Sunshine in the Storm
By: Malfoy1409
Naruto Belong to Masashi K
Standard Warning
Cerita ini sepenuhnya adalah imajinasi saya jika dikemudian hari ditemukan adanya kesamaan cerita ini atau cerita lain maka kemungkinan saya dan penulisnya berjodoh
-o0o-
Karena ini chapter terbaru dan saya sudah sangat lma tidak update jadi saya menyarankan untuk membacanya ulang dari chapter 1
-o0o-
Happy Reading
-o0o-
.
.
.
.
Hinata tidak bisa tidur dengan tenang. Entah mengapa keberadaan Sasuke di sampingnya sekarang ini membuatnya gelisah.
"Kenapa kau belum tidur?' Sasuke akhirnya memutuskan bertanya. Ia telah membaringkan tubuhnya di samping dari tiga puluh menit yang lalu, namun Hinata belum juga berhenti gelisah.
"E-Eh?"
"Kau tidak merasa nyaman ada aku disini?" Sasuke kembali bertanya.
"Bu-Bukan seperti itu"
"Lalu?"
Tidak ada jawaban dari Hinata. Sasuke pun enggan untuk mengulang pertanyaannya pada Hinata. Ia sebenernya tahu Hinata gelisah karena ada dirinya di ranjang yang sama dengan gadis itu. Namun, mau bagaimana lagi? Sasuke juga tidak akan munafik jika Ia sebenarnya cukup senang dengan kejadian ini.
Hinata..
Hinata..
Sasuke pun mencoba memejamkan matanya berkali-kali. Ia juga berusaha untuk tertidur secepat mungkin. Berbeda dengan Hinata, Sasuke bukan merasakan gelisah seperti yang Hinata rasakan. Yang Sasuke rasakan lebih kepada khawatir jika dirinya tidak bisa mengendalikan dirinya.
Suasana kamar ini temaram.
Ia sudah lama mendambakan Hinata dan Ia sudah dewasa sekarang. Bukan hal yang mudah baginya mendapati Hinata tidur di ranjang yang sama dengannya.
Kembali, Sasuke memejamkan matanya untuk memcoba tertidur namun gagal.
"Sasuke-kun.." Hinata menguluarkan suara. Ia tahu Sasuke belum tertidur dan Hinata ingin keluar dari suasana canggung ini.
'Tidak.. Sekarang aku mulai berfantasi ia memanggil namaku'
"Su-Sudah tidur ya?" Hinata kembali bersuara
'Ternyata ini bukan fantasiku' Sasuke membuka kedua matanya dan mendapati Hinata sudah terduduk dan bersandar pada kepala ranjang yang tidak seberapa.
"Hn?" Sasuke menjawab singkat meminta Hinata mengulangi perkataannya.
"Maaf jika aku membangunkanmu, Sasuke-kun" Mendengar kalimat itu Sasuke juga bangkit dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.
"Aku belum tidur"
Kembali Hening beberapa saat dan ini membuat Sasuke frustasi.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Sasuke kembali berbicara.
"A-Aku tidak tahu" Hinata mencicit. Aura Sasuke saat ini seperti mengintimidasinya.
"Tch. Menggangu" Ucap Sasuke.
"Ma-Maaf"
"Hinata, boleh aku bertanya sesuatu?"
Entah apa penyebabnya, mendengar Sasuke memanggil namanya membuat jantungnya berdetak sedikit tidak normal.
"Y-Ya?"
"Apa yang akan kau lakukan setelah misi ini selesai dan berhasil?"
Hinata berpikir sejenak, "Kembali ke Konoha dan memulai misi baru. Kalau Sasuke-kun?"
"Aku akan kembali ke Konoha asalkan kau berjanji akan tetap menemuiku"
DEG!
"Ma-Maksud Sasuke-kun?"
"Lupakan" Sasuke kembali ke posisi tidurnya dan membelakangi Hinata seolah Ia sudah ingin tidur.
"A-Apa Sasuke-kun tidak merindukan Konoha?"
Hening beberapa saat. Sasuke tidak menunjukan jika dirinya akan menjawab pertanyaan itu. Hinata sedikit merasa tidak enak karena telah bertanya hal tersebut.
"Ma-Maaf" Hinata kembali merebahkan dirinya dan bersiap untuk mencobe tidur.
Saat Hinata sudah siap untuk memejamkan mata suara Sasuke terdengar kembali.
"Tentu saja" Sasuke bersuara
Sasuke membalikan badannya menghadap punggung Hinata. Dengan ragu-ragu Hinata membalikan badannya menghadap kearah Sasuke. Hinata sungguh bingung harus berkata apa untuk menanggapi perkataan Sasuke.
