawab Sasuke singkat lalu kembali melanjutkan acara makannya
"Kau tidak ingin menikah dan mempunyai keluarga?" Tanya Lee
Keluarga? Sasuke bahkan hampir lupa rasanya punya keluarga. Satu-satunya orang yang ada dipikirannya untuk membangun sebuah keluarga hanyalah Hinata. Namun, ia sangat yakin jika Hinata tidak akan menikah dengannya. Ia terlalu jahat dan tidak pantas untuk orang seperti Hinata.
"Menikah? Kenapa aku harus menikah?" Tanya Sasuke
"Jadi kau tidak mau menikahi Hinata?" Lee bertanya dengan suara yang lumayan keras.
Hinata dan Sasuke hampir tersedak. Sai hanya ingin tertawa, tentu saja dengan sedikit nyeri di hatinya. Hinata yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan mereka semua jelas saja merasa bingung. Kenapa dirinya juga dibawa-bawa? Apalagi pada bagian pernikahan.
"Ke-Kenapa Aku?" Tanya Hinata
"Bicara apa kau bodoh?!" Bentak Sasuke.
"Tenang. Aku hanya bercanda" Kekeh Lee yang akhirnya menyebabkan Sai tidak dapat menahan tawanya.
Sedangkan Sasuke dan Hinata hanya terdiam dengan rona merah di pipi mereka.
'Menikah dengan Uchiha-san? Tidak pernah terpikirkan olehku.. E-Eh lagipula untuk apa aku memikirkannya?' Ucap Hinata dalam hati.
'Menikah dengan Hinata?Tentu saja aku mau menikahinya. Ah..sudahlah jangan terlalu berharap' Ucap Sasuke dalam hati.
-o-
.
.
.
Setelah mereka selesai menyantap makanan mereka, mereka segera kembali ke penginapan. Daun waktu ada pada Sai. Mereka memanfaatkan waktu yang ada untuk mandi dan beristirahat.
Sasuke tiba tiba bangkit dari tempat duduk di kamar tersebut.
"Mau kemana kau?" Tanya Sai
"Pergi sebentar"
Lee memberikan isyarat untuk tidak bertanya lebih lanjut dan Sasuke pun pergi.
Saat Sasuke keluar dari kamar tersebut tepat dihadapannya adalah pintu kamar Hinata. Ia ingat, tujuannya keluar kamar sebenarnya adalah untuk menemui Hinata. Ia tiba-tiba ingin melihat wajah gadis itu.
Sasuke memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Hinata.
Tok tok tok
"Siapa?" Suara Hinata terdengar
"Sasuke"
"Ya tunggu sebentar"
Sasuke kemudian mulai memikirkan kalimat apa yang harus ia ucapkan pada Hinata saat Hinata membuka pintu kamarnya nanti.
Ceklek
Pintu kamar terbuka.
"Ada apa Uchi— maksudku Sasuke-kun?" Tanya Hinata
Sasuke masih terdiam
'Ayo pikirkan sesuatu yang bagus untuk kau bicarakan Sasuke!' Batin Sasuke berbicara.
-o-
.
.
.
Sai, Lee, Hinata dan Sasuke memulai perjalanan mereka kembali. Sesuai kesepakatan yang telah dibuat mereka menjaga potongan daun waktu secara bergantian. Hinata pun merasa jika Sasuke terlalu protektif padanya, ya memang seharusnya Sasuke juga menjaga potongan daun waktu saat Hinata juga mendapatkan giliran menjaganya tetapi yang Hinata rasakan justru Sasuke protektif terhadapnya setiap saat bahkan saat ia sedang tidak mendapatkan giliran menjaga potongan daun waktu.
Seperti contohnya selalu menatap Hinata dengan tajam dan siaga. Selalu berjalan disampingnya, dibelakangnya atau bahkan ia akan berindah-pindah dari belakang ke samping dan begitu seterusnya. Dan masih banyak lagi.
Jika sudah seperti itu, wajar kan jika Hinata merasa tidak nyaman?