Hinata dapat melihat jelas sorot kesedihan di mata pemuda itu meskipun Sasuke masih mempertahankan wajah angkuhnya.
"A-Aku turut bersedih dengan apa yang terjadi"
Sasuke menghela nafasnya pelan.
"Sudahlah. Sekarang aku sedang belajar melupakan apa yang sudah terjadi"
"Ja-Jangan hanya dilupakan tetapi diikhlaskan, Sasuke-kun" Cicit Hinata
Keheningan menjalar kembali.
'Mengikhlaskan ya?' Sasuke berfikir.
"Kau juga harus melakukan hal sama" Ujar Sasuke
"E-Eh?"
"Perasaanmu pada Naruto"
Sasuke seolah biasa saja saat mengucapkannya. Namun, dirinya sendiri sadar jika ada perasaan mual dalam dirinya ketika menyebutkan nama laki-laki lain dihadapan Hinata.
Disisi lain, Hinata sedikit teresentak dengan perkataan Sasuke. Saat tiba-tiba pria itu membawa nama Naruto dalam percakapan ini, Hinata sadar akan suatu hal… perasaannya pada Naruto sudah tidak seperti dulu lagi.
Ya, Hinata tetap merasakan sesuatu saat Sasuke menyebut nama Naruto namun itu jelas bukan perasaan yang sama saat ada seseorang menyebutkan nama Naruto dulu. Sebenarnya, sebelum Sasuke mengatakan ini Hinata juga sudah sedikit demi sedikit mencoba merelakan perasaannya kepada Naruto. Dan jelas sekarang hasilnya mulai terlihat.
"Kau tahu itu tak akan pernah berhasil, kan?" Kembali suara Sasuke memcah lamunan Hinata.
Hinata jelas sadar jika perasaannya pada Naruto tak akan pernah berhasil. Sebenarnya Hinata merasa agak kesal saat Sasuke mempertanyakan ini. Mereka tidak cukup dekat untuk mebahas hal sepribadi ini.
"I-Itu hal yang sangat pribadi, Sasuke-san" Lihat, sekarang Hinata mengganti suffix nya.
"Pribadi katamu?" Ada desis tajam saat Sasuke mengatakannya membuat Hinata sedikit takut mendengarnya.
"Y-Ya!" Hinata berusaha tidak memperlihatkan ketakutannya di depan Sasuke.
Sasuke bangkit dari tidurnya. Ia mengubah posisinya menjadi terduduk tetapi tetap menghadap Hinata
"Tch, kau bahkan mengubah suffix namaku ketika membahas hal seperti ini?" Oke sekarang Sasuke terlihat lebih marah dari sebelumnya.
"Dengar Hinata, itu bukan hal pribadi lagi sejak kau jelas-jelas memberi tahu semua orang jika kau menyukai si kuning bodoh itu"
Wajah Hinata jelas terlihat sangat terkejut sekaligus bersedih. Ia harusnya tahu jika orang-orang tidak akan pernah melupakan kejadian waktu itu. Dan harusnya dia juga tahu jika hal seperti ini akan menyebar bahkan ke telinga seorang Uchiha Sasuke.
Melihat ekspresi Hinata sekarang membuat Sasuke merasa bersalah. Bukankah ia sama saja dengan Hinata? Mengharapkan cinta yang tidak akan pernah menjadi miliknya. Sasuke ingin sekali memeluk Hinata saat itu juga namun. Ia ingin mengatakan tidak apa-apa jika Naruto tidak membalas perasaannya. Tidak apa jika Naruto mengabaikannya. Ia ingin mengatakan jika dia akan selalu ada disana untuk Hinata.
"Hinata, aku—" Kalimat Sasuke tidak selesai karena Hinata memotong ucapannya.
"Tidurlah, Sasuke-san. Maaf mengganggumu" Lalu Hinata membalikan badannya memunggungi Sasuke.
"Aku minta maaf" Sasuke mengatakannya dengan gurat sedih di wajahnya. Harusnya ia tidak mengatakan hal seperti itu kepada Hinata. Bukankah Sasuke juga tahu betapa sakitnya perasaan seperti itu?
Hinata tidak menjawab meskipun jelas dia mendengar apa yang diucapkan Sasuke.
"Hinata" Sasuke mencoba mendapatkan respon dari Hinata sekali lagi.
"Aku tidak apa-apa, tidurlah" Hinata merespon.
Lalu Sasuke melakukan hal kemudian mungkin akan disesalinya.
TBC
Saya tahu ini sudah sangat lama dari update an terakhir saya. Saya mohon maaf.
Mind to RnR?
Thank You
Malfoy1409