"Kau terlihat tidak nyaman. Ada yang salah, Hinata?" Tanya Sai
"E-Eh?" Hinata menggelengkan kepalanya
Dahi Sasuke berkerut seketika. Sasuke tidak mengerti apa yang Sai bicarakan. Kenapa Sai lebih tahu tentang Hinata dibandingkan dirinya?
"Kau lelah, Hinata?" Tanya Lee
"Tidak kok. Aku baik-baik saja teman-teman" Hinata mencoba tersenyum untuk menghapus semua prasangka yang dipikirkan Lee dan Sai. Tidak mungkin kan Hinata secara terang-terangan mengatakan jika ia tidak nyaman karena perlakuan Sasuke. Ia takut Sasuke akan marah padanya.
-o-
.
.
.
.
Kakashi dan Neji akhirnya memutuskan untuk kembali ke Konoha. Sepertinya mereka sudah mendapatkan cukup bukti dan analisis yang kuat tentang siapa yang berusaha untuk mencuri daun waktu milik Konoha. Kakashi dan Neji juga mendapatkan cukup banyak bantuan yang diberikan oleh Sabaku Gaara.
Setibanya di Konoha, Kakashi dan Neji segera mendatangi Tsunade untuk melaporkan semua informasi yang mereka dapatkan tak lupa juga semua analisis yang mereka pikirkan.
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya?" Tanya Kakashi
-o-
.
.
.
Sudah sekitar lima jam mereka melakukan perjalanan. Mereka memutuskan untuk beristirahat sekaligus makan. Hinata sedang memasak bekal makanan yang mereka bawa. Lee sedang mengisi persediaan air untuk mereka bawa selama perjalanan selanjutnya.
Sedangkan Sai dan Sasuke siaga di sekitar tempat Hinata memasak makanan untuk mereka.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sasuke pada Sai yang sedang menggambar burung.
"Aku ingin mengirimkan pesan pada Tsunade-Sama"
"Pesan apa?"
"Kenapa kau begitu ingin tahu?" Mendengar jawaban yang diberikan Sai, Sasuke hanya mendecih jengkel, ingin sekali Sasuke memukul wajah Sai.
Hinata yang mendengar percakapan keduanya hanya tertawa kecil. Saat mendengar suara tawa Hinata Sasuke maupun Sai terdiam seketika. Tawa Hinata begitu lembut di indra pendengaran mereka berdua. Hinata tidak menyadari sebesar apa efek yang diberikan oleh suara tertawanya terhadap kedua pria tersebut.
Sasuke maupun Sai menyadari kecanggungan yang terjadi diantara mereka berdua.
"Ehem!" mereka berdeham secara bersamaan tanpa disengaja. Setelahnya, keduanya saling menjauhkan diri. Berpura-pura sibuk dengan entah apa.
"Apa aku pergi terlalu lama?" Lee tiba-tiba datang. Sasuke dan Sai tidak memberikan tanggapan apapun.
"Tidak terlalu lama, Lee-kun. Sebentar lagi makanannya matang" Ujar Hinata.
"Aaah sudah tidak sabar rasanya" Lee tampak senang.
'Eh kenapa seperti ada yang aneh pada Sai dan Sasuke?' Batin Lee
.
.
.
TBC
Hello guys
Seperti biasa, mau minta maaf kalo updatenya lama.
Gak ada maksud menggantungkan.. saya juga gak suka digantung soalnya (ceilaaah)
Bagian yang di depan kamar Hinata buat next chap nya nanti flashback
Hope you like this
Saya ada rencana buat main wattpad (eaaaa saya jadi banyak gaya)
Link nya ada di profile ffn saya
Kalo berkenan boleh dicheck hehe (promosi ini promosi)
Belom ada ceritanya sih itu kalo wattpad belum di uploud kesana, tapi udah ada ceritanya. Lagi edit-edit dikit gitu.
Buat yang sudah lama di wattpad tolong bantu dan bombing saya hohoho
See you in next chap ya guys
.
.
.
Mind to RnR?
Thank you
Malfoy1409
